Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN ANEMIA DENGAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI Ni Putu Niken Setiya Dewi; Kadek Cahya Utami; Luh Mira Puspita; Ni Luh Putu Shinta Devi
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p09

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang sering dialami oleh remaja putri dan berdampak pada perkembangan fisik, kognitif, serta produktivitas. Upaya pencegahan anemia telah dilakukan melalui program pemberian tablet tambah darah (TTD), namun tingkat kepatuhan remaja putri terhadap konsumsi TTD masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang pencegahan anemia dengan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 157 orang yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan kepatuhan konsumsi TTD. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan tinggi (72,6%) dan kepatuhan tinggi (48,4%) dalam mengonsumsi TTD. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan konsumsi TTD (p = 0,001) dengan nilai korelasi (r) = 0,252 yang menunjukkan hubungan positif lemah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi pengetahuan responden tentang pencegahan anemia, maka semakin tinggi pula tingkat kepatuhannya dalam mengonsumsi TTD. Remaja putri diharapkan dapat mengaplikasikan pengetahuan tentang pencegahan anemia yang dimiliki melalui tindakan nyata dan memilah informasi tentang pencegahan anemia dengan cara mengklarifikasi kepada petugas kesehatan sehingga dapat meningkatkan kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah pada remaja putri.
HUBUNGAN ANTARA KELELAHAN DENGAN KUALITAS TIDUR PADA ANAK DENGAN SINDROM DOWN DI KOTA DENPASAR Ni Kadek Wahyu Adi Lia Putri; Kadek Cahya Utami; Luh Mira Puspita; Francisca Shanti Kusumaningsih
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p02

Abstract

Anak dengan sindrom down sering mengalami keterbatasan dalam melakukan aktivitas fisik akibat gangguan perkembangan motorik dan tonus otot yang rendah, sehingga lebih mudah mengalami kelelahan. Kelelahan yang berlebihan, baik secara fisik maupun saat melakukan aktivitas yang disukai, dapat mengganggu pola tidur dan menurunkan kualitas tidur anak. Penurunan kualitas tidur ini berdampak negatif pada fungsi kognitif, suasana hati, serta perkembangan fisik dan psikososial anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelelahan dengan kualitas tidur pada anak dengan sindrom down di Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan April hingga Mei 2025. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan consecutive sampling dengan jumlah 31 responden. Instrumen pada penelitian ini Pediatric Quality of Life Inventory Measurement Fatigue Scale Versi Indonesia (PedsQL Mfs-I) dan Kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil dari Uji Pearson Product Moment nilai p=0,004 dan nilai r=0,497, yang berarti terdapat hubungan yang bermakna dengan arah positif antara kelelahan dengan kualitas tidur pada anak dengan sindrom down di Kota Denpasar artinya, semakin tinggi kelelahan, semakin buruk kualitas tidur. Berdasarkan hasil penelitian, maka orang tua diharapkan dapat mengatur rutinitas harian anak yang konsisten dan terstruktur agar tidak menimbulkan kelelahan.
PERBEDAAN ACADEMIC BURNOUT PADA SISWA SMA YANG MEMILIKI AKTIVITAS HALF DAY SCHOOL DENGAN FULL DAY SCHOOL DI KABUPATEN GIANYAR Desak Ayu Diana Diantari; Ni Luh Putu Shinta Devi; Luh Mira Puspita
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p02

Abstract

Academic burnout dapat diartikan sebagai perasaan lelah dan jenuh karena waktu pembelajaran yang lama serta monoton. Academic burnout dapat dipengaruhi oleh aktivitas sistem pembelajaran di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan academic burnout pada siswa SMA yang memiliki aktivitas half day school dengan full day school di Kabupaten Gianyar. Desain penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Responden penelitian siswa kelas X dan XI di SMAN 1 Sukawati 90 responden dan SMAN 1 Ubud 87 responden yang dipilih menggunakan teknik sampling Proportionate Stratified Random Sampling. Alat ukur pada penelitian ini yaitu Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada academic burnout antara sistem pendidikan half day school dengan full day school (nilai p = 0,016 (p <0,05). Meskipun terdapat perbedaan academic burnout pada kedua sistem pembelajaran ini, tidak menunjukkan bahwa salah satu sistem pembelajaran merupakan sistem yang terbaik. Kedua sistem pendidikan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya sesuai dengan kebutuhan dan konteks pendidikan tertentu. Hasil penelitian ini memberikan gambaran tentang academic burnout sehingga, dapat merancang sistem pembelajaran yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan prestasi akademik pada siswa.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN PERMAINAN MONOPOLI TERHADAP PENGETAHUAN PERSONAL HYGIENE PADA ANAK USIA SEKOLAH DI SD NEGERI 1 SUMERTA Ni Made Oktariani Atmaja; Luh Mira Puspita; Ni Luh Putu Shinta Devi; Kadek Cahya Utami
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p09

Abstract

Perilaku personal hygiene yang rendah pada anak sekolah dasar dapat meningkatkan risiko anak mengalami berbagai penyakit seperti diare, sakit gigi, dan penyakit kulit. Upaya pencegahan sangat diperlukan untuk meningkatkan perilaku ini. Pemberian intervensi berupa pendidikan kesehatan menggunakan metode yang menarik minat dan interaksi anak selama pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan perilaku personal hygiene. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan permainan monopoli terhadap pengetahuan personal hygiene anak usia sekolah di SD Negeri 1 Sumerta. Penelitian ini menggunakan desain pra experimental dengan jenis one group pre-test and post-test design. Dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 32 siswa, teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai p=0,00 (α<0,05), yang berarti adanya perbedaan yang bermakna antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan menggunakan permainan monopoli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan anak tentang personal hygiene sebelum intervensi berada pada kategori baik sebesar 37,4%, dan meningkat menjadi 100% dalam kategori baik setelah intervensi. Diharapkan hasil ini dapat berkontribusi bagi anak usia sekolah dalam meningkatkan pengetahuan terkait personal hygiene, sehingga mereka mampu menerapkan dan mempertahankan pola hidup bersih dan sehat secara konsisten.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH YANG DIBERIKAN PERAWATAN METODE KANGURU Ni Putu Manik Cahyati; Luh Mira Puspita; Ni Luh Putu Shinta Devi; Francisca Shanti Kusumaningsih
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i04.p02

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) berisiko mengalami masalah kesehatan seperti Respiratory Distress Syndrome (RDS), asfiksia, dan pneumonia. Salah satu intervensi yang dapat diberikan untuk BBLR dalam membantu meningkatkan berat badannya adalah Perawatan Metode Kanguru (PMK). Terdapat banyak faktor dalam pelaksanaan PMK yang berhubungan dengan peningkatan berat badan BBLR diantaranya adalah usia gestasi, jenis kelamin, berat badan lahir bayi, suhu bayi, paritas, durasi tinggal di RS, durasi pemberian PMK, dan waktu pertama diberikan PMK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan peningkatan berat badan pada Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) yang diberikan Perawatan Metode Kanguru (PMK). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 87 data rekam medis dan lembar PMK BBLR di Rumah Sakit Bali Mandara. Hasil uji statistik pada variabel bebas dengan skala data numerik menggunakan uji Spearman Rank dan pada skala data nominal menggunakan Korelasi Point Biserial.  Hasil uji mendapatkan hasil bahwa faktor usia gestasi, berat badan lahir bayi, suhu bayi, durasi tinggal di RS, dan waktu pertama diberikan PMK berhubungan dengan peningkatan berat badan pada BBLR yang diberikan PMK dengan p-value <0,05. Berdasarkan hasil tersebut, maka diharapkan tenaga kesehatan untuk memperhatikan faktor-faktor tersebut guna mengoptimalkan pemberian PMK untuk BBLR.
GAMBARAN PERILAKU PROSOSIAL ANAK PRASEKOLAH PADA ORANG TUA DENGAN POLA ASUH DEMOKRATIS Ni Luh Dewi Apriliantini; Ni Luh Putu Shinta Devi; Kadek Cahya Utami; Luh Mira Puspita
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p13

Abstract

Perilaku prososial adalah salah satu indikator penting dalam perkembangan sosial emosional anak karena dapat memengaruhi hubungan anak dengan orang lain. Perilaku prososial berdampak positif bagi kehidupan anak dengan lingkungan sekitar yakni menciptakan keharmonisan, saling menghormati, dan menyayangi antar sesama. Perilaku prososial anak dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk pola asuh orang tua. Penelitian ini memiliki tujuan  untuk mengetahui gambaran pola asuh orang tua dan perilaku prososial anak prasekolah di TK Cipta Dharma. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penentuan sampel menggunakan nonprobability sampling dengan metode consecutive sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 129 orang tua. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pola asuh orang tua (Parenting Styles and Dimensions Questionnaire-Short Version) dan kuesioner perilaku prososial (Child Prosocial Behavior Questionnaire). Berdasarkan hasil penelitian ini, didapatkan bahwa semua orang tua mempunyai kategori pola asuh demokratis yang lebih tinggi dan semua anak sudah mulai mengembangkan perilaku prososial meskipun mayoritas masih dalam kategori rendah.  Orang tua diharapkan mampu mempraktikkan pola asuh yang sesuai dan melatih atau menstimulasi perilaku prososial anak. Pihak sekolah juga diharapkan dapat mendorong perkembangan perilaku prososial anak selama di sekolah. Contoh stimulasi yang dapat diberikan seperti mengajarkan anak untuk berbagi, saling membantu, bekerja sama dengan temannya, dan sebagainya.