Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Keperawatan

PERBEDAAN PENGGUNAAN POVIDONE IODINE 1% DENGAN NACL 0,9% SEBAGAI DEKONTAMINASI ORAL TERHADAP KOLONISASI STAPHYLOCOCCUS AUREUS PADA PASIEN POST OPERASI DENGAN GENERAL ANESTHESIA DI RUANG MAWAR RSUD DR. ABDOER RAHEM SITUBONDO ., Rondhianto; ., Wantiyah; Islaha Widyaputri, Ahdya
Jurnal Keperawatan Vol 6, No 1 (2015): Januari
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.627 KB) | DOI: 10.22219/jk.v6i1.2850

Abstract

General anesthesia dapat melemahkan otot pernapasan, sehingga menyebabkan akumulasi sekret di orofaring. Kurangnya kebiasaan oral hygiene pada pasien post operasi merupakan salah satu faktor risiko meningkatkan pertumbuhan flora normal, misalnya Staphylococcus aureus. Salah satu intervensi keperawatan untuk mengurangi pertumbuhan kolonisasi Staphylococcus aureus adalah melakukan dekontaminasi oral. Penelitian ini menganalisis perbedaan penggunaan povidone iodine 1% dan NaCl 0, 9% sebagai dekontaminasi oral terhadap kolonisasi Staphylococcus aureus pada pasien post operasi dengan general anesthesia di Ruang Mawar RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo. Desain penelitian menggunakan non equivalent control group dengan consecutive sampling. Sampel sebanyak 20 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, 10 responden dalam dua minggu pertama sebagai kelompok perlakuan dengan menggunakan povidone iodine 1% dan 10 responden dalam dua minggu berikutnya sebagai kelompok kontrol dengan menggunakan NaCl 0,9%. Analisa data menggunakan uji Mann Whitney U dengan CI 95 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa povidone iodine 1% lebih efektif daripada NaCl 0, 9% dengan uji Mann Whitney U test (p value = 0,044). Tindakan perawat pada pasien post operasi dengan general anesthesia adalah memberikan motivasi dan edukasi tentang pentingnya dekontaminasi oral dengan menggunakan povidone iodine 1%.
Hubungan Antara Perilaku Mencuci Tangan Dengan Insiden Diare Pada Anak Usia Sekolah Di Kabupaten Jember Purwandari, Retno; Ardiana, Anisah; ., Wantiyah
Jurnal Keperawatan Vol 4, No 2 (2013): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.146 KB) | DOI: 10.22219/jk.v4i2.2362

Abstract

Hubungan Antara Perilaku Mencuci Tangan Dengan Insiden Diare Pada Anak Usia Sekolah Di Kabupaten JemberCorelation Between Handwash Behaviour and diarheae incident in school age children in JemberRetno Purwandari(1), Anisah Ardiana(2), Wantiyah(3)(1,2,3)Dosen Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas JemberKampus Bumi Tegal Boto, Jln. Kalimantan N0 37  JemberEmail : 1) retno_p.psik@unej.ac.idTelp: 08175466548ABSTRAKAnak-anak usia sekolah mempunyai kebiasaan kurang memperhatikan perlunya cuci tangan dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika di lingkungan sekolah. Perilaku tersebut tentunya berpengaruh dan dapat memberikan kontribusi dalam terjadinya penyakit diare. Cuci tangan merupakan tehnik dasar yang paling penting dalam pencegahan dan pengontrolan penularan infeksi. Penelitian ini adalah analisis korelasi. Subyek penelitian anak usia  sekolah di kabupaten Jember dengan teknik cluster sampling yaitu sebesar 300 responden. Analisis data menggunakan uji statistik  spearman. Hasil penelitian perilaku cuci tangan pada anak usia sekolah di Kabupaten Jember pada kategori baik (53,7 %), cukup (41,7 %) dan kurang baik (4, 6 %). Sedangkan insidensi diare pada anak usia sekolah di Kabupaten Jember dalam kategori rendah (59,3 %), sedang (37,7 %) dan tinggi (3 %). Hubungan antara perilaku cuci tangan dan insiden diare diperoleh nilai p = 0,000 yang lebih kecil dari 0,05 dan r = 0,792, maka secara statistik membuktikan ada hubungan yang signifikan antara perilaku cuci tangan dan insiden diare. Kata kunci : Perilaku Mencuci Tangan, Diare, Anak Usia Sekolah ABSTRACTSchool-age children have paying less attention habit to the need for hand washing in everyday, especially when in the school environment.  The behavior could effect and contribute to the occurrence of diarrhea disease. Hands washing is the most important fundamental technique in the prevention and control of infection transmission. This study was the correlation analysis. Research subject are school age children in Jember with cluster sampling technique that is equal to 300 respondents. Data analysis is using Spearman. The results of school age children hand washing behavior in Jember are in good categories ( 53.7 % ), moderate ( 41.7 % ) and poorly ( 4 , 6 % ) . While the incidence of diarrhea in children of school age in Jember in the low category ( 59.3 % ), moderate ( 37.7 % ) and high ( 3 % ) . Relationship between hand washing and diarrhea incidence obtained p value  = 0.000 is smaller than 0.05 and r = 0.792 , statistically it proves that there was a significant relationship between the incidence of diarrhea and hand washing.Key Words : Hand wash Behaviour , diarheae, school age children 
Hubungan Antara Perilaku Mencuci Tangan Dengan Insiden Diare Pada Anak Usia Sekolah Di Kabupaten Jember Retno Purwandari; Anisah Ardiana; Wantiyah .
Jurnal Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2013): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.146 KB) | DOI: 10.22219/jk.v4i2.2362

Abstract

Hubungan Antara Perilaku Mencuci Tangan Dengan Insiden Diare Pada Anak Usia Sekolah Di Kabupaten JemberCorelation Between Handwash Behaviour and diarheae incident in school age children in JemberRetno Purwandari(1), Anisah Ardiana(2), Wantiyah(3)(1,2,3)Dosen Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas JemberKampus Bumi Tegal Boto, Jln. Kalimantan N0 37 JemberEmail : 1) retno_p.psik@unej.ac.idTelp: 08175466548ABSTRAKAnak-anak usia sekolah mempunyai kebiasaan kurang memperhatikan perlunya cuci tangan dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika di lingkungan sekolah. Perilaku tersebut tentunya berpengaruh dan dapat memberikan kontribusi dalam terjadinya penyakit diare. Cuci tangan merupakan tehnik dasar yang paling penting dalam pencegahan dan pengontrolan penularan infeksi. Penelitian ini adalah analisis korelasi. Subyek penelitian anak usia sekolah di kabupaten Jember dengan teknik cluster sampling yaitu sebesar 300 responden. Analisis data menggunakan uji statistik spearman. Hasil penelitian perilaku cuci tangan pada anak usia sekolah di Kabupaten Jember pada kategori baik (53,7 %), cukup (41,7 %) dan kurang baik (4, 6 %). Sedangkan insidensi diare pada anak usia sekolah di Kabupaten Jember dalam kategori rendah (59,3 %), sedang (37,7 %) dan tinggi (3 %). Hubungan antara perilaku cuci tangan dan insiden diare diperoleh nilai p = 0,000 yang lebih kecil dari 0,05 dan r = 0,792, maka secara statistik membuktikan ada hubungan yang signifikan antara perilaku cuci tangan dan insiden diare. Kata kunci : Perilaku Mencuci Tangan, Diare, Anak Usia Sekolah ABSTRACTSchool-age children have paying less attention habit to the need for hand washing in everyday, especially when in the school environment. The behavior could effect and contribute to the occurrence of diarrhea disease. Hands washing is the most important fundamental technique in the prevention and control of infection transmission. This study was the correlation analysis. Research subject are school age children in Jember with cluster sampling technique that is equal to 300 respondents. Data analysis is using Spearman. The results of school age children hand washing behavior in Jember are in good categories ( 53.7 % ), moderate ( 41.7 % ) and poorly ( 4 , 6 % ) . While the incidence of diarrhea in children of school age in Jember in the low category ( 59.3 % ), moderate ( 37.7 % ) and high ( 3 % ) . Relationship between hand washing and diarrhea incidence obtained p value = 0.000 is smaller than 0.05 and r = 0.792 , statistically it proves that there was a significant relationship between the incidence of diarrhea and hand washing.Key Words : Hand wash Behaviour , diarheae, school age children
PERBEDAAN PENGGUNAAN POVIDONE IODINE 1% DENGAN NACL 0,9% SEBAGAI DEKONTAMINASI ORAL TERHADAP KOLONISASI STAPHYLOCOCCUS AUREUS PADA PASIEN POST OPERASI DENGAN GENERAL ANESTHESIA DI RUANG MAWAR RSUD DR. ABDOER RAHEM SITUBONDO Rondhianto .; Wantiyah .; Ahdya Islaha Widyaputri
Jurnal Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2015): Januari
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.627 KB) | DOI: 10.22219/jk.v6i1.2850

Abstract

General anesthesia dapat melemahkan otot pernapasan, sehingga menyebabkan akumulasi sekret di orofaring. Kurangnya kebiasaan oral hygiene pada pasien post operasi merupakan salah satu faktor risiko meningkatkan pertumbuhan flora normal, misalnya Staphylococcus aureus. Salah satu intervensi keperawatan untuk mengurangi pertumbuhan kolonisasi Staphylococcus aureus adalah melakukan dekontaminasi oral. Penelitian ini menganalisis perbedaan penggunaan povidone iodine 1% dan NaCl 0, 9% sebagai dekontaminasi oral terhadap kolonisasi Staphylococcus aureus pada pasien post operasi dengan general anesthesia di Ruang Mawar RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo. Desain penelitian menggunakan non equivalent control group dengan consecutive sampling. Sampel sebanyak 20 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, 10 responden dalam dua minggu pertama sebagai kelompok perlakuan dengan menggunakan povidone iodine 1% dan 10 responden dalam dua minggu berikutnya sebagai kelompok kontrol dengan menggunakan NaCl 0,9%. Analisa data menggunakan uji Mann Whitney U dengan CI 95 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa povidone iodine 1% lebih efektif daripada NaCl 0, 9% dengan uji Mann Whitney U test (p value = 0,044). Tindakan perawat pada pasien post operasi dengan general anesthesia adalah memberikan motivasi dan edukasi tentang pentingnya dekontaminasi oral dengan menggunakan povidone iodine 1%.