Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Pekerja Pada Perusahaan Penyosohan Beras di Desa Jagapati, Angantaka, Sedang kec. Abiansemal kab. Badung Krisna Dwipayana; I Nyoman Sucipta; I Putu Gede Budisanjaya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 8 No 1 (2020): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.428 KB) | DOI: 10.24843/JBETA.2020.v08.i01.p05

Abstract

This study aims to determine the effect of occupational safety and health (K3) on worker performance and to find out the factors that most influence the performance of workers in the rice fueling company. The questionnaire was used as a data collection tool that was disseminated to 20 employees in the suppression of rice in the area of ??Sedang, Angataka, jagapati, Kec.Abiansemal, Kab. Kadung. Analysis of this study were emalyzed using validity test, normality test, reliability test and linear regression test. The results of the validity test analysis are 9 invalid questions. The results of the normality test, the data are normally distributed with a significance value of 0.819. The reliability test obtained the results of the data that was reliable with the value of Cronbach's Alpha 0.933. As well as the analysis of the linear regression test the results are closely related. From the research conducted it can be concluded that (1) the relationship of Occupational Safety and Health (K3) to the workforce can be seen from the magnitude of the coefficient of determination (R2) the relationship between the factors that influence K3 and the performance of workers. The performance of workers with supervisory factors has a coefficient of determination of 61.27% and with occupational safety of 88.51%, with health of workers of 86.09%, (2) Factors that most influence the performance of workers in the company of raising rice are factors of work safety, where the closeness of the relationship between the two is 61.27%.
Pendugaan Intensitas Serangan Penyakit BLB (Bacterial Leaf Blight) pada Tanaman Padi menggunakan Pendekatan Citra Termal Ni Luh Putu Jullyantari; I Made Anom Sutrisna Wijaya; I Putu Gede Budisanjaya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 9 No 1 (2021): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2021.v09.i01.p09

Abstract

Penyakit BLB merupakan salah satu penyakit yang berbahaya bagi tanaman padi. Penyakit ini biasanya menyerang di setiap fase pertumbuhan. Perhitungan intensitas serangan penyakit BLB masih dilakukan secara manual. Pengembangan teknologi dalam pendugaan intensitas serangan penyakit BLB sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk membangun persamaan pendugaan intensitas serangan penyakit BLB menggunakan pendekatan citra termal. Penelitian ini menggunakan Drone DJI Inspire 1 dengan kamera termal DJI Zenmuse XT. Pengolahan data menggunakan software Agisoft Photoscan, Arcgis 10.3 dan Microsoft Excel. Dari hasil analisis citra termal diperoleh bahwa persamaan pendugaan intensitas serangan adalah y = 4.9533x-144.42 dan akurasi pendugaannya tinggi yaitu 90,45% dengan nilai eror 8,43%. Suhu kanopi dapat diklasifikasi menjadi empat sesuai dengan intensitas serangan yaitu 29,83-31,84oC untuk intensitas serangan ringan, 31,85-34,39oC untuk intensitas serangan sedang, 34,40-43,52oC untuk intensitas serangan berat dan 43,53-48,09oC untuk intensitas serangan puso. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pendekatan citra termal dapat digunakan untuk menduga intensitas serangan penyakit BLB pada tanaman padi. Bacterial Leaf Blight (BLB) is a dangerous disease for rice plants. This disease can attack in every phase of growth. Calculation of BLB disease attack intensity is currently still done manually. Technology development in estimating the intensity of BLB disease is very necessary. This study aims to establish the equation for estimating BLB disease intensity using a thermal image approach. Drone DJI Inspire 1 with a thermal camera DJI Zenmuse XT was used in this research. Processing data using software Agisoft Photoscan, Arcgis 10.3 and Microsoft Excel. From the results of the thermal image analysis, it was found that the equation for estimating attack intensity is y = 4.9533x-144.42 and estimation accuracy is high at 90,45% with an error value of 8,43%. Temperature of the canopy can be classified into four according to the intensity of the attack, namely 29,83-31,84oC for mild attack intensity, 31,85-34,39oC for moderate attack intensity, 34,40-43,52oC for intensity of severe attacks and 43,53-48,09oC for intensity of puso attacks. From these results it can be concluded that the thermal image approach can be used to estimate BLB disease attacks on rice plants.
Perangkat Lunak Pengolahan Citra Untuk Segmentasi dan Cropping Daun Sawi Hijau I Putu Gede Budisanjaya; I Nyoman Satya Kumara
PROSIDING CSGTEIS 2013 CSGTEIS 2013
Publisher : PROSIDING CSGTEIS 2013

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Tanaman sawi merupakan komoditas yang memilikinilai komersial dan digemari masyarakat Indonesia, selainmemiliki masa panen yang singkat, tanaman ini dapatdibudidayakan secara hidroponik maupun nonhidroponik.Seiring perkembangan teknologi dalam bidangpertanian khususnya greenhouse, membuat sistem monitoring,analisis nutrisi tanaman dan fertigasi dapat dilakukan dengansistem terintegrasi komputer. Sistem ini memberikankemudahan dan meminimalkan kesalahan atau error karenadipengaruhi oleh subyektivitas dan tingkat kelelahan visualmanusia. Sistem terintegrasi komputer yang dapat digunakanuntuk monitoring dan analisis nutrisi tanaman sawi dalamgreenhouse adalah machine vision. Dalam aplikasi machinevision pertanian, tahapan segmentasi citra merupakan halpenting sebelum citra dapat diproses lebih lanjut. Untukmemisahkan tanaman dari background seperti tanah danresidu. Hasil segmentasi citra dapat diproses lebih lanjut untukekstraksi fitur baik ekstraksi fitur warna, tekstur maupunbentuk, hasil dari ekstraksi fitur-fitur tersebut nantinya dapatdigunakan untuk identifikasi nutrisi tanaman atau klasifikasitanaman.Penelitian inimenggunakan metode pengembangankelebihan hijau (excesss green), thresholding Otsu, morphologiOpening, labeling RLE, bounding box dan transformasigeometri, sehingga menghasilkan perangkat lunak segmentasicitra yang mampu memisahkan daun tanaman sawi dari latarbelakang (background) dengan akurasi 99,16%.Kata Kunci— Segmentasi citra,daun tanamansawi, excess green, bounding box.
Rancang Bangun Tempat Sampah Terintegrasi dengan Dinding Transparan dalam Upaya Pemilahan Sampah Made Ari Witarsa; Ida Ayu Gede Bintang Madrini; I Putu Gede Budisanjaya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 11 No 1 (2023): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2023.v11.i01.p15

Abstract

Abstrak Pemilahan sampah sangat penting dilakukan karena dapat meningkatkan kesehatan lingkungan, masyarakat dan melindungi sumber daya alam. Tujuan penelitian ini untuk merancang tempat sampah yang terintegrasi serta transparan dalam usaha pemilahan sampah dan menguji kelayakan dan keefektifan rancang bangun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan kuesioner dan metode kuantitatif menggunakan perhitungan pada desain serta analisis kekuatan rangka. Warna tempat sampah ini menggunakan warna hitam serta transparan pada bagian depan dan samping. Konstruksi rangka dinyatakan aman karena dapat menopang beban sampah seberat 75 kg dengan tegangan (?) tarik rangka 57,119 N/ yang lebih kecil dari tegangan (?) ijin bahan yaitu 88,630 N/ . Dimensi tempat sampah terintegrasi serta transparan yaitu 120x40x138 cm, dengan tiga unit transparan berbahan akrilik yaitu unit organik, anorganik dan botol kaca serta kaleng (terintegrasi). Bagian tambahan yaitu bagian penutup tiga unit transparan, atap, roda dan bagian penyimpanan plastik sampah. Tempat sampah ini dinyatakan layak karena hasil pengujian menggunakan kuesioner masyarakat menyatakan setuju dengan perolehan skor yaitu 74% - 91%. Hasil pengujian keefektifan rancang bangun tempat sampah terintegrasi serta transparan yaitu efetif karena sebagian besar masyarakat dikategorikan cepat dan sesuai dalam melakukan pemilahan sampah. Abstract Waste segregation is important for improving the environment's health, and society also protects natural resources. The purpose of this study is to design an integrated and transparent trash bin to sort waste and test the feasibility and effectiveness of the design. The design of the trash bin is based on functional and structural design. Questionnaire data were obtained from testing the feasibility and effectiveness design. The black color is used in this trash bin because it is identic to hummus. The frame construction is declared safe because it can support a garbage load of 75 kg per unit with frame tensile stress (?) of 57.119 N/mm2, smaller than the allowable stress (?) of the 88.630 N/mm2. The integrated and transparent trash dimensions were 120x40x138 cm, with three acrylic units, namely organic, inorganic, and glass bottles and cans. Additional parts are the cover of the three transparent units, the roof, the wheels, and the plastic waste storage section. This trash bin was declared feasible because the test results stated that they agreed with the design results score of 74% - 91%. The results of testing the effectiveness of the integrated and transparent design of the trash bin, that is, most of the respondents were categorized as fast and appropriate in sorting waste.
Karakteristik Parameter Pertumbuhan Microgreen Lobak (Raphanus sativus) pada Jenis Media Tanam dan Penggunaan Grow Light Mus'ab Az Zubairi; Ni Nyoman Sulastri; I Putu Gede Budisanjaya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 11 No 2 (2023): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p18

Abstract

Abstrak Microgreen berpotensi dikembangkan pada sistem urban farming, karena kemudahan dalam mendapatkan media tanam, alat untuk digunakan serta dapat dibudidayakan pada lahan yang sempit. Microgreen lobak (Raphanus sativus) merupakan antioksidan yang baik bagi kesehatan yang berperan sebagai sumber polifenol. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui karakteristik pertumbuhan microgreen lobak pada pengaruh variasi media tanam dan LED grow light dan menentukan perlakuan yang menghasilkan pertumbuhan terbaik. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor, jenis media tanam dan penyinaran, dalam model faktorial 3 x 3 dengan 3 ulangan, sehingga 27 perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh yang nyata antara media tumbuh (P > 0,05) dan penggunaan grow light pada beberapa parameter pertumbuhan microgreen. Namun demikian, secara visual penggunaan grow light dan media pasir menunjukkan hasil yang terbaik di beberapa parameter pertumbuhan. Perlunya akuisisi citra pada keseluruhan microgreen pada tray penanaman, untuk mendapatkan data yang lebih akurat dalam menentukan pengaruh media tanam dan grow light pada parameter pertumbuhan microgreen. Abstract Microgreen has the potential to be developed in urban farming systems because of the ease of obtaining planting media and tools to use and can be cultivated on a limited land space. Microgreen radish (Raphanus sativus) is an antioxidant that is good for health and acts as a source of polyphenols. This study aims to determine the growth characteristics of microgreen radish on the effect of variations in planting media and LED grow light and determine the treatment that produces the best growth. The experimental design used in this study was a completely randomized design (CRD) with two factors: the planting media and irradiation with a factorial pattern of 3 x 3 with three replications, so there were 27 treatments. The results showed no significant effect (P>0.05) between the growing media and grow light on several microgreen growth parameters. However, using grow light and sand media visually showed the best results in several growth parameters. The image acquisition on the whole microgreen planting tray is needed instead of randomly picking a single microgreen for analysis to get more accurate data in determining the effect of planting media and grow light on microgreen growth parameters.
Rancang Bangun Sistem Kontrol Kelembaban Udara Greenhouse Menggunakan PWM (Pulse Width Modulation) Wily Goldramijaya; Ni Nyoman Sulastri; I Made Anom Sutrisna Wijaya; I Putu Gede Budisanjaya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 11 No 1 (2023): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2023.v11.i01.p17

Abstract

Abstrak Sistem kontrol banyak diterapkan pada bidang pertanian seperti penggunaan mikrokontroler dalam mengontrol dan memantau kondisi kelembaban udara dalam greenhouse. Ketepatan pengkondisian kelembaban udara merupakan hal penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman seperti microgreen. Kelembaban media tanam secara tidak langsung mempengaruhi kelembaban udara melalui penguapan, sehingga diperlukan sistem yang dapat mengontrol dan memantau kelembaban udara sekaligus kelembaban media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem kontrol kelembaban udara menggunakan PWM (Pulse Width Modulation) dalam greenhouse yang dilengkapi sistem monitoring dan pemberian irigasi otomatis. Rancang bangun sistem yang dihasilkan pada penelitian ini meliputi penggunaan Arduino UNO ATmega328P sebagai mikrokontroler yang terhubung dengan sensor DHT22 sebagai sensor kelembaban udara, capacitive soil moisture sensor sebagai sensor kelembaban media tanam, relay sebagai kontrol pompa misting dan irigasi, driver sebagai pengendali kipas DC dengan kontrol PWM, kipas DC sebagai pemberi aliran udara dan menurunkan kelembaban udara, dan LCD 16x2 sebagai sistem monitoring. Sistem menggunakan setting point kelembaban udara untuk microgreen yang dimasukan secara manual melalui coding. Sistem yang dirancang menghasilkan miniatur greenhouse bertipe lean-to yang dilengkapi oleh sensor DHT22 dengan nilai error kelembaban udara DHT22(1) 3,09% dan DHT22(2) 3,34%. Sistem berhasil membaca dan menampilkan data, dan memberikan output dengan response time sistem irigasi dan misting sebesar 78mS dan 145mS, dengan delay 2 detik. Kendali PWM kipas DC mampu menurunkan dan menjaga kelembaban udara tetap pada rentang optimal bagi pertumbuhan microgreen, dengan meningkatkan dan menurunkan nilai RPM kipas DC sesuai dengan nilai duty cycle nya. Abstract Control systems are widely applied in agriculture, such as using microcontrollers to control humidity in greenhouses. Lack of accuracy in conditioning the humidity in indoor farming affects plant growth and productivity, especially in microgreens. The humidity of the planting media indirectly affects the air humidity through evaporation. Therefore, a system is required to control and monitor air and planting media humidity. The purpose of this study was to design and build an air humidity control system using PWM (Pulse Width Modulation) in a greenhouse equipped with a monitoring and automatic irrigation system. The system control employed Arduino UNO ATmega328P as a microcontroller connected to the DHT22 sensor as an air humidity sensor, a capacitive soil moisture sensor as a humidity sensor for the planting media, relay to control misting and irrigation pump. The microcontroller was also connected to a driver as a DC fan control with PWM control, four DC fan as airflow suppliers and dehumidifiers, and LCD 16x2 as a monitoring system. The system used the air humidity setting points for microgreens which were entered manually through coding. The result of this research was a lean-to greenhouse prototype with a DHT22 sensor with air humidity error values of DHT22(1) 3.09% and DHT22(2) 3.34%. The system successfully read and displayed data and provided output with a response time of irrigation and misting systems of 78mS and 145mS, using a delay of 2 seconds. The PWM control of the DC fan was able to reduce and maintain the air humidity within the optimum range for microgreen growth by increasing as well as decreasing the DC fans’ RPM, which was based on its duty cycle value.
Perancangan Sistem Kontrol pH dan Turbidity Akuarium Ni Kadek Sintya Resmiani; Ni Nyoman Sulastri; I Made Anom Sutrisna Wijaya; I Putu Gede Budisanjaya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 11 No 1 (2023): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2023.v11.i01.p18

Abstract

Abstrak Sistem kontrol banyak diterapkan dalam berbagai bidang, salah satunya dalam budidaya ikan. Kualitas air dapat menurun dengan cepat karena terjadinya pengendapan sisa pakan, feses, dan buangan metabolisme pada ikan yang menyebabkan konsentrasi fosfat meningkat sehingga air menjadi keruh. Selain itu, perubahan pH yang besar dalam waktu singkat menimbulkan gangguan fisiologis bagi ikan. Kualitas air akuarium memegang peranan yang penting dalam pemeliharaan, sehingga diperlukan sistem yang dapat mengontrol dan memantau kualitas air pada budidaya ikan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem kontrol pH dan turbidity akuarium serta mendapatkan kinerja hasil rancangan. Perancangan sistem yang dihasilkan pada penelitian ini meliputi penggunaan Arduino Uno ATmega328P sebagai mikrokontroler yang terhubung dengan sensor pH E-201 BNC sebagai pengukur pH, sensor turbidity SEN0189 sebagai pengukur kekeruhan, sensor ultrasonik sebagai pengukur ketinggian air, relay sebagai pengendali pompa dan solenoid valve, serta LCD 16x2 sebagai pemantau. Sistem menggunakan setting point pH dan turbidity untuk ikan koi yang dimasukan secara manual melalui coding. Sistem yang dibangun menghasilkan prototipe akuarium dengan dimensi 40cmx25cmx28cm yang dilengkapi oleh sensor pH E-201 BNC dengan error pada larutan asam, basa, dan netral sebesar 0,35%, 0,72%, dan 0,49% serta akurasi sebesar 99,65%, 99,28%, dan 99,51%, sensor turbidity yang sudah dikalibrasi dengan TDS meter, serta sensor ultrasonik HC-SR04 dengan error sebesar 0,53% dan akurasi sebesar 99,47%. Sistem berhasil membaca, menampilkan data, dan memberikan output dengan response time pada sistem pengurasan dan pengisian sebesar 6,3s dan 0,14s. Sistem dapat bekerja dengan baik dimana sistem dapat memantau dan mengontrol pH dan turbidity dalam akuarium. Abstract Control systems are widely applied in various fields, including fish farming. Water quality can decrease rapidly due to the deposition of feed residues, faeces, and metabolic waste of fish. The deposition causes the phosphate concentration to elevate; as a result, the water becomes murky. In addition, significant changes in pH in a short time cause physiological disturbances for fish. Aquarium water quality plays a vital role in the maintenance of aquarium fish; therefore, a system that can control and monitor water quality in fish farming is needed. The purpose of the study was to design as well as build an aquarium pH and turbidity control system and to assess the performance of the design produced. The system was designed using Arduino Uno ATmega328P as a microcontroller. This microcontroller was connected to sensor pH E-201 BNC, sensor turbidity SEN0189, ultrasonic sensor as a water level sensor, a relay as a pump controller, solenoid valve and 16x2 LCD as a monitor. The pH and turbidity setting point was based on the optimum living condition of Koi fish, which was entered manually through coding. For this study, an aquarium prototype was built with 40 x 25 x 28 cm dimensions. The results showed that the pH sensor error values for acid, alkaline and neutral water conditions were 0,35%, 0,72%, dan 0,49%, respectively, while the accuracies were 99.65 %, 99.28%, and 99.51%, respectively. A turbidity meter was calibrated with a TDS meter. The error and the accuracy values for the ultrasonic sensor were 0,53% and 99,47%, respectively. The system was able to read and display data as well as provide output with a response time for the water draining and filling system of 6,3s and 0,14s. The system built performed well in monitoring and controlling pH and turbidity in an aquarium.
Rancang Bangun Sistem Informasi Ketersediaan Air Irigasi Subak Berbasis JavaScript Putra, I Putu Arya Patrama Khrisna; Sulastri, Ni Nyoman; Wijaya, I Made Anom Sutrisna; Budisanjaya, I Putu Gede; Harimurti, Gusti Bagus Dwi Anugrah
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p10

Abstract

Sistem irigasi subak masih memiliki keterbatasan dalam pencatatan dan pengelolaan data debit irigasi. Sehingga, dibutuhkan sistem informasi yang mampu menampilkan data digital debit air irigasi serta dapat diakses melalui website. Tujuan dari penelitian adalah merancang sistem informasi yang responsif, fleksibel, dan mudah diakses, membangun pelayanan data debit secara live dalam bentuk diagram batang, serta menguji fitur dan aksesibilitas. Perancangan sistem pada penelitian ini dilakukan dengan tahapan sebagai berikut, mengidentifikasi masalah dari sisi pengguna, merancang algoritma sistem, mengintegrasikan framework dan API, melakukan hosting, serta melakukan pengujian dengan black-box testing. Seluruh perancangan sistem tersebut mengikuti metode air terjun (waterfall model). Sistem yang berhasil dirancang memiliki tujuh fitur yaitu, informasi website, data debit secara otomatis dari alat IM-Logger, data debit dengan pengukuran manual, berita subak, galeri subak, login, dan fitur informasi berbasis WhatsApp. Pada penelitian dilakukan pengujian terhadap responsivitas fitur, fleksibilitas sistem, dan aksesibilitas sistem terhadap berbagai perangkat. Hasil pengujian menunjukkan seluruh fitur yang diuji memiliki responsivilitas dan kecepatan yang baik. Pada fitur data digital debit irigasi dapat ter-update secara konsisten dan berhasil dikonversi menjadi diagram batang. Pengujian fleksibilitas sistem mendapatkan nilai sangat baik dengan hasil persentase kesesuaian sebesar 100% pada perangkat berlayar lebar dan 93.8% pada perangkat berlayar sempit. Pengujian aksesibilitas, sebanyak 59.66% persen responden menyatakan aksesibilitas sistem ini baik, 39.98% sangat baik, dan 0.6% kurang baik. Berdasarkan keseluruhan hasil pengujian sistem informasi, dapat disimpulkan bahwa sistem sudah berfungsi dengan responsif, fleksibel dan mudah diakses. ABSTRACT The subak irrigation system still needs to be improved in recording and managing irrigation discharge data. Thus, an information system is required to display digital data on irrigation water discharge, which can be accessed via the website. The research aimed to design a responsive, flexible, and easily accessible information system, to build a live discharge data service in the form of a bar chart, and to test the features and accessibility of the information system. System design in this study was carried out in the following stages, identifying problems from the user side, designing system algorithms, integrating frameworks and API, hosting, and conducting black-box testing. The entire system design followed the waterfall model. The system has seven features: website information, automatic discharge data from the IM-Logger tool, discharge data with manual measurements, subak news, subak gallery, login, and WhatsApp-based information features. This study tested features responsiveness, flexibility, and system accessibility for various devices. The test results showed that all the features tested had good responsiveness and speed. In the digital data feature, irrigation discharge could be updated consistently and successfully converted into a bar chart. The system flexibility test obtained a very good score, with 100% and 93.8 % conformity percentages for wide and narrow screen devices, respectively. In the accessibility test, 59.66% of respondents stated that the accessibility of this system was good, 39.98% was very good, and 0.6% was not good. Based on the overall results, it can be concluded that the information system functions responsively, and flexibly, and is easily accessible.
Karakteristik Indeks Luas Daun Microgreen Lobak Menggunakan Pengolahan Citra Empang, Fransiska Cahyani; Sulastri, Ni Nyoman; Budisanjaya, I Putu Gede
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p07

Abstract

ABSTRAK Indeks Luas Daun (ILD) merupakan parameter yang banyak digunakan dalam penentuan biomassa tanaman termasuk terhadap microgreen. Microgreen lobak merupakan salah satu jenis microgreen yang mengandung vitamin dan polifenol. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai ILD microgreen lobak dengan pengolahan citra serta menentukan karakteristik ILD microgreen lobak pada kombinasi perlakuan penyinaran indoor dan kerapatan benih. Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor digunakan untuk mengetahui pengaruh penyinaran indoor dan kerapatan benih terhadap karakteristik ILD. Penyinaran yang digunakan cahaya alami, UV LED, dan LED Pink. Kerapatan benih yang digunakan 10 g/tray, 12 g/tray, dan 14 g/tray. Penyinaran dilakukan pada hari ke-2 dan pengambilan citra pada hari ke-10 setelah semai. Korelasi Pearson digunakan untuk mengetahui korelasi antara nilai ILD dengan biomassa. Karakteristik ILD ditentukan dengan akusisi citra menggunakan kamera dan pengolahan citra menggunakan bahasa pemrograman Python, library OpenCV, dan script editor Visual Studio Code. Hasil uji Two-Way ANOVA menunjukkan bahwa interaksi perlakuan penyinaran indoor dan kerapatan benih tidak berpengaruh nyata terhadap nilai ILD microgreen lobak (P>0,05). Perlakuan penyinaran indoor berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai ILD microgreen lobak. Nilai ILD tertinggi terdapat pada perlakuan penyinaran LED Pink (0,792-0,985) dengan karakteristik batang tebal, daun lebar yang menutupi hampir seluruh area tray. ILD terendah terdapat pada perlakuan penyinaran UV LED (0,426-0,528) dengan karakteristik batang kecil, panjang, daun kurang lebar. Nilai ILD mempunyai korelasi positif dengan biomassa kering microgreen (R2=0.84). Dapat disimpulkan bahwa penyinaran LED pink memberikan nilai ILD tertinggi. Nilai ILD mempunyai korelasi positif yang sangat kuat dengan biomassa kering microgreen. ABSTRACT Leaf Area Index (LAI) is a widely used parameter in determining plant biomass, including microgreens. Radish microgreens are a type of microgreens that contain vitamins and polyphenols. This study aimed to obtain LAI values of radish microgreens by image processing and to determine characteristics of radish microgreens LAI in combinations of indoor irradiation treatments and seed densities. Randomized Block Design with two factors was employed to determine effect of indoor irradiation and seed density on LAI characteristics. Lighting used natural light, UV LED, and Pink LED. Seeds' density used 10g/tray, 12g/tray, and 14g/tray. Irradiation was carried out on second day, and images were taken on 10th day after sowing. Pearson correlation is used to determine correlation between LAI values and biomass. LAI characteristics were determined by image acquisition using camera and image processing using Python programming language, OpenCV library, and Visual Studio Code editor script. Results of Two-Way ANOVA test showed that interaction of indoor irradiation treatment and seed density had no significant effect in LAI value of radish microgreens (P>0.05). Indoor irradiation treatment had a significant effect (P<0.05) in LAI value of radish microgreens. Highest LAI value in irradiation treatment with Pink LED (0.792-0.985) with thick, wide stems covering almost entire tray area. Lowest LAI in UV LED irradiation treatment (0.426-0.528), characterized by small stems and long, less wide leaves. LAI value positively correlates with microgreen dry biomass (R2=0.84). In summary, pink LED irradiation showed highest LAI value. LAI value strongly correlates positively with microgreen dry biomass.
Pengaruh Media Penyimpanan dan Tinggi Permukaan Air Pendingin terhadap Mutu dan Lama Simpan Pisang Raja Bulu (Musa Paradisiaca L.) Selama Penyimpanan Barasa, Donari; Kencana, Pande Ketut Diah; Budisanjaya, I Putu Gede
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 13 No 1 (2025): IN PRESS
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pisang Raja Bulu merupakan salah satu produk hortikultura yang mudah rusak dan memiliki umur simpan yang relatif singkat. Kemampuan kombinasi media penyimpanan pasir, serbuk gergaji, dan sekam padi dengan tinggi permukaan air yang berbeda sebagai media penyimpanan untuk menjaga kualitas dan memperpanjang masa simpan buah pisang yang diuji selama penyimpanannya. Tujuan penelitian ini ialah untuk menemukan media simpan serta tinggi permukaan air terbaik dari kombinasi media penyimpanan dan tinggi air pendingin sebagai wadah untuk buah pisang. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan yaitu ragam media simpan pasir, serbuk gergaji, dan sekam padi, tinggi permukaan air 5 cm, 10 cm, dan 15 cm serta suhu penyimpanan menggunakan suhu ruang (28±2oC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan media simpan pasir dan tinggi permukaan air pendingin 15 cm adalah jenis media terbaik untuk menjaga kualitas dan memperpanjang masa simpan buah pisang raja bulu. Kombinasi tersebut mampu mempertahankan buah pisang selama 16 hari dimana warna aril masih berwarna putih, warna kulit hijau dan tekstur belum melunak.