Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

DERIVASI DAN INFLEKSI DALAM BAHASA MADURA DIALEK PAMEKASAN: ANALISIS BENTUK DAN MAKNANYA Hamlatus Sa’adah; Imam Baehaqi; Rustono Rustono
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 8, No 4 (2025): PeTeKa : Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v8i4.1431-1443

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis proses morfologis berupa derivasi dan infleksi dalam Bahasa Madura Dialek Pamekasan. Bahasa Madura, khususnya dialek Pamekasan, memiliki sistem afiksasi yang kaya dan produktif, menggunakan prefiks (ter-ater), sufiks (panotèng), dan konfiks (ter-ater bân panotèng). Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan metode simak catat dan wawancara dengan penutur asli, serta dianalisis menggunakan metode distribusional dan padan referensial. Hasilnya menunjukkan bahwa proses derivasi berfungsi fundamental untuk mengubah kategori leksikal (kelas kata) dan makna dasar. Proses derivasi yang paling umum adalah konversi Nomina atau Adjektiva menjadi Verba melalui afiks seperti N- (satè menjadi nyatè) dan èpa- (petteng menjadi èpapetteng), atau konversi Verba/Adjektiva menjadi Nomina melalui paN- (tolès menjadi panolès) dan ka-an (sala menjadi kasalaan). Sebaliknya, proses infleksi berfungsi menambahkan informasi gramatikal tanpa mengubah kelas kata, terutama melekat pada Verba (misalnya tolès menjadi nolès dan kèbâ menjadi kèbâaghi) untuk menandai aspek gramatikal seperti keaktifan, kepasifan, atau tujuan. Kesimpulannya, afiksasi di Dialek Pamekasan memiliki peran ganda yang terpisah jelas: derivasi mengubah fungsi struktural, sedangkan infleksi memodifikasi fungsi gramatikal.  
Analisis Wacana Kritis Model Norman Fairclough dalam Berita “Ketua Harian PSI Ahmad Ali Minta Kader Jaga Image Jokowi dan Kaesang” Pada Kompas.Com Lukman Alfaris; Hari Bakti Mardikantoro; Rustono Rustono
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i4.497-504

Abstract

This study aims to uncover how language is used as an ideological instrument and a means of reproducing power in political reporting in the mass media. The focus of the study is directed at a critical discourse analysis of the news "PSI Daily Chairman Ahmad Ali Asks Cadres to Maintain the Image of Jokowi and Kaesang" published by Kompas.com, with the main question: how linguistic construction, news production and consumption practices, and socio-cultural contexts shape the meaning and ideology in the text. The method used is a qualitative approach through Norman Fairclough's three-dimensional framework—text analysis, discourse practices, and socio-cultural practices. The results of the study show that language in the text is used strategically to build a positive image of political figures and instill loyalty among party cadres. The study concludes that language functions not only as a means of communication, but also as a mechanism for reproducing power and political ideology in the public sphere.
EKSPLORASI PERTIMBANGAN ETIS GENERATIVE AI UNTUK MEMBANGUN LITERASI AI PESERTA DIDIK SMK NEGERI JAWA TENGAH Rustono Rustono; Santi Pratiwi Tri Utami; Nadia Sigi Prameswari
PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pakdemas.v5i1.616

Abstract

Kecerdasan artifisial (AI) telah menjadi teknologi yang dekat dengan peserta didik SMK Negeri Jawa Tengah. Mereka telah mengenal dan memberdayakan berbagai perangkat pendukung pembelajaran berbasis AI. Namun, literasi AI peserta didik di SMK Negeri Jawa Tengah masih perlu ditingkatkan karena belum adanya sosialisasi secara masif mengenai pedoman etik penggunaan AI dan belum adanya pemodelan praktik baik (best practices) penggunaan AI bagi peserta didik. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menjawab (1) bagaimanakah upaya meningkatkan literasi AI peserta didik SMK Negeri Jawa Tengah?, (2) bagaimanakah implementasi sosialisasi pedoman etik penggunaan AI dalam pembelajaran bagi peserta didik SMK Negeri Jawa Tengah?, (3) bagaimanakah implementasi pelatihan praktik baik penggunaan AI bagi peserta didik SMK Negeri Jawa Tengah? Kegiatan ini telah dilaksanakan di Aula SMK Negeri Jawa Tengah pada tanggal 17 Juni 2025. Kegiatan diikuti total 46 peserta, yang meliputi 38 peserta didik, 3 guru bahasa Indonesia, 2 anggota tim pengabdi, dan 3 tenaga pembantu pengabdi. Hasil kegiatan pengabdian, meliputi (1) upaya meningkatkan literasi AI peserta dilakukan dengan sosialisasi pedoman etik penggunaan AI dalam pembelajaran dan memberikan pelatihan praktik baik penggunaan AI secara etis, (2) implementasi sosialisasi pedoman etik penggunaan AI dilakukan dengan pemberian materi oleh tim pengabdi, meliputi materi (a) Permasalahan Etis: Konten Berbahaya, Hak Cipta, Pelanggaran Privasi, dan Orientasi Konten; serta (b) Etika Penggunaan AI: Kritis, Validasi Kerja AI, Produk Setengah Jadi, dan Jujur, dan (3) praktik baik penggunaan AI meliputi simulasi penggunaan AI Image Generator oleh para peserta dan menghasilkan konten dalam format grafis dan multimedia.