Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Paket Wisata Asparagus Cooking Class di Desa Wisata Pelaga Kabupaten Badung Bali I Wayan Basi Arjana; I Ketut Suarja; I Wayan Pugra; I Made Sumartana
Madaniya Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.565

Abstract

Desa Pelaga terkenal dengan asparagus sebagai hasil pertanian unggulan dengan kualitas baik yang berpotensi untuk dikemas menjadi paket wisata untuk menguatkan keberadaan Desa Wisata Pelaga. Tujuan utama kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melakukan penguatan Desa Wisata Pelaga melalui pelatihan pembuatan paket wisata Asparagus Cooking Class. Metode pelatihan yang digunakan adalah mengelompokan peserta menjadi Kelompok Packaging dan Kelompok Cooking, penyuluhan dan demonstrasi pembuatan paket wisata Asparagus Cooking Class diberikan kepada kelompok packaging, penyuluhan, dan demontrasi memasak diberikan kepada Kelompok Cooking, melakukan evaluasi untuk menidentifikasi kondisi awal dan akhir peserta. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta baik dalam kelompok packaging maupun Kelompok Cooking. Kelompok Packaging mampu membuat paket wisata dengan memasukkan unsur atraksi memasak asparagus sebagai daya tarik utama paket wisata Asparagus Cooking Class dengan baik, Kelompok Cooking mampu mendemonstrasikan pembuatan menu masakan berbahan dasar asparagus dengan baik. Hasil kegiatan ini diharapkan dapat memberi penguatan pada Desa Wisata Pelaga dalam penyediaan pilihan produk yang dapat menarik minat wisatawan untuk melakukan kunjungan ke desa Pelaga. Membuat kemasan potensi lokal hasil pertanian unggulan asparagus menjadi paket wisata cooking class memberi kontribusi pilihan produk unik penciri khas Desa Wisata Pelaga. Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan penting adanya untuk mendukung keberadaan desa wisata sebagai aset milik warga desa dalam bingkai pariwisata berbasis masyarakat.
Sinergi Akademisi, Pokdarwis, dan Komunitas Pecinta Sungai dalam Pemetaan Potensi Wisata Tukad Lilaulangun Muhamad Nova; I Made Budiasa; I Wayan Basi Arjana; Cokorda Istri Sri Widhari
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Mei
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v5i2.638

Abstract

Kesiman Village has an urban tourism potential that can attract visitors to enjoy recreational activities with their families. This tourism potential is located at Tukad Lilaulangun Kebonkori, situated behind the Kebonkuri Lukluk community hall (balai banjar). Tukad Lilaulangun is currently being developed as a regional icon by the Kesiman Village administration. However, based on initial observations and preliminary interviews, it was identified that Tukad Lilaulangun does not yet have a fixed agenda or tourism attractions that can draw both local and international tourists to visit. On the other hand, community education regarding the importance of maintaining river cleanliness and sustainability remains insufficient. Therefore, technological integration is needed to deliver environmental campaigns effectively to people across generations. In response to these challenges, the Department of Tourism at Bali State Polytechnic contributed through a community service program aimed at mapping the area’s tourism potential. This program was carried out in several stages, including socialization, digital marketing training, tourism potential mapping, and focus group discussions. The methods applied involved outreach activities, face-to-face material delivery, and direct practical implementation. Three activities were successfully conducted, resulting in an average partner satisfaction score of 3.22 (satisfied) in the preparation stage, 3.30 (very satisfied) during implementation, and 3.21 (satisfied) in the evaluation stage. These results indicate a strong alignment between the partner’s challenges and the solutions that have been implemented.