Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Key determinants of blood sugar control in reproductive-age women with type 2 diabetes in Indonesia Yonifa, Fidya Puspitasari; Subrata, Sumarno Adi; Kamal, Sodiq
Innovation in Health for Society Vol 4 No 1 (2024): January - June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ihs.11280

Abstract

Type 2 diabetes often affects women due to a combination of physical and psychological factors. For women of reproductive age, complications include prenatal morbidity and mortality, increased rates of cesarean deliveries, and chronic hypertension. When left untreated, this will impact the patient's quality of life. This study aims to identify the risk factors influencing blood sugar control among women of reproductive age with type 2 diabetes. A correlational study design was employed, with a sample of 43 respondents selected using total sampling techniques. Multiple linear regression was used for statistical analysis. The study identified significant associations between blood sugar control and risk factors such as body mass index, physical activity, food intake, and employment (p < 0.05). Further research is necessary to explore these risk factors in greater depth and to develop targeted nursing interventions. Keywords: Diabetes care; women health; community nursing; risk factors; preventive strategies
Formulasi Dan Optimasi Sediaan Salep Luka Akut Berbasis Daun Wungu Graptophyllum Pictum L. Griff Dan Madu Klanceng Oktaviyani, Tiwi; Wijayatri, Ratna; Wahyuningtyas, Eka Sakti; Handayani, Estrin; Kamal, Sodiq
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 17 No. 2 (2025): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfionline.v17i2.409

Abstract

Abstract: Acute wounds require quick and appropriate treatment to prevent complications such as infection and scar tissue formation. This study aims to develop and optimize an ointment formula based on Graptophyllum pictum L. Griff wungu leaf extract and klanceng honey, which is intended to prepare for the healing of acute wounds. Graptophyllum pictum L Griff leaves are known to have anti-inflammatory and antimicrobial properties, while klanceng honey is famous for its ability to accelerate tissue regeneration. The research process included the determination of Graptophyllum pictum L Griff leaves to ensure the authenticity of the ingredients, extraction using the maceration method with 96% ethanol and the manufacture of Graptophyllum pictum L Griff leaves ointment with concentrations of F1 10%, F2 7.5% and F3 5%. Evaluation of physical properties through a series of preparation tests to assess organoleptic, homogeneity, pH, dispersibility, adhesion, and stability. The optimization of the ointment preparation of the combination of Graptophyllum pictum L Griff leaves and klanceng honey showed that the ointment met all quality criteria as an ointment preparation intended for acute wounds, the preparation also had excellent stability. This research is expected to be the basis for the development of natural products for the treatment of acute wounds that are more effective, and safe to use.
STIMULASI KEJUT PANAS DALAM PENYELESAIAN BERBAGAI PERMASALAHAN DALAM PENYEMBUHAN LUKA DIABETES MELITUS Kamal, Sodiq
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Luka pada penderita diabetes melitus (DM) yang sulit sembuh disebabkan oleh gangguan pada makrofag. Gangguan ini menyebabkan berbagai bentuk gangguan selama tahap proliferasi. Beberapa kemungkinan gangguan tersebut adalah hipergranulasi dan munculnya hiperkeratosis pada luka yang menjadi penyulit penyembuhan luka. Heat Shock Protein (HSP) merupakan citokin yang dihasilkan pada saat sel mengalami trauma. HSP mampu mengaktivasi makrofag. pengalaman klinis menunjukkan perbaikan proses penyembuhan luka dengan hipergranulasi dan hyperkeratosis. Bagaimana kemungkinan mekanisme terapi Heat shock stimulation pada luka dalam menyelesaikan masalah hipergranulasi dan hiperkeratosis. Tujuan : Penelitian ini akan mengkaji tentang berbagai kemungkinan mekanisme terapi dari heat shock stimulations (HSS) dalam mengatasi permasalahan hipergranulasi dan kalus pada luka DM. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus. dokumen status pasien hiperganulasi 1 dokumen dan kalus 2 dokumen. Fokus analisis dilakukan khususnya untuk dokumen berupa foto perkembangan luka sebelum dan sesudah dilakukan heat shock stimulations. Hasil : pada kasus hipergranulasi HSS mampu menjadi pemicu keberlanjutan tahap penyembuhan luka. Pada kasus hiperkeratosis HSS mampu mencegah munculnya kembali hiperkeratosis. Kesimpulan : Heat shock stimulation mampu mengatasi permasalahan penyembuhan luka DM melalui aktivasi makrofag sebagai kemungkinan mekanisme terapi.
Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Perawat Di Klinik Sembuh Lukaku Universitas Muhammadiyah Magelang Vendy, Reczy Kurnia; Kamal, Sodiq; Rohmayanti, Rohmayanti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The abstract must be short, interesting, simple, and easy to understand without reading the entire article. Therefore, avoid jargon, abbreviations and references. In writing abstracts, the author must be accurate, use the right words, and convey the meaning of the study. A good abstract contains the problem statement and purpose, how the research is carried out (the method), the results, and concludes with a brief statement of conclusions. In the abstract keywords are also always included. Keywords are used to index an article and are the label of an article. Background: The level of satisfaction is a reflection of the quality of service. Patient satisfaction is the result of an assessment in the form of an emotional response to feelings of pleasure and satisfaction in patients because of the fulfillment of expectations or desires in using and receiving nurse services. Objective: This study aims to determine the level of patient satisfaction with the services of nurses at the Lukaku recovery clinic, Muhamadiyah University, Magelang. This study uses primary data sourced from direct observation and questionnaires distributed to respondents . Methods: This study used a questionnaire which was filled out by the respondents. Sampling used accidental sampling, namely the researcher took respondents at that time at the Lukaku Healing Clinic as many as 29 respondents. Results: The results of the data analysis revealed that the variables reliable, assurance, tangible, empathy, responsiveness affect the level of patient satisfaction with the services of nurses at the Healing Clinic. Lukaku
Care of Patient di Pelayanan Kesehatan Primer dalam Mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Millati, Karima; Kamal, Sodiq; Nugroho, Sri Hananto Ponco
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kesehatan primer dilakukan pada seluruh masyarakat untuk memastikan derajat kesehatan dan kesejahteraan dengan optimal yang berfokus pada rangkaian promotif, preventif, kuratif, maupun rehabilitatif.Joint Comission International (JCI) merupakan salah satu standar yang digunakan dalam ranah publik internasional dan siap digunakan oleh setiap organisasi pelayanan kesehatan dan badan umum dalam upaya meningkatkan perawatan pasien.Care of patient di pelayanan kesehatan primer menjadi salah satu ukuran kualitas pelayanan guna mendukung program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi cakupan program care of patient pada pelayanan kesehatan primer di Borobudur dalam mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional mengacu pada standar Joint Comission International. Penelitian ini merupakan penelitian metode deskriptif dengan jumlah sampel 50 responden yang diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan analisis univariat.Sebagian besar tenaga kesehatan di Pelayanan Kesehatan Primer Borobudur dengan jumlah 42 responden (84%) dalam melakukan care of patient sudah berada di kategori partially met sesuai dengan standar JCI yang meliputi care deliver, high-risk services, resuscitation services, nutritional support, pain management, dan end-of-life care.
Aplikasi pemberian PHMB gel (polihhexamethylene biguanide gel) pada penderita diabetes mellitus untuk kerusakan integritas kulit Efendi, Fella; Kamal, Sodiq; Margono, Margono
Borobudur Nursing Review Vol 1 No 1 (2021): Borobudur Nursing Review Vol 1 No 1 (January-June 2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.4885

Abstract

Latar Belakang: Diabetes mellitus merupakan penyakit yang memiliki resiko tinggi untuk terjadi komplikasi. Salah satu komplikasi yang mungkin terjadi adalah ulkus diabetikum. Ulkus diabetikum terjadi karena tingginya kadar gula darah yang berlangsung lama. Ulkus Diabetik merupakan kerusakan sebagian (partial thickness) atau keseluruhan (full thickness) pada kulit yang dapat meluas kej aringan d ibawah kulit, tendon, otot, tulang atau persendian. Untuk merawat luka maka diperlukan aplikasi pemberian PHMB GEL (Polihhexamethylene Biguanide Gel) pada penderita Diabetes Mellitus untuk mengatasi kerusakan integritas kulit. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk melihat efektifitas pemberian PHMB Gel pada penderita Diabetes Mellitus dengan ulkus diabetik. Metode: Penelitian ini merupakan studi kasus dengan menggunakan metode sampling berupa purposive sampling. Sampel pada studi kasus ini adalah Ny.S usia 54 tahun yang mengalami ulkus Diabetes Mellitus denga luka terbuka dan luka infeksi. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan metode observasi partisipatif, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi. Setelah ditabulasi data yang ada dianalisis dengan menggunakan domain analisis. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi PHMB Gel pada masalah kerusakan integritas kulit pada ulkus Diabetes mellitus yang dialami Ny.S menunjukkan adanya perbaikan jaringan luka. Hal ini ditandai dengan skor Bates Jensen Assessment Tool sebelum perawatan dengan PHMB Gel adalah 34 dan setelah perawatan sebanyak 12 kali turun menjadi 26. Kesimpulan: Aplikasi PHMB Gel dapat diterapkan pada ulkus Diabetes Mellitus sehingga dapat mengatasi masalah kerusakan integritas kulit.
Hubungan lama sakit dengan kejadian luka pada penderita Diabetes Melitus di Kabupaten Magelang Hidhayah, Desy Arifatul; Kamal, Sodiq; Hidayah, Nurul
Borobudur Nursing Review Vol 1 No 1 (2021): Borobudur Nursing Review Vol 1 No 1 (January-June 2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.4947

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus adalah penyakit gangguan metabolik menahun akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Faktor resiko dari Diabetes Melitus adalah pola makan, obesitas, faktor genetik, jenis kelamin, riwayat merokok. Komplikasi Diabetes Melitus yaitu kerusakan otak, retinopati, neuropati, nefropati, gagal ginjal,gagal jantung, luka kronis. Faktor yang mempengaruhi kejadian luka adalah aktivitas fisik, dukungan keluarga, sosial ekonomi, prolanis, usia, lama sakit. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan lama sakit dengan kejadian luka pada penderita Diabetes Melitus di Kabupaten Magelang. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah croos sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 6.483 responden. Sampel yang digunakan yaitu sebanyak 120 responden dengan menggunakan teknik accidental sampling. Lama sakit dan kejadian luka diukur menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah uji Spearman-Rank. Hasil: Terdapat hubungan antara lama sakit dengan kejadian luka pada penderita Diabetes Melitus di Kabupaten Magelang (p < 0,05; r = 0,331). Kesimpulan: Terdapat hubungan lama sakit dengan kejadian luka pada penderita Diabetes Melitus di Kabupaten Magelang.
Inovasi sleep hygiene terhadap kualitas tidur pada pasien diabetes melitus type 2 Khoiriyah, Amanatul; Masithoh, Robiul Fitri; Kamal, Sodiq
Borobudur Nursing Review Vol 1 No 2 (2021): Borobudur Nursing Review Vol 1 No 2 (July-December 2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.5431

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus merupakan kondisi dimana kadar gula darah diatas normal. Apabila keadaan ini tidak ditangani maka gula darah terus naik sehingga menyebabkan komplikasi. Kulitas tidur menjadi salah satu faktor yang perlu diperbaiki guna membantu kadar gula darah agar tetap sabil. Apabila kualitas tidur berkurang maka terjadi pengeluaran hormon kortisol yang berlebih sehingga meningkatkan kadar gula dalam darah. Maka dari itu perlu dilakukan tindakan dengan memperbaiki kualitas tidur dengan menggunakan teknik non farmakologi yaitu penerapan inovasi Sleep Hygiene. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan inovasi Sleep Hygiene terhadap kualitas tidur pada pasien Diabetes Melitus type 2. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu studi kasus dengan teknik purposive sampling. Sempel yang digunakan adalah seorang pasien perempuan umur 64 tahun dengan kualitas tidur buruk. Data sampel diambil dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kualitas tidur dinilai dengan menggunakan instrumen penilaian PSQI (Pitsburg Sleep Quality Index) . Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menerapkan inovasi Sleep Hygiene kualitas tidur koresponden meningkat dengan keterangan nilai kualitas tidur buruk (skor 15) menjadi kualitas tidur cukup (skor 6). Kesimpulan: Sleep Hygiene dapat diaplikasikan untuk meningkatkan kualitas tidur seseorang.
Self efficacy ibu dalam upaya pencegahan ISPA pada balita di Danurejo Mertoyudan Mufikha, Bintang Fauzia; Mareta, Reni; Kamal, Sodiq
Borobudur Nursing Review Vol 1 No 2 (2021): Borobudur Nursing Review Vol 1 No 2 (July-December 2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.5448

Abstract

Abstract Introduction: Children under five are included in the vulnerable group, because when children are under five years old, the immunity of children are not yet fully mature, therefore children are susceptible to disease and infection, one of them is Upper Respiratory Tract Infection, therefore support group is needed in this case is parents especially mothers as the closest to the child to protect and avoid or Prevent the Upper Respiratory Tract Infection. Objective: This study describe mothers self-efficacy and prevention efforts for Upper Respiratory Tract Infection in Danurejo, Mertoyudan and knew the relationship between mothers self-efficacy and prevention of Upper Respiratory Tract Infection. Method: This research was a descriptive correlative study with a total sample of 216 respondents with sampling using Accidental Sampling technique. The Characteristics of respondents in this study were the average age of respondents 30-35 years with a mean of 31.25 years with the majority of high school education level. Some respondents were multiparous mothers (children over 1) with an income level of less than 1 million, with respondents coming from middle to lower economic circles. The profession of most respondents were housewives. Results: The results of this study, form the most respondents showed that mothers self efficacy in Danurejo, Mertoyudan was in the high category with a percentage of 71.8% and a low of 28.2%. In an effort of Prevent the Upper Respiratory Tract Infection in Danurejo, Mertoyudan show that none of the respondents had a low prevention effort for Upper Respiratory Infection, because as many as 165 or 74.4% belonged to the moderate category and 51 or 23.6% belonged to the high category. The results of the correlation test using the Spearman Rank obtained p value 0.000 <0.05 with a positive correlation value of 0.588 which indicated that the correlation between Self Efficacy and efforts to prevent Upper Respiratory Infection is significant with a positive correlation direction with moderate correlation strength.
Aplikasi Terapi Jalan Santai 30 Menit Pada Ny.S dengan Diabetes Mellitus Tipe 2 Seta, Bramara; Kamal, Sodiq; Hidayah, Nurul
Borobudur Nursing Review Vol 2 No 1 (2022): Borobudur Nursing Review Vol 2 No 1 (January-June 2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.5638

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Mellitus adalah penyakit tidak menular yang terjadi pada organ tubuh pankreas tidak mampu memproduksi insulin yang cukup atau tubuh tidak dapat menghasilkan insulin secara efektif. Faktor yang mempengaruhi ialah genetik, usia, serta pola hidup. Pola hidup yang tidak teratur dapat mempengaruhi kadar gula dalam tubuh, untuk mengurangi resiko ketidakstabilan gula darah salah satu penatalaksanaannya ialah pengobatan non farmakologi melalui Aplikasi Terapi Jalan Santai. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan pada klien dengan Diabetes Tipe 2 dan menerapkan Terapi Jalan Santai 30 menit. Metode: desain penelitian ini menggunakan studi kasus, dengan menggunakan teknik sampling yaitu purposive sampling. Sample yang diambil ialah seorang responden penderita Diabetes Mellitus yang berusia 58 tahun, penelitian ini dilakukan selama 4 kali Intervensi. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terapi Jalan Santai 30 Menit pada responden dapat menurunkan kadar gula darah. Kesimpulan: setelah dilakukan asuhan keperawatan dan Apikasi Terapi Jalan Santai 30 menit terdapat pengaruh bagi kadar gula darah