Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

GAMBARAN KUALITAS HIDUP PASIEN DENGAN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS WANARAJA Miftah Hudatul Umam; tetti solehati; Dadang Purnama
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 11 No. 1, Januari 2020
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.07 KB) | DOI: 10.34035/jk.v11i1.419

Abstract

Diabetes melittus merupakan salah satu penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan. Penderita diabetes melittus akan mengalami berbagai permasalahan dalam proses kehidupannya yang dapat mempengaruhi kualitas hidupnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pasien dengan diabetes mellitus di Puskesmas Wanaraja Kabupaten Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Sampeldidapatkandenganteknik total sampling berjumlah 91 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini WHOQOL-BREF yang terdiri dari 26 pertanyaan yang sudah valid dan reliabel. Analisa data yang dilakukan menggunakan analisa deskriptif. Hasil penelitian menunjukan kualitas hidup pasien diabetes mellitus sebagian besar63,7% berada pada kategorisedang. Kualitashidupberdasarkan domain fisik sebagian besar memiliki kualitas hidup pada kategori sedang sebanyak 61,5%, domain psikologis sebagian besar memiliki kualitas hidup pada kategori sedang sebanyak 60,4%, domain hubungansosial sebagian besar memiliki kualitas hidup pada kategori sedang sebanyak 58,2%, dan domain lingkungan sebagian besar memiliki kualitas hidup pada kategori sedang sebanyak 53,8%.Berdasarkan data tersebutdapatdisimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas hidup yang sedang baik dari segi domain fisik, psikologis, hubungan sosial dan lingkungan. Oleh sebab itu pentingnya peran petugas kesehatan untuk melakukan promosi kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes mellitus menjadilebihbaik. Diabetes mellitus is a chronic disease that cannot be cured. Patients with diabetes mellitus will experience various problems in their life processes that can affect their quality of life. The purpose of this study was to determine the description of the quality of life of patients with diabetes mellitus in Community Health Center Wanaraja, Garut Regency. The research method used was quantitative descriptive. Samples were obtained by a total sampling technique as many as 91 people. The instrument used in this study was WHOQOL-BREF which consisted of 26 valid questions. Data analysis was performed using descriptive analysis. The results showed that the quality of life of patients with diabetes mellitus was mostly in the moderate category as many as 63.7%. Quality of life based on the physical domain mostly has a quality of life in the moderate category of 61.5%, the psychological domain mostly has a quality of life in the moderate category of 60.4%, the domain of social relations mostly has a quality of life in the medium category of 58.2 %, and most of the environmental domains have a quality of life in the medium category of 53.8%. Based on these data it can be concluded that the majority of respondents have a moderate quality of life in terms of physical, psychological, social and environmental relations. Therefore the important role of health workers to conduct health promotion to improve the quality of life of patients with diabetes mellitus be better.
Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Orang Tua dalam Mencegah Kekerasan Seksual pada Anak Tetti Solehati; Alifa Rufaida; Avicena Farhan Ramadhan; Mega Nurrahmatiani; Nurul Taopik Maulud; Olga Sandrela Mahendra; Vera Rosaria Indah; Wahib Abdul Rahman; Yanti Hermayanti; Cecep Eli Kosasih; Henny Suzana Mediani
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 5 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i5.2912

Abstract

Kekerasan seksual pada anak (KSA) merupakan maslah pada masyarakat di seluruh dunia. Orang tua memiliki peran penting dalam pencegahan KSA. Tujuan penelitian untuk mengkaji pengetahuan, sikap, perilaku, orangtua dalam mencegah KSA. Desain penelitian Systematic Reviews. Pencarian artikel menggunakan panduaan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews (PRISMA) menggunakan database dan search engine: Medline, Academic Search Complete, Pubmed, Cinahl, Sience direct. Terkumpul 1.122 artikel sesuai dengan kata kunci, kemudian dilakuakn screening dan penilaian artikel sehingga terpilih 14 artikel yang eligible. Hasil penelitian menemukan 7 tema mengenai pencegahan KSA bagi orangtua, yaitu: pengetahuan, sikap, perilaku, persepsi, keraguan, tanggungjawab, dan pengalaman orang tua dalam mencegah KSA. Dengan demikian orang tua dalam melakukan pencegahan KSA tidak hanya dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, sikap, perilaku tapi juga faktor keraguan, tanggung jawab, persepsi, dan pengalamam sebagai salah satu hal yang dapat mendukung ataupun menghambat pencegahan KSA.
Gambaran Pengetahuan Orang Tua tentang Kekerasan Seksual Anak: Studi Literatur Plita Muliahati; Tetti Solehati; Henny Yulianita
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 12 No 4 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.114 KB)

Abstract

Kekerasan seksual anak merupakan masalah kesehatan sekaligus pelanggaran hak anak yang terjadi secara luas. Orang tua sebagai orang terdekat anak mempunyai peran vital dalam pencegahan dan penanganannya. Tujuan penelitian untuk mengkaji gambaran pengetahuan orang tua tentang kekerasan seksual anak. Metode penelitian yaitu narrative review. Pencarian literatur dilakukan melalui 5 database dengan kata kunci child sexual abuse, parent, dan knowledge. Sebanyak 59.672 artikel diseleksi menggunakan kriteria inklusi menghasilkan 13 artikel dan dinilai menggunakan JBI critical appraisal tools menghasilkan 10 artikel dengan rentang tahun 2006-2019. Berdasarkan studi literatur, 1 artikel menyebutkan orang tua berpengetahuan baik, 4 artikel cukup, dan 3 artikel kurang tentang kekerasan seksual anak serta 2 artikel baik dan 1 artikel kurang tentang tanda kekerasan seksual anak. Pengetahuan orang tua mengenai definisi dalam rentang 100%-89,1%, faktor yang mempengaruhi rentang 63%-17%, faktor risiko korban rentang 90,3%-36,8%, bentuk rentang 45,86%-20,3%, indikator tanda emosional/perilaku rentang 89,6%-26% dan tanda fisik/seksual rentang 53%-3,75%, dampak sebanyak 100%, pelaku rentang 78,1%-11,5%, pencegahan rentang 96,9%-64,9%, serta pengungkapan rentang 98,4%-35,5%. Disimpulkan bahwa orang tua memerlukan informasi mengenai perilaku seksual normatif, perilaku pengawasan orang tua, pencegahan pada remaja, penargetan dan karakteristik pelaku, dan tanda fisik/seksual.
Edukasi Kesehatan Seksual Remaja untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Remaja terhadap Pelecehan Seksual Tetti Solehati; Rida Siti Toyibah; Shelly Helena; Karlina Noviyanti; Sabrina Muthi’ah; Desy Adityani; Tsabitah Rahmah
Jurnal Keperawatan Vol 14 No S2 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.184 KB)

Abstract

Kasus pelecehan seksual di kalangan remaja semakin meningkat setiap tahunnya. Banyak faktor yang mempengaruhinya, salah satunya adalah pengetahuan dan sikap remaja yang kurang memadai. Oleh karena itu, perlu diberikan pendidikan kesehatan seksual pada remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan seksual remaja terhadap pengetahuan dan sikap remaja dalam mencegah pelecehan seksual. Desain penelitian pra eksperimen dengan pre dan post test tanpa kontrol. Responden dalam penelitian ini adalah remaja dengan rentang usia 13-19 tahun yang berdomisili di Bandung dengan jumlah 30 remaja. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden. Analisis data menggunakan analisis distribusi frekuensi dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh antara pendidikan kesehatan terkait pelecehan seksual dengan pengetahuan (p = 0,000) dan sikap remaja (p 0,001) terhadap pelecehan seksual. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan efektif dalam meningkatkan tingkat pengetahuan dan sikap remaja dalam mencegah kekerasan seksual.
Hubungan Perilaku Makan dan Karakteristik Orang Tua dengan Perilaku Perilaku Pilih-Pilih Makanan pada Anak Balita Anastasia Yovita Sari; Tetti Solehati; Dyah Setyorini
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 3 (2023): Jurnal Keperawatan: September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i3.1108

Abstract

Pilih-pilih makanan merupakan salah satu perilaku anak yang cenderung menolak makanan. Gangguan tumbuh kembang dan kurangnya gizi merupakan salah satu manifestasi dari perilaku pilih-pilih makanan pada anak. Faktor yang memengaruhi perilaku makan anak, yaitu: dari perilaku makan orang tua. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan perilaku makan orang tua dan karakteristik orang tua dengan perilaku pilih-pilih makanan pada balita di Kelurahan Padasuka, Kota Cimahi, Jawa Barat. Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif cross sectional dan menggunakan 2 kuesioner, yaitu: Kuesioner Model Perilaku Makan Orang Tua dengan hasil uji validitas 0.45 dan reliabilitas  0.78 – 0.88 serta Kuesioner Perilaku Makan Anak dengan hasil uji validitas 0.371 - 0.727 dan reliabilitas 0.74 – 0.91. Penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling. Penelitian dilaksanakan pada Januari 2022 dengan 110 responden pada posyandu Melati 15 dan Melati 7A. Analisis data yang digunakan menggunakan uji korelasi Mann Whitney, Kruskal wallis, dan juga Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan 50% anak dari responden mengalami perilaku pilih-pilih makanan. Tidak terdapat hubungan bermakna antara perilaku makan orang tua dengan perilaku pilih-pilih makanan balita (p=0,565). Analisis data dengan uji korelasi menunjukan adanya perbedaan perilaku pilih-pilih makanan balita dengan pekerjaan dan penghasilan orang tua (p=0,018; p=0,013).
The Health Educational Virtual in Providing Breastfeeding Support During Corona Virus-19 (Covid-19) Pandemic in Indonesia Tetti Solehati; Amalia Rizqi Sholihah; Yanti Hermayanti; Cecep Eli Kosasih
Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences Vol 4 No 1 (2023): January-June 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/picnhs.v4i1.1766

Abstract

COVID-19 is a highly contagious and pathogenic viral infection. To determine the effect of health education through online media on the knowledge and skills in breastfeeding during the Covid-19 pandemic. The research was conducted with a pre-experimental design with totaling 103 people. Chi-Square Test performed data analysis. The results showed that there was an effect of intervention on knowledge (p=0.003), but no effect of intervention on skills (p=0.001). Information messages provided through online media effectively increase the knowledge and skill of women of childbearing age in breastfeeding during the Covid-1 pandemic.
Promosi kesehatan pencegahan TRIAD Kesehatan Reproduksi Remaja (TRIAD KRR) dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja kota Bandung Tetti Solehati; Azalia Melati Putri; Nia Ratnasari; Fitriani Rahayu; Noviani Megatami; Ilham Taufik Nurilhami; Cecep Eli Kosasih
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 4 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i4.11235

Abstract

Background: The current dynamic development of technology and information makes youth more vulnerable to the three basic threats to adolescent reproductive health (Triad ARH). Therefore, prevention efforts are needed so that adolescents avoid the Triad ARH, one of which is by carrying out health promotion.Purpose: to determine the effect of health promotion on the level of knowledge and attitudes of adolescents regarding Triad Adolescent Reproductive Health.Method: One group pretest and posttest pre-experimental research design was used. Data analysis used paired t-test. The Triad ARH promotion was carried out in December 2020 at their respective homes online through the Google Hangout Meet platform with a two-way lecture and question and answer method, powerpoint slide media, and videos. The number of respondents in this health promotion activity were 30 adolescents aged 12-18 years living in the city of Bandung who were obtained by accident.Results: There was an increase in the mean value of adolescent knowledge before and after health promotion with a difference of 19.474 (p=0.0001), and an increase in the mean value of attitudes of adolescents before and after health promotion with a difference of 8.111 (p=0.0001).Conclusions: the results of the study show that there is an effect of providing health promotion regarding the Triad ARH on increasing the knowledge and attitudes of adolescents. It is hoped that Triad ARH health promotion can be carried out for adolescents in the community or in education, whether given offline or online.Keywords: Health Promotion; Knowledge; Attitudes; TRIAD; Adolescent; Reproductive HealthPendahuluan: Perkembangan teknologi dan informasi yang dinamis saat ini membuat remaja semakin rentan terhadap tiga ancaman dasar kesehatan reproduksi remaja (Triad KRR). Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan agar remaja terhindar dari Triad KRR, salah satunya adalah dengan melakukan promosi kesehatan. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja terkait Triad Kesehatan Reproduksi Remaja.Metode: Desain penelitian pre-eksperimental one group pretest dan posttest. Analisis data menggunakan paired t test. Promosi Triad KRR dilakukan pada Desember 2020 di rumah masing-masing secara daring melalui platform Google Hangout Meet dengan metode ceramah dan tanya jawab dua arah, media slide power point, dan video. Jumlah responden dalam kegiatan promosi kesehatan ini adalah 30 remaja usia 12-18 tahun berdomisili di Kota Bandung yang diperoleh secara aksidental.Hasil: Terjadi peningkatan nilai mean pengetahuan remaja sebelum dan sesudah promosi kesehatan dengan selisih 19.474 (p=0.000), serta terjadi peningkatan nilai mean sikap remaja sebelum dan sesudah promosi kesehatan dengan selisih 8.111 (p=0.000).Simpulan: hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh pemberian promosi kesehatan tentang Triad KRR terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja. Promosi kesehatan Triad KRR diharapkan dapat dilakukan pada remaja di lingkungan masyarakat ataupun di dunia pendidikan, baik diberikan secara luring ataupun daring.
Terapi Non-Farmakologi untuk Mengurangi Nyeri Persalinan Sectio Caesarea: Systematic Review Tetti Solehati; Amalia Rizqi Sholihah; Syoifa Rahmawati; Yani Marlina; Cecep Eli Kosasih
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v14i1.1487

Abstract

Persalinan dengan Sectio Caesarea (SC) memiliki efek samping seperti timbulnya nyeri yang hebat pada luka post operasi. Oleh karena itu perlu dilakukan terapi tambahan disamping farmakologi untuk menurunkan nyeri post SC dengan menggunakan terapi non-farmakologi. untuk mengidentifikasi terapi non-farmakologi yang dapat diberikan kepada ibu post-SC. Desain penelitian menggunakan systematic review. Pencarian artikel menggunakan kata kunci “Non-Pharmacological” AND “Theraphy” AND “Pain” AND “Post Cesarean Sectio” AND “Intervention menggunakan database seperti: Science Direct, Pubmed, Oxford Academic, DOAJ, PMC, Cochrane Library, dengan kriteria inklusi artikel full-text, dipublikasikan dalam waktu tahun 2015-2020, artikel memiliki DOI, penelitian kuantitatif, menggunakan jenis penelitian eksperiment, RCT, serta membahas tentang terapi non-farmakologi untuk mengurangi nyeri pada ibu post-SC. Hasil pencarian artikel didapatkan 988 artikel pada database Pubmed 33 artikel, Oxford Academic 232 artikel, DOAJ 10 artikel, Cochrane Library 228 artikel, PMC 5 artikel, Science direct 480 artikel. Setelah dilakukan penyaringan dan penilaian artikel, maka 8 artikel (dari database Pubmed 2 artikel, Oxford Academic 1 artikel, DOAJ 1 artikel, Cochrane Library 2 artikel, PMC 1 artikel). ditemukan beberapa terapi non-farmakologi efektif mengurangi nyeri post-SC  diantaranya adalah: penggunaan aroma terapi lavender, Terapi Nature Based Sound, Pijat Minyak Zaitun, Perancangan design interior dan tata letak jendela ruangan, Benson Relaksasi, Elastic Abdominal Binders. Ada berbagai jenis terapi non farmakolgi dapat digunakan untuk membantu mengurangi nyeri post SC.
Metode Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak Berbasis Orang Tua: Systematic Review Tetti Solehati; Puji Adi Kharisma; Melani Nurasifa; Wening Handayani; Evi Annisa Haryati; Salwa Az-zahra Nurazizah; Firdha Rizkiani Cipta Pertiwi; Cecep Eli Kosasih
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i4.5139

Abstract

Penelitian sistematic review terkait metode pencegahan KSA secara khusus bagi orang tua di Indonesia masih jarang ditemukan Tujuan penelitian untuk menganalisa metode pencegahan KSA berbasis orang tua. Desain penelitian menggunakan systematic review. Pencarian artikel menggunakan DOAJ, Sinta, Kandaga Unpad, dan google scholar. Pencarian awal ditemukan 3.327 artikel, setelah dilakukan screening berdasarkan kriteria inklusi dan penilaian kualitas artikel diperoleh tujuh artikel yang eligible. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (n=4) penelitian menggunakan multimetode, seperti: 1) penggunaan gabungan metode audio visual dan leaflet; 2) penggunaan gabungan metode worksheet, diskusi, booklet, ceramah, diskusi; 3) penggunaan gabungan metode role playing, game, modul pelatihan; 4) penggunaan gabungan metode ceramah dan role playing. Sedangkan sebagian lagi menggunakan metode tunggal (n=3), seperti: 1) pendidikan kesehatan underwear rules; 2) pendidikan seks. Pada penelitian ini tidak ditemukan penggunaan media sosial sebagai metode pencegahan KSA bagi orang tua. Dari berbagai metode tersebut akan lebih baik jika dikemas kedalam media sosial seperti aplikasi mobile, mengingat jaman sekarang hampir semua kalangan usia menggandrungi internet sebagai media informasi.
PARENT'S ROLE PREVENTING EARLY MARRIAGE Suci Larasati; Tetti Solehati; Hesti Platini
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v10i1.1925

Abstract

Background: Early marriage has many negative impacts; therefore, parents needed an effort to prevent early marriage. Purpose: To describe the role of parents in preventing early marriage. Method: quantitative descriptive, Accidental sampling technique, with a sample size of 95. The study was conducted in May 2019. The research instrument was a questionnaire on the Role of Parents in Preventing Early Marriage, modified from Novianti (2017), contained 30 questions, with a validity score of 0.3785 and alpha cronbach 0.707. Data analysis using frequency distribution. This research had been registered to the ethics committee with the ethics number of 535/UN6.KEP/EC/2019. Result: 56 people (59%) parents done their role excellent in preventing early marriage. Of the five roles of parents, the role of parents was an educator 64 (67%), role models and friends 46 (48%), counselor 40 (53%), and 60 (63%) as a communicator. Conclusion: the role of parents in preventing early marriage was categorized as either the role of educator, communicator and counselor, while the role of parents as friends and role models was said to be wrong. Suggestion: education about early marriage to the community and adolescents to reduce or minimize early marriage incidence Keywords: Prevention, Early Marriage, Role of Parents 
Co-Authors Aat Sriati Agus Rahmat Ai Rahmawati Aisha Chaerani Murti Alifa Rufaida Amalia Rizqi Sholihah Amalia Rizqi Sholihah Anastasia Yovita Sari Asep Solahudin Audi Siti Sarah Avicena Farhan Ramadhan Azalia Melati Putri Cecep Eli Kosasih Cecep Eli Kosasih Cecep Eli Kosasih Cecep Eli Kosasih Cecep Eli Kosasih Cecep Eli Kosasih Cecep Eli Kosasih Cecep Eli Kosasih Dadang Purnama DaiIa DahIia Rojabani Desy Adityani Dian Triyani Dwi Ningsih Handayani Setianing Budi Dyah Setyorini E, Ermiati Ermiati E Evi Annisa Haryati Firdha Rizkiani Cipta Pertiwi Fitriani Rahayu Gihon Jessi Novita Henny Suzana Mediana Henny Suzana Mediani Henny Yulianita Hesti Platini Hilmi Adillah Ida Maryati Ida Nurhidayah Ilham Taufik Nurilhami Karlina Noviyanti Lisda Pasti Gantina Mamat Lukman Mega Nurrahmatiani Melani Nurasifa Miftah Hudatul Umam Mira Trisyani Muntiq Jannatunna’im Napisah, Pipih Nia Ratnasari Noviani Megatami Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nurul Taopik Maulud Olga Sandrela Mahendra Plita Muliahati Puji Adi Kharisma Rida Siti Toyibah Riezky Fajri Septiani Riki Kurniawan Riska Audina Risma Juniarti Rizka Muliani Rizki Romadona Sabrina Muthi’ah Salwa Az-zahra Nurazizah Santi MuIyani Selly Amalia Nurhasanah Sely Novianty Shelly Helena Sifa Nur Afriani Sifa Nuraini Sifva Fauziah Sinta Dwi Ananda Siti Fauziah Siti Nur Fatimah Sobur Setiawan Sonia Dwiastuti Pratiwi Sri Mayang Rahayu Sri Purnama Alam Suci Larasati Syoifa Rahmawati Tri Nur Jayanti Tsabitah Rahmah Udin Rosidin Vera Rosaria Indah Wahib Abdul Rahman Wening Handayani Yani Marlina Yanti Hermayanti