Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Evaluasi Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Guru SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta Rosidah Rosidah; Muslikhah Dwihartanti; Nadia Sasmita Wijayanti
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Vol. XV No. 2 Agustus 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.965 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v15i2.24492

Abstract

Abstrak: Evaluasi Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Guru SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta. Evaluasi diklat merupakan upaya mengetahui sejauh mana tujuan diklat  sudah tercapai.  Penelitian ini bertujuan  mengkaji   pelaksanaan pendidikan dan pelatihan guru di Daerah Istimewa Yogyakarta, serta implikasinya dalam pengembangan kualitas guru. Hasil penelitian  memberikan gambaran  kompleks dan detail mengenai dampak diklat terhadap peningkatan karir guru. Pengumpulan data  dilakukan melalui  wawancara dan angket. Validitas datanya menggunakan content validity. Analisis data  melalui analisis deskriptif.  Hasil  penelitian  menunjukkan bahwa a) dilihat dari aspek materi diklat adalah cukup sesuai dengan bidang keahlian guru, b)  diklat yang diikuti guru  sangat  berperan dalam upaya meningkatkan  kualitas pembelajaran, c) kenaikan  pangkat guru sangat dibantu dengan adanya diklat, d) guru profesional dapat diwujudkan melalui peran  diklat,  e) aspek kualitas  nara  sumber  memberi kontribusi  dalam  diklat, f)  durasi waktu menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan karena kesesuaian antara  durasi waktu dengan tujuan diklat masih dalam katagori cukup,  g) evaluasi pasca diklat cukup  mendukung  untuk uapaya peningkatan kualitas  kinerja guru.   Abstract: Evaluation Of Education And Training  Of Vocational  Hight School  Teachers In Yogyakarta Private Regions. Training evaluation is an effort to find out how far the goals of education and training have been achieved. This study aims to examine the implementation of teacher education and training in the Special Region of Yogyakarta, as well as its implications in developing teacher quality. The results of the study provide a complex and detailed description of the impact of training on improving teacher careers. Data collection is done through interviews and questionnaires. The data validity uses content validity. Data analysis through descriptive analysis. The results showed that a) viewed from the aspect of training material was sufficient in accordance with the field of teacher expertise, b) the training followed by the teacher was very instrumental in efforts to improve the quality of learning, c) teacher promotion was greatly assisted by training, d) professional teachers could be realized through the role of training, e) the quality aspects of the resource person contribute to the training, f) the duration of time becomes an important part that needs to be considered because the compatibility between the duration of time and the training objectives is still sufficient, g) post-training evaluation is sufficiently supportive to improve performance quality teacher.
Aksesibilitas Pimpinan dalam Mewujudkan Kinerja Organisasi Publik Rosidah Rosidah
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 3 Volume VI, September 2006
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5803.734 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v6i3.3904

Abstract

Organisasi publik sudah saatnya menjadi perhatian para pemimpin untuk diberdayakan dalam rangka meningkatkan pelayanan publik. Dalam mewujudkan kinerja organisasi publik maka peran pemimpin sangat substansial untuk menentukan segala kebijakan dan implementasinya serta dalam menciptakan lingkungan yang kondusif. Berbagai terobosan perlu dilakukannya, mulai dari perubahan struktural, aspek ketrampilan dalam pemahaman kerjasama internal dengan para bawahanya maupun ekstemal yakni dengan pihak lembaga swasta, para stakeholder. Di samping itu perlu memahami dan melakukan integrative culture dan berbagai transformasi nilai yang harus dilakukan untuk pengembangan organisasi serta mengantisipasi lingkungan yang berkembang. Yang tidak kalah penting adalah pemahaman adanya akuntabifitas moral/mental yang melekat pada diri seorang pimpinan.
Mission Driven Profesionalism sebagai Upaya Akselerasi Pembangunan Daerah Rosidah Rosidah
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1 Volume VI, Februari 2006
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3863.713 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v6i1.3826

Abstract

Keberhasilan pembangunan di daerah tidak lepas dari faktor kemampuan Sumber Daya Manusia dalam mengelola sumber daya yang dimiliki oleh daerahnya serta strategi yang dipakai dalam implementasi rencana/program-program kerjanya. Salah satu strategi adalah Mission Driven Profesionalism, yaitu bahwa untuk menggerakkan roda pembangunan secara profesional sebagai motornya adalah mengacu dan berorientasi pada misi.Peraturan dann prosedur tetap diperlukan dalam proses pencapalan tujuan akan tetapi dalam penerapannya secara fleksibel. Pimpinan penting memberikan ruang kepada bawahannya untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menjalankan pombangunan yang tidak lepas dari pelanggaran yang bersifat yuridisKoto Kunci: misi, pembangunan
Upaya Menciptakan Birokrasi yang Ideal dan Peningkatan Kualitas Aparatur Pemerintah Rosidah Rosidah
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1, Volume I, Agustus 2001
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2473.137 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v1i1.3747

Abstract

Pembangunan bangsa memerlukan tatanan birokrasi yang ideal serta tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang profesional. dalam pencapaiannya perlu reevaluasi terhadap keberadaan birokrasi dan SDM yang ada. beberapa hambatan dalam menuju sasaran-sasaran pembangunan, tidak lepas dari faktor elitis, politik, dan patologi birokrasi yang bersumber dari manusia. Oleh karena itu perlu modernisasi birokrasi dan peningkatan mutu, melalui Total Quality Management di dalam proses penyeleggaraan pemerintahan.
Persoalan Budaya dalam Organisasi Multinasional Rosidah Rosidah
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1, Volume V, Februari 2005
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3919.677 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v5i1.3817

Abstract

Pengaruh kebudayaan dalam organisasi pada era global tidak bisa dihindari lagi keberadaannya. Peningkatan kinerja organisasi perlu memperhatikan sumberdaya yang dimiliki dari berbagai budaya, yang berasal dari berbagai negara. Dalam eksistensinya manajer perusahaan multinasional harus memiliki ketrampilan global yang terkait dengan hukum internasional, pasar internasional, pergerakan saham, berbagai nilai dan budaya yang ada dalam organisasi. Salah satu aspek yang menjadi .pertimbangan organisasi multinasional adalah ketika mau membuat kebijakan terkait dengan perbedaan budaya di antara para anggota. Agar tidak terjadi kecemburuan di antara pegawai maka perusahaan tidak menitik beratkan atau memberi prioritas terhadap budaya dari etnis/negara tertentu melainkan berorientasi pada tujuan dan kesepakatan yang dibuat di antara mereka. Affirmative Action juga menjadi hal yang perlu diperlakukan dalarn organisasi kaitannya dengan persoalan nilai dan budaya. Bagaimana proses peningkatan kinerja organisasi pada perusahaan multi nasional yang memperhatikan perbedaan kebudayaan akan diungkap dalam tulisan berikut. 
Membangun Kinerja Profesional dalam Organisasi Publik Rosidah Rosidah
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2 Volume VII, Agustus 2007
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4895.639 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v7i2.3918

Abstract

Dalam membangun kinerja profesional dalam organisasi publik salah satunya adalah meningkatkan produktivitas kerja yang berkualitas pada aparatur pemerintah. Upaya tersebut mengandung konsekuensi bahwa pemerintah perlu membuat aturan yang mampu memicu dan mendorong aparatur berperilaku mengarah pada kualitas yang diharapkan. Beberapa hal terkait dengan itu, maka jajaran kepemimpinan perlu kiranya mensosialisasikan dan menerapkan dalan kinerja sehari-hari Keputusan Menteri PAN No.25/Kep/M.Pan/4/2002 tentang Pedoman Pengembangan Budaya Kerja Aparatur Negara, yang sarat dengan nilai-nilai moral, yang harus ditegakkan, antara lain adanya: komitmen dan konsistensi, integritas dan profesional, kebersamaan dan dinamika kelornpok kerja, disiplin dan keteraturan kerja, keikhlasan dan kejujuran. Di samping itu kiranya perlu mengevaluasi kembali Daftar Penilaian Prestasi Pegawai (DP3), yang selama ini terkesan formalitas serta pedoman Pemberian Penghargaan kepada aparatur yang mampu memberikan pendorong untuk meningkatkan prestasi kerja.
Urgensi Kesekretariatan dalam Proses Pengembangan Organisasi Rosidah Rosidah
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2, Volume IV, Agustus 2004
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1634.411 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v4i2.3870

Abstract

Kesekretariatan merupakan salah satu unit dalam organisasi yang mempunyai fungsi melayani kebutuhan data maupun informasi seluruh unit-unit lain terkait dengan urusan administrasi. Fungsi pelayanan administrasi menjadi sangat dibutuhkan dalam rangka pencapaian tujuan organisasi karena hal tersebut tidak lepas dari kebutuhan terhadap data maupun informasi yang akurat untuk ketepatan pengambilan suatu keputusan. Dalam upaya pengembangan organisasi dibutuhkan diagnosis, yang tidak lepas dengan data untuk mengetahui gejala yang muncul sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah-Iangkah terapinya. Ketersediaan data/analisis data dan informasi, yang kesemuanya diolah secara komputerisasi membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu dalam pengelolaan data, meliputi:menghimpun, rnenqotah, mencatat, memelihara dan menyimpan. Untuk itu pengelolaan terhadap sistem administrasinya, serta pengembangan kemampuan SDM pada unit tersebut perlu mendapat perhatian. Manajemen terhadap SDM tidak saja pada kemampuan dalam hal pendataan tetapi juga faktor kemampuan yang terkait dengan etika pelayanan kepada pihak yang membutuhkan sertakemampuan public relation. Dalam hal ini perlu membuat stadard penilaian kinerja (performance appraisal), yang dipengaruhi faktor lingkungan internalleksternal organisasi, yang terdiri dari: societal, legal economic, technical, physical.
Analisis Sistem Administrasi Sebagai Upaya Peningkatan Efisiensi dalam Organisasi Rosidah Rosidah
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 1, Volume IV, Februari 2004
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2596.099 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v4i1.3801

Abstract

Usaha kerjasama manusia dalam suatu organisasi tidak bisa dilepaskan dari proses administrasi. Peran administrasi adalah melayani setiap pekerjaan operatif dari seluruh aktivitas manajemen kantor. Dalam memberikan pelayanannya merupakan peran yang substansial, karena pengembangan organisasi sangat ditentukan oleh sistem administrasi yang ada. Oleh karena itu analisis sistem administrasi harus dilakukan seiring dengan perubahan dan perkembangan organisasi. Analisis terhadap sistem administrasi harus melihat pada sumber daya yang dimiliki, terutama sumber daya manusia karena mereka yang akan melakukannya. Analisis tersebut meliputi evaluasi terhadap prosedur, metode, struktur, evaluasi pekerjaan dan akan berimbas pada operasi pekerjaan, yang menyangkut: perencanaan, penyederhanaan, penghematan, penghapusan, penggabungan. Keseluruhan dari analisis sistem administrasi serta operasionalisasinya berdasar pada prinsip efisiensi. Paparan ini akan berbicara mengenali analisa sistem administrasi dalam upaya peningkatan efisiensi.
Etos Kerja: Elemen Penting dalam Keberhasilan Manajemen Rosidah Rosidah
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2 Volume V, Agustus 2005
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1539.082 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v5i2.3852

Abstract

Sukses dalam manajemen menjadi harapan bagi manajer serta seluruh pegawai yang ada dalam organisasi. Setiap individu membawa harapan-harapan ketika mereka masuk dalam komunitas organisasi. Semua orang yang tertibat dalam organisasi pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama yakni kepuasan kerja. Kepuasan kerja tersebut dapat dalam bentuk: jabatan yang dimiliki, gaji, komunitas diantara mereka, pekerjaan yang ditekuni.  Menjadikan manajemen organisasi berhasil apabila teriadl keseimbangan pencapaian kebutuhan baik kebutuhan pengembangan organisasi itu sendiri serta mereka yang memimpin maupun bawahan. Untuk itu semua kepentingan yang ada perlu diakomadasi supaya masing­masing berjalan searah menuju pada orientasi yang sudah tergambarkan pada visi/misi organisasi. Bentuk-bentuk implementasi perilaku manusia akan tergambarkan pada etos kerja dan etika manusia dalam organisasi. Tentu saja untuk sampai pada pencapaian tujuan bersama, ketika terjadi perilaku manusia dalam organisasi menyimpang, maka salah satunya perlu ditelusuri dari motivasi masuk organisasi dan jalinan kerjasama diantara mereka.
PATOLOGI BIROKRASI DALAM ORGANISASI PUBLIK DAN UPAYA PENCEGAHANNYA Rosidah rosidah
Informasi Vol 31, No 1 (2005): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2725.754 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v1i1.6746

Abstract

Pemerintah daerah mempunyai tanggung jawab terhadap pembangunan daerahnya, sebagaimana undang-undang Otonomi Daerah No.7 tahun 1974 .. Untuk mewujudkannya perlu upaya yang sungguh-sungguh, dengan modal sumber daya yang dimilikinya. Dalam proses pencapaian tujuan tidak lepas dari berbagai persoalanl hambatan. Salah satu hambatan adalah yang terkait dengan SDM (Sumber Daya Manusia), yakni perilaku aparatur pemerintah. Banyak upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja aparatur. Antara lain dengan diagnosa organisasi, analisis sitem dan prosedur. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan terjadi perilaku aparatur yang counter productive, sehingga menghambat laju perkembangan organisasi. Hal-hal yang nampak dari perilaku tersebut bisa jadi merupakan penyakit organisasi (patologi birokrssi), yang sudah merupakan budaya dalam organisasi tersebut. Melalui tulisan ini akan dikupas beberapa patologi yang kemungkinan muncul dalam birokrasi pemerintahan, antara lain astigmatisme, xenophobia, paranoia, dll.; sebab-sebab terjadinya, bagaimana berproses dalam organisasi publik dan solusi yang ditawarakan serta pendekatan yang bisa diterapkan.