Claim Missing Document
Check
Articles

BARONG KET SEBAGAI SENI PERTUNJUKAN DI DESA BATUBULAN, SUKAWATI, GIANYAR, BALI (LATAR BELAKANG DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER SEJARAH DI SMA) Made Pradnyana Putra .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd. .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i1.12562

Abstract

Penelitian ini bertujuan unutuk (1)Bagaimana latar belakang munculnya Seni Barong Ket sebagai seni pertunjukan, (2)Bagaimana sistem pementasan Barong Ket sebagai seni pertunjukan di Desa Batubulan, Sukawati, Gianyar, Bali, (3) Nilai-nilai apa saja yang terdapat dalam Barong Ket sebagai seni pertunjukan di Desa Batubulan, Sukawati, Gianyar, Bali yang dapat dipergunakan sebagai sumber pembelajaran sejarah. Dalam penelitian ini,menggunakan metode penelitian sejarah dengan tahap- tahap (1)Heuristik (Teknik Penentuan Informan, Teknik Observasi, Teknik Wawancara, Teknik Studi Dokumen) (2)Kritik Sumber,( Kritik Internal, Kritik Eksternal), (3)Interpretasi, (4)Historiografi. Penelitian ini menghasilkan temuan, yakni: (1)latar belakang munculnya Seni Barong Ket sebagai seni pertunjukan adalah perubahan tari Barong Ket yang awalnya disakralkan berubah menjadi tari profan yang khusus disuguhkan untuk wisatawan, (2)sistem pementasan Barong Ket sebagai seni pertunjukan di Desa Batubulan diawali dengan menghaturkan sesajen/canang di areal Stage, penari dan penabuh berias sebelum pementasan dimulai, pementasan Barong Ket terdiri dari lima babak, (3)Nilai-nilai apa saja yang terdapat dalam Barong Ket sebagai seni pertunjukan di Desa Batubulan, Sukawati, Gianyar, Bali yang dapat dipergunakan sebagai sumber pembelajaran sejarah adalah Nilai Hiburan, Nilai Religius, Nilai Mempertebal Rasa Solidaritas Sosial, Nilai Komunikasi, Nilai Estetika, Nilai Ekonomi.Kata Kunci : Barong Ket, seni pertujukan, potensi, sumber belajar This study aims to (1) How the background of the emergence of Barong Ket Art as the performing arts, (2)What about Barong Ket performance system as performing arts in Batubulan Village, Sukawati, Gianyar, Bali, (3)What values are contained in Barong Ket as performing arts in Batubulan Village, Sukawati, Gianyar, Bali that can be used as a source of historical learning. In this study, using historical research methods with stages (1)Heuristics (Determination Techniques Informants, Observation Techniques, Interview Techniques, Engineering Document Studies)(2) Source Criticism, (Internal Criticism, External Criticism), (3) Interpretation, (4) Historiography. This research produces the findings, namely: (1) the background of the emergence of Art Barong Ket as the performing arts is a change of Barong Ket dance that was originally sacred turned into a profane dance that is specially served for tourists, (2)Barong Ket staging system as performance art in Batubulan Village begins with the offering of the offerings in the Stage area, dancers and singers berias before the staging begins, Barong Ket staging consists of five rounds, (3)(3) What values are contained in Barong Ket as performing arts in Batubulan Village, Sukawati, Gianyar, Bali that can be used as a source of history learning is Value of Entertainment, Religious Value, Value of Social Solidarity, Communication Value, Aesthetic Value , Economic Value.keyword : Barong Ket, performing arts, potential, learning resources
TRADISI MELASTI MENDAK HUJAN DI DESA PECATU, KUTA SELATAN, BADUNG, BALI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA I Km Ega Mahendra .; Dr. I Wayan Mudana,M.Si. .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i1.12563

Abstract

Penelitian ini bertujuan unutuk (1) mengetahui latar belakang tradisi Melasti Mendak Hujan di desa Pecatu, (2) mengetahui sistem pelaksanaan ritual Tradisi Melasti Mendak Hujan, (3) mengetahui aspek- aspek dari tradisi Melasti Mendak Hujan yang dapat di implementasikan sebagai sumber belajar Sejarah di SMA. penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahap- tahap ; (1) Teknik penetuan lokasi penelitian, (2) Teknik penentuan informan, (3) Teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen), (4) Teknik validitas data (triangulasi data, triangulasi metode) dan, (5) Teknik analisis data. Penelitian ini menghasilkan temuan, yakni: (1) sejarah tradisi Melasti Mendak Hujan, adalah untuk meningkatakan srada dan bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk menghapuskan segala penderitaan yang ada pada masyarakat, menghilangkan kekotoran alam semesta serta mencegah kerusakan alam semesta yang membuat hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama manusia dan manusia dengan alam lingkungannya; (2) Sistem pelaksanaan upacara Melasti Mendak Hujan diawali dengan adanya tahap persiapan upacara, persiapan ngayah sebelum Melasti Mendak Hujan, adanya proses persembahyangan bersama di Pura Sad Kahyangan,puncak acara adanya berbagai tarian diantaranya upacara nedunang ida bhatara, tarian kincang-kincung dan ngurek di pesisir pantai; (3) Aspek-aspek tradisi Melasti Mendak Hujan yang bisa di implementasikan sebagai sumber belajar sejarah sesuai dengan kurikulum 2013 adalah sebagai berikut nilai religius, nilai memperkuat solidaritas/kelompok masyarakat, nilai menjaga hubungan harmonis dengan alam, nilai sosial religius.Kata Kunci : Tradisi Melasti Mendak Hujan, Potensi, Sumber Belajar Sejarah. This research is aimed at (1) to know the background of Melasti Mendak Rain tradition in Pecatu village, (2) to know the system of ritual implementation of Melasti Mendak Hujan Tradition, (3) to know aspects of Melasti Mendak Hujan tradition which can be implemented as learning resource of History in senior high school. This study using qualitative methods with stages; (3) Data collection techniques (observation, interview, document study), (4) Data validity technique (data triangulation, triangulation method) and, (5) Technique of analysis data. This research produces the findings, namely: (1) The historical of Melasti Mendak Hujan tradition, is to increase srada and bhakti to God Almighty to eliminate all suffering that exist in society, eliminate the defilements of the universe and prevent the destruction of the universe that makes the harmonious relationship between man and God, man with his fellow man and man with his natural environment; (2) The system of Melasti Mendak Hujan ceremony begins with the preparation stage ceremony, preparation ngayah before Melasti Mendak Hujan, the process of praying together in Pura Sad Kahyangan, the culmination of various dances such as the nedunang ida bhatara ceremony, kincang-kincung dan ngurek dance on the coast; ; (3) Aspects of Melasti Mendak Hujan tradition that can be implemented as a source of historical learning in accordance with the 2013 curriculum are as follows religious values, values of strengthening solidarity / community groups, values of maintaining harmonious relationships with nature, religious social valueskeyword : Melasti Tradition Mendak Hujan, potential, source of learning history
Monumen Tugu Bambu Runcing di Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagek, Kabupaten Lombok Timur (Sejarah dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA) Muh. Reza Khaeruman Jayadi .; Dr. Tuty Maryati,M.Pd .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i1.13633

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ;1) Latar belakang pendirian Monumen Tugu Bambu Runcing di Desa Lendang Nangka, 2) Proses pembangunan Monumen Tugu Bambu Runcing di Desa Lendang Nangaka, 3) fungsi dan nilai-nilai yang terkandung di Monumen Tugu Bambu Runcing yang bisa dijadikan sumber belajar sejarah di SMA. Motede penelitan yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan langkah-langkah: 1) Penentuan lokasi penelitian, 2) Teknik penetuan informan, 3) Metode pengumpulan data, 4) teknik validasi , 5) Teknik analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa,1) Latar belakang pendirian Monumen Tugu Bambu Runcing ini karena tiga faktor yaitu faktor historis, faktor sosial, dan faktor politik. 2) Proses pembangunan Monumen Tugu Bambu melalui tiga tahap yaitu ide dari masyarakat Desa Lendang nangka, pengajuan ide ke pemerintah daerah, dan pembanguan monumen. 3) Monumen Tugu Bambu Runcing memilki fungsi yaitu edukatif, inspiratif dan rekreatif. Sedangkan Nilai-nilai yang terkandung adalah nilai patriotisme, nasionalisme, pendidikan, dan persatuan dan kesatuan,Kata Kunci : Monumen , Desa Lendang Nangka, Sumber belajar Sejarah This study aims to in order to know; 1) the background pf the establisment monoment Bambu Runcing in the village Lendang Nangka, 2) the development Monoment Bambu Runcing in the village Lendang Nangka (3) the function and values contained in Monoment Bambu Runcing that can be as source of learning history in high school. The research used in this study is a method kualitatif with the steps; (1) determining of rsearch location, 2) he technique of determining the informant, 3) data collection method, 4) validation of the technique. 5) he technique of of the data analysis. This research result indicates that, 1) background the establishment of the Monement Bambu Runcing is because of three factors factor historis, factor social and facktor politics 2) the development Monoment Bambu through theree stages the idea of the village Lendang Nangkacommonity, the submissioof the local goverment, 3) Monoment Bambu Runcing have fungtion education, inspiration and recreation. While the value of the value contained is the value of patriotism, nationalism, education and unity.keyword : Monoment Village Lendang Nngka, Learning Resources History.
PEMERTAHANAN IDENTITAS ETNIK BUGIS-MELAYU DI KELURAHAN LOLOAN, KECAMATAN NEGARA, KABUPATEN JEMBRANA, BALI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI MA NURUS MAULIDA .; Dr. Tuty Maryati,M.Pd .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i2.14667

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) pemertahanan identitas Bugis Melayu di Kelurahan Loloan (2) upaya pemertahanan identitas Bugis-Melayu oleh masyarakat Kelurahan Loloan secara umum (3) aspek-aspek hasil penelitian sebagai sumber sejarah di MA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah di kelurahan Loloan Barat, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Informan ditentukan dengan menggunakan teknik purposive dan snowball. Uji validitas data dilakukan dengan metode triangulasi data dan analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pemertahanan identitas Bugis-Melayu telah ada sejak dahulu dan diwariskan secara turun temurun (2) uoaya pemertahanan identitas Bugis-Melayu adalah untuk pelestarian kebudayaan dan menambah khazanah budaya di Kabupaten Jembrana supaya identitas tersebut tidak hilang (3) hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah di MA Kata Kunci : Kata kunci: Bugis-Melayu, Pemertahanan Identitas, Upaya Pemertahanan Identitas, Sumber Belajar ABSTRACT The purpose of this study to know: (1) the defense identity Bugis-Malay in Loloan (2) attemps to preserve the identity of Bugis-Malay by community Loloan in general (3) aspect of research as a source of learning history in the MA. This research is a descriptive qualitative research. The location of this research is in west Loloan sub-district Jembrana state informant in the set. Informans were determined by purposive dan snowball. The data validitytest was done by triangulation data of source and analysis data. The result of this study indicate is: (1) defense identity of Bugis-Malay has excited long ago and passed down from generation to generation (2) attemps to preserve the identity of the Bugis-Malay id for the preservation of culture and add culture treasures in Jembrana’s district so the identity of Bugis-Malay not lost by the time (3) the result of study can be in benefit an as a source of learning history in the MA. keyword : Key word: Bugis-Malay, Identity Preservation, Efforts Identity Preservation, Source of Learning
MAKAM BUNG KARNO DI BENDOGERIT SANANWETAN BLITAR JAWA TIMUR (SEJARAH, SOSIAL EKONOMI dan POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH di MAN KOTA BLITAR) Febri Dwi Cahyo .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd. .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i2.14668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis sejarah dari makam Bung Karno di Bendogerit, Sananwetan, Blitar, Jawa Timur (2) Pengaruh sosial-ekonomi dari Makam Bung Karno bagi masyarakat Bendogerit, Sananwetan, Blitar, Jawa Timur (3) Potensi Makam Bung Karno di Bendogerit, Sananwetan, Blitar sebagai sumber belajar sejarah di MAN Kota Blitar. Dalam penelitian ini,data dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap ; (1) teknik heuristik (observasi, wawancara, studi dokumen), (2) teknik verifikasi (kritik ekstern dan intern), (3) teknik interpretasi (4) teknik historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Sejarah Makam Soekarno pada awalnya adalah sebuah taman makam pahlawan Kota Blitar yang lama, sekitar tahun 1950-an yang merupakan bagian dari sebuah pemakaman umum milik Yayasan Mardi Mulyo. (2) Makam Soekarno membawa perubahan terhadap mata pencaharian masyarakat sekitar makam, peran pemerintah, pendapatan masyarakat sekitar makam, pola konsumsi masyarakat, serta interaksi sosial yang terjadi di dalam masyarakat. (3) Makam Soekarno memiliki nilai historis sangat penting dalam konteks sejarah seperti rasa cinta tanah air dan semangat kemerdekaan.Kata Kunci : Sejarah Makam Soekarno, perubahan sosial-ekonomi, pemanfaatan makam This study aims to (1) analyze the history of Bung Karno's tomb in Bendogerit, Sananwetan, Blitar, East Java (2) Socio-economic influence of Bung Karno Tomb for the people of Bendogerit, Sananwetan, Blitar, East Java (3) Potential Tomb of Bung Karno in Bendogerit, Sananwetan, Blitar as a source of learning history at MAN Kota Blitar. In this study, data were collected using qualitative methods with stages; (1) heuristic techniques (observation, interview, document study), (2) verification techniques (external and internal criticism), (3) interpretation techniques (4) historiography techniques. The results show that, (1) The history of the Tomb of Sukarno was originally a garden of the old Blitar city hero's tomb, circa 1950s which is part of a public cemetery belonging to the Mardi Mulyo Foundation. (2) Soekarno's grave brought changes to the community's livelihood around the grave, the role of the government, the incomes of the community around the tomb, the pattern of public consumption, and the social interactions that took place in the community. (3) The grave of Sukarno has historical value is very important in the context of history such as the love of the homeland and the spirit of independence.keyword : Soekarno's history grave, socio-economic change, grave utilization
PURA DALEM JAWA DI DESA WERDI BHUWANA, KECAMATAN MENGWI, KABUPATEN BADUNG BALI (SEJARAH, STRUKTUR, FUNGSI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) Gusti Made Sriwidiari .; Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i1.14754

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) sejarah berdirinya Pura Dalem Jawa di Desa Werdi Bhuwana, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung Bali, (2) struktur dan fungsi Pura Dalem Jawa (3) potensi yang terdapat di Pura Dalem Jawa yang dapat dijadikan sumber belajar sejarah di SMA. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif meliputi: (1) penentuan lokasi penelitian, (2) teknik penentuan informan, (3) teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, studi dokumen, (4) teknik validasi data menggunakan triangulasi metode dan triangulasi sumber, (5) teknik analisis data memakai model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menujukkan bahwa: sejarah Pura Dalem Jawa memiliki kaitan erat dengan Kerajaan Mengwi dan Blambangan. Hal ini dikarenakan ketika Kerajaan Mengwi menduduki Blambangan, Mas Sepuh penguasan Blambangan datang ke Bali dan diasingkan di Banjar Jawa yang merupakan lokasi Pura Dalem Jawa. Struktur Pura Dalem Jawa menggunakan konsep dwi mandala yaitu jeroan dan jaba sisi, namun dalam hal ini terdapat dua jaba sisi bagian selatan dan utara. Fungsi Pura Dalem Jawa yaitu (1) fungsi religius, (2) fungsi sosial, (3) fungsi budaya, (4) fungsi pendidikan. Adapun potensi Pura Dalem Jawa ialah aspek historis , aspek peninggalan meliputi cengkuwung, arca pedanda, arca pendeta, arca singa, batu alam. Kata Kunci : Kata Kunci: Pura Dalem Jawa, sejarah, struktur, fungsi, sumber belajar sejarah The study aimed to know: (1) History of the establishment of Pura Dalem Jawa in Werdi Bhuwana village , Mengwi sub-district, Badung regency Bali, (2) structure and function of Pura Dalem Jawa, (3) the potential contained in Pura Dalem Jawa which can be use as a source of history in high school. The research method use is qualitative approach including: (1) determination of research location, (2) informant determination technique, (3) data collection technique use observation, interview, document study, (4) data validation technique use triangulation method and triangulation source, (5) data analysis technique use interactive models Miles and Huberman. The result of research shows that the hsitory of Pura Dalem Jawa has close relation with Mengwi and Blambangan Kingdom. Because when Mengwi Kingdom occupies Blambangan, Mas Sepus as Blambangan penguin came to Bali and exiled in Banjar Jawa which is the locaton of Pura Dalem Jawa. The structure of Pura Dalem Jawa use the consept of dwi mandala that is jeroan and jaba sisi, but Pura Dalem Jawa has two part jaba sisi in south side and north side. Function of Pura Dalem Jawa is (1) religious function, (2) social function, (3) culture function, (4) education function. The potential of Pura Dalem Jawa is historical aspect, aspects of the relics include cengkuwung, arca pedanda, arca pendeta, arca singa and natural stone.keyword : Keywords: Pura Dalem Jawa, history, structure, function, learning resources history
INTEGRASI UMAT HINDU DENGAN ISLAM DI DESA TEGALLINGGAH, SUKASADA BULELENG BALI, SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH Nurus Shobah .; Dr. Drs. I Made Pageh, M.Hum. .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i1.14964

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui terjadinya integrasi umat Hindu dengan Islam di Desa Tegallinggah, (2) menganalisis proses terjadinya integrasi umat Hindu dengan Islam, (3) mengetahui Faktor-faktor integrasi yang dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah. Penelitian ini mengunakan pendekatan sosial. (1) penentuan jenis penelitian, (2) lokasi penelitian, (3) teknik penentuan informan, (4) teknik pengumpulan data meliputi (observasi, wawancara, studi dokumen, sampai analisis data): dengan teknik deskriptif kualitatif, analisis data digunakan untuk mengolah data menjadi informasi, agar karakteristik data mudah dipahami. Hasil penelitian menunjukan bahwa integrasi umat Hindu dengan Islam terjadi karena adanya peminjaman identitas Bali – Islam, seperti ngejot, Subak Bali-Islam, dan adanya peminjaman identitas kebudayaan Bali. Proses integrasi umat Hindu dengan Islam tidak bisa lepas dengan adanya interaksi yang intens antara masyarakat yang beragama Hindu dan Islam karena adanya kepentingan yang sama baik ekonomi dan sosial. Adapun Faktor- faktor Integrasi umat Hindu dengan Islam yang dijadikan sebagai sumber pembelajaran ada tiga yaitu: (1) faktor sosial, (2) faktor ekonomi, dan (3) faktor budaya. Penulis berharap hasil penelitian ini dapat menyumbang sebagai sumber pembelajaran sejarah di sekolah. Kata Kunci : Integrasi, Peminjaman Identitas Nyama Bali-Nyama Selam, Sumber Pembelajaran Sejarah. This research aims to (1) know what happened integration of Hindus and Islam in Tegallinggah Village (2) analyze the process of integration of Hindus and Islam (3) know the factors of integration that serve as a source of learning history. This research uses qualitative approach sosio-cultural. (1) determinethe Typeof the research, (2) Thelocation of the research, (3) The technique to choose informant, (4) The technique of collecting data, consistof (observation, interview, document study, and to analysis data). Whith technique descriptive qualitative, data analysis is used to prosessing data be informed , order characteristics data easy to understand.The results show that Hindu-Islam integration occurs because of the borrowing of Balinese-Islamic identity, such as ngejot, Subak Bali-Islam, and the lending of Balinese cultural identity. The process of integration of Hindus-Islam cannot be separated by the intense of interaction between Hindu and Islamic societies because of the same interests both economic and social. The Hindu-Islam Integration factors as the source of learning are three: (1) social factors (2) economic factors, and (3) cultural factors. We hope this can be donate as a source of learning history. keyword : Integration, borrowing identity nyama Bali-NyamaSelam , History Learning Source
PURA MANIK GENI DI DESA PUJUNGAN, PUPUAN, TABANAN, BALI (SEJARAH, FUNGSI DAN POTENSINYA SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN MULTIKULTUR DI SEKOLAH MENENGAH ATAS) I Made Adi Astawa .; Drs. I Gusti Made Aryana, M.Hum. .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i1.15004

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) sejarah keberadaan Pura Manik Geni Desa Pujungan, Pupuan, Tabanan, Bali, (2) fungsi Pura Manik Geni Desa Pujungan, Pupuan,Tabanan, Bali, dan (3) aspek-aspek dari Pura Manik Geni, Desa Pujungan, Pupuan, Tabanan, Bali yang dapat dijadikan sebagai media pendidikan multikultur di Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui beberapa langkah meliputi: (1) Penentuaan lokasi penelitian, (2) Penentuaan informan, (3) pengumpulan data, (4) validasi data, dan (5) analisis data. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa: (1) Pendirian Pura Manik Geni bertujuan untuk menghormati seorang brahmana yang nywanaprasta mapadukuhan dan yang mampu mengembangkan daerah di sebelah barat Gunung Batukaru pada abad XII masa pemeritahan kerajaan Bali kuno dengan rajanya yang bernama Ida Sri Jayapangus. (2) Secara struktur Pura Manik Geni masih mengunakan konsep Dwi Mandala yang hanya terdiri dari utama mandala dan nista mandala. Untuk struktur bangunan pelinggih telah menggunakan konsep tri angga yang terdiri dari kaki, badan dan kepala. (3) Potensi Pura Manik Geni yang dapat digunakan sebagai media pendidikan multikultur yaitu terletak pada beberapa tinggalan arkeologi yaitu: (a) Kentongan (kulkul) perunggu yang di bagian badan kentongan ini berisi tulisan Kediri kwadrat yang menunjukan nama suatu daerah di Lombok yaitu Sasak. (2) Guci Cina yang diperkirakan hasil kebudayaan Cina ini memiliki hiasan pada badan guci yang berbentuk naga yang sangat lekat dengan kebudayaan Cina.Kata Kunci : Sejarah, Struktur, Media Pendidikan, Multikultur The purpose of this research is to know: (1) the history of the existence of Pura Manik Geni in Pujungan Village, Pupuan, Tabanan, Bali, (2) function of Pura Manik Geni in Pujungan village, Pupuan, Tabanan, Bali, and (3) any aspects of the Pura Manik Geni ,in Pujungan Village, Pupuan, Tabanan, Bali which can be used serve as a medium of multicultural education in High School. This research uses qualitative research method through several steps, including: (1) determination of research location, (2) determination of informant, (3) data collection, (4) data validation, and (5) data analysis. From these results it can be know that: (1) The establishment of Pura Manik Geni aims to respect of a brahmin who is nymanaprasta mapadukuhan and who was able to develop the area in the west of Mount Batukaru in the XII century the reign of the ancient Balinese kingdom with its king named Ida Sri Jayapangus. (2) Structurally Pura Manik Geni still use Dwi Mandala concept which only consist of utama mandala and nista mandala. For pelinggih building structures have used the concept of tri angga consisting of legs, body and head. (3) Potency of Manik Geni Temple that can be used as a medium of multicultural education that is located on some archaeological remains: (a) Kentongan (kulkul) bronze which in this body kentongan contains writing Kediri quadrat that shows the name of a region in Lombok is Sasak. (b) Chinese jars that are predicted to be Chinese cultures have decorations on dragon-shaped urns that are closely related to Chinese culture.keyword : History, Structure, Educational Media, Multicultural.
MASJID ASSYUHADA SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN MULTIKULTUR DI KAMPUNG BUGIS, PULAU SERANGAN, DENPASAR, BALI CAHYO BINTORO .; Dr. Tuty Maryati,M.Pd .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i1.15006

Abstract

Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) sejarah berdirinya Masjid Assyuhada di Kampung Bugis, keluarahan Serangan, Denpasar, Bali, (2) struktur Masjid Assyuhada di Kampung Bugis tersebut, (3) potensi yang terdapat di Masjid Assyuhada di Kampung Bugis yang dapat dijadikan media pendidikan multikultur. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif. (1) lokasi penelitian di Kampung Bugis Serangan, (2) teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling dan snowball, (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, study dokumen), (4) teknik validasi data (triangulasi metode, triangulasi sumber), (5) teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, sejarah Masjid Assyuhada memiliki kaitan erat dengan Kerajaan Pemecutan, dikeranakan adanya pelarian orang-orang Bugis dari Makassar yang tidak suka dengan pemerintah Belanda, sehingga sampailah mereka di daerah Serangan yang ketika itu merupakan wilayah kekuasaan Kerajaan Pemucutan. Orang Bugis ini banyak membantu Kerajaan Pemecutan dalam mengadapi musuhnya. Sebagai penghargaan karena sudah membantu, mereka dihadiahkan sebuah Masjid yang bernama Masjid Assyuahada dan sebuah mimbar dengan ornamen ukiran Bali. Struktur Masjid Assyuahada menggunakan atap bertumpang dan kubah kecil. Adapun potensi Masjid Assyuhada sebagai pendidikan multikultur dapat dilihat pada interkasi sosial antara umat Hindu dan Islam di Kelurahan Serangan seperti kegiatan ngejot, kegiatan sosial, dan kegiatan keagamaan.Kata Kunci : Kata Kunci: Masjid Assyuahada, sejarah, struktur, dan pendidikan multikultur This study aims to know: (1) the history of Assyuhada Mosque in Bugis Village, Serangan urban village, Denpasar, Bali, (2) structure of Assyuhada Mosque in Bugis Village, (3) Assyuhada Mosque in Bugis Village which can be a media of multicultural education. The method used is qualitative. (1) The Location of research in Serangan urban, village, (2) technique of determining informant use purposive sampling and snowball, (3) data collecting technique (observation, interview, study document), (4) data validation technique (triangulation method, triangulation of source) (5) data analysis techniques. The results show that, the history of the Assyuhada Mosque has a close relation with Pemecutan Kingdom,because when the Bugis people escape from Makassar who dislike with the Dutch government, so they arried at Serangan which was the territory of the Pemecutan Kingdom. Bugis people are helping the Pemecutan Kingdom in facing the enemy. As a reward that has helped, they presented a mosque named Assyuahada Mosque a pulpit with Balinese ornaments. The structure of the Assyuahada mosque use overlap roof dan small dome. The potential of Assyuhada Mosque as multicultural education can be seen on social interaction between Hindu and Moslem in Serangan Urban Village such as ngejot activities, social activities, and religious activities.keyword : Keywords: Assyuhada Mosque, history, structure, and multicultural education
RITUAL NYELUNG DI DESA ADAT BUAHAN DAN BUAHAN KAJA, PAYANGAN, GIANYAR, BALI (LATAR BELAKANG DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) I Wayan Edi Setiawan .; Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i2.18036

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan latar belakang Desa Buahan dan Buahan Kaja melakukan ritual Nyelung, (2) Mendeskripsikan prosesi pelaksanaan ritual Nyelung, (3) Mengetahui Aspek-aspek dari ritual Nyelung yang dapat digunakan sebagai sumber belajar sejarah di SMA . Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) Memilih lokasi penelitan berada di Desa Adat Buahan dan Buahan Kaja, (2) Teknik penentuan informan dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling dan juga Snow Ball, (3) Teknik penjaminan keaslian data menggunakan Triangulasi Data dan Triangulasi Metode, (4) Teknik pengumpulan data dilakukan dengan Observasi, Wawancara, Studi Dokumentasi dan Teknik Analisis Data. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) Latar belakang sejarah ritual Nyelung di Desa Adat Buahan dan Buahan merupakan upacara yang dilakukan sebagai wujud rasa syukur atas hasil-hasil pertanian. (2) Tahapan pelaksanaan ritual Nyelung adalah dimulai dari tahapan persiapan ritual, tahap pelaksanaan ritual yang meliputi (a) Negen Jelung, (b) Mekideh, (c) Mekeleb. Dan tahapan terakhir yakni penutupan ritual. (3) Aspek-aspek dari ritual Nyelung yang dapat digunakan sebagai sumber belajar Sejarah di SMA adalah sebagai berikut: Aspek sejarah dan Aspek pendidikan karakter yang diimplementasikan dalam bentuk buku suplemen.Kata Kunci : Sejarah, Ritual Nyelung, Sumber Belajar Sejarah. This study aims to (1) describe the background of the village of Buahan and Buahan Kaja performing the Nyelung ritual, (2) Describe the procession of the Nyelung ritual, (3) Know the aspects of the Nyelung ritual that can be used as a source of historical learning in High School . This study uses qualitative methods with stages; (1) Selecting the location of the research in the DesaAdat Buahan and Buahan Kaja, (2) The technique of determining the informant is done by using Purposive Sampling and Snow Ball techniques, (3) Techniques for guaranteeing the authenticity of the data using Triangulation Data and Triangulation Method, Data collection is done by Observation, Interview, Documentation Study and Data Analysis Technique. The results of the study show that, (1) the historical background of the Nyelung ritual in the Desa Adat Buahan and Buahan is a ceremony carried out as a form of gratitude for agricultural products. (2) The stages of implementing the Nyelung ritual are starting from the stage of ritual preparation, the stage of ritual implementation which includes (a) Negen Jelung, (b) Mekideh, (c) Mekeleb. And the last stage is the closing of the ritual. (3) Aspects of the Nyelung ritual which can be used as learning resources History in high school are as follows: Historical aspects and aspects of character education are implemented in the form of supplementary books.keyword : History, Nyelung Ritual, Historical Learning Resources.
Co-Authors ., Aniqa Faza ., Baiq Zohrah ., CAHYO BINTORO ., Febri Dwi Cahyo ., Gusti Made Sriwidiari ., I Gusti Ayu Ratnasari ., I Km Ega Mahendra ., I Komang Edi Heliana ., I Made Adi Astawa ., I Made Cahyana Mp ., I Made Reynaldi Ambara Gita ., I Putu Yudi Permana Saputra ., I Wayan Edi Setiawan ., Ilham Yahya ., Kadek Ariasa ., Kadek Dwi Mahayoni ., Komang Gede Arya Bawa ., M BUSAR ., Made Pradnyana Putra ., Muh. Reza Khaeruman Jayadi ., N Iputu Sri Widiastuti ., Ni Putu Budiartini ., NUR MINAH ., NURUS MAULIDA ., Nurus Shobah ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. ., Purwa Aditya ., Putu Agustina Setiawan ., Qori Bayyinaturrosyi ., Rini Anggraini A.A. Istri Pradnyana Asrama P. . Abd. Rasyid Syamsuri Alfarizi, Moh Alif Alfi Syahrin Aniqa Faza . Aryantika, I Kadek Adi Baiq Zohrah . Both, Lusitiana CAHYO BINTORO . Desak Made Oka Purnawati Desak Oka Purnawati Dewa Gede Suma Adnyana . Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Febri Dwi Cahyo . Gede Adi Putra . Gede Okva Wiguna . Ginting, Enni Maharani Br Gusti Ayu Padmawati . Gusti Made Sriwidiari . I Dewa Gede Yoga I Gede Bayu Ary Hermawan . I Gede Justiasa . I Gusti Ayu Ratnasari . I Gusti Made Aryana I Gusti Ngurah Riki Wahyudi . I Gusti Ngurah Riki Wahyudi ., I Gusti Ngurah Riki Wahyudi I Kadek Adi Aryantika I Kadek Adi Widiastika I Kadek Parmadi . I Ketut Agus Adijaya . I Ketut Anom Mahartawan . I Ketut Anom Mahartawan ., I Ketut Anom Mahartawan I Km Ega Mahendra . I Komang Edi Heliana . I Komang Wisujana Putra . I Made Adi Astawa . I Made Cahyana Mp . I Made Citra Wibawa I Made Pageh I Made Reynaldi Ambara Gita . I Nengah Suastika I Nyoman Jampel I Nyoman Oka Hendrawan . I Nyoman Oka Hendrawan ., I Nyoman Oka Hendrawan I Putu Budiana . I Putu Edy Saputra . I Putu Yudi Permana Saputra . I Wayan Agus Suatmika . I Wayan Edi Setiawan . I Wayan Pardi I Wayan Pardi I Wayan Putra Yasa I Wayan Suastra I Wayan Widiana Ida Ayu Widya Pratiwi Ida Bagus Putu Arnyana Ilham Yahya . Ivanka Angelina Dheyanita Prasada Kadek Ariasa . Kadek Ayu Sutarminingsih . Kadek Dwi Mahayoni . Kadek Mega Arista Sinta Devi Kadek Virgotama Krissanta . Kardila, Maria Marisa Ketut Jasiani . Ketut Jasiani ., Ketut Jasiani Komang Gede Arya Bawa . Lathifah, Desi Fairuz Luh Putu Ayu Diah Pratiwi . Luttfy Chateriyan, Ivan M BUSAR . M.Si Drs. I Ketut Margi . Made Pradnyana Putra . Made Wisnu Dwipayani . Made Wisnu Dwipayani ., Made Wisnu Dwipayani Maria Marisa Kardila Mathias Maranata Surbakti Muh. Reza Khaeruman Jayadi . N Iputu Sri Widiastuti . Nengah Cipta Sari . Nengah Cipta Sari ., Nengah Cipta Sari Ngakan Made Viky Purnama Teja . Ngakan Made Viky Purnama Teja ., Ngakan Made Viky Purnama Teja Ni Kadek Dian Lestari . Ni Komang Sukariasih . Ni Komang Sukasih . Ni Komang Sukasih ., Ni Komang Sukasih Ni Komang Trisna Suparwati . Ni Luh Made Ari Darmini . Ni Made Ary Widiastini Ni Made Ninik Susantini . Ni Made Wibhu Satyayu Ni Nyoman Murdani . Ni Nyoman Tri Cahyani . Ni Putu Budiartini . Ni Putu Rai Yuliartini Ni Putu Ristiana Rahitasari Ni Putu Sri Ratna Dewi Ni Wayan Dewi Lasmi ., Ni Wayan Dewi Lasmi Ni Wayan Nonoriati . Ni Wayan Suratni . NUR MINAH . NURUS MAULIDA . Nurus Shobah . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Puger, I Gusti Ngurah Purnawati, Desak Oka Purnawibawa, R. Ahmad Ginanjar Purwa Aditya . Putu Adi Sutama . Putu Adi Sutama ., Putu Adi Sutama Putu Agustina Setiawan . Putu Ari Antara . Putu Sulistyawati Qori Bayyinaturrosyi . Raden Ahmad Ginajar Purnawibawa Raden Ahmad Ginajar Purnawibawa Rini Anggraini . Santhi, Dewa Ayu Aprilia Vidya satria dwi mahendra Satyayu, Ni Made Wibhu Simatupang, Gavin Ar Rasyid Sinta Devi, Kadek Mega Arista Suadnyana, Kadek Nova Sukadi Sukadi Sukadi Sukadi Sulistyawati, Putu Sumiyati , Sumiyati Sumiyati Sumiyati Vita Octavia Anggraini Widiani, Ni Kadek Yiena Yoga, I Dewa Gede Yudi Setiawan