Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

INCREASED YIELD AND NUTRITIONAL VALUE OF KUMPAI GRASS (Hymenachne amplexicaulis (Rudge) Nees.) WITH ARBUSCULAR MYCORRHIZAL FUNGI AND ORGANIC FERTILIZER IN RED-YELLOW PODZOLIC SOIL Evita Yani, Hardi Syafria, Novirman Jamarun, Mardiati Zein
International Journal of Agricultural Sciences Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/ijasc.1.1.47-54.2015

Abstract

Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) can help plants by improving the uptake of low P availability acidsoils. Organic fertilizers can effect the physical, chemical and biological soil. The purpose of this research is tostudy and determine the effect of AMF and organic fertilizer on increasing yield and nutritional value of kumpaigrass in red-yellow podzolic acid soils. The study design used a completely randomized 5 x 3 factorial pattern andrepeat three times. Two factors as treatment: AMF and organic fertilizer. AMF usage consisted of three levels:control (0 g/pot), AMF (10 g/pot) and AMF (20 g/pot). The organic fertilizer usage consisteds of five levels:control (0 %), manure (50 %), manure (100 %), compost (50 %) and compost (100 %). Variables measuredincluded the width of leaves, plant length, number of tillers, the yield of forage dry matter, crude protein,phosphorus, dry matter and organic matter digestibility. The results showed that the AMF and organic fertilizer hada highly significant (P<0.01) effect for all observed variables. The interaction AMF and organic fertilizers hadsignificant effect on crude protein, phosphorus and organic matter digestibility.
PENGARUH TURBULENSI DAN KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN TERHADAP KINERJA FINANSIAL IKM DI KOTA PADANG Fandeli, Hary; Jamarun, Novirman; Putri, Ruhil Amani Jozura; Alvendri, Fathila Fausta
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.2404

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the impact of environmental turbulence on environmental sustainability and financial performance of Small and Medium Enterprises (SMEs) in Padang City, with environmental sustainability as a mediating variable. Environmental turbulence, including market changes, policies, and economic dynamics, is considered a significant challenge for SMEs to survive amidst uncertainties. The study applies Partial Least Square - Structural Equation Modelling (PLS-SEM) using data collected through questionnaires from SME owners and employees. The findings reveal that environmental turbulence does not have a direct significant impact on financial performance but positively affects environmental sustainability. Furthermore, environmental sustainability significantly contributes to improving SMEs’ financial performance. These results indicate that adopting sustainability practices, such as reducing resource usage and producing environmentally friendly products, can serve as a vital adaptive strategy to enhance efficiency, competitiveness, and profitability in the long term. This study recommends the importance of government and stakeholder support in helping SMEs integrate sustainability into their operations to create stability amidst business environment dynamics. Keywords: Environmental Turbulence; Environmental Sustainability; Financial                  Performance; Small and Medium Enterprises. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh turbulensi lingkungan terhadap keberlanjutan lingkungan dan kinerja finansial Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kota Padang, dengan keberlanjutan lingkungan sebagai variabel mediasi. Turbulensi lingkungan, yang mencakup perubahan pasar, kebijakan, serta dinamika ekonomi, dianggap sebagai tantangan utama bagi IKM untuk bertahan di tengah ketidakpastian. Penelitian ini menggunakan metode Partial Least Square - Structural Equation Modelling (PLS-SEM) dengan data yang dikumpulkan melalui kuesioner dari pemilik dan karyawan IKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa turbulensi lingkungan tidak memiliki dampak langsung signifikan terhadap kinerja finansial IKM, tetapi memiliki pengaruh positif signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan. Sementara itu, keberlanjutan lingkungan terbukti berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan kinerja finansial IKM. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan praktik keberlanjutan, seperti pengurangan penggunaan sumber daya dan produksi ramah lingkungan, dapat menjadi strategi adaptasi penting untuk meningkatkan efisiensi, daya saing, dan profitabilitas jangka panjang. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya dukungan pemerintah dan pemangku kepentingan dalam membantu IKM mengintegrasikan keberlanjutan dalam operasional mereka untuk menciptakan stabilitas di tengah dinamika lingkungan bisnis. Kata kunci: Turbulensi Lingkungan; Keberlanjutan Lingkungan; Kinerja Finansial; Industri Kecil dan Menengah.
Agronomi, Produksi, Dan Nilai Kecernaan Leguminosa Indigofera zollingeriana Yang Diberi Pemupukan N, P, dan K Dan Inokulasi Fungi Mikoriza Arbuskula cv. Glomus manihottis Di Lahan Ultisol Kepulauan Mentawai Zakirman, Zakirman; Evitayani, Evitayani; Jamarun, Novirman
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.11844

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan FMA dan pupuk N, P, dan K terhadap agronomi, produksi dan Analisa  kandungan dan kecernaan Bahan Organik, Bahan Kering, Protein Kasar, Indigofera zollingeriana sp. yang ditanam di lahan ultisol. Perlakuan yang diberikan terdiri dari perlakuan P0 (100% pupuk N,P,dan K+Pupuk kandang tanpa FMA), perlakuan P1 (100% pupuk N,P,dan K+Pupuk kandang+10 g FMA), perlakuan P2 (75% pupuk N,P,dan K+Pupuk kandang+10 g FMA), perlakuan P3 (50% pupuk N,P, dan K+Pupuk kandang+10 g FMA), dan perlakuan P4 (25% pupuk N,P,dan K+Pupuk kandang+10 g FMA). Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, batang, jumlah daun, produksi segar, produksi kering, dan kecernaan zat-zat makanan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan hasil berbeda tidak nyata (P0,05) terhadap agronomi, produksi dan analisa kandungan dan kecernaan zat makanan. Hasil yang terbaik terdapat P1 tinggi tanaman 71,05 cm, panjang daun 6,07 cm, lebar daun 2,48 cm, diameter batang 0,69 cm, namun pada jumlah daun perlakuan P2 terbanyak 356,12 helai, produksi segar 8,96 ton/ha/panen, produksi bahan kering 2,18 ton/ha/panen, KcBK 64,06%, KcBO 69,82%, dan KcPK 70%. Kesimpulan bahwa pemberian dosis pupuk N, P, dan K sebanyak 25 % yang diinokulasi dengan 10 g FMA mampu mempertahankan produktivitas Indigofera zollingeriana sp. di lahan ultisol.
Tapioca Starch is used as An Adhesive in "Complete Feed Wafers" Based on Fermented Sugarcane Tops and Tithonia for the Physical Properties of Wafers Ikhlas, Zaitul; Jamarun, Novirman; Zain, Mardiati; Agustin, Fauzia; Yanti, Gusri; Fitri, Yelly; Safitri, Rika; Hidayat, Muhammad Zhorif
Andalasian Livestock Vol. 1 No. 2 (2024): ALive
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/alive.v1.n2.p164-172.2024

Abstract

This study aims to determine how long fermented sugarcane tops (Saccharum officinarum L.) and tithonia (Tithonia diversifolia) wafers can be stored. This study used a completely randomized design with four treatments and four replicates. The treatments consisted of T1 (15 days storage duration), T2 (30 days storage duration), T3 (45 days storage duration), and T4 (60 days storage duration). The variables measured were color, aroma, texture, density, water absorption, and total fungal colonies. The data obtained from the study were analyzed using the variance analysis method, and the differences in the means of each treatment were further tested using the Duncan Multiple Range Test. The results of the analysis showed that shelf life had a very significant effect (P<0.01) on color, aroma, texture, water absorption, and total fungal colonies but gave no significant effect (P>0.05) on wafer density. The average results of color (3.3 - 3.7), aroma (3.2 - 3.6), texture (3.1 - 3.6), density (0.60 - 0.71 g/cm3), water absorption (72.8 - 85.3%) and total fungal colonies (1.10 x 102 CFU/ml to 3.03 x 102 CFU/ml). The results of this study indicate that 60 days of storage on sugarcane tops and tithonia wafers can still maintain the physical quality of wafers in terms of color, aroma, texture, water absorption, and total fungal colonies.
Evaluasi Kinerja Improved Spread Spectrum Steganography pada Advanced Audio Coding Luthfi, Amirul; Jamarun, Novirman
Jurnal Nasional Teknologi dan Sistem Informasi Vol 10 No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Departemen Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/TEKNOSI.v10i3.2024.223-230

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi kinerja Improved Spread Spectrum (ISS) Steganography pada Advanced Audio Coding (AAC), sebuah format kompresi audio yang efisien namun proses kompresinya yang kompleks dapat mempengaruhi akurasi teknik Steganography. Metode embedding ISS yang digunakan meliputi Maximum Distortion dan Optimum ISS serta pemanfaatan noise feedback untuk mengoptimalkan keutuhan data selama proses kompresi dan dekompresi. Penelitian ini juga melibatkan Spread Spectrum (SS) Steganography standar sebagai referensi pengukuran kinerja ISS Steganografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Maximum Distortion ISS memberikan peningkatan kinerja yang signifikan, untuk mencapai error probability mendekati -5, ISS membutuhkan watermark energy sekitar 18 pada bitrate 80 kbps dibandingkan dengan metode SS standar yang membutuhkan watermark energy  sebesar 104. Sebaliknya, metode Optimum ISS menunjukkan performa yang kurang memadai dengan error probability sekitar -0.5 pada kompresi AAC. Penggunaan noise feedback terbukti mampu mencapai kinerja optimal pada seluruh bitrate transmisi yang diuji dibandingkan dengan masukan level noise statis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode Maximum Distortion ISS dengan noise feedback direkomendasikan untuk digunakan pada kanal transmisi digital dengan kompresi AAC, memberikan kinerja yang lebih baik dalam menjaga data tersembunyi selama proses kompresi dan dekompresi.
Analysis of Irrigation Water Requirement in Batang Sanipan 2 Irrigation Area Limapuluh Kota Regency Arbi, Yaumal; Jamarun, Novirman; Sumbara, Bagas
CIVED Vol. 10 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v10i3.4

Abstract

Limapuluh Kota Regency is one of the rice producing districts in West Sumatra Province, so an irrigation network is needed to meet water requirement for agricultural productivity. The problem that occurs in the Batang Sanipan 2 irrigation area is the inability of water to flow through the service area to the end point of the irrigation area. Based on observations from e-PAKSI data from the Limapuluh Kota Regency Public Works Office, water can only flow up to a distance of 3.175 km from the intake gate and experience water loss along 1.445 km to the end of the canal. Therefore, it is necessary to study the analysis of irrigation water requirement in the irrigation area of Batang Sanipan 2, Limapuluh Kota Regency. This type of research is descriptive with a quantitative approach. Research methods carried out directly in the field. Based on data analysis, the results obtained from the manual calculation of KP – 01 the maximum irrigation water requirement with a value of 0.139 m3/second which occurred in March, while in the Cropwat software the maximum irrigation water requirement with a value of 0.149 m3/second which occurred in July. The results of measuring the discharge at the intake of the Batang Sanipan 2 weir obtained a discharge of 0.378 m3/second. Based on this, water is sufficient to flow through the entire agricultural area of the Batang Sanipan 2 irrigation area, but the current conditions are that water is not able to flow through parts of the Batang Sanipan 2 irrigation service area.
Pidan Quail Eggs: Comparative Study of the Physicochemical and Sensory Characteristics of Coconut Fibre Ash and Quicklime as Natural Alkalis Novia, Deni; Melia, Sri; Jamarun, Novirman; Habibburrahman
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan Vol. 34 No. 2 (2024): August 2024
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiip.2024.034.02.14

Abstract

Pidan eggs can be made into less safe food because of the ingredients used in making them. Coconut fibre ash and quicklime are natural ingredients with alkaline pH values that can be used to make pidan eggs. This research aimed to compare the influence of ash coconut fibre and quicklime yang on egg quail's physicochemical and sensory characteristics. The study employed a methodological approach utilizing a fully randomized design comprising five treatments with four replications each. The treatments involved varying ratios of coconut fibre ash to quicklime: A (90:10), B (70:30), C (50:50), D (30:70), and E (10:90). Diversity analysis revealed that the duration of alkaline fermentation significantly affected (P<0.05) the moisture content, pH value, calcium content, sensory attributes of the albumen and yolk color, and texture. However, it did not significantly impact the aroma of pidan quail eggs. The best research results were a ratio of coconut fibre ash to quicklime of 10:90 with a pH value of 10.53, moisture content of 70.74%, calcium content of 0.51%, sensory value of albumen color of 3.80 (blackish brown), egg yolk color of 4.24 (dark green/dark), aroma of 3.04 (smells of ammonia), and texture of 3.84 (slightly dense).
Hubungan Karakteristik Inseminator Terhadap Keberhasilan Inseminasi Buatan di Kabupaten Sijunjung: The Relationship of Inseminator Characteristics to The Success of Artificial Insemination in Sijunjung District Rahmadanil; Elisia, Rini; Jamarun, Novirman
Journal of Livestock and Animal Health Vol. 7 No. 2 (2024): August
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jlah.v7i2.48

Abstract

Salah satu faktor penentu keberhasilan inseminasi buatan adalah adanya inseminator sebagai pelaksana inseminasi. Keterampilan dan keahlian inseminator dalam mendeteksi estrus, sanitasi peralatan, penanganan semen beku, pencairan semen, dan kemampuan melakukan inseminasi akan menentukan keberhasilan inseminasi buatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan inseminasi buatan berdasarkan karakteristik (internal dan eksternal) inseminator di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode survei, dimana data primer diperoleh dari wawancara terhadap 10 orang inseminator aktif di Kabupaten Sijunjung yang berjumlah 2.713 akseptor. Analisis data menggunakan uji F untuk melihat pengaruh variabel secara simultan dan uji T parsial untuk melihat pengaruh masing-masing variabel. Parameter pengamatannya adalah karakteristik internal inseminator yang meliputi: masa kerja, intensitas pelatihan, tanggung jawab, ketelitian, kemampuan mengelola semen beku dan deteksi estrus. Ciri-ciri eksternal inseminator antara lain: jarak pelayanan, fasilitas pendukung, sanitasi peralatan, kondisi posko IB dan imbalan sukarela. Hasil penelitian menunjukkan nilai S/C sebesar 1,91 dan karakteristik internal inseminator meliputi masa kerja, tanggung jawab, ketelitian, kemampuan mengelola semen beku dan deteksi estrus mempunyai pengaruh yang signifikan (P kecil dari 0,05) terhadap keberhasilan IB dan intensitas pelatihan tidak berpengaruh atas keberhasilan IB. Karakteristik eksternal inseminator yang meliputi jarak pelayanan, sarana penunjang dan sanitasi peralatan terbukti berpengaruh nyata (p kecil dari 0,05) terhadap keberhasilan IB, sedangkan kondisi posko IB dan imbalan sukarela tidak berpengaruh nyata (p besar dari 0,05) terhadap keberhasilan IB. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat keberhasilan IB di Kabupaten Sijunjung termasuk dalam kategori baik dengan nilai S/C sebesar 1,91 dan karakteristik internal dan eksternal inseminator mempengaruhi keberhasilan IB di Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat, Indonesia.
SILASE RUMPUT GAJAH DAN AMONIASI JERAMI SEBAGAI PAKAN TERNAK SAPI POTONG UNTUK MENINGKATAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT DI KELOMPOK TANI BANDA GADANG , PADANG PARIAMAN Evitayani, Evitayani; Jamarun, Novirman; Amir, Arni; Ningrat, Rusmana Setia; Lismanto, Ferry; Kumagai, Hajime; Astuti, Tri; Putra, Bela
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.42017

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan perekonomian peternak di Kelompok Tani Banda Gadang, Padang Pariaman, melalui inovasi pakan ternak berbasis silase rumput gajah dengan teknologi Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) dan amoniasi jerami padi. Teknologi ini mampu menyediakan pakan berkualitas tinggi secara berkelanjutan dengan memanfaatkan bahan lokal yang mudah dijangkau oleh peternak. Melalui program ini, dilakukan berbagai kegiatan mulai dari sosialisasi teknologi, pelatihan pembuatan silase dan amoniasi, hingga implementasi teknologi secara langsung pada sapi potong. Evaluasi program menunjukkan peningkatan performa ternak, terutama dalam penambahan bobot badan harian yang signifikan. Program ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan usaha peternakan sapi potong, sekaligus berkontribusi pada pencapaian program swasembada daging nasional pada tahun 2034. Selain itu, program ini juga memberikan manfaat tambahan berupa peningkatan pengetahuan peternak dalam manajemen pakan ternak secara efisien.