Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

School Efforts to Address Bullying Behavior Among Students Azis, Lasman; Harahap, Ainun Mardia; Budio, Sesra; Husen, Amir; Islahuddin
Al-Kahfi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 10 No. 1 (2024): January
Publisher : STAI YAPTIP Simpang Empat Pasaman Barat Indonesia in collaboration with International Islamic Studies Development and Research Center (IISDRC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/al-kahfi.v10i1.358

Abstract

The role of the school is very strategic in determining the good or bad atmosphere of student socialization in the school environment, one of the things that damages socialization among students is the emergence of bullying behavior, therefore bullying behavior must be clean from the school environment. Therefore, the school is the main actor in overcoming the problem of bullying so that bullying does not become a culture among students. This study aims to analyze how the role of the school in overcoming bullying behavior that occurs among students of Islamic educational institutions. This study uses a qualitative method with a case study approach, data sources are taken through individual interviews with four informants consisting of the principal and vice principal of student affairs and infrastructure and the teacher council. All informants were selected using purposive sampling techniques. The author also collected data through direct observation and document analysis. All data were analyzed using interactive techniques of miles and huberman. The research findings indicate four school efforts to address bullying among students: i) increasing communication between teachers and students, ii) providing education about the dangers of bullying, iii) evaluating programs specifically addressing bullying, and iv) providing guidance to both perpetrators and victims of bullying. These findings can serve as examples for other schools on how to address bullying among students, ensuring that bullying does not become a part of the school culture.
PENGARUH KEBIJAKAN KEPALA MADRASAH TERHADAP KINERJA GURU DI MAN 1 MANDAILING NATAL Yusrida Aini; Ainun Mardia Harahap; Reni Septrisia
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i3.4056

Abstract

Rumusan masalah dari penelitian ini yaitu: 1) bagaimana kebijakan kepala madrasah di MAN 1 Mandailing Natal, 2) bagaimana kinerja guru di MAN 1 Mandailing Natal dan 3) bagaimana pengaruh kebijakan kepala madrasah terhadap kinerja guru di MAN 1 Mandailing Natal. Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui kebijakan kepala madrasah di MAN 1 Mandailing Natal, 2) untuk mengetahui kinerja guru di MAN 1 Mandailing Natal dan 3) untuk mengetahui pengaruh kebijakan kepala madrasah terhadap kinerja guru di MAN 1 Mandailing Natal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian kausalitas. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik stratified proporsional random sampling. Pembahasan hasil penelitian 1) kebijakan kepala madrasah di MAN 1 Mandailing Natal Terdiri dari 30 butir pernyataan. Uji statistik deskriptif nilai rata-rata variabel X sebesar 127.86 berada pada kategori baik artinya kepala madrasah telah membuat suatu kebijakan dengan maksimal. Pembahasan hasil penelitian 2) kinerja guru di MAN 1 Mandailing Natal terdiri 30 butir pernyataan dengan uji statistik deskriptif nilai rata-rata sebesar 131.14. Nilai tersebut termasuk dalam kategori baik. Hasil penelitian 3) pengaruh kebijakan kepala madrasah terhadap kinerja guru di MAN 1 Mandailing Natal. Analisis data penelitian ini menggunakan uji normalitas diperoleh hasil nilai Asymp. Sig (2-tailed) lebih besar dari 0.05 yaitu (0.200 > 0.05). Kemudian uji linearitas diperoleh hasil nilai Sig.> 0.05 (0.464>0.05) menunjukkan hubungan antara dua variabel memiliki hubungan yang linear.  Selanjutnya uji t diperoleh hasil thitung (20.272) > ttabel (2.018) dan 0.000<0.05. Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan kebijakan kepala madrasah terhadap kinerja guru dalam kategori baik artinya sudah maksimal dan tetap dipertahankan serta ditingkatkan. Kinerja guru di MAN 1 Mandailing Natal berada pada kategori baik artinya kinerja guru sudah maksimal dan tetap dipertahankan serta ditingkatkan lagi. Menunjukkan terdapat pengaruh yang positif kebijakan kepala madrasah terhadap kinerja guru di MAN 1 Mandailing Natal sebesar 90.5% dari hasil uji koefisien determinasi.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN JUMLAH PESERTA DIDIK BARU DI SD ISLAM TERPADU DAARUL FADHIL DESA BANGE KECAMATAN BUKIT MALINTANG Yudiah; Reni Septrisia; Ainun Mardia Harahap
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i3.4128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab fokus penelitian mengenai: 1) strategi kepala sekolah dalam peningkatan jumlah peserta didik baru di SD IT Daarul Fadhil. 2) faktor penghambat dan faktor pendukung dari strategi kepala sekolah dalam meningkatkan jumlah peserta didik baru di SD IT Daarul Fadhil. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Prosedur penelitian yang digunakan menghasilkan data berupa kata-kata tertulis, ungkapan lisan dari narasumber. Informan dalam  penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan staf. Data primer berdasarkan dari hasil wawancara dan observasi. Data sekunder, diperoleh melalui studi kepustakaan, referensi, dan dokumentasi yang di dapatkan dari lokasi penelitian. Dalam penelitian kualitatif ini yang paling utama yang harus dilakukan ialah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan oleh kepala sekolah untuk meningkatkan jumlah peserta didik baru di lingkungan sekolah SD IT Daarul Fadhil yang pertama promosi, SD IT Daarul Fadhil promosi melalui media sosial, promosi kepada TK sekitar, memberikan Beasiswa untuk yang hapal Al-Qu’an lebih dari 2 juz dan mengadakan perlombaan antar TK disekolah SD IT Daarul Fadhil. Kedua meningkatkan kualitas peserta didik melalui program sekolah seperti program unggulan Tahfiz. Ketiga menjalin hubungan sekolah dengan masyarakat, seperti program yang sudah dilakukan SD IT Daarul Fadil yaitu memberikan santunan anak yatim di sekitar sekolah setiap bulan Ramadhan. Terakhir mengenalkan ekstrakurikuler yang ada di SD IT Daarul Fadhil Seperti tahfiz, pencak silat, tasmi’ qur’an,puisi, kaligrafi, pidato bahsa arab dan bahasa inggris, nasyid, menari, menggambar dan MIPA. Faktor penghambat strategi meningkatkan jumlah peserta didik baru di SD IT Daarul Fadhil pertama panitia pelaksana. Kedua banyak orang tua lebih memilih sekolah Negeri dari pada Swasta dikarenakan faktor biaya. Faktor pendukung strategi meningkatkan jumlah peserta didik baru di SD IT Daarul Fadhil pertama, adanya layanan antar jemput. Kedua, sarana prasarana yang lebih baik dari sekolah-sekolah sekitarnya.
MANAJEMEN TATA USAHA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN ADMINISTRASI DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 4 MANDAILING NATAL Nur Paridah; Irma Suryani Siregar; Ainun Mardia Harahap
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i3.4129

Abstract

Peran tata usaha sekolah berfungsi sebagai pendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah agar berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Adapun Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui manajemen tata usaha di MTs Negeri 4 Mandailing Natal. 2) Mengetahui layanan administrasi di MTs Negeri 4 Mandailing Natal. 3) Mengetahui manajemen tata usaha dalam meningkatkan kualitas Pelayanan adsminitrasi di MTs Negeri 4 Mandailing Natal Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Adapun tenik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun sumber data primernya yaitu kepala madrasah, kepala tata usaha, staff tata usaha. Adapun sumber sekundernya ialah melalui dokumen, wawancara dan foto. Prosedur penelitian yang digunakan menghasilkan data berupa kata-kata tertulis, ungkapan lisan dari narasumber. Hasil penelitian menunjukksn bahwa manajemen tata usaha di MTs Negeri 4 Mandailing Natal surdah berrjalan derngan baik, serperrti administrasi kerpergawaian, kurrikurlurm, kersiswaan, perrsurratan dan perngarsipan, sarana dan prasarana. Layanan administrasi di MTs Nergerri 4 Mandailing Natal sangat berrperran pernting urnturk kermajuran madrasah, karerna sertiap kergiatan di madrasah itur diaturr olerh ternaga administrasi. Dalam merningkatkan kuralitas perlayanannya serperrti perrgantian dalam jam perlajaran jika gurrurnya tidak hadir di dalam kerlas. Manajemen tata usaha dalam meningkatkan kualitas pelayanan administrasi di MTs Negeri 4 Mandailing Natal. dimurlai dari proses perrerncanaan, pelaksanaan, pengarahan, pengendalian, dan evaluasi.
Organizational Management of Hamka in Improving the Pokir Ability in Qira'atul Kutub at Musthafawiyah Purba Baru Islamic Boarding School Nasution, Muhammad Yusril; Harahap, Ainun Mardia; Marwah, Marwah
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 2 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i2.714

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen organisasi Hamka dalam meningkatkan kemampuan pokir bidang Qira'atul Kutub di Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap pengurus, anggota, dan pihak terkait. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, didukung oleh triangulasi sumber dan metode untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen organisasi Hamka meliputi: (1) perencanaan program pembinaan yang dilakukan secara kolaboratif setiap awal kepengurusan; (2) pengorganisasian struktur dan tugas yang jelas melalui pembagian bidang; (3) pelaksanaan kegiatan melalui program muzakarah rutin tiga kali sehari dan pengajian terjadwal bersama guru senior; serta (4) evaluasi berkala terhadap capaian santri. Secara khusus, penerapan metode talaqqi — yakni pembacaan teks secara langsung di hadapan guru senior dan diulang bersama — terbukti secara signifikan meningkatkan kemampuan pokir dalam aspek lafdziyah (kemampuan membaca teks tanpa harakat secara akurat). Sementara itu, sesi muzakarah yang terstruktur, dikombinasikan dengan diskusi kitab dan bimbingan intensif, berkontribusi signifikan terhadap peningkatan aspek fahmiyah (kemampuan memahami makna dan konteks teks) serta tahliliyah (kemampuan menganalisis isi dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari). Penerapan manajemen yang terstruktur dan berkesinambungan oleh Hamka berkontribusi signifikan dalam penguatan kompetensi Qira'atul Kutub santri sekaligus mempertahankan tradisi keilmuan pesantren. Kata Kunci: Manajemen Organisasi; Hamka; Qira'atul Kutub; Pondok Pesantren; Pokir (Kompetensi Organisasi Santri/Student Organization Competence) Abstract This study aims to describe the organizational management of Hamka in improving the pokir ability in the field of Qira'atul Kutub at Musthafawiyah Purba Baru Islamic Boarding School. The research employs a descriptive qualitative approach with a case study method. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation from administrators, members, and related parties. Data analysis was conducted interactively through data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by source and method triangulation to ensure data validity. The findings indicate that Hamka's organizational management encompasses: (1) collaborative program planning conducted at the beginning of each new administration; (2) clear organizational structure and task distribution through specialized divisions; (3) regular training activities through daily muzakarah sessions and scheduled study with senior teachers; and (4) periodic evaluation of students' achievements. Specifically, the application of the talaqqi method — in which students read classical texts directly before senior teachers and repeat collectively — has been proven to significantly enhance pokir competence (student organization academic competence) in the aspect of lafdziyah (accurate reading ability of unvoweled texts). Meanwhile, structured muzakarah sessions, combined with book discussion and intensive mentoring, contribute significantly to improving fahmiyah (text comprehension and contextual understanding) and tahliliyah (analytical ability to connect textual content with real-life situations). The structured and sustainable management applied by Hamka contributes significantly to strengthening students' Qira'atul Kutub competencies while preserving the pesantren's scholarly tradition. Keywords: Organizational Management; Hamka; Qira'atul Kutub; Islamic Boarding School; Pokir (Student Organization Competence)
Investigating Teacher Multitasking Practices and Their Implications for Student Learning Alpisahri Panjaitan; Faisal Musa; Ainun Mardia Harahap
Education and Sociedad Journal Vol. 3 No. 2 (2025): July - December
Publisher : Al-Qalam Institue

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/edsojou.v3i2.1436

Abstract

This study aims to analyze the forms of multitasking carried out by educators at SD Negeri 081 Panyabungan, its impact on the learning process, and the strategies used to manage multitasking. This research employed a qualitative phenomenological approach. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings indicate that educators perform multiple tasks simultaneously and sequentially, including teaching, duty supervision, ceremony coaching, lesson plan evaluation, counseling, religious activities, Subuh prayer assistance, and extracurricular guidance. Multitasking provides benefits such as time efficiency and role flexibility but also poses challenges such as fatigue, stress, and decreased instructional focus. Therefore, managerial support and proportional task distribution are essential to maintain teaching quality.