Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENINGKATAN KAPASITAS LEMBAGA DAN PELAYANAN AIR BERSIH DESA BANTANG DENGAN PENDEKATAN SISTEMIK, HOLISTIK, INTERDISIPLIN DAN PARTISIPATIP (SHIP) I.N. Sutarja; A.A.G.A. Yana
Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 2 (2018): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.571 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2018.v17.i02.p19

Abstract

Beberapa permasalahan yang dihadapi masyarakat Desa Bantang, seperti : 1) masyarakat belum semuanya menikmati air bersih dari Sistem Penyediaan Air Bersih Perdesaan (SPAMDES), 2) belum tertatanya pengolahan sampah rumah tangga dan sampah hasil buangan industri (limbah kulit kopi). Analisis masalah dengan pendekatan SHIP (Sistemik, Holistik, Interdisipliner dan Partisipatip), dan pemecahan masalah dengan beberapa cara antara lain: metode Focus Group Discussion (FGD), penyuluhan, metode pendampingan, metode gotong royong, metode penerapan teknologi tepat guna, dan metode percontohan, melaui KKN-PPM Universitas Udayana. Target yang telah dicapai dalam kegiatan program KKN-PPM ini adalah penerapan teknologi tepat guna, yaitu berupa jaringan SPAMDES mencakup seluruh masyarakat Desa Bantang, Perkuatan kelembagaan SPAMDES Desa Bantang dengan tersusunnya AD/ART dan tarif, serta meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah dengan benar dan bermanfaat, serta meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat (PHBS).
PENDEKATAN ERGONOMI DAN KEARIFAN LOKAL DALAM PERENCANAAN TEKNIS PENATAAN PURA PENATARAN MUNCAKSARI PENEBEL - TABANAN I.N. Sutarja; I.W. Sukerayasa; I.N. Susanta; I.B.G. Primayatna
Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 2 (2019): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.337 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2019.v18.i02.p05

Abstract

Keberlanjutan pembangunan Pura Penataran di areal Pura Muncaksari yang berlokasi di Desa Sangketan, Kecamatan Penebel - Tabanan memerlukan perencanaan teknis penataan lingkungan pura secara detail yang meliputi tata letak yang jelas, gambar detail dan rencana anggaran biaya yang dibutuhkan. Untuk kegiatan ini masyarakat membutuhkan bantuan tenaga ahli yang sesuai dari Fakultas Teknik Universitas Udayana. Dalam proses perencanaan dan perancangan pura digunakan dua buah pendekatan yaitu 1) pendekatan Ergonomi yang difokuskan pada pendekatan SHIP (Sistemik, Holistik, Interdisipliner, dan Partisipatori dengan menitikberatkan pada Pemberdayaan Masyarakat yang dikaji berdasarkan teknologi tepat guna) dan 2) pendekatan kearifan lokal. Pendekatah SHIP dan teknologi tepat guna diaplikasikan dalam pemilihan sistem struktur dan bahan, sedangkan pendekatan kearifan lokal diaplikasikan dalam pemilihan tata letak dan bentuk. Perencanaan ini menghasilkan gambar denah lingkungan pura Penataran secara keseluruhan dan lingkungan pura Alas Madya yang menunjukkan tata letak pelinggih beserta bangunan pendukung lainnya, gambar detail bangunan dan rencana anggaran biayanya. Kata kunci : ergonomi, kearifan lokal, perencanaan teknis
LAYANAN BANTUAN TEKNIS DAN BAKTI SOSIAL DI DUSUN SILIRKROMBANG DESA SENEPOREJO KECAMATAN SILIRAGUNG KABUPATEN BANYUWANGI JAWA TIMUR LAYANAN BANTUAN TEKNIS DAN BAKTI SOSIAL DI DUSUN SILIRKROMBANG DESA SENEPOREJO KECAMATAN SILIRAGUNG KABUPATEN BANYUWANGI I.N. Susanta; N.M. Swanendri; G.A.M. Suartika; I.W. Yudamanik; I.N. Sutarja
Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 3 (2018): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1411.458 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2018.v17.i03.p02

Abstract

Pura Wonorejo terletak di Dusun Silirkrombang Desa Senepoorejo Kecamatan Silir Agung Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Pura ini merupakan sebuah pura yang oleh pengemongnya disebut juga dengan Pura Puja Dewata. Saat ini, walau secara umum kondisi fisik pura dapat dikatakan baik, namun dalam beberapa hal masih memerlukan penataan. Kondisi demikian telah mendorong pihak pengepong, pengurus dan pemangku untuk melakukan kegiatan penataan. Kegiatan penataan itu sendiri diawali dengan perencanaan yang telah dibuat dan atas punia dari Universitas Udayana melalui kegiatan pengabdian ‘Hibah Udayana Mengabdi 2016’. Bertolak dari kondisi tersebut, pengemong mengajukan inisiatif kembali untuk melaksanakan perbaikan/ pembangunan pada areal Pura Puja Dewata, yang mana dalam pelaksanaannya memerlukan bantuan teknis pembangunan berupa bimbingan dan pengawasan agar penataan dapat berjalan lancer, sesuai dengan tatanan filosofis, ettika dan upakara serta sesuai dengan desain rencana yang telah dibuat. Kegiatan layanan bantuan teknis bimbingan dan pengawasan pembangunan dirangkaikan juga dengan kegiatan bakti sosial untuk mensinergikan antara kegiatan tim layanan bantuan teknis dengan aktivitas sosial masyarakat setempat melalui Hibah Pengabdian Institusi periode 2017.
PENATAAN LINGKUNGAN PURA MUNCAK SARI DESA SANGKETAN, PENEBEL, TABANAN I W. Sukerayasa; I. B. A. Swamardika; I W. A. Wijaya; I N. Surata; I N. Lanus; I N. Sutarja
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 1 (2016): Jurnal Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.887 KB)

Abstract

Muncak Sari Luhur Temple is one of several temples located in West part of Batu Karu Sad Kahyangan Temple. The temple is within Sangketan village, district of Penebel, Tabanan region. Recently, it has been carried out a renovation and an extension of the temple, that cover the west part of “mandala” and around the Dalem Kahyangan temple. The building extention at west part of “mandala” was as large as 122.5 m2, with a length of 17.5m and a width of 7m. The designed concrete building is supported by 14 pillars. In addition to the building extention, an installation of lighting at west part of parking area was also carried out. The renovation and extension of the temple have incresed the comfortability of the people during the last temple ceremony.
PENDEKATAN ERGONOMI TOTAL DAN KEARIFAN LOKAL DALAM PERENCANAAN TEKNIS PENATAAN PURA DALEM BABADAN DESA ADAT TUMBAK BAYUH MENGWI-BADUNG I.N. Sutarja; I.G.N. Suditha; I.K. Sudarsana; I.N. Lanus; A.A.G.A. Yana
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.436 KB)

Abstract

Keberlanjutan pembangunan Pura Dalem Babadan yang berlokasi di Desa Adat Tumbak Bayuh, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, memerlukan perencanaan teknis penataan lingkungan pura secara detail yang meliputi tata letak yang jelas, gambar detail dan rencana anggaran biaya yang dibutuhkan. Dalam proses perencanaan dan perancangan pura digunakan dua buah pendekatan yaitu 1) pendekatan ergonomi total (pendekatan Sistemik, Holistik, Interdisipliner, dan Partisipatori/SHIP yang dikaji berdasarkan teknologi tepat guna) dan 2) pendekatan kearifan lokal. Pendekatah SHIP dan teknologi tepat guna diaplikasikan dalam pemilihan sistem struktur dan bahan, sedangkan pendekatan kearifan lokal diaplikasikan dalam pemilihan tata letak dan bentuk. Perencanaan ini menghasilkan gambar denah lingkungan pura Dalem Babadan secara keseluruhan yang menunjukkan tata letak pelinggih beserta bangunan pendukung lainnya, gambar detail bangunan dan rencana anggaran biayanya.
PENGATURAN ORGANISASI KERJA HOUSEKEEPING DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI DAPAT MENURUNKAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL, KELELAHAN, DAN MEMPERCEPAT WAKTU KERJA Angelin Tabita; Nyoman Adiputra; I Nyoman Sutarja
Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian Journal of Ergonomic) Vol 3 No 1 (2017): Volume 3 No 1 Juni 2017
Publisher : Program Studi Magister Ergonomi Fisiologi Kerja Pascasarjana Universitas Udayana Denpasar Bekerjasama dengan Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JEI.2017.v03.i01.p05

Abstract

This study aims to approve that the reschedule of housekeeping work shifts based on ergonomics may decrease musculoskeletal disorders, decrease fatigue level, and increase work speed. The reschedule of Housekeeping work shifts conducted by adding more housekeeping workers when cleaning the rooms. The housekeeping formerly was cleaned each room by himself and now scheduled to work by two people, so the task may be shared both. The hotel didn't needed to add new housekeeping workers, just need to reschedule the existing housekeeping, so that the hotel does not need to incur additional costs to conduct work shift with this ergonomic approach. The research model is design experimental treatment by subject design. The data of musculoskeletal disorders and fatigue level was collected by using a questionaire. The data of work speed was collected by using direct observation to 10 housekeeping workers in Natya Hotel - Bali, as a sample that randomly selected. The tests were conducted using normality test and significancy test with SPSS for Windows 16th version. The results showed that the mean of musculoskeletal disorders in the first period was 57.6 ± 2.59 become 27.1 ± 2.47 in the second period (p < 0.05) or decrease by 36.31%. The mean of fatigue level in the first period was 60.5 ± 2.55 become 27.7 ± 3.23 in the second period (p < 0.05) or decrease by 36.44%. The work speed average in the first period was 21.12 ± 0.06 minutes, while the second period was 13.08 ± 0.03 minutes (p < 0,05) or increase by 23.52%.
REDESAIN ALAT KERJA PENGAMPLAS DAN HAND STRETCHING DAPAT MENURUNKAN BEBAN KERJA DAN NYERI MUSKULOSKELETAL SERTA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA PEKERJA BENGKEL BAGIAN PROSES PENGAMPLASAN DI DESA TENGKUDAK TABANAN I Made Astika Yasa; Nyoman Adiputra; I Nyoman Sutarja
Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian Journal of Ergonomic) Vol 4 No 2 (2018): Volume 4 No 2 Desember 2018
Publisher : Program Studi Magister Ergonomi Fisiologi Kerja Pascasarjana Universitas Udayana Denpasar Bekerjasama dengan Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JEI.2018.v04.i02.p01

Abstract

Permasalahan ergonomi di industri bengkel bagian pengamplasan berupa sikap kerjayang tidak alamaiah dan alat kerja yang tidak ergonomis sehingga menimbulkan nyeri musculoskeletal pada pekerja pengamplas. Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan penelitian dengan redesain alat kerja pengamplas dan pemberian hand stretching. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan redesain alat kerja pengamplas dan pemberian hand stretching pada pekerja pengamplas cat motor terhadap penurunan beban kerja, nyeri pada musculoskeletal dan produktivitas. Rancangan penelitian adalah rancangan sama subjek dengan melibatkan 12 orang pekerja pengamplas cat motor, laki-laki dengan usia 22-37 tahun, pengalaman kerja antara 2-6 tahun. subjek diberi perlakuan kerja dengan alat kerja pengamplas tanpa redesain dan tanpa pemberian hand stretching. Tahap kedua (II) subjek diberi perlakuan kerja dengan redesain alat kerja pengamplas dan pemberian hand stretching. Di antara ke dua tahap penelitian tersebut, diberikan wash out period selama 2 hari dan adaptasi redesain alat kerja pengamplas selama 4 hari, untuk menghilangkan carry over effects. Beban kerja diukur dari denyut nadi dengan metode 10 denyut, nyeri muskuloskeletal diukur dengan Visual Analogue Scale (skala 0 sampai 10) dan produktivitas kerja berdasarkan perbandingan antara output dan input. Data dianalisis dengan uji Shapiro-Wilk untuk mengetahui normalitas data, uji t-paired untuk menguji perbedaan kemaknaan variabel beban kerja dan produktivitas kerja pada tingkat kemaknaan ?=0,05 serta uji Wilcoxon untuk variabel keluhan Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa redesain alat kerja pengamplas dan hand stretching dapat menurunkan beban kerja sebesar 8,4% (p<0,05) dan menurunkan nyeri muskuloskeletal sebesar 53,8% (p<0,05) serta meningkatkan produktivitas kerja sebesar 63,2% (p<0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa redesain alat kerja pengamplas dan hand stretching dapat mengurangi beban dan nyeri musculoskeletal meningkatkan produktivitas pekerja pengamplas cat motor. Disarankan kepada pemilik industri usaha sejenis agar melakukan perbaikan kondisi kerja yang mengacu pada prinsip ergonomi, sehingga tercipta kondisi kerja yang lebih aman, nyaman, sehat dan produktif bagi pekerja.
PERBAIKAN STASIUN KERJA DAN WILLIAM’S FLEXION EXERCISE DAPAT MENURUNKAN BEBAN KERJA, KELUHAN MUSKULOSKELETAL, DAN MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA PEKERJA PENYORTIRAN BUAH TOMAT DI DESA SEMANDING Herta Meisatama; Nyoman Adiputra; I Dewa Putu Sutjana; I Nyoman Sucipta; I Nyoman Sutarja; Susy Purnawati
Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian Journal of Ergonomic) Vol 4 No 2 (2018): Volume 4 No 2 Desember 2018
Publisher : Program Studi Magister Ergonomi Fisiologi Kerja Pascasarjana Universitas Udayana Denpasar Bekerjasama dengan Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JEI.2018.v04.i02.p06

Abstract

Penyortiran merupakan proses pemilihan buah dengan kategori buah yang baik atau layak jual dan buah yang busuk atau buah yang rusak. Proses penyortiran dilakukan dengan posisi kerja duduk jongkok dilantai. Perubahan sikap duduk tersebut akan berubah dengan waktu yang lama tepatnya ketika otot terasa tidak nyaman. Peneliti memberikan intervensi berupa pemberian william’s flexion exercise dan perbaikan stasiun kerja berupa penambahan meja kerja dan kursi untuk mengurangi terjadinya sikap kerja yang tidak alamiah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, dengan rancangan sama subjek. Periode (I) subjek diberi perlakuan dengan kondisi kerja konvensional. Periode (II) subjek diberi perlakuan dengan intervensi berupa pemberian william’s flexion exercise dan perbaikan stasiun kerja. Perbaikan stasiun kerja berupa penambahan meja kerja dan kursi. Diantara kedua tahap tersebut, diberikan washing out period dan adaptasi. Keluhan muskuloskeletal diukur dengan kuesioner Nordic Body Map pada 5 skala likert, beban kerja dengan menghitung denyut nadi kerja pekerja dan produktivitas kerja berdasarkan perbandingan output dan input. Normalitas data diuji dengan ShapiroWilk, uji t-paired untuk menguji perbedaan kemaknaan variabel keluhan muskuloskeletal, beban kerja dan produktivitas kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Perbaikan stasiun kerja dan Pemberian william’s flexion exercise berpengaruh secara signifikan (p<0,05). Terjadi penurunan muskuloskeletal sebesar 37%, penurunan beban kerja sebesar 13 %, dan peningkatan produktivitas sebesar 23%. Dapat disimpulkan bahwa pemberian william’s flexion exercise dan perbaikan stasiun kerja dapat menurunkan keluhan keluhan muskuloskeletal, beban kerja dan meningkatkan produktivitas kerja pada pekerja penyortir buah tomat. Sehingga disarankan untuk diterapkan pada pemilik usaha, untuk meminimalkan keluhan akibat proses kerja menyortir.
PENERAPAN ISTIRAHAT AKTIF MENINGKATKAN KAPASITAS KERJA DAN PRODUKTIVITAS PEKERJA BAGIAN PEMBENTUKAN KERAMIK DI BTIKK BPPT BALI Made Asri Puspadewi; I Putu Gede Adiatmika; I Nyoman Sutarja
Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian Journal of Ergonomic) Vol 4 No 2 (2018): Volume 4 No 2 Desember 2018
Publisher : Program Studi Magister Ergonomi Fisiologi Kerja Pascasarjana Universitas Udayana Denpasar Bekerjasama dengan Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JEI.2018.v04.i02.p03

Abstract

Sikap kerja duduk statis dalam waktu 7 jam pada pekerja pembentukan keramik dengan mesin electric wheel di industri keramik dapat menimbulkan kelelahan dan keluhan muskuloskeletal. Tujuan penelitian ini adalah mencari solusi untuk meningkatkan kapasitas kerja dinilai dari penurunan kelelahan dan penurunan keluhan muskuloskeletal serta meningkatkan produktivitas pada pekerja bagian pembentukan keramik di BTIKK BPPT Bali. Telah dilakukan penelitian di BTIKK BPPT Bali, dengan rancangan sama subjek terhadap 10 orang pekerja. Periode I (P0) proses pembentukan keramik dengan mesin electric wheel tanpa intervensi. Periode II (P1) dengan intervensi penerapan istirahat aktif berupa Workplace Stretching Exercise dan berjalan untuk mengambil minum. Perbedaan rerata kapasitas kerja berdasarkan penurunan kelelahan dan keluhan muskuloskeletal, serta peningkatan produktivitas dianalisis untuk menguji perbedaannya, pada tingkat kemaknaan ?=0,05 saat sebelum dan sesudah bekerja antara kedua periode. Hasil penelitian menunjukkan kelelahan Periode I sesudah bekerja 68,60±3,23; Periode II sesudah bekerja 56,40±1,84, terjadi penurunan sebesar 17,78%. Keluhan muskuloskeletal Periode I sesudah bekerja 64,90±1,90; Periode II sesudah bekerja 55,40±1,84, terjadi penurunan sebesar 14,63%. Produktivitas Periode I 0,63±0,16 dan Periode II 0,75±0,19, terjadi peningkatan sebesar 19,05%. Terjadi penurunan kelelahan dan keluhan muskuloskeletal serta produktivitas meningkat secara bermakna (p<0,05). Dapat disimpulkan bahwa penerapan istirahat aktif berupa Workplace Stretching Exercise dan berjalan untuk mengambil minum dapat meningkatkan kapasitas kerja dan produktivitas kerja bagian pembentukan keramik dengan mesin electric wheel di BTIKK BPPT Bali. Disarankan untuk diterapkan di BTIKK BPPT Bali agar dapat mengurangi kelelahan dan keluhan muskuloskeletal akibat proses kerja.
MODIFICATION OF WORKSTATION REDUCE MUSCULOSKELETAL COMPLAINTS AND IMPROVE WORK PRODUCTIVITY DURING THE PROCESS CHICKEN GUT CRACKERS PACKAGING IN DENPASAR Komang Angga Prihastini; Dewa Putu Sutjana; Indah Sri Handari Adiputra; IB Alit Swamardika; Susy Purnawati; Nyoman Sutarja
Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian Journal of Ergonomic) Vol 3 No 2 (2017): Volume 3 No 2 Desember 2017
Publisher : Program Studi Magister Ergonomi Fisiologi Kerja Pascasarjana Universitas Udayana Denpasar Bekerjasama dengan Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JEI.2017.v03.i02.p01

Abstract

Chicken gut crackers are foods that are sold in many restaurants and stalls. The process of making chicken gut crackers is through several stages, such as washing, frying and packing. In those processes, there are some ergonomic problems, especially in the packaging process. The packaging process is done by sitting on the short chair with bent body position and cause discomfort. To overcome these problems then the sitting work attitude is changed based on the anthropometry of workers that refers to the principle of ergonomics. The study was conducted in March 2017. The design of this study used the treatment by subject design involving 10 samples. Intermediate intervals before treatment and after treatment were given washing out for two days. The study was conducted in home industry located at West Teuku Umar Street. The measured data were the workload seen from the work pulse, enhancement in musculoskeletal complaints recorded with Nordic Body Map questionnaire and work productivity. The results showed that decreased of musculoskeletal complaints by 17.30% (p<0.05), and increased of the productivity by 39.35% (p<0.05). The decrease of work intensity and musculoskeletal complaints can increase the quality of workers' health and increase the workers’ productivity. Based on the discussion, it can be concluded that the use of chairs and tables according to anthropometry can reduce workload, musculoskeletal complaints, and increase work productivity. So that can be expected to the packaging workers to use the better chairs and tables can minimize the complaints caused by the work process.