Claim Missing Document
Check
Articles

MAKNA BELIS DALAM PERKAWINAN ADAT PADA MASYARAKAT GUMBANG DESA RIUNG KECAMATAN CIBAL, MANGGARAI SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA Maria Marisa Kardila; Ketut Sedana Arta; I Wayan Putra Yasa
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 9 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v9i3.34605

Abstract

         Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui bentuk belis, fungsi belis, makna belis, dan potensi belis di kampung Gumbang sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap (1) memilih lokasi penelitian di kampung Gumbang Desa riung, (2) teknik penetuan informan dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling dan juga Snow Ball, (3) teknik penjaminan keaslian data menggunakan Triagulasi Data dan Triagulasi Metode, (4) teknik pengumpulan dat dilakukan dengan observasi, wawancara, studi dokumentasi dan teknik analisis data. Hasil penelitian ini adala menunjukan bagaimana, (1) bentuk belis, terdiri dari 5 bentuk yaitu: kuda, kerbau, kambing, babi, dan uang. (2) fungsi belis, terdiri dari 4 fungsi yaitu: fungsi religious, fungsi sosial, fungsi ekonomi, dan fungsi pendidikan.  (3) makna belis. Makna belis di kampung Gumbang ini sebagai tanda kehormataan laki-laki terhadapa perempuan dan orang tua perempuan maupung dengan keluarga besarnya.  Adapun potensi dari tradisi belis berdasarkan hasil analisi kurikulum dan silabus ialah nilai religius, nilai peduli sosial, nilai tanggung jawab, nilai toleransi, nilai pesahabatan, nilai jujur, dan nilai kerja keras, yang selanjutnya akan disusun ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) di SMA.
Sejarah, Struktur dan Fungsi Museum Kesultanan Bulungan Sebagai Sumber Belajar Sejaeah Di SMA Ni Made Wibhu Satyayu; Ketut Sedana Arta; Desak Made Oka Purnawati
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 9 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v9i3.39813

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) latar belakang berdirinya Museum Kesultanan Bulungan, (2) struktur dan fungsi Museum Kesultanan Bulungan, (3) aspek-aspek Museum Kesultanan Bulungan yang dapat dijadikan sumber belajar sejarah di SMA. Metode penelitian yang digunakan yaitu : (1) Pengumpulan data (Heuristik), (2) kritik sumber, (3) interpestasi, (4) historiografi (prinsip penulisan sejarah). Hasil penelitian ini adalah rangkaian peristiwa pada masa Kesultanan Bulungan yang termasuk dalam peristiwa Dwikora pada tahun 1963-1966. Adapun potensi Museum Kesultanan Bulungan hasil analisi kurikulum dan silabus yaitu nilai kerja keras, nilai patriotisme/cinta tanah air, nilai rasa kebangsaan, nilai rasa ingin tahu yang selanjutnya disusun kedalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) agar dapat di manfaatkan sebagai sumber belajar sejarah di SMA
VIHARA DI TENGAH-TENGAH SERIBU PURA (STUDI KASUS TENTANG KONVERSI AGAMA DARI AGAMA HINDU KE AGAMA BUDHA DI DESA ALASANGKER, KECAMATAN BULELENG, KABUPATEN BULELENG-BALI) Ketut Sedana Arta
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v3i1.2922

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui latar belakang adanya anggota masyarakat di Desa Alasangker yang beralih agama dari agama Hindu ke Agama Budha; (2) Untuk mengetahui proses konversi agama dan perkembangan Agama Budha di Desa Alasangker dari awal masuknya sampai sekarang; (3) Untuk mengetahui implikasi konversi agama terhadap keluarga dan desa pakraman Penelitian ini secara metodologis menggunakan pendekatan kualitatif, teknik penentuan informan dengan purposive sampling dan informan terus dikembangkan dengan teknik snowball. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan: (1) Wawancara mendalam dengan membuat pedoman wawancara; (2) Observasi partisipasi. (3) Studi dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa latar belakang konversi agama di Desa Alasangker disebabkan oleh faktor Interen:1) untuk memperbaiki citra diri, hal ini disebabkan masyarakat yang berkonversi agama pada zaman Orde Lama adalah anggota PKI dan Partindo, sehingga segala aktivitasnya dicurigai oleh masyarakat desa. 2) Kurangnya pemahaman terhadap ajaran agama Hindu, yang disebabkan sumber ajaran agama hanya berasal dari lontar dan buku-buku agama Hindu sulit didapatkan di awal tahun 1970-an ditambah pihak PHDI kurang mengadakan pembinaan ke desa-desa tentang agama Hindu. 3) Faktor kemiskinan, kepapaan disebabkan mereka kehilangan orang tua maupun saudara yang menjadi tulang punggung keluarga. Sedangkan faktor eksternal adalah adanya pengaruh ajaran tokoh-tokoh agama Budha yang mempunyai keahlian dan kharisma, kemiripan ajaran agama Hindu dan Budha seperti ajaran hukum karma, punarbawa, dan tujuan akhir agama hidup manusia, kemudahan-kemudahan yang diberikan dari lembaga agama Budha,  seperti pemberian buku-buku secara gratis.
KOLABORASI MASYARAKAT SIPIL, POLITIK, DAN EKONOMI DALAM PEMANFAATAN MODAL SOSIAL (Studi Kasus Daerah Perlindungan Laut di Desa Bondalem, Kabupaten Buleleng) Ketut Sedana Arta
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v1i2.4501

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui alasan maknawi/motif yangmemberikan dorongan bagi Desa Bondalem membentuk Daerah Perlindungan Laut; (2)Untuk mengetahui unsur-unsur pokok modal sosial apa saja yang dikenal pada komunitasdesa Bondalem yang bisa dikolaborasikan dalam kaitannya dengan modal-modal lainya; (3)Untuk mengetahui implikasi penyertaan modal sosial terhadap kehidupan komunitas desaBondalem sebagai Daerah Perlindungan Laut. Penelitian ini secara metodologis menggunakan pendekatan kualitatif. HasilPenelitian ini menunjukkan Alasan maknawi Bondalem yang terkait dengan superstrukturideologi, struktur sosial, dan infrastruktur material yang memberikan dorongan bagi desamembentuk Daerah Perlindungan laut adalah 1) adanya ideologi Tri Hita Karana yangmenginspirasi setiap langkah dan tindakan untuk menyelamatkan terumbu karang. Struktursosial yang berperan terhadap pembentukan DPL di Bondalem adalah pihak pemerintahdalam hal ini diwakili oleh Dinas Kelautan dan Perikanan, LSM (Reef Check Indonesia),pihak pelaku pariwisata (pemilik hotel), unsur masyarakat Bondalem sendiri seperti desadinas, desa pakraman, dan Pecalang Segara. Unsur-unsur modal sosial yang dikenal diDesa Bondalem adalah 1)Ideologi Tri Hita Karana, yang sudah diterapkan bukan lagi dalamtataran teks serta dapat dijadikan resep sosial dalam pembentukan DPL-BM di Desa Bondalem, 2) Trust yang tampak adalah berwujud keinginan dan atau tindakan untukmengambil resiko dalam hubungan-hubungan sosial, 3) Nilai-nilai dan norma dituangkandalam aturan awig-awig yang mengatur aspek parhyangan, pawongan dan palemahan. 4)Resiprositas, dalam konteks ini menyangkut resiprositas desa pakraman, desa dinas, pecalang segara serta resiprositas antarlembaga seperti pemerintah pemilik hotel. 5)Tindakan proaktif, berupa keinginan yang kuat dari anggota kelompok tidak saja untukberpartisipasi, namun juga mencari jalan yang lebih baik secara proaktif. 6) Kepercayaanterhadap kekuatan adikodrati yakni dewa-dewa dan roh leluhur yang ditaati karena dapatmelakukan pengawasan dan mengenakan sanksi kepada siapapun tanpa terikat oleh waktudan ruang. Implikasi penyertaan modal sosial terhadap kehidupan komunitas DesaBondalem sebagai Daerah perlindungan laut adalah 1) lestarinya terumbu karang,2)meningkatnya hasil tangkapan ikan, 3)Meningkatnya kunjungan wisatawan untukmelakukan diving dan snokling yang berimbas kenaikan pada tingkat hunian hotel.
Cross-Indigenous Pembelajara Sejarah Dalam Mengajarkan Nilai-Nilai Multikulturalisme Pada Peserta Didik Ketut Sedana Arta
Candra Sangkala Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jcs.v3i1.33920

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis pendidikan sejarah mengalami perkembangan dewasa ini yang dapat dilihat dari aspek konten maupun pedagogiknya, salah satunya dapat ditelaah dalam pembelajaran sejarah. Pendekatan cross-indigeneus mempunya focus kajian masyarakat mendasatkan pada lingkungan native culture, yang pada tulisan ini berusaha mengaplikasikan cross-indigeneus sebagai pendekatan pembelajaran sejarah dalam penanaman pemahaman budaya. bagaimana memahami kurikulum sejarah dalam Pendidikan multicultural sehingga siswa memiliki pemahaman universalitas lintas budaya. Metode yang digunakan adalah kajian Pustaka yang menggunakan beberapa referensi tentang pembelajaran sejarah berbasis cross-indigeneus. Hasil kajian mengungkapkan bahwa Pendidikan sejarah bisa ikut berperan dalam rangka mendukung tujuan yang ingin dicapai dalam Pendidikan multicultural tersebut, mengingat relevansi pendidikan sejarah dengan berbagai apek kehidupan berbangsapengembangan komponen-komponen kurikulum sejarah itu sendiri.Pembelajaran sejarah dengan pendekatan cross-indigeneus bisa memberikan wawasan baru. Ilustrasi sederhana dari konsep ini, misalnya suatu tema sejarah lokal bisa dikaji dengan bantuan ilmu-ilmu sosial misalnya dikaji dari aspek ekonomi, sosiologi, antropologi, geografi, psikologi.
SEJARAH DAN STRUKTUR PURA SEGARA RUPEK DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA I Kadek Adi Widiastika; I Made Pageh; Ketut Sedana Arta
Candra Sangkala Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jcs.v3i2.47051

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) latar belakang berdirinya Pura Segara Rupek, (2) struktur Pura Segara Rupek, (3) aspek-aspek Pura Segara Rupek yang dapat dijadikan sumber belajar sejarah di SMA. Metode penelitian yang digunakan yaitu: (1) Pengumpulan data (Heuristik), (2) kritik sumber, (3) interpestasi, (4) historiografi (prinsip penulisan sejarah). Hasil penelitian ini menemukan bahwa Pura Segara Rupek merupakan pura baru, yang berdiri pada tahun 2001, strutur pura ini tergolong pura tua. strukturnya Pura Segara Rupek terbagi menjadi dua atau dwi mandala, yaitu jaba sisi (nista mandala) dan jeroan (utama mandala). Adapun potensi Pura Segara Rupek yaitu tempat persembahyangan umat Hindu, tokoh Mpu Siddhimantra, peninggalan berupa bangunan pelinggih, penanaman jiwa kebangsaan dan rasa ingin tahu yang selanjutnya disusun kedalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) agar dapat di manfaatkan sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai keberadaan Pura Segara Rupek sehingga kesucian dan kelestariannya tetap terjaga.
KURIKULUM DAN KONTROVERSI BUKU TEKS SEJARAH DALAM KTSP Ketut Sedana Arta
Media Komunikasi FPIPS Vol. 11 No. 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v11i2.459

Abstract

ABSTRAKAbad ke-21 merupakan abad ilmu pengetahuan yang dapat mempengaruhi seluruh aspek kehidupan manusia, oleh karena itu guru sejarah harus memiliki kompetensi sebagai guru sejarah yang profesional artinya harus ada upaya terus-menerus meningkatkan profesionalisme guru sejarah antara lain menyangkut harga diri yang tinggi sebagai pengemban profesi guru sejarah, penguasaan pengetahuan sejarah yang luas, mendalam serta mutahir, penguasaan keterampilan yang tinggi dalam strategi pembelajaran sejarah, sikap kreatif inovatif serta antisipatif terhadap perkembangan serta tuntutan zaman. Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah, seorang sejarawan pendidik tidak usah takut untuk memberikan materi sejarah yang kontroversial, hal ini penting agar bisa melatih siswa di sekolah agar bisa berpikir kritis analitis terhadap jalannya peristiwa sejarah, apalagi KTSP memberikan ruang gerak yang demikian luas sehingga pembelajaran sejarah tidak kering dan membosankan.Kata Kunci : Kurikulum, kontroversi, buku teks sejarah.
PROSESI UPACARA ARI-ARI DENGAN SISTEM GANTUNG (Studi Kasus pada Masyarakat Desa Adat Bayung Gede Kabupaten Bangli) Ketut Sedana Arta
Media Komunikasi FPIPS Vol. 10 No. 1 (2011)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v10i1.1171

Abstract

Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk menganalisis dasar filosofi penguburan ari-ari dengan sistem gantung dan memformulasikan prosesi upacara penguburan ari-ari dengan sistem gantung pada masyarakat Desa Adat Bayung Gede. Secara khusus tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengkaji dan memformulasikan rasional dasar dan dasar filosofi penguburan ari-ari dengan sistem gantung di Desa Adat Bayung Gede Kabupaten Bangli, (2) untuk mengkaji dan memformulasikan bentuk prosesi upacara penguburan ari-ari dengan sistem gantung pada masyarakat Desa Adat Bayung Gede dan sarana yang digunakan untuk penguburan ari-ari tersebut, dan (3) untuk menganalisis dan memformulasikan faktor penyebab ari-ari yang digantung di pohon bukak tidak menimbulkan bau busuk dan tidak dicari oleh anjing serta tidak dikerumuni lalat. Penelitian ini secara metodologis menggunakan pendekatan kualitatif, instrumen penelitian dalam penelitian ini, menggunakan prinsip bahwa peneliti adalah instrumen utama penelitian (human instrumen). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Dasar historis dan filosofis prosesi upacara ari-ari dengan sistem gantung pa adalah karena masyarakat Bayung Gede karena adanya keyakinan bahwa mereka merupakan keturunan dari tued kayu (pangkal pohon) yang dihidupkan dengan tirta kamandalu yang dibawa dari pulau Jawa oleh titisan Bhatara Bayu. (2) Proses upacara ari-ari dimulai dengan pembelahan kelapa menjadi dua bagian, ari-ari yang telah dipotong dimasukkan ke dalam tempurung diberi abu dapur. Di atasnya diberi kunyit, lemon ngad, sepit, tengeh, dan anget-anget.Tempurung kelapa yang disatukan direkatkan dengan kapur sirih dan diikat dengan tali tabu. (3) Ari-ari bayi yang digantung tidak menimbulkan bau busuk disebakan karena : (a) adanya proses netralisir dari pohon menyan yang berbau harus, sehingga bau busuk yang ditimbulkan oleh proses biologis menjadi berkurang, (b) adanya kunyit dan masem (Kunyit dan jeruk lemon yang dapat meredam bau busuk yang ditimbulkan ketika ari-ari digantung, dan (2) Tengeh (kunyit yang diparut kemudian dicampur dengan pamor ( kapur sirih) dan lemon), yang dapat menghilangkan bau amis dan busuk ari-ari yang ditimbulkan oleh proses biologis, dan (3) Anget-anget (penghangat) terdiri dari sindrong dan mica, yang dapat mengeringkan ari-ari.
VIHARA DI TENGAH-TENGAH SERIBU PURA (STUDI KASUS TENTANG KONVERSI AGAMA DARI AGAMA HINDU KE AGAMA BUDHA DI DESA ALASANGKER, KECAMATAN BULELENG, KABUPATEN BULELENG-BALI). Ketut Sedana Arta; Ni Putu Rai Yuliartini
Media Komunikasi FPIPS Vol. 12 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v12i2.1710

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui latar belakang adanya anggota masyarakat di Desa Alasangker yang beralih agama dari agama Hindu ke Agama Budha; (2) Untuk mengetahui proses konversi agama dan perkembangan Agama Budha di Desa Alasangker dari awal masuknya sampai sekarang; (3) Untuk mengetahui implikasi konversi agama terhadap keluarga dan desa pakraman Penelitian ini secara metodologis menggunakan pendekatan kualitatif, teknik penentuan informan dengan purposive sampling dan informan terus dikembangkan dengan teknik snowball. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan: (1) Wawancara mendalam dengan membuat pedoman wawancara; (2) Observasi partisipasi. (3) Studi dokumen. Dokumen yang dikaji antara lain data statistik yang tersedia di Kantor Kepala Desa, Desa Pekraman, arsif dan buku yang tersimpan di Vihara, foto-foto yang terkait dengan kehidupan desa dinas dan desa pakraman yang relevan dengan masalah penelitian,Untuk menjamin kesahihan data maka dilakukan triangulasi data, sedangkan teknik analisis datanya menggunakan model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa latar belakang konversi agama di Desa Alasangker disebabkan oleh faktor Interen:1) untuk memperbaiki citra diri, hal ini disebabkan masyarakat yang berkonversi agama pada zaman Orde Lama adalah anggota PKI dan Partindo, sehingga segala aktivitasnya dicurigai oleh masyarakat desa. 2) Kurangnya pemahaman terhadap ajaran agama Hindu, yang disebabkan sumber ajaran agama hanya berasal dari lontar dan buku-buku agama Hindu sulit didapatkan di awal tahun 1970-an ditambah pihak PHDI kurang mengadakan pembinaan ke desa-desa tentang agama Hindu. 3) Faktor kemiskinan, kepapaan disebabkan mereka kehilangan orang tua maupun saudara yang menjadi tulang punggung keluarga. Sedangkan faktor eksternal adalah adanya pengaruh ajaran tokoh-tokoh agama Budha yang mempunyai keahlian dan kharisma, kemiripan ajaran agama Hindu dan Budha seperti ajaran hukum karma, punarbawa, dan tujuan akhir agama hidup manusia, kemudahan-kemudahan yang diberikan dari lembaga agama Budha, seperti pemberian buku-buku secara gratis. Kata Kunci: Konversi Agama, Proses, sejarah, Implikasi Konversi. ABSTRACT Target of this research is ( 1) To know background of[is existence of society member in Countryside of Alasangker changing over religion of Hinduism to Buddhism; ( 2) To know religion conversion process and growth of Buddhism [in] Countryside of Alasangker from early entry of hitherto; ( 3) To know implication convert religion to countryside and family of pakraman. This research methodologically use approach qualitative, technique determination of informan with sampling purposive and informan continue to be developed with technique of snowball. In data collecting of researcher use: ( 1) circumstantial Interview by making guidance of interview; ( 2) Observation participation. ( 3) Study document. studied document for example available statistical [in] Office Lead Countryside, Countryside of Pekraman, on file book and arsif[in Shrine, photos which related to life of countryside on duty and countryside of pakraman relevant with problem of Research for guarantee validity of data hence to triangulat data, while technique analyse its data use model of interaktif. Result of this research indicate that background convert religion in Countryside of Alasangker because of factor of Interen:1). to improve;repair x'self image, this matter [is] caused by society which converting religion at Old Order epoch is member of PKI and of Partindo, so that all its activity is suspected by countryside society. 2). lack of the understanding of to Hinduism teaching, caused the source of religion teaching only coming from difficult Hinduism books and papyrus got by in early year 1970-an added by side of PHDI less is performing [of construction to countrysides about religion of Hindu.3). Factor Poorness, poppa caused by them losing of old fellow and also you becoming family backbone. While factor of eksternal is the existence of influence of religion figures teaching of Budha having charisma and membership, Hinduism teaching looking like and of Budha like teaching of hokum karma, punarbawa, and human life religion final purpose, given amenitys of religion institute of Budha like giving of books free of charge. Keyword: Conversion Religion, Process, history, Implication Conversion
PEMETAAN POTENSI WISATA DESA SUMBERKIMA KECAMATAN GROKGAK KABUPATEN BULELENG SESUAI UU NO. 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA Sukadi Sukadi; I Nengah Suastika; Sumiyati Sumiyati; Ketut Sedana Arta
Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1 No 2 (2019): Oktober
Publisher : Program Studi PPKn Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Undiksha Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jmpppkn.v1i2.43

Abstract

Bali merupakan salah daerah tujuan wisata dunia dengan keunggulan kondisi geografis, kondisi sosial budaya masyarakat serta adat istiadat yang unik dan menarik. Dari semua potensi yang ada di Provinsi Bali, tidak semuanya mampu tereksplor dengan baik, khsusunya pada daerah-daerah pedesaan. Salah satunya adalah Desa Sumberkima Kecamatan Grokgak Kabupaten Buleleng yang memiliki potensi wisata sepiritual, pertanian dan bahari, namun belum dapat tereksplorasi dengan baik. Hal ini disebabkan karena berbagai faktor, seperti sumber daya manusia, kondisi sosial budaya, perkembangan ekonomi, birokrasi, dan sarana prasarana Desa. Keluarnya Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa yang memberikan kewenangan pada Desa untuk melaksanakan penyelenggaraan Pemerintahan Desa, pelaksanaan pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan adat istiadat Desa memberikan keleluasan pada Desa untuk memberdayakan semua potensi yang ada, termasuk sektor pariwisata. Bertalian dengan itu pemetaan potensi wisata Desa Sumberkima merupakan program yang strategis untuk mengembangkan Desa Wisata Sumberkima sebagaimana idaman masyarakat.
Co-Authors ., Aniqa Faza ., Baiq Zohrah ., CAHYO BINTORO ., Febri Dwi Cahyo ., Gusti Made Sriwidiari ., I Gusti Ayu Ratnasari ., I Km Ega Mahendra ., I Komang Edi Heliana ., I Made Adi Astawa ., I Made Cahyana Mp ., I Made Reynaldi Ambara Gita ., I Putu Yudi Permana Saputra ., I Wayan Edi Setiawan ., Ilham Yahya ., Kadek Ariasa ., Kadek Dwi Mahayoni ., Komang Gede Arya Bawa ., M BUSAR ., Made Pradnyana Putra ., Muh. Reza Khaeruman Jayadi ., N Iputu Sri Widiastuti ., Ni Putu Budiartini ., NUR MINAH ., NURUS MAULIDA ., Nurus Shobah ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. ., Purwa Aditya ., Putu Agustina Setiawan ., Qori Bayyinaturrosyi ., Rini Anggraini A.A. Istri Pradnyana Asrama P. . Abd. Rasyid Syamsuri Alfarizi, Moh Alif Alfi Syahrin Aniqa Faza . Aryantika, I Kadek Adi Baiq Zohrah . Both, Lusitiana CAHYO BINTORO . Desak Made Oka Purnawati Desak Oka Purnawati Dewa Gede Suma Adnyana . Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Febri Dwi Cahyo . Gede Adi Putra . Gede Okva Wiguna . Ginting, Enni Maharani Br Gusti Ayu Padmawati . Gusti Made Sriwidiari . I Dewa Gede Yoga I Gede Bayu Ary Hermawan . I Gede Justiasa . I Gusti Ayu Ratnasari . I Gusti Made Aryana I Gusti Ngurah Riki Wahyudi . I Gusti Ngurah Riki Wahyudi ., I Gusti Ngurah Riki Wahyudi I Kadek Adi Aryantika I Kadek Adi Widiastika I Kadek Parmadi . I Ketut Agus Adijaya . I Ketut Anom Mahartawan . I Ketut Anom Mahartawan ., I Ketut Anom Mahartawan I Km Ega Mahendra . I Komang Edi Heliana . I Komang Wisujana Putra . I Made Adi Astawa . I Made Cahyana Mp . I Made Citra Wibawa I Made Pageh I Made Reynaldi Ambara Gita . I Nengah Suastika I Nyoman Jampel I Nyoman Oka Hendrawan . I Nyoman Oka Hendrawan ., I Nyoman Oka Hendrawan I Putu Budiana . I Putu Edy Saputra . I Putu Yudi Permana Saputra . I Wayan Agus Suatmika . I Wayan Edi Setiawan . I Wayan Pardi I Wayan Pardi I Wayan Putra Yasa I Wayan Suastra I Wayan Widiana Ida Ayu Widya Pratiwi Ida Bagus Putu Arnyana Ilham Yahya . Ivanka Angelina Dheyanita Prasada Kadek Ariasa . Kadek Ayu Sutarminingsih . Kadek Dwi Mahayoni . Kadek Mega Arista Sinta Devi Kadek Virgotama Krissanta . Kardila, Maria Marisa Ketut Jasiani . Ketut Jasiani ., Ketut Jasiani Komang Gede Arya Bawa . Lathifah, Desi Fairuz Luh Putu Ayu Diah Pratiwi . Luttfy Chateriyan, Ivan M BUSAR . M.Si Drs. I Ketut Margi . Made Pradnyana Putra . Made Wisnu Dwipayani . Made Wisnu Dwipayani ., Made Wisnu Dwipayani Maria Marisa Kardila Mathias Maranata Surbakti Muh. Reza Khaeruman Jayadi . N Iputu Sri Widiastuti . Nengah Cipta Sari . Nengah Cipta Sari ., Nengah Cipta Sari Ngakan Made Viky Purnama Teja . Ngakan Made Viky Purnama Teja ., Ngakan Made Viky Purnama Teja Ni Kadek Dian Lestari . Ni Komang Sukariasih . Ni Komang Sukasih . Ni Komang Sukasih ., Ni Komang Sukasih Ni Komang Trisna Suparwati . Ni Luh Made Ari Darmini . Ni Made Ary Widiastini Ni Made Ninik Susantini . Ni Made Wibhu Satyayu Ni Nyoman Murdani . Ni Nyoman Tri Cahyani . Ni Putu Budiartini . Ni Putu Rai Yuliartini Ni Putu Ristiana Rahitasari Ni Putu Sri Ratna Dewi Ni Wayan Dewi Lasmi ., Ni Wayan Dewi Lasmi Ni Wayan Nonoriati . Ni Wayan Suratni . NUR MINAH . NURUS MAULIDA . Nurus Shobah . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Puger, I Gusti Ngurah Purnawati, Desak Oka Purnawibawa, R. Ahmad Ginanjar Purwa Aditya . Putu Adi Sutama . Putu Adi Sutama ., Putu Adi Sutama Putu Agustina Setiawan . Putu Ari Antara . Putu Sulistyawati Qori Bayyinaturrosyi . Raden Ahmad Ginajar Purnawibawa Raden Ahmad Ginajar Purnawibawa Rini Anggraini . Santhi, Dewa Ayu Aprilia Vidya satria dwi mahendra Satyayu, Ni Made Wibhu Simatupang, Gavin Ar Rasyid Sinta Devi, Kadek Mega Arista Suadnyana, Kadek Nova Sukadi Sukadi Sukadi Sukadi Sulistyawati, Putu Sumiyati , Sumiyati Sumiyati Sumiyati Vita Octavia Anggraini Widiani, Ni Kadek Yiena Yoga, I Dewa Gede Yudi Setiawan