Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Comparative Study Between English And Korean Interrogative Sentences Edy Kurniawan; Resi Silvia
JURNAL INOVASI EDUKASI Vol. 4 No. 1 (2021): JURNAL INOVASI EDUKASI
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study discusses English And Korean Interrogative Sentences. It is aimed at describing the forms and types of English and Korean Interrogative Sentences and finding out the similarities and the differences between English and Korean Interrogative Sentences. This research belongs to descriptive and comparative type. The research object in this study is English and Korean Interrogative Sentences. And the data form in this study is the sentences. The researcher took the sources of data from English and Korean grammar books, English and Korean magazines, English and Korean newspapers, English students books for high school published by Erlangga, and Korean course students books. The techniques for collecting data used noting technique, separating technique, and transferring technique. The data analyzing techniques used three technique; they are description, interpretation and analysis. The result of this research showed that the types of English interrogative sentences are ‘Ye/No Question, WH-Question, Subject Question, and Tag Question’. The types of Korean interrogative sentences are ‘Yes/No interrogative, Alternative interrogative, WH-interrogative, and Tag Question’. The forms of English interrogative sentences are ‘Yes/No Questions with Auxiliary Be, Auxiliary Do/Does/Did, Auxiliary Have/Has/Had, Modal Auxiliary, WH-Questions with Auxiliary Be, Auxiliary Do/Does/Did, Auxiliary Have/Has/Had, Modal Auxiliary, Subject Questions with Auxiliary Be, Auxiliary Do/Does/Did, Auxiliary Have/Has/Had, Modal Auxiliary, Tag Questions with Auxiliary Be, Auxiliary Do/Does/Did, Auxiliary Have/Has/Had, Modal Auxiliary.’ The forms of Korean interrogative sentences are ‘Yes/No Interrogatives with Final Ending, Interrogative with Final Ending, Interrogative with Final Ending
Sistem Monitoring Instrument Air Compressor (IAC) berbasis SCADA dengan Komunikasi Modbus RTU RS-485 Muchamad Chadiq Zakaria; Edy Kurniawan; Jawwad Sulthon H
J-Eltrik Vol 2 No 2 (2020): November
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/j-eltrik.v2i2.117

Abstract

PLTU Pacitan adalah salah satu pembangkit listrik di Jawa Timur yang memiliki kapasitas 2 x 315 MW yang dibangun pemerintah pada Fast Track Program 1. Instrument Air Compressor (IAC) adalah salah satu peralatan bantu di PLTU Pacitan yang berfungsi sebagai suplai udara ke sistem pneumatik seluruh plant. Namun, peralatan ini tidak bisa dimonitor oleh operator Central Control Room (CCR) dengan maksimal. Parameter yang dapat dikontrol sangat terbatas. Hal ini dikarenakan terbatasnya jumlah terminal Field Bus Module (FBM) yang tersedia. Rumusan masalah adalah bagaimana cara membuat modul komunikasi untuk menampilkan parameter Instrument Air Compressor System ke display HMI operator CCR secara real time. Tujuan dari perancangan alat ini adalah membuat modul komunikasi yang aman dan handal untuk menampilkan semua parameter Instrument Air Compressor yang ada dilokal tampil di display komputer CCR. Metode yang digunakan adalah pengontrolan dan pemantauan parameter ditransmisikan dari lapangan ke CCR menggunakan komunikasi serial protokol modbus RS485. Untuk meningkatkan pengelolaaan peralatan tidak hanya dikontrol dan dimonitor tetapi juga menampilkan fault alarm untuk mengingatkan operator bahwa peralatan mengalami ketidaknormalan. Perancangan prototype mengunakan komputer sebagai HMI dan arduino nano sebagai mikrokontroller. Manfaat dari perancangan modul komunikasi ini adalah mengganti peran FBM yang jumlah terminal input dan output yang terbatas dan memiliki harga yang mahal serta meningkatkan kehandalan Instrument Air Compressor System.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INDIVIDUALIZED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMAN 02 DOMPU: PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INDIVIDUALIZED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMAN 02 DOMPU Mantika, Ayu Aras; Mohammad Ismail; Edy Kurniawan; Muh. Zubair
JPG: Jurnal Pendidikan Guru Vol. 6 No. 1 (2025): JPG: Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran individualis merupakan model pembelajaran yang memberikan kebebasan dan tanggung jawab penuh kepada siswa untuk mengatur dan mengarahkan proses belajar mereka sendiri. Pembelajaran individualis adalah upaya merangsang diri sendiri dengan menyediakan sumber belajar, lingkungan yang kondusif, untuk melakukan kegiatan belajar sehingga timbul niatan untuk melakukan kegiatan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan model pembelajaran individualis untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus kolaboratif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, non tes, dan tes. Sampel penelitian diambil dari siswa kelas XI SMAN 2 Dompu. Data yang didapatkan dalam penelitian ini kemudian dilakukan analisa menggunakan analisis data kualitatif serta data kuantitatif. Kriteria kualifikasi nilai yang digunakan akan menjelaskan bagaimana hasil yang diperoleh berupa predikat. Untuk kriteria ketuntasan belajar minimal yang digunakan pada kelas XI SMAN 2 Dompu adalah 80. Dalam penelitian tindakan kelas (PTK) yang sudah dilaksanakan, maka data yang di peroleh yaitu data mulai dari hasil analisis persiklus yang terdiri dari dua siklus (pada siklus pertama dan siklus ke dua). Berdasarkan analisis belajar siswa pada siklus I sebanyak 7 siswa (25%) dari 25 siswa yang memperoleh hasil belajar di atas KKTP 75 dan 19 siswa atau (75%) yang belum tuntas. Berdasarkan perbaikan yang sudah dilakukan pada siklus I (pertama), maka di siklus ke II (dua) terjadi peningkatan kualitas pembelajaran sebanyak varaiabel tindakan dengan persentase 25% dari siklus sebelumnya yang berpengaruh pada hasil belajar siswa. Pada siklus ke II (dua) persentase deskriptor yang muncul adalah 100% atau 26 deskriptor selama pelaksanaan pembelajaran, dengan demikian indicator keberhasilan variable tindakan yang ditetapkan adalah sebanyak ≥ 95% atau 25 deskriptor sudah terlaksana dengan baik.
Perancangan Sistem Pemantauan Kinerja Pembangkit Listrik Tenaga Surya Dari Jarak Jauh berbasis IoT Riyanto, Didik; , Desriyanti; Edy Kurniawan; Andika Perwira Yuda; Abdur Rohman Wahid
Jurnal JE-UNISLA : Electronic Control, Telecomunication, Computer Information and Power System Vol 10 No 1 (2025): MARET
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/je-unisla.v10i1.1329

Abstract

Penelitian ini mengangkat tema tentang sistem pemantauan  kinerja pembangkit listrik tenaga surya dari jarak jauh. Dimana pembankit listrik tenaga surya memerlukan sebuah pengawasan secara real time, pengawasan yang dimaksud adalah system kinerja setiap hainya, apakah mampu memenui target energy yang dibutuhkan mengingat penerapan PLTS di Indonesia masih terkendala adanya cuaca yang dipengarui oleh musim yang dapat mempengarui kinerja system pembangkit tenaga surya. Saat ini pemantauan dilakukan secara langsung dilokasi  pembangkit listrik sehingga dirasa kurang efektif. Penelitian ini dilakukan untuk mempermudah manusia dalam memantau kinerja system pembankit listrik tenaga surya yang tidak perlu berada dilokasi pembangkit.  konsep penelitan meliputi perancang alat yang dapat digunakan untuk memantau system kinerja pembangkit listrik tenaga surya dari jarak jauh. Pemantaun alat  meliputi informasi tegangan, arus, daya , suhu, dan intensitas matahari secara real time pada suatu lokasi tertentu dengan menampilkan maps  lokasi sistem pembangkit listrik tenaga surya. Metode penelitian meliputi mendesain alat, pengumpulan bahan dan alat, perakitan alat, dan pengujian alat, informasi yang ditampilkan alat dapat dipantau menggunakan web dengan melibatkan teknologi IOT. Hasil penelitian  perancangan dan pengujian sistem Sistem Pemantauan Dan Manajemen Kinerja Pembangkit Listrik Tenaga Surya Dari Jarak Jauh dapat disimpulkan bahwa alat mampu berfungsi,  mendeteksi tegangan solar cell, Arus solarcell, lokasi PLTS berada ,dan mengukur Intensitas cahaya matahari pada paparan solsarceel, secara Real Time, Sistem mampu mengirimkan nilai besaran yang diukur dan bisa mengirimkan dan menyimpan database dan dapat dipantau secara realtime menggunakan android berbasis IOT. Data yang dikirim dan disimpan dapat diunduh dalam bentuk spreadsheets
Representation of The RAON Management Crewing System in the Management of Seafarers’ Documents at PT Inkor Dunia Samudra Fasya Aulia Sabrina; Agus Leonard Togatorop; Fitri Zuhriyah; Edy Kurniawan
Asian Journal Science and Engineering Vol. 4 No. 1 (2025): Asian Journal Science and Engineering
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/ajse.v4i1.1689

Abstract

This research is motivated by issues in the management of seafarers’ documents at PT Inkor Dunia Samudra, which continues to face challenges such as the lack of a centralized archiving system, the high complexity of documents requiring regular validation, and limited staff capacity to monitor document completeness. The purpose of this study is to determine the extent of the influence of the Management Crewing System (RAON System) on the management of seafarers’ documents and how the system serves as a solution to administrative challenges within the company. This research employs a quantitative approach using simple linear regression analysis. Data were collected through a likert-scale-based questionnaire distributed to 48 respondents, consisting of internal staff from PT Inkor Dunia Samudra and representatives of the ship owner. Data analysis was conducted using SPSS 30, with the application of simple regression analysis and t-test. The results show that the Management Crewing System (RAON System) has a significant influence on the management of seafarers’ documents, as evidenced by the t-test result where t-value > t-table (5.981 > 1.679). This is further supported by the coefficient of determination (R Square) from the regression equation Y = 8.444 + 0.417X, which yields a value of 0.438 or 43.8%. The system has proven effective in increasing efficiency, reducing administrative errors, and accelerating document validation processes. Therefore, it is recommended that the company continue to improve the RAON System by expanding its features and providing regular training to ensure optimal use by all staff.
Occupational Safety Risk Analysis in Onshore and Offshore Pipe Coating Processes at Wasco Coating Middle East Edy Kurniawan; Syahrir; Nurianti HS
Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business Vol. 7 No. 3 (2025): : All articles in this issue include authors from 3 countries of origin (Indone
Publisher : LP2M IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/kharaj.v7i3.7707

Abstract

This study aims to analyze occupational safety risks in the onshore and offshore pipe coating process at Wasco Coating Middle East. The approach used is descriptive qualitative with data collection techniques through in-depth interviews, field observations, and documentation. Informants consisted of field workers, supervisors, and HSE officers selected purposively. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, including data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that the main risks in the coating process include exposure to hazardous chemicals, high noise, potential physical accidents, and ergonomic risks. Although the company has implemented an occupational safety system, its effectiveness is still influenced by worker compliance, production pressure, and the complexity of the offshore project. This study recommends strengthening the safety culture and increasing risk-based training to reduce the potential for workplace accidents.
Perlindungan Hukum Bagi Militer Dari Pencemaran Nama Baik Dalam Kasus Peminjaman Uang Melalui Aplikasi Pinjaman Online Edy Kurniawan; P. Windraji; Anis Retnowati
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i4.1603

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mempermudah akses pembiayaan melalui pinjaman online, namun memunculkan risiko pencemaran nama baik yang juga dapat menimpa anggota militer. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk perlindungan hukum bagi anggota militer yang menjadi korban pencemaran nama baik akibat penggunaan aplikasi pinjaman online berbasis financial technology. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, menggunakan bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUHP, UU ITE, UU Perlindungan Konsumen, dan peraturan OJK memberikan dasar perlindungan hukum melalui jalur perdata, pidana, dan administratif, namun efektivitasnya bergantung pada penegakan hukum yang konsisten, pengawasan ketat, dan peningkatan kesadaran hukum personel militer. Temuan ini berimplikasi pada perlunya penguatan regulasi, penutupan celah hukum, dan tindakan tegas untuk menjamin kepastian hukum dan keadilan bagi anggota militer.
The Importance of Al-’Ilm in Smart Society 5.0 Era: Reviews from The Qur’an and Hadith: Pentingnya Ilmu di Era Masyarakat Cerdas 5.0: Tinjauan Al-Qur’an dan Hadis Ida Fitri Anggarini; Edy Kurniawan; Moh. Ali Ridho; Suci Wulandari; M. Iqbal; Liska Lestari
RABBAYANI: Jurnal Pendidikan dan Peradaban Islami Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Smart Society 5.0 Era is a new thing that contains good and bad impacts. The focus of this Era is to promote human resources. This research aims to analyze and roll out the urgency of science in the Smart Society 5.0 Era. This qualitative literature study was used to collect data and analyze the urgency of science by Al-Qur’an and Hadith. This research finds out that even all the chapters of the Al-Qur’an contain any educational meaning, but the researcher focuses on: 1) Surah al-Baqarah: 31; 2) Surah al Mujadalah:11; 3) Hadith narrated by al-Bukhari; 4) Hadith narrated by Ibn Majah. The conclusion is: 1) Smart Society 5.0 Era as the urgency of al-’ilm implication; 2) As Muslims must be well prepared and able to face any challenges and look for opportunities in this era; 3) A lot of silver linings in Al-Qur’an and Hadith as motivation to face this era. 4) Exploring talent to find out the urgency of science and reach glory through science. Kata Kunci: Al-’Ilm, Al-Qur’an, Hadith, Smart Society 5.0.
Implementasi Google Sites terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII SMPN 1 Polongbangkeng Utara pada Mata Pelajaran IPA Muhammad Arham Firmansyah; Deby Febrianti Syam; Edy Kurniawan; Suriati Suriati
Jurnal Cakrawala Pendidikan dan Biologi Vol. 2 No. 4 (2025): Desember: Jurnal Cakrawala Pendidikan dan Biologi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jucapenbi.v2i4.772

Abstract

The rapid advancement of technology has significantly impacted the field of education, making learning more interactive and engaging. This study aims to investigate the implementation of Google Sites in enhancing the learning motivation of eighth-grade students at SMPN 1 Polongbangkeng Utara in science subjects. The research employed a Classroom Action Research (PTK) approach with a quantitative descriptive method, involving 32 students as participants. Data were collected through observations, questionnaires, and documentation over two cycles of learning interventions. The results showed that students’ learning motivation increased progressively from the pre-cycle, with a low average of 38%, to cycle I with 55% (moderate), and reached 78% (high) in cycle II. Indicators such as diligence, perseverance, attention, achievement, and independence showed significant improvement after utilizing Google Sites. These findings suggest that Google Sites, as an interactive and easily accessible digital learning media, can effectively stimulate student engagement, facilitate understanding of complex concepts, and foster independent learning. The study highlights the potential of integrating technology-based media to enhance motivation in science education.