Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Peningkatan Kesehatan Remaja melalui Edukasi Pentingnya Kesehatan Reproduksi dan Bahaya Pergaulan Bebas Margaretha, Sumarti Endah Purnamaningsih Maria; Marwanta, Yohakim; Urrahman, Dhiya; Rachmawati, Nur Cahya
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Oktob
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/psnpkm.v4i2.4806

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan salah satu indikator penting dalam suksesnya pembangunan kesehatan masyarakat Kesehatan reproduksi remaja adalah suatu kondisi sehat yang menyangkut sistem, fungsi dan proses reproduksi yang dimiliki oleh remaja. Masa remaja merupakan masa yang dianggap rawan dalam kehidupan karena merupakan masa peralihan dari kehidupan anak menjadi kehidupan dewasa. Masa peralihan pada remaja menyebabkan berbagai permasalahan diantaranya adalah permasalahan pergaulan bebas. Remaja yang terjerumus ke dalam pergaulan bebas disebabkan karena kurangnya pengetahuan mereka tentang bahaya dan dampak dari pergaulan bebas baik bagi kesehatan maupun masa depannya, salah satunya fenomena seks bebas. Edukasi kesehatan merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk memberikan wawasan kepada remaja khususnya tentang bahaya pergaulan bebas yang bertujuan untuk mengubah perilaku remaja agar lebih mawas diri dan terhindar dari perilaku seks bebas. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kesehatan remaja dengan memberikan edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi remaja sehingga mampu untuk menjaga diri agar terhindar dari problema-problema pada remaja dan terhndar dari pergaulan bebas sehingga dapat tumbuh dan berkembang menjadi remaja yang bertanggung jawab.
Penguatan Kader Remaja sebagai Upaya Pencegahan Stunting Hapsari, Agustina Retno; Baiquni, Fahmi; Putrianti, Berlina; Urrahman, Dhiya; Karuniawati, Benny
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.4566

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, terutama di 1.000 hari pertama kehidupan. Di Indonesia, prevalensi stunting masih tinggi, mencapai 30,8% menurut Riskesdas 2018. Salah satu solusi untuk mengatasi stunting adalah dengan memberdayakan remaja sebagai agen perubahan melalui program edukasi gizi, kesehatan reproduksi, dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja terkait stunting dan melatih mereka sebagai kader yang mampu menyebarkan informasi ke masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Padukuhan Tangisan, Sleman, pada Agustus hingga Oktober 2024. Sebanyak 15 remaja putri berusia 16-18 tahun dipilih sebagai kader, yang kemudian dilatih melalui empat tahapan: rekrutmen, pelatihan, penyuluhan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader remaja sebesar 40% terkait stunting, gizi seimbang, dan kesehatan reproduksi. Penyuluhan yang dilakukan oleh kader di lingkungan mereka berhasil menjangkau sekitar 20 orang dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan stunting, dengan 85% peserta penyuluhan menyatakan peningkatan pengetahuan mereka. Kesimpulannya, program penguatan kader remaja ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran baik di kalangan remaja maupun masyarakat terkait pentingnya pencegahan stunting. Remaja terbukti mampu menjadi agen perubahan yang efektif dalam menyebarluaskan informasi gizi dan kesehatan. Namun, beberapa tantangan seperti keterbatasan waktu remaja dan infrastruktur penyuluhan perlu diperhatikan untuk pengembangan program di masa depan.
REVOLUTIONIZING SLEEP QUALITY: THE ROLE OF BABY MASSAGE IN TREATING PNEUMONIA PATIENTS AT PADMANABA BARAT ROOM, RSUP DR. SARDJITO Afrilia, Duwi; Margaretha, Sumarti Endah Purnamaningsih Maria; Urrahman, Dhiya; Sulistyowati, Endang Tri
Jurnal Keperawatan PPNI Jawa Barat Vol 2 No 2 (2024): JURNAL KEPERAWATAN PPNI JAWA BARAT
Publisher : DPW PPNI Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70332/jkp.v2i2.23

Abstract

Introduction : Pneumonia is an acute respiratory tract infection that affects the lung tissue (alveoli). Sleep is a form of adaptation of babies to their environment. Baby massage is a rubbing movement on the baby's body starting from the feet, stomach, chest, face, hands and back of the baby. Based of the register book in Padmanaba Barat room, the incidence of pneumonia in the last 3 months was 22 cases. Purpose: To find out how to improve sleep quality with infant massage in pneumonia patients in the West Padmanaba ward, RSUP Dr SARDJITO Hospital, Yogyakarta. Method: The method used in this research is descriptive in the form of a case study. Results: From the implementation that was carried out for 2 days on one respondent by measuring sleep quality in the first pre-intervention with a score of 5, the first post-intervention with a score of 4 and the second pre-intervention with a score of 4, the second post-intervention with a score of 2. Conclusion: Baby massage can improve sleep quality in pneumonia patients.
Enhancing adolescents’ healthy behaviors through nutrition and reproductive health education to prevent stunting at SMP N 1 Gedangsari, Gunungkidul Urrahman, Dhiya; Baiquni, Fahmi; Hersipa, Lulung Lanova; Rahmawati, Nur Cahya; Karuniawati, Benny
Community Empowerment Vol 10 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.13168

Abstract

Many adolescents pay insufficient attention to their nutritional needs, which increases their risk of developing anemia and chronic energy deficiency (CED). These conditions can elevate the likelihood of giving birth to stunted children in the future. In Yogyakarta, the prevalence of stunting is 18%, with Gunungkidul having the highest rate at 22.2%. Furthermore, Gunungkidul recorded 58 cases of adolescent childbirth, highlighting the urgent need for intervention. This community service activity aimed to enhance adolescents’ awareness and knowledge of reproductive health and nutrition to prevent stunting from an early age. The activity was conducted at SMP N 1 Gedangsari and employed a participatory approach with an educational method. The educational program successfully increased the adolescents’ awareness and knowledge of reproductive health and nutrition as crucial factors in stunting prevention. The interactive and participatory nature of the educational approach showed positive impacts, and it is expected that similar programs can be continued to provide long-term benefits to the community.
The Impact of Using the Maternal Neonatal Emergency Application (SIGNAL) for Midwives Margaretha, Sumarti Endah Purnamaningsih Maria; Putrianti, Berlina; Wulandari, Amri; Urrahman, Dhiya; Marwanta, Y Yohakim
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 3 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i3.6185

Abstract

Maternal mortality rate (MMR) and neonatal mortality rate (NMR) in Indonesia are still a challenge in health services. Technological innovations such as the SIGNAL application (Maternal Neonatal Emergency Information System) were developed to improve early detection of high risk in pregnant women and neonates. Objective to determine the impact of using the SIGNAL application for midwives in improving the speed and accuracy of maternal neonatal emergency services in Bantul Regency. Descriptive quantitative research with a cross-sectional approach was conducted on 50 midwives using SIGNAL at the Bantul Regency Health Center. The sampling technique used purposive sampling with a total of 50 respondents who actively used the SIGNAL application. Data were collected through questionnaires and analyzed descriptively. The results showed that 82% of midwives felt helped in early identification of high risk, 76% stated that referrals were faster, and 70% felt that the application increased confidence in making clinical decisions. The main obstacles were internet network and device limitations. The use of the SIGNAL application has a positive impact on improving the quality of maternal neonatal emergency services by midwives in Bantul Regency, although improvements in supporting infrastructure are still needed.