Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Keefektifan pembelajaran berbasis proyek ditinjau dari prestasi belajar, kemampuan berpikir kritis, dan kepercayaan diri siswa Isnaini Nur Azizah; Djamilah Bondan Widjajanti
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol 6, No 2: November 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjan Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jrpm.v6i2.15927

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan keefektifan pembelajaran berbasis proyek pada materi statistika ditinjau dari prestasi belajar, kemampuan berpikir kritis, dan kepercayaan diri siswa SMP kelas VII. Pembelajaran berbasis proyek terdiri dari enam langkah yaitu: (1) penentuan proyek; (2) perancangan langkah-langkah penyelesaian proyek; (3) penyusunan jadwal pelaksanaan proyek; (4) penyelesaian proyek dengan fasilitasi dan monitoring guru; (5) penyusunan laporan dan presentasi/publikasi hasil proyek; dan (6) evaluasi dan hasil proyek. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 1 Yogyakarta. Instrumen yang digunakan adalah tes prestasi belajar, tes kemampuan berpikir kritis, angket kepercayaan diri, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Uji hipotesis menggunakan uji proporsi Z pada taraf signifikan 95% (α = 5%). Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh proporsi siswa yang prestasi belajarnya telah mencapai KKM lebih dari 75%. Proporsi siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis dan kepercayaan diri pada kategori minimal “baik” lebih dari 75%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis proyek efektif ditinjau dari prestasi belajar, kemampuan berpikir kritis, dan kepercayaan diri siswa. The effectiveness of project-based learning viewed from students’ learning achievement, critical thinking skill, and self-confidenceAbstractThe purpose of this study was to describe the effectiveness of project-based learning in statistical material viewed from learning achievement, critical thinking skills, and self-confidence of seventh-grade junior high school students. Project-based learning consists of six steps: (1) determining the project; (2) designing project completion steps; (3) preparing the project implementation schedule; (4) completion of the project with facilitation and monitoring from the teacher; (5) preparation of reports and presentation/ publication of project results; and (6) evaluation and results of the project. The population in this study was seventh-grade students of SMP 1 Yogyakarta, Indonesia. The instruments used were a learning achievement test, a critical thinking ability test, a self-confidence questionnaire, and an observation sheet of learning accomplishments. Hypothesis testing uses the proportion Z test at a significant level of 95% (α = 5%). Based on the results of the hypothesis test, the proportion of students who have learning achievement reached KKM was more than 75%. The proportion of students who have critical thinking skills and self-confidence in the minimum category of "good" was more than 75%. Thus it could be concluded that project-based learning was an effective view from students’ learning achievement, critical thinking skills, and self-confidence.
PENINGKATAN KETERAMPILAN HITUNG BILANGAN BULAT MELALUI METODE ELECTRICAL CHARGES PADA SISWA KELAS V SD Muginah Muginah; Djamilah Bondan Widjajanti
Jurnal Prima Edukasia Vol 2, No 2: July 2014
Publisher : Asosiasi Dosen PGSD dan Dikdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.416 KB) | DOI: 10.21831/jpe.v2i2.2716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan hitung bilangan bulat dengan model electrical charges pada siswa kelas V SD 1 Kadipiro, Kasihan, Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian tidakan kelas (PTK), yang terdiri atas dua siklus. Setiap siklus mengikuti tahapan-tahapan Model Kemmis dan Taggart yang meliputi: perencanaan, tindakan dan observasi, refleksi. Kriteria keberhasilan penelitian diukur dari (1) nilai rata-rata kelas minimal 70, (2) minimal 80% siswa telah mencapai KKM yang ditetapkan yaitu 65, dan (3) minimal 80% siswa memberikan respon terhadap pembelajaran dalam kategori baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model Electrical Charges dapat meningkatkan keterampilan operasi hitung bilangan bulat. Hal itu terbukti dari tercapainya semua kriteria keberhasilan yang ditetapkan dalam penelitian. Di antaranya (1) hasil tes menunjukkan nilai rata-rata kelas 73,6 (2) persentase siswa yang mencapai nilai KKM yang ditetapkan sekolah sebesar 91%, dan (3) respon siswa terhadap pembelajaran operasi bilangan bulat dengan model Electrical Charges100% dalam kategori baik.IMPROVING INTEGER OPERATION SKILLS WITH ELECTRICAL CHARGES MODEL OF FIFTH GRADE STUDENTSABSTRACTThe aim of this research is to improve the integer operation skills using the electrical charges model in the fifth grade students of SD 1 Kadipiro, Kasihan, Bantul. This research is a classroom action research of two cycles. Each cycle follows the stages in Kemmis and Taggart model including: planning, action and observation, and reflection. The criteria of success were (1) the averages of test scores increased, (2) minimum 80% students exceeded the minimum achievement criterion, and (3) the criteria of the students’ responses to learning integer were in a good category (80%). The results show that the use of the electrical charges model can improve the integer operation skill. The criteria of this research can be achieved: (1) the average of the test results are 73,6, (2) the percentage of the students who exceed the minimum achievement criterion is 91%, and (3) 100% of students responses to learning activities are in good criteria.Keywords: operation skill, integer, electrical charges model.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Model Learning Cycle 7e Siswa Kelas X SMA Tahap Preliminary Research Sri Ulfa Insani; Djamilah Bondan Widjajanti
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.052 KB) | DOI: 10.31004/cendekia.v3i1.80

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran trigonometri dengan model learning cycle 7e berdasarkan aspek kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah dan rasa ingin tahu siswa kelas X SMA. Pembelajaran dengan model learning cycle 7e terdiri dari tujuh tahapan yaitu elicit, engage, explore, explain, elaborate, evaluate, dan extend. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan terdiri dari RPP dan LKS. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate). Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar validasi, penilaian guru, penilaian siswa, observasi keterlaksanaan pembelajaran, soal kemampuan pemecahan masalah, dan angket rasa ingin tahu. Perangkat pembelajaran dikatakan efektif jika persentase siswa yang memenuhi ketuntasan secara klasikal tes kemampuan pemecahan masalah minimal mencapai 75%, dan jika persentase hasil angket rasa ingin tahu siswa memenuhi kategori tinggi minimal 75%. Tahap awal pada penelitian adalah dengan melakukan tahap analisis dengan langkah melakukan analisis kebutuhan, analisis materi, dan analisis karakter siswa. Dalam tahap ini, dirancang RPP dan LKS dengan model learning cycle 7e pada semester genap. Untuk menentukan kriteria kevalidan digunakan lembar validasi berdasarkan penilaian para ahli. Kemudian untuk kriteria kepraktisan digunakan lembar penilaian guru, siswa, dan observasi keterlaksanaan pembelajaran. Selanjutnya untuk menentukan kriteria keefektifan dilihat dari hasil nilai siswa dengan memberikan soal kemampuan pemecahan masalah dan angket rasa ingin tahu.
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN BELIEF CALON GURU MATEMATIKA MELALUI STRATEGI PERKULIAHAN KOLABORATIF Djamilah Bondan Widjajanti; Wahyudin .
Jurnal Cakrawala Pendidikan No 3 (2011): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI NOVEMBER 2011, Th. XXX, No. 3
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.049 KB) | DOI: 10.21831/cp.v3i3.4204

Abstract

Abstract: Developing Mathematics Student-Teachers’ Problem Solving Competence and Belief Through a Collaborative Learning Strategy. This study aimed to analyze the implementation of a collaborative problem-based learning strategy in developing mathematics student-teachers’ problem solving competence and belief in mathematics learning. It was a quasi-experimental study employing a 2 × 2 factorial design with two dependent variables. The subjects were 83 students of Mathematics Education Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Yogyakarta State University, who took the Discrete Mathematics course in the semester of September - December 2009. The instruments were a test on problem-solving competence, a psychological scale to measure the students' belief, observation sheets, and interview guides. The data were analyzed using two-way MANOVA at a significance level of α = 0.05. The results show that the collaborative problem-based learning strategy is superior to the conventional learning strategy to develop students’ problem solving competence and belief in mathematics learning. Keywords: problem-solving, belief, collaborative
Singaporean and Japanese Maths Textbooks: Character, Structure, and Content Khilyatul Auliya'; Djamilah Bondan Widjajanti
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.202 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.2141

Abstract

AbstrakMeningkatkan pengajaran matematika secara terus menerus merupakan upaya yang harus terus dilakukan. Hal ini dikarenakan matematika tidak  hanya dipelajari oleh siswa sepanjang tahun tetapi juga banyak digunakan sebagai indikator kunci keberhasilan individu siswa. Salah satu faktor penting yang mempengaruhi pengajaran matematika adalah buku teks. Artikel ini membahas buku teks matematika dari dua negara, yaitu Singapura dan Jepang.  Kajian terhadap kedua buku teks dilakukan terhadap karakter fisik, struktur, dan topik/isi buku teks. Kesimpulan hasil kajian ini sebagai berikut. Secara fisik, Buku teks matematika Singapura lebih sederhana dalam warna, dibandingkan buku teks matematika Jepang. Jumlah halaman Buku teks Singapura lebih banyak dari jumlah halaman Buku teks Jepang. Dari segi struktur buku, pada Buku teks matematika Singapura, terdapat beberapa bab yang dimulai dengan ringkasan materi prasyarat, kemudian diikuti dengan materi dasar, contoh dan penyelesaiannya, dan latihan. Sedangkan pada Buku teks matematika Jepang, sebagian besar diawali dengan ilustrasi mengenai topik yang dibahas, materi prasyarat, pertanyaan mendasar, ringkasan materi, contoh dan penyelesaiannya, pengayaan, dan latihan soal. Pada buku teks sekolah menengah Singapura, lebih ditekan kan pada domain Geometri dan Pengukuran, sedangkan Buku teks sekolah menengah Jepang lebih ditekankan pada domain Relasi dan Aljabar, kemudian urutan selanjutnya domain Geometri dan Pengukuran. AbstractContinuous improvement of mathematics teaching is a continual process. The ground of the improvement is that mathematics is not only studied by students throughout the year but it is also widely used as a key indicator of students’ success. One of the important factors that influence the teaching of mathematics is textbooks. This study discussed mathematics textbooks from two countries, namely Singapore and Japan. The aim was to examine the textbooks’  physical character, structure, and topic/content. The study pointed out several important points. The Singaporean Math Textbook is physically simpler in colour than the Japanese Math Textbook. It also had more pages than the Japanese Textbook. Regarding the book's structure, several chapters in the Singaporean Mathematics Textbook began with a summary of the prerequisite material, followed by key topics, examples and solutions, and exercises. In Japanese Mathematics Textbooks, most chapters started with illustrations on the topics discussed, prerequisite material, essential questions, summaries, examples and solutions, enrichment, and exercises. In the Singaporean secondary school textbooks, it emphasized the Geometry and Measurement domains, while the Japanese secondary school textbooks emphasized the Relation and Algebra domains followed by the Geometry and Measurement domains.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BERBASIS KECERDASAN MAJEMUK DITINJAU DARI KEYAKINAN SISWA TERHADAP MATEMATIKA DAN PRESTASI BELAJAR Febrina Rizki Dwiyana; Djamilah Bondan Widjajanti
Jurnal Pedagogi Matematika Vol 6, No 5 (2017): Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpm.v6i5.7799

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran berbasis kecerdasan majemuk ditinjau dari: (1) keyakinan siswa terhadap matematika; dan (2) prestasi belajar siswa. Pembelajaran berbasis kecerdasan majemuk adalah pembelajaran yang memanfaatkan kecerdasan siswa untuk membantu pembelajaran secara optimal. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan one group pretest-postest design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 6 Yogyakarta dan sampelnya adalah kelas VII-F yang dipilih secara acak. Instrumen yang digunakan adalah angket keyakinan siswa terhadap matematika dan soal pretest-posttest. Pembelajaran dikatakan efektif jika: (1) rata-rata skor keyakinan akhir lebih dari rata-rata skor keyakinan awal dan rata-rata skor keyakinan akhir minimal mencapai kategori tinggi; dan (2) rata-rata nilai posttest lebih dari rata-rata nilai pretest dan proporsi siswa yang memperoleh nilai minimal kategori baik lebih dari. Berdasarkan uji hipotesis dengan taraf signifikansimenunjukan bahwa pembelajaran berbasis kecerdasan majemuk efektif ditinjau dari: (1) keyakinan siswa terhadap matematika; dan (2) prestasi belajar siswa.Kata kunci: efektivitas pembelajaran, kecerdasan majemuk, keyakinan siswa terhadap matematika, prestasi belajar.
EFEKTIVITAS MODEL PENEMUAN TERBIMBING DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK DITINJAU DARI PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DAN RASA INGIN TAHU SISWA MTS NEGERI 5 SLEMAN Diyah Wahyu Utami , Dr. Djamilah Bondan Widjajanti
Jurnal Pedagogi Matematika Vol 7, No 5 (2018): Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpm.v7i5.11315

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model penemuan terbimbing dalam pendekatan saintifik ditinjau dari pemahaman konsep matematika dan rasa ingin tahu siswa MTS Negeri 5 Sleman. Penelitian ini merupakan penelitian pre-experimental dengan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas VII MTS Negeri 5 Sleman semester II Tahun Ajaran 2017/2018 dengan sampel siswa kelas VII D. Kelas VII D diberi perlakuan berupa pembelajaran dengan model penemuan terbimbing dalam pendekatan saintifik. Instrumen yang digunakan berupa soal pretest dan posttest berbentuk isian singkat dan uraian untuk mengukur pemahaman konsep matematika, angket rasa ingin tahu siswa, serta lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Berdasarkan uji hipotesis menggunakan taraf signifikan 5%, dapat disimpulkan bahwa model penemuan terbimbing dalam pendekatan saintifik efektif ditinjau dari pemahaman konsep matematika dan tidak efektif ditinjau dari rasa ingin tahu siswa kelas VII MTS Negeri 5 Sleman pada materi Segiempat dan Segitiga. Kata kunci: model penemuan terbimbing, pemahaman konsep matematika, rasa ingin tahu AbstractThe aim of this study was to know the effectiveness of mathematics teaching using guided discovery learning model in scientific approach in terms of mathematics conseptual understanding and curiosity of MTS Negeri 5 Sleman’s students.  This study was a pre-experimental research using one group pretest posttest design. Population of the study was all students of 7th grade of MTS Negeri 5 Sleman in the second semester 2017/2018 academic year. The sample of the study was students of class VII D. They were taught using guided discovery learning model in scientific approach. The instruments consisted of pretest-posttest questions to measure mathematics conceptual understanding, questionnaire to measure student’s curiosity before and after treatment, and learning implementation observation sheet. Based on hypothesis test at the significance level of 5%, it can be concluded that guided discovery learning model in scientific approach was effective in terms of mathematics conceptual understanding and not effective in terms of curiosity of class VII students on the topic Rectangular and Triangle. Keywords: guided discovery, mathematics conseptual understanding, curiosity
A Meta-Analysis: The Effect of Emotional Intelligence on Students' Mathematics Learning Outcomes in Indonesia Aljura, Ahmad Naufal; Retnawati, Heri; Widjajanti, Djamilah Bondan
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jrpm.v11i2.71116

Abstract

This study aimed to determine the effect size of emotional intelligence on student learning outcomes in Mathematics learning, described research trends based on categories, and described emotional intelligence scales (instruments) used in Mathematics learning. This research used a quantitative approach with the method of Systematic Literature Review with Meta-Analysis. The data collected for the qualitative descriptive were 14 research articles and for the combined effect size analysis were 11 articles. It was found that the research trend on the effect of emotional intelligence on Mathematics learning outcomes has increased from 2015 to 2022. The results of the analysis showed that the significant effect of Emotional Intelligence on students' Mathematics learning outcomes was categorized as " medium impact". For the category of education level, junior high school has the highest combined effect value (1.120) in its subgroup, which is categorized as "very high impact". For the demographic category, Kalimantan, Nusa Tenggara, and Maluku regions have the highest combined effect value (0.806) in their subgroups categorized as "high impact". For the type of emotional intelligence scale, articles with standardized (0.659) and unspecified (0.698) scales have relatively the same effect categorized as "medium impact", and the dominance of its use is based on Solovey and Mayer.
KEEFEKTIFAN PBL DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF MATEMATIS, SERTA SELF-ESTEEM SISWA SMP Happy, Nurina; Widjajanti, Djamilah Bondan
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 1: May 2014
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.606 KB) | DOI: 10.21831/jrpm.v1i1.2663

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) keefektifan problem-based learning (PBL) ditinjau dari (a) kemampuan berpikir kritis matematis, (b) kemampuan berpikir kreatif matematis, dan (c) self-esteem; serta (2) perbandingan keefektifan problem-based learning dan pembelajaran konvensional ditinjau dari (a) kemampuan berpikir kritis matematis, (b) kemampuan berpikir kreatif matematis, dan (c) self-esteem. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Pengumpulan data menggunakan metode pemberian pretest dan posttest kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematis, serta pemberian angket self-esteem sebelum dan sesudah perlakuan. Uji statistik yang diguna-kan adalah uji proporsi dan uji selisih antara dua proporsi. Hasil penelitian menunjukkan pada taraf signifikansi 5% dapat disimpulkan bahwa (1) problem-based learning efektif ditinjau dari kemampuan berpikir kreatif matematis, tetapi tidak efektif ditinjau dari kemampuan berpikir kritis matematis dan self-esteem; serta (2) problem-based learning lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional ditinjau dari (a) kemampuan berpikir kritis matematis, (b) kemampuan berpikir kreatif matematis, dan (c) self-esteem.Kata kunci: problem-based learning, berpikir kritis, berpikir kreatif, self-esteem
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN TEOREMA PYTHAGORAS DENGAN MEDIA BERBANTUAN KOMPUTER Ayda, Erni; Widjajanti, Djamilah Bondan
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 2: November 2014
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.808 KB) | DOI: 10.21831/jrpm.v1i2.2677

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran matematika SMP dengan media berbantuan komputer pada materi teorema Pythagoras yang valid, praktis, dan efektif ditinjau dari prestasi belajar matematika dan mathematics self-efficacy siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang terdiri atas empat tahap, yaitu tahap define, design, develop, dan disseminate. Subjek coba dalam penelitian ini terdiri atas 9 siswa untuk uji coba kelompok kecil dan 30 siswa untuk uji coba lapangan. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 2 Banyubiru, Kabupaten Semarang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar validasi, lembar penilaian guru, lembar penilaian siswa, lembar observasi kegiatan guru, lembar observasi kegiatan siswa, dan kuesioner mathematics self-efficacy. Kriteria keberhasilan dalam penelitian ini adalah jika banyaknya siswa yang memperoleh nilai tes akhir melebihi KKM lebih dari 75% dan siswa yang memiliki skor mathematics self-efficacy pada kriteria tinggi atau sangat tinggi lebih dari 75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah valid, praktis, dan efektif ditinjau dari prestasi siswa dan skor mathematics self-efficacymereka.Kata kunci: pengembangan, silabus, RPP, LKS, media, prestasi belajar siswa, mathematics self-efficacy.