Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Pembagian Kerja UPTD PPA dan Polresta Jambi dalam Penanganan Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak Anandra Triwidodo; Riri Maria Fatriani; Wahyu Rohayati; Dimas Subekti
Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 2 (2026): Maret: Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/aliansi.v3i2.1619

Abstract

Sexual violence against children in Jambi City continues to show a fluctuating trend, with 32 cases in 2022, decreasing to 24 in 2023, and increasing again to 33 in 2024. This condition emphasizes the importance of strengthening cross-sector case handling between the UPTD PPA Jambi City and the Jambi Police in cases of sexual violence against children. This study aims to analyze the division of labor between the two institutions using the coordination theory according to Hasibuan (2006), which includes indicators of unity of action, communication, division of labor, and discipline. The method used is a qualitative approach through in-depth interviews, documentation, and data triangulation to ensure the validity of the findings. The results show that coordination between the UPTD PPA Jambi City and the Jambi Police has generally been running well, especially in the aspects of unity of action and discipline, as reflected in the alignment of goals and a fairly rapid response in handling cases. Communication between the two agencies has also been ongoing through formal and informal channels to expedite case response. The division of labor has been aligned with each agency's respective authority, with the UPTD PPA focusing on victim assistance and psychological support, while the police handle law enforcement. However, the lack of formal SOPs and MoUs poses a barrier to strengthening sustainable institutional integration. The implications of this research emphasize the need to strengthen formal mechanisms, regular evaluation forums, and formal cooperation agreements to enhance effective coordination and comprehensive protection for child victims.
Pendampingan dan Pelatihan Peningkatan Usaha Serta Pendaftaran Sertifikasi Produk Pada UMKM di Kabupaten Sarolangun: Pengabdian Windarto; Wahyu Rohayati; Nyimas Dian Maisyarah; Dwi Suryahartati; Dori Efendi; Firya Oktaviarni
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7386

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memiliki tujuan Meningkatkan Kesadaran Pentingnya Izin Usaha dan Merek bagi UMKM. Salah satu penunjang kegiatan UMKM sehingga memudahkan pelaku usaha untuk dapat mengembangkan dan meningkatkan kapasitas usahanya yakni dengan adanya legalitas usaha dan sertifikasi usaha. Pendampingan dan pelatihan peningkatan kapasitas usaha ini dimaksudkan untuk dapat memberikan edukasi bagi pelaku usaha untuk dapat membuat legalitas usaha sesuai dengan kebutuhan, mendaftarkan usaha sehingga memperoleh nomor induk berusaha melalui online single submission berbasis risiko, serta produk yang dihasilkan harus memenuhi kriteria dalam hal pengemasan agar memudahkan pelaku usaha meningkatkan penjualan produknya. Adapun metode yang dilaksanakan pada pengabdian ini yaitu tahapan pertama memberikan edukasi sebagai pengetahuan awal dan menggiring pemahaman pelaku UMKM agar peduli terhadap legalitas usaha dan hasil produknya, tahapan kedua pendampingan pendaftaran legalitas dan sertifikasi usaha, dan tahapan ketiga memberikan pelatihan dalam pengemasan produk yang sesuai dan pelatihan Hak Kekayaan Intelektual yang wajib dimiliki dan didaftarkan pelaku usaha guna mendapatkan perlindungan dari produk yang dihasilkan. Hasil, melalui evaluasi kegiatan pendampingan dan pelatihan ini didukung penuh oleh ke dua desa mitra, dalam proses diskusi serta dalam kegiatan peserta dapat mengikuti kegiatan PPM dengan baik, dan hasil serta harapannya lainnya dapat meningkatkan kesadaran pelaku usaha UMKM pentingnya legalitas dan sertifikasi produk guna mempertahankan branding merek produk dalam peningkatan kapasitas produk.
Strengthening Destination Image through the Arakan Sahur Festival to Increase Tourist Visits in West Tanjung Jabung Regency Tiara Sabrina; Wahyu Rohayati; Hapsa
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 23 No. 1 (2026): Socia: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v23i1.96986

Abstract

This study aims to analyze the strengthening of destination image through the Arakan Sahur Festival in increasing tourist visits in West Tanjung Jabung Regency. The background of this study is based on the suboptimal use of festivals as a strategic instrument in building destination image, despite having strong cultural potential and high tourist attractions. This study uses a qualitative approach with a case study method. Data were collected through in-depth interviews, observations, documentation, and questionnaires as supporting data, involving the Tourism Office, the organizing committee, MSMEs, cultural communities, and tourists. Data analysis uses the Place Branding theory by Simon Anholt which includes six dimensions, namely presence, place, potential, pulse, people, and prerequisites. The results show that the Arakan Sahur Festival contributes to strengthening the destination image, particularly in terms of popularity and socio-cultural dynamics. However, image strengthening is not optimal due to limitations in facilities, environmental management, and consistency of public communication. Nevertheless, this festival is able to increase tourist visits and community economic activity. This study concludes that strengthening destination image through cultural festivals requires an integrated, collaborative, and sustainable strategy to improve regional tourism competitiveness.
STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA BERBASIS PARTICIPATORY PLANNING DI DESA DANAU LAMO KABUPATEN MUARO JAMBI Ahmad Baidawi; Wahyu Rohayati; Michael Lega; Riri Maria Fatriani; Makmun Wahid
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v4i2.2407

Abstract

Abstract: The aim of this service is to create opportunities for the local community to participate actively in planning and decision making related to tourism development in Lake Lamo Village. Based on the results of discussions with partner villages, this service is very necessary to ensure that tourism development not only provides economic benefits, but also takes into account the needs and aspirations of the local community. This service method uses the Socialization and Communication method, namely by implementing a participatory planning approach. The expected results of this service include a tourism development plan that is more sustainable and integrated with the aspirations of the local community, increasing community involvement in decision making related to tourism development, so as to create a greater sense of ownership and responsibility from them for development results. Furthermore, improving the quality of tourism products and services which can increase the attractiveness of the Lake Lamo Village tourist destination, increasing public awareness and understanding of the importance of environmental and cultural preservation in the tourism context, as well as increasing the income and welfare of local communities through sustainable and participatory-based tourism development. Keyword: Strategy; Tourism Development; Participatory Planning; Danau Lamo  Abstrak: Adapun tujuan dari pengabdian ini adalah untuk menciptakan kesempatan bagi masyarakat setempat untuk berpartisipasi secara aktif dalam perencanaan dan pengambilan keputusan terkait dengan pengembangan pariwisata di Desa Danau Lamo. Berdasarkan hasil diskusi bersama desa mitra bahwa pengabdian ini sangat diperlukan untuk memastikan bahwa pengembangan pariwisata tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memperhitungkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat setempat. Metode pengabdian ini menggunakan metode Sosialisasi dan Komunikasi yaitu Dengan menerapkan pendekatan perencanaan partisipatif. Adapun hasil yang diharapkan dari pengabdian ini diantaranya rencana pengembangan pariwisata yang lebih berkelanjutan dan terintegrasi dengan aspirasi masyarakat setempat, meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan terkait pengembangan pariwisata, sehingga tercipta rasa memiliki dan tanggung jawab yang lebih besar dari mereka terhadap hasil-hasil pengembangan. Selanjutnya meningkatkan kualitas produk dan layanan pariwisata yang dapat meningkatkan daya tarik destinasi wisata Desa Danau Lamo, peningkatan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan budaya dalam konteks pariwisata, serta peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat lokal melalui pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis partisipatif. Kata kunci: Strategi; Pengembangan Wisata; Participatory Planning; Danau Lamo