Claim Missing Document
Check
Articles

PURI SOMA NEGARA PEJENG, GIANYAR, BALI (PERSPEKTIF SEJARAH, STRUKTUR SERTA POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH LOKAL ) Putu Agustina Setiawan .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i2.7378

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan Latar Belakang Sejarah Berdirinya Puri Soma Negara Pejeng, Gianyar, Bali, (2) Mendeskripsikan Struktur bangunan Puri Soma Negara Pejeng Sampai Saat Ini, (3) Mendeskripsikan Aspek – Aspek yang terdapat di Puri Soma Negara Pejeng yang dapat dikembangkan sebagai sumber belajar sejarah lokal di SMA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) Heuristik (tehnik observasi, tehnik wawancara, dan studi dokumen) (2) Kritik sumber (kritik eksteren dan kritik internal), (3) Interpretasi, (4)Historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa, Latar Belakang Sejarah Berdirinya Puri Soma Negara Pejeng akibat dari Pemberontakan I Gusti Agung Maruti di Gelgel, Dalem Jambe berhasil merebut kembali Gelgel, Dalem Pemayun memulai perjalanan yang berakhir di Bukit Tampaksiring. Dalem Pemayun memiliki tiga putra salah satunya yakni Dewagung Mayun PutraDewagung Mayun membuat Puri Baru yang terletak di Desa Pejeng, Struktur fisik Puri Soma Negara Pejeng menggunakan konsep Sanga Mandala yang terbagi menjadi tiga yakni Utama Mandala, madya Mandala, dan Nista Mandala, Aspek-aspek yang dapat dikembangkan di dalam Puri Soma Negara Pejeng yang dapat di jadikan sumber belajar sejarah adalah sebagai berikut: Aspek Historis, Aspek Budaya, dan Aspek Pendidikan.Kata Kunci : Sejarah, Puri Soma Negara Pejeng This study aimed (1) to describe the background of Historical background of the establishment of Puri Soma State Pejeng, Gianyar, Bali, (2) Describe the Castle Soma State Pejeng to date, (3) Describe the aspects which was found in Puri Soma State Pejeng that can be developed as a learning source of local history in high school. This study uses a qualitative method by stages; (1) Heuristic (observation techniques, interview techniques, and study documents) (2) source criticsm (external criticsm dan internal criticsm), (3) Interpretation, (4)Historiography.The results showed that, The Historical Background of the establishment of Puri Soma State Pejeng originated result of I Gusti Agung Maruti Rebellion in Gelgel. Dalem Pemayun embarked on a journey that ended in Bukit Tampaksiring. Dalem Pemayun had three sons one of them is Dewagung Mayun Putra Dewagung Mayun Putra made New Puri situated in Pejeng, The Puri was named Puri Soma State Pejeng, The physical structure Puri Soma State Pejeng used the concept of Sanga Mandala which divided into three namely of Utama Mandala, Madya Mandala, and Nista Mandala, The aspects that can be developed in Puri Soma State Pejeng which can be used as a source of learning history which follows: historical aspects, aspects of Culture, and aspect Education.keyword : History, Puri Soma State Pejeng
BULAN SABIT DI KOTA SEMARAPURA (STUDI TENTANG LATAR BELAKANG MASUKNYA ISLAM DI KAMPUNG LEBAH, KLUNGKUNG, BALI DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH LOKAL DI SMA) Rini Anggraini .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i2.7379

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan LatarBelakang Sejarah masuknya Agama Islam di Kampung LebahKlungkungBali,(2)MendeskripsikanAspek-aspek apa saja dari sejarah Islam di Kampung Lebah Klungkung yang dapatdi gunakan sebagai sumber belajar SejarahdiSMA.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) Heuristik (tehnik observasi, tehnik wawancara, dan studi dokumen)(2) Kritik sumber (kritik eksteren dan kritik internal),(3) Interpretasi, (4)Historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa,LatarBelakang Sejarah masuknya Agama Islam di Kampung LebahKlungkungBaliyaituDisaat pusat pemerintahan kerajaan Gelgel mengalami kemunduran kemudian pusat kerajaan (pemerintahan) dari Kraton Suecapura (Gelgel) dipindahkan ke Kraton Semarajaya (Klungkung) sekitar tahun 1651-1686 dan sebagian masyarakat muslim yang berada di Suecapura (gelgel) ikut pindah dan diberi tempat di sebelah timur kota Klungkung yang sekarang bernama Kampung Lebah.Aspek-aspek dari sejarah Islam di Kampung Lebah Klungkung yang dapatdi gunakan sebagai sumber belajar SejarahdiSMAsebagaiberikut: Aspek Historis,Aspek Toleransi, danAspek Budaya.Kata Kunci : Sejarah, Kampung Lebah, SumberBelajarSejarah This study aimed (1) to describe the background of Historical background of how Moslem entered Kampung Lebah Klungkung Bali, (2) Describe the aspects of Moslem history in Kampung Lebah Klungkung which can be used as a learning source of History in Senior High School.This study uses a qualitative method by stages;(1) Heuristic (observation techniques, interview techniques, and study documents) (2) source criticsm (external criticsm dan internal criticsm),(3) Interpretation, (4)Historiography.The results showed that, The Historical Background of the entranced of Moslem in Kampung Lebah, Klungkung Bali was while the royal administrative center Gelgel setback, then afterwards the center of the kingdom (government) of Kraton Suecapura (Gelgel) was transferred to the Palace Semarajaya (Klungkung) around 1651- 1686 and most of the Moslem community who were in Suecapura (Gelgel) was also moved and given a place in the east of the town of Klungkung which now called as Kampung Lebah. Aspects of the history of Moslem in Kampung Lebah Klungkung which can be used as a learning resource history in Senior High School are as follows: Historical Aspects, Aspects of Tolerance and Cultural Aspects.keyword : History, Kampung Lebah, Historylearning source
PURA MAJAPAHIT (SEJARAH,STRUKTUT DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA) I Made Reynaldi Ambara Gita .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i3.7415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memecahkan masalah terkait dengan tujuan penelitian: 1) Sejarah pendirian Pura Majapahit di Desa Baluk, Negara, Jembrana, 2) Struktur/jajaran pelinggih Pura Majapahit di Desa Baluk, Negara, Jembrana, 3) Aspek- aspek apa saja dari Pura Majapahit di Desa Baluk, Negara, Jembrana yang dapat dijadikan sumber belajar sejarah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah dengan menggunakan langkah-langkah: Heuristik (pengumpulan data) dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, studi dokumen, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa (1) Berdirinya Pura Majapahit di Desa Baluk, Negara, Jembrana tidak dapat dipisahkan kaitanya dengan tiga buah kerajaan yaitu Kerajaan Mengwi, Jembrana dan Blambangan. Hubungan ketiga kerajaan inilah yang nantinya akan mendirikan tempat suci yang ada di Desa Baluk, Negara Jembrana (2) Struktur /jajaran pelinggih Pura Majapahit berjumlah sembilan pelinggihyakni , (1) Taksu (2) Manjang Seluang (3) Meru Tumpeng Tiga (4) Padmasana (5) Meru Tumpeng Lima (6) Gedong Bata (7) Panglurah (8) Bedogol (9) Papelik.(3) Pura Majapahit memiliki potensi sebagai sumber belajar sejarah.Hal ini dapat dilihat dari aspek-aspek Pura Majapahit.Dari setiap aspek-aspek Pura Majapahit dapat dimasukan dalam setiap kompetensi inti.PelinggihGedong Bata dan Meru Tumpeng Lima merupakan aspek yang paling menonjol yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah.Kata Kunci : Sejarah, Struktur Pelinggih, Sumber Pembelajaran This research is aimed at solving problems related to the research objectives: 1) The history of the establishment of Pura Majapahit in Baluk Village, Negara, Bali, 2) Structural / range shrine temple Majapahit in Baluk Village, Negara, Bali, 3) any aspects of the Pura Majapahit in Baluk Village, Negara, Bali which can be used as a source of learning history. The method used in this research is the historical method by using these steps: Heuristics (data collection) by using observation, interview, study documents, source criticism, interpretation and historiography. From these results it can be seen that (1) The establishment of the temple Majapahit in Baluk Village, Negara, Bali inseparable relation to the three kingdoms of the Kingdom Mengwi, Jembrana and Blambangan. Third link kingdom is what will set up a shrine in the village Baluk, Negara, Bali (2) Structure / range pelinggih Pura Majapahit of nine pelinggih namely, (1) Taksu (2) Manjang Seluang (3) Meru Tumpeng Three (4) Padmasana (5) Meru Tumpeng Lima (6) Gedong Bata (7) Panglurah (8) Bedogol (9) Papelik. (3) Pura Majapahit has potential as a source of learning history. It can be seen from the aspects of Pura Majapahit. From every aspect Majapahit temple can be entered in each of its core competencies. Bricks and Meru Gedong shrine Tumpeng Lima is the most prominent aspect that can be used as a source of learning history.keyword : History, Structure Pelinggih, Learning Resources
BIOGRAFI I KETUT WIDJANA (PERJUANGAN, NILAI-NILAI KEPAHLAWANAN DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH) Purwa Aditya .; Drs. I Made Pageh,M.Hum. .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i3.9604

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Biografi I Ketut Widjana; (2) Perjuangan I Ketut Widjana; (3) Nilai-nilai kepahlawanan dan potensinya sebagai sumber belajar sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) penentuan lokasi penelitian; (2) teknik penentuan informan; (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen dan studi pustaka); (4) teknik penjaminan keabsahan data; (5) teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa I Ketut Widjana adalah anak bungsu dari empat bersaudara. Pada masa revolusi fisik I Ketut Widjana pernah menjadi pemimpin pasukan Gabungan II di Tabanan. Nilai-nilai kepahlawanan yang terkandung dari sosok I Ketut Widjana antara lain: (1) nilai patriotisme; (2) nilai rela berkorban; (3) nilai tanpa pamrih; (4) nilai keberanian; (5) nilai kewibawaan; (6) nilai kerjasama; (7) nilai kejujuran; (8) nilai nasionalisme; (9) nilai persatuan dan kesatuan; (10) nilai disiplin; (11) nilai religius. Nilai kepahlawanan I Ketut Widjana sangat cocok dijabarkan pada materi sejarah (1) Perubahan dan perkembangan politik masa awal kemerdekaan; (2) Perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Sekutu dan Belanda. Penelitian ini masih jauh dari sempurna sehingga masih membutuhkan pendalaman lebih lanjut.Kata Kunci : Kata Kunci: biografi, nilai kepahlawanan, sumber belajar. This study aims to determine (1) Biography I Ketut Widjana; (2) The struggle I Ketut Widjana; (3) The values of heroism and its potential as a source of learning history. This study used a qualitative approach, namely: (1) determining the location of the study; (2) determination techniques informant; (3) data collection techniques (observation, interviews, document studies and literature); (4) techniques guaranteeing the validity of the data; (5) data analysis techniques. The results showed that I Ketut Widjana is the youngest of four siblings. On the physical revolution I Ketut Widjana been a squad leader Combined II in Tabanan. Heroic values embodied by the figure I Ketut Widjana among others: (1) the value of patriotism; (2) the value of self-sacrifice; (3) the value of selfless; (4) the value of courage; (5) the value of authority; (6) the value of cooperation; (7) the value of honesty; (8) the value of nationalism; (9) the value of unity; (10) the value of discipline; (11) a religious value. Value heroism I Ketut Widjana very suitable translated at the historical material (1) changes and political developments early days of independence; (2) The struggle of the Indonesian nation in defending the independence of the threat of Allied and Dutch. This research is still far from perfect so it still requires further exploration.keyword : Keywords: biography, the value of heroism, learning resources.
SARKOFAGUS DI PURA PONJOK BATU DESA PACUNG, TEJAKULA, BULELENG, BALI SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA Kadek Dwi Mahayoni .; Dr. Luh Putu Sendratari,M.Hum .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i1.11289

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan sejarah keberadaan sarkofagus yang terdapat di areal Pura Ponjok Batu Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, (2) Mendeskripsikan unsur-unsur yang terdapat pada sarkofagus yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah di SMA kelas X, (3) Medeskripsikan strategi pembelajaran yang diterapkan dalam memanfaatkan sarkofagus sebagai sumber belajar sejarah di SMA kelas X berbasis Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) Teknik penentuan lokasi penelitian, penelitian ini berlokasi di Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, (2) Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, (3) Teknik penentuan informan, penentuan informan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling dan snow ball, (4) Teknik pengumpulan data, melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen, (5) Teknik validasi data, triangulasi metode, dan triangulasi sumber, (6) Teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan sejarah keberadaan sarkofagus di Pura Ponjok Batu membuktikan di sekitar pura tersebut dulunya pernah dihuni oleh masyarakat yang menjadi pendukung budaya sarkofah, khususnya pada zaman perundagian dan sekaligus bahwa tempat ini sudah ada tempat sucinya yakni tempat disemayamkannya para petinggi yang dihormati oleh masyarakat setempat. Keberadaan sarkofagus di areal Pura Ponjok Batu dikarenakan adanya pawisik yang mengharuskan sarkofagus ditetapkan berada di Pura Ponjok Batu. Unsur-unsur yang terdapat pada sarkofagus yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah di SMA dapat dibagi menjadi dua yaitu unsur real (denotatif) dan unsur makna (hidden/konotatif). Adapun strategi pembelajaran yang diterapkan dalam memanfaatkan sarkofagus sebagai sumber belajar sejarah di SMA kelas X berbasis Kurikulum 2013 adalah inquiri dan group investigation.Kata Kunci : Sejarah, Sarkofagus, Unsur-unsur, Sumber Belajar. This study aims to (1) Describe the history of the existence of sarcophagus in the area of Ponjok Batu temple, Pacung Village, Tejakula Sub-district, (2) Describe the elements contained in sarcophagus that can be used as a source of learning in high school class X, (3) to describe learning strategies applied in utilizing sarcophagus as a source of learning history in high school class X based on Curriculum 2013. This research uses Qualitative Method with stages; (1) Techniques of determining the location of research, this research is located in Pacung Village, Tejakula District, Buleleng Regency, 2) The research approach used Qualitative approach, (3) Informant determination technique, informant determination in this research is purposive sampling and snow ball, (4) Data collection technique, through observation, interview and document study, (5) Data validation technique , method triangulation, and source triangulation, (6) Data analysis technique. The results showed that the history of the existence of sarcophagus in Ponjok Batu temple proved in the vicinity of the temple was once inhabited by people who became supporters of the sarcophagus culture., especially in the days of perundagian and this place has a holy place to buried an high officials who are respected by the local community. The existence of sarcophagus in the area of Ponjok Batu Temple due to the holy direction which requires that the sarcophagus must be placed in Ponjok Batu temple. The elements contained in the sarcophagus that can be used as a source of history learning in the high school can be divided into two, namely the element of real (denotative) and elements of meaning (hidden / connotative). The learning strategy applied in utilizing sarcophagus as a source of learning history in high school class X based Curriculum 2013 is enquiry and group investigation.keyword : History, Sarcophagus, Elements, Learning Resources
PEMERTAHANAN TRADISI NGUSABA DESA SARIN TAHUN DI DESA PADANG BULIA, SUKASADA, BULELENG, BALI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA. Kadek Ariasa .; Drs. I Wayan Mudana,M.Si. .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i2.11408

Abstract

Penelitian ini bertujuan unutuk (1) mengetahui latar belakang tradisi Ngusaba Desa Sarin Tahun di desa Padang Bulia, (2) mengetahui sistem pelaksanaan ritual Tradisi Ngusaba Desa Sarin Tahun, (3) mengetahui aspek- aspek dari tradisi Ngusaba Desa Sarin Tahun yang dapat di implementasikan sebagai sumber belajar Sejarah di SMA. Dalam penelitian ini, dapat dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap- tahap ; (1) Teknik penetuan lokasi penelitian, (2) Teknik penentuan informan, (3) Teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen), (4) Teknik validitas data (triangulasi data, triangulasi metode) dan, (5) Teknik analisis data. Penelitian ini menghasilkan temuan, yakni (1) Latar belakang sejarah tradisi Ngusaba Desa Sari Tahun di desa Padang Bulia, (2) Sistem pelaksanaan upacara Ngusaba Desa Sarin Tahun di desa Padang Bulia (3) Aspek-aspek tradisi Ngusabha Desa Sarin Tahun yang bisa di implementasikan sebagai sumber belajar sejarah sesuai dengan kurikulum 2013.Kata Kunci : Tradisi Ngusaba Desa Sarin Tahun, potensi, sumber belajar, Sejarah, di SMA. This research is aimed to (1) to know the background of tradition Ngusaba Desa Sarin Tahun in Padang Bulia village, (2) to know the ritual system of Ngusaba Desa Sarin Tahun, (3) to know aspects of Ngusaba Desa Sarin Tahun that can be implemented As a source of History learning in high school. In this study, it can be collected using qualitative methods with stages; (3) data collection techniques (observations, interviews, document studies), (4) data validity techniques (data triangulation, triangulation methods) and, (5) analysis techniques Data,. This research yields findings, namely (1) Background of the tradition of Ngusaba Desa Sarin Tahun in Padang Bulia Village, (2) The Implementation System of Ngusaba Desa Sarin Tahun in the Village of Padang Bulia (3) Aspects of tradition Ngusaba Desa Sarin Tahun that can be Implement as a source of historical learning in accordance with the 2013 curriculum.keyword : The Ngusaba Desa Sarin Tahun, potential, learning resource, History, in high school.
Pengajaran Sejarah sebagai Media Penanaman Wawasan Kebangsaan (Studi Kasus di Kelas XI IPS 2 Syamsul Huda, Tegallinggah, Sukasada, Buleleng, Bali) Aniqa Faza .; Dr. Tuty Maryati,M.Pd .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i3.12551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pandangan siswa kelas XI IPS 2 MA Syamsul Huda tentang mata pelajaran sejarah; (2) sistem pembelajaran sejarah di MA Syamsul Huda; (3) persepsi guru dan siswa mengenai wawasan kabangsaan melalui pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan langkah-langkah: (1) Lokasi penelitian di MA Syamsul Huda, Tegallinggah. (2) Penentuan informan menggunakan Purposive Sampling (3) Pengumpulan data melalui Observasi, Kuisioner, Wawancara mendalam, dan studi dokumen (4) Validasi data menggunakan trianggulasi data dan metode; (5) Analisis data menggunakan analisis interaktif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pandangan siswa terhadap mata pelajaran sejarah di MA Syamsul kelas XI IPS 2 sebagian besar menyatakan pelajaran sejarah menarik akan tetapi labih banyak yang tidak menyukai pelajaran sejarah serta pelajaaran sejarah penting bagi siswa MA (Madrasah Aliyah); (2) sistem pembelajaran sejarah di MA Syamsul Huda menggunakan kurikulum agama dari Departemen agama yang kemudian disesuaikan dengan kurikukum nasional yakni kurikulum 2013. (3) Persepsi guru dan siswa mengenai wawasan kebangsaan di MA Syamsul Huda positif dan sudah memenuhi indikator wawasan kebangsaan. Kata Kunci : Pengajaran Sejarah, Wawasan Kebangsaan, Persepsi. This Research aimed to knowing; (1) the view of the students of class XI IPS 2 MA Syamsul Huda about the subjects of history; (2) the history learning system in MA Syamsul Huda; (3) Perceptions of teachers and students about the insights of nationality through learning history. This study used a qualitative approach with steps: (1) Location of research in MA Syamsul Huda, Tegallinggah village; (2) Determination of informants using Purposive Sampling; (3) Data collection through Observation, Questionnaire, In-depth interview, and document study; (4) Validation of data using triangulation of data and methods; (5) Data analysis using interactive analysis. Research results show that: (1) Student's view of history subjects in MA Syamsul class XI IPS 2 mostly stated interesting history lesson but more who do not like history lessons as well as the history of history is important for MA students (Madrasah Aliyah); (2) Historical learning system at MA Syamsul Huda using religion curriculum from Ministry of religion which then adjusted to national curriculum that is curriculum 2013; (3) Perceptions of teachers and students about the national insight in the MA Syamsul Huda positive and already meet the national insight indicators. keyword : Historical Teaching, National Insight, Perception.
TRADISI SAMPI GERUMBUNGAN DI DESA KALIASEM, KECAMATAN BANJAR, KABUPATEN BULELENG, BALI (PEMERTAHANAN DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI RANCANGAN BUKU SUPLEMEN BAHAN AJAR IPS SMP) I Gusti Ayu Ratnasari .; Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i1.12554

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Sistem permainan Sampi Gerumbungan (2) latar belakang pemertahanan tradisi Sampi Gerumbungan oleh masyarakat Desa Kaliasem,(3) Pemanfaatan hasil penelitian tentang Sampi Gerumbungan sebagai rancangan buku suplemen bahan ajar IPS SMP. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah di Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Buleleng. Informan ditentukan dengan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Uji validitas data dilakukan dengan metode triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) Sampi Gerumbungan telah ada jauh sebelum tahun 1910-an dan petani Sampi Gerumbungan terorganisasi dalam kelompok yang disebut baga. Perlengkapan yang digunakan yaitu uga, lampit, penyelah, penanggu, pot, kober, rumbing, badong, keroncongan, dan gelang sapi; (2) alasan pemertahanan Sampi Gerumbungan adalah karena faktor fungsional sebagai sarana naur sangi, identitas budaya Buleleng dan sarana hiburan serta faktor ekonomi; (3) hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai buku suplemen bahan ajar IPS SMP karena mengandung nilai-nilai karakter seperti nilai religius, kejujuran, toleransi, disiplin, kreativitas, semangat kebersamaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, persahabatan, cinta damai, peduli lingkungan, sosial dan tanggung jawab.Kata Kunci : Sampi Gerumbungan, pemertahanan tradisi, buku suplemen, nilai karakter This study aims to know (1) the system of Sampi Gerumbungan’s tradition (2 the reason behind the will to keep the Sampi Gerumbungan tradition alive by Kaliasem Villagers, (3) the use of this study about Sampi Gerumbungan result as draft of supplementary book for social science in Junior High School.This research is a qualitative research that was conducted in Kaliasem Village,.Informans were determined by purposive sampling and snowball sampling.The data validity test was done by triangulation method of source and triangulation method.The result of this research indicated that, (1) sampi Gerumbungan existed well before year 1910s and Sampi Gerumbungan farmers were organized in groups called ‘baga’. The equipment used were uga, lampit, penyelahs, penanggu, pot, kober, rumbing, badong, keroncongan, and cow bracelets called gongseng, (2) the reason for maintaining Sampi Gerumbungan was due to functional factors such as a means of naur sangi, cultural identity of Buleleng and entertainment amusement as well as economic factors; (3) the results of this research can be used as a draft of supplementary book for social science in Junior High School because it contains values of character such as religious values, honesty, tolerance, discipline, creativity, and spirit of togeherness.keyword : Sampi Gerumbungan, tradition retention, suplementary book, character value
SEJARAH TARI PIDATA DI DESA LENEK LOMBOK TIMUR SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA Baiq Zohrah .; Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i1.12559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Sejarah tari pidata di desa Lenek Lombok Timur, (2) Sistem Pementasan tari pidata di desa lenek, dan (3) Unsur-unsur tari pidata yang dapat dijadikan sumber belajar sejarah di SMA. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan langkah-langkah: (1) Penentuan lokasi penelitian, (2) Teknik Penentuan Informan, (3) Metode Pengumpulan data, (Observasi, wawancara, kajian Dokumentasi), (4) Teknik penjaminan keaslian data, (Triangulasi data, Triangulasi metode), (5) Teknik analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) latar belakang kemunculan seni tari pidata yaitu adanya sistem kepercayaan dan keyakinan. (2) pementasan tari pidata dilaksanakan pada saat peringatan hari besar nasional dan juga pada saat hari peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, disamping itu juga untuk mempertahankan keberadaan tari ini yang hampir terkikis oleh arus deras globalisasi. (3) Unsur-unsur dari tari pidata yang dapat di jadikan sumber belajar Sejarah di SMA yaitu unsur historis, unsur pendidikan dan unsur sosial yang dapat di jabarkan pada mata pelajaran Sejarah kelas X semester Genap kurikulum 2013.Kata Kunci : Sejarah tari Pidata, desa Lenek Lombok, Sumber Belajar Sejarah This research aims to understand (1) History dance pidata in the village lenek lombok east, (2) Staging system dance pidata in the village lenek, and (3) Elements dance pidata that can be used as a source of studied history in high school .Research methodology used to research this is the method qualitative by steps: (1) The determination of research sites, (2) The determination of informants technique, (3) data collection method, (Observation, interview, study documentation), (4) Insurance technique the authenticity of data, (data triangulation, triangulation method), (5) data analysis techniques. The results of this study suggest that (1) the background to the emergence of the dance art pidata namely belief systems and beliefs. (2) staging dance pidata implemented at a time of great national memorial day and also at the time of the anniversary to celebrate the Prophet Muhammad, in addition also to defend the existence of this dance are almost eroded by torrential currents of globalization. (3) the elements of dance pidata can make learning resources in the history of high school historical elements, i.e. elements of education and social elements that can be describe on subjects of history Even semester curriculum class X 2013.keyword : Dance Pidata history , village Lenek Lombok , source studied history
Tradisi Mesuryak pada Hari Raya Kuningan di Desa Pakraman Bongan Gede, Tabanan, Bali dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA I Made Cahyana Mp .; Dr. Tuty Maryati,M.Pd .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i1.12561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1)mengetahui latar belakang DesaPakramanBongan Gede melaksanakanTradisiMesuryak pada Hari Raya Kuningan(2)mengetahuitata cara ritual TradisiMesuryak Pada Hari Raya Kuningan, (3) mengetahui potensi dari tradisi Mesuryak yang dapat di jadikan sebagai sumber pembelajaran Sejarah di SMA. Dalam penelitian ini, menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap: (1)lokasi penelitian di desa Pakraman Bongan Gede, Tabanan, Bali (2)Teknik penentuan informan menggunakan Purposive Sampling, lalu dikembangkan dengan Snow Ball (3)Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi dokumen, (4)Teknik penjamin keaslian data menggunakan triangulasi data dantriangulasimetode (5)Teknikanalisis data menggunakan analisis interaktif. Dalam penelitian ini menghasilkan temuan, yakni: (1)Latar belakang sejarah Masyarakat Desa Pakraman Bongan Gede, Desa Bongan melaksanakan Tradisi Mesuryak bertujuan mengantarkan leluhurnya yang turun ke bumi pada saat hari raya Galungan dan kembali pada saat hari raya Kuningan ke surga dengan lapang dada karena melihat keturunannya bergembira pada saat tradisi Mesuryak dilaksanakan, (2)Tata cara Pelaksanaan ritual tradisi Mesuryakdiawali dengan adanya tahap persiapan upacara, persiapan banten sebelum upacara Mesuryak dilaksanakan adanya proses persembahyangan,selesai dipersembahyangan uang yang ada di banten di ambil kemudian dilempar keatas kepala kemudian direbut oleh semua warga Desa Bongan yang ikut menghadiri tradisi Mesuryak; (3)potensi dari tradisi mesuryak yang dapat dijadikansebagai sumber belajar sejarah sesuai dengan kurikulum 2013 melaui (1)aspek kongnitif yang di dalamnya terdapat nilai religius, nilai memperkuat solidaritas sosial, nilai menjaga hubungan harmonis dengan alam, nilai mendapatkan kesejahteraan yang bermartabat, dan nilai tradisi Mesuryakyang dapat dijadikan sebagai media pendidikan, (2) Aspek Kongnitif, (3) Aspek PsikomotorKata Kunci : Tradisi Mesuryak , Potensi, Sumber Belajar, Sejarah This research aims to (1) know the background of DesaPakramanBonganGede implement Mesuryak Tradition on Hari Raya Kuningan (2) to know the ritual procedure of Mesuryak Tradition on Hari Raya Kuningan, (3) to know the potency of Mesuryak tradition which can be made as learning resource History in high school. In this research, using qualitative method with stages: (1) research location in Pakraman village Bongan Gede, Tabanan, Bali (2) Technique determination of informant use Purposive Sampling, then developed with Snow Ball (3) Technique of collecting data through observation, interview, document study, (4) Technique of genuineness of data using triangulation data and triangulation method (5) Technique analyze data use interactive analysis. In this research, the findings are: (1) The historical background of the Desa Pakraman Bongan Gede, Bongan Village perform Mesuryak Tradition is aimed at delivering the ancestors who descended to the earth during the Galungan festivals and returned at the time of the feast of Kuningan to heaven (2) Procedures Implementation of the ritual of Mesuryak tradition begins with the preparation stage of the ceremony, preparation of banten before the ceremony Mesuryak held the process of praying, finished in praying money in Banten taken then thrown up the head then captured by all villagers of Bongan who attended the Mesuryak tradition; (3) the potential of the mesuryak tradition that can serve as a source of historical learning in accordance with the 2013 curriculum through (1) the congenial aspect in which there is religious value, the value of strengthening social solidarity, the value of maintaining harmonious relations with nature, the value of getting dignified welfare, and the value of Mesuryak traditions that can be used as educational media, (2) Congnitive Aspects, (3) Psychomotor Aspectskeyword : Mesuryak Tradition, Potential, Learning Resources, Histor
Co-Authors ., Aniqa Faza ., Baiq Zohrah ., CAHYO BINTORO ., Febri Dwi Cahyo ., Gusti Made Sriwidiari ., I Gusti Ayu Ratnasari ., I Km Ega Mahendra ., I Komang Edi Heliana ., I Made Adi Astawa ., I Made Cahyana Mp ., I Made Reynaldi Ambara Gita ., I Putu Yudi Permana Saputra ., I Wayan Edi Setiawan ., Ilham Yahya ., Kadek Ariasa ., Kadek Dwi Mahayoni ., Komang Gede Arya Bawa ., M BUSAR ., Made Pradnyana Putra ., Muh. Reza Khaeruman Jayadi ., N Iputu Sri Widiastuti ., Ni Putu Budiartini ., NUR MINAH ., NURUS MAULIDA ., Nurus Shobah ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. ., Purwa Aditya ., Putu Agustina Setiawan ., Qori Bayyinaturrosyi ., Rini Anggraini A.A. Istri Pradnyana Asrama P. . Abd. Rasyid Syamsuri Alfarizi, Moh Alif Alfi Syahrin Aniqa Faza . Aryantika, I Kadek Adi Baiq Zohrah . Both, Lusitiana CAHYO BINTORO . Desak Made Oka Purnawati Desak Oka Purnawati Dewa Gede Suma Adnyana . Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Febri Dwi Cahyo . Gede Adi Putra . Gede Okva Wiguna . Ginting, Enni Maharani Br Gusti Ayu Padmawati . Gusti Made Sriwidiari . I Dewa Gede Yoga I Gede Bayu Ary Hermawan . I Gede Justiasa . I Gusti Ayu Ratnasari . I Gusti Made Aryana I Gusti Ngurah Riki Wahyudi . I Gusti Ngurah Riki Wahyudi ., I Gusti Ngurah Riki Wahyudi I Kadek Adi Aryantika I Kadek Adi Widiastika I Kadek Parmadi . I Ketut Agus Adijaya . I Ketut Anom Mahartawan . I Ketut Anom Mahartawan ., I Ketut Anom Mahartawan I Km Ega Mahendra . I Komang Edi Heliana . I Komang Wisujana Putra . I Made Adi Astawa . I Made Cahyana Mp . I Made Citra Wibawa I Made Pageh I Made Reynaldi Ambara Gita . I Nengah Suastika I Nyoman Jampel I Nyoman Oka Hendrawan . I Nyoman Oka Hendrawan ., I Nyoman Oka Hendrawan I Putu Budiana . I Putu Edy Saputra . I Putu Yudi Permana Saputra . I Wayan Agus Suatmika . I Wayan Edi Setiawan . I Wayan Pardi I Wayan Pardi I Wayan Putra Yasa I Wayan Suastra I Wayan Widiana Ida Ayu Widya Pratiwi Ida Bagus Putu Arnyana Ilham Yahya . Ivanka Angelina Dheyanita Prasada Kadek Ariasa . Kadek Ayu Sutarminingsih . Kadek Dwi Mahayoni . Kadek Mega Arista Sinta Devi Kadek Virgotama Krissanta . Kardila, Maria Marisa Ketut Jasiani . Ketut Jasiani ., Ketut Jasiani Komang Gede Arya Bawa . Lathifah, Desi Fairuz Luh Putu Ayu Diah Pratiwi . Luttfy Chateriyan, Ivan M BUSAR . M.Si Drs. I Ketut Margi . Made Pradnyana Putra . Made Wisnu Dwipayani . Made Wisnu Dwipayani ., Made Wisnu Dwipayani Maria Marisa Kardila Mathias Maranata Surbakti Muh. Reza Khaeruman Jayadi . N Iputu Sri Widiastuti . Nengah Cipta Sari . Nengah Cipta Sari ., Nengah Cipta Sari Ngakan Made Viky Purnama Teja . Ngakan Made Viky Purnama Teja ., Ngakan Made Viky Purnama Teja Ni Kadek Dian Lestari . Ni Komang Sukariasih . Ni Komang Sukasih . Ni Komang Sukasih ., Ni Komang Sukasih Ni Komang Trisna Suparwati . Ni Luh Made Ari Darmini . Ni Made Ary Widiastini Ni Made Ninik Susantini . Ni Made Wibhu Satyayu Ni Nyoman Murdani . Ni Nyoman Tri Cahyani . Ni Putu Budiartini . Ni Putu Rai Yuliartini Ni Putu Ristiana Rahitasari Ni Putu Sri Ratna Dewi Ni Wayan Dewi Lasmi ., Ni Wayan Dewi Lasmi Ni Wayan Nonoriati . Ni Wayan Suratni . NUR MINAH . NURUS MAULIDA . Nurus Shobah . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Puger, I Gusti Ngurah Purnawati, Desak Oka Purnawibawa, R. Ahmad Ginanjar Purwa Aditya . Putu Adi Sutama . Putu Adi Sutama ., Putu Adi Sutama Putu Agustina Setiawan . Putu Ari Antara . Putu Sulistyawati Qori Bayyinaturrosyi . Raden Ahmad Ginajar Purnawibawa Raden Ahmad Ginajar Purnawibawa Rini Anggraini . Santhi, Dewa Ayu Aprilia Vidya satria dwi mahendra Satyayu, Ni Made Wibhu Simatupang, Gavin Ar Rasyid Sinta Devi, Kadek Mega Arista Suadnyana, Kadek Nova Sukadi Sukadi Sukadi Sukadi Sulistyawati, Putu Sumiyati , Sumiyati Sumiyati Sumiyati Vita Octavia Anggraini Widiani, Ni Kadek Yiena Yoga, I Dewa Gede Yudi Setiawan