Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PBL PADA MATERI REAKSI-REAKSI SENYAWA HIDROKARBON UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI SMA NEGERI 15 SEMARANG Dwi Anggraeni Ristanti; Eny Winaryati; Fitria Fatichatul Hidayah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2018: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.173 KB)

Abstract

Penelitian penerapan Model PBL Pada Materi Reaksi-Reaksi Senyawa Hidrokarbon ini  dikasanakan melalui metode Penelitian Tindakan Kelas. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitataif. Tehnik pengambilan data yaitu  observasi, dokumentasi, angket terbuka serta wawancara. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 15 Semarang pada bulan Agustus  2018. Obyek penelitiannya adalah siswa kelas XI semester 1, yang terdiri atas 2 kelas yaitu kelas XI A4 dan XI A 6 yang mempunyai karakteristik yang sama. Dari hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa : (1) Keaktifan siswa pada siklus 1 sebesar 33 % sedangkan pada siklus 2 sebesar 50 % ;(2) Kognitif siswa pada siklu 1 menunjukkan tingkat ketuntasan sebesar 56 % sedangkan pada siklus 2tingkat ketuntasannya sebesar 75%.;(3) Afektif yang meliputi 3 (tiga) indikator yaitu kerjasama, kekompakkan dalam kelompok dan rasa ingin tahu (motivasi memahami materi) pada siklus 1 masih terlihat kurang baik. Siswa cenderung bekerja sendiri-sendiri, kurang kompak dan rasa ingin tahu yang kurang. Pada siklus 2 siswa cenderung untuk bekerjasama, kompak dan mempunyai rasa ingin tahu yang baik;(4) Psikomotor yang meliputi 4 (empat) indikator yaitu berani mengemukakan pendapat / saran dalam diskusi kelompok, mengikutikegiatan presentasi secara aktif,  mengajukan pertanyaan yang  relevan dengan tema  dan  menjawab pertanyaan sesuai dengan maksud dan tujuan pertanyaan.Pada siklus 1 kegiatan presentasi berjalan kurang baik, kurang kondusif dan interaksi antara kelompok yang maju di depan kelas dengan kelompok yang lain kurang terlihat. Pada siklus 2 kegiatan presentasi berlangsung dengan baik.Kelompok yang maju ke depan semua anggotanya berusaha untuk aktif dalam kegiatan diskusi. Kelompok yang lain juga terlihat aktif menanggapi sehingga interaksi antar kelompok dan guru terlihat baik. Kata kunci: model PBL, Hidrokarbon, keaktifan, prestasi belajar
ENTERPREUNERSHIP KIMIA BERBASIS LINGKUNGAN PADA WARGA SEKOLAH DAN MASYARAKAT Eny Winaryati; Eko Yuliyanto; Fitria Fatichatul Hidayah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2018: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.991 KB)

Abstract

Sampah yang ada di Unimus berasal dari kampus satu dan kampus dua. Jumlah total sampah berkisar antara 4-5 kubik perhari. Sampah kini jadi ancaman serius bagi keberlangsungan universitas. Bila tidak dikelola dengan baik, beberapa tahun mendatang sekitar 250 Juta rakyat Indonesia akan hidup bersama tumpukan sampah. Sampah baik jenis organik maupun anorganik, sesungguhnya dapat dilakukan proses lanjut menjadi produk yang lebih bermanfaat. Limbah organik dapat diolah melalui proses fermentasi dapat diubah menjadi kompos, biogas, pakanikan dll. Limbah anorganik dapat dikumpulkan kemudian dijual dan diolah lanjut misal menjadi berbagai bentuk keterampilan. Berbagai teknologi telah dikembangkan, agar limbah ini menjadi produk yang bernilai ekonomi dan punya nilai yang lebih bermanfaat. Terkait dengan   hal di atas, maka tim memetakan berbagai kegiatan, dengan harapan agar limbah/sampah ini menjadi lebih bermanfaat. Tahapan-tahapan kegiatan dilakukan, diantara adalah pemberdayaan masyarakat sekitar kampus. Lingkungan yang ada di sekitar kampus diantaranyaadalah: SMA Negeri 15, SMA Muhammadiyah 1 Semarang, dan Warga PKK RW 2. Tujuannya ada dua yaitu pengolahan limbah organik menjadi pupuk cair dan limbah anorganic menjadi berbagai keterampilan. Metode pelaksanaan pemberdayaannya lebih diarahkan pada edukasi dan penyelesaian, melalui pemberdayaan, pelatihan dan kemungkinan solusinya. Keberhasilan kegiatan ini melibatkan masyarakat sekitar kampus, meliputi masyarakat warga PKK dan masyarakat pendidikan yaitu sekolah. Tahapan kegiatannya adalah pelatihan keterampilan bahan anorganik, pelatihan bank sampah, dan cara penanganan danpembuatan kompos cair dari bahan rumah tangga atau kantin. Kesimpulan yang diperoleh berdasarkan tujuan kegiatan tersebut yaitu a). Adanya Sosialisasi pengelolaan sampah di sekitar kampus telah dilakukan yaitu dilakukan ke SMA Negeri 15 Semarang, SMA Muhammadiyah 1 Semarang dan Ibu ibu PKK Rt 3 Rw 2 Semarang. b). Adanya eduksi lingkungan pada siswa SMA N 15 dan SMA M 1 Semarang. c). dilakukannya pelatihan Bank Sampah pada warga RT 3 Rw 2 Kedungmundu. d). Produk-produk kerajinan dari sampah telah diproduksi dengan memberdayakan masyarakat sekitar. Kata kuci: Enterpreunership, Lingkungan, Sekolah
KEUNGGULAN PEMBELAJARAN REFLECTIVE PEDAGOGY PARADIGM (RPP) UNTUK PERBAIKAN PROSES PEMBELAJARAN DI PERGURUAN TINGGI Eko Yuliyanto; Fitria Fatichatul Hidayah; Enade Perdana Istyastono; Yosef Wijoyo; Titien Siwi Hartayu
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, Sains dan Teknologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.747 KB)

Abstract

Pendidikan di perguraun tinggi merupakan pembelajaran sangat berbeda dengan pembelajaran tingkat SMA. Namun, hal itu juga menjadi perhatiankhusus supaya proses transfer ilmu pengetahuan dari dosen ke mahasiswaberlangsung dengan baik. Tujuan penelitian ini mengetahu keunggulan RPPdalam penerapan pembelajaran di tingkat perguruan tinggi. Metode penelitianini menggunakan kajian referensi, observasi, dan wawancara. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa pembelajaran di perguruan tinggi memerlukan perhatiankhusus terutama pada metode-metode yang digunakan. Adanya keunggulanRPP diharapkan dapat membuka pengetahuan para dosen untuk mampumelakukan pembelajaran RPP: membangu konteks, penglaman,refleksi, aksidan evaluasi, sehingga kebermaknaan belajar para mahasiswa akan tertatadengan baik dan sesuai dengan outcome yang diharapkan oleh program studi.    Keywords: Reflective Pedagogy Paradigm, Keunggulan, Pembelajaran,Perguruan Tinggi
PENGARUH TINGKAT KONSENTRASI BELAJAR SISWA TERHADAP DAYA PEMAHAMAN MATERI PADA PEMBELAJARAN KIMIA DI SMA NEGERI 2 BATANG Ria Aviana; Fitria Fatichatul Hidayah
JURNAL PENDIDIKAN SAINS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG Vol 3, No 1 (2015): JURNAL PENDIDIKAN SAINS (JPS)
Publisher : Pendidikan Kimia Unimus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jps.3.1.2015.30-33

Abstract

Konsentrasi belajar adalah pemusatan perhatian dalam proses perubahan tingkah laku yang dinyatakan dalam bentuk penguasaan, penggunaan, dan penilaian terhadap atau mengenai sikap dan nilai-nilai, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai bidang studi. Prosespembelajaran dikatakan berhasil apabila tujuan pembelajaran itu tercapai. Berhasil tidaknya pencapaian tujuan pembelajaran tergantung pada proses pembelajaran yang dijalani oleh siswa. Jika konsentrasi siswa rendah, maka akan menimbulkan aktivitas yang berkualitas rendah pula serta dapat menimbulkan ketidakseriusan dalam belajar dan daya pemahaman terhadap materi pun menjadi berkurang. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi rendahnya daya pemahaman siswa adalahkonsentrasi. Konsentrasi merupakan modal utama bagi siswa dalam menerima materi ajar serta menjadi indikator suksesnya pelaksanaan pembelajaran. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan konsentrasi siswa yaitu dengan mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam belajar. Dengan mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam belajar diyakini akan membuat siswa aktif dalam mengkonstruksikan pengetahuannya, sehingga siswa menjadi fokus atau konsentrasi terhadap apa yang dipelajarinya.Kata kunci: konsentrasi belajar, daya pemahaman, pembelajaran kimi
PENGARUH PEDOMAN KEGIATAN BERVISI-SETS PRAKTIKUM KIMIA FISIKA TERHADAP KINERJA CALON GURU KIMIA Fitria Fatichatul Hidayah
JURNAL PENDIDIKAN SAINS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG Vol 1, No 1 (2013): JURNAL PENDIDIKAN SAINS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
Publisher : Pendidikan Kimia Unimus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jps.1.1.2013.42-45

Abstract

Kompetensi yang harus dimiliki calon guru kimia yaitu meningkatkan pembelajaran kimia di laboratorium dan lapangan, merancang eksperimen untuk keperluan penelitian, melaksanakan eksperimen dengan cara yang benar. Untuk mencapai kompetensi calon guru kimia, peneliti ingin meningkatkan kinerja calon guru pada matakuliah praktikum kimia fisika dengan menerapkan pedoman kegiatan bervisi SETS. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja mahasiswa dalammelaksanakan praktikum dengan menggunakan pedoman kegiatan bervisi-SETS. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dan desain pre-test post-test menggunakan subyek 21 mahasiswa. Instrumen yang digunakan berupa angket dan lembar observasi. Kinerja tersebut dijaring melalui obervasi dan rubrik selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil kinerja mahasiswa dalam melaksanakan praktikum menunjukkan adanya peningkatan pada kategori sangat tinggi.  Kata Kunci: Pedoman Kegiatan, SETS, Praktikum, Kinerja, Calon Guru
KARAKTERISTIK PANDUAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA BERVISI-SETS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS Fitria Fatichatul Hidayah
JURNAL PENDIDIKAN SAINS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG Vol 2, No 1 (2014): JURNAL PENDIDIKAN SAINS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
Publisher : Pendidikan Kimia Unimus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jps.2.1.2014.20-25

Abstract

Panduan praktikum merupakan salah satu bahan ajar yang digunakan pedoman mahasiswa melaksanakan praktikum. Selama ini, pelaksanaan praktikum Kimia Fisika Jurusan Tadris Kimia Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo dilakukan dengan cooking book, yaitu petunjuk praktikum mulai dari tujuan, alat bahan, cara kerja dan hasil pengamatan telah tertuang dalam buku tersebut. Panduan tersebut kurang menumbuhkan semangat menggali pengetahuan. Untuk mencapai kompetensi calonguru kimia, peneliti ingin meningkatkan keterampilan proses sains dengan menerapkan panduan kegiatan bervisi SETS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik panduan praktikum Kimia Fisika bervisi-SETS dan pengaruh penggunaan terhadap keterampilan proses sains sehinggadapat digunakan sebagai acuan dan dapat diimplementasikan dalam kegiatan praktikum melalui model penelitian dan pengembangan (R & D). Materi elektrokimia yang digunakan meliputi: persamaan Nernst; elektrolisis; elektroplating. Penggunaan panduan kegiatan bervisi-SETS ada 16 dari 21 mahasiswa memperoleh nilai ≥ 70. Panduan kegiatan bervisi-SETS dapat meningkatkanketerampilan proses sains mahasiswa dengan rerata N-gain 0,6 (sedang).Kata Kunci: Pengembangan, Panduan Kegiatan, SETS, Keterampilan Proses Sains, elektrokimia.
DISKRIPSI KETERAMPILAN PROSES SAINS CALON GURU KIMIA BERBASIS INQUIRY PADA PRAKTIKUM KIMIA DASAR Fitria Fatichatul Hidayah; Muhamad Imaduddin
JURNAL PENDIDIKAN SAINS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG Vol 3, No 1 (2015): JURNAL PENDIDIKAN SAINS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
Publisher : Pendidikan Kimia Unimus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jps.3.1.2015.8-12

Abstract

Pendekatan inquiry merupakan kegiatan merumuskan masalah, mengumpulkan data, membuat hipotesis, melakukan percobaan, menjelaskan konsep yang terkait materi, dan menganalisis hasiltemuan. Pendekatan inuiry ini diintegrastikan dengan ketrerampilan proses sains calon guru kimia sehingga sesuai dengan kompetensi lulusan calon guru kimia. Dengan demikian, praktikum kimia dasar yang dilakukan akan lebih bermakna dan mengena bagi calon guru kimia. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi keterampilan proses sains melalui perkuliahan praktikum Kimia Dasar berbasis inquiry. Penalitian ini menggunakan metode action riset. Dan teknik pengumpulan datamelalui angket, lebar observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dihasilkan perbedan yang mencolok antara sesi praktikum dengan pendekatan inquiry dengan praktikum konvensional.Pendekatan inquiry mampu menghantarkan calon guru kimia menyajikan percobaan lebih bersifat eksploratif. Calon guru dituntut untuk mendesain kegiatan praktikum berdasarkan kasus-kasus yang diberikan kepada mereka. Kasus yang diberikan terkait dengan permasalahan-permasalahan yang terintegrasi dengan keterampilan proses sains.penggunaan pendekatan inquiry mampu menggeser keterampilan proses sanis oleh calon guru kimia. Calon guru mapu menghasilkan desain praktikum, mampu megembangkan desain praktikum tersebut menjadi lebih bermanfaat dan bermakna. Respon calon guru sangat baik dan motivasi belajar calon guru terjadi peningkatan.Kata kunci: Berbasis Inquiry, Keterampilan Proses Sains, Praktikum Kimia Dasar
DESKRIPSI PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE GURU KIMIA MENGGUNAKAN KOMPONEN MODEL PENTAGON Muhamad Imaduddin; Fitria Fatichatul Hidayah; Andari Puji Astuti
JURNAL PENDIDIKAN SAINS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG Vol 2, No 1 (2014): JURNAL PENDIDIKAN SAINS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
Publisher : Pendidikan Kimia Unimus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jps.2.1.2014.26-35

Abstract

Salah satu tugas guru sains termasuk guru kimia adalah membantu siswa untuk memahami tentang konten pengetahuan sains. Pedagogical Content Knowledge (PCK) merupakan pengetahuan khusus yang dimiliki oleh guru mengenai bagaimana mengajarkan konten tertentu kepada peserta didik dengan strategi yang mempumengarahkan menuju pemahaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kemampuan pengetahuan konten pedagogik menggunakan komponen PCK pada model pentagon. Komponen PCK pada model pentagon terdiri dari K1 (orientasi dalam mengajar kimia), K2 (pengetahuan akan pemahaman siswa dalam kimia), K3 (pengetahuan akan kurikulum kimia), K4 (pengetahuan terhadap strategi dan representasi pembelajaran untuk mengajarkan kimia), dan K5 (pengetahuan akan assesmen). Penelitian ini merupakan penelitian multiple case study dengan informan tiga guru yang mengajar di sekolah yang sama. Dengan mengetahui komponen-komponen PCK, diharapkan terjadi perbaikan dalam proses pembelajaran kimia. Perbaikan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui dokumen CoRe dan PaP-eR. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi pada beberapa komponen PCK yang dimiliki oleh informan guru. Dengan demikian, untuk memperbaiki kualitas pembelajaran kimia, diperlukan strategi yang berbeda pada masing-masing informan guru.Kata kunci: Pedagogical Content Knowledge, Model Pentagon, CoRe dan PaPeR.
PROBLEM AND SOLUTION REGARDING WASTE IN THE PERSPECTIVE OF AL QUR’AN AND ITS IMPLEMENTATION IN SDG’S Eny Winaryati; Eko Yulianto; Fitria Fatichatul Hidayah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2018: PROCEEDING 1ST INSELIDEA INTERNATIONAL SEMINAR ON EDUCATION AND DEVELOPMENT OF ASIA (INseIDEA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.202 KB)

Abstract

Waste problem is steadily increasing by year. This waste problem is a problem on many levels, therefore, it needs participations from every elements of the society to work together insome sort of commitment based on a consensus and its implementation strategies. The problemof waste and its solution have been discussed in Al Qur’an, including the cause, the kind and place, the effects and the solution of the damage. Al Qur’an covers every aspects of life, even when it is not to be taken literally, because Al Qur’an was delivered in such poetic way it can be perceived in different ways that it will never be out of date till the end of time. Some verses discussing about waste and its solutions.  To realize those goals, on Millennium Summit of the United Nations (UN) in September2000, as much as 189 countries represented by their country heads or government heads signed a declaration titled as Millenium Development Goals (MDGs). There were 8 goals in this MDGs, with the seventh being to ensure the environmental sustainability.  As of September 25th 2015, UN has proclaimed and agreed to adopt the new global development agenda which was known as Sustainable Development Goals (SDGs). Agenda forSustainable Development” aims to push the environmental progress in sustainable development forward and to handle important issues such as pollutions, food waste, climate change, illegal trading of wild animals, and sustainable production and consumption. In SDGs, those goals werebased on the environment, starting from famine reduction to minimizing the gap in developing sustainable society around the world. It is important to have the participation from every relevant elements to reach those goals, especially the ones regarding environment.
Gesek Godhong: Tehnik Pengembangan Batik Sebagai Sarana Pemberdayaan Ibu Pkk Desa Rejosari, Kabupaten Kudus Arneta Sabella Kusumaningrum; Nurohim Nurohim; Fitria Fatichatul Hidayah
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan Ecoprint Rejosari (Ecosari) Teknik Gesek Godhong dalam Membangun DesaEkonomi Mandiri di Rejosari Kabupaten Kudus. Pengembangan Tehnik  Eco-print selama ini hanyamenggunakan metode steam dan pounding sehingga perlunya pengembangan metode  salah satunyayaitu metode Gesek Godhong. Tujuan dari kegiatan pelatihan ini sebagai sarana pemberdayaan PKKRejosari dalam mengembangkan dan meningkatkan produk ecoprint dengan metode/tehnik terbaruyang memiliki daya tarik dengan ciri khas desa Rejosari. Dalam proses Pendampingan inimenggunakan metode ABCD (Asset Based Community Development). Berikut langkah-langkah dalampendampingan: 1) Discovery : Pengembangan Tehnik  Eco-printing selama ini menggunakan metodesteam dan pounding sehingga perlunya pengembangan metode baru yaitu metode Gesek Godhong 2)Dream : Dari hasil survey dengan ibu PKK Rejosari mengatakan sangat tertarik dan berminat untukmengikuti pelatihan eco-print, sehingga visi misi yang sama ini memberikan kontribusi yang sama puladalam mengembangkan produk eco-print dengan berbagai metode salah satunya teknik GesekGodhong.3) Design : Pendampingan ibu-ibu PKK dalam pelatihan eco-print ini mengenalkan beberapateknik yaitu steam, pounding dan gesek godong. Berdasarkan hasil produk yang dihasilkanmasyarakat menilai inovasi dan kreativitas eco-print yang menjadi ciri khas desa Rejoasari terdapatpada teknik Gesek Godhong.  4) Define : Tehnik Gesek Godhong dinilai lebih unggul dan lebih menarikkarena dalam proses pembuatannya menyiapkan dedaunan kering lalu diwarnai dan menggunakanalat gesek yang membantu menjiplak daun pada kain memberikan kesan unik. 5) Destinity : Ibu-ibuPKK Rejosari sudah memiliki ide dan inovasi sendiri jika melihat dedaunan yang memiliki tekstur danserat daun yang menarik mereka langsung berekplorasi untuk membuat pola sendiri dan merancangpola pada kain yang akan dibuat dalam eco-print teknik Gesek Godhong. Penelitian ini menggunakandeskripsi kualitatif dengan teknik observasi langsung berdasarkan pendampingan yang dilakukanselama 1 bulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya tehnik pengembangan baru dinilai menarik ibuibuPKKRejosaridenganhasilprodukGesekGodhongsangatmemuaskansehinggadapatbersaingdipasarinternasional.Kata kunci:  Ecoprint, Tehnik Gesek Godhong, Rejosari