Claim Missing Document
Check
Articles

Kemampuan Fisik Motorik Anak Usia Dini dengan Masalah Obesitas Qarunia Fitri Zahari; Nabilla Ayu Sekar Prashanti; Satriastuti Salsabella; Jumiatmoko Jumiatmoko; Ruli Hafidah; Novita Eka Nurjannah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i4.1570

Abstract

Dalam masa perkembangannya anak usia dini memiliki aspek perkembangan yang berkaitan antara  satu dengan yang lainnya dimana apabila terdapat salah satu aspek yang bermasalah maka akan mempengaruhi aspek yang lain. Hal ini yang terjadi apabila anak menderita obesitas dalam jangka waktu yang lama maka akan mempengaruhi perkembangan fisik motorik anak tersebut. Tujuan dilakukan studi literature ini untuk mengetahui kemampuan fisik motorik pada anak obesitas. Metode yang digunakan yaitu studi literature dengan dua puluh artikel, berdasarkan dari tinjauan pustaka ini mendapatkan hasil kesimpulan berupa obesitas masih menjadi momok yang menakutkan bagi anak-anak dan obesitas ini dapat terjadi pada siapa saja tanpa memandang umur dengan melihat fakta yang terjadi pada beberapa tahun terakhir yaitu obesitas yang terjadi pada anak-anak menunjukan penyimpangan pada fisik motorik terutama motorik kasar berupa kelainan tonus otot, mudah merasa capek, gerak menjadi tidak fleksibel, terhambat ketika ingin bangun dari duduk.
Collaborative research between education and medical on study of early childhood neuroscience Jumiatmoko Jumiatmoko
JECCE (Journal of Early Childhood Care and Education) Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jecce.v3i1.1671

Abstract

Student experiences information process causing particular behaviors while studying. Neuroscience is a study to understand behavior and mental process based on brain activity. In Indonesian, collaborative study between education and medicine on preschool-aged children’s neuroscience is still scarce. In fact that using this collaboration, some elements related to student’s behavior and information process can be seen. This paper spells out potential collaborative studies on neuroscience of preschool-aged children. This study is categorized into qualitative descriptive research. The data were collected through an in-depth interview with the head of education and research section of UNS Hospital and document study. The result of the study found a number of potential collaborative studies between UNS Hospital and ECE department of UNS, namely: 1) Assessing level of stress using Bio-neurofeedback; 2) Assessing Learning comfort using Electroencephalograph; 3) Assessing Interest and Aptitude using Electroencephalograph; and 4) Therapy on Gadget Addiction using Bio-neurofeedback. Those findings can be used as a basic for further research about neuroscience in early childhood.
PENURUNAN PARTISIPASI ANAK USIA DINI PADA TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN Jumiatmoko Jumiatmoko
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 5, No 1 (2018): Wahan Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v5i1.2561

Abstract

AbstractThis study aims to describe the factors causing the decrease of early child participation in Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) Al Huda and its interaction. This research uses qualitative approach with case study method. This research was conducted at TPA Al Huda Dukuh Tanggung Desa Menjing. The sample of this study was 11 children. Data collection was conducted with in-depth interviews and participant observation. Data were analyzed with interactive model analysis. The results of this research include 1) Factors causing the decline of early childhood participation in TPA Al Huda that is a) They have received Islamic learning in kindergarten, b) They do not get special attention from parents, c) Their siblings do not participate, and ) They get Influence from more mature friends, e) They have different sects, and f) They participate in the new mosque dumping. 2) The interaction of factors causing the decline of early childhood participation in the TPA Al Huda shows that the majority of children are affected by more than one factor. Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan penuruan partisipasi anak usia dini di Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) Al Huda beserta interaksinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan pada TPA Al Huda Dukuh Tanggung Desa Menjing. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 11 anak. Pengumpulan data dilaksanakan dengan wawancara mendalam dan observasi terlibat. Analisis data menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian ini meliputi 1) Faktor-faktor yang menyebabkan penurunan partisipasi anak usia dini di TPA Al Huda meliputi a) Telah mendapat pembelajaran agama Islam di TK, b) Tidak memperoleh perhatian khusus dari orang tua, c) Kakak kandung tidak berpartisipasi di TPA, d) Pengaruh teman yang lebih dewasa, e) Berbeda aliran/mazhab, dan f) Berpindah ke TPA masjid baru. 2) Interaksi faktor penyebab penuruan partisipasi anak usia dini di TPA Al Huda, menunjukkan bahwa mayoritas anak terdampak lebih dari satu faktor.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MANAJEMEN SOFT SKILLS GURU PAUD MELALUI KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI Upik Elok Endang Rasmani; Anayanti Rahmawati; Warananingtyas Palupi; Jumiatmoko Jumiatmoko; Nurul Shofiatin Zuhro; Anjar Fitrianingtyas
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i5.p%p

Abstract

Efforts to improve the quality of education in the 21st century are not only seen in the input and output aspects, but what is more important is the process aspect which cannot be separated from the soft skills management capabilities carried out by teachers. Higher order thinking skills are one of the important soft skills components, especially in improving the quality of education carried out by teachers through soft skills management abilities.  The method used in this research is descriptive qualitative research, starting with a literature review in the form of collecting data from both books and journals, then analyzing the data using interactive data analysis.  This research was conducted for 7 months in one of the leading private kindergartens in Surakarta with the interview sample used as many as 16 teacher respondents.  Higher-order thinking skills become one of the indispensable components in the soft skills management ability of teachers in an effort to improve the quality of education, with these skills teachers are able to understand the problems they face, analyze and make wise decisions.  The improvement of higher order thinking skills possessed by teachers is also expected to be able to improve the soft skills management abilities of teachers so that efforts to improve the quality of education are also carried out in full and optimallyUpaya peningkatan kualitas pendidikan pada abad 21 tidak hanya dilihat pada aspek input dan output saja, akan tetapi yang lebih penting adalah pada aspek proses yangtidak terlepas dari kemampuan manajemen soft skillsyang dilakukan oleh guru.Keterampilan berpikir tingkat tinggi merupakan salah satu komponen soft skillsyang penting terutama dalam peningkatan kualitas pendidikan yang dilakukan oleh guru melalui kemampuan manajemen soft skills. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dimulai dengan kajian literatur berupa pengumpulan data baik dari buku maupun jurnal, kemudian dilakukan analisis data menggunakan analisis data interaktif. Penelitian ini dilaksanakan selama 7 bulan di salah satu TK swasta unggulan diSurakarta dengan sampel wawancara yang digunakan sebanyak 16 responden guru. Keterampilan berpikir tingkat tinggi menjadi salah satu komponen yang sangat diperlukan dalam kemampuan manajemen soft skillsguru dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan, dengan keterampilan tersebutmaka guru mampumemahami persoalan yang dihadapi, menganalisisdan mengambil keputusan yang bijaksana. Peningkatan keterampilan berpikir tingkat tinggi yang dimiliki oleh guru diharapkan juga mampu meningkatkan kemampuan manajemen soft skills yang dilakukan guru sehingga dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan juga terlaksana secara penuh dan optimal. 
Kompetensi dan Strategi Guru PAUD Profesional dalam Mengimplementasikan Teknik Pencatatan Penilaian Jumiatmoko Jumiatmoko; Anayanti Rahmawati; Upik Elok Endang Rasmani; Warananingtyas Palupi
Jambura Early Childhood Education Journal Vol 3 No 2 (2021): Jambura Early Childhood Education Journal
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jecej.v3i2.709

Abstract

Penelitian ini menguji kompetensi dan strategi guru profesional dalam mengimplementasikan teknik pencatatan penilaian. Partisipan dalam penelitian ini dipilih secara purposive. Partisipan yang bersedia terlibat sebanyak 14 guru profesional dengan berbagai latar belakang. Pengukuran dan analisis kompetensi menggunakan Rasch Model berbantuan aplikasi Ministep : Evaluation/Student Winstep. Strategi dan hambatan impelemtasi teknik pencatatan penilaian dianalisis secara kuanlitatif dengan model interaktif. Seluruh data dikumpulkan dengan Google Form. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas partisipan belum menguasai dengan baik seluruh kompetensi penilaian pembelajaran. Komponen kompetensi yang paling sukar dikuasi adalah menyusun rubrik ceklis untuk KD. 1 dan KD. 2 (Logit 5.26). Strategi utama implementasi teknik pencatatan penilaian dari partisipan dengan kompetensi yang paling baikyaitu perencanaan yang matang dengan pelaksanaan yang rinci dan sistematis. Hambatan utama dalam implementasi teknik pencatatan penilaian adalah keterbatasan waktu
Pengaruh Stunting pada Kognitif Anak Usia Dini Milla Diah Putri Nazidah; Rida Fauziah; Ruli Hafidah; Jumiatmoko Jumiatmoko; Novita Eka Nurjanah
Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender dan Anak Vol 17 No 1 (2022)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.402 KB) | DOI: 10.24090/yinyang.v17i1.4964

Abstract

Stunting is a condition in which children experience growth disorders that make a child's height shorter than his age, stunting is due to severe nutritional status over time. Early childhood’s stunting may influence various aspects of a child's development, especially in cognitive aspects. There is a significant link between stunting and child cognitive development. This relates to the maturity of the central nerve organ (brain) which with the ability of a child requires balanced nutritional intake. Therefore, stunting to early childhood children is closely related to cognitive abilities. The study used literature study methods by analyzing relevant research results. The purpose of this study is to know the correlation between stunting to premature cognitive and cognitive effects in cognitive aspects. With this study it is expected that stunting prevention efforts in children's early ages will be possible through roles between teachers, parents, and society institutions from the womb to the birth of children.
PENANAMAN KARAKTER DISIPLIN PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PONDOK PESANTREN Hanik Musdhalifah; Ruli Hafidah; Jumiatmoko Jumiatmoko
Kumara Cendekia Vol 10, No 2 (2022): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v10i2.56777

Abstract

Disiplin merupakan salah satu nilai karakter yang perlu ditanamkan pada anak sejak dini. Keluarga berperan penting dalam membentuk karakter anak namun problematika orang tua yang sibuk bekerja mengakibatkan pembinaan anak di lingkungan keluarga kurang optimal. Faktor kesibukan tersebut tidak menjadikan orang tua lepas tangan, berbagai upaya di tempuh salah satunya dengan menyeleksi lingkungan pendidikan yang terbaik. Pondok pesantren menawarkan tempat penanaman disiplin dengan mengaplikasikan nilai agama sehingga dewasa ini orang tua tertarik mendaftarkan anaknya ke pondok pesantren. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan strategi penanaman karakter disiplin dan dampaknya pada kedisiplinan anak usia 5-6 tahun di Pondok Tahfidh Putri Anak-anak Yanaabii’ul Qur’an Kudus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Subjek penelitian ini adalah santri putri anak-anak rentang usia 5-6 tahun yang berjumlah 26 anak. Teknik pengambilan subjek penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji validitas data yang digunakan yaitu triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif meliputi kondensasi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi PTPA Yanaabii’ul Qur’an menanamkan karakter santrinya dengan disiplin terhadap waktu, disiplin menegakkan aturan, dan disiplin ketika bersikap. Penanaman tersebut berdampak pada munculnya karakter kedisiplinan anak usia 5-6 tahun yaitu sikap santri yang tepat waktu, dapat memperkirakan waktu untuk menyelesaikan sesuatu, menggunakan benda sesuai fungsinya, mengambil dan mengembalikan benda pada tempatnya, menaati aturan yang telah disepakati, sabar dan tertib menunggu giliran, serta memiliki kepekaan jika tidak disiplin.
HUBUNGAN PENGAJARAN PENDIDIKAN KEUANGAN DENGAN KEMAMPUAN LITERASI KEUANGAN ANAK USIA 4-5 TAHUN Servina Arianti; Muhammad Munif Syamsuddin; Jumiatmoko Jumiatmoko
Kumara Cendekia Vol 10, No 2 (2022): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v10i2.57223

Abstract

Pengajaran pendidikan keuangan merupakan kegiatan memberikan pengajaran terkait keuangan kepada peserta didik dengan memperhatikan materi dan usianya sehingga kemampuan literasi keuangan anak dapat terstimulasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pengajaran pendidikan keuangan dengan kemampuan literasi keuangan anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2021 dengan jumlah populasi sebanyak 22 anak dengan rentang usia 4-5 tahun di 3 lembaga TK di Gugus 3, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Teknik pengambilan sampel menggunakan jenis sampling jenuh atau sensus. Pengambilan data dilakukan melalui persebaran kuesioner yang diisi oleh guru kelas A dan orang tua.  Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan uji Corrected Item-Total Correlation dan Uji reliabilitas menggunakan rumus Cronbach's Alpha. Uji hipotesis menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil hipotesis korelasi Pearson Product Moment menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,037 < 0,05, yang berarti terdapat hubungan antara pengajaran pendidikan keuangan dengan kemampuan literasi keuangan anak usia 4-5 tahun. Nilai koefisien korelasi yang didapatkan sebesar 0,447, tergolong pada kategori sedang. Arah hubungan juga menunjukkan tanda yang positif (+), artinya memiliki arah hubungan searah. Jika pengajaran pendidikan keuangan tinggi dan maksimal, maka kemampuan literasi keuangan anak akan meningkat.
ALAT PERMAINAN EDUKATIF BOARD GAME UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF ANAK USIA 4-5 TAHUN Aulia Salma Alifia; Warananingtyas Palupi; Jumiatmoko .Jumiatmoko
Kumara Cendekia Vol 10, No 2 (2022): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v10i2.58600

Abstract

Alat permainan edukatif board game menjadi salah satu permainan yang efektif dan menyenangkan untuk anak dalam mengembangkan kemampuan mengenal huruf. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf pada anak usia 4-5 tahun melalui alat permainan edukatif board game. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Mc Taggart dengan analisis data kuantitatif deskriptif komparatif dan analisis data kualitatif interaktif yang dilaksanakan selama 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 6 kali pertemuan yang meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 10 anak berusia 4-5 tahun, dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, angket dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase ketuntasan pada indikator menyebutkan nama huruf  pra tindakan sebesar 50%, siklus 1 sebesar 68,3% dan siklus 2 sebesar  80%, membedakan bentuk huruf pra tindakan sebesar 20%, siklus 1 sebesar 31,6% dan siklus 2 sebesar 76,6%, menyebutkan huruf awal dari sebuah kata pra tindakan sebesar  40%, siklus 1 sebesar 68,3% dan siklus 2 sebesar 76,6% dan menirukan bentuk huruf pra tindakan sebesar  70 %, siklus 1 sebesar  7,6% dan siklus 2 sebesar 85%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa alat permainan edukatif board game dapat meningkatkan kemampuan mengenal huruf pada anak usia 4-5 tahun.
Multimedia Interaktif PAUD dalam Perspektif Merdeka Belajar Upik Elok Endang Rasmani; Novita Eka Nurjanah; Jumiatmoko Jumiatmoko; Yuanita Kritiani Wahyu Widiastuti; Putri Agustina; Milla Diah Putri Nazidah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 5 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i5.2962

Abstract

Multimedia interaktif sejalan dengan paradigma merdeka belajar. Kemampuan pedagogik guru dalam menggunakan multimedia interaktif sangat penting. Pola pikir anak usia dini masih konkret sehingga informasi atau materi haruslah disajikan ke dalam bentuk yang senyata mungkin atau mendekati gambaran yang sebenarnya. Penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi persepsi guru terkait peran multimedia interaktif dalam merdeka belajar. Partisipan dalam penelitian ini sebanyak 34 guru yang berada di Gugus 2 Aster, Jebres, Surakarta. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru terkait multimedia interaktif dalam kerangka merdeka belajar dapat dirumuskan ke dalam tiga komponen, yaitu: pemilihan multimedia interaktif, pembuatan multimedia interaktif dan penggunaan multimedia interaktif. Khususnya dalam pembuatan multimedia interaktif guru melalui lima tahapan utama, yaitu; menentapkan tujuan pembelajaran, memilih aplikasi yang digunakan, menyiapkan konten, evaluasi; dan distribusi