Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Konformitas dan Konsumsi Kedai Kopi Remaja di Sidoarjo Sebuah Studi Regita, Herningtyas Wahyu; Paryontri, Ramon Ananda
Journal of Islamic Psychology Vol. 1 No. 1 (2024): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/islamicpsychology.v1i1.58

Abstract

Penelitian ini menyelidiki hubungan antara konformitas dengan perilaku konsumtif remaja di sebuah kedai kopi di Jalan Kavling DPR Sidoarjo. Dengan populasi sebanyak 1.000 remaja yang berkunjung ke warung kopi tersebut, sampel sebanyak 100 remaja dipilih dengan menggunakan rumus slovin dan teknik pengambilan sampel insidental. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala konformitas dan skala perilaku konsumtif dan dianalisis dengan teknik korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan (r = 0.732, p <0.05) antara konformitas dan perilaku konsumtif, yang mengindikasikan bahwa 53.6% perilaku konsumtif dapat dijelaskan oleh konformitas. Temuan ini menunjukkan bahwa konformitas memainkan peran penting dalam membentuk perilaku konsumtif remaja di kedai kopi yang diteliti, menyoroti pentingnya memahami dinamika pengaruh sosial dalam penelitian perilaku konsumen.
Dukungan Sosial dan Kepercayaan Diri pada Siswa Kelas VII di SMP Negeri 2 Bangil Putri, Veganita Prasitha; Paryontri, Ramon Ananda
Journal of Islamic Psychology Vol. 1 No. 1 (2024): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/islamicpsychology.v1i1.62

Abstract

Penelitian ini menyelidiki hubungan antara dukungan sosial dan kepercayaan diri di antara siswa kelas 7 di SMP Negeri 2 Bangil. Dengan menggunakan data dari skala yang mengukur dukungan sosial dan kepercayaan diri, 173 siswa dijadikan sampel dari populasi sebanyak 306 siswa, dengan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%. Penelitian ini berhipotesis bahwa tingkat dukungan sosial yang lebih tinggi akan berkorelasi dengan peningkatan kepercayaan diri di kalangan siswa. Analisis korelasi Pearson menunjukkan koefisien korelasi positif sebesar 0,669 (p = 0,001), yang mengindikasikan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dan kepercayaan diri. Selain itu, uji linier menghasilkan nilai 0,000, menunjukkan hubungan linier (<0,05). Penelitian ini mengisi kesenjangan dalam memahami dinamika dukungan sosial dan kepercayaan diri pada siswa remaja, menyoroti pentingnya membina lingkungan yang mendukung untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya mengintegrasikan mekanisme dukungan sosial ke dalam intervensi pendidikan untuk meningkatkan kesejahteraan dan keberhasilan akademik siswa secara keseluruhan.
Gambaran Parenting Self-Efficacy Pada Ibu yang Memiliki Anak Autisme Spectrum Disorder (ASD) Puspita Anggraeni; Ramon Ananda Paryontri
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i3.7535

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengeksplorasi mengenai parenting self-efficacy pada ibu yang memiliki anak Autisme Spectrum Disorder. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini merupakan dua orang ibu yang memiliki anak Autisme Spectrum Disorder dengan berbeda jenis kelamin 1 perempuan dan 1 laki-laki. Penelitian ini menerapkan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi terstruktur. Peneliti menggunakan teknik analisis data secara langsung dengan pengkodean melalui beberapa tahapan yaitu open coding, axial coding dan selective coding. Untuk memastikan keabsahan data, dilakukan melalui proses triangulasi. Jenis triangulasi yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu melalui triangulasi data. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa seorang ibu dengan anak berkebutuhan khusus memiliki parenting self-efficacy yang tinggi, meskipun pada aspek discipline dan aspek health masih kurang optimal namun ibu selalu memberikan yang terbaik terhadap tumbuh kembang anak, seperti selalu konsisten mengajari anak untuk mandiri dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Kata kunci: Autisme Spectrum Disorder, Ibu, Parenting self efficacy
Overcoming Stress on Psychology Study Program Students at the University of Muhammadiyah Sidoarjo who are Compiling Thesis during the Covid-19 Pandemic: Mengatasi Stres pada Mahasiswa Prodi Psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang Sedang Menyusun Skripsi di Masa Pandemi Covid-19 Khotimah, Isnaini Khusnul; Paryontri, Ramon Ananda
Journal of Islamic and Muhammadiyah Studies Vol 3 (2022): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1439.957 KB) | DOI: 10.21070/jims.v3i0.1569

Abstract

In this study, the aim of this study was to identify stress coping strategies carried out by students of the Psychology Study Program at the University of Muhammadiyah Sidoarjo in compiling a thesis during the Covid-19 pandemic. The research subjects consisted of three active students from the psychology study program at Muhammadiyah University of Sidoarjo who were preparing a thesis using purposive sampling technique. This study uses a qualitative phenomenological research method, with data collection techniques using a semi-structured interview process. The data analysis technique used the model of Miles and Huberman (1985). The results of this study explain that the use of stress coping, both problem focus coping and emotional focus coping, has its own role for students who make efforts to minimize or eliminate negative things, due to pressure that makes them feel threatened, uncomfortable, resulting in stressful conditions, both both are able to help in overcoming problems effectively, besides the importance of paying attention to several factors supporting the success and effectiveness of a coping. Basically a problem that occurs when someone is in the process, of course they have various ways of dealing with these problems in order to be able to resume what has been done and to be able to achieve the goals that have been set and go to the next stage.
Analysis of the Navy's Work Stress Factors in terms of Perception of the Physical Work Environment Setyawan, Joko; Paryontri, Ramon Ananda
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 3 (2023): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v11i3.10776

Abstract

TNI members in this decade experienced an increase in stress. The stress experienced by Navy members is likely to be directly proportional to the conditions of their work environment which requires them to be firm, hard, and full of pressure that causes stress to Navy members which causes Navy members to be easily provoked by their emotions. This is due to the perception that Navy members are selected humans who can overcome any condition but in fact when faced with a poor physical environment, it will affect the performance of Navy members so that there is an expectation of individual survival of the work environment that is not directly proportional to the reality where Navy members are people who are easily exposed to stress if the physical work environment is negativeThe purpose of this study was to determine the relationship between the perception of the physical work environment and work stress in members of the Navy in the Juanda area, Surabaya. The study population was 60 people with purposive sampling techniques. The criteria used are members of the Navy who are married and work in the Surabaya area. The data collection method uses a scale of perception of the physical work environment and a scale of work stress. Data analysis using Pearson's Product Moment analysis technique. The results of data analysis on the sample subjects found that the correlation test of the variable perception of the physical work environment with work stress was =-0.569 where the results stated < 0.05 where the results stated < from 0.05 so that it shows that there is a negative correlation between the perception of the physical work environment and work stress in Navy members, so that the higher the perception of the work environment, the lower the work stress, also vice versa when Navy members have a low perception of the work environment, it will have an impact on high work stress.Anggota TNI dalam dekade ini mengalami peningkatan dalam stres. Stres yang dialami anggota TNI AL tersebut memiliki kemungkinan berbanding lurus dengan keadaan lingkungan kerja mereka yang mengharuskan untuk tegas, keras, dan penuh dengan tekanan sehingga menimbulkan stres pada anggota TNI AL yang menyebabkan anggota TNI AL tersebut mudah sekali untuk terpancing emosinya. Hal tersebut disebabkan oleh persepsi mengenai anggota TNI AL adalah manusia pilihan yang bisa mengatasi kondisi apapun tapi kenyataannya ketika dihadapkan dengan lingkungan fisik yang kurang baik, maka akan mempengaruhi kinerja anggota TNI AL sehingga terjadi harapan akan keberlangsungan hidup individu terhadap lingkungan kerja yang tidak berbanding lurus dengan realita dimana anggota TNI AL adalah orang yang mudah untuk terpapar stres jika lingkungan kerja fisiknya negatif. Populasi penelitian berjumlah 60 orang dengan teknik sampling purposive sampling. Kriteria yang digunakan adalah anggota TNI AL yang sudah menikah dan bekerja di wilayah Surabaya. Metode pengumpulan data menggunakan skala persepsi lingkungan kerja fisik dan skala stres kerja. Analisis data menggunakan teknik analisis Product Moment Pearson. Hasil analisis data pada subjek sampel diketahui bahwa uji korelasi variabel persepsi lingkungan kerja fisik dengan stres kerja sebesar =-0,569 dimana hasil yang dikemukakan < dari 0,05 sehingga hal itu menunjukkan bahwa adanya korelasi yang sifatnya negatif antara persepsi lingkungan kerja fisik dengan stres kerja pada anggota TNI AL, sehingga semakin tinggi persepsi lingkungan kerja maka semakin rendah stres kerja, juga sebaliknya ketika anggota TNI AL memiliki persepsi lingkungan kerja yang rendah maka akan berdampak pada stres kerja yang tinggi.
An Overview of K-Pop Lovers' Self-Control in Purchasing K-Pop Merchandise Putri, Kharisma Dika Aqida; Paryontri, Ramon Ananda
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 3 (2024): Volume 13, Issue 3, September 2024
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v13i3.15616

Abstract

The increasing spread of the Kpop industry today has made many phenomena from various groups of fans, some of the problems that often arise are impulsive purchases of Kpop merch related to idols, the purpose of this study is to find out the picture of self-control in the purchase of kpop merch owned by 2 K-Pop fans with early adulthood who live in Sidoarjo,  The method used in this study is a qualitative method with a phenomenological approach, using unstructured interviews that are open and very flexible. The analysis technique uses thematic analysis techniques in the form of coding, the method used to test the validity of the data in this study uses data triangulation and observational observations. The results of this study show an overview of aggressive behavior, fanaticism, hedonism, exceeding the budget limit set by oneself, long time memory as an influence on purchases, flexing, and social support. However, behind this behavior, there is still a process of self-control carried out by the subject such as limiting purchases, waiting for the next month to buy, buying pre-order to save, realizing oneself because it is just a desire, not tampering with damaged goods, hiding the device used to buy merchandise.Semakin menyebarnya industri Kpop dewasa ini menjadikan banyaknya fenomena dari berbagai kalangan penggemar, beberapa masalah yang sering muncul yaitu pembelian impulsif pada merch Kpop yang berhubungan dengan idola, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran kontrol diri pada pembelian merch kpop yang dimiliki oleh 2 orang penggemar K-Pop dengan usia dewasa awal yang bertempat tinggal di Sidoarjo, metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dengan menggunakan wawancara tidak terstruktur yang bersifat terbuka dan sangat fleksibel. Teknik analisa menggunakan teknik analisis tematik yang berbentuk coding, Metode yang digunakan untuk menguji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi data dan juga perpanjagan pengamatan. Hasil penelitian ini menunjukan gambaran bahwa adanya perilaku agresif, fanatisme, hedonisme, melebihi batas anggaran yang ditetapkan olleh dirinya sendiri, long time memory sebagai pengaruh pembelian, flexing, dan dukungan sosial. Namun dibalik adanya perilaku tersebut masih adanya proses kontrol diri yang dilakukan oleh subjek seperti membatasi pembelian, menunggu bulan depan untuk membeli, membeli secara pre-order untuk menghemat, menyadarkan diri karena itu hanya keinginan, tidak mengotak-atik yang rusak, menyembunyikan perangkat yang digunakan untuk membeli merchandise.
Mendapatkan Ketenangan Jiwa Melalui Pemaafan: Studi Fenomenologi Psikologi Pada Korban Cyberbullying Varadifta, Daniella Christy; Paryontri, Ramon Ananda
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i3.5087

Abstract

Tujuan dilakukan penelitian ini sendiri untuk mengeksplorasi bagaimana peran memaafkan terhadap ketenangan jiwa pada korban cyberbullying. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif fenomenologi. Pengalaman partisipan dalam memunculkan perilaku memaafkan dieksplorasi dengan pendekatan fenomenologis. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara. Subjek dalam penelitian ini merupakan dua orang dewasa awal yang pernah menjadi korban cyberbullying dan sudah memaafkan pelakunya. Tiga tema diidentifikasi sebagai domain yang terkait dengan dinamika memaafkan dalam menemukan ketenangan jiwa pada korban cyberbullying. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa subjek mampu memaafkan seseorang yang telah menyakitinya sehingga berkurangnya rasa dendam serta membuatnya merasa lebih tenang tanpa memiliki beban hidup yang berat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah subjek mampu mengekspresikan bentuk memaafkanya dengan cara kembali berkomunikasi dengan pelaku, yang mana hal itulah yang menjadi tujuan utama subjek dalam sikap memaafkan pelaku. Kata kunci: cyberbullying, ketenangan jiwa, memaafkan
Hubungan Efikasi Diri Dengan Stres Akademik Pada Mahasiswa Akhir Rayhan Deta Maulana; Ramon Ananda Paryontri
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i3.5913

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan efikasi diri dengan stress akademik mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Metode penelitian digunakan yaitu metode kuantitatif korelasional dengan jumlah subjek sebanyak 7.872 mahasiswa  penentuan sampel dikembangkan oleh Isaac dan Michael digunakan tingkat 5% sebanyak 334 mahasiswa. Adapun pengambilan sampel penelitian yaitu dengan teknik probability sampling yang menggunakan proposionate stratifield random sampling. Teknik pengukuran skala penelitian ini menggunakan model skala Likert. Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif dan signifikan antara efikasi diri dengan stress akademik tingkat korelasi yang kuat. Semakin tinggi tingkat efikasi diri yang dimiliki mahasiswa maka semakin stress akademik. Hasil penelitian ini digunakan sebagai acuan positif perencanaan sebelum melakukan pembelian produk di kelas. Berdasarkan penelitian yang saya teliti disimpulkan bahwa diketahui terdapat hubungan efikasi diri dengan stres akademik pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dan berdasarkan ke efektifan dari efikasi diri terhadap stres akademik sebesar 44%. Kata kunci: efikasi diri, stres akademik, mahasiswa akhir
Hubungan Keaktifan Berorganisasi dan Motivasi Belajar Siswa Dengan Prestasi Akademik di Sekolah Menengah Kejuruan Mas'uda, Nur Afifah; Ramon Ananda Paryontri; Nur Fahmawati, Zaki
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Desember 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v9i1.5996

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisa hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi akademik, mengetahui hubungan antara keaktifan organisasi dengan prestasi akademik, mengetahui hubungan antara keaktifan organisasi dengan motivasi belajar. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Kriteria subjek yang diteliti adalah siswa yang mengikuti organisasi IPM dan Senat Taruna, berusia 15-18 tahun, kelas 10-11. Populasi seluruh siswa di sekolah sebanyak 400, sampel penelitian ini menggunakan rumus isaac dengan signifikansi kesalahan 10% dan ditemukan sampel sebanyak 60.  Hasil penelitian ini nilai r Pearson menunjukkan korelasi yang sangat signifikan (p<.001) dengan nilai r yang tinggi (r=0.662), Artinya terdapat hubungan keaktifan organisasi dengan motivasi belajar, hipotesis penelitian diterima dan  hipotesis nol ditolak,ke 3 variabel tersebut saling berkaitan, variabel keaktifan organisasi mempunyai hubungan yang erat dengan prestasi akademik. Adanya peningkatan pada variabel motivasi belajar seiring dengan peningkatan pada variabel aktivitas organisasi, ketika variabel aktivitas organisasi mengalami penurunan maka variabel motivasi belajar juga mengalami penurunan. Kata kunci: keaktifan organisasi, motivasi belajar, prestasi akademik
Hubungan Antara Kepuasan Kerja Dengan Motivasi Kerja Pada Mahasiswa Yang Sedang Bekerja Riswanda Prima Ardiyan; Ramon Ananda Paryontri
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i3.6020

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui Tingkat kepuasan kerja dengan motivasi pada mahasiswa psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang sedang bekerja dan berkuliah. Menggunakan metode kuantitatif dan mekanisme pengambilan data menggunakan kuesioner dengan sasaran penelitian yaitu mahasiswa psikologi. Sampel 200 orang dengan metode purposive sampling. Faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja dalam penelitian ini mencakup efektifitas komunikasi, fleksibilitas dalam melakukan pekerjaan, kesempatan berkembang, kompensai kompetitif, apresiasi terhadap kinerja. Hasil menunjukkan hubungan terhadap Tingkat Kepuasan kerja dengan Motivasi sebesar 89 persen. Dari penelitian faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja adalah hubungan kerja harmonis, yang membuat karyawan termotivasi bekerja lebih baik lagi. Kesimpulan dalam penelitian yaitu ada hubungan antara kepuasan kerja dengan motivasi kerja, dimana dengan menciptakan sistem dan lingkungan kerja yang dapat meningkatkan kepuasan kerja dalam organisasi mempengaruhi tingkat motivasi kerja orang orang yang terlibat didalamnya, dan dengan adanya motivasi kerja, akan mendorong kinerja yang lebih baik, inovasi dalam bekerja serta membantu organisasi untuk mencapai tujuannya. Kata kunci: kepuasan kerja, motivasi, mahasiswa psikologi, karyawan