Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Prosiding Semnastek

PENGARUH VARIASI SHOT PEENING AISI 304 TERHADAP PERAMBATAN RETAK FATIK Sambodo Arif Wibowo; Priyo Triiswanto; Triwibowo Triwibowo
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya  kasus  patahnya  struktur  penyambung  tulang  membuat  para  peneliti  dan  perekayasamelakukan kajian dan riset, dimana hasil kajian menunjukan retak fatik dan korosi adalah penyebabutama  kegagalan  material implant. Penelitian ini bertujuan untuk  menjawab  salah  satu  penyebabkegagalan karena retak fatik,  yaitu dengan surface  treatment (shot  peening). Pengaruh  variasialmen dalam shot peening pada perilaku perambatan retak fatik material stainless steel austenitic(AISI 304) telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukan bahwa almen 0,6 mempunyai karakteristikperambatan retak fatik  C= 7E-12 & n= 4,0946, almen 0,8 C= 1E-16 & n= 8,3773, almen 0,10 C=6E-15  &  n=  6,3266, non-treatment C=  7E-12  &  n=  4,9425.  Dari  hasil penelitian didapatkesimpulan bahwa semakin tinggi (jangansampai  over  shot  peening) variasi almen ternyatamemperpendek umur fatik.
PENGARUH INTENSITAS SHOT PEENING DENGAN BALL SIZE 0,28” TERHADAP TINGKAT KEKERASAN PERMUKAAN MATERIAL PESAWAT TERBANG AA 7050-T7651 Sotya Anggoro; Priyo Tri Iswanto
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mempelajari dan membuktikan pengaruh intensitas shot peening terhadap peningkatan kekerasan permukaan pada material pesawat terbang AA 7050-T7651.Spesimen dikelompokkan dalam dua kategori BMSP8 (Base Metal Shot Peened dengan intensitas 0,008Almen), BSMP10 (Base Metal Shot Peened dengan intensitas 0,010Almen). Proses perlakuan Shot Peening menggunakan bahan steel dengan Ball Size 0,028 inch dengan intensitas 0,008 Almen dan 0,010 Almen.Hasil pengujian tingkat kekerasan spesimen BMSP8 menunjukkan hasil HVN 160 kg/mm2 sedangkan spesimen BMSP10 menunjukkan tingkat kekerasan HVN 171 kg/mm2 Dengan demikian terlihat bahwa peningkatan intensitas shot peening dari 0,008 Almen menjadi 0,010 Almen terbukti meningkatkan kekerasan pada permukaan material.Kata kunci: Shot peening, AL 7050, kekerasan, vickers
Pengaruh Perlakuan Shot Peening dan Sputtering TiN Terhadap Sifat Mekanik Stainless Steel 316L Rasyadi, Muhammad Hafidh; Iswanto, Priyo Tri
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sedikit dari material dalam kelompok metal yang dapat digunakan sebagai perangkat biomaterial implant untuk aplikasi medis. Salah satu material baja tahan karat yang dipertimbangkan untuk penggunaan medis sebagai material implant yaitu Stainless steel 316L. Keunggulan stainless steel 316L yaitu mempunyai sifat tahan terhadap korosi, mudah untuk difabrikasi, dan harganya yang lebih murah dibandingkan dengan biomaterial kelompok metal lainnya. Karakter dari stainless steel 316L tidak dapat diberikan perlakuan panas, sehingga perlu adanya metode lain dalam meningkatkan sifat-sifat mekanisnya. Salah satunya yaitu dengan perlakuan permukaan shot peening dan sputtering. Pada penelitian ini membahas mengenai pengaruh variasi durasi waktu shot peening 10 dan 20 menit menggunakan tekanan konstan 8 bar serta perlakuan sputtering terhadap struktur mikro, kekasaran permukaan dan kekerasan permukaan stainless steel 316L. Kekasaran permukaan stainless steel 316L meningkat akibat perlakuan shot peening, sedangkan perlakuan sputtering menurunkan nilai kekasaran permukaan spesimen yang telah diberi perlakuan shot peening. Nilai kekerasan permukaan meningkat akibat perlakuan shot peening dan sputtering. Peningkatan tertinggi sebesar 661,36 HV pada variasi shot peening 20 menit dan sputtering. Peningkatan nilai kekerasan optimum pada durasi shot peening 10 menit sebesar 148%. Pengamatan struktur mikro diperoleh bahwa semakin lama durasi shot peening yang diberikan, maka semakin kecil dan semakin halus struktur butir pada bagian permukaan spesimen.Kata kunci: shot peening, sputtering, Stainless Steel 316L