Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI ANALISIS KAPASITAS PENGAMAN KOPEL DALAM MENSUPLAI DAYA DI BANDARA INTERNASIONAL NGURAH RAI SAAT HILANGNYA SUPLAI DAYA DARI PENYULANG GAYATRI ATAU PENYULANG BANDARA yoga armika; dyana arjana; wayan rinas
Jurnal Teknologi Elektro Vol 16 No 2 (2017): (May - Agustus) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MITE.2017.v16i02p03

Abstract

Hilangnya suplai daya listrik dapat diakibatkan oleh gangguan atau pekerjaan jaringan, untuk menjaga kontinuitas daya listrik di bandara Internasional Ngurah Rai saat hilangnya suplai daya dilakukan manuver beban. Manuver beban dilakukan dengan menghubungkan bus beban Bandara I dan bus beban Bandara II menggunakan bantuan kopel . Kopel dilengkapi pengaman rele arus lebih yang bekerja dengan membandingkan besar input arus dengan setting rele. Hasil yang diperoleh setelah analisa dengan perhitungan manual yaitu nilai nominal beban Bandara I dan beban Bandara II sebesar 300 A, didapat setting arus lebih pada kopel sebesar Iset = 180 A, waktu kerja rele 0.025 detik dengan Tms = 0.052 SI dan untuk setting GFR didapat setting arus sebesar Iset = 28.028 A dengan Tms = 0,008 SI. Simulasi dilakukan dengan memberi gangguan di bus beban Bandara I, dimana rele akan bekerja dengan waktu 0.025 detik untuk memerintahkan PMT pada kopel lepas, sehingga tidak mengganggu jaringan di sisi Penyulang Ngurah Rai I dan Penyulang Ngurah Rai II, sehingga kontinuitas daya beban Bandara II tetap terjaga.
ANALISIS PENGARUH HARMONISA TERHADAP RUGI -RUGI DAYA (LOSSES) PADA TRANSFORMATOR DI PENYULANG SEDAP MALAM I Gede Ariana; I G Dyana Arjana; I Wayan Rinas
Jurnal Teknologi Elektro Vol 16 No 1 (2017): (January - April) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MITE.1601.14

Abstract

The aim of this study is to analyze the influence of harmonic to power losses in transformator at Sedap Malam feeder by using the help of ETAP power station, so we can obtain how much the influence of harmonic in distribution system. By measuring THDv and THDI in DT0042, DT0048 and DT0319 transformator we got THDv value of 1.1% in DT0042, 1.56% in DT 48 and 1.23% in DT0319 from maximum margin of 5.0% in THDV according to IEEE 519–1992 standard. As for THDI we got the value of 9.36% in DT0042, 12.4% in DT0048 and 14.2% in DT0319 from maximum margin of 8.0% in THDI according to IEEE 519 – 1992 standard. On other side, the result by running ETAP power station we got THDI value of 1.59% in D00T42, 1.95% in DT0048 and 1.71% in DT0319. As for THDv we got running result of 12.22% in DT0042, 12.96% in DT0048 and 13.54% in DT0319. Based on the result of performed analisis of the influence of harmonic to power losses in transformator at Sedap Malam feeder, we obtained that the amount of power losses was 43,2 kW before having harmonic and 45,7 kW after having harmonic. The raise of 2,5 kW was caused by occurance of harmonic in DT0042, DT0048 and DT0319 transformator from total of 44 existed transformators Penelitian ini menganalisis pengaruh harmonisa terhadap rugi-rugi daya (losses) pada Transformator di peyulang sedap malam menggunakan bantuan ETAP power station, sehingga dapat diketahui hasil seberapa besar pengaruh harmonisa pada sistem distribusi. Hasil pengukuran THDv dan THDi pada Transformator DT0042, DT0048 dan DT0319 dari diperoleh hasil THDv sebesar 1,1% pada DT0042, 1,56% pada DT0048 dan 1,23% pada DT0319 dari batas maksimum THDV menurut standar IEEE 519–1992 adalah 5.0%. Untuk hasil pengukuran THDI didapatkan hasil pengukuran sebesar 9,36% pada DT0042. 12,4% pada DT0048 dan 14,2% pada DT0319 dari batas maksimum THDI menurut standar IEEE 519 – 1992 adalah 8.0 %. Sedangkan untuk hasil running ETAP power station hasil THDI yang didapatkan sebesar 1,59% pada DT0042. 1,95% pada DT0048 dan 1,71% pada DT0319 untuk hasil THDv di dapatkan hasil running sebesar 12,22% pada DT0042. 12,96% pada DT0048 dan 13,54% pada DT0319. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan pengaruh harmonisa terhadap rugi-rugi daya (losses) pada Transformator di penyulang Sedap Malam didapatkan hasil rugi-rugi daya sebesar 43,2 kW sebelum adanya harmonisa dan setelah adanya harmonisa menjadi 45,7 kW peningkatan sebesar 2,5 kW ini di dapatkan dengan masuknya harmonisa di Trasformator DT0042,DT0048 dan DT0319 dari total Transformator yang ada sebanyak 44 buah. Kata kunci : Distribusi, Harmonisa, THDv,THDi, Rugi Daya DOI: 10.24843/MITE.1601.14
IDENTIFIKASI PENURUNAN KWALITAS DAYA PADA PENYULANG MENGGUNAKAN KOMBINASI TRANSFORMASI WAVELET DAN NEURAL NETWORK I Gede Dyana Arjana
Jurnal Teknologi Elektro Vol 6 No 2 (2007): (July - December) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan peralatan listrik modern, terutama peralatan elektronika modern membangkitkan gelombang atau sinyal distorsi. Sinyal tegangan cacat tersebut langsung masuk ke sistem tenaga listrik Sinyal ini terlebih dahulu diuraikan menggunakan transformasi wavelet. Hasil transformasi berupa pola signal dalam bentuk koefisien ini digunakan dalam proses learning jaringan syaraf tiruan pada proses pembelajaran metoda neural network untuk mendapatkan target output. Hasil dari proses ini digunakan sebagai acuan untuk mengidentifikasi gangguan yang masuk ke jaringan.
Studi Peningkatan Kualitas Pelayanan Penyulang Menggunakan Load Break Switch (LBS) Three Way Hery Samudra; I G Dyana Arjana; I Wayan Artha Wijaya
Jurnal Teknologi Elektro Vol 15 No 1 (2016): (January - June) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MITE.2016.v15i01p09

Abstract

Pada sistem distribusi, kualitas keandalan dapat dilihat dari lamanya pemadaman atau SAIDI (System Average Interruption Duration Index) dan seberapa sering pemadaman terjadi dalam satuan waktu atau SAIFI (System Average Interruption Frequency Index). Sebuah upaya yang telah dilakukan oleh PT. PLN (persero) Distribusi Bali AJ Bali Selatan untuk mengurangi jumlah pelanggan padam saat terjadi gangguan yaitu dengan cara pemasangan LBS Three Way. Berdasarkan hasil perhitungan kualitas keandalan pada penyulang Gunung Agung setelah pemasangan LBS Three Way yaitu SAIFI sebesar 0.989688526 dan SAIDI sebesar 5.737530618, penyulang Imam Bonjol setelah pemasangan LBS Tree Way yaitu SAIFI sebesar 0.683913253 dan SAIDI sebesar 3.908243775. Hasil analisa pengaruh pemasangan LBS Three Way terhadp pelanggan DB0133 (United Overseas Bank) yaitu pelanggan pada DB133 tidak mengalami pemadaman apabila terjadi gangguan pada penyulang Gunung Agung karena pelanggan dapat dimanuver oleh penyulang Imam Bonjol. Berdasarkan perhitungan kemampuan manuver beban pada penyulang Gunung Agung dan Imam Bonjol dapat dikatakan penyulang Gunung Agung mampu memanuver beban seksi I dan III pada penyulang Imam Bonjol, dan penyulang Imam Bonjol mampu memanuver beban seksi III, IV dan V pada penyulang Gunung Agung. DOI: 10.24843/MITE.1501.09
STUDI ANALISA KOORDINASI RELAI GFR INCOMING BUSBAR 20 KV DAN GFR SALURAN UNTUK MENGAMANKAN GANGGUAN SATU PHASA KETANAH DI TRANSFORMATOR 3 GARDU INDUK KAPAL I Gede Krisnayoga Kusuma; I Gede Dyana Arjana; I Wayan Arta Wijaya
Jurnal Teknologi Elektro Vol 16 No 2 (2017): (May - Agustus) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MITE.2017.v16i02p04

Abstract

Disruption of the distribution system is generally caused by a short circuit that causes overcurrent, one single phase short circuit to ground. Single phase to ground disturbances that occurred at the feeder should be secured by a ground fault relays in feeders. However, due to an error of coordination, interference with the feeder perceived also to the incoming side of the transformer so that ground fault relays on the incoming 20 kV ordered PMT 20 kV at the transformer side open. Working time ground fault relays in feeders Peguyangan is for 0.25 seconds. While working time ground fault relays in the incoming 20 kV is for 0.5 seconds. This indicates that differences in work time relay by 0.25 seconds is considered selective. The event of disruption of the ground phase, GFR relay coordination in securing the area of ??interference must be gradual. Where the value of working time ground fault relays in the base should be longer than the time ground fault relays working on a feeder. It aims to work ground fault relays working order, so that errors can be avoided in the security and do not lead to the spread of disturbed areas.
Studi Penempatan Titik Pentanahan Kawat Tanah Pada Penyulang Serangan I Wayan Agus Teja Baskara; I G Dyana Arjana; I W Rinas
Jurnal Teknologi Elektro Vol 15 No 1 (2016): (January - June) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MITE.2016.v15i01p05

Abstract

Ground wire is one of the lighning protection instrument used in medium voltage distribution network with the intention to reduce interference due to lightning strikes. On the feeder Serangan the ground wire put 4 – 5 wicket. To know effective gap of ground wire is put on the feeder Serangan then used effectiveness ground wire parameters and total of disorder by lightning strikes directly or indirectly. From the analysis is obtained the effective gap on scenario 4 by 3 – 4 wicket. Choosing scenario 4 is as effective gap because seen by economic aspect, as longest gap point put of ground wire then the cost needed to use material and the installation of ground wire will be cheaper.  DOI: 10.24843/MITE.1501.05
STUDI PENGARUH REKONFIGURASI LOOP SCHEME TERHADAP KEANDALAN PENYULANG BLAHKIUH DAN PENYULANG PANGLAN bagus widyananda yoga; I Gede Dyana Arjana; A.A Gede Maharta Pemayun
Jurnal Teknologi Elektro Vol 17 No 1 (2018): (Januari - April) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MITE.2018.v17i01.P05

Abstract

Abstract—To improve reliability, the do loop system reconfiguration scheme to Blahkiuh feeders and feeders Panglan, by analyzing the calculation SAIFI and SAIDI, can the economy in terms of pressing / kWh minimize the number of unsold losses. Analysis of calculation results Blahkiuh feeders and feeder reconfiguration Panglan before result Blahkiuh feeder SAIFI 16.534 times/customers/year and the results SAIDI 35.894 hours/customer/year so the numbers of unsold kWh losses from the calculation not save 227,640.841 kWh energy equivalent to Rp 318,718,182.6, while for the results obtained Panglan feeder SAIFI 23.59 times/customer/year, the results of SAIDI 87.39 hours/ customer/year and the calculation results energy not save 238,037.099 kWh equivalent to Rp 364,672,835.7. After reconfiguration can minimize the number of SAIFI / SAIDI and losses, the results obtained Blahkiuh feeder SAIFI 2,089 times/ customers/year and the results SAIDI of 4.27 hours/customer/year, results energy not save 13369.314 kWh equivalent to Rp 20,481,733.86. For Panglan feeder SAIFI results obtained 1,218 times/customers/year and the results SAIDI 1,242 hours/ customer/year, results energy not save 3880.571 kWh equivalent to Rp 5,945,033.22. Intisari— Untuk meningkatkan keandalan maka dilakukan rekonfigurasi sistem loop scheme pada penyulang Blahkiuh dan penyulang Panglan, dengan menganalisa perhitungan SAIFI dan SAIDI, ditinjau dari segi ekonomi mampukah menekan/ memperkecil angka kerugian kWh yang tidak terjual. Hasil Analisa perhitungan penyulang Blahkiuh dan penyulang Panglan sebelum rekonfigurasi diperoleh hasil SAIFI penyulang Blahkiuh 16,534 kali/pelanggan/tahun dan hasil SAIDI 35,894 jam/pelanggan/tahun sehingga angka kerugian kWh tidak terjual dari hasil perhitungan energy not save 227.640,841 kWh setara dengan Rp 318.718.182,6, sedangkan untuk penyulang Panglan diperoleh hasil SAIFI 23,59 kali/pelanggan/tahun, hasil SAIDI 87,39 jam/pelanggan/tahun dan hasil perhitungan energy not save 238.037,099 kWh setara dengan Rp 364.672.835,7. Setelah rekonfigurasi dapat memperkecil angka SAIFI/SAIDI dan kerugian yang dialami, pada penyulang Blahkiuh didapat hasil SAIFI 2,089 kali/pelanggan/tahun dan hasil SAIDI 4,27 jam/pelanggan/tahun, hasil energy not save 13.369,314 kWh setara dengan Rp 20.481.733,86. Untuk penyulang Panglan didapat hasil SAIFI 1,218 kali/pelanggan/tahun dan hasil SAIDI 1,242 jam/pelanggan/tahun, hasil energy not save 3.880,571 kWh setara dengan Rp 5.945.033,22. Kata Kunci : Sistem radial, Loop scheme, SAIFI/SAIDI, Energy not save [Turnitin Chek 12% 13042017]
STUDI PENGARUH SETTING RELE PENGAMAN UNTUK MEMINIMALKAN GANGGUAN SYMPATHETIC TRIP PADA PENYULANG BUNISARI-SUWUNG I Komang Anom Astana Ady; I Gede Dyana Arjana; Cok Gede Indra Parta
Jurnal Teknologi Elektro Vol 15 No 2 (2016): (July - December) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sympathetic Trip that happened in the electricity distribution system cause the healthy feeder distrupted because feel a disorder in feeder which affected by a disorder.A residual current that flows as a result of disruption of the one phase to ground on the Bunisari feeder as much as 183,9 A will be perceived by the same phase in the Suwung feeder which has a residual current of 196,9 A, that resulting in the accumulation of capacitive current as much as 380,8 A.The efforts obtained to prevent the Sympathetic trip back with ground fault relay setting as Iset = 25,72 A, tms = 0,11 SI with relay working time for 0,27 seconds and for Suwung feeder is obtained Iset = 24,59 A, tms = 0,115 SI with relay working time for 0,286 seconds.
STUDI PENGARUH PEMASANGAN NGR 40 OHM PADA UPRATING TRANSFORMATOR 2 GI GIANYAR TERHADAP GANGGUAN HUBUNG SINGKAT 1 PHASA TANAH Arya Surya Darma; I Gede Dyana Arjana; A.A Gede Maharta Pemayun
Jurnal Teknologi Elektro Vol 16 No 2 (2017): (May - Agustus) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MITE.2017.v16i02p19

Abstract

Along with the development of ever-increasing burden on the GI Gianyar then the transformer unit 2 with a capacity of 30 MVA will be uprating with a capacity of 60 MVA transformer. To maintain the continuity and reliability of the flow of electrical power to the consumer , NGR (Neutral Grounding Resistance) and relay SBEF is used as the safety equipment of the short circuit 1 phase to ground was not in to the neutral point of the transformer. Uprating of transformers that have been done changes on 1 phase fault current to ground when using a direct earthing systems with a value to become 1838.21 A. While the value of the short-circuit current 1 phase to ground after pairing NGR 40 Ohm value is fixed at 288.675 A, so that the current setting and time relay SBEF fixed at 90 A and 7.067 seconds. The analysis result from the effect of installation NGR and rele SBEF on the transformer 60 MVA against short circuit 1 phase to ground has the ability good protection for the value of the fault current is able to be reduced from 1838,21 A into 288.675 A after pairing NGR 40 Ohm and time is needed SBEF to handle distractions 7.067 seconds. Intisari- Seiring dengan perkembangan beban yang terus meningkat di GI Gianyar maka transformator unit 2 berkapasitas 30 MVA akan di lakukan uprating (penggantian) dengan transformator berkapasitas 60 MVA. Untuk menjaga kontinyuitas dan keandalan aliran daya listrik sampai ke konsumen (beban), NGR (Neutral Grounding Resistance) dan rele SBEF dipergunakan sebagai peralatan pengaman dari gangguan hubung singkat phasa tanah agar arus gangguan 1 phasa ke tanah tidak sampai mengalir ke titik netral transformator. Dari uprating transformator yang sudah di lakukan terjadi perubahan pada arus gangguan 1 phasa ke tanah jika menggunakan sistem pentanahan langsung (solid grounding) menjadi 1838,21 A. Sedangkan nilai dari arus hubung singkat 1 phasa ke tanah setelah dipasangkan NGR 40 Ohm nilainya tetap sebesar 288,675 A, sehingga setting arus dan waktu rele SBEF tetap sebesar 90 A dan 7,067 detik. Hasil analisis pengaruh pemasangan NGR dan rele SBEF pada transformator 60 MVA terhadap gangguan hubung singkat 1 phasa ke tanah menghasilkan kemampuan proteksi yang lebih baik karena nilai arus gangguan yang mampu di kurangi dari 1838,21 A menjadi 288,675 A setelah dipasangkan NGR 40 Ohm dan waktu yang di butuhkan SBEF untuk menangani gangguan 7,067 detik.
PERAMALAN BEBAN LISTRIK JANGKA PENDEK DI BALI MENGGUNAKAN PENDEKATAN ADAPTIVE NEURO-FUZZY INFERENCE SYSTEM (ANFIS) Putu Arya Mertasana; Gde Dyana Arjana
Jurnal Teknologi Elektro Vol 11 No 1 (2012): (January - June) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam operasi sistem tenaga listrik diperlukan suatu peramalan beban listrik. Metode yang digunakan dalam meramalkan beban listrik, salah satunya adalah metode ANFIS. Dalam penelitian ini dilakukan peramalan beban listrik jangka pendek yakni peramalan beban listrik mingguan pada sistem kelistrikan Bali. Struktur ANFIS yang dilatih menggunakan model ANFIS Takagi-Sugeno dengan algoritma hybrid, 3 masukan data pelatihan untuk 1 data target, fungsi keanggotaan tipe Gbell dengan 4 fuzzy set, MSE sebesar 1e-04 dan training epoch sebanyak 540 kali. Hasil peramalan menggunakan metode ANFIS selanjutnya dibandingkan dengan hasil peramalan menggunakan metode ANN. Dari simulasi yang dilakukan, diperoleh MAPE peramalan menggunakan ANFIS sebesar 0,000293275%, sedangkan MAPE peramalan menggunakan ANN sebesar 0,160443776%. Dari hasil perbandingan tersebut, dapat dikatakan bahwa peramalan beban listrik mingguan menggunakan metode ANFIS memiliki tingkat akurasi peramalan yang lebih baik dibandingkan peramalan beban listrik mingguan menggunakan metode ANN.
Co-Authors A A Gd Maharta Pemayun A. A. Gde Agung Semarabawa A. I. Weking A.A Ngurah Amrita A.S. Murti Ahmad Fauzi Alfian Hadianto Anak Agung Gede Maharta Pemayun Anak Agung Ngurah Wanda Ariesta Antonius Ibi Weking Arya Surya Darma bagus widyananda yoga Bhrama Sakti K.P. Cok Gede Indra Parta Deoka Gusti Dewa Gede Uki Atmaja Dewa Made Rian Sanjaya Dewa Ngakan Made Barel Dewa Putu Yudha Prawira Diky Wahyu Kusuma Budi F. Iskandar Fajar Rizky Kurniawan G. A. P. Yuni Maheswari Galih Budi Santosa Ganggas B Maulana Idham Gede Teguh Pradnyana Yoga Hery Samudra I Dewa Gde Agung Budhi Udiana I Gede Gerry Julius Perdana I Gede Krisnayoga Kusuma I Gede Riana I Gede Wiyoga Putra I Gusti Agung Putra Sanjaya I Gusti Ngurah Kade Suwiherawan I Gusti Nyoman Indra Wiguna I K. Windu Iswara I Kadek Agus Yodha Bhaskara I Kadek Dodik Darma Putra I Kadek Rogan Bayu Candra Dwipa I Ketut Ariek Astana Adi I Komang Anom Astana Ady I Made Adi Purwa Adnyana I Made Deny Setiawan I Made Dian Purnawan I Made Dwi Cahyadi Jaya I Made Mataram I Made Suartika I N Satya Kumara I Nyoman Budiastra I Nyoman Julyantara I Nyoman Setiawan I Nyoman Sutarja I Nyoman Tri Juliarta I Nyoman Upanayana I Nyoman Wardana I Putu Adi Sumastra I Putu Agus Kumara Putra I Putu Arya Suardika I Putu Dimas Darma Laksana I Putu Gede Aras Widya Pratama I Putu Weda Jayanthana I W Rinas I Wayan Agus Teja Baskara I Wayan Alit Wigunawan I Wayan Arta Wijaya I Wayan Artha Wijaya I Wayan Rinas I Wayan Sastrawan I Wayan Sukerayasa I Wayan Swi Putra I Wayan Yoga Prasetya I. N. Partawan I.B.G. Manuaba Ian Rahmadi Kurniawan Ida Bagus A. Swamardika Komang Dody Pramudya Indra Jaya l Gusti Ngurah Janardana M. N. Hanifan M. Nordiansyah Made Ananta Pradnya Made Dwi Krisna Putra Sudiharta Made Niken Ayu Larasati Danianto Nur Ayu Puspita Indra Pratiwi Nyoman Ananda Tri Utami Putu Agus Satriya Guna Adnyana Putu Arya Mertasana Rizal Akbar Fauzany Rukmi Sari Hartati S.K. Supriana Tjok Gede Indra Partha Tjok. Gede Indra P W. Arta Wijaya W. Setiawan Widyadi Setiawan Wikan Pradnya Dana, Gde yoga armika