Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Program Pembinaan Prestasi Cabang Olahraga Bulutangkis di Persatuan Bulutangkis (PB) Anugerah Denpasar dengan Metode Contex, Input, Procces, Product (CIPP)) Diatmika, I Putu Widi; Yoda, I Ketut; Tisna, Gede Doddy
Indonesian Journal of Sport & Tourism Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.661 KB) | DOI: 10.23887/ijst.v1i1.34832

Abstract

Dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga bulutangkis, maka perlu dilakukan evaluasi program pembinaan olahraga Bulutangkis di PB. Anugerah secara mendalam, sebagai dasar pemetaan pembinaan olahraga berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program pembinaan prestasi cabang olahraga bulutangkis di PB. Anugerah Denpasar dengan pendekatan evaluasi CIPP Model. Subyek penelitian meliputi pengurus, atlet, dan pelatih. Instrumen yang digunakan angket dan pedoman wawancara. Didapat hasil pada dimensi contex bahwa diperlukan adanya peningkatan dan pembenahan misalkan dengan menerapkan fungsi manajemen serta keaktifan semua anggota pengurus sangat diharapkan dalam rangka memaksimalkan kegiatan agar pembinaan prestasi berjalan maksimal. Pada input masuk dalam kategori cukup baik dikarenakan sarana dan prasarana yang terdapat di klub bulutangkis PB. Anugerah Denpasar sudah layak dan memadai. Dalam hal gedung bulutangkis sudah milik pribadi empat lapangan karpet, net beserta kursi wasit, shuttlecock, cone dan agility leader. Pada dimensi procces menyatakan bahwa pelaksanaan program pembinaan berupa program pembinaan usia dini, pemanduan bakat, dan program pembinaan prestasi berjalan cukup baik yaitu pelaksanaan kejuaraan-kejuaraan yang rutin dilakukan setiap tahunnya. Monitoring dan evaluasi yang dilakukan rutin oleh pelatih dan pengurus. Pada dimensi product, hasil yang didapat dari program pembinaan yang telah dijalankan masih dalam kategori baik berupa menjadi runner up pada Walikota Cup 2019. Hal yang perlu dikembangkan berupa pembinaan yang terarah terprogram dan lebih maksimal agar atlet PB. Anugerah Denpasar mampu berprestasi di tingkat nasional. Kata Kunci : Evaluasi, CIPP, pembinaan, bulutangkis
Tingkat Partisipasi Siswa SMA Melakukan Aktivitas Olahraga di Luar Jam Mata Pelajaran Penjaskes (Pendidikan Jasmani Dan Kesehatan) Sekolah Kabupaten Badung Wikanjaya, I Kadek; Yoda, I Ketut; Tisna, Gede Doddy
Indonesian Journal of Sport & Tourism Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijst.v4i1.45026

Abstract

Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui berapa besar tingkat partisipasi siswa dalam melakukan aktivitas olahraga di luar jam mata pelajaran penjaskes sekolah Kabupaten Badung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Variabel dalam penelitian ini adalah partisipasi siswa dalam melakukan aktivitas olahraga di luar jam mata pelajaran penjaskes sekolah Kabupaten Badung. Populasi penelitian ini 2560 siswa SMA di Kabupaten Badung. Sampel diambil dengan teknik purposive random sampling yang berjumlah 256 siswa. Metode yang digunakan adalah survei dengan teknik pengambilan datanya menggunakan angket. Adapun data dianalis dengan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian tingkat partisipasi siswa dalam melakukan aktivitas olahraga di luar jam mata pelajaran penjaskes Kabupaten Badung masuk dalam kategori sangat tinggi sebesar 8,20%, kategori tinggi sebesar 17,97%, kategori sedang sebesar 45,31%, kategori rendah sebesar 21,09% dan kategori sangat rendah sebesar 7,42%..
PENGARUH PELATIHAN ZIG ZAG RUN TERHADAP KECEPATAN DAN KELINCAHAN I Gusti Ngurah Sastra Wiadnyana .; I Ketut Sudiana, S.Pd. M Kes .; Gede Doddy Tisna, M.S., S.Or. .
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiku.v4i1.5477

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan zig zag run terhadap kecepatan dan kelincahan. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experimental) dengan rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah “The Non-randomized Control Group Pretest-Posttest Design”. Jumlah subjek penelitian 26 orang siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini untuk tes kecepatan adalah tes lari 60 meter. Sedangkan instrumen untuk tes kelincahan adalah agility T-Test. Data dianalisis dengan uji-t independent pada taraf signifikansi () 0,05 dengan bantuan program SPSS 16,0. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, dengan menggunakan uji-t independent untuk data kecepatan diperoleh nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel 1,72 (thitung > ttabel= 1,72) yaitu sebesar 3,250. Sedangkan untuk data kelincahan diperoleh nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel 1,72 (thitung > ttabel= 1,72) yaitu sebesar 4,998. Dengan demikian hipotesis penelitian “pelatihan zig zag run berpengaruh terhadap kecepatan dan kelincahan” dapat diterima. Hasil analisis data pada pelatihan zig zag run untuk kecepatan terjadi peningkatan sebesar 0,87, sedangkan pelatihan zig zag run untuk kelincahan terjadi peningkatan sebesar 1,33, sedangkan pada kelompok kontrol terjadi penurunan akibat hanya diberikan pelatihan konvensional pada kecepatan terjadi penurunan -0,37 dan pada kelincahan terjadi penurunan -0,04. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelatihan zig zag run berpengaruh terhadap peningkatan kecepatan dan peningkatan kelincahan pada siswa putra peserta ekstrakurikuler bola voli di SMA Dwijendra Denpasar tahun pelajaran 2014/2015.Kata Kunci : pelatihan zig zag run, kecepatan, kelincahan This study aims to determine the effect of training zig zag run to the speed and agility. This type of research is a quasi experimental (quasi experimental) with a design that is used in this research is "The Non-randomized control group pretest-posttest design". The number of research subjects 26 students. The instrument used in this study to test the speed is a test run 60 meters. While the instrument to test agility is agility T-Test. Data were analyzed using independent t-test at the significance level () 0.05 with SPSS 16.0. Based on the analysis of research data, using independent t-test for speed data obtained by value t count larger than t-table 1.72 (t count> t table = 1.72) is equal to 3.250. As for the agility of data obtained by value t count larger than t-table 1.72 (t count> t table = 1.72) is equal to 4.998. Thus the research hypothesis "training run zig zag effect on speed and agility" unacceptable. Results of data analysis on a training run for the speed zig zag an increase of 0.87, while training for the agility run zig zag an increase of 1.33, whereas in the control group decreased due only given conventional training on the speed decreased -0.37 and the agility decreased -0.04. From the results of this study concluded that training run zig zag effect on the increase in speed and agility improvement in student extracurricular participants son in high school volleyball Dwijendra Denpasar school year 2014/2015.keyword : training zig zag run, speed, agility.
PENGARUH PELATIHAN SIDE JUMP SPRINT TERHADAP PENINGKATAN VO2 MAKS DAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI I Made Sastra .; I Ketut Sudiana, S.Pd. M Kes .; Gede Doddy Tisna, M.S., S.Or. .
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiku.v5i1.8830

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan side jump sprint terhadap VO2 Maks dan kekuatan otot tunkai. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan the non-rendomized control group pretest posttest design. Subjek penelitian adalah siswa peserta ekstrakurikuler futsal SMA Negeri 4 Singaraja tahun pelajaran 2016/2017 berjumlah 30 orang. VO2 Maks diukur dengan tes MFT dan kekuatan otot tunkai diukur dengan tes leg strength, selanjutnya data dianalisis dengan uji-t independent pada taraf signifigansi 95% lebih kecil (α) 0,05 dengan bantuan kompuer program SPSS 16.0. Berdasarkan hasil uji-t independent didapatkan hasil: (1) variabel VO2 Maks dengan nilai signifikansi 0,000. (2) variabel kekuatan otot tungkai dengan nilai signifikansi 0,000. Nilai signifikansi hitung lebih kecil dari nilai α (0,05), dengan demikian hipotesis penelitian “pelatihan side jump sprint berpengaruh terhadap VO2 Maks dan kekuatan otot tungkai” diterima. Dapat disimpulkan bahwa; (1) pelatihan side jump sprint berpengaruh terhadap VO2 Maks siswa peserta ekstrakurikuler futsal SMA Negeri 4 Singaraja tahun pelajaran 2016/2017. (2) pelatihan side jump sprint berpengaruh terhadap kekuatan otot tungkai siswa peserta ekstrakurikuler futsal SMA Negeri 4 Singaraja tahun pelajaran 2016/2017. Disarankan bagi pelaku olahraga (pembina, pelatih, guru olahraga dan atlet) untuk menggunakan pelatihan side jump sprint sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan VO2 Maks dan kekuatan otot tungkai. Kata Kunci : pelatihan side jump sprint, VO2 Maks, kekuatan otot tungkai This study is aims to determine the effects of side jump sprint training to the VO2 max and leg muscle strength. The research type is a quasi-experimental design with the non-randomized control group pre-test and post-test design. Subject of this research were 30 extracurricular futsal students of SMAN 4 Singaraja 2016/2017 school year. Vo2 max is measured by MFT tests and leg muscle strength measured by leg strength test, then the data were analysed by independent t-test at 95% significance level smaller () of 0.05 with SPSS 16.0 program. Based on the independence t-test results showed: (1) VO2 max variable with 0.000 significant value (2) leg muscle strength with 0.000 significant value. The significant value calculated is less than the value of  (0.05), therefore the hypothesis of this research “ side jump sprint take effects on VO2 max and leg muscle strength” is acceptable. This research can be concluded that: (1) side jump sprint training take effects to VO2 max SMAN 4 Singaraja 2016/2017 school year extracurricular futsal students. These results suggested for sport people (coaches, trainers, teachers, and athletes) to use the side jump sprint training as an alternative to increasing the VO2 max and leg muscle strength. keyword : side jump sprint training, VO2 max, leg muscle strenght
PENERAPAN IPTEK KEOLAHRGAAN DALAM MENINGKATKAN HASIL GATEING PADA OLAHRAGA WOODBALL Gede Doddy Tisna
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Olahraga woodball termasuk olahraga yang baru berkembang. Hasil akhir dari olahraga ini adalah memasukkan bola ke dalam gawang (gateing). Salah satu permasalahan yang di hadapi oleh atlet adalah teknik yang digunakan dalam melakukan gateing belum berbasiskan Ilmu dan Pengatahuan dan Teknologi (IPTEK). Berdasarkan hasil obserpasi awal pada pada atlet woodball proses gateing belum menggunakan pendekatan-pendekatan ilmiah. Metode latihan gateing belum diterapkan dan aplikasi Ilmu Biomekanika Olahraga belum diterapkan. Latihan gateing harus menerapkan ilmu kepelatihan, diantaranya harus menerapkan set, repetisi, intensitas dan voluma latihan yang tepat. Metode gateing bisa dilatihkan dengan metode latihan padat dan latihan terdistribusi dengan jarak 3 meter, 5 meter dan 10 meter dengan sudut tembak 75, 90, 105, 255, 270 dan 285 derajat. Terkait dengan jarak dan sudut gateing atlet bisa menerapkan aplikasi ilmu biomekanika olahraga. Hasil yang diharapkan dari memberikan latihan padat dan terdistribusi adalah kemampuan gateing atlet bisa meningkat, bola yang masuk akan semakin banyak, akurasi tembakan ke gawang (gate) akan semakin baik dan terakhir rasa percaya diri melakuakn tembakan bola ke gawang akan meningkat, sehingga prestasi atlet bisa meningkat.Kata kunci: latihan padat dan terdistribusi, woodball, gateing.
Evaluasi Program Pembinaan Prestasi Cabang Olahraga Bulutangkis di Persatuan Bulutangkis (PB) Anugerah Denpasar dengan Metode Contex, Input, Procces, Product (CIPP)) I Putu Widi Diatmika; I Ketut Yoda; Gede Doddy Tisna
Indonesian Journal of Sport & Tourism Vol. 2 No. 1 (2020): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijst.v1i1.34832

Abstract

Dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga bulutangkis, maka perlu dilakukan evaluasi program pembinaan olahraga Bulutangkis di PB. Anugerah secara mendalam, sebagai dasar pemetaan pembinaan olahraga berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program pembinaan prestasi cabang olahraga bulutangkis di PB. Anugerah Denpasar dengan pendekatan evaluasi CIPP Model. Subyek penelitian meliputi pengurus, atlet, dan pelatih. Instrumen yang digunakan angket dan pedoman wawancara. Didapat hasil pada dimensi contex bahwa diperlukan adanya peningkatan dan pembenahan misalkan dengan menerapkan fungsi manajemen serta keaktifan semua anggota pengurus sangat diharapkan dalam rangka memaksimalkan kegiatan agar pembinaan prestasi berjalan maksimal. Pada input masuk dalam kategori cukup baik dikarenakan sarana dan prasarana yang terdapat di klub bulutangkis PB. Anugerah Denpasar sudah layak dan memadai. Dalam hal gedung bulutangkis sudah milik pribadi empat lapangan karpet, net beserta kursi wasit, shuttlecock, cone dan agility leader. Pada dimensi procces menyatakan bahwa pelaksanaan program pembinaan berupa program pembinaan usia dini, pemanduan bakat, dan program pembinaan prestasi berjalan cukup baik yaitu pelaksanaan kejuaraan-kejuaraan yang rutin dilakukan setiap tahunnya. Monitoring dan evaluasi yang dilakukan rutin oleh pelatih dan pengurus. Pada dimensi product, hasil yang didapat dari program pembinaan yang telah dijalankan masih dalam kategori baik berupa menjadi runner up pada Walikota Cup 2019. Hal yang perlu dikembangkan berupa pembinaan yang terarah terprogram dan lebih maksimal agar atlet PB. Anugerah Denpasar mampu berprestasi di tingkat nasional. Kata Kunci : Evaluasi, CIPP, pembinaan, bulutangkis
Tingkat Partisipasi Siswa SMA Melakukan Aktivitas Olahraga di Luar Jam Mata Pelajaran Penjaskes (Pendidikan Jasmani dan Kesehatan) I Kadek Wikanjaya; I Ketut Yoda; Gede Doddy Tisna
Indonesian Journal of Sport & Tourism Vol. 4 No. 1 (2022): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijst.v4i1.45026

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menganalisis berapa besar tingkat partisipasi siswa dalam melakukan aktivitas olahraga di luar jam mata pelajaran penjaskes. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian deskriptif kuantitatif adalah penelitian yang tidak bermaksud menguji hipotesis tetapi hanya menggambarkan seperti adanya suatu variabel, gejala atau keadaan. Variabel dalam penelitian ini adalah partisipasi siswa dalam melakukan aktivitas olahraga di luar jam mata pelajaran penjaskes. Populasi dalam penelitian ini yakni sebanyak 2.560 siswa SMA. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan teknik purposive random sampling yang berjumlah 256 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan teknik pengambilan datanya menggunakan angket. Adapun data dianalis dengan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian tingkat partisipasi siswa dalam melakukan aktivitas olahraga di luar jam mata pelajaran penjaskes Kabupaten Badung masuk dalam kategori sangat tinggi sebesar 8,20%, kategori tinggi sebesar 17,97%, kategori sedang sebesar 45,31%, kategori rendah sebesar 21,09% dan kategori sangat rendah sebesar 7,42%.
HUBUNGAN INDEK MASA TUBUH DENGAN KESEGARAN JASMANI PADA ANAK USIA 13-15 TAHUN DI SMP N 3 SINGARAJA Gede Doddy Tisna MS
JURNAL PENJAKORA Vol. 2 No. 1 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v2i1.11345

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara indek masa tubuh dengan kesegaran jasmani pada anak usia 13-15 tahun di SMP N 3 Singaraja. Penelitian ini merupakan penelitian survai dengan studi korelasional. Sampel ditentukan dengan simple random sampling. Sampel adalah anak usia 13-15 tahun yang berjumalah 195 orang. Instrumen yang digunakan adalah Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI). Data yang didapat dianalisis dengan uji korelasi Bivariat Rank Spearman dengan bantuan program SPSS.16.5.Hasil uji korelasi Bivariat Rank Spearman didapatkan bahwa terdapat hubungan kuat yang negatif antara indeks massa tubuh  dan tingkat kesegaran jasmani menunjukkan koefisien korelasi = - 0,574 dengan taraf signifikansi p = 0,000. Kesimpulan : terjadi hubungan negatif yang sangat signifikan antara indeks massa tubuh dengan tingkat kesegaran jasmani pada anak usia 13-15 tahun di SMP N 3 Singaraja tahun 2014.
Analisis Implementasi Pembelajaran Penjasorkes di SMA/SMK Tahun 2016 I Ketut Yoda; Gede Doddy Tisna MS
JURNAL PENJAKORA Vol. 4 No. 2 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v4i2.13357

Abstract

Tujuan yang dapat dicapai dalam penelitian ini adalah: (1) menganalisis kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran penjasorkes SMA di Singaraja Kabupaten Buleleng Bali, (2) menganalisis aktivitas siswa dalam pelaksanaan pembelajaran penjasorkes SMA di Singaraja Kabupaten Buleleng Bali, dan (3) menganalisis tanggapan siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran penjasorkes SMA di Singaraja Kabupaten Buleleng Bali. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel yang digunakan dua kelas SMA Negeri, dua kelas SMA Swasta, dan dua kelas SMK. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dengan angket (kuesioner), studi dokumentasi, dan wawancara. Berdasarkan permasalahan yang diajukan, hasil penelitian, dan pembahasan dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan beberapa hal seperti berikut. Kemampuan guru-guru penjasorkes dalam pelaksanaan pembelajaran penjasorkes SMA/SMK di Singaraja Kabupaten Buleleng Bali tergolong dalam kategori kurang. Namun demikian aktivitas dan tanggapan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran penjasorkes SMA/SMK di Singaraja Kabupaten Buleleng Bali tergolong baik dan sangat baik. Berdasar hasil penelitian ini maka disarankan kepada guru-guru penjasorkes SMA/SMK di Singaraja Kabupaten Buleleng Bali agar senantiasa meningkatkan kemampuannya terutama dalam hal kemampuan profesional dan paedagogikKata-kata kunci: pembelajaran, penjasorkes 
Profil Antropometrik, Kekuatan Otot Tungkai, Kecepatan Reaksi dan Fleksibilitas pada Atlet Lari 100 Meter Gede Doddy Tisna MS
JURNAL PENJAKORA Vol. 4 No. 2 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v4i2.13366

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil antropometrik, kekuatan otot tungkai, kecepatan reaksi dan feksibilitas pada atlet lari 100 meter PASI Kabupaten Buleleng. Penelitian ini mengunakan rancangan penelitian analisis kualitatif berbentuk dokumenter, penelitian dokumenter artinya penelitian yang menghimpun bahan yang berkenaan dengan menggunakan dokumen sejarah, juga berkaitan dengan situasi kini tentang profil antropomerik, kekuatan otot tungkai, kecepatan reaksi, dan fleksibilitas pada atlet lari 100 meter di PASI Kabupaten Buleleng. Populasi penelitian adalah 36 orang atlet. Teknik  pengambilan sampel mengunakan metode random sampling sehingga mendapakan sampel berjumlah 24 orang. hasil analisis data menunjukkan  bahwa untuk antropometrik atlet lari 100 meter di Kabupaten Buleleng memiliki rata-rata 166.5,cm untuk kekuatan otot tungkai 133.8 kg, untuk kecepatan reaksi 0.571 s, untuk fleksibilitas yaitu 15.9 cm. Disarankan dalam pencarian bibit atlet lari 100 meter. perlu dipertimbangkan 4 komponen kondisi fisik, keempat komponen kondisi fisik meliputi, antropometrik, kekuatan otot tungkai, kecepatan reaksi, untuk fleksibilitas.Kata-kata kunci:  antropometrik, kekuatan otot tungkai, kecepatan reaksi, felsibilitas.   lari 100 meter.