Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang MPASI Dalam Pencegahan Stunting Busura, Fazrab; Yusuf, Zuhriana K.; Jafar, Cindy Puspita Sari Haji
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v13i1.4072

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia yang mencapai 31,8% pada tahun 2022, menempatkan Indonesia di urutan ke-10 Asia Tenggara. Salah satu upaya penanganan stunting adalahpemberian MPASI. Kunci keberhasilan pencegahan stunting yang baik adalah meningkatkan pengetahuan ibu tentang MPASI dalam pencegahan stunting dengan melalui edukasi. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan ibu tentang MPASI dalam pencegahan stunting. Metode penelitian menggunakan jenis rancangan eksperimen dengan desain penelitian one group pretest posttest design. Populasi penelitian yaitu Ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Jumlah balita di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo 193 orang. Sampel terdiri dari 39 responden, dengan Teknik pengambilan sampel proportional sampling. Hasil penilitian didapatkan nilai mean (rata-rata) Pengetahuan ibu sebelum diberikan edukasi yaitu 12,74 dan setelah diberikan edukasi hasil nilai mean (rata-rata) meningkat menjadi 19,05. Hasil uji statistic Wilcoxon mendapatkan nilai p value yaitu 0,000 Sehingga terdapat pengaruh pemberian edukasi terhadap pengetahuan ibu tentang MPASI dalam pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Diharapkan penelitian ini menjadi masukkan bagi tenaga kesehatan di Puskesmas memberikan intervensi edukasi tentang MPASI dalam pencegahan stunting untuk meningkatkan pengetahuan ibu.
PENGARUH EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG MPASI DALAM PENCEGAHAN STUNTING Busura, Fazrab; Yusuf, Zuhriana K; Jafar, Cindy Puspita Sari Haji
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 13, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v13i2.4972

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia yang mencapai 31,8% pada tahun 2022, menempatkan Indonesia di urutan ke-10 Asia Tenggara. Salah satu upaya penanganan stunting  adalah pemberian MPASI. Kunci keberhasilan pencegahan stunting yang baik adalah meningkatkan pengetahuan ibu tentang MPASI dalam pencegahan stunting dengan melalui edukasi. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan ibu tentang MPASI dalam pencegahan stunting. Metode penelitian menggunakan jenis rancangan eksperimen dengan desain penelitian one group pretest posttest design. Populasi penelitian yaitu Ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Jumlah balita di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo 193 orang. Sampel terdiri dari 39 responden, dengan Teknik pengambilan sampel proportional sampling. Hasil penilitian didapatkan nilai mean (rata-rata) Pengetahuan ibu sebelum diberikan edukasi yaitu 12,74 dan setelah diberikan edukasi hasil nilai mean (rata-rata) meningkat menjadi 19,05. Hasil uji statistic Wilcoxon  mendapatkan nilai p value yaitu 0,000 Sehingga terdapat pengaruh pemberian edukasi terhadap pengetahuan ibu tentang MPASI dalam pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Diharapkan penelitian ini menjadi masukkan bagi tenaga kesehatan di Puskesmas memberikan intervensi edukasi tentang MPASI dalam pencegahan stunting untuk meningkatkan pengetahuan ibu.Stunting is still a health problem in Indonesia which reached 31.8% in 2022, placing Indonesia in 10th place in Southeast Asia. One of the efforts to handle stunting is the provision of complementary foods. The key to the success of good stunting prevention is to increase maternal knowledge about complementary foods in stunting prevention through education. The purpose of the study the influence of education on maternal knowledge about complementary foods in stunting prevention. The research method uses a type of experimental design with a one-group pretest posttest design research design. The research population is mothers who have toddlers in Limboto Health Center, Gorontalo Regency. The number of toddlers in Limboto Health Center, Gorontalo Regency is 193 people. The sample consisted of 39 respondents, with proportional sampling techniques.  Obtained a mean value  of maternal knowledge before being given education which was 12.74 and after being given education the result of the mean value increased to 19.05. Wilcoxon statistical test obtained a p value of 0.000 so that there was an effect of providing education on mothers' knowledge about complementary foods in stunting prevention. It is hoped that this research will be an input for health workers at the Health Center to provide educational interventions about complementary foods in stunting prevention to increase maternal knowledge.
PENINGKATAN KAPASITAS KADER KESEHATAN TENTANG BANTUAN HIDUP DASAR DAN PENCEGAHAN STUNTING MELALUI 5 PILAR SANITASI TOTAL BERBASIS LINGKUNGAN Yusuf, Zuhriana K.; Pateda, Sri Manovita; Abd Azis, Moh Nisyar
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i2.473

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, termasuk di Provinsi Gorontalo dengan prevalensi mencapai 23,8%. Desa Dimito sebagai salah satu lokus intervensi menghadapi tantangan rendahnya kapasitas kader kesehatan dalam pencegahan stunting dan penanganan kegawatdaruratan dasar. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader melalui pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) serta penerapan lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan langsung, simulasi, serta pendampingan oleh dosen dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk menilai peningkatan pengetahuan kader. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan, dimana pada pretest terdapat 9 kader (64,3%) dengan skor ≤65 dan hanya 5 kader (35,7%) dengan skor >65. Setelah post test, 13 kader (92,9%) memperoleh skor >65 dan hanya 1 kader (7,1%) yang masih berada pada kategori ≤65. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman kader mengenai sanitasi lingkungan dan keterampilan dasar penanganan kegawatdaruratan. Selain menghasilkan booklet, publikasi ilmiah, dan media edukasi, kegiatan ini juga memperkuat peran kader sebagai agen perubahan dalam mendukung pencegahan stunting dan kesiapsiagaan kesehatan masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat desa serta mendukung pencapaian target nasional penurunan prevalensi stunting menuju pembangunan kesehatan berkelanjutan.
PELATIHAN TANGGAP DARURAT BENCANA BAGI KADER KESEHATAN BERBASIS IPE DI KAWASAN TELUK TOMINI DESA LOPO KABUPATEN GORONTALO Suleman, Ibrahim; Yusuf, Zuhriana K
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 2, No 3 (2023): Vol 2, Nomor 3 (2023)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v2i3.22124

Abstract

Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi dampak negatif dari adanya bencana alam yaitu melalui mitigasi bencana. Karena keadaan darurat dapat terjadi kapanpun dan dimanapun tanpa terkecuali. Pelatihan kader kesehatan terkait tanggap bencana merupakan salah satu solusi dalam mewujudkan peningkatan kesehatan masyarakat dan wilayah yang  rentan akan terjadinya bencana.Tujuan pelaksanaan KKN Profesi Kesehatan yakni pelatihan tanggap darurat kepada kader kesehatan dengan penerapan IPE (interpersonal education) untuk memaksimalkan potensi dari berbagai tim baik kesehatan ataupun stakeholder yang ada.  Program KKN Profesi Kesehatan dilaksanakan selama 45 hari, bersama Dosen Pembimbing Lapangan dan 70 orang mahasiswa, diharapkan dapat menjadi solusi alternatif yang ditawarkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan dan menciptakan sumber daya manusia yang terampil dan siap dalam menghadapi bencana.Kegiatan PkM KKN PK 2023 dengan metode Interprofessional Education (IPE) telah berhasil dilaksanakan dengan melibatkan tim pengabdi yang berasal dari empat profesi yang ada di Fakultas Kedokteran dan Fakultas Olahraga dan Kesehatan. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa. Kelompok sasaran pada kegiatan ini adalah tokoh masyarakat dan kader kesehatan sejumlah 40 orang. Kegiatan dilakukan secara interprofesi dengan metode wawancara, penyuluhan, pelatihan dan praktik langsung kepada masyarakat. Dukungan masyarakat terlihat dari jumlah pasien yang hadir pada waktu pemeriksaan hingga mencapai 92%.Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi dampak negatif dari adanya bencana alam yaitu melalui mitigasi bencana. Karena keadaan darurat dapat terjadi kapanpun dan dimanapun tanpa terkecuali. Pelatihan kader kesehatan terkait tanggap bencana merupakan salah satu solusi dalam mewujudkan peningkatan kesehatan masyarakat dan wilayah yang  rentan akan terjadinya bencana.Tujuan pelaksanaan KKN Profesi Kesehatan yakni pelatihan tanggap darurat kepada kader kesehatan dengan penerapan IPE (interpersonal education) untuk memaksimalkan potensi dari berbagai tim baik kesehatan ataupun stakeholder yang ada.  Program KKN Profesi Kesehatan dilaksanakan selama 45 hari, bersama Dosen Pembimbing Lapangan dan 70 orang mahasiswa, diharapkan dapat menjadi solusi alternatif yang ditawarkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan dan menciptakan sumber daya manusia yang terampil dan siap dalam menghadapi bencana.Kegiatan PkM KKN PK 2023 dengan metode Interprofessional Education (IPE) telah berhasil dilaksanakan dengan melibatkan tim pengabdi yang berasal dari empat profesi yang ada di Fakultas Kedokteran dan Fakultas Olahraga dan Kesehatan. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa. Kelompok sasaran pada kegiatan ini adalah tokoh masyarakat dan kader kesehatan sejumlah 40 orang. Kegiatan dilakukan secara interprofesi dengan metode wawancara, penyuluhan, pelatihan dan praktik langsung kepada masyarakat. Dukungan masyarakat terlihat dari jumlah pasien yang hadir pada waktu pemeriksaan hingga mencapai 92%.    
The Effect of Training Using Demonstration Methods on Community Knowledge About Mitigation and Evacuation of Disaster Victims Yusuf, Zuhriana K; Suleman, Ibrahim; Hunawa, Rachmawaty D; Rahma, St
Jambura Nursing Journal Vol 6, No 1: January 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jnj.v6i1.22484

Abstract

Knowledge that is used sustainably is an urgent need, especially considering the threat of natural disasters that can arise anytime and anywhere. Therefore, people need basic capital to save themselves from disasters, namely emergency response capabilities to disasters and sufficient resources. The aim of the research is to analyze the effect of training using the demonstration method on public knowledge about mitigating and evacuating disaster victims. The method used is observational analytical research. The population is the people of Lopo village, Batudaa Pantai District with a sampling technique, namely accidental sampling, namely 19 people. The total sample was 67 respondents. Data collection was carried out using instruments based on the Knowledge questionnaire with pretest and posttest methods after training and demonstrations. Data analysis was carried out using paired sample T-Test statistical analysis of respondents from the Lopo Village community. The results of the analysis of the influence of training using the demonstration method on public knowledge regarding mitigation and evacuation of disaster victims obtained a value of ρ = 0.000 (ρ = 0.05) so that there is an influence between the two variables. The conclusion is that there is an influence of training using the demonstration method on community knowledge regarding mitigation and evacuation of disaster victims in the Lopo Village community.
Pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dalam Rumah Tangga Mulyadi, jesica -; Yusuf, Zuhriana K.; Nagaring, Sulaiman Putra
Damhil: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2: December 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/damhil.v4i2.35908

Abstract

Clean and Healthy Living Behaviour (PHBS) is a promotional strategy to improve public health through behavioural change at the household level. Initial observations in Hutadaa Village indicate low implementation of PHBS, characterised by smoking indoors, inadequate sanitation, and suboptimal waste management. This activity aims to increase community understanding and awareness of PHBS implementation through educational interventions. The community service was carried out on 7 September 2025 as part of the UNG Thematic Community Service Programme using an educational approach through presentations, educational videos, and interactive discussions. The results of the activity showed an increase in participants' knowledge and motivation to implement PHBS indicators, such as proper hand washing practices, use of healthy toilets, consumption of nutritious food, and control of risky behaviours. Thus, community-based education has proven to be effective as an initial approach to health behaviour change. However, the sustainability of PHBS implementation requires environmental support, assistance, and cross-sector collaboration.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA PRASEKOLAH DI DESA ISIMU SELATAN, KECAMATAN TIBAWA Handayani, Dwi Lutvia; Karim, Cecy Rahma; Antu, Yuniarty; Kasim, Vivien Novarina A; Yusuf, Zuhriana K
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 03 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i03.36713

Abstract

Status gizi anak usia prasekolah merupakan salah satu indikator penting dalam menggambarkan derajat kesehatan masyarakat. Pemenuhan kebutuhan gizi anak tidak terlepas dari peran ibu, khususnya terkait dengan tingkat pengetahuan ibu mengenai gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi anak usia prasekolah di Desa Isimu Selatan, Kecamatan Tibawa. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri atas 41 ibu yang memiliki anak usia prasekolah (3–6 tahun), yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengetahuan ibu tentang gizi diukur melalui kuesioner terstruktur, sedangkan status gizi anak ditentukan berdasarkan pengukuran antropometri. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Spearman rho. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan gizi dalam kategori baik (51,2%). Status gizi anak usia prasekolah paling banyak berada pada kategori gizi baik (36,6%), meskipun masih ditemukan anak dengan gizi kurang, gizi lebih, dan obesitas. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi anak usia prasekolah (p = 0,041), dengan koefisien korelasi sebesar 0,321 yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan cukup.. Simpulan: Pengetahuan ibu tentang gizi berhubungan secara signifikan dan positif dengan status gizi anak usia prasekolah, sehingga penguatan edukasi gizi bagi ibu perlu menjadi fokus intervensi kesehatan masyarakat dan pengembangan penelitian selanjutnya.
Overview of Adherence Diet Management in Type 2 Diabetes Mellitus Patients at Kabila Public Health Center Jusuf, Nurain; Yusuf, Zuhriana K.; Arsad, Sitti Fatimah
Medical and Health Journal Vol 5 No 2 (2026): February
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mhj.2026.5.2.18802

Abstract

Diet is a crucial part of managing type 2 diabetes mellitus. One way to achieve this is by following the 3J (Type, Amount, and Schedule) of dietary management. Dietary adherence remains variable, even though patients receive regular education through the PROLANIS program. Dietary non-compliance can result in uncontrolled blood glucose levels and an increased risk of chronic complications. This study aims to describe the 3J diet management compliance in type 2 Diabetes Mellitus patients at the Kabila Community Health Center. This study used a descriptive quantitative design. The research variable was 3J diet management compliance. The population was 289 type 2 DM patients, and a sample of 75 respondents selected using accidental sampling techniques. The instrument used was a 3J diet compliance questionnaire. Data were analyzed univariately using frequency distribution to describe the level of respondent compliance. The results of the study based on indicators, compliance with the type of diet showed that 45 respondents (60.0%) were non-compliant, the number of calories showed that 41 respondents (54.7%) were non-compliant, while the meal schedule showed that 47 respondents (62.7%) were compliant. These findings illustrate that most patients still experience difficulties in managing the type and amount of food, even though they have been quite good at complying with the meal schedule. The Community Health Center is advised to conduct monitoring activities and further research is suggested to develop peer tutoring-based intervention methods.
Effect of Level 1 Progressive Mobilization Therapy on Oxygen Saturation in Patients Diagnosed with Respiratory Failure in ICU of Prof. Dr. H. Aloei Saboe Hospital, Gorontalo City Patilima, Roni Mohammad A. R.; Yusuf, Zuhriana K.; Yusuf, Nur Ayun R.
Medical and Health Journal Vol 5 No 2 (2026): February
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mhj.2026.5.2.19371

Abstract

Level 1 progressive mobilization therapy is a non-pharmacological therapy using a complementary approach that can affect oxygen saturation. The purpose of this study was to determine the effect of level 1 progressive mobilization therapy on oxygen saturation in patients diagnosed with respiratory failure in the ICU of Prof. Dr. H. Aloei Saboe Regional Hospital, Gorontalo City. This study is a quantitative study with a quasi-experimental design using a one-group pre-post test design approach . which only involved one treatment group, namely the group of patients diagnosed with respiratory failure who were given level 1 progressive mobilization therapy intervention. The study population was 51 patients with an accidental sampling technique with a sample size of 45 patients. This research instrument used the SOP for level 1 progressive mobilization and an oxygen saturation observation sheet. Data analysis used the Wilcoxont-test. The results of the study obtained a p-value of 0.000 (α <0.05) meaning that there was an effect of level 1 progressive mobilization therapy on oxygen saturation in patients with respiratory failure at Prof. Dr. H. Aloei Saboe Regional Hospital, Gorontalo City. Level 1 progressive mobilization plays a crucial role in improving respiratory function, accelerating recovery, and maintaining the body's overall physiological balance. This research is expected to serve as a reference for providing nursing care, particularly level 1 progressive mobilization exercises for patients diagnosed with respiratory failure, as an effort to prevent decreased oxygen saturation.
Gambaran Pengetahuan Mahasiswa Tingkat Akhir Poltekkes Kemenkes Gorontalo tentang Rapid Health Assessment saat Bencana Labdul, Muhammad Fahreza; Zuhriana K.Yusuf; Edwina R. Monayo; Muhamad Nur Syukriani Yusuf; Vivien Novarina A. Kasim
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 6 (2026): Jurnal Ilmu Multidisplin (Februari - Maret 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i6.1711

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat pengetahuan mahasiswa tingkat akhir Poltekkes Kemenkes Gorontalo mengenai Rapid Health Assessment RHA saat bencana. Desain penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan pengukuran pada satu waktu. Populasi berjumlah 408 mahasiswa tingkat akhir dari seluruh jurusan. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling melalui simple random sampling. Perhitungan Slovin dengan margin error 10 persen menghasilkan target minimal 81 responden, sedangkan data yang terkumpul dan dianalisis berjumlah 94 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner 10 butir mengacu pada Nurbaya 2020 dengan skala Guttman skor 1 untuk jawaban benar dan 0 untuk jawaban salah, kemudian dikonversi menjadi persentase dan dikategorikan baik 76 sampai 100 persen cukup 56 sampai 75 persen dan kurang 0 sampai 55 persen. Analisis data dilakukan secara univariat deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik sebesar 77,7 persen, kategori cukup 20,2 persen, dan kategori kurang 2,1 persen. Lebih dari separuh responden menyatakan belum pernah mengetahui istilah RHA sebesar 54,3 persen, sementara sumber informasi yang paling banyak diakses berasal dari media daring. Perbandingan antarjurusan memperlihatkan variasi, dengan proporsi kategori baik tertinggi pada Gizi dan Dietetika serta Farmasi, sedangkan Sanitasi Lingkungan menunjukkan distribusi yang lebih beragam dan menjadi satu satunya jurusan dengan kategori kurang. Kesimpulan penelitian menunjukkan pengetahuan mahasiswa tentang RHA tergolong baik meskipun pengenalan terminologi belum merata, sehingga diperlukan penguatan pembelajaran kebencanaan melalui integrasi kurikulum, pelatihan berbasis simulasi, serta pengembangan modul digital agar kesiapan mahasiswa tidak hanya bersifat kognitif tetapi juga aplikatif.