Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

RESPONS KEMASAMAN DAN KANDUNGAN P-TERSEDIA DARI TANAH FLUVENTIC EUTRUDEPTS, KONSENTRASI P TANAMAN SERTA HASIL JAGUNG (Zea mays) AKIBAT APLIKASI PUPUK FOSFAT DAN KOTORAN SAPI Benny Joy; H.E. Hidayat Salim; Fajar Pratama Putra
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian untuk mengetahui respons kemasaman tanah (pH) dan kandungan P-tersedia pada tanah Fluventic Eutrudepts, konsentrasi P-tanaman dan hasil tanaman jagung akibat aplikasi pupuk fosfor dan kotoran sapi telah dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor pada bulan Agustus sampai dengan bulan November 2006.Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (Randomized Block Design) pola faktorial yang diulang tiga kali dan terdiri atas dua faktor. Faktor pertama adalah pupuk SP-36 yang terdiri atas empat taraf (tanpa pupuk SP-36, 21,83 kg P/ha, 43,66 kg P/ha, dan 65 kg P/ha), sedangkan faktor kedua adalah kotoran sapi dengan empat taraf (tanpa kotoran sapi, 5 t kotoran sapi/ha, 10 t kotoran sapi/ha, dan 15 t kotoran sapi/ha). Tanaman jagung varitas Bisma digunakan sebagai tanaman indikator.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecuali untuk respons kemasaman tanah (pH), interaksi antara takaran pupuk SP-36 dengan takaran kotoran sapi berpengaruh nyata terhadap kandungan P-tersedia tanah, konsentrasi P-tanaman, dan hasil tanaman jagung. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa hasil tanaman jagung tertinggi sebesar 4200 g/petak diperoleh dari kombinasi perlakuan takaran pupuk P sebesar 43,66 kg P/ha dengan 10 t kotoran sapi.Kata kunci: P-tersedia, Konsentrasi-P tanaman, pH tanah, Fluventic Eutrudepts
Peningkatan Produktivitas Lahan Gambut melalui Teknik Ameliorasi dan Inokulasi Mikroba Pelarut Fosfat Ida Nur Istina; Benny Joy; Aisyah D Suyono
Jurnal Agro Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/76

Abstract

Keterbatasan lahan potensial menyebabkan perluasan areal pertanian mengarah pada lahan gambut. Kendala pengembangan lahan gambut adalah rendahnya kandungan hara tersedia bagi tanaman. Fosfat (P) merupakan salah satu unsur hara makro yang penting untuk pertumbuhan dan produksi tanaman, disisi lain ketersediaan hara ini pada lahan gambut terbatas karena ikatan asam organik dan sifat yang mudah tercuci. Penelitian untuk menguji pengaruh ameliorasi dan inokulasi mikroba pelarut fosfat terhadap ketersediaan hara P di lahan gambut dilakukan di kebun pembibitan kelapa sawit petani di Riau dari Oktober 2013 - Maret 2014, menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola Faktorial dengan 30 kombinasi perlakuan dan 3 kali ulangan. Variabel yang diamati meliputi : tinggi tanaman, lingkar batang, jumlah daun, lebar daun, panjang daun, kandungan hara tanaman, dan bobot biomasa bibit setelah 5 bulan di pembibitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ameliorasi menggunakan kompos tandan kosong kelapa sawit mampu meningkatkan P tersedia, serapan P oleh batang dan akar, berat brangkasan dan berat kering batang. Sedangkan mikroba pelarut fosfat berpengaruh secara tidak nyata.The limitation of potential land leads agricultural development expansion to the peat soil area. Constrain of the peatland development is the low nutrient content that is required by plant. Phosphate is one of major growth and production limiting nutrient because of the solublelize of the organic acids and immobility The research was conducted from October 2013 – March 2014 at the farmer main nursery in Riau province to test the effect of amelioration and phosphate solubilizing microbe inoculation on P availability on palm oil seedling growth and production at peatland, used Randomized Block Design with 30 treatments and 3 replications. The parameters observed were plant height, leaf number, leaf width, leaf length, stem diameters, nutrient contents, also fresh and dry weight after 5 months at the main nursery. The result showed that palm oil empty fruit bunch compost as ameliorant increased P nutrient avaibility, P uptake, fresh and dry weight, whereas phosphate solubilizing microbe was unsignificant.
Pengaruh Fungi Indigenous Toleran Zn terhadap Pertumbuhan Bibit Jagung di Media Tailing Steril Ratna Santi; Benny Joy; Regina Hindersah; Dedi Nusyamsi
Jurnal Agro Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/157

Abstract

Keberadaan logam Zn dalam jumlah tertentu di tailing pasca tambang akan berdampak pada rendahnya populasi mikroba tanah dan menghambat pertumbuhan tanaman. Aplikasi pemanfaatan fungi indigenus dari lahan tercemar merupakan salah satu usaha dalam memperbaiki sifat tanah untuk pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inokulasi fungi dan toksisitas Zn terhadap pertumbuhan jagung pada fase VE-V9 di media tailing steril.  Fungi diisolasi dari tailing lahan pasca penambangan timah di Sungailiat  Bangka. Tiga isolat dari 15 isolat dipilih untuk pengujian pengaruh inokulasi fungi terhadap pertumbuhan jagung. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok(RAK) dua faktor dengan perlakuan jenis fungi dan konsentrasi Zn. Isolat yang digunakan toleran terhadap Zn pada konsentrasi 0-25 ppm dan mampu menghasilkan fitohormon. Hasil percobaan di rumah kaca menunjukkan bahwa inokulasi fungi nyata memperbaiki pertumbuhan jagung, dibandingkan tanpa inokulan. Serapan tertinggi ditunjukkan oleh isolat R 7J1, namun pertumbuhan jagung terbaik didapatkan dari inokulasi isolat B 2J1. The existence of Zn metal in a certain amount in the post tin mine tailings will result in low soil microbial populations and inhibit plant growth. Application of indigenous fungi utilization on contaminated land is one effort to improve soil properties for plant growth.This study aimed to determine the effect of inoculation of fungi and toxicity of zinc on the growth of corn in the phase of VE-V9 in sterile tailings medium. Fungi were isolated from post tin mining tailings tin lands in Bangka Sungailiat. Three isolates from 15 isolates were selected to test the effect of fungal inoculation on the growth of corn. Experiment used a Randomized Complete Block Design (RCBD) two factors with fungi and Zn concentration treatments.Tolerant isolates used were at a concentration of 0-25 ppm Zn and capable to produce phytohormones. Result of experiment in greenhouse showed that fungal inoculation substantially improved the growth of maize, compared with no inoculant.The highest uptake was shown by isolates of R 7J1, but the best corn growth inoculation isolates obtained from B 2J1.
Potensi bakteri pelarut P dan Penambat N rhizosper kelapa sawit gambut saprik Ida Nur Istina; Happy Widiastuti; Benny Joy
Jurnal Agro Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/5776

Abstract

Pemanfaatan pupuk hayati sangat berpotensi untuk menurunkan input produksi pada budidaya kelapa sawit khususnya pupuk. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan Bakteri Pelarut P dan Penambat N yang berpotensi sebagai bahan pupuk hayati dari rizosfer tanaman kelapa sawit. Penelitian dilakukan di lahan gambut saprik Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau dari bulan Juni sampai November 2014. Pengambilan sampel tanah dilakukan menggunakan bor gambut pada bagian rizosfer dengan kedalaman sampai 20 cm. Isolasi dan karakterisasi dengan metode pure plate menggunakan media selektif N Ashby untuk penambatan N dan Pikovskaya untuk pelarutan P, sedangkan analisis fiksasi N dan pelarutan P dilakukan menggunakan HPLC dan spektrofotometer di Laboratorium mikrobiologi PT. RPN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah gambut saprik berpotensi sebagai sumber isolat bakteri pelarut P dan penambat N potensial. Jumlah isolat bakteri pelarut P yang berhasil diperoleh adalah 11 isolat sedangkan jumlah bakteri penambat N non-simbiotik adalah 6 isolat. Isolat bakteri pelarut P potensial asal Sungai Ara dengan kemampuan melarutkan P 329,94 ppm; sedangkan bakteri penambat N non-simbiotik potensial adalah asal Kuala Panduk dengan kemampuan fiksasi N 0,0293 mmol l-1jam-1. ABSTRACTUtilization of biofertilizer is potential to decrease production inputs on oil palm cultivation, especially fertilizer expense. The research aimed to obtain Solubilizing P-Bacteria and Non-Symbiotic Fixing N bacteria which potential as biological fertilizer from oil palm rhyzosphere. The research was conducted at Pelalawan sapric peat soil from June to November 2014. Soil samples were taken by using peat drill into 20 cm soil depth, while isolation and characterization used pure plate method by using the selective media N Ashby for N fixation and Pikovskaya for P solubility. N fixation and P dissolution analyzed by using HPLC and spectrophotometer at PT. RPN microbiology laboratory. The results showed that sapric peat soil potentially utilize as microbial resource. The number of phosphate solubilizing bacteria isolates were 11 isolates, while the number of non-symbiotic nitrogen fixation bacteria inhibiting N Azotobacter sp. were 6 isolates. The potential isolate of P-solubilizing bacteria was Sungai Ara origin with the ability to dissolve P about 329.94 ppm; while the potential of non-symbiotic N-fixing bacteria was Kuala Panduk origin with N fixation ability 0.0293 mmoll-1h-1.
THE EFFECT OF MICRO PARTICLE STEEL SLAG ON P-RETENTION AND PH ON ANDISOL Ai Ening Rostini; Rina Devnita; Oviyanti Mulyani; Benny Joy
Jurnal Penelitian Saintek Vol 24, No 2: Oktober 2019
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.683 KB) | DOI: 10.21831/jps.v24i2.20374

Abstract

This study was aimed at determining the effect of microparticles steel slag towards P retention, soil acidity in Andisol from Ciater, West Java. The research was conducted in November 2017 until January 2018. The andisol was taken from the PTPN XIII-Ciater Tea Plantation, Subang, while steel slag was obtained from PT. Krakatau Steel Indonesia. The study used a Completely Randomized Design consisting of 11 treatments and 3 replications so that the total of all treatments was 33 experimental polybags. The treatments given were  500 mesh steel slag and 1.7 µm steel slag. The incubation media were stored in the Soil Physics Laboratory of the Faculty of Agriculture at UNPAD for 2 months. The observed parameters were P retention analyzed by the Blakemore method and soil pH which was analyzed by the electrometry method. The results show that the steel slag microparticles significantly affected the reduction in P retention and increased pH in Andisols. The best dose for increasing the pH is 7%. Steel slag with a size of 1.7 µm is able to increase the pH from 4.53 to 7.99 after a two-month incubation.PENGARUH PARTIKEL MIKRO TERAK BAJA TERHADAP RETENSI P DAN PH PADA ANDISOLPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian partikel mikro terak baja terhadap retensi P, kemasaman tanah pada Andisol asal Ciater, Jawa Barat. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan November 2017 sampai dengan Januari 2018. Andisol berasal dari Perkebunan Teh PTPN XIII-Ciater, Kabupaten Subang, sedangkan terak baja diperoleh dari PT. Krakatau Steel Indonesia. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 11 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga total seluruh perlakuan adalah 33 polibeg percobaan. Perlakuan yang diberikan yaitu kontrol, terak baja ukuran 500 mesh dan terak baja ukuran 1,7 µm. Media inkubasi disimpan di Laboratorium Fisika Tanah Fakultas Pertanian UNPAD dan diinkubasikan selama 2 bulan.Parameter yang diamati adalah Retensi P dianalisis dengan metode Blakemore, dan pH tanah dianalisis dengan metode elektrometri.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian partikel mikro terak baja berpengaruh nyata terhadap penurunan retensi P dan peningkatan pH pada Andisol asal Ciater, Jawa Barat. Sedangkan dosis terbaik dalam meningkatkan pH yakni 7% terak baja dengan ukuran 1,7 µm mampu meningkatkan pH dari 4,53 menjadi 7,99 setelah dua bulan inkubasi.
RETARDED GROWTH OF LOWLAND RICE IN SALINE SOIL INOCULATED WITH NITROGEN-FIXER AZOTOBACTER Reginawanti Hindersah; Alia Halimatusy; Benny Joy; Mieke Rochimi Setiawati; Diyan Herdiyantoro
Jurnal Agroekoteknologi Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jur.agroekotetek.v12i1.8782

Abstract

Low-land rice (Oryza sativa L.) cultivation in saline soils face some constraints include nitrogen availability. Saline-resistant nitrogen fixing bacteria Azotobacter are expected to increase supply nitrogen in saline soils. The objectives of the study were to determine the effect of liquid inoculant concentration of two Azotobacter isolates on early vegetative growth of lowland rice grown in potted saline soil.  The greenhouse trial design was a randomized block design with seven treatments and four replications. The treatments were combination of isolates and Azotobacter liquid inoculant concentrations in single and mixed inoculation. The results showed that all plants experienced chlorosis and stunt due to high Electrical Conductivity. Inoculation of different isolates and concentrations did not influence the growth of lowland rice in soil with high EC at the end of experiment. Therefore, neither isolates nor concentration of Azotobacter could improve retarded-growth of lowland rice in saline soil.
KAJIAN POTENSI CADANGAN KARBON (CARBON STOCK) HUTAN TANAMAN Acacia crassicarpa PADA LAHAN GAMBUT (STUDI KASUS DI HUTAN TANAMAN INDUSTRI KABUPATEN BENGKALIS, PROVINSI RIAU) Fetty Dwi Rahmayanti; Benny Joy; Teguh Husodo
Agro Wiralodra Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v2i1.25

Abstract

Indonesia sebagai salah satu negara berkembang juga diwajibkan untuk mengurangi sumber emisi gas seperti CO2, emisi pabrik, transportasi dan penggunaan energi fosil pada pembangunannya. Salah satu usaha yang dilakukan dalam menghadapi meningkatnya gas rumah kaca adalah meningkatkan kemampuan vegetasi baik hutan, kebun dan tanaman lain dalam mengikat CO2. Karbon yang tersimpan pada hutan tanaman baik yang terdapat pada bagian atas dan bagian bawah merupakan suatu cadangan sumber daya alam yang dapat digunakan bagi keberlangsungan hidup terutama dalam kondisi krisis lingkungan global yang terjadi saat ini. Penelitian ini didasarkan pada pendugaan cadangan karbon pada biomassa, nekromassa Acacia crassicarpa dan tanah gambut hutan tanaman industri di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung cadangan karbon (carbon stock) pada biomassa, nekromassa Acacia crassicarpa dan tanah gambut hutan tanaman industri di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau dan mengestimasi pembangunan hutan tanaman industri yang berkelanjutan pada lahan gambut di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Metode yang digunakan pada penelitian ini melalui pendekatan metode dominant quantitative-less dominant qualitative dan metode pengumpulan data pada penelitian ini didominasi menggunakan metode survai. Hasil penelitian menunjukan bahwa besarnya cadangan karbon pada biomassa 2.808.363,28 t c/ha, nekromassa 2004, 437 t c/ha dan tanah gambut sebesar 560.938,5 t c/ha. Keberadaan hutan tanaman industri dapat memberikan jasa ekologis berupa cadangan karbon apabila dilakukan pengelolaan yang tepat, khususnya memiliki peluang simpanan pada nekromassa dan tanah gambut.
Pengaruh Kombinasi Organomineral Terhadap C-Organik, P Dan K-Tersedia Serta Hasil Kedelai Pada Ultisols Asal Jatinangor Nicky Oktav Fauziah; Benny Joy; Yuliati Machfud; Emma T. Sofyan; Oviyanti Mulyani
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.485 KB) | DOI: 10.33661/jai.v3i2.1378

Abstract

Organomineral merupakan produk yang berasal dari bahan organik dan mineral yang dapat menambah nutrisi bagi tanaman.Kombinasi organomineral ini dapat meningkatkan ketersediaan unsur hara P dan K melalui penglepasan ikatan Fe serta meningkatkan kadar C-organik dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi organomineral (Asam Humat, Zeolit, Dolomit, dan Fosfat Alam) terhadap C-organik, P dan K-tersedia serta hasil kedelai yang ditanam pada Ultisols asal Jatinangor. Percobaan ini dilakukan pada bulan Oktober 2017 sampai Januari 2018 di Kebun Percobaan Ciparanje, Jatinangor dan Laboratorium Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari sepuluh kombinasi perlakuan dengan tiga kali ulangan, yaitu Asam Humat (6; 8; 10 kg.ha-1); Zeolit (150; 200; 250 kg.ha-1); Dolomit (100; 150; 200 kg.ha-1); dan Fosfat Alam (250; 300; 350 kg.ha-1) dengan uji lanjut Duncan pada taraf 5%. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tidak terdapat kombinasi perlakuan terbaik, akan tetapi kecenderungan perlakuanJ (kombinasi Asam Humat 10kg.ha-1+ Zeolit 250 kg.ha-1+ Dolomit 200 kg.ha-1 +Fosfat Alam 350 kg.ha-1) berpengaruh terhadap peningkatan P dan K-tersedia serta bobot kering biji kedelai pertanaman, tetapi tidak terhadap C-organik. Kata Kunci: Asam humat, Dolomit, Fosfat alam, Zeolit
Effectiveness of water hyacinth compost and N, P, K, S fertilizer on S-available, S uptake, protein content, and yield of shallot in Inceptisols from Jatinangor Sofyan, Emma Trinurani; Gumelar, Fajar Akbar; Yuniarti, Anni; Joy, Benny; Wicaksono, Fiky Yulianto
Kultivasi Vol 22, No 1 (2023): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v22i1.38589

Abstract

. Water hyacinth (Eichhornia crassipes) is a source of organic matter that can be used as compost to improve the soil quality and productivity of shallots. Shallots are horticultural commodities that have various benefits. Inceptisol soils dominate Indonesia, with an area of 37.5% of Indonesia's land area but have low soil fertility. Soil fertility can be increased by optimal fertilization. This experiment aimed to determine the dose of water hyacinth compost and nitrogen (N), phosphor (P), potassium (K), sulfur (S) fertilizer which gave the best effect on increasing available S, S uptake, protein content, and yield of shallots. The experiment was conducted from July to October 2021 at the Experimental Garden of the Laboratory of Soil Chemistry and Plant Nutrition, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran, Jatinangor. The experiment used a Randomized Block Design, consisting of seven treatments repeated four times. The recommended fertilizer doses used are 200 kg Urea, 500 kg ZA, 300 kg SP-36, and 200 kg KCl. The compost used was water hyacinth compost at a 25 t/ha dose. The results of this experiment showed that the treatment of ¾ compost + ¾ doses of N, P, K, and S was the best in increasing available S (26.79 mg kg-1), S uptake (7.03 mg/plant), protein content (0.95%), colors and shallot yield (number of tubers, fresh weight, and dry weight) on Inceptisols from Jatinangor.
Pemilihan Sistem Air Limbah-Lumpur Tinja Komunal Menggunakan Analisis Klaster Hirarki Hastuti, Elis; Benny Joy; Unang Supratman
Jurnal Permukiman Vol 19 No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2024.19.01-13

Abstract

Management of fecal sludge from decentralized wastewater treatment plants (WWTP) is a challenge in settlements have limited access to centralized sludge treatment facilities. This paper reviewed the  selection and development strategy of integrated communal WWTP and fecal sludge treatment (SIPAL-LT).  The dominant factors influence sustainability of SIPAL-LT are treatment system, management, environment, and community characteristic. The development of  SIPAL-LT were determined  based on the sustainability profile of location study, technology selection, and development profile of SIPAL-LT. The selection and priority  of SIPAL-LT system were analyzed by hierarchical cluster, while  development strategies by quadrants method. The SIPAL-LT that feasible to develop is in a cluster that has characteristic, including domestic wastewater treated categorized low-medium pollution, existing user of communal WWTP more than 60% of capacity, fecal sludge  categorized light pollution, maintenance index categorized low- medium, overall effectiveness equipment  index of communal WWTP more than 60%, and participation stage categorized medium-high.  The best SIPAL-LT in study location has communal WWTP applied biofilter or digester anaerobic technology, while planning of fecal sludge treatment applied constructed wetland or sludge dyring bed combined by co-composting.