Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PERBANDINGAN UNJUK KERJA PROTOCOL TCP DENGAN SCTP PADA JARINGAN MOBILE Djojosuroto, Muh.Rahmat; Jusak, Jusak; Triwidyastuti, Yosefine
Journal of Control and Network Systems (JCONES) Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Journal of Control and Network Systems (JCONES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mobile Ad Hoc adalah jaringan nirkabel yang terdiri dari sekumpulan node-node yang dapat saling berkomunikasi satu sama lainnya secara langsung tanpa memerlukan infrastruktur tertentu. Teknologi Mobile Ad Hoc ini sudah sering kali digunakan untuk operasi militer dan komunikasi pribadi seperti ponsel dan laptop. Karena banyaknya pemakaian teknologi Mobile Ad Hoc ini sehingga perlu dilakukan pengujian yang melibatkan 5 node, 10 node dan 20 node untuk pemilihan protocol yang tepat.Pada penelitian ini, dengan posisi node yang (random) diketahui bahwa untuk penerapan topologi dengan  5 node, 10 node dan 20 node protokol SCTP sangat baik dalam hal keakuratan data berdasarkan parameter Paket Loss Ratio (PLR) dan Delay  dibandingkan dengan protokol TCP saat terjadi komunikasi.Dari hasil penelitian dan analisis unjuk kerja perbandingan protokol TCP dengan SCTP yang telah dilakukan, berdasarkan parameter-parameter yang telah di tetapkan. Maka didapatkan presentase dari hasil parameter delay dan paket loss ratio (PLR) pada protokol TCP, besar nilai rata-rata delay maupun rata-rata paket loss ratio (PLR) lebih besar dibandingkan dengan protokol SCTP, baik dari banyaknya node yang digunakan dalam topologi maupun dari masing-masing protokol.
RANCANG BANGUN PERANGKAT PENDETEKSI ASAP ROKOK DENGAN KOMBINANSI SENSOR GAS MQ 2 DAN TGS 2600 Wiyono, Reynaldi Arfian Agus; Jusak, Jusak; Kusumawati, Weny Indah
Journal of Control and Network Systems (JCONES) Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Journal of Control and Network Systems (JCONES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada rokok bila diteliti lebih dalam rokok sebenarnya tidak baik untuk kesehatan manusia bahkan sangat berbahaya mulai dari anak-anak, remaja dan orang dewasa. Sehingga dapat membahayakan bagi perokok dan orang disekitar yang menghirup asap rokok(perokok pasif). Perokok pasif memiliki resiko yang tinggi bagi kesehatannya dari para perokok aktif.Untuk itu dibutuhkan suatu sistem yang dapat mendeteksi asap rokok pada ruangan bebas asap rokok dengan menggunakan sensor gas MQ 2 dan TGS 2600, Sistem tersebut akan mengirimkan pemberitahuan kepada security atau bagian yang berwenang, dengan membunyikan buzzer apabila terdeteksi asap rokok dengan menggunakan pengiriman secara wireless. Pendeteksian asap rokok dilakukan ketika data di dalam sensor melebihi threshold alat transmitter akan mengirimkan data yang akan diterima pada alat receiver. Data yang berupa output analog akan di baca oleh readADC() dan konversi ke satuan gas (PPM). Ketika nilai output analog melebihi nilai threshold, ESP akan bekerja mengirimkan data. Apabila nilai data tidak melebihi nilai threshold, maka ESP akan terus standby. Sistem dapat mendeteksi asap rokok. Sistem dapat mendeteksi  dan membedakan asap rokok dan bukan asap rokok dengan nilai threshold yang ditentukan. Nilai tisu, kertas, dan plastik berada dibawah nilai 32 PPM untuk TGS 2600 dan dibawah 3000 PPM untuk MQ 2. Sehingga pada pengujian ini ditentukan nilai threshold untuk TGS 2600 sebesar lebih dari 33 PPM dan untuk MQ 2 sebesar lebih dari 3000 PPM untuk menunjukan adanya asap rokok. Ketika asap melewati nilai threshold lebih dari 33 PPM untuk sensor gas TGS 2600 dan nilai threshold lebih dari 3000 PPM untuk sensor gas MQ 2, maka akan mengirimkan informasi atau alert bahwa terdeteksi asap rokok, ESP 8266 client akan mengirimkan data ke ESP 8266 access point. Sehingga alat pada receiver akan menyalakan indicator LED dan membunyikan buzzer..Kata Kunci : Deteksi Rokok, Sensor Gas MQ2 dan TGS2600, Wireless
ANALISIS UNJUK KERJA WIRELESS DISTRIBUTION SYSTEM PADA JARINGAN BERBASIS MIKROTIK Fauzi, Imam; Jusak, Jusak; Pamungkas, Johan
Journal of Control and Network Systems (JCONES) Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Journal of Control and Network Systems (JCONES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wireless distribution system (WDS) is a system to expand the wireless network and MAC address as destination addressess. Some documents have discussed WDS technology which one of it says that there is decline in throughput almost half a percent.In this paper, we examine how far the WDS impacts on packet loss and delay that occur when using different topologies in the network based Mikrotik. In the test, we first determined the topology and the location of the router and then we configured WDS route with registering the path between the router's MAC address. Secondly, we delivered streaming videos from server to the client and run the network monitoring software to record the network activity. Thirdly, we analyzed the delay, throughput, and packet loss as a result of the monitoring network.Based on the research examination, it is shown that there is no significant difference between the topology scheme 1 and the topology scheme 2. The performance of the router Master, router 1 and router 2 between topology 1 and topology 2, using the testing parameters: delay, throughput, and packet loss are the same. This is mainly because both of topologies have the same number of hops. On the other hand, there are significant difference in term of delay, throughput and packet loss for router 3 and router 4 both topologies. This is due to that the Master router to router 3 and the router 4 in the topology 2 has more hops than topology 1.
IMPLEMENTASI DAN ANALISIS QoS PADA JARINGAN MPLS-VPN BERBASIS MPLS-TE MENGGUNAKAN ROUTING PROTOKOL OSPF Kusuma, Yusuf Budi; Jusak, Jusak; Triwidyastuti, Yosefine
Journal of Control and Network Systems (JCONES) Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Journal of Control and Network Systems (JCONES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demand for Internet services such as private network, secure network and data transfer speed has raised challenges within the network. To cope with the demand of speed access in the network, in the last decade MPLS technology has emerged. The MPLS is developed one of which to support VPN and MPLS-Traffic engginering. MPLS-VPN is a VPN who utilize MPLS technology to improve VPN capabilities in terms of quality QoS.Traffic Engineering in MPLS is process of selecting a data channel traffic to balance the traffic load on the various lines and points on the network as well as managing traffic better network using alternate pathways. In this research, we will compare the performance characteristics of the MPLS-TE and MPLS-VPN. The research is divided into four steps. Step one is MPLS-VPN network configuration and MPLS-TE network configuration. Step two is downloading data from the server to the PC 1 and PC2. Step 3 is capturing data traffic using wireshark software, and Step four is testing and calculations of data to determine the QoS quality results calculated to be a reference to draw conclusions. Based on the results of research and analysis on the simulated network of the MPLS-VPN and the MPLS-TE, is evidence that the MPLS-TE is more reliable than the MPLS-VPN. The analysis was tested using QoS parameters such as latency (delay), jitter, throughput and packet loss. Keywords: MPLS-TE, Quality of Service, Mikrotik
IMPLEMENTASI DAN ANALISIS QOS PROTOKOL HWMP+ PADA JARINGAN MIKROTIK BERBASIS WIRELESS MESH NETWORK Putro, Abid Eka Sukatno; Jusak, Jusak; Pratikno, Heri
Journal of Control and Network Systems (JCONES) Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Journal of Control and Network Systems (JCONES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya, perangkat wireless akan tersambung dengan akses point yang ada pada jarak jangkau. Perangkat wireless yang tersambung akan melakukan aktifitas transmisi data secara terus menerus, seperti browsing, mengunggah dan mengunduh data, video calling  dan lain lain, yang menuntut perangkat wireless pengguna tersambung secara konsisten, kendala dari kebutuhan pengguna perangkat wireless adalah jarak jangkau yang terbatas. semakin jauh akses point semakin rendah sinyal yang ditangkap untuk transmisi data sehingga unjuk kerja transmisi data  yang didapat tidak maksimal. Sudah ada pengujian yang mengangkat tema HWMP+ namun sebatas simulasi pada NS2 tanpa mendukung WDS secara real time.            Maka dari itu dalam tugas akhir ini akan dianalisis unjuk kerja sistem jaringan wireless mesh dengan penerapan protokol HWMP+ dan metode WDS  untuk menunjang proses komunikasi yang bisa diandalkan. Penelitian ini menitik beratkan pada unjuk kerja jaringan yang diimplementasikan secara nyata pada teknologi Mikrotik dengan kondisi jaringan yang normal dan error.Hasil dari penelitian unjuk kerja jaringan wireless mesh network dengan implementasi protokol HWMP+ adalah 0% packet loss untuk seluruh transmisi tipe data. Utilisasi bandwith pada ftp kondisi error mengalami kenaikan drastis pada bandwith 256Kb dengan mencapai 39% dibandingkan kondisi normal mencapai 18% 
ANALISIS PERBANDINGAN UNJUK KERJA VIDEO CALL VOIP SERVER KAMAILIO DAN VOIP SERVER TRIXBOX Hasyim, Dealis Dinamika; Jusak, Jusak; Triwidyastuti, Yosefine
Journal of Control and Network Systems (JCONES) Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Journal of Control and Network Systems (JCONES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Voice Over Internet Protocol (VoIP) adalah sebuah teknologi yang mampu melewatkan pesan suara, video maupun teks melalui jaringan berbasis Internet Protocol (IP). Teknologi berbasis VoIP memiliki keuntungan dari segi biaya yang lebih murah dari biaya telepon tradisional. Salah satu contoh sistem yang menggunakan teknologi VoIP adalah Trixbox dan Kamailio. Dengan menggunakan Trixbox dan Kamailio pengguna dimungkinkan untuk membuat VoIP server sendiri.Dalam penelitian ini akan dilakukan analisis perbandingan unjuk kerja video call VoIP server Kamailio dengan VoIP server Trixbox. Dalam pengujiannya, pertama menentukan topologi dan menginstall Trixbox dan Kamailio ke cloud server. Langkah kedua menjalankan software monitoring untuk merekam trafik jaringan kemudian melakukan panggilan video call antara client 1 dan client 2. Langkah ketiga melakukan analisis menggunakan parameter delay, throughput, dan packet loss dari hasil monitoring trafik video call.Dari hasil penelitian analisis perbandingan unjuk kerja video call server Kamailio dan Trixbox dapat disimpulkan, bahwa kinerja antara kedua server ditinjau dari parameter throughput memiliki nilai yang hampir sama. Akan tetapi dibandingkan dari segi delay Trixbox memiliki delay yang lebih kecil daripada Kamailio dan jika dibandingkan dari segi packet loss Trixbox memiliki persentase nilai packet loss yang lebih kecil dibandingkan dengan persentase nilai packet loss dari Kamailio.Kata kunci :Voice over Internet Protocol, Quality of Service, Trixbox, Kamailio, Video Call.
ANALISIS PERBANDINGAN METODE LOAD BALANCE PCC DENGAN NTH MENGGUNAKAN MIKROTIK Adani, Muhammad Faizin; Jusak, Jusak; Pratikno, Heri
Journal of Control and Network Systems (JCONES) Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Journal of Control and Network Systems (JCONES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Load balancing is a technique on the Mikrotik to distribute the traffic load on the connection of two or more lines in a balanced way, so that traffic can run optimally, maximize throughput, minimize response time and avoid overload on one connection line. Load balancing has several methods, of which the PCC and Nth.The first phase of our works devoted to configure the IP addresses for the four routers in the system. Next we configurated the PCC load balance and the Nth load balance separately. On the second phase we transfered of data from client to server and enabled the wireshark to monitor network activities. On the third phase we analyzed throughput, packet loss, and fairness index obtained from the wireshark.Based on the research results, it is shown that using the throughput test parameter the PCC utilize the resource of the network (bandwidth) mostly in one line. On the other hand, the Nth works by dividing the resource utilization for both lines equally. In terms of the packet loss, it is indicated that the Nth has greater packet loss than the PCC. For the fairness index parameter, it shows that the Nth index has a larger value of fairness. In other words, Nth can be considered as fairer than PCC.
RANCANG BANGUN ALAT ELEKTROKARDIOGRAF UNTUK VISUALISASI, PEREKAMAN, DAN PENYIMPANAN SINYAL JANTUNG Sugiarto, Wahyu Rokhman; Jusak, Jusak; Puspasari, Ira
Journal of Control and Network Systems (JCONES) Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Journal of Control and Network Systems (JCONES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit jantung bisa menyerang siapa saja kapan saja . Kadang-kadang penyakit tersebut tidak dapat dideteksi di awal. Proses pemeriksaan jantung hanya dapat dilakukukan oleh dokter disebut sebagai auskultasi . Auskultasi adalah pemeriksaan kinerja organ seperti jantung dengan mengambil informasi elektrolis jantung dengan elektroda jepit. Dalam pemeriksaan fisik dengan menggunakan elektroda jepit diperlukan untuk membuka sebagian besar daerah pergelangan tangan dan kaki pada pasien dan kertas perekam khusus untuk sinyal EKG. Oleh karena itu, diperlukan membangun sebuah alat yang mampu menyimpan data jantung pasien kedalam database untuk dicetak sewaktu – waktu dan tidak memerlukan kertas khusus untuk merekam.Dalam studi ini , pengiriman sinyal auskultasi jantung melalui modul EKG untuk mengambil sinyal. Kualitas layanan yang digunakan dalam penelitian ini termasuk probability of loss data, banyak data yang diterima dengan baik sebanyak sinyal jantung yang sebenarnya.Dari hasil penelitian yang dilakukan pengaplikasian transmsi sinyal auskultasi jantung dapat dibangun dengan cara penerimaan data oleh coordinator dilakukan secara offline.Berdasarkan hasil penelitian, hasil transmisi sinyal auskultasi jantung menunjukkan bahwa semakin tinggi baudrate pengiriman data yang ditetapkan oleh komunikasi serial, semakin banyak data yang didapat.
PENGOLAHAN DAN VISUALISASI DATA SINYAL AUSKULTASI JANTUNG PADA ANDROID Suarjaya, I Gede; Jusak, Jusak; Triwidyastuti, Yosefine
Journal of Control and Network Systems (JCONES) Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Journal of Control and Network Systems (JCONES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini dalam pemeriksaan jantung PCG, dokter hanya dapat mendengarkan dan menggambarkan secara manual apa yang didengar oleh dokter, sehingga tida adanya nilai pasti yang dapat dijadikan patokan yang dapat memvisualisasika gambar dari keadaan jantung seseoang. Hal ini dapat menyebabkan perbedaan hasil diagnosa penyakit jantung antara satu dokter dengan dokter yang lain. Dari permasalahan yang ada, maka sangat pentingnya visualisasi dari sinyal PCG dibuat agar terjadi keseragaman visualisasi sinyal PCG dari setiap pasien dan dokter. Seperti yang telah dijelaskan, pemerikasaan jantung sangat penting dilakukan secara rutin dan terus menerus.Maka dibuatlah sebuah penelitian untuk membuat sebuah aplikasi penampilan data sinyal auskultasi jantung pada android. Dan didapatkan beberapa kesimpulan rata – rata kecepatan penampilan grafik pada marshmallow adalah 7.89 detik, sedangkan rata – rata keceatan penampilan grafik pada android versi lollipop adalah 9.58 detik. Serta, semakin banyak data juga mempengaruhi kecepatan penampilan data hal ini  dapat dilihat dari waktu penampilan 3000 data pada android lollipop adalah 7.00 detik sedangkan waktu penampilan 9000 data dapat tampil sempurna dalam waktu 15.2 detik. Sedangkan waktu penampilan 3000 data pada android Marshmallow adalah 6.36 detik sedangkan waktu penampilan 9000 data dapat tampil sempurna dalam waktu 10.75 detik. Kemampuan zoom pada aplikasi ini hanya dapat dilakukan secara vertical atau horizontal.
RANCANG BANGUN SISTEM PEMANTAUAN KUALITAS UDARA MENGGUNAKAN WIRELESS SENSOR NETWORKS DENGAN TOPOLOGI CLUSTER Saraswati, Dyah Lestari; Jusak, Jusak; Triwidyastuti, Yosefine
Journal of Control and Network Systems (JCONES) Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Journal of Control and Network Systems (JCONES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

It is commonly understood that air pollution brinqs detrimental effect to human health, it can cause diseases and lead todeath. Therefore, it is urgently required to monitor airborne levels continously. In this research, it monitoring system utilizing the  wireless sensor networks with cluster method. We consider that there are two clusters where every cluster head has two child nodes equipped with a CO sensor and a CO2 sensor for each node. Data from child node sent to server through parent node and each cluster head. We used the xbee radio as wireless transmision  from child node to parent node,  we used the wifi Tonylabs CC3000 module as wireless transmission  from parent to server.The result shows that delay and packet loss between child node and parent node through the xbee are aproximately 4,75 seconds and 5%, respectively. This means that the system has short delay and relatively low packet loss. On the other had the packet loss from parent node to server are relative higher than that from the child node to parent node i.e. aproximately 14,17 %, Interestingly it can achievedelay of close to zero second during transmission.
Co-Authors A. B. Tjandrarini Adani, Muhammad Faizin Aderusman, Rizky Adi Suryaputra Paramita Agus Ariyanto Agus Dwi Churniawan, Agus Dwi Alfian Angga Pradika Alim Rahmat Rido Anggara, Faris Widi Anjik Sukmaaji Atmaja, Bhagus Sugamayana Dwi Atmaja, Bhagus Sugamayana Dwi Budi Hari Nugroho Burhanuddin Surya Putra David Palguna Djojosuroto, Muh.Rahmat Effendy, Edwin David Eka Sari Oktarina Ekinasti, Anggi Tiara Citra Erwin Sutomo Feri Setiawan Adinata Firdaus, Deddy Mohammad Fumio Highy Suparlan Hakim, Arnaz Malikul Hakim, Arnaz Malikul Harianto Harianto Harianto, Gaguk Hasyim, Dealis Dinamika Henry Bambang Setyawan Heri Pratikno Hikam, Dicky Sirojul Hoky Ajicahyadi I Dewa Gede Rai Mardiana Ignatius Adrian Mastan Imam Fauzi Ira Puspasari Irene Rizky Andini Jap Fen Dy, Jap Fen Julianto Lemantara Kurnia, Lassa Nusti Kusbiono Wisnu Pambudi Kusuma, Otniel Reza Kusuma, Yusuf Budi M. J. Dewiyani Sunarto Mardianto Basuki Martinus Sony Erstiawan Mochammad Arifin Muhammad Nizar Muhammad Syakir Kautsar Mustafa, Putra Yoga Dwiangga Mustafa, Putra Yoga Dwiangga Nahusuly, Nova Nahusuly, Nova Nanda Surya Setiawan Octavianus Wijaya Oktaviyani, Tri oktorianto, kevin widoni Pamungkas, Johan Pantjawati Sudarmaningtyas Pauladie Susanto Phompi Andinata Pietter, P. Earl Pietter, P. Earl Pradana, Yulyus Effendi Prastyo, Pangky Ari Wibowo Putra, Febri Pradana Putra, Febri Pradana Putro, Abid Eka Sukatno Ramadhanis, Puspayati Ramadhanis, Puspayati Ramzi, Muhammad Ramzi, Muhammad Rendi Haris Nofianto Reppy Reisa Rido, Alim Rahmat Rido, Alim Rahmat Rizky Ananto Putri Rizky Kurniawan Robiyanto Robiyanto, Robiyanto Rohmat Solikin Rudi Santoso, Rudi Saputro, Dedy Tri Saraswati, Dyah Lestari Sembiring, Rinawati Septian Adi Herlambang, Septian Adi setiawan, ashari SETIAWAN, BRAMASTA AGNANDA SETIAWAN, BRAMASTA AGNANDA SOLEHUDIN, SONY SOLEHUDIN, SONY Suarjaya, I Gede Sugiarto, Wahyu Rokhman Susanti, Ririn Susanti, Ririn Susanto, Ubaidillah Susianto Tri Resmana Syafi'i, Imam Tajuddin Akbar Tegar Heru Susilo Teguh Sutanto Triwibowo, Aris Viranda, Rizkyana Surya Vivine Nurcahyawati Wahyu Andy Yulianto Wahyu Setiawan Weny Indah Kusumawati Wirandha Ryan Pratama Wiyono, Reynaldi Arfian Agus Yoga Eka Saputra Yosefine Triwidyastuti Zamri Ibrahim, Mohd