Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

The Potency of Ulin (Eusideroxylon zwageri T. et. B) for Supporting Banjarese Building Construction in “Wetland Architecture” YUDI FIRMANUL ARIFIN; DANIEL ITTA
Journal of Wetlands Environmental Management Vol 1, No 1 (2013): July - December
Publisher : Center for Journal Management and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.936 KB) | DOI: 10.20527/jwem.v1i1.98

Abstract

 Environmental condition of around rivers and swamps causes the Banjarese people to build settlements use ulin (Eusideroxylon zwageri T. et. B.).  Using ulin has become their culture, because they believe the building will be stronger.  In fact the potential ulin from year to year continues to decline, because the growth is not proportional to the speed of ulin needs for construction, thus it is becoming scarce.  This research was conducted in Kabupaten Tanah Laut and Kabupaten Kotabaru.  The method used survey with purposive sampling (large of sample plot 100 m x 100 m which each plot divided into 25 sub-plots of 20 m x 20 m).  All growth stages of ulin were inventoried and in each plot found ulin measured micro climate and collected sample of soil.  Normally ulin can grow well on un-fertile soil, but micro climate like primary forest or old secondary forest. Potential ulin in both Kabupaten per hectare is very low.  The amount of natural regenerations ranged from 3-5 individuals/ha for seedling and 3-46 individuals/ha for sapling.  Number of poles found in both locations are ranged 5 – 6 individuals/ha, and not found tree stage.  Restrictions on harvesting and conservation of ulin are urgently needed in South Kalimantan
NILAI EKONOMI MANFAAT LANGSUNG HUTAN MANGROVE PAGATAN BESAR KABUPATEN TANAH LAUT KALIMANTAN SELATAN Muhammad As’adi; Mochamad Arief Soendjoto; Daniel Itta
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 1 (2023): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 11 NOMER 1 EDISI MARET 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i1.15987

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar manfaat langsung hutan mangrove di Desa Pagatan Besar Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai November 2021, penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui pengambilan data dengan petak sampel dan wawancara dengan masyarakat. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data sekunder dikumpulkan antara lain dari buku, jurnal, dan Kantor Desa Pagatan Besar. Data-data yang dikumpulkan dari lapangan dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari kawasan ekosistem hutan mangrove di Desa Pagatan Besar yang mempunyai luas ± 30 ha menemukan bahwa nilai manfaat langsung yang didapatkan oleh masyarakat terdiri atas nilai manfaat ikan, kepiting, katuyung, kayu komersil, pendidikan, penelitian, dan ekowisata. Nilai ekonomi manfaat langsung sebesar Rp1.174.238.329,00 per tahun yang terdiri dari nilai pemanfaatan ikan sebesar Rp6.375.000,00 per tahun, Katuyung sebesar Rp6.500.000,00 per tahun, dan Kepiting sebesar Rp171.600.000,00 per tahun. Nilai Manfaat kayu komersil sebesar Rp33.663.329,00 per tahun, nilai manfaat pendidikan sebesar Rp161.000.000,00 per tahun, penelitian sebesar Rp23.000.000,00 per tahun, dan Ekowisata sebesar Rp772.100.000,00 per tahun. Nilai ekonomi manfaat langsung ini dapat dijadikan acuan atau dasar pembanding bagi masyarakat dan pemerintah dalam menentukan kebijakan pengelolaan dan pemanfaatan hutan mangrove yang ada.
PEMANFAATAN KULIT GALAM SEBAGAI BAHAN BAKU TAMBAHAN PADA PEMBUATAN RAK TELUR PADA PT. PRIMA REZEKI Saiful Ruchiyat Cosahan; Wiwin Tyas Istikowati; Daniel Itta
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 1 (2023): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 11 NOMER 1 EDISI MARET 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i1.15989

Abstract

Kayu galam memiliki karakteristik kulit kayu yang berlapis-lapis dan dapat mudah terkelupas. Kulit kayu galam menghasilkan lembaran dengan lebar yang berbeda-beda tergantung dari diameter kayu. Kulit kayu galam yang memiliki karakteristik tersebut tidak memiliki fungsi dan nilai jual, dikarenakan masyarakat sekitar hanya memanfaatkan batang kayu galam saja. Kulit kayu galam memiliki potensi untuk dapat dimanfaatkan menjadi sebuah produk yang memiliki fungsi dan nilai jual. Pemanfaatan kulit kayu galam akan dilakukan dengan pendekatan eksperimen dimana kulit kayu galam akan dijadikan sebagai produk rak telur dengan kajian pendahuluan analisis komponen kimia. Tujuan penelitian ini yaitu membuat rancangan eksperimen pemanfaatan kulit galam sebagai campuran pembuatan rak telur dan penghematan biaya pembuatan rak telur dengan campuran kulit galam. Metode yang digunakan yaitu kulit kayu galam dibedakan menjadi dua bagian, bagian dalam dan bagian luar selanjutnya dianalisis kandungan kimia dan dilakukan pengujian dengan Fourier Tranform Infra Red (FTIR). Hasil yang diperoleh yaitu secara berurutan komponen kimia tertinggi dari bagian kulit galam yaitu, ekstraktif alcohol benzen 24,67% (bagian luar), lignin 48,18% (bagian luar), dan selulosa 36,21% (bagian dalam). Berdasarkan analisis kimia maka kulit galam bagian dalam dapat dimanfaatkan menjadi bahan pulp dan kertas yang tidak mengutamakan kecerahan seperti kertas bungkus ataupun sebagai bahan campuran pembuatan rak telur. Spektrum puncak bilangan gelombang FTIR menunjukkan kulit galam mengandung lignin dan selulosa.
PENGELOLAAN KEBUN HUTAN (FOREST GARDEN) OLEH MASYARAKAT SUKU DAYAK MERATUS DI DESA HINAS KIRI KECAMATAN BATANG ALAI TIMUR Heni Meliani; Hafizianor Hafizianor; Daniel Itta
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 2 Edisi April 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i2.8534

Abstract

Management of forest gardens (forest garden) by the Dayak Meratus people in Hinas Kiri Village, Batang Alai Timur District. The purpose of this study is to examine the system of forest garden management (forest garden) patters for Dayak Meratus community in the village of hinas kiri. The object of this research is the Dayak meratus community in Hinas Kiri Village, Batang Alai Timur District, Hulu Sungai Tengah Regency. This study uses a purposive sampling method, which is a deliberate sampling technique with parties who are considered capable and competent in providing descriptions and information to answer questions. The result of the data obtained were compiled, processed, and analyzed to be able to provide an overview of the exiting problems. Based on the result obtained from this study, the forest garden system in hinas kiri village is divided into 3 forest plantation systems, namely seasonal forest gardens, annual forest garden, mixed forest gardens (annual and seasonal).Pengelolaan Kebun Hutan (Forest Garden) Oleh Masyarakat Suku Dayak Meratus Di Desa Hinas Kiri Kecamatan Batang Alai Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji sistem pola pengelolaan kebun hutan (forest garden) masyarakat suku Dayak meratus di Desa Hinas Kiri. Objek pada penelitian ini adalah masyarakat Suku Dayak Meratus di Desa Hinas Kiri Kecamatan Batang Alai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel secara sengaja dengan pihak yang dianggap mampu dalam menjawab pertanyaan dan berkompeten dalam memberikan gambaran dan informasi. Hasil data yang didapatkan dianalisis dengan cara analisis deskriptif data-data tersebut disusun, diolah, dan dianalisis untuk dapat memberikan gambaran mengenai masalah yang ada. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah sistem kebun hutan yang terdapat di Desa Hinas Kiri terbagi menjadi 3  sistem kebun hutan yaitu kebun hutan semusim, kebun hutan tahunan, kebun hutan campuran (tahunan dan semusim).
KEBERHASILAN HUTAN KEMASYARAKAT (HKm) DI KPH TANAH LAUT Denny Purnomo; Daniel Itta; Syarifuddin Kadir
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 3 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi September 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i3.17625

Abstract

Hutan kemasyarakatn merupakan salah satu skema dari program Perhutanan sosial yang memberikan akses legal kepada masyarakat untuk mengelola hutan. Di Kesatuan Pengelolaan Hutan Tanah Laut ada 25 Izin Hutan Kemasyarakatan yang diberikan kepada 31 kelompok tani hutan dengan luas 5.970 hektar. Ada 18 kelompok yang telah memiliki izin selama 5 tahun sehinga perlu dilakukan evaluasi keberhasilan pelaksanaannya. Evaluasi dengan menggunakan kuesioner yang berisi kriteria dan indikator antara lain: perencanaan, tata kelola kawasan, tata kelola usaha, perlindungan hutan, pemberdayaan, kelembagaan dan kewajiban lain. Penilaian menggunakan metode yang diterbitkan oleh Yayasan Masyarakat Nusa Tenggara dengan sistem skala skoring antara 0 – 1425 untuk penilaian sangat baik sampai tidak baik. Penilaian terhadap 18 kelompok memperoleh skor rata-rata 697 dengan kategori Cukup Baik. Sehingga pelaksanaan Hutan Kemasyarakat di Kesatuan Pengelolaan Hutan Tanah Laut sudah cukup baik.
VALUASI EKONOMI EKOWISATA TAMAN NASIONAL TANJUNG PUTING DENGAN PENDEKATAN TRAVEL COST METHOD (TCM) DI KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT KALIMANTAN TENGAH Boby Riduan Fazrianda; Daniel Itta; Udiansyah Udiansyah
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i5.10664

Abstract

This study aims to attract visitors who come to Tanjung Puting National Park and analyze the economic valuation of the cost of visiting the ecotourism of Tanjung Puting National Park. The determination of respondents was carried out by the accidental sampling method (determining a sample based on chance) to obtain the desired questionnaire data. The conclusion is that some of the characteristics of visitors who come to TNTP include: type of visitors according to gender, type of visitors according to age, type of visitors according to occupation type of visitor according to education, type of visitor according to regional origin, type of visitor according to income, type of visitor according to the number of locations visited, type of visitor according to the purpose, visitor according to the number of groups in one visit,  visitor characteristics according to sources of information about TNTP, and the amount of fees needed for visitors to visit TNTP is obtained at Rp7,105,301 per individual per visit, while the total economic value obtained is Rp9,009,521,103.00,- per year.Penelitian ini bertujuan untuk pengunjung yang datang ke Taman Nasional Tanjung Puting dan menganlisis valuasi ekonomi dari biaya perjalanan berkunjung ke ekowisata Taman Nasional Tanjung Puting. Penentuan responden dilakukan dengan metode accidental sampling (menentukan sampel beralaskan kebetulan) untuk mendapatkan data kuesioner yang diinginkan. Kesimpulannya adalah beberapa karakateristik pengunjung yang datang ke TNTP meliputi: tipe pengunjung menurut jenis kelamin, tipe pengunjung menurut umur, tipe pengunjung menurut pekerjaan tipe pengunjung menurut pendidikian, tipe pengunjung menurut asal daerah, tipe pengunjung menurut pendapatan, tipe pengunjung menurut jumlah lokasi yang dikunjungi, tipe pengunjung menurut tujuan, pengunjung menurut jumlah rombongan dalam sekali kunjungan, karakteristik pengunjung menurut sumber informasi tentang TNTP , dan besar biaya yang dibutuhkan pengunjung untuk berkunjung ke TNTP di dapatkan sebesar Rp7.105.301,- per individu per kunjungan, sedangkan untuk nilai total ekonomi yang di dapatkan yaitu sebesar Rp9.009.521.103,00,- per tahun
PERBANDINGAN BIAYA DAN PENDAPATAN POLA AGROFORESTRI DARI ANGGOTA DAN BUKAN ANGGOTA KUPS AGROFORESTRI DI DESA NALUI KECAMATAN JARO Hariyati Safitri; Daniel Itta; Asysyifa Asysyifa
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i5.10657

Abstract

This study aims to analyze income cost and benefit of agroforestry patterns from member and non-members Social Forestry Business Group (SFBG) in Nalui Village, Jaro Distric. This research was conducted in Nalui Village, Jaro District by taking a sensus sample of 13 SFBG members and 15 respondentswho ware not SFBG members using a quantitativemethode based on a structure list of  question (questuonnaires). The largest costcomparison is found inrespondents who are not SFBG member of Rp.4.715,361.00/year, the largest income and profit is found in agroforestry SFBG members, which are Rp. 17.731.795,00/year and Rp.22.447.157.00Penelitian ini bertujuan menganalisis biaya pendpataan dan keuntungan pola agroforestri dari anggota dan bukan anggota Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) agroforestri di Desa Nalui Kecamatan Jaro. Penelitian ini dilakasanakan di Desa Nalui Kecamatan Jaro dengan pengambilan sampel secara sensus 13 anggota KUPS dan secara sengaja 15 reponden bukan anggota KUPS menggunakan metode kuantitatif berdasarkan daftar pertanyaan terstruktur (kuesioner). Perbandingan biaya terbesar terdapat pada responden bukan  anggota KUPS sebesar Rp.4.715.361,00/tahun, perbandingan pendapatan dan keuntungan terbesar terdapat pada anggota KUPS agroforestri yaitu  sebesar Rp.17.731.795,00/tahun dan Rp.22.447.157,00
PENILAIAN POTENSI DAYA TARIK EKOWISATA PANTAI TANJUNG DEWA KECAMATAN PANYIPATAN KABUPATEN TANAH LAUT Tania Agustiana; Fonny Rianawati; Daniel Itta
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i6.11021

Abstract

This research was conducted at Tanjung Dewa Beach located in Tanjung Dewa Village, a beach known only as a pier to get to Datu Island, and an assessment of the natural potential of the beach has not been identified. The status of land ownership that is still owned by individuals (privately) and there is no management intervention from the government makes Tanjung Dewa Beach less developed into a natural tourist attraction area. This study was conducted to identify the potential of Tanjung Dewa Beach's natural resources. The method used in this study is direct observation and interview techniques with a qualitative descriptive analysis approach in collecting data on the potential of Tanjung Dewa Beach. The landscape potential assessment used the Bureau of Land Management method and got a score of 24 with high potential. The potential for tourist attraction uses the Puspar method of Gadjah Mada University, and gets a score of 31 which is potentially low. Assessment of biodiversity using the Fandeli method, assessment of flora biodiversity on Tanjung Dewa Beach gets a scale of 4 which means good and there are 25 species. Assessment on fauna using interviews, direct observation, and citing research journals, the overall results of fauna get 24 species with a scale of 5 which means very good.Penelitian ini dilaksanakan di Pantai Tanjung Dewa yang berlokasi di Desa Tanjung Dewa, pantai yang dikenal hanya sebagai dermaga untuk menuju ke Pulau Datu, dan penilaian tentang potensi alam pantai tersebut belum teridentifikasi. Status kepemilikan lahan yang masih dimiliki perorangan (pribadi) serta belum ada campur tangan kepengelolaan dari pemerintah membuat Pantai Tanjung Dewa menjadi kurang berkembang menjadi kawasan objek wisata alam. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi sumber daya alam Pantai Tanjung Dewa. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu teknik pengamatan langsung dan wawancara dengan pendekatan analisis deskriptif kualitatif dalam pengambilan data potensi yang dimiliki Pantai Tanjung Dewa. Penilaian potensi lanskap menggunakan metode Bureau of Land Management dan mendapatkan skor 24 yang berpotensi tinggi. Potensi daya tarik wisata menggunakan metode Puspar Universitas Gadjah Mada, dan mendapatkan skor 31 yang berpotensi rendah. Penilaian keanekaragaman hayati menggunakan metode Fandeli, penilaian keanekaragaman hayati flora di Pantai Tanjung Dewa mendapatkan skala 4 yang artinya baik dan terdapat 25 jenis. Penilaian pada fauna menggunakan metode wawancara, pengamatan secara langsung, dan mengutip jurnal penelitian, hasil keseluruhan fauna mendapatkan 24 jenis dengan skala 5 yang artinya sangat baik.