Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Aplikasi Medan Elektromagnetik Solenoida terhadap Pertumbuhan Selada dalam Sistem Hidroponik Rakit Apung Maulana, Arya; Budisanjaya, I Putu Gede; Madrini, Ida Ayu Gede Bintang
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p21

Abstract

Selada merupakan sayuran yang banyak dikonsumsi di Indonesia. Salah satu cara membudidayakan selada adalah menggunakan hidroponik dengan sistem rakit apung dan pemanfaatan teknologi lebih lanjut untuk mendapatkan hasil yang lebih baik adalah menggunakan paparan medan elektromagnetik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil terbaik dari variasi paparan medan elektromagnetik pada pertumbuhan selada berupa jumlah daun, panjang akar, berat segar, dan berat kering. Penelitian ini menggunakan perangkat solenoida sebagai sumber medan elektromagnetik. Perlakuan pada penelitian ini disajikan sebanyak tiga, yaitu T0 (merupakan variabel tanpa perlakuan medan elektromagnetik), T1 mempunyai medan elektromagnetik 0,00027 Tesla, dan (T2) mempunyai medan elektromagnetik 0,00047 Tesla. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 5 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan ANOVA dan Uji BNT 5%. Perlakuan dengan menggunakan paparan medan elektromagnetik pada pertumbuhan salada dapat berpengaruh nyata pada variabel pengamatan. Hasil yang signifikan didapatkan oleh variabel (T2) yang mendapatkan hasil rata-rata jumlah daun sebanyak 11,7 helai, rata-rata panjang akar sepanjang 35,8 cm, jumlah total berat segar seberat 114,53 gram, dan jumlah total berat kering seberat 12,56 gram. ABSTRACT Lettuce is vegetable that is widely consumed in Indonesia. One way to cultivate lettuce is using hydroponics with floating raft system and further technology utilisation to get better results is using electromagnetic field. The purpose of this study is to get best results from variations in electromagnetic field on lettuce growth in the form of number of leaves, root length, fresh weight, and dry weight. This research uses solenoid as a source of electromagnetic field. The treatments in this study are presented as three, namely (T0) without electromagnetic field, (T1) has an electromagnetic field 0.00027 Tesla, and (T2) has an electromagnetic field 0.00047 Tesla. The research design used in this study was completely randomised design with 3 treatments and 5 replications. The data obtained were analysed using ANOVA and LSD 5% test. Treatment using electromagnetic field on lettuce growth can significantly affect the observation variables. Significant results were obtained by the (T2) which obtained average number of leaves of 11.7 strands, average root length of 35.8 cm, total fresh weight of 114.53 grams, and the total dry weight of 12.56 grams.
Rancang Bangun Pelontar Pakan Ikan Otomatis Berbasis Mikrokontroller Arduino Mega Abdi Bagaskara, Pande Made Ngurah Bayu; Budisanjaya, I Putu Gede; Tika, I Wayan
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p17

Abstract

Pakan mempunyai peranan sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangbiakan dalam budidaya ikan, dengan sistem pemberian pakan ikan pada umumnya masih berorientasi pada sumber daya manusia yang sifatnya masih manual. Salah satu teknologi yang dapat memudahkan seseorang dalam melakukan pemeliharaan ikan khususnya dalam pemberian pakan, yaitu dengan menerapkan sistem pemberian pakan otomatis yang berbasis mikrokontroller Arduino Mega. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat alat pelontar pakan ikan otomatis berbasis mikrokontroller arduino mega dan mengetahui kinerja sistem dari alat pelontar pakan ikan otomatis berbasis mikrokontroller arduino mega. Rancangan melibatkan penggunaan komponen seperti keypad, LCD, sensor HC-SR04, sensor RTC, buzzer, motor servo, motor DC, loadcell, dan relay untuk mengontrol dan mengukur berat pakan serta mengatur frekuensi pemberian pakan. Sistem yang dibangun menghasilkan prototipe dengan dimensi diameter 37 cm, lebar 40 cm, dan tinggi 95 cm dan dimensi pelontarnya yaitu panjang 15 cm, lebar 15 cm, dan tinggi 26 cm. Sistem ini berhasil membantu pengguna dalam memberi pakan ikan secara otomatis dan terjadwal. ABSTRACT Fish feeding plays a crucial role in the growth and reproduction of fish in aquaculture. However, the conventional feeding systems still rely heavily on manual intervention. To handle this, the automated fish feeding system based on the Arduino Mega microcontroller offers a practical solution. This research aims to design and develop an automatic fish feeding device using the Arduino Mega microcontroller and evaluate its performance. The design involves the integration of components such as a keypad, LCD, HC-SR04 sensor, RTC sensor, buzzer, servo motor, DC motor, load cell, and relay to control and measure the feed’s weight and regulate the feeding frequency. The constructed system resulted in a prototype with dimensions of 37 cm in diameter, 40 cm in width, and 95 cm in height, with the feeder’s dimensions measuring 15 cm in length, 15 cm in width, and 26 cm in height. The system effectively assists users in providing automated and scheduled fish feeding.
Rancang Bangun Traceability Website Sayur Brokoli Berbasis Framework Laravel di BOS Fresh Yunus, Muhammad Dwi Prayoga; Budisanjaya, I Putu Gede; Arthawan, I Gusti Ketut Arya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p13

Abstract

Traceability merupakan metode yang dapat dilakukan oleh pengelola industri pangan untuk memberikan informasi yang terkait produk yang dihasilkan secara keseluruhan. Sistem traceability masih memiliki keterbatasan penyampaian informasi mengenai produk kepada para konsumen khususnya di BOS Fresh. Sehingga, dibutuhkan traceability website yang mampu mengelola serta menyampaikan data tersebut secara digital kepada konsumen. Tujuan dari penelitian adalah merancang traceability website yang baik, responsif, dan mudah diakses. Perancangan traceability website ini meliputi beberapa tahap diantaranya pengembangan website, perancangan use case diagram, perancangan class diagram database, perancangan user interface website, melakukan hosting, hingga tahap pengujian dengan metode white-box, black-box, dan user acceptance testing. Pengguna pada traceability website dibagi menjadi dua, yakni user admin dan konsumen dengan halaman yang berbeda. Pada halaman user admin memiliki beberapa menu seperti login, input data, update data, menghapus data, serta mencetak QR Code. Konsumen hanya dapat mengakses halaman untuk melihat data saja dengan cara memindai QR Code yang telah disediakan. Hasil pengujian metode white-box dengan menguji jalur logika pada bahasa pemrograman mendapatkan interpretasi “Valid” untuk semua variabel pengujian. Hasil pengujian metode black-box dengan menguji seluruh fitur yang dimiliki website mendapatkan interpretasi “Berhasil” untuk semua variabel pengujian. Serta hasil pengujian metode user acceptance testing dengan menguji pengoprasian website mendapat nilai rata-rata 3,48 dengan interpretasi “Sangat Puas”, dengan menguji kelengkapan data mendapat nilai rata-rata 3,57 dengan interpretasi “Sangat Puas”, serta dengan menguji tampilan website mendapatkan nilai rata-rata 3,64 dengan interpretasi “Sangat Puas”. Berdasarkan seluruh hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa traceability website telah berjalan dengan baik, responsif, dan mudah untuk diakses. ABSTRACT Traceability is a method that can be used by food industry managers to provide information related to the products produced as a whole. The traceability system still has limitations in conveying product information to consumers, especially at BOS Fresh. So, a traceability website is needed that is able to manage and convey this data digitally to consumers. The aim of the research is to design a good, responsive, and easily accessible traceability website. The design of this traceability website includes several stages including website development, use case diagram design, database class diagram design, website user interface design, hosting, and the testing phase using the white-box, black-box, and user acceptance testing methods. Users on the traceability website are divided into two, it is a admin users and consumers with different pages. On the admin user page, there are several menus such as login, input data, update data, delete data, and print a QR Code. Consumers can only access the page to view data by scanning the QR Code provided. The results of testing the white-box method with logic path testing in programming languages get the "Valid" interpretation for all test variables. The results of testing the black-box method by testing all the features of the website get the interpretation of "Success" for all test variables. As well as the test results of the user acceptance testing method by testing the operation of the website getting an average value of 3.48 with the interpretation of "Very Satisfied", by testing the completeness of the data getting an average value of 3.57 with the interpretation of "Very Satisfied", and by testing the appearance of the website get an average value of 3.64 with the interpretation of "Very Satisfied". Based on all the test results, it can be concluded that the traceability of the website has been running well, is responsive, and easy to access.
Estimasi Evapotranspirasi Potensial Menggunakan Algoritma Random Forest Apriliani, Luh Made Putri; Sulastri, Ni Nyoman; Widia, I Wayan; Budisanjaya, I Putu Gede
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 13 No 1 (2025): IN PRESS
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Besaran nilai Evapotranspirasi Potensial (ETp) sangat diperlukan untuk perencanaan distribusi air dan pola tanam. Umumnya, perhitungan ETp diperoleh dari perhitungan model empiris, seperti model Penman Monteith (PM) yang direkomendasikan oleh Food and Agriculture Organization (FAO). Namun, penerapan model ini memerlukan variabel cuaca yang banyak dan ketersediaan data cuaca yang tidak memadai. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan model estimasi ETp dengan algoritma Random Forest (RF). Variabel cuaca yang digunakan pada penelitian ini yang dijadikan input dalam pemodelan ETp yaitu radiasi matahari (Rs); suhu udara (T); kelembaban udara (RH); dan kombinasi Rs dan T. Data variabel cuaca diperoleh dari automatic weather station (AWS) di Daerah Irigasi (DI) Tungkub, Mengwi, Bali. Pada kalibrasi model terdapat tiga metrik evaluasi untuk mengevaluasi kinerja model yaitu R2, MSE, dan RMSE. Sementara pada validasi model menggunakan tiga teknik yaitu prediction error plot, residuals plot, dan k-fold CV. Hasil penelitian menunjukkan nilai estimasi ETp rata-rata dengan skenario masukan Rs menggunakan algoritma RF di DI Tungkub 0,14 mm/jam (R2 = 1,00, MSE = 0,00, RMSE = 0,01). Sementara itu, nilai rata-rata ETp PM yaitu 0,15 mm/jam. Skenario masukan Rs menggunakan algoritma RF menunjukan nilai estimasi yang mendekati nilai ETp PM. Abstract The estimation of Potential Evapotranspiration (ETp) is crucial for water distribution planning and cropping patterns. Generally, ETp calculation is obtained from empirical models such as the Penman-Monteith (PM) model recommended by the Food and Agriculture Organization (FAO). However, implementing this model requires numerous weather variables and adequate weather data availability. This research aims to develop an ETp estimation model using the Random Forest (RF) algorithm The weather variables used in this research as inputs for ETp modeling are solar radiation (Rs); air temperature (T); air humidity (RH); and a combination of Rs and T. Weather variable data were obtained from an automatic weather station (AWS) in the Tungkub Irrigation Area, Mengwi, Bali. In model calibration, three evaluation metrics were used to assess model performance, R2, MSE, and RMSE. Meanwhile, for model validation, three techniques were employed, prediction error plot, residuals plot, and k-fold cross-validation. The research results indicate that the average ETp estimation value with the scenario of input Rs using the RF algorithm in the Tungkub Irrigation Area is 0,14 mm/hour (R2 = 1,00, MSE = 0,00, RMSE = 0,01). Meanwhile, the average ETp PM value is 0,15 mm/hour. The scenario of input Rs using the RF algorithm shows estimation values close to the PM ETp value.
Kombinasi Perekat dan Bentuk Geometri yang digunakan terhadap Karakteristik Biobriket Batang Bambu Tabah (Gigantochloa Nigrociliata Buse-Kurz) Maysaroh, Fayfi; Kencana, Pande Ketut Diah; Budisanjaya, I Putu Gede
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 13 No 1 (2025): IN PRESS
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik terhadap kombinasi bahan perekat dan bentuk geometri yang digunakan terhadap mutu briket bambu tabah yang dihasilkan dan menentukan perlakuan manakah yang memberikan hasil terbaik terhadap katakteristik briket yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan menggunakan 2 faktor dan 3 kali pengulangan. Faktor pertama (A) merupakan kombinasi bahan perekat yang terdiri dari 3 taraf tepung sagu dan tepung tapioka (A1), Tepung sagu dan tepung ketan (A2), dan tepung tapioka dan tepung ketan (A3). Faktor kedua (B) merupakan bentuk geometri yang terdiri dari 3 paraf silinder (B1), kubus (B2), dan balok (B3). Seluruh perlakuan dilakukan ulangan sebanyak 3 kali sehingga didapat 27 data pengamatan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan SPSS dan apabila terdapat pengaruh yang signifikan, kemudian akan dilanjutkan dengan uji lanjut BNT terhadap rata-rata perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antar perlakuan jenis kombinasi perekat dan bentuk geometri memberikan pengaruh yang signifikan terhadap parameter mutu briket yang dihasilkan. Perlakuan briket yang dibuat dengan kombinasi perekat tepung sagu dan tepus ketan dengan bentuk geometri silinder (A2B1) merupaka perlakuan yang menghasilkan briket dengan kualitas paling baik dengan nilai kadar air sebesar (6,80% bb), kadar abu sebesar (12,87%), laju pembakaran sebesar (0.08 g/menit) dan kadar zat menguap sebesar (57,50 %). ABSTRACT This study aims to determine the characteristics of the combination of adhesives and geometric shapes used on the quality of stoic bamboo briquettes produced and determine which treatment gives the best results on the characteristics of the briquettes produced. This study used a Factorial Randomized Group Design (RAK) using 2 factors and 3 repetitions. The first factor (A) is a combination of adhesive materials consisting of 3 levels of sago flour and tapioca flour (A1), sago flour and sticky rice flour (A2), and tapioca flour and sticky rice flour (A3). The second factor (B) is a geometric shape consisting of 3 levels of cylinder (B1), cube (B2), and beam (B3). All treatments were replicated 3 times so that 27 observation data were obtained. The data obtained were analyzed using SPSS and if there is a significant effect, then it will be continued with the BNT further test on the average treatment. The results showed that the interaction between the treatment types of adhesive combinations and geometric shapes had a significant effect on the quality parameters of the briquettes produced. The treatment of briquettes made with a combination of sago starch and sticky rice with a cylindrical geometric shape (A2B1) is the treatment that produces the best quality briquettes with a moisture content value of (6.80% bb), ash content of (12.87%,), burning rate of (0.08 g/min) and volatile metter of (57.50%).
Design and Implementation of an IoT-Based Irrigation Management System for Alternate Wetting and Drying (AWD) Technique in Rice Cultivation Kusuma, I Nyoman Teguh Yudha; Budisanjaya, I Putu Gede; Sumiyati, Sumiyati; Nugroho, Andri Prima; Sulastri, Ni Nyoman; Tika, I Wayan
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 14 No. 4 (2025): August 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtepl.v14i4.1256-1267

Abstract

Rice irrigation management is facing considerable challenges, particularly in improving water use efficiency. This study aimed to develop an irrigation management system integrating the Alternate Wetting and Drying (AWD) technique with Internet of Things (IoT) technology. The system was constructed using ESP32 microcontroller, TOF10120 distance sensor for water level monitoring, an SD card module for data logging, 20×4 I2C LCD for real-time display, an optocoupler relay module for system control, and DS3231 real-time clock for timekeeping. Remote monitoring and control were enabled via the Blynk platform. System design was conducted using AutoCAD software, circuit simulations were performed using the Wokwi platform, and field testing was implemented in a rice cultivation area in Tabanan, Bali. Water level measurements were obtained using the TOF10120 sensor, and measurement accuracy was evaluated using MAPE (Mean Absolute Percentage Error). The system operated using a 100 WP solar panel and battery, ensuring sustainable and autonomous functionality. Results demonstrated that the IoT-based AWD irrigation management system successfully automated irrigation scheduling according to crop water requirements, achieving a high accuracy with a MAPE of 3.83%. Integration with the Blynk platform provided real-time monitoring and remote control functionalities, offering farmers an effective and user-friendly tool for optimizing irrigation water management.   Keywords: Alternate Wetting and Drying (AWD), Automatic Irrigation System, Blynk platform, IoT, Irrigation management, Sensor.
Penggunaan Beaglebone Black untuk Monitoring Suhu, Kelembaban, dan Intensitas Cahaya dalam Greenhouse I Putu Gede Budisanjaya; Sumiyati Sumiyati
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 2 No. 2 (2017): Oktober
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2016.v02.i02.p02

Abstract

Di negara tropis seperti Indonesia, rumah kaca sangat efektif digunakan untuk memberikan perlindungan yang baik terhadap tanaman dari kondisi lingkungan yang berpengaruh buruk terhadap pertumbuhan tanaman seperti suhu yang terlalu panas, kecepatan angin yang kencang, hujan, serta gangguan serangga. Dengan dilakukannya budidaya tanaman dalam greenhouse, maka kondisi-kondisi yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman dapat dipantau dan diatur sesuai kebutuhan tanaman. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem monitoring suhu, kelembababan dan intensitas cahaya secara terus menerus dan real-time. Maka dari itu diperlukan penelitian tentang alat untuk monitoring suhu, kelembaban dan intensitas cahaya dengan menggunakan mini komputer Beaglebone Black Rev C yang mudah dalam pengembangan dan handal, sehingga bisa memonitor kondisi suhu, kelembaban dan intensitas cahaya secara terus menerus dan real time. Dengan sensor suhu dan kelembaban DHT22, BH1750 sebagai sensor cahaya. Data suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya akan dikirim ke email, disimpan dalam file CSV. User juga akan menerima alert jika suhu melebihi 34 oC. Setelah pengujian sensor, DHT22 memiliki error pengukuran suhu sebesar 1,999 ± 0,294 %, dan error sebesar 11,915 ±1,210% untuk pengukuran kelembaban. Sedangkan sensor BH1750 memiliki error yang rendah yaitu 0,577± 0,349 %.
Pemantau Suhu dan Kadar Air Kompos Berbasis Internet Of Things (Iot) dengan Arduino Mega dan Esp8266 Putu Gede Budisanjaya; I Wayan Tika; Sumiyati
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 1 No. 2 (2016): Oktober
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2016.v01.i02.p01

Abstract

In composting process, temperature and water content are specific thus needs to be monitoredcontinuously. The objective of this study was to monitor temperature and moisture content in realtime during the process of straw and chicken manure composting. This device combined withInternet technology called the Internet of Things (IOT) and consist of Arduino Mega 2560 board,DS18B20 temperature sensor, resistive based moisture content probe with IC 555 as the currentexcitation. The results of the temperature and moisture content displayed on the LCD 4x20 andcan be seen online at sites thingspeak.com because transmitted by ESP8266 wifi module. Datatemperature and moisture content of compost material was also stored to the sd card
Rancang Bangun Pengendali Suhu, Kelembaban Udara dan Cahaya dalam Greenhouse Berbasis Arduino dan Android I Putu Gede Budisanjaya; I Nyoman Sucipta
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 3 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2018.v03.i02.p03

Abstract

Budidaya tanaman dalam greenhouse, menghasilkan tanaman dengan dimensi fisik yang lebih baik daripada tanaman yang dibudidayakan diluar greenhous, karena dengan membudayakan tanaman dalam greenhouse kita dapat mengendalikan kondisi atau variabel yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman, adapun kondisi yang perlu dikendalikan dalam greenhouse antara lain adalah suhu, kelembaban udara dan intensitas sinar dalam greenhouse. Penelitian ini bertujuan untuk membuat alat pengendali suhu, kelembaban dan intensitas sinar dalam greenhouse dengan menggunakan Arduino Mega 2560 sebagai pemroses, sensor DHT22 sebagai sensor suhu dan kelembaban udara, sensor BH1750 sebagai sensor intensitas sinar. Alat pengendali ini yang nantinya akan mengendalikan on/off kipas exhaust, led fotosintesis, dan pompa air. Sensor DHT22 memiliki error pengukuran suhu sebesar 1,28% dan kelembaban 1,64%. Sensor BH1750 memiliki pengukuran intensitas cahaya sebesar 8,21%. Kondisi suhu, kelembaban udara, dan intensitas sinar dapat dipantau dan dikendalikan secara remote dengan menggunakan smartphone bersistem operasi Android
Perancangan dan Aplikasi Alat Sistem Irigasi Otomatis pada Budidaya Paprika di Desa Candikuning I Wayan Tika; Putu Gede Budisanjaya; Sumiyati
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 1 No. 2 (2016): Oktober
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2017.v01.i02.p04

Abstract

Service activities that conducted on horticultura farmer group in the Candikuning village moreemphasis on irrigation water use efficiency in irrigation system pilot project in the cultivation ofbell peppers through automation techniques. Through this activity is expected to be availablehuman resources who can operate and develop automation equipment provision of irrigationwater to the agricultural sector, especially the cultivation of peppers. To achieve the output targetshas been made of demonstration plots with application of irrigation water supply automation toolbased operating system Mikrontroler Atmega 16. For availability of human resources capable ofrunning, maintaining, and even develop such equipment has also been conducted socializationactivities through the direct delivery of the device to the operating system some members offarmers as partners devotion