Resort Bandealit di Taman Nasional Meru Betiri (TNMB), Jawa Timur merupakan kawasan konservasi yang mengalami tekanan antropogenik tinggi, terutama penebangan liar, yang berdampak pada perubahan struktur vegetasi dan fungsi ekosistem. Meskipun suksesi sekunder berlangsung, tingkat pemulihan struktural dan fungsional vegetasi pohon lima tahun pasca gangguan belum sepenuhnya diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi nilai ekologi vegetasi pohon berdasarkan struktur vegetasi tegakan dan cadangan karbon, serta menganalisis hubungannya dengan faktor abiotik di Blok Jati Lodadi. Data vegetasi pohon dikumpulkan dari 15 plot berukuran 20x20 m. Cadangan karbon diestimasi menggunakan metode semi-destruktif, sedangkan hubungan dengan faktor abiotik dianalisis menggunakan Principal component analysis (PCA). Tercatat 24 famili, 37 genus, dan 42 spesies dengan kepadatan 2377 individu/ha, dengan luas basal area 22,22 m2/ha, dan volume tegakan 94,467 m3/ha. Cadangan karbon mencapai 16,356 ton C/ha (59,98 ton CO2/ha). Kelembaban tanah berkorelasi positif dengan volume tegakan, sedangkan pH tanah dan intensitas cahaya berkorelasi positif dengan cadangan karbon. Suhu udara berkorelasi negatif dengan keduanya. Hasil ini menunjukkan tahap pemulihan menengah dan menegaskan pentingnya strategi pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan spesifik lokasi.