Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Countering radicalism: Text analysis on online da’wah in Indonesia Maknun, Moch Lukluil; Iswanto, Agus; Hidayat, Roch Aris; Hasfi, Nurul; Islahuddin, Islahuddin
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 44 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v44.1.20227

Abstract

Purpose - The purpose of this study is to observe Kyai Ma'ruf Khozin's online da'wah.Method - This research uses data triangulation and qualitative text analysis to understand da'wah narratives and focus group discussions on exploring discourse production. In addition to the main informants, we also conducted snowballing in-depth interviews with related parties.Result  -  The research findings show that Kyai Ma'ruf Khozin is a Kyai who actively produces moderate Muslim discourse. He has a motive to counter misconceptions about Islamic values discussed within the Muslim community. He also intends to develop moderate Islamic teachings, both to strengthen the practices of NU citizens and to counter conservative and radical Islamic values.Implication – The implication of this study is that it requires the awareness of moderate preachers who have the authority to develop da'wah in online media.Originality/Value - the specialty of this study is one of the best practices of moderate da'wah on Facebook media, which is the simplest media and reaches all da'wah circles.***Tujuan - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati dakwah online Kyai Ma'ruf Khozin.Metode - Penelitian ini menggunakan triangulasi data dan analisis teks kualitatif untuk memahami narasi dakwah dan diskusi kelompok terarah untuk mengeksplorasi produksi wacana. Selain informan utama, kami juga melakukan wawancara mendalam secara snowball dengan pihak-pihak terkait.Hasil - Temuan penelitian menunjukkan bahwa Kyai Ma'ruf Khozin adalah seorang Kyai yang aktif memproduksi wacana Muslim moderat. Ia memiliki motif untuk melawan kesalahpahaman tentang nilai-nilai Islam yang didiskusikan dalam komunitas Muslim. Ia juga bermaksud mengembangkan ajaran Islam moderat, baik untuk memperkuat praktik-praktik warga NU maupun untuk melawan nilai-nilai Islam yang konservatif dan radikal.Implikasi - Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya kesadaran para dai moderat yang memiliki otoritas untuk mengembangkan dakwah di media online.Orisinalitas/Nilai - Keistimewaan penelitian ini adalah salah satu praktik terbaik dakwah moderat di media Facebook, yang merupakan media paling sederhana dan menjangkau semua kalangan dakwah.
The Value of Islamic Education on Layang Fasholatan and Its Relevance for Modin Syahriyah, Ummi Ulfatus; Maknun, Moch. Lukluil; Islahuddin, Islahuddin; Iswanto, Agus; Dahri, Harapandi
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 27, No 1 (2025): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/eh.v27i1.29154

Abstract

The discovery of manuscripts preserved by the community on the slopes of Mount Kawi, specifically in the village of Sumberdem, Wonosari, Malang, is significant and merits further exploration through content analysis. In addition to serving as evidence of the village’s identity as an Islamic proselytizing center, these manuscripts deserve to be studied and their contents revealed. One particularly noteworthy manuscript is Layang Fasholatan, which outlines concise guidelines on fiqh, akidah, and morals/tasawwuf that remain relevant in the present context. Its content can also be contextualized with the responsibilities of a village imam/modin, whose role includes leading religious rites such as weddings and funeral processions. Despite the breadth of prior research, few studies have specifically examined the practical relevance of manuscript content to the contemporary roles of village religious leaders such as the modin. This study offers a novel contribution by contextualizing the worship-related teachings in Layang Fasholatan within the lived religious duties of a modin in modern rural Java. Using a philological approach, content analysis, and in-depth interviews, this study presents a focused analysis of the manuscript, specifically within the scope of amaliyah/fiqh and worship. The manuscript provides a concise guide to funeral practices, prayer procedures, devotional supplications (wirid), and marriage contract guidelines. This study affirms that Layang Fasholatan, with its emphasis on worship practices, aligns closely with the religious functions and practical needs of a modin, making it both a historically and contemporarily valuable resource. While the research effectively utilizes philological and content analysis methods, it remains a preliminary exploration focused solely on the amaliyah aspect, leaving ample opportunity for future studies to examine its other dimensions and broader applications. Penemuan manuskrip-manuskrip yang dilestarikan oleh masyarakat di lereng Gunung Kawi, tepatnya di Desa Sumberdem, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, merupakan temuan yang signifikan dan layak untuk diteliti lebih lanjut melalui kajian isi. Selain menjadi bukti identitas desa sebagai kawasan dakwah Islam, manuskrip-manuskrip ini perlu dikenali dan diungkapkan isinya. Salah satu manuskrip yang menarik untuk dikaji adalah Layang Fasholatan, yang memuat panduan singkat mengenai fikih, akidah, dan akhlak/tasawuf yang masih relevan dalam konteks kekinian. Isi manuskrip ini juga dapat dikontekstualisasikan dengan tugas seorang imam atau modin desa, yang berperan memimpin pelaksanaan ibadah masyarakat, khususnya dalam prosesi pernikahan dan kematian. Meskipun telah banyak penelitian sebelumnya, sedikit yang secara khusus menelaah relevansi praktis isi manuskrip terhadap peran kontemporer tokoh agama desa seperti modin. Studi ini memberikan kontribusi baru dengan mengontekstualisasikan ajaran-ajaran ibadah dalam Layang Fasholatan ke dalam praktik keagamaan sehari-hari seorang modin di pedesaan Jawa modern. Dengan menggunakan pendekatan filologis, analisis isi, dan wawancara mendalam, studi ini menyajikan analisis terbatas terhadap isi manuskrip dalam lingkup amaliyah/fikih dan ibadah. Manuskrip ini memberikan panduan ringkas mengenai tata cara pemulasaraan jenazah, tata cara salat, wirid dan doa, serta panduan akad nikah. Studi ini menegaskan bahwa Layang Fasholatan, dengan penekanan pada praktik ibadah, sangat selaras dengan kebutuhan religius dan fungsi seorang modin, menjadikannya sumber yang berharga dan praktis baik dalam konteks historis maupun kekinian. Meskipun penelitian ini telah berhasil menerapkan metode filologis dan analisis isi secara efektif, studi ini masih merupakan eksplorasi awal yang hanya berfokus pada aspek amaliyah, sehingga masih terbuka peluang besar bagi penelitian lanjutan untuk mengkaji dimensi lainnya dan penerapan yang lebih luas.
Makhṭūṭat Butuhaning Manusya Mungguhing Sarak: Mi‘yārīyat al-Islām fī al-Manāṭiq al-Dākhilīyah bi Jawa Iswanto, Agus
Studia Islamika Vol. 19 No. 2 (2012): Studia Islamika
Publisher : Center for Study of Islam and Society (PPIM) Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sdi.v19i2.365

Abstract

This article discusses the manuscript of Butuhaning Manusya Mungguhing Sarak as an evidence of the acceptance of Islamic texts in the cultural context of inland Java, particularly in the Sultanate of Yogyakarta, which is often considered to be more concerned with the mystical or hakikat aspects of Islam. Its analysis focuses on the way of Javanese receive the orthodox Islamic texts in the cultural context of Java and the functions of the texts in the religious life of Javanese. The existence of the Kitab Butuhaning in Yogyakarta asserts that sharī‘ah aspects have been accepted among the people in countryside Java. It also confirms that Islam in Yogyakarta seeks to balance the sharī‘ah and mystical aspects. This article argues that translations or adaptations of Arabic Islamic texts into Javanese culture and language become one of the Islamization routes in Java.DOI: 10.15408/sdi.v19i2.365 
The Quran As A Protector Of Self And Practice In Community Shofa, Mu’arifatush; Iswanto, Agus
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Kontemplasi
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/kontem.2020.8.2.61-86

Abstract

Abstrack The Qur’an for the Muslim community is not only seen as a sacred text that is read, but is also used for various purposes, including as personal protection. This article is about to discuss about the verse or letter of the Qur’an as a means of protection (mageri) themselves according to the angry interpretation of the labid and the views of the people in etc. Cikalan against the Qur’an as a personal protector. The research combines library research and field research with descriptive analysis and using the living Qur'an approach. The results of this study indicate that the Qur'an can be used as a means of personal protection. The verses or Surahs that are often practiced by the public are Surah al Ikhlas, Surah al Falaq, Surah an Nas, Surah al Mulk and verse seats. The purpose of carrying out the practice of the Qur'an as self-protection is to obtain blessings, get used to reading the Qur'an and follow what the Prophet Muhammad taught. namely making the Qur'an as a stronghold, and every human being wants to be spafe from danger wherever they are, both when sleeping, staying at home and outside. The results of this study reinforce the view that the reception of the Muslim community towards the Qur’an varies, not only as a text that is read, but a text that is used in daily life. Keywords: Living Qur’an, Protector, Society Abstrak Alquran bagi masyarakat muslim tidak hanya dipandang sebagai sebuah teks sakral yang dibaca, tetapi juga digunakan untuk berbagai kepentingan, termasuk sebagai pelindung diri. Artikel ini hendak mendiskusikan tentang ayat atau surat Alquran sebagai sarana pelindung (mageri) diri menurut tafsir marah labid dan pandangan masyarakat di dusun Cikalan terhadap ayat Alquran sebagai pelindung diri. Penelitian menggabungkan penelitian kepustakaan (library research) dan penelitian lapangan (field research) dengan analisis deskriptif dan menggunakan pendekatan living Qur’an. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Alquran bisa di gunakan sebagai sarana pelindung diri. Adapun ayat atau surat Alquran yang sering diamalkan oleh masyarakat yaitu surat al Ikhlas, surat al Falaq, surat an Nas, surat al Mulk dan ayat kursi. Tujuan pelaksanaan pengamalan Alquran sebagai pelindung diri tersebut adalah agar memperoleh berkah, membiasakan diri membaca Alquran dan mengikuti apa yang telah diajarkan Nabi Muhammad saw. yaitu menjadikan Alquran sebagai benteng pertahanan, serta setiap manusia menginginkan selamat dari bahaya dimana saja berada, baik ketika tidur, diam di rumah maupun di luar rumah. Hasil penelitian ini memperkuat pandangan bahwa resepsi masyarakat Muslim terhadap Alquran beragam, tidak hanya sebagai teks yang dibaca, tetapi teks yang difungsikan dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Living Qur’an, Pelindung, Masyarakat
Understanding Hadrah Art as The Living Al-Qur’an: The Origin, Performance and Worldview Iswanto, Agus
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 21, No 2 (2019): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v21i2.7296

Abstract

This article explores hadrah art in Lampung. Hadrah art actually becomes the most played religious music art among Indonesian Muslim in various areas. It focuses on the doctrinal basis of hadrah believed by Indonesian Muslim. By explaining the origin of the hadrah, its performances, tools and poems sung, with the living Qur’an concepts and interpretivism perspective, I found that hadrah is usually performed in religious rituals, then it is always contextual and connotative. Hadrah for Indonesian Muslim can be understood as the living Qur’an phenomenon because the underlying doctrine is shalawat from the Qur’an. As one of the phenomena of the living Qur’an, hadrah group, essentially, is reciting poems praising Allah and the Prophet of Muhammad, and they believe that it is as a command of the Qur’an. Thus, there has been acculturation between the teachings of the Qur’an with the local culture of society. Artikel ini membahas tentang seni hadrah di Lampung. Seni hadrah sebenarnya menjadi seni musik religius yang paling banyak dimainkan di kalangan Muslim Indonesia di berbagai wilayah. Artikel ini fokus pada dasar doktrinal hadrah yang diyakini oleh Muslim Indonesia. Dengan menjelaskan asal mula hadrah, pertunjukannya, alat-alatnya dan puisi-puisinya yang dinyanyikan, dengan menggunakan kerangka konsep Al-Qur’an yang hidup dan perspektif interpretivisme, terungkap bahwa hadrah biasanya dilakukan dalam ritual keagamaan, lalu selalu bersifat kontekstual dan konotatif. Hadrah bagi Muslim Indonesia dapat dipahami sebagai fenomena Al-Qur’an yang hidup, karena doktrin yang melandasinya adalah shalawat dari Al-Qur’an. Sebagai salah satu fenomena dari Al-Qur’an yang hidup, kelompok hadrah, pada dasarnya, melantunkan puisi yang memuji Allah dan Nabi Muhammad, dan mereka percaya bahwa itu adalah sebagai perintah Al-Qur’an. Dengan demikian, telah terjadi akulturasi antara ajaran Al-Qur’an dengan budaya masyarakat setempat.
Resepsi Teks dan Transformasi Kebudayaan Iswanto, Agus
Manuskripta Vol 8 No 1 (2018): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v6i2.73

Abstract

The Kakawin Ghaṭotkacâśraya by Mpu Panuluh
Countering radicalism: Text analysis on online da’wah in Indonesia Maknun, Moch Lukluil; Iswanto, Agus; Hidayat, Roch Aris; Hasfi, Nurul; Islahuddin, Islahuddin
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 44 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v44.1.20227

Abstract

Purpose - The purpose of this study is to observe Kyai Ma'ruf Khozin's online da'wah.Method - This research uses data triangulation and qualitative text analysis to understand da'wah narratives and focus group discussions on exploring discourse production. In addition to the main informants, we also conducted snowballing in-depth interviews with related parties.Result  -  The research findings show that Kyai Ma'ruf Khozin is a Kyai who actively produces moderate Muslim discourse. He has a motive to counter misconceptions about Islamic values discussed within the Muslim community. He also intends to develop moderate Islamic teachings, both to strengthen the practices of NU citizens and to counter conservative and radical Islamic values.Implication – The implication of this study is that it requires the awareness of moderate preachers who have the authority to develop da'wah in online media.Originality/Value - the specialty of this study is one of the best practices of moderate da'wah on Facebook media, which is the simplest media and reaches all da'wah circles.***Tujuan - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati dakwah online Kyai Ma'ruf Khozin.Metode - Penelitian ini menggunakan triangulasi data dan analisis teks kualitatif untuk memahami narasi dakwah dan diskusi kelompok terarah untuk mengeksplorasi produksi wacana. Selain informan utama, kami juga melakukan wawancara mendalam secara snowball dengan pihak-pihak terkait.Hasil - Temuan penelitian menunjukkan bahwa Kyai Ma'ruf Khozin adalah seorang Kyai yang aktif memproduksi wacana Muslim moderat. Ia memiliki motif untuk melawan kesalahpahaman tentang nilai-nilai Islam yang didiskusikan dalam komunitas Muslim. Ia juga bermaksud mengembangkan ajaran Islam moderat, baik untuk memperkuat praktik-praktik warga NU maupun untuk melawan nilai-nilai Islam yang konservatif dan radikal.Implikasi - Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya kesadaran para dai moderat yang memiliki otoritas untuk mengembangkan dakwah di media online.Orisinalitas/Nilai - Keistimewaan penelitian ini adalah salah satu praktik terbaik dakwah moderat di media Facebook, yang merupakan media paling sederhana dan menjangkau semua kalangan dakwah.