Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PELATIHAN TANGGAP DARURAT BENCANA BAGI KADER KESEHATAN BERBASIS IPE DI KAWASAN TELUK TOMINI DESA LOPO KABUPATEN GORONTALO Suleman, Ibrahim; Yusuf, Zuhriana K
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 2, No 3 (2023): Vol 2, Nomor 3 (2023)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v2i3.22124

Abstract

Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi dampak negatif dari adanya bencana alam yaitu melalui mitigasi bencana. Karena keadaan darurat dapat terjadi kapanpun dan dimanapun tanpa terkecuali. Pelatihan kader kesehatan terkait tanggap bencana merupakan salah satu solusi dalam mewujudkan peningkatan kesehatan masyarakat dan wilayah yang  rentan akan terjadinya bencana.Tujuan pelaksanaan KKN Profesi Kesehatan yakni pelatihan tanggap darurat kepada kader kesehatan dengan penerapan IPE (interpersonal education) untuk memaksimalkan potensi dari berbagai tim baik kesehatan ataupun stakeholder yang ada.  Program KKN Profesi Kesehatan dilaksanakan selama 45 hari, bersama Dosen Pembimbing Lapangan dan 70 orang mahasiswa, diharapkan dapat menjadi solusi alternatif yang ditawarkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan dan menciptakan sumber daya manusia yang terampil dan siap dalam menghadapi bencana.Kegiatan PkM KKN PK 2023 dengan metode Interprofessional Education (IPE) telah berhasil dilaksanakan dengan melibatkan tim pengabdi yang berasal dari empat profesi yang ada di Fakultas Kedokteran dan Fakultas Olahraga dan Kesehatan. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa. Kelompok sasaran pada kegiatan ini adalah tokoh masyarakat dan kader kesehatan sejumlah 40 orang. Kegiatan dilakukan secara interprofesi dengan metode wawancara, penyuluhan, pelatihan dan praktik langsung kepada masyarakat. Dukungan masyarakat terlihat dari jumlah pasien yang hadir pada waktu pemeriksaan hingga mencapai 92%.Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi dampak negatif dari adanya bencana alam yaitu melalui mitigasi bencana. Karena keadaan darurat dapat terjadi kapanpun dan dimanapun tanpa terkecuali. Pelatihan kader kesehatan terkait tanggap bencana merupakan salah satu solusi dalam mewujudkan peningkatan kesehatan masyarakat dan wilayah yang  rentan akan terjadinya bencana.Tujuan pelaksanaan KKN Profesi Kesehatan yakni pelatihan tanggap darurat kepada kader kesehatan dengan penerapan IPE (interpersonal education) untuk memaksimalkan potensi dari berbagai tim baik kesehatan ataupun stakeholder yang ada.  Program KKN Profesi Kesehatan dilaksanakan selama 45 hari, bersama Dosen Pembimbing Lapangan dan 70 orang mahasiswa, diharapkan dapat menjadi solusi alternatif yang ditawarkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan dan menciptakan sumber daya manusia yang terampil dan siap dalam menghadapi bencana.Kegiatan PkM KKN PK 2023 dengan metode Interprofessional Education (IPE) telah berhasil dilaksanakan dengan melibatkan tim pengabdi yang berasal dari empat profesi yang ada di Fakultas Kedokteran dan Fakultas Olahraga dan Kesehatan. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa. Kelompok sasaran pada kegiatan ini adalah tokoh masyarakat dan kader kesehatan sejumlah 40 orang. Kegiatan dilakukan secara interprofesi dengan metode wawancara, penyuluhan, pelatihan dan praktik langsung kepada masyarakat. Dukungan masyarakat terlihat dari jumlah pasien yang hadir pada waktu pemeriksaan hingga mencapai 92%.    
The Effect of Training Using Demonstration Methods on Community Knowledge About Mitigation and Evacuation of Disaster Victims Yusuf, Zuhriana K; Suleman, Ibrahim; Hunawa, Rachmawaty D; Rahma, St
Jambura Nursing Journal Vol 6, No 1: January 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jnj.v6i1.22484

Abstract

Knowledge that is used sustainably is an urgent need, especially considering the threat of natural disasters that can arise anytime and anywhere. Therefore, people need basic capital to save themselves from disasters, namely emergency response capabilities to disasters and sufficient resources. The aim of the research is to analyze the effect of training using the demonstration method on public knowledge about mitigating and evacuating disaster victims. The method used is observational analytical research. The population is the people of Lopo village, Batudaa Pantai District with a sampling technique, namely accidental sampling, namely 19 people. The total sample was 67 respondents. Data collection was carried out using instruments based on the Knowledge questionnaire with pretest and posttest methods after training and demonstrations. Data analysis was carried out using paired sample T-Test statistical analysis of respondents from the Lopo Village community. The results of the analysis of the influence of training using the demonstration method on public knowledge regarding mitigation and evacuation of disaster victims obtained a value of ρ = 0.000 (ρ = 0.05) so that there is an influence between the two variables. The conclusion is that there is an influence of training using the demonstration method on community knowledge regarding mitigation and evacuation of disaster victims in the Lopo Village community.
Pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dalam Rumah Tangga Mulyadi, jesica -; Yusuf, Zuhriana K.; Nagaring, Sulaiman Putra
Damhil: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2: December 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/damhil.v4i2.35908

Abstract

Clean and Healthy Living Behaviour (PHBS) is a promotional strategy to improve public health through behavioural change at the household level. Initial observations in Hutadaa Village indicate low implementation of PHBS, characterised by smoking indoors, inadequate sanitation, and suboptimal waste management. This activity aims to increase community understanding and awareness of PHBS implementation through educational interventions. The community service was carried out on 7 September 2025 as part of the UNG Thematic Community Service Programme using an educational approach through presentations, educational videos, and interactive discussions. The results of the activity showed an increase in participants' knowledge and motivation to implement PHBS indicators, such as proper hand washing practices, use of healthy toilets, consumption of nutritious food, and control of risky behaviours. Thus, community-based education has proven to be effective as an initial approach to health behaviour change. However, the sustainability of PHBS implementation requires environmental support, assistance, and cross-sector collaboration.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA PRASEKOLAH DI DESA ISIMU SELATAN, KECAMATAN TIBAWA Handayani, Dwi Lutvia; Karim, Cecy Rahma; Antu, Yuniarty; Kasim, Vivien Novarina A; Yusuf, Zuhriana K
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 03 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i03.36713

Abstract

Status gizi anak usia prasekolah merupakan salah satu indikator penting dalam menggambarkan derajat kesehatan masyarakat. Pemenuhan kebutuhan gizi anak tidak terlepas dari peran ibu, khususnya terkait dengan tingkat pengetahuan ibu mengenai gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi anak usia prasekolah di Desa Isimu Selatan, Kecamatan Tibawa. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri atas 41 ibu yang memiliki anak usia prasekolah (3–6 tahun), yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengetahuan ibu tentang gizi diukur melalui kuesioner terstruktur, sedangkan status gizi anak ditentukan berdasarkan pengukuran antropometri. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Spearman rho. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan gizi dalam kategori baik (51,2%). Status gizi anak usia prasekolah paling banyak berada pada kategori gizi baik (36,6%), meskipun masih ditemukan anak dengan gizi kurang, gizi lebih, dan obesitas. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi anak usia prasekolah (p = 0,041), dengan koefisien korelasi sebesar 0,321 yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan cukup.. Simpulan: Pengetahuan ibu tentang gizi berhubungan secara signifikan dan positif dengan status gizi anak usia prasekolah, sehingga penguatan edukasi gizi bagi ibu perlu menjadi fokus intervensi kesehatan masyarakat dan pengembangan penelitian selanjutnya.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KEPATUHAN TERAPI HEMODIALISA PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS DI RSUD DR. M.M DUNDA LIMBOTO djailolo, marsela; Djamaludin, Nurdiana; Mursyidah, Andi; Yusuf, Zuhriana K.; Liputo, Gusti P.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54617

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan penyakit progresif yang memerlukan terapi pengganti ginjal jangka panjang, salah satunya hemodialisa. Terapi ini harus dijalani secara rutin dan terjadwal agar dapat mempertahankan kondisi pasien dan mencegah komplikasi. Namun, dalam praktiknya masih banyak pasien yang menunjukkan ketidakpatuhan dalam menjalani terapi hemodialisa. Salah satu faktor eksternal yang berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pasien adalah dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan terapi hemodialisa pada pasien gagal ginjal kronik di RSUD Dr. M.M. Dunda Limboto. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 53 pasien yang menjalani terapi hemodialisa, dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner kepatuhan terapi hemodialisa yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga berada pada kategori baik (34,0%), cukup (34,0%), dan kurang (32,1%). Tingkat kepatuhan pasien juga bervariasi, yaitu kepatuhan baik (34,0%), cukup (34,0%), dan kurang (32,1%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan kepatuhan terapi hemodialisa (p = 0,001). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa semakin baik dukungan keluarga yang diterima pasien, maka semakin tinggi tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani terapi hemodialisa.
Efektivitas Model Pembelajaran Disaster Nutrition Community-Based Learning (DNCBL) dalam Meningkatkan Pemahaman Mahasiswa Kedokteran tentang Manajemen Gizi Bencana: Studi Kuasi-Eksperimental Putra Nagaring, Sulaiman; Yusuf, Zuhriana K; Nuryana, Riska; Mulyadi, Jesica; Lahay, Sitty Fadhilla Fitrianty
Borobudur Nursing Review Vol. 6 No. 1 (2026): Borobudur Nursing Review Vol 6 No 1 (January-June 2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.16923

Abstract

Abstract Introduction: Disaster nutrition management is an important competency for medical students, particularly in disaster-prone areas where vulnerable groups are at risk of nutritional problems due to limited access to food and health services. The Disaster Nutrition Community-Based Learning (DNCBL) model was developed as an educational innovation that integrates disaster nutrition concepts, community-based learning, case discussion, and contextual problem solving. Objective: This study aimed to evaluate the effectiveness of the DNCBL model in improving medical students’ understanding of disaster nutrition management. Methods: This study used a quasi-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. The study was conducted among medical students at the Faculty of Medicine, Universitas Negeri Gorontalo, in the 2025/2026 academic year. Data were collected using pre-test and post-test instruments and analyzed descriptively and inferentially using a paired sample t-test. Results: The mean score increased from 14.20 ± 1.166 before the intervention to 14.79 ± 0.581 after the intervention. The number of students achieving the maximum score increased from 35 students (57.4%) to 52 students (85.2%). The paired sample t-test showed a significant difference between pre-test and post-test scores (p = 0.000). Conclusion: The DNCBL model was effective in improving medical students’ understanding of disaster nutrition management and may serve as an innovative learning approach in disaster-related medical education.