Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS TIME-FREQUENCY SINYAL ECG (ELECTROCARDIOGRAM) DENGAN MENGGUNAKAN CONTINUOUS WAVELET TRASFORM Prastyo, Pangky Ari Wibowo; Jusak, Jusak; Puspasari, Ira
Journal of Control and Network Systems (JCONES) Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Journal of Control and Network Systems (JCONES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

: Jantung merupakan organ yang sangat penting dalam tubuh manusia yang berfungsi untuk memompa aliran peredaran darah dari jantung ke seluruh tubuh. Gejala ketidak normalan fungsi jantung sering kali datang secara tiba-tiba. Faktor penyebab penyakit jantung antara lain sibuk mengejar kebutuhan hidup dengan cara praktis dan serba otomatis, seperti mengkonsumsi makana siap saji, makanan yang berlemak, jarang olahraga, stress berkepanjangan dan sebagainya. Oleh sebab itu pengenalan dini penyakit jantung merupakan salah satu cara menghindari penyakit jantung. Selain itu hasil dari pengenalan dini dapat digunakan untuk mengetahui langkah selanjutnya yang akan diambil pasien.Dalam studi ini nantinya dapat membantu pada bidang kedokteran untuk menganalisis sinyal Electrocardiogram (ECG). Program yang dibuat ini akan memudahkan praktisi kesehatan dalam bidang spesialis jantung untuk pembacaan sinyal ECG secara elektronik.Untuk penelitian ini menganalisis beberapa contoh rekaman sinyal ECG, menggunakan CWT, sehingga mampu diketahui informasi berupa energi maksimum, frekuensi pada energi maksimum, serta jarak gelombang R ke R antar siklus ECG. Data inilah yang nantinya berguna untuk menjadi inputan klasifikasi sinyal ECG untuk menentukan, normal dan tidak normalnya sinyal jantung.Berdasarkan hasil analisis, untuk interval waktu R ke R rata-rata 0.994 detik, nilai koefisien maksimum rata-rata 21,181 dan energi maksimum rata-rata 451,682 pada waktu rata-rata 0,5334 detik dan scala rata-rata 0,7015. Keywords: Continuous Wavelet Transform, Jantung, Electrocardiogram, Time – Frequency, visual basic6.0..
VISUALISASI HASIL TELEAUSKULTASI SINYAL JANTUNG MELALUI ANDROID Kurnia, Lassa Nusti; Jusak, Jusak; Puspasari, Ira
Journal of Control and Network Systems (JCONES) Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Journal of Control and Network Systems (JCONES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Auskultasi adalah pemeriksaan kinerja organ tubuh seperti jantung dengan cara mendengarkan suara yang di akibatkan oleh vibrasi yang berasal dari proses kerja jantung. Stetoskop merupakan alat yang digunakan pada proses pemeriksaan auskultasi. Sedangkan teleauskultasi adalah pemeriksaan jantung dengan alat yang sama, tetapi pemantauan hasilnya dilakukan secara wireless atau jarak jauh. Penelitian yang saat ini ada adalah mentransmisikan hasil auskultasi sinyal jantung dari satu node transmitter ke receiver dapat dilakukan melalui media perantara bluetooth. Bandwith yang dimiliki bluetooth memungkinkan untuk mentransmisi data auskultasi sinyal jantung. Dikarenakan bluetooth versi 3.0 terbaru yang telah diratifikasi melalui standar IEEE 802.15 pada tahun 2009 memiliki kecepatan maksimum 24 Mbps dan beroperasi pada frekuensi tidak berlisensi (ISM band) 2.4 – 2.485 GHz (Jusak, 2013). Salah satu receiver yang dapat diterima oleh media transmisi bluetooth adalah end device bersistem operasi android. Free platform-nya menjadikan android dapat dibentuk dan diprogram sesuai dengan keinginan. Serta dapat menampilkan hasil transmisi sinyal auskultasi yang diteruskan oleh bluetooth melalui aplikasi yang dibuat. Keyword: auskultasi, teleauskultasi, bluetooth, android OS, jantung
METODE ADAPTIVE THRESHOLDING UNTUK DENOISING PADA DISCRETE WAVELET TRANSFORM Firdaus, Deddy Mohammad; Jusak, Jusak; Puspasari, Ira
Journal of Control and Network Systems (JCONES) Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Journal of Control and Network Systems (JCONES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses thresholding merupakan salah satu proses pre processing yang penting dalam penelitian wavelet transform. Pada beberapa penelitian proses thresholding dilakukan secara manual. Mengingat pentingnya proses thresholding, pada penelitian ini  mempelajari proses thresholding sebagai bagian dari proses pengolahan sinyal suara jantung PCG. Telah dilakukan proses denoising pada sinyal jantung PCG yang diberi noise Gaussian dengan nilai -3 dB, -2 dB, -1dB dan 1dB, menggunakan Discrete Wavelet Transform, guna mencari energi normalisasi pada sinyal. Menggunakan  mother wavelet Daubechies orde 2 dan 7. Penelitian ini membuat dan menerapkan adaptive thresholding dengan pencarian nilai thresholding sesuai karakteristik sinyal masukan. Proses denoising menerapkan metode soft thresholding dan hard thresholding. Hasilnya nilai threshold mampu dan sesuai untuk mengurangi sinyal yang telah ditambahkan noise, hal ini dibuktikan nilai SNR yang meningkat dan nilai MSE terus mengecil dari nilai SNR input. Hasil denoising dengan metode soft thresholding maupun hard thresholding menunjukkan bahwa nilai energi normalisasi tertinggi terletak pada nilai koefisien detail D9, range frekuensi untuk D9 adalah antara 46.88 Hz hingga 93.75 Hz.
IMPLEMENTASI BLIND SOURCE SEPARATION (BSS) UNTUK DENOISING SINYAL PCG (PHONOCARDIOGRAM) Nizar, Muhammad; Jusak, Jusak; Puspasari, Ira
Journal of Control and Network Systems (JCONES) Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Journal of Control and Network Systems (JCONES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya hasil sinyal PCG dari pasien  yang direkam, membantu ahli medis dapat mendengar kembali, menganalisis dan mengolah data tersebut sesuai dengan kebutuhan. Dokter dapat menganalisis sinyal suara jantung manusia dengan lebih baik jika noise dalam sinyal suara jantung tersebut dihilangkan. Salah satu metode dalam pemisahan sinyal suara adalah Blind Source Separation (BSS). BSS adalah suatu cara untuk memisahkan sinyal tercampur menjadi sejumlah sinyal pembentuknya, tanpa informasi mengenai jumlah sumber sinyal. Mengingat pentingnya proses denoising pada sebuah sinyal PCG, maka pada penelitian ini mempelajari proses blind source separation sebagai bagian dari proses pengolahan sinyal PCG. Berdasarkan hasil pengukuran nilai mean square error (MSE) untuk kedua metode didaptkan bahwa hasil dari MSE untuk kedua metode kedua metode (ICA dan DWT)  tidak berbeda signifikan antara satu sama lain, yang artinya bahwa kedua metode tersebut dapat berfungsi dengan baik pada  untuk proses denoising sinyal jantung PCG dan didapatkan selisih MSE antara ICA dan DWT untuk SNR 5 dB sebesar 0,2 , untuk SNR 10 dB sebesar 0 SNR 15 dB sebesar 0,08 , dan untuk SNR 20 dB sebesar 0,02. Kata Kunci: Blind Source Separation, ICA, Phonocardiogram.
EKSTRAKSI CIRI DAN IDENTIFIKASI SINYAL SUARA JANTUNG S1 DAN S2 PHONOCARDIOGRAM (PCG) MENGGUNAKAN METODE WAVELET PACKET TRANSFORM Viranda, Rizkyana Surya; Jusak, Jusak; Puspasari, Ira
Journal of Control and Network Systems (JCONES) Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Journal of Control and Network Systems (JCONES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya hasil sinyal PCG dari pasien yang direkam, membantu dokter dapat mendengarkan kembali, menganalisis dan mengolah data sesuai dengan kebutuhan. Dokter mendiagnosa pasien penyakit jantung menggunakan stetoskop untuk mendengarkan suara jantung teknik ini dinamakan Teknik Auskultasi. Teknik yang digunakan terkadang kurang akurat karena banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan.Oleh karena masalah di atas, maka dibutuhkan cara untuk memudahkan mendiagnosis suara jantung yang sudah terekam lalu menganalisa dan mengolah sinyal jantung hingga mendapatkan hasil yang diinginkan. Pada penelitian ini mempelajari proses ekstraksi dan mengidentifikasi sinyal S1 dan S2 menggunakan metode Wavelet Packet Transform dengan 3 frekuensi sampling sinyal jantung berbeda yaitu 8kHz, 44.1kHz dan 48kHz serta Mother Wavelet Biorthogonal 6.8. Dari hasil perhitungan Shannon Envelope untuk ketiga subjek pada frekuensi sampling 8kHz interval rata-rata S1 ke S2 adalah 0.01399s, S1 ke S1 adalah 0.03945s, S2 ke S2 adalah 0.04126s dan S2 ke S1 adalah 0.02544s. Pada frekuensi sampling 44.1kHz interval rata-rata S1 ke S2 adalah 0.00201s, S1 ke S1 adalah 0.00598s, S2 ke S2 adalah 0.00600s dan S2 ke S1 adalah 0.00398s untuk ketiga subjek. Sedangkan pada frekuensi sampling 48kHz untuk ketiga subjek interval rata-rata S1 dan S2 adalah 0.00230s, S1 ke S1 adalah 0.00651s, S2 ke S2 adalah 0.00649s dan S2 ke S1 adalah 0.00419s.
TRANSMISI SINYAL ECG (ELECTROCARDIOGRAPH) MENGGUNAKAN MEDIA WIRELESS ZIGBEE DENGAN TOPOLOGI MESH Harianto, Gaguk; Jusak, Jusak; Puspasari, Ira
Journal of Control and Network Systems (JCONES) Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Journal of Control and Network Systems (JCONES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Heart disease can be experienced by Anybody and sometimes can not be detected, and therefore need to examination conducted by a specialist to prevent heart disease. Electrocardiograph (ECG) is a signal which is formed as a result of the electrical activity of the heart muscle that is taken by placing the electrodes. Electrocardiograph produced can indicate the frequency, rhythm, axis, mark realization mark hypertrophy (enlargement), and signs of ischemic on heart, it would be very helpful for the physician to be able to determine the cardiac condition of the patient so that it can be taken medical early.In this study, cardiac auscultation signal transmission through the transmission of wireless with mesh topology on wireless sensor networks built. Quality of service is used in this research included the probability of loss, delay of data received and the throughput number of cardiac auscultation signal that transmitted.Based on the result of research, the results of cardiac auscultation signal transmission using point to point and use a mesh topology with baudrate 115200 shows that the position and number of nodes affect the transmission of data that set by serial communication, thus directly affects the amount of packet loss, delay and throughput data.
ANALISIS UNJUK KERJA VIRTUAL PRIVATE NETWORK PPTP DAN L2TP PADA JARINGAN BERBASIS MIKROTIK Pradana, Yulyus Effendi; Jusak, Jusak; Triwidyastuti, Yosefine
Journal of Control and Network Systems (JCONES) Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Journal of Control and Network Systems (JCONES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Virtual private network (VPN) adalah suatu koneksi antara satu jaringan dengan jaringan lainnya secara private melalui jaringan public (internet). Di sebut private network karena jaringannya bersifat private dan hanya orang tertentu saja yang bisa mengaksesnya Banyak pihak-pihak perusahaan rela membayar pihak ketiga untuk menyewa VPN  agar data yang mereka kirimkan aman sampai tujuan dan menjamin QOS (Quality Of Service) agar paket yang dikirimkan diterima dengan baik.Pada pekerjaan tugas akhir ini akan dilakukan penelitian dampak turunnya QOS pada jaringan VPN dengan menggunakan protokol pada VPN yaitu Point To Point Tunneling Protocol dan Layer 2 Tunneling Procotol yang berbasis MikrotikOs. Sebelum melakukan pengujian, yang pertama dilakukan adalah mengkonfigurasi mikrotikOs dengan protokol PPTP dan L2TP yang dilakukan secara bergantian, konfigurasi username dan password untuk client. Yang kedua adalah menajalankan video streaming dari Pc server ke Pc client melalui jaringan Internet. Yang ketiga adalah menganalisi hasil dari software monitoring (Wireshark) yang dipasang pada Pc server dan Pc client untuk menghitung delay, throughput, packet loss.Hasil dari analisis pada VPN dengan protokol PPTP dan L2TP pada jaringan mikrotik dengan ISP speedy didapatkan hasil delay, throughput, packet loss tidak ada perbedaan yang terlalu besar, ini dikarenakan pada dasarnya pengiriman protokol PPTP dan L2TP hampir sama yaitu melewati cloud internet, hanya perbedaan dari sisi header L2TP lebih banyak proses enkapsulasi dibandingkan dengan PPTP,yang menyebabkan PPTP jauh lebih atau unggul daripada protokol VPN L2TP untuk segi QOS.Kata kunci : Virtual Private Network, Point To Point Tunneling Protocol, Layer 2 Tunneling Protcol, Quality of Service.
Analisis Dan Ekstraksi Ciri Sinyal Suara Jantung Menggunakan Dekomposisi Wavelet Ekinasti, Anggi Tiara Citra; Jusak, Jusak; Puspasari, Ira
Journal of Control and Network Systems (JCONES) Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Journal of Control and Network Systems (JCONES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Heart disease is ranked top cause of death in the world. For this reason, auscultation is the main test performed by a doctor to evaluate the condition of the heart by listening to the heart sounds through a stethoscope, auscultation is a basic component in cardiac diagnosis.Based on the reasons above, it is required a way to ease diagnosis by recording sounds of the heart then analyzing the heart sound signal and proccess it to be able to detect and recognize the patterns of the heart sound signal. In this research, we analyzed  and extracted features of real data signal of heart sounds that were acquired by auscultation (using digital stethoscope), utilizing the decomposition of discrete wavelet transformation. Several types of mother wavelet were employed for different kinds of order, various level on each order and three sorts of frequency  sampling  that are 8KHz, 44,1KHz, and 48KHz. Parameters that are used for analysis are energy and the standards deviation. The our finding shows that pattern or characterization of normal heart sounds  for frequency sampling 8 KHz produces the largest energy decomposition in D6 ( 62.5Hz-125Hz ). On the other hand at frequency sampling 44,1 KHz it produces the largest energy decomposition in D9 ( 43.066Hz-86.133Hz). For frequency sampling 44,1 KHz, it produces the largest  energy decomposition in D9 (46.88Hz-93.75Hz).
Klasifikasi Sinyal EKG (Elektrokardiograf) Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Model Backpropagation Effendy, Edwin David; Jusak, Jusak; Puspasari, Ira
Journal of Control and Network Systems (JCONES) Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Journal of Control and Network Systems (JCONES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit jantung adalah penyebab kematian terbesar di Indonesia, bahkan di Dunia. Penyakit jantung dapat dideteksi dengan alat elektrokardiograf (EKG). Petugas medis yang bekerja di rumah sakit harus mampu mengidentifikasi penyakit atau serangan jantung berdasar rekaman EKG. Namun tidak sedikit petugas medis yang tidak bisa melakukannya dan beralasan bahwa hal tersebut merupakan kewenangan dokter atau dokter spesialis jantung.               Solusi dari permasalahan diatas maka dibuatlah rancang bangun sistem klasifikasi sinyal EKG (elektrokardiograf) menggunakan jaringan syaraf tiruan model backpropagation.            Berdasarkan hasil penelitian, Hasil MSE terkecil pada setiap aplikasi adalah aplikasi yang telah dilatih sebanyak 60000 iterasi, yaitu 3,48837E-5 untuk aplikasi dengan jumlah neuron 16 pada layer tersembunyi dan 0,000233272 untuk aplikasi dengan jumlah neuron 10 pada layer tersembunyi. Sedangkan aplikasi dengan jumlah neuron 5 pada layer tersembunyi sebesar 1,49744E-07.Keyword : Jaringan Syaraf Tiruan, Elektrokardiograf.
PENENTUAN RUTE TERBAIK PADA WSN (WIRELESS SENSOR NETWORK) BERDASARKAN PARAMETER RSSI (RECEIVED SIGNAL STRENGTH INDICATOR) Aderusman, Rizky; Jusak, Jusak; Triwidyastuti, Yosefine
Journal of Control and Network Systems (JCONES) Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Journal of Control and Network Systems (JCONES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wireless sensor network (WSN) is a wireless network consisting of a collection of nodes that are scattered in a particular area. Each node has the ability to collect data and communicate with other nodes. However many studies showed that the WSN technology bears some drawbacks. One of the weakness is in terms of efficiency of energy utilization. Ineffectiveness of energy utilization in the WSN mainly caused by long and complex algorithms for route/path determination.In this work determination of the best route is implemented by comparing parameters, like RSSI (Received Signal Strength Indicator) for the selection of the route, by adapting mechanism in routing protocol OSPF (Open Shortest Path First). For testing the routing protocol, we used temperature data acquired from LM35 sensors. Sensors are planned and then implemented on all nodes WSN. By implementing these schemes for routing determination, the WSN is able to produce better quality of data and minimum energy usage measured for WSN with a distance of sending and receiving data between 1-40 meters for indoor setup. For outdoors environment, the study showed that the system has a range of up to 1-100 meters only. It is evident from the study, that the route is able to be established well (27 success out of 30 trials).
Co-Authors A. B. Tjandrarini Adani, Muhammad Faizin Aderusman, Rizky Adi Suryaputra Paramita Agus Ariyanto Agus Dwi Churniawan, Agus Dwi Alfian Angga Pradika Alim Rahmat Rido Anggara, Faris Widi Anjik Sukmaaji Atmaja, Bhagus Sugamayana Dwi Atmaja, Bhagus Sugamayana Dwi Budi Hari Nugroho Burhanuddin Surya Putra David Palguna Djojosuroto, Muh.Rahmat Effendy, Edwin David Eka Sari Oktarina Ekinasti, Anggi Tiara Citra Erwin Sutomo Feri Setiawan Adinata Firdaus, Deddy Mohammad Fumio Highy Suparlan Hakim, Arnaz Malikul Hakim, Arnaz Malikul Harianto Harianto Harianto, Gaguk Hasyim, Dealis Dinamika Henry Bambang Setyawan Heri Pratikno Hikam, Dicky Sirojul Hoky Ajicahyadi I Dewa Gede Rai Mardiana Ignatius Adrian Mastan Imam Fauzi Ira Puspasari Irene Rizky Andini Jap Fen Dy, Jap Fen Julianto Lemantara Kurnia, Lassa Nusti Kusbiono Wisnu Pambudi Kusuma, Otniel Reza Kusuma, Yusuf Budi M. J. Dewiyani Sunarto Mardianto Basuki Martinus Sony Erstiawan Mochammad Arifin Muhammad Nizar Muhammad Syakir Kautsar Mustafa, Putra Yoga Dwiangga Mustafa, Putra Yoga Dwiangga Nahusuly, Nova Nahusuly, Nova Nanda Surya Setiawan Octavianus Wijaya Oktaviyani, Tri oktorianto, kevin widoni Pamungkas, Johan Pantjawati Sudarmaningtyas Pauladie Susanto Phompi Andinata Pietter, P. Earl Pietter, P. Earl Pradana, Yulyus Effendi Prastyo, Pangky Ari Wibowo Putra, Febri Pradana Putra, Febri Pradana Putro, Abid Eka Sukatno Ramadhanis, Puspayati Ramadhanis, Puspayati Ramzi, Muhammad Ramzi, Muhammad Rendi Haris Nofianto Reppy Reisa Rido, Alim Rahmat Rido, Alim Rahmat Rizky Ananto Putri Rizky Kurniawan Robiyanto Robiyanto, Robiyanto Rohmat Solikin Rudi Santoso, Rudi Saputro, Dedy Tri Saraswati, Dyah Lestari Sembiring, Rinawati Septian Adi Herlambang, Septian Adi setiawan, ashari SETIAWAN, BRAMASTA AGNANDA SETIAWAN, BRAMASTA AGNANDA SOLEHUDIN, SONY SOLEHUDIN, SONY Suarjaya, I Gede Sugiarto, Wahyu Rokhman Susanti, Ririn Susanti, Ririn Susanto, Ubaidillah Susianto Tri Resmana Syafi'i, Imam Tajuddin Akbar Tegar Heru Susilo Teguh Sutanto Triwibowo, Aris Viranda, Rizkyana Surya Vivine Nurcahyawati Wahyu Andy Yulianto Wahyu Setiawan Weny Indah Kusumawati Wirandha Ryan Pratama Wiyono, Reynaldi Arfian Agus Yoga Eka Saputra Yosefine Triwidyastuti Zamri Ibrahim, Mohd