Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Peningkatan Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi Pada Pelajar SMPN 1 Jenggawah Melalui Team Building Games Setioputro, Baskoro; Rondhianto; Siswoyo; Agustin, Agil; Rubiansyah, Getha Maharani; Ramadhan, Firman; Pasanti, Jesicha Melni; Mukarromah, Siti Murdiyati
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.508 KB) | DOI: 10.58545/djpm.v2i1.99

Abstract

Gempa bumi adalah bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Kota Jember merupakan salah satu kota yang terletak di sumber gempa potensial, yaitu terdapat lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia di daerah selatan Jawa Timur. Sekolah merupakan bangunan yang menampung banyak individu sehingga dapat menyebabkan korban jiwa dan material akibat gempa bumi. Siswa SMPN 1 Jenggawah, Kabupaten Jember, belum pernah mendapatkan penyuluhan tentang kesiapsiagaan gempa bumi., sehingga siswa tidak siap jika menghadapi bencana gempa bumi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan intensi dan sikap siswa menghadapi bencana gempa bumi. Metode pendidikan kesehatan yang digunakan adalah team building games. Setelah mendapatkan materi melalui ceramah, siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dan berjalan melalui pos-pos untuk mengaplikasikan materi yang diperoleh. Evaluasi dilakukan dengan one group pre-post test design. Pendidikan Kesehatan diikuti oleh 68 siswa. Hasil pre-test menunjukkan 13,3% siswa memiliki intensi lemah dan 17,6% memiliki sikap negative. Setelah mendapatkan Pendidikan Kesehatan dengan team building games seluruh siswa memiliki intensi positif. Sedangkan sikap negative berkurang menjadi 14,7%. Pendidikan Kesehatan dengan metode team building games bisa meningkatkan intensi seluruh siswa dalam menghadapi gempa bumi, dan menurunkan jumlah siswa yang memiliki sikap negative. Team building games dapat digunakan sebagai metode untuk meningkatkan intensi dan sikap dalam menghadapi gempa bumi bagi siswa SMP.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Dengan Metode Ceramah dan Simulasi Bantuan Hidup Dasar Pada Siswa SMA Rondhianto; Setioputro, Baskoro; Yunanto, Rismawan Adi
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v2i3.114

Abstract

Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan suatu bentuk keterampilan yang mempertahankan jalan napas dan sirkulasi tanpa adanya alat dan dilakukan kapan pun. Keterampilan ini dapat dilakukan oleh siapapun, termasuk siswa SMA. Secara umum, banyak orang awam yang belum mengetahui keterampilan ini. Oleh karena itu, tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa tentang BHD sehingga mereka dapat berperan dalam menghadapi keadaan darurat serta membantu menyelamatkan nyawa. Metode yang digunakan yaitu ceramah dan simulasi.  Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Responden diminta untuk mengisi kuesioner sebelum dilakukan intervensi (Pre-test) dan setelah intervensi (Post-test). Kemudian, data dianalisa menggunakan uji Wilcoxon (p˂α = 0,05). Sebelum dilakukan pendidikan kesehatan sebagian besar responden mempunyai pengetahuan dalam kategori sedang dengan presentase 75%, sedangkan pada keterampilan siswa dalam kategori terampil memiliki presentase 5%. Namun, setelah diberikan pendidikan kesehatan pengetahuan siswa meningkat dengan presentase 90%, sedangkan pada keterampilan siswa juga terjadi peningkatan dengan presentase 62,5%. Hasil analisa uji statistik menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan (0,000<0,05) sebelum dan setelah dilakukannya pendidikan kesehatan. Metode ceramah dan simulasi dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa SMAN 4 Jember dalam melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Upaya pendidikan kesehatan ini dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menyelamatkan nyawa dalam kegawatdaruratan.
How spirituality strengthens community resilience to flood disasters Setioputro, Baskoro; Haristiani, Ruris; Iksafani, Moh Afif Jakaria; Yunanto, Rismawan Adi
Jurnal Penelitian Vol. 21 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jp.v21i1.13281

Abstract

Flood is one of the natural disasters that often occurs in Indonesia. Floods that threaten and disrupt people's lives cause casualties, environmental damage, loss of property, and psychological impacts. The community's ability to deal with disasters well through the process of adaptation and maintaining self-functions so that they return to their original state before the disaster occurs. Spirituality has an important role in forming a resilient individual. Individuals with good spirituality have a strong relationship with their God, fellow human beings, and even with themselves. The purpose of this study was to determine the relationship between spirituality and community resilience to floods in Wonoasri Village, Tempurejo District, Jember. The independent variable of this research is spirituality and the dependent variable is disaster resilience. This research is a correlational study with a cross-sectional approach. Sampling using the g-power application with the results of 193 respondents. Data collection using the DSES questionnaire and resilience questionnaire. Data analysis used Kendall's Tau C test with a p-value <0.05. The results of this study indicate a positive relationship between the two variables. There is a relationship between spirituality and resilience to floods in Wonoasri Village, Tempurejo Jember district (α = 0.000 or α < 0.05. Correlation coefficient 0.279). This research shows that the higher the level of spirituality, the higher the level of resilience possessed.
Optimalisasi level kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan tsunami kelompok rentan melalui disaster empowerment center Setioputro, Baskoro; Yunanto, Rismawan Adi; Haristiani, Ruris; Rokhmah, Dewi
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v8i1.22676

Abstract

Latar Belakang: Indonesia yang terletak di Cincin Api Bumi memiliki risiko tinggi terhadap gempa bumi dan tsunami, khususnya di wilayah pesisir selatan seperti Kabupaten Jember. Desa Sabrang di Jember merupakan wilayah dengan kesiapsiagaan bencana yang belum optimal, terutama di kalangan kelompok rentan seperti lansia, difabel, ibu hamil, dan ibu dengan balita. Tujuan: untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana pada kelompok rentan melalui program DEC. Metode: Program DEC ini menggunakan pendekatan pemberdayaan bagi kelompok rentan di Desa Sabrang melalui serangkaian edukasi dan pelatihan intensif pada Juni hingga Oktober 2024. Tahapan meliputi identifikasi kebutuhan, perancangan, pelaksanaan, serta diseminasi dengan monitoring dan evaluasi. Hasil: Hasil program DEC menunjukkan peningkatan kesiapsiagaan kelompok rentan di Desa Sabrang dalam menghadapi bencana, terutama dalam aspek peningkatan pengetahuan tentang bencana (dari 56,17 menjadi 66,71), perencanaan kegiatan bencana (dari 5,38 menjadi 6,30), pemahaman peringatan bencana (dari 2,07 menjadi 3,33), serta mobilisasi sumber daya (dari 1,63 menjadi 3,42). Peningkatan ini mencerminkan kemampuan kelompok rentan dalam memahami risiko bencana, menyusun rencana kesiapsiagaan, merespons peringatan dini, serta mengoptimalkan sumber daya yang tersedia. Kesimpulan: Program Disaster Empowerment Center di Desa Sabrang berhasil meningkatkan kesiapsiagaan kelompok rentan, khususnya dalam pengetahuan bencana, perencanaan, peringatan dini, dan mobilisasi sumber daya. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan pemberdayaan komunitas efektif dalam membangun ketangguhan bencana dan dapat direplikasi di wilayah berisiko tinggi lainnya.
Peningkatan Pengetahuan Kesiapsiagaan Bencana Banjir Melalui Edukasi Video Animasi dan Simulasi di SMPN 3 Ambulu Jember Haristiani, Ruris; Setioputro, Baskoro; Yunanto, Rismawan Adi; Al Alawi, Rafi Izuddin; Zahra, Annisa
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v2i1.42

Abstract

Bencana banjir termasuk kedalam permasalahan glodal yang dihadapi hampir seluruh Negara di dunia. Insiden dan korban terkait bencana banjir adalah yang tertinggi dalam skala global yaitu 55%. Pengetahuan merupakan faktor kunci dalam kesiapsiagaan yang mempengaruhi sikap untuk siap dan siaga menghadapi bencana. Sikap kesiapsiagaan terhadap bencana memerlukan adanya edukasi tentang kebencanaan. Pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kesiapsiagaan bencana banjir siswa SMPN 3 Ambulu. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat mengenai Kesiapsiagaan Bencana Banjir yaitu edukasi video animasi dan simulasi evakuasi terkait bencana banjir. Hasil uji Wilcoxon nilai Sig < 0,05 menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan siswa sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang kesiapsiagaan bencana banjir melalui media berupa video edukasi. Kesimpulannya terdapat pengaruh penggunaan video edukasi terhadap pengetahuan siswa tentang kesiapsiagaan bencana banjir.
Peningkatan Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi Pada Pelajar SMPN 1 Jenggawah Melalui Team Building Games Setioputro, Baskoro; Rondhianto; Siswoyo; Agustin, Agil; Rubiansyah, Getha Maharani; Ramadhan, Firman; Pasanti, Jesicha Melni; Mukarromah, Siti Murdiyati
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v2i1.99

Abstract

Gempa bumi adalah bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Kota Jember merupakan salah satu kota yang terletak di sumber gempa potensial, yaitu terdapat lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia di daerah selatan Jawa Timur. Sekolah merupakan bangunan yang menampung banyak individu sehingga dapat menyebabkan korban jiwa dan material akibat gempa bumi. Siswa SMPN 1 Jenggawah, Kabupaten Jember, belum pernah mendapatkan penyuluhan tentang kesiapsiagaan gempa bumi., sehingga siswa tidak siap jika menghadapi bencana gempa bumi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan intensi dan sikap siswa menghadapi bencana gempa bumi. Metode pendidikan kesehatan yang digunakan adalah team building games. Setelah mendapatkan materi melalui ceramah, siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dan berjalan melalui pos-pos untuk mengaplikasikan materi yang diperoleh. Evaluasi dilakukan dengan one group pre-post test design. Pendidikan Kesehatan diikuti oleh 68 siswa. Hasil pre-test menunjukkan 13,3% siswa memiliki intensi lemah dan 17,6% memiliki sikap negative. Setelah mendapatkan Pendidikan Kesehatan dengan team building games seluruh siswa memiliki intensi positif. Sedangkan sikap negative berkurang menjadi 14,7%. Pendidikan Kesehatan dengan metode team building games bisa meningkatkan intensi seluruh siswa dalam menghadapi gempa bumi, dan menurunkan jumlah siswa yang memiliki sikap negative. Team building games dapat digunakan sebagai metode untuk meningkatkan intensi dan sikap dalam menghadapi gempa bumi bagi siswa SMP.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Dengan Metode Ceramah dan Simulasi Bantuan Hidup Dasar Pada Siswa SMA Rondhianto; Setioputro, Baskoro; Yunanto, Rismawan Adi
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v2i3.114

Abstract

Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan suatu bentuk keterampilan yang mempertahankan jalan napas dan sirkulasi tanpa adanya alat dan dilakukan kapan pun. Keterampilan ini dapat dilakukan oleh siapapun, termasuk siswa SMA. Secara umum, banyak orang awam yang belum mengetahui keterampilan ini. Oleh karena itu, tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa tentang BHD sehingga mereka dapat berperan dalam menghadapi keadaan darurat serta membantu menyelamatkan nyawa. Metode yang digunakan yaitu ceramah dan simulasi.  Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Responden diminta untuk mengisi kuesioner sebelum dilakukan intervensi (Pre-test) dan setelah intervensi (Post-test). Kemudian, data dianalisa menggunakan uji Wilcoxon (p˂α = 0,05). Sebelum dilakukan pendidikan kesehatan sebagian besar responden mempunyai pengetahuan dalam kategori sedang dengan presentase 75%, sedangkan pada keterampilan siswa dalam kategori terampil memiliki presentase 5%. Namun, setelah diberikan pendidikan kesehatan pengetahuan siswa meningkat dengan presentase 90%, sedangkan pada keterampilan siswa juga terjadi peningkatan dengan presentase 62,5%. Hasil analisa uji statistik menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan (0,000<0,05) sebelum dan setelah dilakukannya pendidikan kesehatan. Metode ceramah dan simulasi dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa SMAN 4 Jember dalam melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Upaya pendidikan kesehatan ini dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menyelamatkan nyawa dalam kegawatdaruratan.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN ORAL HYGIENE + CLOSE SUCTION + HEAD UP 30-45? SEBAGAI BUNDLE PENCEGAHAN VAP (VENTILATOR ASSOCIATED PNEUMONIA) PADA RESPONDEN TN. S DENGAN PENGGUNAAN VENTILATOR MEKANIK DI RUANG ICU RSUP PROF dr. I. G. N. G. NGOERAH BALI Karina Puspa Wulandari Puspa; Ruris Haristiani; Baskoro Setioputro; Heri Siswanto
JURNAL ILMIAH KEPERAWATAN ALTRUISTIK Vol 7 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Institut Kesehatan Hermina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48079/jika.v7i1.107

Abstract

Ventilator Associated Pneumonia or VAP is the occurrence of pneumonia in patients who are mechanically ventilated using an endotracheal tube (ETT) with a minimum duration of use of 48 hours. The incidence of VAP in hospitals can be minimized with a procedure, namely the VAP Bundle. Procedures in VAP Bundle include raising the head of the bed, suctioning tracheal mucus, and oral care with 0.2% chlorhexidine. The purpose of writing Scientific Research is to evaluate the VAP Bundle procedure which nurses can carry out independently as a preventive measure for VAP in the ICU. The technique for collecting respondents in this research is purposive sampling. The materials and instruments used in this research used standard operating procedures (SOP) Oral Hygiene + Close Suction + Head Up 30-45?. Meanwhile, the data collection instrument in the VAP Prevention Bundle is an observation sheet in the form of Clinical Infection Scroe Monitoring (CPIS) to assess the incidence of pneumonia in patients on ventilators. The results of this study showed that the Clinical Pulmonary Infection Score (CPIS) value on the 3rd day and 6th day of using the ventilator showed that the patient's CPIS score was ?6 so that the patient was declared not diagnosed with VAP. VAP Bundle is an appropriate procedure to prevent the occurrence of VAP in the ICU in patients who are installed on a mechanical ventilator. Implementing VAP Bundle can speed up the duration of use of a mechanical ventilator so as to minimize exposure to germs or the emergence of other diseases that can worsen the patient's condition.
Age and VAP Bundle Factors Support the Success of Ventilator Weaning in Patients with Post Evd E.C Hydrocephalus Communica, ME TB BRMC Grade II in the ICU room Taufindari, Revita Pricilia Ananda Putri; Setioputro, Baskoro
Journal of Nursing Care Vol 8, No 1 (2025): Journal of Nursing Care
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnc.v8i1.61482

Abstract

Ventilator weaning disorder is the inability to adapt to the reduction of mechanical ventilator assistance that can hinder and prolong the weaning process. Meningitis is strictly defined as inflammation of the meninges, while encephalitis is defined as inflammation of the brain. If both are inflamed, the patient experiences meningo encephalitis. Ventilator weaning (or ventilator weaning) is the process of gradually reducing the mechanical respiratory support provided by the ventilator to the patient. Successful weaning is defined as effective spontaneous breathing without any machine support for 24 hours or more. Study was to analyze ventilator weaning in post evd patients e.c communicating hydrocephalus, me tb brmc grade ii in the icu room of prof. Dr. I.g.n.g ngoerah bali hospital. The method used is a quantitative case study method. The data source of this study is primary data that has been interviewed with the patient’s family and also refers to medical record data as secondary data. The results obtained in this study are that the success factor of ventilator weaning is related to the patient’s age. In early adulthood, it is easier to achieve successful ventilator weaning because the body’s immune function, respiratory muscles and lung function are stronger compared to late adulthood. Then, oral hygiene measures will reduce the incidence of vap and avoid oral infections. Because these measures can kill bacterial growth in the oropharynx. The application of the vap bundle for the prevention and control of vap is stated in the regulation of the minister of health (permenkes) of the republic of indonesia number 27 of 2017 concerning guidelines and prevention of infection which includes hand hygiene, bed position 30-45°, oral hygiene, management of oropharyngeal and tracheal secretions, daily sedation assessment, and administration of deep vein thrombosis (dvt) prophylaxis. The conclusion of this study is that age factors and vap bundles can support the success of ventilator weaning in post-evd patients e.c communicated hydrocephalus, me tb brmc grade ii in the icu room of prof. Dr. I.g.n.g. Ngoerah bali hospital
Factors Related to Farmers' Health Seeking Behaviours Following Snake Bite Ruris Haristiani; Rismawan Adi Yunanto; Baskoro Setioputro; Deskita Prastiwi
Journal of Islamic Nursing Vol 10 No 1 (2025): Journal of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/join.v10i1.56299

Abstract

A huge number of mortalities and morbidities of snake-bite is mostly reported from tropical countries in agriculture occupants. The purpose of this study was to determine the factors related of farmers' health seeking behavior following snakebite. The research design used quantitative method with correlational descriptive research with a cross-sectional approach. The type of sampling technique used probability sampling using the cluster sampling method with a total sample of 100 respondents. Data were collected using 6 questionnaires to measure factors related to the behavior of seeking health assistance due to snakebites including knowledge level, perception of illness, attitude, income level, and accessibility of health services. We used Chi square test and Fisher exact test to analyze the data. The result showed that there was a relationship between the level of knowledge (p 0.000), perception of sickness (p 0.003), health service accessibility (p 0.005), income levels (p 0.001), and attitudes (p 0.021) to farmers' health seeking behaviors of snakebite. Based on these findings, it is urgently needed to give health education to farmers related to appropriate health seeking behaviours of snakebite. Keywords: farmers, health-seeking behaviours, snakebite.