Wulan P.J. Kaunang
Bagian Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Unsrat

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

HUBUNGAN KONDISI IKLIM DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KABUPATEN MINAHASA SELATAN TAHUN 2017-2019 Sunkudon, Cherlin; Kaunang, Wulan P.J.; Kandou, Grace D.
KESMAS Vol 10, No 5 (2021): VOLUME 10, NOMOR 5, MEI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang dapat menimbulkan demam yang akut karena terinfeksi oleh virus dengue. salah satu manifestasi simptomatik dari infeksi virus dengue adalah DBD. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan antara suhu udara, curah hujan dan kelembaban udara, dengan kejadian DBD wilayah Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2017-2019. Jenis penelitian survei analitik dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan di Kabupaten Minahasa Selatan dengan waktu penelitian oktober-november 2020. Sampel penelitian yaitu jumlah kejadian DBD diambil dari Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan dan Suhu udara, curah hujan, dan kelembaban diambil dari BPS Minsel. Hasil uji korelasi antara kejadian DBD dengan suhu udara r = -0,421, kejadian DBD dengan curah hujan r = 0,388 dan kejadian DBD dengan kelembaban udara r = 0,123. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan antara kejadian DBD dengan suhu udara dan tidak terdapat hubungan antara kejadian DBD dengan curah hujan dan kelembaban udara tahun 2017-2019. Disarankan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan agar selalu memeriksa , memberikan penyuluhan atau pembinaan kepada masyarakat serta rutin memantau daerah atau lingkungan masyarakat.  Kata Kunci: DBD, Suhu Udara, Curah Hujan, dan Kelembaban Udara ABSTRACTDengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease transmittted by the Aedes aegypti mosquito. DHF infection is caused by the dengue virus. Climatic factors such as air temperature, rainfall, and humidity affect the spread of DHF. This study aims to determine the relationship between air temperature, rainfall and humidity, and the incidence of dengue fever in the South Minahasa Regency in 2017-2019. This type of research uses analytiical survey research with cross sectiional research design. The research was conducted in South Minahasa Regency with the research time of October-November 2020. The research sample was the number of DHF incidents taken from the South Minahasa District Health Office and air temperature, rainfall, and humidity were taken from BPS Minsel. Correlation test results between the inciidence of dengue fever and air temperature r = -0.421, the incidence of dengue fever with rainfall r = 0.388 and the incidence of dengue fever with air humidity r = 0.123. The conclusion is that there is a relationship between the incidence of dengue fever and air temperature and there is no relationship between the incidence of dengue fever wiith rainfall and humidity in 2017-2019. It is recommended that the Health Office of Minahasa Selatan District be able to control areas that are prone to high incidence of dengue fever and to monitor environmental health in the community on a regular basis as well as provide guidance to the communiity as an effort to prevent dengue disease. Keyword: DHF, Air Temperature, Rainfall, Humidity
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN NEEDLE STICK INJURY PADA PERAWAT DI RSUD ANUGERAH TOMOHON E.D Wuisan, Loissel; Maddusa, Sri Seprianto; Kaunang, Wulan P.J.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54564

Abstract

Needle stick injury (NSI) menjadi salah satu kecelakaan kerja utama yang harus dihadapi oleh tenaga kesehatan terutama pada perawat. Luka akibat tertusuk jarum dapat berisiko mengakibatkan penyakit menular seperti HIV, hepatitis B, dan hepatitis C. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian needle stick injury pada perawat di RSUD Anugerah Tomohon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional yaitu data diperoleh dari data primer melalui kuesioner dan data sekunder melalui data yang sudah ada sebagai arsip di rumah sakit. Teknik analisis penelitian yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Rancang bangun penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional study. Jumlah populasi yang diambil sebanyak 116 perawat dan pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji statistik chi-square menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan (p=0,155), pelatihan (p=0,835), masa kerja (p=0,686) dan tindakan recapping (p=0,572) dengan kejadian NSI pada perawat di RSUD Anugerah Tomohon. Sebagian besar perawat belum pernah mengalami kejadian NSI selama 3 tahun terakhir. Perawat di RSUD Anugerah Tomohon baik perawat perempuan dan laki-laki pada semua golongan umur dengan masa kerja <1 tahun, 1-4 tahun dan >4 tahun pernah mengalami kejadian NSI. Saran perlu dilakukan pelatihan secara berkelanjutan pada perawat perempuan maupun laki-laki pada semua golongan umur baik pada pekerja baru maupun pekerja lama.