Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBANGUNAN PLTGU PEMARON MENURUNKAN RUGI DAYA PADA SISTEM KELISTRIKAN DI BALI I Made Mataram
Jurnal Teknologi Elektro Vol 4 No 1 (2005): (January - June) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kebutuhan energi listrik di Bali, menyebabkan perluasan sistem pembangkitan, diantaranya pembangunan PLTGU di Pemaron. Pengoperasian pembangkit listrik ini diharapkan dapat mengubah profilnya. Penelitian ini membahas tentang rugi daya sistem kelistrikan Bali setelah beroperasinya pembangkit listrik itu. Analisis yang dilakuakan diambil dari perbandingan perhitungan aliran daya antara adanya pembangkit baru ini dengan system sebelumnya.Hasil dari simulasi ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan rugi daya pada system dari 7,8659 MW menjadi 5,4013 MW atau 31,33 %.
PROFIL SISTEM KELISTRIKAN BALI PASCA GI PEMECUTAN KELOD DAN PLTU 780 MW CELUKAN BAWANG BEROPERASI I Made Mataram
Jurnal Teknologi Elektro Vol 9, No 1 (2010): (January - June) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kebutuhan energi listrik di Bali bukan saja akan mengakibatkan penambahan pembangkit listrik tetapi juga berakibat pada penambahan GI baru seperti GI Pemecutan Kelod dan PLTU Celukan Bawang,  Pengoperasian pembangkit dan GI ini akan memberikan perubahan pada  profil sistem kelistrikan Bali. Profil sistem kelistrikan 150 kV (tegangan, arus, daya aktif  dan  reaktif) di Bali setelah beroperasi pembangkit listrik PLTU Celukan Bawang dan GI Pemecutan Kelod akan dibahas pada penelitian ini. Analisis mencakup perhitungan aliran daya untuk sistem yang baru dan dibandingkan dengan sistem yang lama. Hasil analisis menunjukkan bahwa profil sistem kelistrikan Bali menjadi lebih baik, tegangan masih dalam batas-batas toleransi ± 5%, terjadi penurunan arus dan aliran daya pada seluruh saluran transmisi serta pada tahun 2011 Bali masih mampu mensuplai pertumbuhan beban.
Economic Dispatch Pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Gas (PLTDG) Menggunakan Fuzzy Logic Controller (FLC) I Made Teguh Winasatria; I Made Mataram; Ida Bagus Gde Manuaba
Jurnal Teknologi Elektro Vol 18 No 1 (2019): (Januari - April) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MITE.2019.v18i01.P16

Abstract

In fulfilling current electrical energy needs, a power plant unit is operated using various fuels. The biggest cost of the total operating costs of the plant is the cost of using the generator unit fuel which is around 60%, therefore a solution is needed to be able to minimize the costs of using generator fuel in operating the generating unit. Economic Dispatch is a way to overcome the economic operating problem of a power plant by dividing the load on each operating unit so that the minimum generation cost is obtained. The solution to the Economic Dispatch problem can be done using the Fuzzy Logic Controller (FLC) method because the FLC method can make very complex decisions and in its application does not require mathematical models that are too difficult to solve, so the FLC method is expected to minimize the cost of generating electricity. The results of calculating the Economic Dispatch using the FLC method result in a lower total production cost compared to the total total production costs of the System and the Lamda Iteration method for 24 hours on September 30, 2017.
FUZZY LOGIC STATIC SYNCHRONOUS COMPENSATOR (FLSTATCOM) I Made Mataram
Jurnal Teknologi Elektro Vol 15 No 1 (2016): (January - June) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MITE.2016.v15i01p06

Abstract

Abstract— The application of fuzzy techniques bring significant changes specific to calculation and analysis ofconventional system. The application of FACTS (Flexible AC Transmission System) device have been improved the quality of voltage from the generator to the very large load. STATCOM is the most powerful equipment to improve the voltage on the electric power transmission network. The discussion in this study is devoted to FLSTATCOM. Fuzzy Logic models with two inputs is used as a controller IGBT, so as to improve the performance of conventional STATCOM. Single Machine Infinite Bus system into trial use FLSTATCOM. The result of simulation using MATLAB Simulink, the value of the voltage on each side received without using STATCOM generates a voltage of 217,3 kV, using STATCOM generates a voltage of 220.0 kV, and theuse of FLSTATCOM able to increase the voltage became 228.9 kV ( 5.34 % ).
DESAIN KONTROL AERATOR PADA INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH SUWUNG DENGAN FUZZY LOGIC I Made Mataram
Jurnal Teknologi Elektro Vol 9, No 2 (2010): (July - December) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah merupakan buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumahtangga) dan harus dikelola agar tidak menimbulkan pencemaran dan penurunan kualitas lingkungan. InstalasiPengolahan Air Limbah (IPAL) merupakan suatu tempat pengolahan limbah yang bertempat di daerah Suwung.Pengolahan limbah cair dilakukan dengan menggunakan sistem kolam aerasi dan kolam sedimentasi.Pada proses aerasi yaitu proses reduksi BOD (Biological Oxygen Demand) dan COD (Chemical OxygenDemand) secara aerob digunakan aerator sebagai penghasil oksigen yaitu dengan cara menempatkan aerator didalam kolam aerasi sehingga menghasilkan oksigen berupa buih udara yang tercampur dengan air. Untuk IPALSuwung pengoperasian aerator masih dengan cara manual yaitu dioperasikan pada jam tertentu sehingga inputjumlah oksigen terkadang tidak sesuai dengan karakteristik input limbah yang diolah, maka diperlukan suatu sistemkontrol pengoperasian aerator yang dapat menghasilkan oksigen guna mereduksi COD secara tepat sesuai bakumutu limbahDalam penelitian ini dilakukan perencanaan desain kontrol pengoperasian aerator dengan fuzzy logic. Desainpengontrolan dengan menggunakan logika fuzzy pada pengoperasian aerator sudah dapat dibuat dan dapat bekerjasesuai dengan karateristik input/ouput limbah, ini terlihat dari lama operasi aerator yang bekerja sudah sesuaidengan input limbah. Penggunaan energi listrik dengan pengontrolan fuzzy pada pengoperasian aerator lebih rendahdibandingkan dengan penggunaan energi listrik pengoperasian secara manual, ini terlihat dari penggunaan energipengoperasian aerator manual dan fuzzy pada bulan Oktober 2010 yang memiliki selisih sebesar 6.693 kWh, bulanNovember 2010
Pengaruh Baterai Air Laut Bersirkulasi Terbuka Terhadap Nilai Tegangan Dibandingkan Waktu Menggunakan Sistem Terkontrol Data Tersimpan Rafael Bryan Goenardi; Agus Dharma; I Gusti Agung Putu Raka Agung; I Made Mataram; Putu Ayu Rhamani Suryadhi; I Putu Ardana
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 9 (2025): Indonesian Impression Journal (JII)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i9.6965

Abstract

Air laut adalah sumber daya alam yang punya potensi besar tapi belum sepenuhnya dimanfaatkan, terutama sebagai energi terbarukan. Salah satu cara memanfaatkan potensi tersebut adalah dengan membuat baterai aluminium-karbon yang menggunakan elektrolit berupa air laut. Baterai aluminium-karbon dapat ditingkatklan kinerjanya dalam hal menjaga stabilitas tegangan saat tidak ada beban. Penelitian ini membahas pengaruh interval waktu sirkulasi elektrolit secara terbuka terhadap kestabilan tegangan pada baterai aluminium-karbon dengan sistem pemantauan berbasis mikrokontroler. Sistem terdiri dari satu sel baterai yang menggunakan aluminium sebagai anode, campuran karbon aktif dan MnO? sebagai katode, serta air laut sebagai elektrolit. Sirkulasi dilakukan menggunakan pompa air DC yang dikendalikan oleh ESP32 dan Arduino Uno dengan interval waktu 5, 7, dan 10 menit. Tegangan baterai dibaca melalui pin ADC dan ditampilkan pada LCD 16x2. Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode sirkulasi 5 menit menghasilkan kestabilan tegangan terbaik dengan peningkatan sebesar 3,4%, sedangkan metode 7 menit dan 10 menit menunjukkan penurunan tegangan masing-masing sebesar 8,5% dan 13,9%. Dengan demikian, interval sirkulasi yang lebih pendek terbukti lebih efektif dalam menjaga kestabilan tegangan baterai aluminium-karbon.