Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Emotional Regulation Training on Emotional Labor and Work Engagement Among Nurses Hartika, Listiyani Dewi
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 26 No 4 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 4, 2011)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v26i4.4190

Abstract

Monotonous job routine, the requirement to express only positive emotions (”display rules”),inequality nurse to patient ration, and inadequate emotion regulation skills are factors thatcontribute to decreased work engagement among nurses. It was hypothesized that the appli-cation of emotional regulation training will facilitate nurses to obtain greater efficacy to enactdeep acting and surface acting. When these goals skills are obtained, nurses will likely be able toincrease their work engagement. The author applied purposive sampling strategy to screen 60nurses as research participants. The author used questionnaires and quasi-experiment researchdesign to categorize participants into two groups. Data was analyzed using Kendall correlation,t-test, and measurement of effect size. Results revealed significant differences between controlgroup’s work engagement posttest scores and experimental group’s WE posttest scores. Theauthor concludes that emotional regulation training have improved the nurses capability to enactdeep acting and also greater work engagement. Pekerjaan yang monoton, adanya display rules dalam bekerja, tidak berimbangnya jumlahperawat dalam menghadapi jumlah pasien yang banyak, kurangnya kemampuan untukmengelola emosi secara efisien merupakan faktor-faktor yang menyebabkan keterikatan kerja(work engagement) perawat terhadap pekerjaannya menjadi kurang optimal. Melalui programemotional regulation training diharapkan perawat lebih mampu melakukan deep acting (DA)ataupun surface acting (SA) secara lebih efisien sehingga perawat mampu meningkatkan workengagement-nya terhadap pekerjaanya. Melalui purposive sampling diperoleh 60 orang perawatsebagai subjek. Melalui survei dan kuasi-eksperimen didesain dua kelompok pra-uji-treatment-pasca-uji . Data dianalisis dengan uji korelasi Kendall, uji beda t-test, serta perhitungan effectsize. Hasil menunjukkan perbedaan yang signifikan antara hasil pasca-uji kelompok kontrol dankelompok eksperimen pada variabel work engagement. Artinya emotional regulation traningmemengaruhi tingkat deep acting dan surface acting perawat yang pada akhirnya berdampakjuga pada meningkatnya tingkat work engagement (WE) perawat terhadap pekerjaanya.
The Level of Psychological Well-being Among Civil Servants at the P2KBP3A Office in Badung Regency Bayu Satria, I Made Bayu Satria Wijaya; Hartika, Listiyani Dewi; Septiarly, Yashinta Levy
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i3.4396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat psychological well-being (PWB) pada pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas P2KBP3A Kabupaten Badung berdasarkan enam aspek yang dikemukakan oleh (Ryff, 1989), yaitu self-acceptance, positive relations with others, autonomy, environmental mastery, purpose in life, dan personal growth. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 57 pegawai ASN sebagai responden. Instrumen pengumpulan data berupa Ryff’s Psychological Well-Being Scale yang telah melalui proses uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, crosstabs, dan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pegawai berada pada kategori PWB menengah, hasil uji peraspek pada variabel PWB juga menunjukkan hasil yang sama yaitu mayoritas pegawai berada pada katagori menegah. Aspek positive relations with others dan personal growth menunjukkan proporsi skor tinggi terbanyak, sedangkan environmental mastery, dan purpose in life memiliki skor rendah yang dominan. Uji chi-square menunjukkan bahwa dari lima faktor demografis yang dianalisis (usia, jenis kelamin, pendidikan, lama bekerja, dan jabatan), hanya jabatan yang menunjukkan hubungan signifikan terhadap tingkat PWB. Temuan ini menunjukkan bahwa peran struktural dalam organisasi, seperti jabatan, memiliki hubungan yang signifikan terhadap pencapaian PWB, mendukung pandangan (Ryff, 1989) yang menyebutkan bahwa PWB merupakan pengukuran yang bersifat dinamis. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam merancang intervensi kebijakan untuk meningkatkan psychological well-being pegawai di lingkungan pemerintahan.
Perbedaan Perencanaan Karier Ditinjau dari Tingkat Self Efficacy pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Fakultas Kesehatan Dan Sains, Universitas Dhyana Pura Ni Putu Dilla Pramestya Asih; Listiyani Dewi Hartika; I Gde Dhika Widarnandana
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v6i1.8827

Abstract

This study was conducted at the Faculty of Health and Science, Dhyana Pura University with the aim of determining whether there are differences in career planning that can be seen from the level of self-efficacy in final year students. In this study used two measurement scales, namely the self-efficacy scale and the career planning scale. The sample in the study amounted to 96 which was determined using the Isaac and Michael formula. The method used in this study is comparative quantitative with data analysis using the Independent Sample T-Test test. The results of the Independent Sample T-Test obtained a p-value of 0.001 <0.05. Then, an additional analysis was conducted, namely the Post Hoc analysis test, obtained the result of Ptukey <0.001. Based on the results of the data analysis, it can be concluded that there are differences in career planning reviewed from the high and low levels of self-efficacy in final year students at the Faculty of Health and Science, Dhyana Pura University.
Co-Authors . Supriyadi Agnes Utari Hanum Ayuningtias Agnes Utari Hanum Ayuningtyas Alexandra Auliffe Angela Oktavia Suryani Ari Indra Dewi Assrid Assrid Ayu Prabasari Dharmajayanti Bayu Satria, I Made Bayu Satria Wijaya Cokorda Tesya Kirana Cokorda Tesya Kirana, Cokorda Tesya Dermawan Waruwu Dewi, Ni Nyoman Ari Indra Diah Widiawati Dwi Marina Gitariani Edwin Adrianta Surijah Ellen Violetta Nainggolan, Ellen Violetta Gayatri, Gusti Ayu Widya Gusti Ayu Diliana Saraswati Devi I Gde Dhika , I Gde Dhika I Gde Dhika Widarnandana I Gusti Ayu Putu Prisintya Devi I Made Feby Anggara I Putu Dedik Hermawan I Putu Yoga Ari Wijaya I Rai Hardika I Wayan Damayana Ida Ayu Kirana Candra Dewi Ida Ayu Putu Kirana Candra Kadek Indah Yanti Kanifah, Laleatul Komang Ayu Asteria Asawisti Sukma Sugiri Komang Rima Triani Leda, Maria Yuventa Ninda Levi, Yashinta Linda Sandy Luh Ita Diari Luh Putu Devi Sukma W Luh Putu Ratih Andhini Mangerongkoda, Dhyo Jeremy Meliani, Ni Kadek Muhtadin, Ahmad Ni Deky Yastika Sari Ni Ketut Jeni Adhi Ni Luh Ayu Tiara Ni Luh Putu Arisya Mirani Putri Ni Luh Wahyu Santika Sari Ni Made Devi Lukitasari Ni Nyoman Ari Indra Dewi Ni Putu Dilla Pramestya Asih Ni Putu Nadia Frismayanthy Ni Putu Nova Agustiari Ni Putu Pande Ari Jayanti Ni Putu Rizky Eka Ramayanti Nicholas Simarmata Putri Vanezia Putu Chris Susanto Putu Widiarsana Putu, Ayu Agustina Paramadhyani Rian Ganggas Puspatara Septiarly, Yashinta Levy Shafira P Supriyadi Supriyadi Thresia Cindy Rikel Viodelfrillia Tio Rosalina Widiarti, Ni Made Ayu Diah Wiriana Wiriana . Yashinta Levy Septiarly