Claim Missing Document
Check
Articles

PURA SIWA SILA GATRA PADANG BULIA, SUKASADA, BULELENG, BALI (SEJARAH, STRUKTUR DAN FUNGSI SERTA POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH LOKAL DI SMA) Komang Gede Arya Bawa .; Dr. Drs. I Made Pageh, M.Hum. .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i2.18121

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) sejarah berdirinya Pura Siwa Sila Gatra di Desa Padang Bulia, Sukasada, Buleleng, Bali, (2) struktur dan fungsi Pura Siwa Sila Gatra, dan (3)potensi yang terdapat di Pura Siwa Sila Gatra di Padang Bulia yang dapat dijadikan sumber belajar sejarah di SMA. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitin sejarah meliputi:(1) Pengumpulan data (heuristic) dengan Observasi, Wawancara, dan Studi dokumen. (2) Kritik Sumber. (3) Interpretasi dan (4) Historiografi. Hasil penelitian menujukkan bahwa: sejarah Pura Siwa Sila Gatra memiliki kaitan erat dengan ditaklukannya Tamblingan oleh Majapahit yang membuat masyarakat Tamblingan bermigrasi ke berbagai daerah. Struktur Pura Siwa Sila Gatra menggunakan konsep dwi mandala yaitu jeroan dan jaba sisi. Fungsi Pura Dalem Jawa yaitu (1) fungsi religius, (2) fungsi sosial, (3) fungsi ekonomi (4) fungsi hiburan, dan (5) fungsi pendidikan. Adapun potensi Pura Siwa Sila Gatra ialah aspek historis, aspek peninggalan meliputi pelinggih lontar, meru tumpang pitu, dan pendidikan karakter. Kata Kunci : sejarah, Pura Siwa Sila Gatra, sumber belajar sejarah This study aims to determine: (1) the history of the establishment of Shiva Sila Gatra Temple in Padang Bulia Village, Sukasada, Buleleng, Bali, (2) the structure and function of Shiva Sila Gatra Temple, and (3) the potential contained in Siwa Sila Gatra Temple in Padang Bulia which can be used as a source of historical learning in high school. The research method used is the method of historical research including: (1) Data collection (heuristics) with Observation, Interviews, and Study documents. (2) Source Criticism. (3) Interpretation and (4) Historiography. The results of the study show that: the history of Siwa Sila Gatra Temple has a close connection with the conquest of Tamblingan by Majapahit which made the Tamblingan community migrate to various regions. Siwa Sila Gatra Temple structure uses two mandala concepts, inner temples and outer temples. The functions of the Siwa Sila Gatra Temple are (1) religious functions, (2) social functions, (3) economic functions (4) entertainment functions, and (5) educational functions. The potential of Shiva Sila Gatra Temple is a historical aspect, inheritance aspects include pelinggih lontar, meru tumpang pitu, and character education.keyword : history, Siwa Sila Gatra Temple, a source of learning history
Sejarah dan Struktur Banua Menyali, di Buleleng - Bali : Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA I Komang Edi Heliana .; Dr. Drs. I Made Pageh, M.Hum. .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i2.18131

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Latar belakang empat desa yang memiliki sebuah ikatan membentuk suatu Banua Meyali, (2) Hubungan sosial keagamaan empat desa sebagai pencerminan dari hubungan Banua Menyali, (3) Sejarah dan struktur Banua Menyali di Buleleng – Bali dapat digunakan sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah, sehingga langkah-langkah yang dilakukan adalah (1) Heuristik; (2) Kritik Sumber; (3) Interpretasi; (4) Historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) Banua Menyali telah ada pada tahun 1044-an, dilatarbelakangi seorang tokoh dari Desa Menyali bernama Jero Pasek Sakti Menyali melakukan persemedian di Pura Puncak Mangu (di daerah Desa Lemukih). Dan mendapatkan paica (anugrah) berupa Padi Berbuah Ketupat, dan Kapas Mebuah Kamen ; (2) Hubungan sosial keagamaan empat desa sebagai pencerminan dari hubungan Banua Menyali nampak pada aspek Ritual Bersama (Keagamaan), Pelaksanaan Gotong Royong, dan aspek Pengaturan Sistem Perkawinan; (3) Banua Menyali di Buleleng – Bali dapat digunakan sebagai sumber belajar Sejarah di SMA karena mengandung nilai historis sebagai salah satu peninggalan sistem kemasyarakatan dari konsep Bali Aga yang dapat dijadikan sumber belajar sejarah lokal di SMA.Kata Kunci : Banua Menyali, Pencerminan Hubungan Banua, dan Sebagai Sumber Belajar The purpose of this study was to find out (1) the background of the four villages that had a bond forming a Banua Meyali, (2) the social relations of the four villages as a reflection of Banua's relationship, (3) the history and structure of Banua in Baleleng - Bali used as a source of historical learning in high school. This research is a historical research, so the steps taken are (1) Heuristics; (2) Source Criticism; (3) Interpretation; (4) Historiography. The results of this study indicate that, (1) Banua Menyali existed in the year 1044, against the background of a figure from Menyali Village named Jero Pasek Sakti Conducting a ceremony at Puncak Mangu Temple (in the Lemukih Village area). And get paica (gift) in the form of Padi Berbuah Ketupat, and Kapas Mebuah Kamen; (2) The socio-religious relationship of the four villages as a reflection of the Banua Menyali relationship appears in the aspects of the Joint Ritual (Religious), the Implementation of Mutual Cooperation, and aspects of the Regulation of the Marriage System; (3) Banua Spread in Buleleng - Bali can be used as a source of learning History in high school because it contains historical value as one of the social system inheritance from the Bali Aga concept which can be used as a source of learning local history in high school.keyword : Banua Menyali, Reflection of Relationships Banua and As Learning Resources
Makam Chabib Umar Bin Yusuf Al-Magribi Di Desa Candikuning, Bedugul: Sejarah, Dampak Sosial Ekonomi Dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Di SMA NUR MINAH .; Dr. Drs. I Made Pageh, M.Hum. .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i2.18194

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Sejarah pendirian makam Chabib Umar Bin Yusuf Al- Magribi di Desa Candikuning, (2) Dampak sosial ekonomi bagi masyarakat Desa Candikuning, (3) Potensi makam Chabib Umar Bin Yusuf Al- Magribi di Desa Candikuning, Bedugul dapat digunakan sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah, sehingga langkah-langkah yang dilakukan adalah (1) Heuristik; (2) Kritik Sumber; (3) Interpretasi; (4) Historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) Sejarah pendirian makam Chabib Umar Bin Yusuf Al- Magribi dengan ditemukannya lokasi makam yang terletak di atas bukit bedugul Desa Candikuning pada tahun 1940-an yang disinyalir merupakan makam seorang tokoh penyebar agama Islam yang berasal dari Timur Tengah. (2) Dampak sosial ekonomi dari Makam Chabib Umar Bin Yusuf Al- Magribi bagi masyarakat di Desa Candikuning, Bedugul adalah dampak mengenai mata pencaharian masyarakat sekitar makam, pendapatan masyarakat sekitar makam, serta interaksi sosial yang terjadi di dalam masyarakat. (3) Makam Chabib Umar Bin Yusuf Al- Magribi mengandung nilai historis sebagai salah satu tokoh penyebar agama Islam di Bali dan merupakan salah satu wali pitu yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah lokal di SMA. Kata Kunci : Sejarah, Dampak Sosial Ekonomi, dan Sebagai Sumber Belajar Sejarah The purpose of this study was to find out (1) History of the chabib Umar Bin Yusuf Al- Magribi tomb in the village of Candikuning, (2) Socio economic impact for the community in the village of Candikuning, (3) Potential of the tomb of Chabib Umar Bin Yusuf Al- Magribi in the village of Candikuning, Bedugul can be used as a source of historical learning in high school. This research is a historical research, so the steps taken are (1) Heuristics; (2) Source Criticism; (3) Interpretation; (4) Historiography. The results of this study indicate that, (1) The history of the establlishment of the Chabib Umar Bin Yusuf Al- Magribi tomb with the discovery of the location of the tomb located on the hill of the village of Candikuning Bedugul in the 1940s which was allegedly the tomb of a prominent Muslim propagator from the Middle East. (2) The socio economic impact of the Chabib Umar Bin Yusuf Al- Magribi tomb for the community in the village of Candikuning, Bedugul is the impact on the livelihoods of the people around the tomb, as well as the social interactions that occur within the community. (3) The tomb of Chabib Umar Bin Yusuf Al- Magribi containts historical value as one of the leaders of the spread of Islam in Bali and is one of the guardians who can be used as a source of learning local history in high school.keyword : History, Socio-Economic impact, and as a Source of Learning History
JEJAK KEPAHLAWANAN KHR. ASAD SYAMSUL ARIFIN SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI MA IBRAHIMI PONDOK PESANTREN SYALAFIYAH SYAFI'IYAH SUKOREJO, SITUBONDO JAWA TIMUR M BUSAR .; Dr. Drs. I Made Pageh, M.Hum. .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i2.18267

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Jejak kepahlawanan Kyai As’ad Samsul Arifin melawan Sekutu dan Belanda, (2) Nilai-nilai yang terkandung dalam perjuangan Kyai As’ad Samsul Arifin, (3) Nilai-nilai kepahlawanan Kyai As’ad Samsul Arifin dikemas menjadi sumber belajar Sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu:(1)Teknik penentuan lokasi penelitian; (2) Teknik penentuan informan; (3) Teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, Studi dokumen dan studi fustaka); (4) Teknik validasi data (Triangulasi data, triangulasi metode); (5) Teknik analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Kyai As’ad Samsul Arifin merupakan tokoh yang baru diangakat menjadi pahlawan nasional, beliau adalah ulama NU yang dikenal kharismatik dan sangat disegani oleh ulama lainnya. Selama hidupnya, Kyai As’ad berjuang untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa. Pada masa penjajahan Jepang kyai As’ad Syamsul Arifin pernah berinisiatif mencuri senjata dan amunisi dari gedung senjata Jepang yang ada di Kecamatan Kalisat, Jember.Pada masa perjuangan fisik, Kyai As`ad Syamsul Arifin bergabung dengan laskar Sabilillah yang pernah terlibat kontak senjata dengan Belanda di Surabaya, dan di masa pemerintahan Orde Baru peranan Kyai As’ad syamsul Arifin sangat menentukan keutuhan NKRI, akibat diterapkannya Pancasila Sebagai Asas Tunggal. Nilai-nilai kepahlawanan yang terkandung dari Kyai As’ad Syamsul Arifin anatar lain: (1) Nilai Keberanian (2 ) Nilai Patriotisme (3) Nilai Kemandirian. Nilai kepahlawanan Kyai As’ad Syamsul arifin dapat dikemas menjadi sumber belajar sejarah pada materi perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Sekutu dan Belanda. Kata Kunci : Kata kunci: Kyai As’ad Samsul Arifin, Pahlawan Nasional, Sumber Belajar Sejarah ABSTRACT The purpose of this study was to find out (1) the heroic traces of the As'ad Kyai Samsul Arifin against the Allies and the Netherlands, (2) The values contained in the struggle of Kyai As'ad Samsul Arifin, (3) The heroic values of Kyai As'ad Samsul Arifin is packaged as a source of learning history. This study uses a qualitative descriptive approach, namely: (1) Techniques for determining the location of research; (2) Informant determination techniques; (3) Data collection techniques (observation, interviews, document studies and literature studies); (4) Data validation techniques (data triangulation, method triangulation); (5) Data analysis techniques. The results of this study indicate that, Kyai As'ad Samsul Arifin is a new figure who has been deemed to be a national hero, he is a NU cleric known for being charismatic and highly respected by other scholars. During his life, Kyai As’ad struggled to uplift the dignity of the nation. During the Japanese occupation kyai As'ad Syamsul Arifin had taken the initiative to steal weapons and ammunition from Japanese weapons buildings in Kalisat District, Jember. in Surabaya, and during the New Order government the role of Kyai As'ad syamsul Arifin greatly determined the integrity of the Unitary Republic of Indonesia, due to the implementation of Pancasila as the Sole Principle. The heroic values contained in Kyai As’ad Syamsul Arifin are: (1) Value of Courage (2) Value of Patriotism (3) Value of Independence. The heroic value of Kyai As'ad Syamsul arifin can be packaged as a source of learning history in material struggle in defending independence from the threat of the Allies and the Netherlands. keyword : Keyword: Kyai As'ad Samsul Arifin, National Hero, Historical Learning Source
MONUMEN PERJUANGAN AMARTA YUDA DI DESA PATAS, GEROKGAK, BULELENG ( Latar Belakang Pendirian, Bentuk dan Potensinya Sebagai Sumber Pembelaran IPS di SMP) Ilham Yahya .; Dr. Drs. I Made Pageh, M.Hum. .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i2.18980

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hal berikut (1) Latar belakang berdirinya Monumen Amartha Yudha desa Patas (2) bentuk Monumen Perjuangan Amartha Yudha (3) Potensi apa saja dari Monumen Perjuangan Amartha Yudha yang dapat dikembangkan sebagai media pembelajaran IPS di SMP . Dalam penelitian ini, dapat dikumpulkan dengan menggunakan metode sejarah dengan tahap-tahap penelitian sebagai berikut; (1) Tahap Pengumpulan Data, (observasi, wawancara, studi dokumen), (2) Trianggulasi ( verifikasi), (3) dan Interpretasi, ( Analisis Data) Adapun Hasil Dari penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) Latar belakang berdirinya Monumen Amartha Yuda adalah untuk mengenang perlawanan pemuda dalam memepertahankan kemerdekaan (2) Bentuk Monumen Perjuangan Amartha Yudha merupakan monument non figure, bentuknya menyerupai MONAS. (3) Potensi Monumen Perjuangan Amartha Yudha yang dapatl dikembangkan sebagai media pembelajaran IPS sesuai dengan kurikulim 2013 di SMP berupa Artefak dan Sejarah monumen amartha YudhaKata Kunci : Monumen Amartha Yudha, Bentuk Monumen, Media Pembelajaran. The purpose of this study was to find out the following (1) The background of the establishment of Amartha Yudha Monument in Patas village (2) the form of Amartha Yudha Struggle Monument (3) Any potential of the Amartha Yudha Monument of Struggle which can be developed as a medium for social studies learning in junior high schools. In this study, it can be collected using historical methods with the following stages of research; (1) Data Collection Phase (observation, interview, document study), (2) Trianggulasi (verification), (3) and Interpretation (Data Analysis) The results of this study indicate that, (1) Background of the establishment of the Amartha Monument Yuda is to commemorate the resistance of youth in maintaining independence (2) Form of Monument of Struggle Amartha Yudha is a non-figure monument, its shape resembles that of MONAS. (3) Potential of Amartha Yudha Struggle Monument which can be developed as social studies learning media in accordance with the 2013 curriculum in junior high school in the form of artefacts and history of the amartha Yudha monumentkeyword : Amartha Yudha Monument, Shape of Monument, Learning Media.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) BERBANTU VIDEO SCRIBE PADA MATERI POKOK PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SEJARAH KELAS XI IPS 2 di SMA NEGERI 3 SINGARAJA SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2019/2020 N Iputu Sri Widiastuti .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd. .; Dr. Tuty Maryati, M.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i3.26384

Abstract

Latar belakang penelitian ini karena terdapat masalah berupa motivasi dan hasil belajar dalam proses pembelajaran di kelas XI IPS 2 SMAN 3 Singaraja. Penelitian ini bertujuan.Penelitian ini bertujuan; (1) Mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa kelas XI IPS 2 melalui penerapan model pembelajaran CTL berbantu video scribe, (2) Mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas XI IPS 2, (3) Mengetahui respon siswa kelas XI IPS 2 terhadap penerapan model pembelajaran CTL berbantu video scribe. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas. Tahap-tahap yang dilakukan dalam PTK yaitu (1) penentuan subjek penelitian, (2) membuat rencana tindakan, (3) melaksanakan tindakan, (4) observasi, (5) evaluasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) motivasi belajar siswa kelas XI IPS 2 pada siklus I adalah 59,80%, meningkat menjadi 65,77% pada siklus II dengan kategori tinggi; (2) rata-rata hasil belajar siswa kelas XI IPS 2 pada siklus I adalah 71,70% dan ketuntasan belajar siswa mencapai 61,29%, meningkat menjadi 77,87% dengan kategori sedang dan ketuntasan belajar siswa mencapai 77,41% pada siklus II; (3) respon siswa kelas XI IPS 2 terhadap model pembelajaran CTL berbantu video scribe pada siklus I mencapai rata-rata 38,96%, meningkat menjadi 43,16% pada siklus II dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa melalui penerapan model pembelajaran CTL berbantu video scribe dapat meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar sejarah pada siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 3 Singaraja semester genap tahun pelajaran 2019/2020. Kata Kunci : CTL, Video Scribe, Motivasi Belajar, Hasil Belajar, sejarah The background of this study is because there are problems in the form of motivation and learning outcomes in the learning process in class XI IPS 2 of SMAN 3 Singaraja.The purpose of this study are; (1) To know the increase in students' motivation in class XI IPS 2 of SMA Negeri 3 Singaraja through the application of the CTL learning model assisted with video scribe in history subjects, (2) To know the increase in student learning outcomes of class XI IPS 2, (3) To know the response Class XI IPS 2 students towards applying CTL learning models with video scribe. This research is a type of Classroom Action Research (CAR). The stages carried out in CAR are (1) determining the research subject, (2) making an action plan, (3) carrying out the action, (4) making observations, (5) evaluating and reflecting. The results showed: (1) students' motivation in class XI IPS 2 in cycle I was 59.80%, increasing to 65.77% in cycle II with a high category; (2) the average student learning outcomes in class XI IPS 2 in the first cycle was 71.70% and students 'learning completeness reached 61.29%, increased to 77.87% with the medium category and students' learning completeness reached 77.41% at cycle II; (3) the responses of students of class XI IPS 2 to the CTL learning model assisted by video scribe in the first cycle reached an average of 38.96%, increasing to 43.16% in the second cycle with a high category.Based on the results of this study, it is known that through the application of the CTL video scribe learning model can increase learning motivation and historical learning outcomes in class XI IPS 2 students of SMA Negeri 3 Singaraja even semester semester 2019/2020.keyword : CTL, Video Scribe, Motivation Learning, Learning Outcomes, history
PURA BLANJONG DI DESA SANUR KAUH, DENPASAR SELATAN, BALI (Sejarah, Struktur, Fungsi dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA) Ni Putu Budiartini .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd. .; Dra. Desak Made Oka Purnawati, M.Hum. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i3.26467

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) Mengetahui sejarah Pura Blanjong di Desa Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Bali (2) Mengetahui struktur dan fungsi Pura Blanjong (3) Mengetahui potensi Pura Blanjong sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan langkah-langkah: (1) Penentuan lokasi penelitian (2) Penentuan informan (3) Pengumpulan Data (4) Teknik validasi data (triangulasi data, triangulasi metode) dan (5) Teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa; (1) Sejarah Pura Blanjong tidak bisa dilepaskan dari adanya prasasti yang kemudian lebih dikenal dengan Prasasti Blanjong. Sesuai dengan apa yang tersurat dalam Prasasti Blanjong tempat yang sekarang menjadi lokasi Pura Blanjong ini merupakan tempat memperingati kemenangan Sri Kesari Warmadewa melawan musuh-musuhnya (2) Struktur Pura Blanjong di Desa Sanur Kauh terdiri dari dua halaman, yakni nista mandala (jaba sisi), utama mandala (jeroan). Fungsi Pura Blanjong secara umum dapat dibagi lima yakni, (1) Fungsi Prasasti Blanjong (Sebagai Media Komunikasi, Sebagai Sumber Sejarah) (2) Fungsi Religius (3) Fungsi Sosial (4) Fungsi Budaya (5) Fungsi Pendidikan. (3) Potensi yang di miliki Pura Blanjong sebagai sumber belajar sejarah di SMA, yakni : (1) Aspek Historis (2) Aspek Peninggalan. Kata Kunci : Pura, Sejarah,Struktur, Fungsi, Sumber Belajar Sejarah The purpose of this study are: (1) To know the history of Blanjong Temple in Sanur Kauh Village, South Denpasar, Bali (2) To know the structure and function of Blanjong Temple (3) To know the potential of Blanjong Temple as a source of history learning in high school. This research is a qualitative research, with the steps: (1) the determination of recipient research (2) the determination of informants (3) data collection (4) a technique of data validation ( triangulation of data , triangulation of a method of ) and (5) the technique of data analysis. The results showed that; (1) The history of Blanjong Temple cannot be separated from the existence of an inscription which later became better known as the Blanjong Inscription. In accordance with what is written in Blanjong Inscription, the place that is now the location of Blanjong Temple is a place to commemorate the victory of Sri Kesari Warmadewa against its enemies (2) The structure of Blanjong Temple in Sanur Kauh Village consists of two pages, namely nista mandala (jaba sisi), main mandala (jeroan). The function of Blanjong Temple in general can be divided into five namely, (1) Blanjong Inscription Function (As a Communication Media, As a Source of History), (2) Religious Function (3) Social Function (4) Cultural Function (5) Educational Function. (3) The potential possessed by Blanjong Temple as a source of history learning in high school, namely: (1) Historical Aspects (2) Heritage Aspects.keyword : Temple, History, Structure, Function, Historical Learning Sourche.
KEHIDUPAN MASYARAKAT KRISTEN KATOLIK DI DESA EKASARI DUSUN PALASARI, MELAYA, JEMBRANA-BALI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA KELAS XI I Kadek Adi Aryantika; Ketut Sedana Arta; I Wayan Putra Yasa
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v9i1.30907

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bagaimana sejarah keberadaan masyarakat Kristen Katolik di Dusun Palasari. (2) Bagaimana praktik kehidupan masyarakat Kristen Katolik di Dusun Palasari. (3) Apa aspek-aspek kehidupan masyarakat Kristen Katolik di Dusun Palasari sebagai sumber belajar sejarah di SMA kelas XI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang meliputi: (1) Lokasi penelitian, (2) Teknik penentuan informan, (3) Teknik pengumpulan data, (4) Teknik penjaminan keaslian data, (5) Teknik analisis data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penyebaran agama Kristen Katolik terjadi di Tuka, yang membuat banyak masyarakat Tuka beralih agama ke Kristen Katolik hinggal menyebabkan konflik dan membuat masyarakat yang beragama Kristen Katolik bertransmigrasi ke Palasari, dalam perkembangan umat Katolik di Palasari sangat pesat sehinggal tanah awal yang diberikan menjadi sempit karena banyak pendatang yang datang ke Palasari sehingga P. Simon Buis meminta tanah dan diberikan tanah di Palasari Baru. Dalam perkembangan umat di Palasari baru semua kehidupan ditata terutama pembangunan gereja, dan dalam kehidupan masyarakat Kristen Katolik di Palasari masih mempergunakan identitas Bali dan konsep asli Bali di Palasari, yang membuat kehidupan masyarakat Kristen Katolik Palasri dapat digunakan sebagai sumber belajar sejarah karena sesui dengan silabus sejarah Indonesia, terdapat beberapa aspek-aspek yang dapat digunakan sebagai sumber belajar antara lain, aspek sejarah, aspek peninggalan, dan aspek pendidika karakter Kata kunci: Palasari, kehidupan masyarakat Kristen Katolik, sumber belajar sejarah, migrasi, identitas Bali, konsep Bali, dan pendidika karakter. ABSTRACT This study aims to determine: (1) How is the history of the existence of the Catholic Christian community in Palasari Village. (2) How is the practice of the life of the Catholic Christian community in Palasari Hamlet. (3) What are the aspects of the life of the Catholic Christian community in Palasari Hamlet as a source of learning history in class XI SMA. The method used in this research is descriptive qualitative which includes: (1) research location, (2) informant determination techniques, (3) data collection techniques, (4) data authenticity assurance techniques, (5) data analysis techniques. The results of this study indicate that the spread of Catholic Christianity occurred in Tuka, which made many Tuka people convert to Catholic Christianity to cause conflict and make Catholic Christians transmigrate to Palasari, in the development of Catholics in Palasari very rapidly so that the initial land was given. became narrow because many immigrants came to Palasari so P. Simon Buis asked for land and was given land in Palasari Baru. In the development of the people in Palasari, only life has been arranged, especially the construction of the church, and in the life of the Catholic Christian community in Palasari they still use Balinese identity and the original Balinese concept in Palasari, which makes the life of the Palasri Catholic Christian community a source of historical learning because it is in accordance with the historical syllabus Indonesia, there are several aspects that can be used as a source of learning, including historical aspects, heritage aspects, and character education aspects. Keywords: Palasari, Catholic Christian community life, historical learning resources, migration, Balinese identity, Balinese concept, and character education.
KONVERSI AGAMA DARI AGAMA HINDU KE AGAMA KRISTEN DI BANJAR UNTAL- UNTAL, DESA DALUNG, BADUNG DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA Putu Sulistyawati; Desak Made Oka Purnawati; Ketut Sedana Arta
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v9i1.31496

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) sejarah konversi agama dari Agama Hindu ke Agama Kristen di Banjar Untal -  Untal 1931-1935, (2) proses konversi agama dari Agama Hindu ke Agama Kristen di Banjar Untal – Untal 1931-1935, (3) aspek – aspek dari konversi agama dari Agama Hindu ke Agama Kristen di Banjar Untal – Untal 1931-1935 yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah  metode penelitian  sejarah dengan  pendekatan  kualitatif  meliputi : (1) heuristik ( mencari jejak/sumber data, (2) kritik sumber atau verifikasi (pengujian sumber data), (3) interpretasi ( aktivitas menafsirkan data ), dan (4) historiografi ( penulisan sejarah ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : sejarah konversi agama dari Agama Hindu ke Agama Kristen di Untal-Untal 1931-1935 dilatarbelakangi oleh aktivitas zending Tsang To Hang. Proses konversi agama di Banjar Untal-Untal menghasilkan 12 orang yang dibaptis dan menjadi perintis perkembangan Kristen. Adapun potensi sejarah konversi agama dari agama Hindu ke Agama Kristen di Banjar Untal-Untal 1931-1935 sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMA kelas XI dapat dilihat dari beberapa aspek di antaranya aspek pendidikan karakter (nilai religius, toleransi, komunikatif, cinta damai dan peduli sosial), aspek pendidikan, aspek peninggalan (Gereja Betlehem, monument baptisan pertama), dan aspek sejarah yang selanjutya dikemas dalam buku suplemen pembelajaran.
HUBUNGAN SOSIOKULTURAL NYEGARA GUNUNG ANTARA PURA PEGONJONGAN DENGAN PURA DALEM BALINGKANG SERTA POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH Kadek Mega Arista Sinta Devi; Tuty Maryati; Ketut Sedana Arta
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v9i2.31498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) untuk mengetahui kondisi sosial-budaya di sekitar Pegonjongan dan Dalem Balingkang. (2) untuk mengetahui pola hubungan nyegara gunung antara Pegonjongan dan Dalem Balingkang. (3) untuk mengetahui aspek-aspek dari hubungan sosiokultural nyegara gunung antara Pegonjongan dan Dalem Balingkang sebagai sumber belajar sejarah. Metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif meliputi: (1) lokasi penelitian terletak di Pura Pegonjongan, Desa Sambirenteng, Buleleng, Bali dan Pura Dalem Balingkang, Desa Pinggan, Bangli, Bali. (2) teknik penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling dan snow ball. (3) teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, studi dokumen. (4) teknik validasi data menggunakan triangulasi metode dan triangulasi sumber. (5) teknis analisis data terdiri dari: pengumpulan data, pengolahan data, dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pola hubungan nyegara gunung berkaitan dengan kedatangan pedagang Cina yang mendarat di Pantai Timur Bali Utara, kemudian terjadi akulturasi antara kebudayaan Bali Kuno dengan Cina serta amalgamasi antara Raja Bali Kuno dengan Putri Cina yang mempengaruhi dinamika masyarakat Bali. Sehingga adanya beberapa kesamaan budaya antara Pegonjongan dan Dalem Balingkang. hubungan sosiokultural nyegara gunung antara Pegonjongan dan Dalem Balingkang yang dapat digunakan sebagai sumber belajar sejarah: aspek spiritual, aspek sosial, aspek pengetahuan, aspek historis, dan aspek peninggalan.
Co-Authors ., Aniqa Faza ., Baiq Zohrah ., CAHYO BINTORO ., Febri Dwi Cahyo ., Gusti Made Sriwidiari ., I Gusti Ayu Ratnasari ., I Km Ega Mahendra ., I Komang Edi Heliana ., I Made Adi Astawa ., I Made Cahyana Mp ., I Made Reynaldi Ambara Gita ., I Putu Yudi Permana Saputra ., I Wayan Edi Setiawan ., Ilham Yahya ., Kadek Ariasa ., Kadek Dwi Mahayoni ., Komang Gede Arya Bawa ., M BUSAR ., Made Pradnyana Putra ., Muh. Reza Khaeruman Jayadi ., N Iputu Sri Widiastuti ., Ni Putu Budiartini ., NUR MINAH ., NURUS MAULIDA ., Nurus Shobah ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. ., Purwa Aditya ., Putu Agustina Setiawan ., Qori Bayyinaturrosyi ., Rini Anggraini A.A. Istri Pradnyana Asrama P. . Abd. Rasyid Syamsuri Alfarizi, Moh Alif Alfi Syahrin Aniqa Faza . Aryantika, I Kadek Adi Baiq Zohrah . Both, Lusitiana CAHYO BINTORO . Desak Made Oka Purnawati Desak Oka Purnawati Dewa Gede Suma Adnyana . Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Febri Dwi Cahyo . Gede Adi Putra . Gede Okva Wiguna . Ginting, Enni Maharani Br Gusti Ayu Padmawati . Gusti Made Sriwidiari . I Dewa Gede Yoga I Gede Bayu Ary Hermawan . I Gede Justiasa . I Gusti Ayu Ratnasari . I Gusti Made Aryana I Gusti Ngurah Riki Wahyudi . I Gusti Ngurah Riki Wahyudi ., I Gusti Ngurah Riki Wahyudi I Kadek Adi Aryantika I Kadek Adi Widiastika I Kadek Parmadi . I Ketut Agus Adijaya . I Ketut Anom Mahartawan . I Ketut Anom Mahartawan ., I Ketut Anom Mahartawan I Km Ega Mahendra . I Komang Edi Heliana . I Komang Wisujana Putra . I Made Adi Astawa . I Made Cahyana Mp . I Made Citra Wibawa I Made Pageh I Made Reynaldi Ambara Gita . I Nengah Suastika I Nyoman Jampel I Nyoman Oka Hendrawan . I Nyoman Oka Hendrawan ., I Nyoman Oka Hendrawan I Putu Budiana . I Putu Edy Saputra . I Putu Yudi Permana Saputra . I Wayan Agus Suatmika . I Wayan Edi Setiawan . I Wayan Pardi I Wayan Pardi I Wayan Putra Yasa I Wayan Suastra I Wayan Widiana Ida Ayu Widya Pratiwi Ida Bagus Putu Arnyana Ilham Yahya . Ivanka Angelina Dheyanita Prasada Kadek Ariasa . Kadek Ayu Sutarminingsih . Kadek Dwi Mahayoni . Kadek Mega Arista Sinta Devi Kadek Virgotama Krissanta . Kardila, Maria Marisa Ketut Jasiani . Ketut Jasiani ., Ketut Jasiani Komang Gede Arya Bawa . Lathifah, Desi Fairuz Luh Putu Ayu Diah Pratiwi . Luttfy Chateriyan, Ivan M BUSAR . M.Si Drs. I Ketut Margi . Made Pradnyana Putra . Made Wisnu Dwipayani . Made Wisnu Dwipayani ., Made Wisnu Dwipayani Maria Marisa Kardila Mathias Maranata Surbakti Muh. Reza Khaeruman Jayadi . N Iputu Sri Widiastuti . Nengah Cipta Sari . Nengah Cipta Sari ., Nengah Cipta Sari Ngakan Made Viky Purnama Teja . Ngakan Made Viky Purnama Teja ., Ngakan Made Viky Purnama Teja Ni Kadek Dian Lestari . Ni Komang Sukariasih . Ni Komang Sukasih . Ni Komang Sukasih ., Ni Komang Sukasih Ni Komang Trisna Suparwati . Ni Luh Made Ari Darmini . Ni Made Ary Widiastini Ni Made Ninik Susantini . Ni Made Wibhu Satyayu Ni Nyoman Murdani . Ni Nyoman Tri Cahyani . Ni Putu Budiartini . Ni Putu Rai Yuliartini Ni Putu Ristiana Rahitasari Ni Putu Sri Ratna Dewi Ni Wayan Dewi Lasmi ., Ni Wayan Dewi Lasmi Ni Wayan Nonoriati . Ni Wayan Suratni . NUR MINAH . NURUS MAULIDA . Nurus Shobah . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Puger, I Gusti Ngurah Purnawati, Desak Oka Purnawibawa, R. Ahmad Ginanjar Purwa Aditya . Putu Adi Sutama . Putu Adi Sutama ., Putu Adi Sutama Putu Agustina Setiawan . Putu Ari Antara . Putu Sulistyawati Qori Bayyinaturrosyi . Raden Ahmad Ginajar Purnawibawa Raden Ahmad Ginajar Purnawibawa Rini Anggraini . Santhi, Dewa Ayu Aprilia Vidya satria dwi mahendra Satyayu, Ni Made Wibhu Simatupang, Gavin Ar Rasyid Sinta Devi, Kadek Mega Arista Suadnyana, Kadek Nova Sukadi Sukadi Sukadi Sukadi Sulistyawati, Putu Sumiyati , Sumiyati Sumiyati Sumiyati Vita Octavia Anggraini Widiani, Ni Kadek Yiena Yoga, I Dewa Gede Yudi Setiawan