Claim Missing Document
Check
Articles

Perkembangan Partai Politik di Kabupaten Badung Pada Tahun 1998-2009, dan Potensinya Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah di SMA I Putu Edy Saputra .; Drs. I Gusti Made Aryana,M.Hum .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i1.4171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) latar belakang perkembangan partai politik di Kabupaten Badung pada periode 1998-2009, (2) perolehan suara partai politik dalam pemilu periode tahun 1998-2009 dan implikasinya bagi demokrasi di DPRD Kabupaten Badung, dan (3) aspek-aspek yang terdapat dari perkembangan partai politik di Kabupaten Badung yang dapat dijadikan sumber pembelajaran Sejarah di SMA. Penelitian ini bersifat deskritif kualitatif dengan menggunakan metode penelitan sejarah, yaitu: (1) Heuristik (studi dokunetasi, wawancara, dan observasi); (2) Kritik sumber; (3) Interprestasi; dan (4) Historiografi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) adanya latar belakang perkembangan partai politik di Kabupaten Badung pada periode 1998-2009 disebabkan oleh faktor-faktor eksternal dan internal. Faktor internal di antaranya; (1) pergantian rezim ke reformasi, (2) amandemen UUD 1945, munculnya peraturan perundang-undangan tentang pemilu dan partai politik 1998-2009, perubahan sistem pemilu secara nasional, dan (3) dinamika partai politik di tingkat nasional. Sedangkan faktor internal, di antaranya; (1) Kabupaten Badung sebagai bagian dari wilayah provinsi dan negara, (2) corak masyarakat Badung yang multikultur, (3) difungsikannya partai politik sebagai kendaraan calon/pasangan calon dalam pemilu/pilkada. (2) Perolehan suara partai politik dalam pemilu periode 1998-2009 dan implikasinya bagi demokrasi di DPRD Kabupaten PDIP selalu unggul dalam setiap pemilu pada periode tersebut. Oleh karena itu, PDIP selalu mendominasi dalam prolehan kursi di DPRD Kabupaten Badung sehingga kebijakan-kebijakan yang dibuat selalu merepresentasikan visi dan misi partai yang pro rakyat. Dan (3) Aspek-aspek yang terdapat dari perkembangan partai politik di Kabupaten Badung sebagai sumber belajar sejarah di SMA yaitu aspek historis, aspek demokrasi, dan aspek pendidikan yang kemudian dijabarkan ke dalam silabus mata pelajaran sejarah pada kelas XII semester ganjil kurikulum 2013. Kata Kunci : Partai Politik, Demokrasi, Sumber Belajar Sejarah This study aims to knowing; (1) the background of the development of political parties in the Badung Regency in the period 1998-2009, (2) number of votes a political party in an election period 1998-2009 and implication for democracy in DPRD Badung Regency, and (3) there are aspects of the development of political parties in Badung Regency in can be used as a sorce of learning history SMA. This research is a descriptive qualitative study using historycal, namely: (1) heuristic (document, interview, observation), (2) source criticism, (3) interpretation, (4) historiography. The results of this study indicate that, (1) the backgrond of the development of political parties in Badung Regency period 1998-2009 caused by external and internal factors. External factor namely (1) substitution regime change to reform, amendment UUD 1945, emerging regulation concering the election of political parties 1998-2009, (2) changes in electoral systems nationally, and (3) the dynamics of political parties at the national level. While internal factor, such Badung Regency as part of the province and the country, the style of the Badung Community the multicultural, functioned as a political party candidate vehicle/pair of candidate in the election, as well asa goverment policies Badung Regency. (2) Number of votes a political party in the election period 1998-2009 and its implications for democracy in DPRD Badung Regency that PDIP always superior in every election for the period. So PDIP always dominated the seat in DPRD Badung Regency then the policy always represent the visioan and mission of a pro-people party. (3) And the are aspects of the development of political parties in Badung Regency as a source of learning history in SMA namely aspect historical, aspect democracy, and aspect education which is then translated in to a history lesson on the syllabus of the class XII semester odd curriculum 2013.keyword : Political Parties, Democracy, Source Learning History
MONUMEN BELANDA DI DESA TEMUKUS, BANJAR, BULELENG, BALI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS DI SMP Kadek Virgotama Krissanta .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i1.4172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui latar belakang pendirian Monumen Belanda di Desa Temukus, Banjar, Buleleng, (2) mengetahui wujud aksi perjuangan rakyat Buleleng melawan penjajahan Belanda , (3) mengetahui bagaimana potensi yang dimiliki Monumen Belanda yang dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran IPS Terpadu di SMP N 3 Banjar. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap ; (1) metode penentuan lokasi penelitian, (2) metode penentuan informan, (3) metode pengumpulan data (observasi, wawancara, kajian dokumen), (4) metode penjamin keaslian data (triangulasi data, triangulasi metode), (5) metode analisis data, dan (6) metode penulisan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) adanya peristiwa sejarah yang melatarbelakangi pembangunan Monumen Belanda oleh Belanda yaitu untuk mengenang gugurnya pimpinan pasukan Belanda yang bernama Letnan Steigman dan De Nijs bersama 20 serdadu Belanda yang gugur dalam pertempuran melawan laskar Banjar pada tahun 1868. (2) Fungsi yang terkandung pada Monumen antara lain: keberanian, kepahlawanan dan rela berkorban. (3) Potensi Monumen Belanda Sebagai Media Pembelajaran IPS di SMP Negeri 3 Banjar dapat dijabarkan ke dalam silabus yang berbasis kurikulum 2013 pada kelas VIII semester ganjilKata Kunci : monumen, fungsi monumen, dan media pembelajaran. This study aims to (1)knowing the background of dutch monument in temukus village, banjar, buleleng(2) knowing the form of army buleleng againts the dutch colonial (3)knowing how the potential of dutch monument which can be used as a source of learning IPS Terpadu in Smp N 3 Banjar. In this study, the data collected by using kualitatif method, which steps (1) method of determining the location of the study (2) method of determining the information (3) methods of data collection ( observation, interview, review of documents), (4) Guarantor method of data authenticity (triangulasi of data, triangulasi of method). (5) methods of data analysis and (6) method of writing. The results showed that (1) existence of historical events underlying the development of the dutch by the dutch monument is to commemorate the death of the leader of the dutch troops name Steigman Lieutenant and De Nijs with 20 dutch soldiers who died in battle againts of the Banjar army in 1868. (2) function of the monument are : educative function, inspirative function, recreative function, and socio-cultural function. (3) the potential of Dutch monument as a learning medium in Smp N 3 Banjar can be adjusted to reflect the 2013 syllabus curriculum based on class VIII of odd semester.keyword : Monument, The function of monument, and instructional media
Sejarah dan Sistem Pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Seririt Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Kadek Ayu Sutarminingsih .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 2 No. 3 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v2i3.4270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) sejarah dan perkembangan SMA Negeri 1 Seririt mulai dari periode filial SMA Negeri 1 Singaraja sampai periode berdiri sendiri sebagai SMA Negeri 1 Seririt (2) sistem pendidikan yang berkembang di SMA Negeri 1 Seririt pada masa pemberlakuan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Penelitian ini merupakan penelitian historis dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan langkah-langkah: (1) Teknik Pengumpulan Data dilakukan melalui: observasi, wawancara, dan studi dokumen, (2) Kritik Sumber (kritik ekstern dan intern), (3) Interpretasi (Analisis Data), dan (4) Historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) SMA Negeri 1 Seririt merupakan sekolah yang memiliki perjalanan history yang cukup panjang. Berdirinya SMA Negeri 1 Seririt dilatarbelakangi adanya beberapa faktor, yakni faktor politik ekonomi dan politik strategis. Perkembangan SMA Negeri 1 Seririt yang sangat pesat karena merupakan satu-satunya sekolah negeri di Seririt, sehingga menjadikannya sekolah mandiri yang awalnya merupakan filial SMA Negeri 1 Singaraja. (2) Sistem pendidikan di SMA Negeri 1 Seririt ketika pemberlakuan kurikulum KTSP mampu menorehkan berbagai prestasi baik dibidang akademik maupun non akademik.Kata Kunci : Filial, Sejarah, Sistem Pendidikan This study aims to determine (1) the history and development of the SMA Negeri 1 Seririt filial period ranging from SMA Negeri 1 Singaraja to the period stands alone as the SMA Negeri 1 Seririt (2) the education system is developing in SMA Negeri 1 Seririt on the enactment of the educational unit level curriculum. This research is historical research using qualitative approach with measures: (1) engineering data collection done through: observation, interview, and document research, (2) source criticism (external criticism and internal criticism), (3) interpretation (data analysis), and (4) historiography (the writing of history). The results showed that (1) SMA Negeri 1 Seririt is a school that has a fairly long history travel. The establishment of the SMA Negeri 1 Seririt backed by a number of factors, the political factors of strategic economic and political. The development of SMA Negeri 1 Seririt very rapidly because is the only public school in Seririt, making it an independent school which was originally a filial SMA Negeri 1 Singaraja. (2) The education system in SMA Negeri 1 Seririt when enforcement of the curriculum unit level education capable of applying various achievements in the field of both academic and non academic. keyword : Filial, History, The education system
Pemanfaatan Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring Melalui Model Pembelajaran Kontekstual Dengan Strategi Student Teams Achievement Divisions (STAD) Untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Mata Pelajaran Sejarah pada Siswa Kelas XI Semester I Tahun Ajaran 2014/2015 di SMA Amarawati Tampaksiring, Gianyar, Bali Dewa Gede Suma Adnyana .; Drs. I Ketut Margi, M.Si .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i3.4845

Abstract

Tujuan penelitian tindakan kelas ini; (1) Untuk mengetahui apakah pemanfaatan Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring melalui model pembelajaran konstektual dengan strategi Student Teams Achievement Divisions (STAD) dapat meningkatkan minat dan hasil belajar mata pelajaran sejarah pada siswa Kelas XI Semester I Tahun Ajaran 2014/2015 di SMA Amarawati Tampaksiring, Gianyar, Bali. (2) Mengetahui tanggapan siswa Kelas XI Semester I Tahun Ajaran 2014/2015 di SMA Amarawati Tampaksiring, Gianyar, Bali terhadap pemanfaatan Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring melalui model pembelajaran konstektual dengan strategi Student Teams Achievement Divisions (STAD) untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran sejarah. Metode penelitian dalam PTK ini merupakan deskripsi proses tindakan yang akan dikenakan kepada siswa secara detail dan padat dengan teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan, tes. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Semester I SMA Amarawati Tampaksiring yang berjumlah 25 orang yaitu 14 laki-laki dan 11 perempuan. Objek penelitian ini adalah minat, hasil belajar dan tanggapan siswa. penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan 2 (dua) siklus melalui empat tahapan yaitu: (1) menentukan subjek penelitian, (2) membuat rencana tindakan, (3) melaksanakan tindakan, (4) melakukan observasi, (5) Tujuan penelitian tindakan kelas ini; (1) Untuk mengetahui apakah pemanfaatan Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring melalui model pembelajaran konstektual dengan strategi Student Teams Achievement Divisions (STAD) dapat meningkatkan minat dan hasil belajar mata pelajaran sejarah pada siswa Kelas XI Semester I Tahun Ajaran 2014/2015 di SMA Amarawati Tampaksiring, Gianyar, Bali. (2) Mengetahui tanggapan siswa Kelas XI Semester I Tahun Ajaran 2014/2015 di SMA Amarawati Tampaksiring, Gianyar, Bali terhadap pemanfaatan Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring melalui model pembelajaran konstektual dengan strategi Student Teams Achievement Divisions (STAD) untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran sejarah. Metode penelitian dalam PTK ini merupakan deskripsi proses tindakan yang akan dikenakan kepada siswa secara detail dan padat dengan teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan, tes. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Semester I SMA Amarawati Tampaksiring yang berjumlah 25 orang yaitu 14 laki-laki dan 11 perempuan. Objek penelitian ini adalah minat, hasil belajar dan tanggapan siswa. penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan 2 (dua) siklus melalui empat tahapan yaitu: (1) menentukan subjek penelitian, (2) membuat rencana tindakan, (3) melaksanakan tindakan, (4) melakukan observasi, (5) melakukan refleksi dan evaluasi. Hasil penelitian tindakan kelas dan analisis dapat diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Minat belajar siswa pada siklus I adalah 52,25% dengan kategori sedang, meningkat menjadi 71% pada siklus II dengan kategori tinggi; (2) Rata-rata hasil belajar siswa adalah 75,52% dengan kategori tinggi, meningkat menjadi 89% pada siklus II dengan kategori sangat tinggi. (3) Terjadi peningkatan respon positif siswa dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 14, 03%. Kata Kunci : Pembelajaran Kontekstual, Strategi STAD, Minat, Hasil Belajar, dan Tanggapan Siswa. The purposes of this classroom action research are; (1) To determine whether the use of Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring through contextual learning model with Student Teams Achievement Divisions (STAD) strategy can increase the students’ interest and learning outcomes in the subjects of history in class XI semester I SMA Amarawati Tampaksiring, Gianyar, Bali in the academic year 2014/2015. (2) To know the students’ reactions in class XI semester I in the academic year 2014/2015 SMA Amarawati Tampaksiring, Gianyar, Bali toward the utilization of Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring through contextual learning modelwith Student Teams Achievement Divisions (STAD) strategy to increase the interest and learning outcomes of student in the subjects of history. In this study, the subjects were students of class XI semester I SMA Amarawati Tampaksiring which amounted to 25 students they are 14 boys and 11 girls. The object of this study is of interest , learning outcomes and student responses . classroom action research was conducted 2 ( two ) cycles through four stages , namely : ( 1 ) determining the subject of research , ( 2 ) create a plan of action , ( 3 ) implement measures , ( 4 ) to make observations , ( 5 ) reflection and evaluation . The results of action research and analysis can be obtained as follows : ( 1 ) The interest of students in the first cycle was 52.25 % with moderate category , rising to 71 % in the second cycle with high category ; ( 2 ) The average results of student learning is 75.52 % with the high category , rising to 89 % in the second cycle with very high category . ( 3 ) An increase in positive responses of students from cycle 1 to cycle 2 at 14 , 03 % .Tampaksiring, Gianyar, Bali toward the utilization of Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring through contextual learning modelwith Student Teams Achievement Divisions (STAD) strategy to increase the interest and learning outcomes of student in the subjects of history. In this study, the subjects were students of class XI semester I SMA Amarawati Tampaksiring which amounted to 25 students they are 14 boys and 11 girls. The object of this study is of interest , learning outcomes and student responses . classroom action research was conducted 2 ( two ) cycles through four stages , namely : ( 1 ) determining the subject of research , ( 2 ) create a plan of action , ( 3 ) implement measures , ( 4 ) to make observations , ( 5 ) reflection and evaluation . The results of action research and analysis can be obtained as follows : ( 1 ) The interest of students in the first cycle was 52.25 % with moderate category , rising to 71 % in the second cycle with high category ; ( 2 ) The average results of student learning is 75.52 % with the high category , rising to 89 % in the second cycle with very high category . ( 3 ) An increase in positive responses of students from cycle 1 to cycle 2 at 14 , 03 % .keyword : ContContextual learning with STAD Strategy, interest, learning outcomes, and the students’ reaction..
Pemanfaatan Monumen Pejuang Pahlawan Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Selat , Abiansemal , Badung, Bali (Latar Belakang Pendirian dan Potensinya Sebagai Media Power Point Pembelajaran Sejarah di SMA) Putu Ari Antara .; Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i2.4847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui Latar Belakang Pendirian Monumen Pejuang Republik Indonesia di Desa Selat, Abiansemal, Badung, (2) mengetahui aspek – aspek apa yang dapat dijadikan sebagai media pembelajaran sejarah dalam Monumen Pejuang Republik Indonesia di Desa Selat, Abiansemal, Badung, (3) mengetahui cara pemanfaatan Monumen Pejuang Republik Indonesia di Desa Selat, Abiansemal, Badung sebagai media pembelajaran Sejarah di SMA. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap ; (1) teknik penentuan lokasi penelitian,(2) teknik penentuan informan, (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, kajian dokumen), (4) teknik penjamin keaslian data (triangulasi data, triangulasi metode), dan (5) teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) adanya peristiwa sejarah yang melatarbelakangi pembangunan Monumen Pejuang Republik Indonesia di Desa Selat yaitu peristiwa gugurnya I Gusti Alit Reta, I Kantun dan I Gusti Putu Pegil pada tahun 1948 saat revolusi fisik dalam rangka mempertahankan kemerdekaan NKRI. Monumen Pejuang Republik Indonesia di Desa Selat dibangun untuk menghormati jasa para pejuang yang telah gugur dalam mempertahankan wilayah pada masa revolusi fisik. (2) Aspek– aspek yang terkandung dalam Monumen Pejuang Pahlawan Kemerdekaan Republik Indonesia yaitu :Aspek Naratif, Aspek Faktual, Aspek Artistik dan Aspek Rekreatif. (3) Pemanfaatan Monumen Pejuang Pahlawan Kemerdekaan Republik Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran sejarah di SMA yaitu dengan cara membuat media power point dengan materi Revolusi fisik dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dalam materi ini akan di bahas tentang Monumen Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Selat. Kata Kunci : Kata Kunci: monumen, media pembelajaran sejarah. This study aims to (1) know the background of the establishment Background Warrior Monument Establishment of the Republic of Indonesia in the Village Strait, Abiansemal, Badung,Bali (2) determine aspects - aspects of what can be used as a learning medium in the history of the Republic of Indonesia Warriors Monument in the Village Strait, Abiansemal, Badung,Bali (3) knowing how to use Warrior Monument of the Republic of Indonesia in the Village Strait, Abiansemal, Badung, Bali as a medium of learning in school history . In this study , the data collected using qualitative methods by stages; (1) The technique of determining the location of the research, (2) determination techniques informants, (3) data collection techniques ( observation, interviews, review of documents ), (4) the guarantor technique authenticity of data ( data triangulation , triangulation method ), and (5) technique data analysis. The results showed that, (1) the existence of historical events behind the construction of the Republic of Indonesia Warriors Monument in the Village Strait which event the death of I Gusti Alit Reta, I Kantun and I Gusti Putu Pegil in 1948 when physical revolution in order to maintain the independence of the Republic of Indonesia . Monument of the Republic of Indonesia in the village fighters Strait built to honor the fighters who have fallen in defense of the territory on the physical revolution. (2) Aspect - aspects contained in the Monument of Independence of the Republic of Indonesia Hero Fighter , namely: Narrative aspects, factual aspects , artistic aspects, recreational aspects. (3) Utilization of Heroes Freedom Fighters Monument Republic of Indonesia can be used as a medium for teaching history in high school that is by making the media power point with material physical Revolution in order to maintain the independence of Indonesia . In this matter will be discussed about the Freedom Fighters Monument Republic of Indonesia in the Village Strait .keyword : : monuments , history teaching media
TRADISI NGUSABA BUKAKAK DI DESA GIRI EMAS, SAWAN, BULELENG, BALI: DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPS DI SMP I Gede Justiasa .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i2.4848

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui latar belakang masyarakat Desa Giri Emas melaksanakan trasdisi Ngusaba Bukakak, (2) mengetahui sistem pelaksanaan tradisi Ngusaba Bukakak, (3) mengetahui aspek-aspek dari tradisi Ngusaba Bukakak yang memiliki potensi sebagai sumber pembelajaran IPS di SMP. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) teknik penentuan lokasi penelitian, (2) teknik penentuan informan, (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen), (4) teknik penjamin keaslian data (triangulasi data, triangulasi metode), dan (5) teknik analisis data. Penelitian ini menghasilkan temuan, yakni: (1) tradisi Ngusaba Bukakak adalah sebuah rangkaian kegiatan upacara keagamaan yang berhubungan dengan pertanian di Desa Giri Emas, (2) tradisi Ngusaba Bukakak di Desa Giri Emas adalah kegiatan upacara yang dilaksanakan oleh Krama Subak, kemudian di dukung oleh Krama Desa (3) tradisi Ngusaba Bukak memiliki fungsi yakni; (a) fungsi religius, (b) fungsi mempekuat solidaritas sosial, dan (c) fungsi menjaga hubungan harmonis dengan alam. (4) di dalam tradisi Ngusaba Bukakak terdapat aspek-aspek yang memiliki potensi sebagai sumber pembelajaran IPS di SMP diantaranya meliputi: (a) aspek kognitif, (b) aspek afektif, dan (c) aspek psikomotor. (5) kontribusi dalam mengembangkan tradisi Ngusaba Bukakak pada pembelajaran IPS di SMP yaitu; (a) bidang sejarah (b) bidang sosiologi (c) bidang geografi (d) bidang ekonomi. (6) Rekomendasi yang dapat dilakukan dalam kajian belajar-mengajar adalah melalui lembaga sekolah serta guru sebagai agen yang melaksanakan pembelajaran IPS.Kata Kunci : Kata Kunci : tradisi Ngusaba Bukakak, potensi, sumber belajar, IPS, SMP. This research aims to (1) know the background of the village of Giri Emas in implementing the tradition of Ngusaba Bukakak, (2) know the system of implementating Ngusaba Bukakak tradition, (3) know the aspects of tradition Ngusaba Bukakak that have potential source of learning IPS in SMP. In this study, the data were collected using qualitative methods by stages; (1) the technique of determining the location of the research, (2) The technique of determining the informants, (3) the technique of collecting the data (observation ,interviews , document studies), (4) the technique of guaranting the authenticity of the data (data triangulation, triangulation method), and (5) the technique of analysing the data. The finding of this, research are: (1) Ngusaba Bukakak tradition is a series of religious ceremonies associated with agriculture in the village of Giri Emas, (2) Ngusaba Bukakak tradition in the village of Giri Emas is a ceremony conducted by Krama Subak then supported by Krama Desa, (3) Ngusaba Bukakak tradition has a functions those are; (a) the religious function, (b) the function of strengthening the social solidarity, and (c) the function of maintaining a harmonious relationship with nature. (4) in the tradition of Ngusaba Bukakak, there are aspects that have potential source of learning in junior high school among others include; (a) cognitive aspects, (b) affective aspect, and (c) psychomotor aspects. (5) contribution in developing Ngusaba Bukakak tradition in learning social studies in junior high that; (a) field history,(b) field sociology (c) field of geography (d) field economics. (6)Recommendations that can be done in the study of teaching and learning is through the institution of the school and teachers as agents that implement learning IPS in SMP.keyword : Keywords : Bukakak Ngusaba tradition, potential, learning resources, IPS, SMP.
Tradisi Tari Sanghyang Bojog di Desa Pakraman Bugbug, Karangasem, Bali (Latar Belakang, Fungsi, dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Kebudayaan di SMA. I Gede Bayu Ary Hermawan .; Drs. I Gusti Made Aryana,M.Hum .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i2.4849

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Latar Belakang tari Sanghyang Bojog di Desa Pakraman Bugbug, Karangasem, Bali, (2) Fungsi tari Sanghyang Bojog di Desa Pakraman Bugbug, Karangasem, Bali dan, (3) Unsur-unsur dari tari Sanghyang Bojog yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar Sejarah Kebudayaan di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriftif kualitatif dengan langkah-langkah: (1) Penentuan lokasi penelitian, (2) Teknik penentuan Informan, (3) Metode pengumpulan data (observasi, wawancara, kajian Dokumentasi), (4) Teknik penjaminan keaslian data, (triangulasi data,triangulasi metode), dan (5) Teknik analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Latar Belakang tari Sanghyang Bojog yaitu adanya sistem keyakinan, kepercayaan, dan alasan ekonomi. (2) Fungsi tari Sanghyang Bojog di Desa Pakraman Bugbug adalah untuk dipentaskan di Balai Desa sebagai penolak bala dan malapetaka seperti wabah penyakit (gering), dan bencana alam yang akan melanda penduduk desa setempat, selain itu juga untuk melestarikan tarian Sanghyang Bojog yang mulai terkikis oleh arus globalisasi. (3) Unsur-unsur dari tari Sanghyang Bojog yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar Sejarah Kebudayaan di SMA yaitu unsur historis, unsur pendidikan, dan unsur sosial yang dapat dijabarkan pada mata pelajaran Sejarah kelas X semester ganjil kurikulum 2013.Kata Kunci : Tradisi Tari Sanghyang Bojog, Desa Pakraman Bugbug, Sumber Belajar Sejarah Kebudayaan. This study aims to determine ( 1 ) Background Bojog Trance dance in Pakraman Bugbug , Karangasem , Bali , ( 2 ) Function Bojog Trance dance in Pakraman Bugbug , Karangasem , Bali and , ( 3 ) Elements of Trance dance Bojog the can be used as a learning resource Cultural History in high school . The method used in this research is a qualitative descriptive method steps : ( 1 ) Determining the location of the research , ( 2 ) determination technique informant , ( 3 ) methods of data collection ( observation , interviews , review of documentation ) , ( 4 ) Engineering guarantee authenticity data ( data triangulation , triangulation method ) , and ( 5 ) . The results of this study indicate that : ( 1 ) Background Bojog Trance dance is a system of belief , trust , and economic reasons . ( 2 ) Function Bojog Trance dance in Pakraman Bugbug is to be staged at the Village Hall as to avert calamity and catastrophe like the plague ( gering ) , and natural disasters that will hit the local villagers , and also to preserve Bojog Trance dance that began to erode by globalization . ( 3 ) The elements of dance Trance Bojog that can be used as a learning resource Cultural History in high school is a historical element , the element of education , and social elements that can be translated into subjects History class X semester curriculum in 2013 .keyword : Trance Dance Tradition Bojog , Pakraman Bugbug , Learning Resources Cultural History
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PROSES PEMBELAJARAN DAN HASIL BELAJAR SEJARAH INDONESIA SISWA KELAS XI IBBU SMA NEGERI 2 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2014/2015 I Kadek Parmadi .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i2.4908

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui peningkatan kualitas proses pembelajaran sejarah siswa kelas XI IBBU SMA Negeri 2 Singaraja tahun pelajaran 2014/2015 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Role Playing, (2) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas XI IBBU SMA Negeri 2 Singaraja tahun pelajaran 2014/2015 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Role Playing, (3) mengetahui respon siswa kelas XI IBBU SMA Negeri 2 Singaraja tahun pelajaran 2014/2015 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Role Playing. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu: (1) penentuan subjek penelitian, (2) membuat rencana tindakan, (3) melaksanakan tindakan, (4) melakukan observasi, (5) melakukan refleksi dan evaluasi. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) persentase rata-rata kualitas proses pembelajaran siswa kelas IBBU SMA Negeri 2 Singaraja pada siklus I adalah 65,87% dengan predikat baik, meningkat menjadi 88,37%. pada siklus II dengan predikat sangat baik; (2) persentase rata-rata hasil belajar siswa kelas XI IBBU SMA Negeri 2 Singaraja pada siklus I adalah 82,88%. dengan kategori baik, meningkat menjadi 89,31% pada siklus II dengan kategori baik; (3) respon siswa kelas XI IBBU SMA Negeri 2 Singaraja terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Role Playing mencapai kategori positif. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Role Playing dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar Sejarah Indonesia siswa kelas XI IBBU SMA Negeri 2 Singaraja tahun pelajaran 2014/2015.Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Role Playing, Kualitas Proses Pembelajaran, Hasil Belajar. This research is aimed at (1) determining the improvement of the learning process quality of students in class XI IBBU SMA Negeri 2 Singaraja year 2014/2015 through the implementation of cooperative learning model type Role Playing on History lesson of Indonesia, (2) deciding the improvement of the learning outcome of the students in class XI IBBU SMA Negeri 2 Singaraja year 2014/2015 through the implementation of cooperative learning model type Role Playing, (3) determining the response of the students in class XI IBBU SMA Negeri 2 Singaraja towards the implementation of cooperative learning model type Role Playing on History lesson of Indonesia. This research is a classroom action research (CAR) done through phases: (1) determining the subject of research, (2) creating a plan of action, (3) implementing the action, (4) conducting observations, (5) conducting reflection and evaluation. The results of present research showed that: (1) the average percentage of the learning process quality of students in class XI IBBU SMA Negeri 2 Singaraja in the first cycle was 65,87% categorized as good, increased to 88,37% in the second cycle categorized as very good; (2) the average percentage of the learning outcome of students in class XI IBBU SMA Negeri 2 Singaraja in the first cycle was 82,88% categorized as good, increased to 89,31% in the second cycle categorized as good; (3) the response of students in class XI IBBU SMA Negeri 2 Singaraja towards the implementation of cooperative learning model type Role Playing was categorized as positive. It can be concluded that the implementation of cooperative learning model type Role Playing can improve the learning process quality and the learning outcome of Indonesian History study of students in class XI IBBU SMA Negeri 2 Singaraja year 2014/2015.keyword : Cooperative Learning Model Type Role Playing, Learning Process Quality, Learning Outcome
PERSEPSI GURU TERHADAP PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN SEJARAH (STUDI KASUS GURU SEJARAH DI SMAN 1 SAWAN) Nengah Cipta Sari .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i2.5312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui persepsi Kepala SMA Negeri 1 Sawan dan Wakasek Kurikulum SMA Negeri 1 Sawan terhadap pelaksanaan Kurikulum 2013; (2) Mengetahui persepsi guru sejarah terhadap mata pelajaran sejarah pada Kurikulum 2013; (3) Mengetahui persepsi siswa terhadap proses pembelajaran sejarah pada Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan langkah-langkah: (1) penentuan lokasi penelitian; (2) teknik penentuan informan; (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, kuesioner, studi dokumen); (4) teknik penjaminan keabsahan data; dan (5) teknik analisis data. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa; (1) Persepsi Kepala SMA Negeri 1 Sawan dan Wakasek Kurikulum SMA Negeri 1 Sawan memberikan apresiasi dan penilaian positif terhadap Kurikulum 2013, karena Kurikulum 2013 menerapkan metode scientific approach dalam proses pembelajaran; (2) Persepsi guru sejarah terhadap mata pelajaran sejarah pada Kurikulum 2013 menunjukan bahwa guru sejarah di SMA Negeri 1 Sawan mendukung sepenuhnya mata pelajaran sejarah dikelompokan menjadi wajib dan peminatan, Kurikulum 2013 dinilai oleh guru sangat lengkap dan lebih rinci, namun tidak diimbangi dengan pelatihan sejak dini sehingga guru sejarah mengalami kesulitan dalam mengaplikasikan Kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran terutama pada aspek penilaian yang dinilai terlalu rumit; (3) Persepsi siswa terhadap proses pembelajaran sejarah dengan menggunakan Kurikulum 2013 menunjukan bahwa minat siswa untuk belajar sejarah pada Kurikulum 2013 cukup tinggi, hal ini tampak pada persepsi siswa terhadap pentingnya pelajaran sejarah dan siswa sangat antusias untuk belajar sejarah pada Kurikulum 2013 karena dengan mata pelajaran sejarah pada Kurikulum 2013 siswa dapat berinovasi dan mengetahui metode pembelajaran yang baru.Kata Kunci : Persepsi, Guru Sejarah, Mata Pelajaran Sejarah, Kurikulum 2013 This research aims (1) knowing the perception of the Head of SMA Negeri 1 Sawan and Vice Principal of Curriculum SMAN 1 Sawan on the implementation of the 2013 curriculum; (2) knowing the history teacher's perception of the historical subjects on 2013 curriculum; (3) knowing the students' perception of the process of teaching history on the 2013 curriculum. This study used a qualitative approach with measures: (1) the determination of research location; (2) the determination of informants techniques; (3) data collection techniques (observation, interview, questionnaire, study document); (4) the validity of data guarantee techniques; and (5) data analysis techniques. The results of the research show that; (1) the perception Head of SMA Negeri 1 Sawan and Vice Principal of Curriculum SMAN 1 Sawan give appreciation and positive assessment to the 2013 curriculum, because the 2013 curriculum is implement the scientific approach method on the learning process; (2) the history teacher's perception of the historical subjects on 2013 curriculum shows history teachers in SMA Negeri 1 Sawan fully support historical subjects are divided into compulsory and specialization and 2013 curriculum assessed by teacher was complete and more detail but not in balance with training from the outset so that history teacher experienced difficulty in applying the 2013 curriculum in the process of learning especially from the perspective of an assessment that was thought to be too complicated; (3) the students' perception of the process of teaching history on the 2013 curriculum showed that interest on the part of the student to study history at the 2013 curriculum is quite high, it looks on the view of students on the importance of the lessons of history and students are very enthusiastic to learn history on the 2013 curriculum because with historical subjects on the 2013 curriculum students can innovate and know the new method of learning.keyword : Perception, History Teacher, History Subject, 2013 Curriculum.
IDENTIFIKASI NILAI-NILAI KEPAHLAWANAN MR. I GUSTI KETUT PUDJA DALAM USAHA MERAIH KEMERDEKAAN BANGSA INDONESIA DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA I Ketut Anom Mahartawan .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i1.5316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peranan Mr. I Gusti Ketut Pudja dalam usaha meraih kemerdekaan bangsa Indonesia; (2) Nilai-nilai kepahlawanan Mr. I Gusti Ketut Pudja yang dapat diwariskan kepada generasi muda; (3) Pengintegrasian nilai -nilai kepahlawanan beliau sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu: (1) Jenis penelitian menggunakan penelitian kualitatif; (2) Teknik penentuan lokasi penelitian yaitu di Puri Sukasada; (3) Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling; (4) Instrumen penelitian menggunakan pedoman wawancara dan pedoman observasi; (5) Teknik pengumpulan data menggunakan (a) Teknik studi dokumen menggunakan sumber buku dan foto Mr. I Gusti Ketut Pudja (b) Teknik observasi yaitu di Puri Sukasada (c) Teknik wawancara yaitu dengan keluarga Mr. I Gusti Ketut Pudja, legiun veteran Kabupaten Buleleng dan guru sejarah (6) Metode penjamin keabsahan data yaitu triangulasi sumber data dan triangulasi metode; (7) Teknik analisis data yaitu: (a) Pengumpulan data; (b) Reduksi data; (c) Penyajian data; (d) Mengambil Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Mr. I Gusti Ketut Pudja memiliki peran besar dalam usaha meraih kemerdekaan Indonesia, selama tergabung dalam PPKI beliau melakukan banyak perubahan yang fundamental bagi bangsa dan negara Indonesia; (2) nilai-nilai kepahlawanan yang terkandung dari sosok Mr. I Gusti Ketut Pudja yaitu: (a) Patriotisme; (b) Toleransi; (c) Keberanian; (d) Rela berkorban; (e) Demokrasi; (f) Multikultural; (g) Solidaritas; (3) Nilai-nilai kepahlawanan Mr. I Gusti Ketut Pudja dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMA dengan menggunakan KTSP pada Kompetensi Dasar (1.1) Menganalisis peristiwa sekitar proklamasi 17 Agustus 1945 dan pembentukan pemerintahan Indonesia.Kata Kunci : Mr. I Gusti Ketut Pudja, Nilai-nilai kepahlawanan, Sumber belajar sejarah This aims of this study is to determine (1) The role of Mr. I Gusti Ketut Pudja in an attempt to achieve independences of Indonesia; (2) The values of heroism Mr. I Gusti Ketut Pudja that can be pass down to the younger generation; and (3) Integrating values his heroism as a sources of teaching history in senior high school. This study used qualitative research methods, as follows: (1) Type of research uses qualitative research; (2) Mechanical technic determining the location of study is at Puri Sukasada; (3) Mechanical determination of resources uses purposive sampling; (4) The instruments of research uses guidilines of the interview and also guidilines of observation; (5) The technical of data collected (a) Technical of the documents using Mr. I Gusti Ketut Pudja’s books and pictures; (b) Technic of observations is at Puri Sukasada; (c) The technic of interview are with Mr. I Gusti Ketut Pudja’s family, Legiun Veteran Kabupaten Buleleng, and also history teacher; (6) Method of data validity guarantor are triangulated data source and triangulated methods; (7) The technic of analysis data. (a) data collected; (b) data reduction; (c) display data; (d) verification. The results showed that (1) Mr. I Gusti Ketut Pudja has a big roles in attempts for the independence of Indonesia, as PPKI’s member he did a lot of changes that fundamental to the survival of Indonesian statehood; (2) the values of heroism embodied by the figure of Mr. I Gusti Ketut Pudja namely: (a) patriotism; (b) tolerance; (c) courage; (d) self-sacrificed; (e) democracy; (f) multicultural; (g) solidarity; (3) The values of heroism Mr. I Gusti Ketut Pudja could be uses as a source of history education in senior high school with KTSP at Basic Competence (1.1) analyse the events around the proclamation in August, 17 1945 and the Indonesian government establishment.keyword : Mr. I Gusti Ketut Pudja, The values of heroism, Sources of history learning.
Co-Authors ., Aniqa Faza ., Baiq Zohrah ., CAHYO BINTORO ., Febri Dwi Cahyo ., Gusti Made Sriwidiari ., I Gusti Ayu Ratnasari ., I Km Ega Mahendra ., I Komang Edi Heliana ., I Made Adi Astawa ., I Made Cahyana Mp ., I Made Reynaldi Ambara Gita ., I Putu Yudi Permana Saputra ., I Wayan Edi Setiawan ., Ilham Yahya ., Kadek Ariasa ., Kadek Dwi Mahayoni ., Komang Gede Arya Bawa ., M BUSAR ., Made Pradnyana Putra ., Muh. Reza Khaeruman Jayadi ., N Iputu Sri Widiastuti ., Ni Putu Budiartini ., NUR MINAH ., NURUS MAULIDA ., Nurus Shobah ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. ., Purwa Aditya ., Putu Agustina Setiawan ., Qori Bayyinaturrosyi ., Rini Anggraini A.A. Istri Pradnyana Asrama P. . Abd. Rasyid Syamsuri Alfarizi, Moh Alif Alfi Syahrin Aniqa Faza . Aryantika, I Kadek Adi Baiq Zohrah . Both, Lusitiana CAHYO BINTORO . Desak Made Oka Purnawati Desak Oka Purnawati Dewa Gede Suma Adnyana . Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Febri Dwi Cahyo . Gede Adi Putra . Gede Okva Wiguna . Ginting, Enni Maharani Br Gusti Ayu Padmawati . Gusti Made Sriwidiari . I Dewa Gede Yoga I Gede Bayu Ary Hermawan . I Gede Justiasa . I Gusti Ayu Ratnasari . I Gusti Made Aryana I Gusti Ngurah Riki Wahyudi . I Gusti Ngurah Riki Wahyudi ., I Gusti Ngurah Riki Wahyudi I Kadek Adi Aryantika I Kadek Adi Widiastika I Kadek Parmadi . I Ketut Agus Adijaya . I Ketut Anom Mahartawan . I Ketut Anom Mahartawan ., I Ketut Anom Mahartawan I Km Ega Mahendra . I Komang Edi Heliana . I Komang Wisujana Putra . I Made Adi Astawa . I Made Cahyana Mp . I Made Citra Wibawa I Made Pageh I Made Reynaldi Ambara Gita . I Nengah Suastika I Nyoman Jampel I Nyoman Oka Hendrawan . I Nyoman Oka Hendrawan ., I Nyoman Oka Hendrawan I Putu Budiana . I Putu Edy Saputra . I Putu Yudi Permana Saputra . I Wayan Agus Suatmika . I Wayan Edi Setiawan . I Wayan Pardi I Wayan Pardi I Wayan Putra Yasa I Wayan Suastra I Wayan Widiana Ida Ayu Widya Pratiwi Ida Bagus Putu Arnyana Ilham Yahya . Ivanka Angelina Dheyanita Prasada Kadek Ariasa . Kadek Ayu Sutarminingsih . Kadek Dwi Mahayoni . Kadek Mega Arista Sinta Devi Kadek Virgotama Krissanta . Kardila, Maria Marisa Ketut Jasiani . Ketut Jasiani ., Ketut Jasiani Komang Gede Arya Bawa . Lathifah, Desi Fairuz Luh Putu Ayu Diah Pratiwi . Luttfy Chateriyan, Ivan M BUSAR . M.Si Drs. I Ketut Margi . Made Pradnyana Putra . Made Wisnu Dwipayani . Made Wisnu Dwipayani ., Made Wisnu Dwipayani Maria Marisa Kardila Mathias Maranata Surbakti Muh. Reza Khaeruman Jayadi . N Iputu Sri Widiastuti . Nengah Cipta Sari . Nengah Cipta Sari ., Nengah Cipta Sari Ngakan Made Viky Purnama Teja . Ngakan Made Viky Purnama Teja ., Ngakan Made Viky Purnama Teja Ni Kadek Dian Lestari . Ni Komang Sukariasih . Ni Komang Sukasih . Ni Komang Sukasih ., Ni Komang Sukasih Ni Komang Trisna Suparwati . Ni Luh Made Ari Darmini . Ni Made Ary Widiastini Ni Made Ninik Susantini . Ni Made Wibhu Satyayu Ni Nyoman Murdani . Ni Nyoman Tri Cahyani . Ni Putu Budiartini . Ni Putu Rai Yuliartini Ni Putu Ristiana Rahitasari Ni Putu Sri Ratna Dewi Ni Wayan Dewi Lasmi ., Ni Wayan Dewi Lasmi Ni Wayan Nonoriati . Ni Wayan Suratni . NUR MINAH . NURUS MAULIDA . Nurus Shobah . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Puger, I Gusti Ngurah Purnawati, Desak Oka Purnawibawa, R. Ahmad Ginanjar Purwa Aditya . Putu Adi Sutama . Putu Adi Sutama ., Putu Adi Sutama Putu Agustina Setiawan . Putu Ari Antara . Putu Sulistyawati Qori Bayyinaturrosyi . Raden Ahmad Ginajar Purnawibawa Raden Ahmad Ginajar Purnawibawa Rini Anggraini . Santhi, Dewa Ayu Aprilia Vidya satria dwi mahendra Satyayu, Ni Made Wibhu Simatupang, Gavin Ar Rasyid Sinta Devi, Kadek Mega Arista Suadnyana, Kadek Nova Sukadi Sukadi Sukadi Sukadi Sulistyawati, Putu Sumiyati , Sumiyati Sumiyati Sumiyati Vita Octavia Anggraini Widiani, Ni Kadek Yiena Yoga, I Dewa Gede Yudi Setiawan