I Gede Ngurah Harry Wijaya Surya
Departemen Obstetri Dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, RSUP Sanglah, Bali, Indonesia

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

KARAKTERISTIK IBU BERSALIN DENGAN KETUBAN PECAH DINI (ATERM & PRETERM) DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR PERIODE JULI 2015 – JUNI 2016 Torika Anggi Pradana; I Gede Ngurah Harry Wijaya Surya
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i7.P18

Abstract

ABSTRAKPada banyak kasus penyebab ketuban pecah dini (KPD) tidak diketahui secara pasti. Karakteristikibu bersalin seperti usia kehamilan, usia ibu, tingkat pendidikan, pekerjaan ibu, riwayat KPDsebelumnya, dan gravida dapat mempengaruhi kejadian KPD. Berdasarkan hal tersebut perludilakukan penelitian untuk mengetahui karakteristik ibu bersalin dengan KPD di RSUP SanglahDenpasar periode Juli 2015-Juni 2016. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptifretrospektif dengan sampel penelitian adalah semua data rekam medis ibu bersalin dengan KPDdi ruang VK dan Poli Obstetri dan Ginekologi RSUP Sanglah Denpasar periode Juli 2015-Juni2016. Pemilihan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Rekam medis pasiendilakukan tabulasi data dan prosedur analisis data deskriptif. Data yang telah terkumpulditampilkan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil penelitian didapatkan 166 ibu bersalin denganKPD yang terdiri dari KPD aterm sebanyak 142 orang (85,5%) dan KPD preterm sebanyak 24orang (14,5%). Sebanyak 80 orang (56,3%) ibu bersalin dengan KPD aterm adalah pada usiakehamilan 37-38 minggu, sedangkan pada KPD preterm mendapat hasil seimbang antara usiakehamilan <34 minggu dan 34-36 minggu yaitu 12 orang (50%). Ibu bersalin dengan KPD baikpada kehamilan aterm maupun preterm terbanyak pada usia 20-35 tahun [aterm = 105 orang(73,9%), preterm = 21 orang (87,5%)]. Banyak ditemukan ibu bersalin dengan KPD baik padakehamilan aterm ataupun preterm dengan faktor risiko pendidikan sedang (SMP-SMA) [aterm =115 orang (81%), preterm = 20 orang (83,3%)]. Pekerjaan ibu rumah tangga memiliki jumlahyang lebih tinggi baik pada kehamilan aterm maupun preterm [aterm = 77 orang (54,2%), preterm= 12 orang (50%)]. Selanjutnya ibu bersalin dengan KPD baik pada kehamilan aterm ataupun preterm tanpa adanya riwayat KPD sebelumnya memiliki jumlah yang tinggi [aterm = 113 orang (93,7%), preterm = 24 orang (100%)]. Untuk gravida, kejadian KPD tertinggi baik padakehamilan aterm maupun preterm adalah gravida 1 [aterm = 54 orang (38%), preterm = 10 orang(41,7%)]. Didapatkan data ibu bersalin yang paling banyak mengalami KPD adalah padakehamilan aterm. Ibu bersalin dengan KPD aterm terbanyak pada usia kehamilan 37-38 minggu,sedangkan pada KPD preterm mendapat hasil seimbang antara usia kehamilan <34 minggu dan34-36 minggu. Ibu bersalin dengan KPD baik pada kehamilan aterm maupun preterm terbanyakpada usia 20-35 tahun, dengan faktor risiko pendidikan sedang (SMP-SMA), pekerjaan sebagaiibu rumah tangga, tanpa adanya riwayat KPD sebelumnya serta gravida 1.Kata kunci: Ketuban pecah dini, aterm, preterm, usia kehamilan, usia ibu, pendidikan, pekerjaan,riwayat KPD, gravida, RSUP Sanglah. ABSTRACT In many cases the cause of premature rupture of membranes (PROM) is unknown. Maternalcharacteristics such as gestational age, maternal age, education level, maternal occupation, historyof previous PROM and gravida can influence the incidents of PROM. Based on this background,it necessary to research to find the characteristics of pregnancy with PROM at Sanglah Hospitalin July 2015-June 2016. A retrospective descriptive design study with sample are all patientmedical records with PROM in VK and Polyclinic of Obstetrics and Gynecology at SanglahHospital in July 2015-June 2016. The sample was selected by purposive sampling, tabulated andanalyzed based on descriptive data analysis procedures. Data results presented in tabular formand narrative. From the results of 166 patints with PROM were devided become term PROM is142 persons (85.5%) and preterm PROM is 24 persons (14.5%). In term PROM, the gestationalage of patient were higher in 37-38 weeks gestation is 80 persons (56.3%), preterm PROM gotbalanced outcome between gestational age <34 weeks and 34-36 weeks is 12 people (50%). Theincidence of PROM in both term and preterm pregnancies were higher in patient age of 20-35years [term = 105 (73.9%), preterm = 21 (87.5%)]. In education level, the incidence of PROMboth term and preterm pregnancies are in moderate level of education (SMP-SMA) [term = 115(81%), preterm = 20 (83.3%)]. The occupation as a housewife has a higher incidence in both termand preterm pregnancies [term = 77 (54.2%), preterm = 12 (50%)]. The incidence of PROM inboth term and preterm pregnancies were higher in cases without any history of previous PROM[term = 113 (93.7%), preterm = 24 (100%)]. The incidence of PROM in both term and pretermpregnancies were higher in gravida 1 [term = 54 (38%), preterm = 10 (41.7%)]. The incidents ofPROM were higher in term pregnancies. In term PROM, the gestational age of patient were higherin 37-38 weeks gestation, whereas the preterm PROM got a balanced outcome betweengestational age <34 weeks and 34-36 weeks. The incidence of PROM in both term and pretermpregnancies were higher in patient age of 20-35 years, with a moderate level of education (SMPSMA),work as a housewife, with no history of previous PROM and occurin gravida 1. Keywords: Premature rupture of membrane, aterm, preterm, gestational age, maternal age,education, occupation, history of PROM, gravida, RSUP Sanglah.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS TERAPI ORAL DAN INTRAVENA PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA DEFISIENSI BESI: SEBUAH SYSTEMATIC REVIEW Putu Pandu Eka Setiawan; Ida Bagus Putra Adnyana; I Gede Ngurah Harry Wijaya Surya; I Nyoman Hariyasa Sanjaya
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i8.P03

Abstract

ABSTRAK PERBANDINGAN EFEKTIVITAS TERAPI ORAL DAN INTRAVENA PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA DEFISIENSI BESI Anemia defisiensi besi (IDA) utamanya lebih banyak terjadi pada wanita salah satu faktornya adalah kehamilan. Pilihan pertama dalam pengobatan anemia defisiensi besi untuk hampir semua pasien adalah terapi besi oral. Tujuan dari systematic review ini untuk mengetahui efektifitas terapi intravena dan terapi oral sebagai pengobatan untuk IDA pada Ibu Hamil. Penulisan systematic review ini dilakukan berdasarkan pedoman PRISMA. Pencarian artikel dilakukan pada database Pubmed dan Sciencedirect dari tahun 2016-2020 dengan kriteria inkulsi wanita hamil dengan IDA dan hasil mean Hb untuk setiap intervensi. Judul dan abstrak ditinjau berdasarkan relevansi penelitian. Penilaian kualitas studi menggunakan Cochrane Systematic Review ROB Tools. Pada tahap akhir didapatkan sebanyak enam artikel. Secara umum kualitas studi cukup baik. Berdasarkann Systematic review yang telah dilakukan menunjukan bahwa terapi besi intravena lebih unggul dalam hal tolerabilitas dan koreksi anemia bila dibandingkan dengan terapi oral. Terapi IV juga menghasilkan peningkatan Hb yang lebih cepat. Kata kunci: Kehamilan, Terapi, Anemia Defisiensi Besi
PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG KONTRASEPSI PADA SISWI KELAS DUA DI SMA NEGERI 1 DENPASAR Indry Apryanti Manullang; I Gede Ngurah Harry Wijaya Surya; Made Bagus Dwi Aryana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.222 KB)

Abstract

Remaja masa kini memiliki kehidupan seksual yang telah dipengaruhi oleh adanya globalisasi. Hal tersebut dapat berdampak buruk pada kesehatan reproduksi remaja dan juga laju pertumbuhan penduduk di Indonesia jika remaja tidak mengetahui persepsi yang benar dari kesehatan reproduksi. Remaja umumnya tidak memiliki cukup informasi dan memiliki kesalahan persepsi mengenai kesehatan reproduksi, termasuk masalah kontrasepsi pada remaja. Kontrasepsi pada remaja bukan berarti mendukung remaja akan kehidupan seks bebas, namun untuk mengenalkan remaja akan keluarga berencana untuk merancang kehidupan mereka dalam berkeluarga dimasa depan, dan menjadi pertimbangan dalam kehidupan saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap siswi kelas dua di SMA Negeri 1 Denpasar tentang kontrasepsi pada remaja. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kuantitatif dengan metode cross-sectional. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Denpasar pada bulan Juli 2018. Penelitian menggunakan data primer yang diambil menggunakan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan tentang kontrasepsi pada remaja baik dengan jawaban benar atas setiap poin pertanyaan kuisioner diatas 70%, namun 1 poin pertanyaan mengenai informasi tentang GenRe masih buruk dengan jawaban benar dibawah 50%. Tingkat sikap tentang kontrasepsi pada remaja didapatkan baik dengan sikap yang diharapkan atas setiap pernyataan diatas 85%. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Kontrasepsi, Remaja, Kesehatan Reproduksi Remaja.
KARAKTERISTIK HASIL PAP SMEAR MENURUT BETHESDA DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2016-2017 Tasia Irma Endriani; I Nyoman Gede Budiana; I Nyoman Bayu Mahendra; I Gede Ngurah Harry Wijaya Surya
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i1.P14

Abstract

ABSTRAK Kanker serviks merupakan kanker pada serviks uterus. Pemeriksaan Pap smear yang dilakukan teratur dapat membantu mendeteksi perubahan sitologi prakanker pada serviks. Hasil pemeriksaan Pap smear kemudian dilaporkan berdasarkan sistem Bethesda untuk memberikan terminologi seragam berdasarkan satu panduan. Namun, dalam pelaporannya sampai sekarang masih belum seragam dan belum banyak data penelitian mengenai karakteristik Pap smear yang dilaporkan khususnya di Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelompok usia, keluhan, jumlah paritas, dan karakteristik hasil Pap smear di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2016-2017. Penelitian ini dilakukan secara potong lintang deskriptif. Bahan penelitian yang digunakan berupa arsip data hasil pemeriksaan Pap smear di Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Sanglah. Jumlah sampel penelitian yang diperoleh adalah 1393 orang. Hasil penelitian menunjukkan jumlah pasien terbanyak yang melakukan Pap smear di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2016-2017 adalah pada kelompok umur 41-50 tahun, sebanyak 472 orang (33,9%). Sebanyak 824 orang (59,1%) datang tanpa keluhan. Sebagian besar pasien yang melakukan Pap smear merupakan nullipara, yaitu sebanyak 886 orang (63,6%). Berdasarkan hasil Pap smear menurut klasifikasi Bethesda 2014 hasil paling banyak pada kelompok pasien Reactive cellular changes sebanyak 690 orang (49,5%). Jumlah pasien pada kelompok atypical squamous cell sebanyak 60 orang (4,45%), kelompok dengan LSIL sebanyak 4 orang (0,3%), kelompok dengan HSIL sebanyak 5 orang (0,3%), kelompok dengan glandular cell sebanyak 14 orang (1,1%). Perlu dilakukan penelitian analitik lebih lanjut guna mencari hubungan berbagai karakteristik. Kata kunci : kanker serviks, Pap smear, karakteristik
Demographic bonus in Bali: hopes and challenges in reproductive health I Made Darmayasa; IGN Harry Wijaya Surya; Made Bagus Dwi Aryana
Indonesian Journal of Perinatology Vol. 2 No. 1 (2021): Available Online: 1 June 2021
Publisher : The Indonesian Society of Perinatology, South Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.091 KB) | DOI: 10.51559/inajperinatol.v2i1.11

Abstract

Background: Bali experienced an earlier demographic bonus and a longer duration than the national one. The demographic bonus provides both hope and challenges from a reproductive health perspective, especially in the current Covid-19 pandemic. Methods: Extracted from various sources, analyzed and presented in the form of a description. Result: In the period 1960-2000, the population growth rate in Bali continued to decline, but from 2000 to 2010, it increased again to 2.14. The age group below 50 years reaches 80%, the distribution is 30% under the age of 18 years, then 24% at the age 19-35 years, and 24% for the age group 35-50 years. In 2020 Bali entered the demographic bonus with the lowest dependency ratio between 42.2% - 43.3%. Bali's life expectancy rate reached 70.61 years in 2010 and is predicted to be 71.68 years in 2018. Based on the Regency/City of Bali Province's projected population in 2010-2020, the number of seniors in Bali in 2020 is 11.51%. The challenges faced include: 1. Knowledge of adolescents about reproductive health, 2. High number of the population in productive age accompanied by an understanding of reproductive health is still low. 3. Disease awareness of various pathological conditions in pregnancy is still low, coverage of contraceptive use is still low, causing pregnancy without planning, unwanted and high risk, 4. Low quality of antenatal care, 5. There are still many pregnant people, and giving birth without financing pattern, 6. Population mobility, many pregnant women who come to Bali, are not equipped with population data/identities, including family cards, 7. The increasing number of people over 60 years of age are unproductive, unhealthy, and not independent. These challenges will burden the family and or the government, especially if they do not have a good financing pattern. Conclusion: The demographic bonus in Bali occurs earlier than in some other regions in Indonesia due to success in managing population programs. This bonus does not guarantee the success of development in the overall sense of the Covid-19 pandemic era. Bali still has to strive hard to realize its development hopes and solve existing and real challenges.
Gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku tentang vaginal hygiene terhadap kejadian keputihan patologis pada siswi kelas 1 di SMA Negeri 1 Denpasar periode Juli 2018 Ida Ayu Cintya Pradnyandari; I Gede Ngurah Harry Wijaya Surya; Made Bagus Dwi Aryana
Intisari Sains Medis Vol. 10 No. 1 (2019): (Available online 1 April 2019)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.033 KB) | DOI: 10.15562/ism.v10i1.357

Abstract

Introduction: Leucorrhea was a prolonged problem that has been experienced by women, especially teenagers. Teenagers are part of a population that are at risk. Pathological leucorrhea which is not prevented and handled properly can cause various disease and have a fatal end. This research aimed to know how were the knowledge, attitudes, and behavior of vaginal hygiene towards pathological leucorrhea phenomenon on first grade female students in 1 Senior High School of Denpasar City. Method: This research was a descriptive study with cross-sectional method. The research subject was 106 first grade female students in 1 Senior High School of Denpasar City. The data were collected on 26th of July 2018. This research used primary data from the questionnaire that had been filled out.Result: The results showed that the level of knowledge about vaginal hygiene was 99,9% good and 0,1% bad. The level of attitudes about vaginal hygiene was 100% good. The level of behavior about vaginal hygiene was 98,2% good and 1,8% bad.Conclusion: Most of the student in Senior High School 1 Denpasar have a good level of knowledge, attitude, and behavior towards vaginal hygiene.
Gonadotropin Releasing Hormone Agonis (GNRH-A) vs Human Chorionic Gonadotropin (hCG) vs Gonadotropin Releasing Hormone Agonis (GNRH-A) + Human Chorionic Gonadotropin (HCG) sebagai stimulan pematangan oosit, tingkat pembuahan, kualitas embrio, tingkat keha Putu Nody Asta Kusuma; Jaqueline Sudirman; Made Suyasa Jaya; I Gede Ngurah Harry Wijaya Surya; Anak Agung Ngurah Anantasika; Ida Bagus Putra Adnyana
Intisari Sains Medis Vol. 12 No. 1 (2021): (Available online : 1 April 2021)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.364 KB) | DOI: 10.15562/ism.v12i1.875

Abstract

Background: The stimulation of Human Chorionic Gonadotropin (hCG) vs. Gonadotropin-Releasing Hormone (GnRH) agonists vs. hCG + GnRH agonists plays an important role in influencing oocyte maturation, fertilization, embryo quality, pregnancy, live birth rates, and Ovarian Hyperstimulation Syndrome (OHSS) during IVF. This study aims to determine the effectiveness of hCG vs. GnRH agonist stimulation vs. hCG + GnRH agonists regarding oocyte maturation levels, embryo quality, fertilization, pregnancy, live birth rates, and OHSS while undergoing IVF program.Methods: This cross-sectional analytic study was conducted on 86 samples, including 33 hCG group, 12 GnRH agonist group, and 41 hCG + GnRH agonist group. The secondary data was obtained from the IVF clinical laboratory results at Puri Bunda Hospital and BROS hospital. Data were analyzed using SPSS version 20 for Windows.Results: There were no significant differences in age, duration of infertility, levels of Follicle Stimulating Hormone (FSH), Luteinizing Hormone (LH), estradiol, duration of stimulation, level of oocyte maturation, fertilization, embryo quality, pregnancy, live birth rate and OHSS ( p> 0.05) in each group. However, there was a significant difference in the Body Mass Index (BMI) (p = 0.032) and the number of oocytes (p = 0.020) in each group.Conclusion: There were no significant differences in oocyte maturation, fertilization rates, embryo quality, pregnancy, live birth rates, and OHSS.  Latar Belakang: Stimulasi Human Chorionic Gonadotropin (hCG) vs Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH) agonis vs hCG+GnRH agonis berperan penting dalam mempengaruhi pematangan oosit, pembuahan, kualitas embrio, kehamilan, tingkat kelahiran hidup, dan Ovarian Hiperstimulation Syndrome (OHSS) pada saat menjalani program bayi tabung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dari stimulasi hCG vs GnRH agonis vs hCG+GnRH agonis mengenai tingkat pematangan oosit, kualitas embrio, pembuahan, kehamilan, kelahiran dan OHSS saat menjalani program bayi tabung.Metode: Penelitian potong lintang analitik ini dilakukan terhadap 86 sampel meliputi 33 kelompok hCG, 12 kelompok GnRH agonis, dan 41 kelompok hCG+GnRH agonis. Data sekunder diperoleh dari hasil laboratorium klinik IVF Rumah Sakit Puri Bunda dan rumah sakit BROS. Data dianalisis dengan SPSS versi 20 untuk Windows.Hasil: Tidak terdapat perbedaan bermakna pada usia, durasi infertilitas, kadar Follicle Stimulating Hormone (FSH), Luteinizing Hormone (LH), estradiol, durasi stimulasi, tingkat pematangan oosit, pembuahan, kualitas embrio, kehamilan, tingkat kelahiran hidup dan OHSS (p>0,05) pada masing-masing kelompok. Namun, terdapat perbedaan bermakna pada Indeks Massa Tubuh (IMT) (p=0,032) dan jumlah oosit (p=0,020) pada masing-masing kelompok.Kesimpulan: Tidak ditemukannya perbedaan yang bermakna pada tingkat pematangan oosit, pembuahan, kualitas embrio, kehamilan, tingkat kelahiran hidup dan OHSS.
Polimorfisme gen COL1A1 sebagai faktor risiko terjadinya prolaps organ panggul pada perempuan Bali, Indonesia Putra Agung Eka Aricandana; I Gede Mega Putra; I Wayan Megadhana; Anak Agung Ngurah Anantasika; Ida Bagus Gde Fajar Manuaba; I Gede Ngurah Harry Wijaya Surya
Intisari Sains Medis Vol. 13 No. 1 (2022): (Available Online : 1 April 2022)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15562/ism.v13i1.1209

Abstract

Introduction: Pelvic organ prolapse (POP) is still a common health problem in women, especially in the elderly female population. Pelvic organ prolapse is associated with a reduced quality of life for millions of women worldwide. The purpose of this study was to determine the role of the COL1A1 rs 1800012 gene polymorphism as a risk factor for pelvic organ prolapse in Balinese women, Indonesia.Methods: This case-control observational study involved 60 Balinese women aged 30-70 years divided into 30 subjects with pelvic organ prolapse as a case group and 30 subjects with non-pelvic organ prolapse as a control group. Subject selection and clinical examination were carried out at the Reconstructive Urogynecology Polyclinic and Obstetrics and Gynecology Polyclinic, Sanglah Central General Hospital Denpasar and Prima Medika General Hospital Denpasar. Three ml of blood sample was drawn and then put into a bottle containing EDTA for Polymerase Chain Reaction COL1A1 rs 180012 gene polymorphisms at the Integrated Biomedical Laboratory, Faculty of Medicine, Udayana University. The data obtained were then analyzed using the Statistical Product and Service Solutions software version 21.0.Results: COL1A1 gene polymorphism was found in eight subjects in the case group and one subject in the control group. The results of bivariate analysis showed a significant relationship between the COL1A1 gene polymorphism and the incidence of pelvic organ prolapse (p = 0.011). The results of multivariate analysis revealed a significant relationship between COL1A1 gene polymorphisms and pelvic organ prolapse after controlling for controlled variables (parity status, occupation, BMI, age, menopause, and history of hysterectomy). Multivariate analysis showed adjusted odd ratio of 16.157 for the COL1A1 gene polymorphism (p = 0.021).Conclusion: COL1A1 gene polymorphism significantly increases the risk of pelvic organ prolapse in Balinese women.  Pendahuluan: Prolaps organ panggul (POP) masih menjadi masalah kesehatan umum pada perempuan, terutama pada populasi wanita lanjut usia. Prolaps organ panggul berkaitan dengan penurunan kualitas hidup dari jutaan wanita di seluruh dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran polimorfisme gen COL1A1 rs 1800012 sebagai faktor risiko kejadian prolaps organ panggul pada perempuan Bali, Indonesia.Metode: Studi observasional kasus kontrol ini melibatkan 60 orang perempuan Bali berusia 30-70 tahun yang terdiri dari 30 orang dengan diagnosis prolaps organ panggul sebagai kelompok kasus dan 30 orang dengan diagnosis non prolaps organ panggul sebagai kelompok kontrol. Pemilihan subjek dan pemeriksaan klinis dilakukan di Poliklinik Uroginekologi Rekonstruksi dan Poliklinik Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar dan Rumah Sakit Umum Prima Medika Denpasar. Sampel darah diambil sebanyak 3 ml kemudian dimasukkan ke dalam botol yang berisi EDTA dan dilakukan pemeriksaan Polymerase Chain Reaction untuk polimorfisme gen COL1A1 rs 180012 di Laboratorium Biomedik Terpadu Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak Statistical Product and Service Solutions versi 21.0.Hasil: Polimorfisme gen COL1A1 ditemukan pada 8 subjek pada kelompok kasus dan 1 subjek pada kelompok kontrol. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara polimorfisme gen COL1A1 dan kejadian prolaps organ panggul (p = 0,011). Hasil analisis multivariat memperjelas hubungan signifikan antara polimorfisme gen COL1A1 dan prolaps organ panggul setelah dikontrol dengan variabel terkendali (status paritas, pekerjaan, imt, umur, menopause, dan riwayat histerektomi). Hasil analisis multivariat menunjukkan adjusted odd ratio sebesar 16,157 untuk polimorfisme gen COL1A1 (p = 0,021).Simpulan: Polimorfisme gen COL1A1 secara signifikan meningkatkan risiko terjadinya prolaps organ panggul pada perempuan Bali.
Prenatal and Postpartum Care Experiences During COVID-19 Pandemic Among Mothers in Denpasar Ika Widi Astuti; I Gede Ngurah Harry Wijaya Surya
Babali Nursing Research Vol 4 No 1 (2023): January
Publisher : Babali Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37363/bnr.2023.41146

Abstract

Pregnant women generally report hesitation and reluctance in visiting health care providers to acquire prenatal care due to fear of SAR-Cov2 infection. The habit and culture of prenatal care among pregnant women influence the final pregnancy outcome. This study aimed to explore experiences of pregnancy, postpartum, and newborn care among the mothers, and also to provide basics in developing nursing care programs for pregnant women, postpartum care, and newborn care, responding to the new normal era adequately. This was a qualitative study with a phenomenology design. In-depth interview sessions involving 12 participants with a history of pregnancy and childbirth from March 2020 to March 2021 were conducted in Denpasar City. Collaizi model enrolled for the data analysis. Three themes surfaced during the data analysis: mothers’ feelings toward their pregnancy experience during the pandemic, health care services expected from the health professionals, and social supports during the pregnancy and postpartum period. These findings may present contributions to the organization of health information and maternity care service: pregnancy, postpartum, and newborn care, with more convenient access and delivered during the visitation of the health care providers.
Fatty Liver and Liver Malondialdehyde Expression in Severe Malnourished Wistar Rats that given Virgin Coconut oil Compared to Corn Oil in World Health Organization Formula I Gusti Ayu Putu Eka Pratiwi; Soetjiningsih .; I N. Mantik Astawa; I Gusti Ayu Trisna Windiani; I Gede Ngurah Harry Wijaya Surya
Journal of Global Pharma Technology Vol. 9 Issue 7 : 2017
Publisher : Journal of Global Pharma Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objective: There is a lack of antioxidant in severe malnutrition, and it may lead to increase oxidative stress. Fatty liver is one of severe malnutrition (SM) cardinal features. Virgin coconut oil (VCO) contains high antioxidant capacity and medium chain triglyceride. It is supposed to improve those problems. Methods: Posttest only control group design study was done to observe whether VCO could decrease fatty liver and liver malondialdehyde (MDA) expression in 38 male wistar rat with SM. The rats were divided into two group which were VCO Group (Group A) and Control Group (corn oil (Group B)). They were given feeding World Health Organization (WHO) Formula for SM (Formula 75 and Formula 100) that contained VCO or corn oil. After being SM, this formula was fed until 28 days. In the 29th day, they were sacrificed, and liver samples were obtained for fatty liver analysis and MDA expression. Results: Fatty liver was less in Group A (mean 13.74 cell in 5 view field (SD 1.32) than Group B (mean 20.74 cell in 5 view field (SD 2.01), and it was statistically significant (p=0.000). Cut off point for determining low and high liver MDA expression based on o ROC curve were <2.9% (low) and ≥2.9% (high). Low MDA expression (<2.9%) was higher in Group A than Group B (p <0.05). Conclusions: This study found less fatty liver and low liver MDA expression in severe malnourished rat given VCO than corn oil.  Keywords: Virgin coconut oil, Fatty liver, Malondialdehyde, Severe malnutrition.