Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

BARUGA ISLAMIC CENTER PALAGUNA DENGAN PENDEKTAN ARSITEKTUR HUMANIS DI KABUPATEN WAJO Muhammad Ardi Bennu; Sahabuddin Latif; Salmiah Zainuddin; Mursyid Mustafa; Aris Sakkar Dollah; Siti Fuadillah Alhumairah Amin; Ashari Abdullah
Journal of Green Complex Engineering Vol. 1 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v1i1.63

Abstract

Pada zaman awal perkembangan Islam kegiatan masyarakat dilakukan di Masjid seperti kegiatan ibadah, sosial, politik, dan berbagai macam bentuk kegiatan lainnya. Seiring berjalannya waktu, tempat kegiatan keislaman menjadi lebih luas tak hanya dilakukan di Masjid. Saat ini terdapat tempat kegiatan keislaman disebut Islamic Center. Tujuan dari penelitian ini mengusulkan desain sarana pusat keislaman untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan umat Islam di kabupaten Wajo. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan, studi banding serta studi literatur. Selanjutnya dari data-data yang terkumpul maka dirumuskan konsep bangunan pusat keislaman yang dipadukan dengan pendekatan arsitektur humanis. Hasil penelitian ini berupa rancangan bangunan pusat keislaman skala kabupaten di kabupaten Wajo Sulawesi Selatan. Islamic Center ini merupakan sebuah tempat pusat aktivitas berkaitan dengan kegiatan-kegiatan keislaman meliputi ibadah, sosial, muamalah, pendidikan, dakwah, dan sebagainya. Aplikasi konsep Arsitektur Humanis yang diterapkan memberi kemudahan akses bagi hampir semua masyarakat termasuk kaum difabel karena bangunan ini sudah menyediakan fasilitas yang memadai dan memiliki prinsip-prinsip kemanusiaan. Diharapkan dengan keberadaan pusat keislaman ini, dapat memenuhi tuntutan kebutuhan sarana yang mendukung semua fungsi aktivitas masyarakat Islam dan memudahkan kaum yang memiliki keterbatasan dalam mengaksesnya.
GALERI SENI DAN RUANG KREASI DENGAN PENDEKATAN RAMAH ANAK DI BULUKUMBA Aisyah Ayu Andira Alkatiri; Citra Amalia Amal; Nurhikmah Paddiyatu; Sahabuddin Latif
Journal of Green Complex Engineering Vol. 1 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v1i1.65

Abstract

Seni merupakan wadah penting bagi perkembangan kreativitas dan apresiasi anak-anak. Proses interaktif dalam kegiatan berkesenian memberikan nilai-nilai estetik, keterampilan, dan kreativitas yang lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan membuat konsep dan merancang galeri seni dan ruang kreasi dengan pendekatan ramah anak di Kota Bulukumba untuk mendorong pengembangan seni dan ekspresi anak. Seni memiliki peran sentral dalam perkembangan anak, memungkinkan mereka menggali kreativitas dan ekspresi diri. Metode penelitian melibatkan pengumpulan data melalui observasi dan studi literatur. Selanjutnya data tersebut dianalisis menjadi konsep rancangan desain. Hasil penelitian berupa konsep perancangan galeri seni dan ruang kreasi sebagai pedoman perancangan. Beberapa ruang penting seperti ruang kreasi, anak-anak dapat berpartisipasi dalam berbagai aktivitas seni seperti melukis, memahat, menari, drama, bermusik, digital art, dan menanam. Fokusnya adalah meningkatkan keterampilan dan kreativitas anak melalui pembelajaran interaktif yang menyenangkan. Dengan pendekatan ramah anak, akan menciptakan lingkungan yang menginspirasi serta mendukung perkembangan seni dan ekspresi anak-anak secara berkelanjutan. Dengan konsep rancangan bangunan galeri seni dan ruang kreasi ini, memiliki harapan untuk menjadi pusat pembelajaran dan rekreasi seni yang memberikan dampak positif bagi perkembangan anak-anak.
PEMETAAN TIPOLOGI PERUMAHAN PULAU KODINGARENG LOMPO Irnawaty Idrus; Sahabuddin Latif; Nini Apriani Rumata
Journal of Green Complex Engineering Vol. 1 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v1i1.67

Abstract

Perencanaan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil memiliki memiliki tipologi wilayah yang khas dan unik. Pulau Kodingareng lompo merupakan salah satu pulau di gugusan spermonde pada Perairan Selat Makassar, Kecamatan Sangkarrang Kota Makassar. Perkembangan pembangunan  mengakibatkan aktivitas pulau yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasikan tipologi Perumahan Pulau Kodingareng Lompo. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan analisis spasial dengan menggunakan aplikasi Geographic Information System (GIS). Analisis deskriptif menghasilkan penggambaran kondisi eksisting Pulau Kodingareng Lompo dan Analisis Spasial untuk pemetaan kondisi Tipologi Perumahan di pulau Kodingareng Lompo. Hasil dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi tipologi perumahan di Pulau Kodingareng Lompo dimana Perumahan terdiri dari rumah dinding tembok sebanyak 148 rumah, kayu 525, bambu 232, sedang rumah menurut lantai yaitu rumah lantai keramik sebanyak 98 rumah, terbuat dari semen berjumlah 50 rumah sedang terbuat dari kayu sebanyak 525 rumah. Rumah terbuat dari seng (menurut atap) berjumlah 692 rumah. Dengan keberadaan pemetaan dari penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi bagi pemangku kepentingan dalam menentukan kebijakan penataan, perencanaan dan pengembangan kawasan pulau yang tanggap dan adaptif.
Pendekatan Arsitektur Ekologi pada Perancangan Pusat Daur Ulang Sampah Plastik di Kota Makassar Irlan Nurasyid; Siti Fuadillah A. Amin; Andi Yusri; Irnawaty Idrus; Mursyid Mustafa; Sahabuddin Latif
Journal of Green Complex Engineering Vol. 1 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v1i2.94

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan konsep Arsitektur Ekologi dan menyusun konsep perancangan Arsitektur Ekologi pada pusat daur ulang sampah plastik di Kota Makassar. Pusat daur ulang sampah plastik sebagai salah satu upaya untuk mengurangi timbunan sampah plastik dan pencemaran lingkungan di kota Makassar. Menurut data, jumlah timbunan sampah harian kota Makassar periode 2017-2018 mencapai 1.425 Ton/hari dengan komposisi sampah plastik di Kota Makassar sebesar 16,29%. Konsep arsitektur ekologi merupakan konsep arsitektur yang memperhatikan keseimbangan antara manusia, bangunan, dan lingkungan. Adapun metode penelitian yang digunakan yakni kualitatif dengan pendekatan studi kasus, studi dokumen dan grounded theory.  Pusat daur ulang sampah plastik yang direncanakan berlokasi di kecamatan Manggala kota Makassar dengan luas tapak sebesar 21.160 m2 dan luas lahan terbangun sebesar 6.375,08 m2. Bentuk bangunan mengadopsi bentuk logo daur ulang yang terdiri dari tiga massa. Siteplan terdiri dari bangunan utama, bangunan penunjang, ruang parkir, bangunan servis, halte, jalan, dan taman. Pusat daur ulang sampah plastik menerapkan empat prinsip arsitektur ekologi yaitu pemanfaatan potensi iklim, penyediaan ruang terbuka hijau, penggunaan material daur ulang, dan pemanfaatan energi alternatif panel surya. Konsep pengolahan sampah terpadu ini dapat di terapkan pada kota-kota yang padat terutama di Indonesia.
Perancangan Aquatic Sport Center dengan Pendekatan Arsitektur Organik di Kota Mamuju Wiwi Herawati; Sahabuddin Latif; Irnawaty Idrus; Citra Amalia Amal; Nur Hikmah Paddiyatu; Andi Yusri
Journal of Green Complex Engineering Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v2i1.123

Abstract

ABSTRAKKota Mamuju, yang terletak di pesisir barat Pulau Sulawesi, memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga air dan rekreasi. Namun, kota ini belum memiliki fasilitas olahraga air yang memenuhi standar internasional sekaligus mendukung keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan merancang sebuah Aquatic Sport Center dengan pendekatan arsitektur organik yang mengintegrasikan harmoni dengan alam, efisiensi energi, dan tata ruang multifungsi untuk memenuhi kebutuhan olahraga, rekreasi, dan edukasi masyarakat. Metode penelitian melibatkan pendekatan berbasis studi literatur dan desain eksploratif, dimulai dengan analisis prinsip arsitektur organik. Proses perancangan mencakup sketsa manual, pembuatan model digital, serta simulasi efisiensi energi dan dampak lingkungan. Integrasi elemen desain dilakukan untuk memastikan keselarasan bangunan dengan lanskap lokal dan keberlanjutan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aquatic Sport Center yang dirancang mengadopsi prinsip arsitektur organik, seperti penggunaan material lokal, pencahayaan alami, ventilasi silang, dan sistem pengelolaan air hujan. Desain ini tidak hanya mendukung efisiensi energi tetapi juga menciptakan fasilitas multifungsi yang relevan secara sosial, ekologis, dan budaya. Dengan tata ruang yang fleksibel, fasilitas ini dapat melayani kebutuhan olahraga kompetitif maupun rekreasi masyarakat. Penelitian ini berkontribusi pada literatur arsitektur keberlanjutan dengan menawarkan panduan praktis untuk fasilitas olahraga berbasis arsitektur organik. Temuan ini juga memiliki implikasi luas untuk pengembangan fasilitas serupa di wilayah pesisir lainnya. Studi lanjutan dapat mengeksplorasi integrasi teknologi hemat energi modern dan kajian ekonomi penerapan desain ini. ABSTRACTMamuju City, located on the western coast of Sulawesi Island, holds significant potential for the development of water sports and recreation. However, the city lacks aquatic sports facilities that meet international standards while supporting sustainability. This study aims to design an Aquatic Sport Center using an organic architectural approach that integrates harmony with nature, energy efficiency, and multifunctional spatial planning to meet the needs of sports, recreation, and education for the community. The research methodology involved a literature-based exploratory approach and design exploration, beginning with an analysis of the principles of organic architecture. The design process included manual sketching, creating digital models, and simulating energy efficiency and environmental impact. Design elements were integrated to ensure alignment between the building and the local landscape while promoting environmental sustainability. The results indicate that the proposed Aquatic Sport Center adopts organic architectural principles, such as the use of local materials, natural lighting, cross ventilation, and a rainwater management system. The design not only supports energy efficiency but also creates a multifunctional facility that is socially, ecologically, and culturally relevant. With flexible spatial layouts, the facility caters to both competitive sports and community recreation needs. This study contributes to the sustainable architecture literature by offering practical guidelines for sports facilities based on organic architecture. The findings also have broader implications for developing similar facilities in other coastal areas. Future research could explore the integration of advanced energy-saving technologies and economic feasibility studies of implementing this design.
Pendekatan Arsitektur Analogi pada Perancangan Islamic Center Leppangang di Kabupaten Pinrang Alif Bastian; Ashari Abdullah; Nana Rohana; Irnawaty Idrus; Sahabuddin Latif; Nurhikma Paddiyatu
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i1.14089

Abstract

Islamic Center Lepanggang bertujuan untuk memberikan wadah fisik bagi masyarakat di Kabupaten Pinrang dalam rangka menigkatkan kegiatan ke Islaman dengan pelatihan dan pengembangan manusia atas dasar ajaran agama Islam yang meliputi; ibadah, muamalah, takwa dan dakwa. Perancangan Islamic Center ini menggunakan pendekatan Analogi, memberikan pandangan atau cara menyampaikan pesan agar suatu konsep menjadi lebih mudah untuk diterima akal. Masalah dan pemecahan masalah adalah objek nonreal yang dianalogikan untuk memahami konsep dan definisinya. Perancangan Islamic Center di Kabupaten Pinrang yang terletak di Leppangang Kecamatan Patampanua, dengan luas lahan 60.000m² (6 hektar) dapat menampung 1.500 hingga 2.000 jamaah. Islamic Center Leppagang Ini terletak di tengah-tengah Kabupaten Pinrang. Pendekatan analogi yang digunakan adalah konsep dari kisah Nabi Nuh tentang membuat bahtera besar yang mampu menampung makhluk hidup sehingga selamat dari banjir besar.
Perancangan Galeri Seni Rupa di Kota Makassar dengan Konsep Arsitektur Kontemporer Hamzah Yunus; Rasmawarni Rasmawarni; Sahabuddin Latif; Ashari Abdullah; Citra Amalia Amal; Siti Fadillah A.
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i1.7274

Abstract

Berdasarkan tinjauan lapangan beberapa galeri seni rupa di kota Makassar pada umumnya memiliki lokasi yang terbilang kecil dan minim fasilitas. Gedung galeri seni di Makassar dibutuhkan untuk sarana bagi seniman untuk memamerkan karyanya. Oleh karena itu perlu dilakukan perencanaan gedung galeri seni di Makassar yang dapat memenuhi kebutuhan pameran seni lukis. Untuk mendapatkan konsep yang ideal, maka dilakukan survei lokasi dan studi literatur tentang galeri seni dengan konsep arsitektur kontemporer atau studi kasus dengan bangunan sejenis di beberapa tempat. Hasil desain telah dilaksanakan dengan menghasilkan gambar desain dengan luas kurang lebih 2 ha, menerapkan konsep kontemporer yang dapat menampilkan aplikasi modern dan tradisional. Galeri seni rupa ini memiliki beberapa fasilitas penunjang  diantaranya  resto,  kafe, perpustakaan, kelas seni rupa, laboratorium, dan aula. Dengan adanya bangunan ini, maka kebutuhan sarana para seniman di Makassar terpenuhi.
PERANCANGAN GEDUNG KONSER MUSIK DI KOTA MAKASSAR Alma Widiyanti; Sahabuddin Latif; Khilda Wildana Nur; Ashari Abdullah; Andi Yusri; Siti Fuadillah A.Amin
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i3.8779

Abstract

Musik adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia sehari-hari. Musik selalu ada di tengah-tengah kehidupan manusia. Longfellow mengatakan “music is the universal language of mankind”.Gedung konser musik adalah sebuah gedung yang berfungsi untuk menggelar konser musik atau pertunjukan musik secara langsung. Sesuai dengan tujuannya maka hal-hal teknis yang utama diperlukan adalah kondisi akustik di dalam gedung. Gedung pertunjukan musik dapat juga dijadikan sebagai bangunan monumental yang melambangkan perjalanan sejarah budaya dan karakteristik masyarakat lokal. Fasilitas yang terdapat juga dapat menjadi sarana rekreasi dan hiburan untuk penggunanya.
Pendekatan Arsitektur Bioklimatik pada Perancangan Pondok Pesantren Modern di Kabupaten Takalar Nurleha Syam; Mursyid Mustafa; Sahabuddin Latif; Muhammad Syarif; Andi Syahriyunita Syahruddin; Citra Amalia Amal; Muh. Rizal Syahdan
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i1.7273

Abstract

Ditinjau sistem pendidikan pondok pesantren di Indonesia masih jauh dengan sistem pendidikan modern atau sebagian besar pondok pesantren masih menggunakan pola pendidikan tradisional yaitu pola salafiyah. Bangunan pesantren di wilayah Sulawesi Selatan, masih banyak yang bangunannya belum mengadaptasikan arsitektur yang ramah lingkungan. Konsep perancangan pondok pesantren di Takalar ini menerapkan konsep pendekatan arsitektur bioklimatik yang merupakan salah satu konsep arsitektur ramah lingkungan. Metode yang diterapkan adalah studi observasi lapangan dan studi literatur. Hasil konsep bangunan peondok pesantren ini memiliki karakteristik seperti penentuan orientasi bangunan, peletakan sun-shuding, peletakan bukaan, pemilihan material, pemilihan warna bangunan dan peletakan vegetasi yang menjadi keunggulan bangunan ini.
Perancangan Resort Tanjung Malaha dengan Pendekatan Arsitektur Hijau di Kabupaten Kolaka Ahmad Syukur; Sahabuddin Latif; Nurhikmah Paddiyatu; Aris Sakkar Dollah; Siti Fuadillah A. Amin; Rohana Rohana
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i2.12442

Abstract

Indonesia adalah negara yang memiliki 17.504 pulau yang mana diantara pulau ini terdapat banyak pantai yang memiliki keindahan alam yang memukau, seperti pantai Tanjung Malaha yang menjadi salah satu wisata yang cukup ternama di Sulawesi Tenggara. Namun dari sisi sarana dan prasarana Tanjung Malaha pada saat ini belum memadai, hal ini terlihat dari belum adanya kantor pengelola, restoran, musala, penginapan dan lain-lain. Oleh karena itu untuk memajukan wisata ini maka perlu adanya pengembangan berupa Perancangan Resort Tanjung Malaha di Kabupaten Kolaka. Agar rancangan ini tidak merusak lingkungan dan hemat energi maka perlu menggunakan pendekatan arsitektur hijau. Resort yang berlokasi di Tanjung Malaha, Jalan Trans Sulawesi ini memiliki luas lahan 5,019 ha. pada tapak ini terdiri beberapa resort dan bangunan penunjang berupa ruang parkir, Resepsionis dan kantor pengelola, restoran, musala, gedung karyawan dan gedung service yang total luasnya 2.754,185 m2 . konsep bentuk bangunan mengambil dari bentuk Bintang Laut Culcita SP atau yang lebih dikenal dengan nama Bintang Laut Bantal.