Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODEL MITIGASI RISIKO KETERLAMBATAN PROYEK BERBASIS FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS: STUDI KASUS DI PT X Andrey Ferdian Rumpuin; Didik Wahjudi; Doddy Prayogo
Dimensi Utama Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Program Studi Magister Teknik Sipil - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.923 KB) | DOI: 10.9744/duts.7.1.47-58

Abstract

Banyak penelitian yang telah dilakukan untuk mempelajari faktor keterlambatan di proyek konstruksi jalan di Kota Ambon. PT X sering mengalami keterlambatan dalam menyelesaikan pekerjaan. Penelitian bertujuan meminimalkan rIsiko dan dampak keterlambatan yang dialami PT X. Penelitian ini menggunakan metode FMEA karena dapat memprioritaskan risiko proyek menggunakan item pekerjaannya. Prioritas item pekerjaan di pilih yang memiliki RPN di atas 125 Pengambilan data dilakukan dua kali wawancara dan teknik 5 Whys digunakan mencari akar permasalahan. Hasil selama wawancara adalah mendapatkan faktor risiko yang menyebabkan keterlambatan, nilai RPN dengan pedoman tabel SOD, menganalisis risiko, memberikan solusi dan memastikan nilai RPN lebih kecil dari 125. Dari hasil penelitian ditemukan kemiripan faktor risiko yang menyebabkan keterlambatan antara proyek 1 dan proyek 2, dengan proses pengerjaan di tahun yang bebeda. Faktor-faktor risiko tersebut terjadi karena penerapan sistem di perusahaan yang kurang diperhatikan. Implentasi metode FMEA untuk proyek konstruksi dapat digunakan meskipun item pekerjaannya banyak.
Implementasi FMEA untuk Peningkatan Produktifitas di PT. X Didik Wahjudi; Andrew Cahyadi
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 19 No. 2 (2022): OCTOBER 2022
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/jtm.19.2.45-50

Abstract

P.T. X yang merupakan perusahaan berskala internasional memiliki dua tipe mesin untuk proses produksinya, yaitu mesin maker dan mesin combiner. Untuk dapat bersaing dengan perusahaan lainnnya, P.T. X dituntut untuk meningkatkan produktifitas mesinnya untuk memenuhi demand yang ada. Metode failure mode and effect analysis (FMEA) telah banyak diterapkan untuk mengelola risiko. Dalam penelitian ini, FMEA dipakai untuk memprioritaskan pemborosan (waste) mana yang paling mengganggu produktifitas mesin combiner berdasarkan wawancara dengan pihak pengelola perusahaan. Selanjutnya, metode Fishbone diagram dan 5-whys dipakai untuk mengidentifikasi akar permasalahan yang menghambat produktifitas mesin combiner tersebut. Wawancara lanjutan dilakukan untuk mendapatkan countermeasure dari setiap akar permasalahan yang diperoleh. Pada bagian akhir, pihak manajemen perusahaan diminta untuk memberikan penilaian pada WPN akhir dari setiap permasalahan yang teridentifikasi. Hal ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif solusi yang telah diambil. Penurunan signifikan pada WPN menunjukkan efektifitas dari countermeasure untuk meningkatkan produktifitas mesin combiner.
Implementasi Perancangan Eksperimen untuk Mengurangi Kecacatan di Proses Injection Molding P.T. X Didik Wahjudi; Roynaldo Roynaldo
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 20 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/jtm.20.1.13-17

Abstract

Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi plastik menggunakan mesin injection molding di Sidoarjo. Beberapa produk yang dihasilkan adalah ember, pot, bola biopori, dan baskom. Pada proses produksinya, perusahaan tersebut sering mengalami kendala banyaknya jumlah produk yang cacat karena tidak memiliki pengaturan mesin yang tepat untuk produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaturan mesin yang tepat agar jumlah produk yang cacat dapat berkurang dan meningkatkan keuntungan perusahaan. Dari diskusi dengan pengelola perusahaan, beberapa faktor yang diduga berpengaruh adalah temperatur nozzle (TNozzle), temperatur leleh plastik sebelum memasuki nozzle (T1), temperatur di tengah barrel (T2), temperatur ketika biji plastik keluar dari hopper (T3), tekanan injeksi, dan tekanan clamping. Rancangan eksperimen 26-2 dengan dua replikasi dipilih karena keterbatasan sumberdaya yang tersedia untuk menerapkan rancangan faktorial penuh. Dari hasil ANOVA didapatkan bahwa faktor T1, T3, dan interaksi T1-T2 paling berpengaruh terhadap kecacatan produk. Pengaturan TNozzle pada 230°?, T1 pada 215°?, T2 pada 190°?, T3 pada 185°?, tekanan injeksi 90%, dan tekanan clamping 115 bar terbukti dapat mengurangi jumlah produk cacat secara signifikan.
Perancangan Sistem Pengendalian Kualitas Di Perusahaan Besi Beton Didik Wahjudi; Nelson Sutanto
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 20 No. 2 (2023): OCTOBER 2023
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/jtm.20.2.39-45

Abstract

Sebuah perusahaan penghasil besi beton menghadapi masalah kecacatan pada produk akhir dan tidak memiliki sistem pengendalian kualitas yang baik dan terstruktur. Hal ini menyebabkan menurunnya kepuasan pelanggan akibat tingginya kecacatan pada besi beton. Penelitian ini inging mengurangi kecacatan dengan memakai seven quality tools dan failure mode and effects analysis (FMEA) serta merancang sistem pengendalian kualitas. Hasil penelitian menunjukkan setelah melakukan implementasi pengendalian kualitas, kecacatan besi beton di proses kritis dapat diminimalisir. Proses roughing mill mengalami penurunan kecacatan sebesar 37.98%, sedangkan pada proses intermediate mill mengalami penurunan kecacatan sebesar 38.20%. Faktor penyebab utama terjadinya produk cacat adalah Faktor mesin (tidak dilakukan perawatan secara berkala), kemudian diikuti faktor manusia, faktor metode dan faktor material sebagai penyebab lain yang dapat menimbulkan kecacatan pada besi beton.
Perancangan Sistem Penjadwalan Perawatan Yang Mendukung Total Productive Maintenance Di P.T. X Wahjudi, Didik; Lim, Resmana; Budi, Evander
Jurnal Dimensi Insinyur Profesional Vol. 2 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/jdip.2.1.48-55

Abstract

P.T. X yang memproduksi timba plastik memiliki Overall Equipment Effectiveness awal sangat rendah. Selain itu, divisi perawatan perusahaan melakukan perawatan tanpa adanya jadwal perawatan yang pasti sehingga pekerja hanya mengandalkan pengalaman mereka. Penelitian ini berfokus pada pembuatan jadwal perawatan preventif yang mendukung penerapan delapan pilar Total Productive Maintenance. Upaya perbaikan tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai OEE. Langkah awal yang dilakukan ialah memilih obyek mesin yang kritis sesuai dengan informasi dari pihak manajemen perusahaan. Langkah berikutnya adalah melakukan perhitungan nilai OEE berdasarkan data arsip laporan produksi pada mesin yang dipilih. Dari perhitungan OEE dan six big losses diperoleh kerugian apa yang paling dominan terjadi pada mesin tersebut. Hasil identifikasi kerugian tersebut dipakai sebagai patokan untuk membuat sistem penjadwalan perawatan dan upaya perbaikan lain yang mendukung implementasi TPM. Setelah jadwal perawatan tersebut diterapkan bersama dengan usulan-usulan perbaikan lainnya, penulis melakukan pengumpulan data pasca penerapan perbaikan. Dari data yang terbaru didapatkan peningkatan nilai OEE menjadi 61,91%.