Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Hubungan Efikasi Diri Dengan Stres Akademik Pada Mahasiswa Akhir Rayhan Deta Maulana; Ramon Ananda Paryontri
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i3.5913

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan efikasi diri dengan stress akademik mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Metode penelitian digunakan yaitu metode kuantitatif korelasional dengan jumlah subjek sebanyak 7.872 mahasiswa  penentuan sampel dikembangkan oleh Isaac dan Michael digunakan tingkat 5% sebanyak 334 mahasiswa. Adapun pengambilan sampel penelitian yaitu dengan teknik probability sampling yang menggunakan proposionate stratifield random sampling. Teknik pengukuran skala penelitian ini menggunakan model skala Likert. Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif dan signifikan antara efikasi diri dengan stress akademik tingkat korelasi yang kuat. Semakin tinggi tingkat efikasi diri yang dimiliki mahasiswa maka semakin stress akademik. Hasil penelitian ini digunakan sebagai acuan positif perencanaan sebelum melakukan pembelian produk di kelas. Berdasarkan penelitian yang saya teliti disimpulkan bahwa diketahui terdapat hubungan efikasi diri dengan stres akademik pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dan berdasarkan ke efektifan dari efikasi diri terhadap stres akademik sebesar 44%. Kata kunci: efikasi diri, stres akademik, mahasiswa akhir
Hubungan Keaktifan Berorganisasi dan Motivasi Belajar Siswa Dengan Prestasi Akademik di Sekolah Menengah Kejuruan Nur Afifah Mas'uda; Ramon Ananda Paryontri; Zaki Nur Fahmawati
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Desember 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v9i1.5996

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisa hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi akademik, mengetahui hubungan antara keaktifan organisasi dengan prestasi akademik, mengetahui hubungan antara keaktifan organisasi dengan motivasi belajar. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Kriteria subjek yang diteliti adalah siswa yang mengikuti organisasi IPM dan Senat Taruna, berusia 15-18 tahun, kelas 10-11. Populasi seluruh siswa di sekolah sebanyak 400, sampel penelitian ini menggunakan rumus isaac dengan signifikansi kesalahan 10% dan ditemukan sampel sebanyak 60.  Hasil penelitian ini nilai r Pearson menunjukkan korelasi yang sangat signifikan (p<.001) dengan nilai r yang tinggi (r=0.662), Artinya terdapat hubungan keaktifan organisasi dengan motivasi belajar, hipotesis penelitian diterima dan  hipotesis nol ditolak,ke 3 variabel tersebut saling berkaitan, variabel keaktifan organisasi mempunyai hubungan yang erat dengan prestasi akademik. Adanya peningkatan pada variabel motivasi belajar seiring dengan peningkatan pada variabel aktivitas organisasi, ketika variabel aktivitas organisasi mengalami penurunan maka variabel motivasi belajar juga mengalami penurunan. Kata kunci: keaktifan organisasi, motivasi belajar, prestasi akademik
Hubungan Antara Kepuasan Kerja Dengan Motivasi Kerja Pada Mahasiswa Yang Sedang Bekerja Riswanda Prima Ardiyan; Ramon Ananda Paryontri
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i3.6020

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui Tingkat kepuasan kerja dengan motivasi pada mahasiswa psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang sedang bekerja dan berkuliah. Menggunakan metode kuantitatif dan mekanisme pengambilan data menggunakan kuesioner dengan sasaran penelitian yaitu mahasiswa psikologi. Sampel 200 orang dengan metode purposive sampling. Faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja dalam penelitian ini mencakup efektifitas komunikasi, fleksibilitas dalam melakukan pekerjaan, kesempatan berkembang, kompensai kompetitif, apresiasi terhadap kinerja. Hasil menunjukkan hubungan terhadap Tingkat Kepuasan kerja dengan Motivasi sebesar 89 persen. Dari penelitian faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja adalah hubungan kerja harmonis, yang membuat karyawan termotivasi bekerja lebih baik lagi. Kesimpulan dalam penelitian yaitu ada hubungan antara kepuasan kerja dengan motivasi kerja, dimana dengan menciptakan sistem dan lingkungan kerja yang dapat meningkatkan kepuasan kerja dalam organisasi mempengaruhi tingkat motivasi kerja orang orang yang terlibat didalamnya, dan dengan adanya motivasi kerja, akan mendorong kinerja yang lebih baik, inovasi dalam bekerja serta membantu organisasi untuk mencapai tujuannya. Kata kunci: kepuasan kerja, motivasi, mahasiswa psikologi, karyawan
Manejemen Stres Pada Lansia Dengan Penerapan QS. Al-Fatihah di Desa Becirongengor Kec. Wonoayu Kab. Sidoarjo Argo Dwi Mardiantoro; Ramon Ananda Paryontri
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Desember 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v9i1.6220

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan menejemen stres pada lansia dengan penerapan QS. Al-Fatihah. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan eksperimen kuantitatif one-group pretest, posttest quasi-eksperimental. Subjek yang akan diteliti adalah lansia Desa Becirongengor Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo berjumlah 110 orang, sampel yang di ambil 80 orang. Dalam penelitian ini, skala adopsi manajemen stres digunakan untuk mengumpulkan data. Analisis data penelitian menggunakan uji parametrik untuk menilai perbedaan skor skala manajemen stres antara kelompok eksperimen dan  kontrol pada saat pretest dan posttest. Penerapan QS. Alfaltihah diberikan pada lansia di Desa Becirongengor Kec. Wonoayu Sidoarjo. Diuji menggunakan Quasi-Exsperiment One-Group Pre-Test Post-Test dengan hasil perhitungan nilai 40, mean 0,146, T 0,485, df 40, sig 0,630. dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan intervensi QS. Al-Fatihah terhadap pemahaman pada lansia  untuk mengatasi manajemen stres yang mereka miliki. Kata kunci: manejement stress, lansia, al-fatihah
Stress Coping in Adolescents Who Have Disharmonious Families in Sidoarjo: Mengatasi Stres pada Remaja dari Keluarga Tidak Harmonis di Sidoarjo Rahman, Rifty Aditya; Paryontri, Ramon Ananda
Indonesian Journal of Education Methods Development Vol. 18 No. 4 (2023): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijemd.v21i4.795

Abstract

This qualitative phenomenological study investigates stress coping mechanisms among adolescents from disharmonious families, addressing their responses to challenging and unforeseen family situations. Through semi-structured interviews with two subjects in Sidoarjo, the study identifies distinct coping aspects: problem-focused strategies encompassing planning, competitive activity suppression, behavioral release, coping restrictions, instrumental support utilization, and emotional-focused strategies involving emotional support utilization, emotional release focus, mental liberation, positive reinterpretation and growth, self-blame, acceptance, rejection, humor, substance use, and religious turn. The research reveals that emotional intelligence, stress levels, and religious maturity serve as influential factors shaping stress coping behaviors. These findings offer valuable insights into the complex dynamics of adolescents navigating difficulties within dysfunctional family environments, emphasizing the role of psychological factors and religious engagement in their coping mechanisms. Highlights: Diverse Coping Strategies: This study unveils a range of coping strategies employed by adolescents in dysfunctional families, including problem-focused and emotional-focused approaches. Influential Factors: The research highlights the significant impact of emotional intelligence, stress levels, and religious maturity on adolescents' ability to cope with stress within disharmonious family settings. Qualitative Insight: Using a phenomenological approach, the study offers qualitative insights into the nuanced experiences and coping mechanisms of adolescents facing challenging situations in dysfunctional family environments. Keywords: Adolescent stress coping, Dysfunctional families, Emotional intelligence, Phenomenological approach, Religious maturity
The effectiveness of counseling based on Al-Fatihah psychology to reduce academic stress in students during the covid-19 pandemic Ansyah, Eko Hardi; Paryontri, Ramon Ananda; Affandi, Ghozali Rusyid
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 11 No. 1 (2023): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.286 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v11i1.20941

Abstract

The study aims to determine whether counseling based on Al-Fatihah psychology can reduce student academic stress due to the covid-19 pandemic. This experimental pre-post design study comprises the experimental and control groups. The participants are 23 people selected using the purposive sampling method. The experimental group consisted of 11 people and was given treatment in counseling based on Al-Fatihah psychology for 4 weeks in 5 sessions. The academic stress scale was given to both groups as a pre-test before the treatment started in the experimental group. In contrast, the academic stress scale was given as a post-test after the last session. The data analysis's result using the Mann-Whitney U test on the gain score between the experimental and control groups showed a significant difference with p (0.022) <0.05. This indicates that counseling based on Al-Fatihah psychology effectively reduced students' academic stress levels during the pandemic.
Self-Control and Emotional Maturity Reduce Consumptive Behavior in Women Lestari, Aprillia Citra Dewi Suci; Paryontri, Ramon Ananda
Indonesian Journal of Cultural and Community Development Vol 15 No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijccd.v15i3.1103

Abstract

Abstract: This research investigates the relationship between self-control and emotional maturity with consumptive behavior among women in Sumorame Village, Indonesia. General Background: Globalization has increased consumptive behavior, particularly among women reliant on branded goods and online shopping. Specific Background: Previous studies show significant levels of consumptive behavior among women, but few focus on rural communities like Sumorame. Knowledge Gap: This study addresses this gap by analyzing the impact of self-control and emotional maturity on consumptive behavior. Aims: The objective is to determine how these psychological factors influence purchasing tendencies. Results: A sample of 301 women revealed a significant negative correlation (rx1y = -0.368, p < 0.05; rx2y = -0.527, p < 0.05), indicating that higher self-control and emotional maturity lead to reduced consumptive behavior. Novelty: This research enhances understanding of economic behavior in rural contexts. Implications: Findings highlight the need for educational programs to improve self-control and emotional maturity, promoting better financial practices among women in Sumorame Village. Highlights: Higher self-control correlates with lower consumptive behavior in women. Emotional maturity significantly influences purchasing tendencies among women. Educational programs can enhance self-control and emotional maturity to improve financial practices. Keywords: Self-Control, Emotional Maturity, Consumptive Behavior, Women
Kajian Fenomenologis Tentang Fase Quarter Life Crisis (QLC) Pada Generasi Z Di Desa Gedangan M. Amin Fahriansyah; Ramon Ananda Paryontri
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i3.7532

Abstract

Quarter life crisis merupakan fenomena yang sering dialami Generasi Z, terutama pada masa dewasa awal, yang ditandai oleh kebimbangan, kecemasan, dan tekanan akibat transisi menuju kemandirian. Penelitian ini bertujuan memberikan pemahaman tentang pengalaman quarter life crisis pada Generasi Z agar tidak merasa sendiri dalam menghadapi fase tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur. Subjek pada kajian ini merupakan dua orang dewasa awal yang berusia 22 dan 24 tahun yang sedang bekerja dan kuliah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan mengalami kebimbangan dalam pengambilan keputusan, kecemasan terhadap penerimaan diri, serta tekanan akibat tanggung jawab hidup yang meningkat. Meskipun menghadapi tantangan tersebut, subjek mampu belajar dari pengalaman mereka dan menjadi lebih kuat serta siap menghadapi kehidupan yang lebih stabil. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi generasi berikutnya untuk menghadapi tantangan pada masa dewasa awal. Kata kunci: quarter life crisis, gen Z, dewasa awal
Gambaran Parenting Self-Efficacy Pada Ibu yang Memiliki Anak Autisme Spectrum Disorder (ASD) Puspita Anggraeni; Ramon Ananda Paryontri
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i3.7535

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengeksplorasi mengenai parenting self-efficacy pada ibu yang memiliki anak Autisme Spectrum Disorder. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini merupakan dua orang ibu yang memiliki anak Autisme Spectrum Disorder dengan berbeda jenis kelamin 1 perempuan dan 1 laki-laki. Penelitian ini menerapkan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi terstruktur. Peneliti menggunakan teknik analisis data secara langsung dengan pengkodean melalui beberapa tahapan yaitu open coding, axial coding dan selective coding. Untuk memastikan keabsahan data, dilakukan melalui proses triangulasi. Jenis triangulasi yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu melalui triangulasi data. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa seorang ibu dengan anak berkebutuhan khusus memiliki parenting self-efficacy yang tinggi, meskipun pada aspek discipline dan aspek health masih kurang optimal namun ibu selalu memberikan yang terbaik terhadap tumbuh kembang anak, seperti selalu konsisten mengajari anak untuk mandiri dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Kata kunci: Autisme Spectrum Disorder, Ibu, Parenting self efficacy
PERAN OBSERVASIONAL LEARNING TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK MELALUI PERMAINAN ESTAFET HOLA HOP DI ERA MERDEKA BERMAIN MADO, ARIFIN; PARYONTRI, RAMON ANANDA; WARDANA, MAHARDIKA DARMAWAN KUSUMA; SALSABILA, AURA RAFIQA; NISA`, GITSA ZAHROTUN
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v4i4.4533

Abstract

ABSTRACT Early childhood motor development is an important aspect of their growth and learning. However, in the modern era, children have fewer opportunities for free play due to various factors, such as increased use of technology and changes in parenting patterns. Therefore, effective strategies are needed to support children's motor development, one of which is through observational learning in the relay game “Hola Hop.” This study aims to examine the role of observational learning on children's motor development through the relay game “Hola Hop” in the context of the Era of Free Play. The research method used is a pre-test and post-test control group design. This study involved two groups of children aged between 4-6 years. The experimental group underwent the “Hola Hop” relay game with an observational learning approach, while the control group did not receive a similar intervention. Data was collected through motor tests before and after the treatment. The results showed that the experimental group that implemented observational learning experienced significant improvements in motor development compared to the control group. This finding confirms the importance of implementing Observational Learning in children's motor learning through play. The implications of this study indicate that an observation-based learning approach can be an effective strategy in improving children's motor skills, especially in the Era of Merdeka Bermain which emphasizes freedom and exploration in children's activities. ABSTRAK Perkembangan motorik anak usia dini merupakan aspek penting dalam pertumbuhan dan pembelajaran mereka. Namun, di era modern, kesempatan anak untuk bermain secara bebas semakin berkurang akibat berbagai faktor, seperti peningkatan penggunaan teknologi dan perubahan pola pengasuhan. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang efektif untuk mendukung perkembangan motorik anak, salah satunya melalui pembelajaran observasional dalam permainan estafet "Hola Hop." Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pembelajaran observasional terhadap perkembangan motorik anak-anak melalui permainan estafet "Hola Hop" dalam konteks Era Merdeka Bermain. Metode penelitian yang digunakan adalah desain pre-test dan post-test control group. Penelitian ini melibatkan dua kelompok anak berusia antara 4-6 tahun. Kelompok eksperimen menjalani permainan estafet "Hola Hop" dengan pendekatan pembelajaran observasional, sementara kelompok kontrol tidak menerima intervensi serupa. Data dikumpulkan melalui tes motorik sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen yang menerapkan pembelajaran observasional mengalami peningkatan yang signifikan dalam perkembangan motorik dibandingkan dengan kelompok kontrol. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan Observasional Learning dalam pembelajaran motorik anak melalui permainan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis pengamatan dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik anak, terutama dalam Era Merdeka Bermain yang menekankan kebebasan dan eksplorasi dalam aktivitas anak.