Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Adjustment of college students and high school students who like watching Korean dramas Elni Yakub; Tri Umari; Munawir Munawir
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 11, No 3 (2023): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/184300

Abstract

Most Korean drama fans are students. Watching Korean dramas also impacts students' attitudes and behavior, including their adjustment to campus life. This research aims to determine the adjustment of students who enjoy watching Korean dramas in terms of emotional maturity, intellectual maturity, social maturity, and responsibility. The study follows a quantitative descriptive research design and was conducted at the Faculty of Teacher Training and Education, Riau University. The sampling technique employed was the snowball sampling method, resulting in a sample size of 102 participants. Data for this research consist of interval data collected through respondents filling out the self-adjustment scale instrument. Descriptive analysis was used to analyze the data. The research findings reveal that students who enjoy watching Korean dramas exhibit medium-level adjustments in three aspects: emotional maturity, intellectual maturity, and responsibility. However, one aspect of adjustment falls into the low category—social maturity. Therefore, students classified in the low social maturity category may benefit from interventions to enhance their social relations maturity on campus.
Pencapaian Identitas Diri Bidang Karir Siswa SMK PGRI Pekanbaru Adevia Aprilia Riswana; Tri Umari; Khairiyah Khadijah
Jurnal Wahana Konseling Vol. 6 No. 2 (2023): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/juang.v6i2.13802

Abstract

Identitas diri bidang karir merupakan salah satu tahapan dimana seorang individu berada pada fase remaja yaitu dimana ia mampu memahami dan mengenali segala hal yang berkenaan dengan dirinya sendiri. Seperti memahami kelebihan dan kekurangan yang dimiliki,memahami bahwasanya setiap individu itu berbeda, dan adanya kemampuan untuk mengambil keputusan terkait dengan pilihan hidupnya, serta memahami apa yang diri sendiri butuhkan terkhusus pada bidang karir. Penelitian ini  bertujuan untuk mencari tahu bagaimana gambaran pencapaian identitas diri bidang  karir aspek eksplorasi dan aspek komitmen  siswa disekolah tersebut.  Populasi penelitian ini yaitu siswa kelas X, XI, dan XII yang berasal dari jurusan yang berbeda-beda. Dan didapatkan sampel 30% dari populasi yang ada, sehingga didapatkan sampel sebanyak 144 siswa.Adapun pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket skala identitas karir aspek eksplorasi dan komitmen kemudian diolah dan dilakukan analisis deskriptif. Pencapaian identitas diri bidang karir aspek eksplorasi dan komitmen siswa SMK PGRI Pekanbaru, berada pada status identitas forclosure yaitu siswa tidak melakukan eksplorasi akan tetapi telah berkomitmen dengan suatu pilihan karir.
Pengaruh Konseling Kelompok Dengan Teknik Self Instruction Untuk Mengurangi Burnout Dalam Belajar Siswa Vira Winellya; Raja Arlizon; Tri Umari
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 1, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v1i2.3449

Abstract

Burnout dalam belajar siswa terjadi karena faktor internal yang terdapat dalam diri siswa yaitu kondisi fisik dan psikis yang lelah, dan dari faktor eksternal yang terdapat dari luar diri siswa seperti bosan dengan metode mengajar guru didalam kelas, siswa yang tidak akrab dengan temannya atau orang disekitarnya dan tugas-tugas sekolah yang harus dikerjakan. Untuk mengurangi burnout dalam belajar siswa, salah satu layanan yang dapat diberikan di sekolah adalah konseling kelompok dengan bantuan teknik self instruction. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat pengaruh konseling kelompok dengan teknik self instruction untuk mengurangi burnout dalam belajar siswa. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dan match kualitatif. Subjek dalam penelitian ini merupakan siswa yang memiliki tingkat burnout dalam belajar tinggi sebanyak 7 orang siswa dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif, uji wilcoxon, dan N-gain score. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh konseling kelompok dengan teknik self instruction untuk mengurangi burnout dalam belajar siswa.
Analisis Perilaku Self-Harm pada Siswa SMPN 17 Pekanbaru dan Implementasinya Dalam Bimbingan Konseling Sy Elsa Ruwaida; Tri Umari; Donal Donal
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 1, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v1i2.3633

Abstract

Masa remaja termasuk masa yang sangat menentukan karena pada masa ini anak anak mengalami banyak perubahan pada psikis dan fisiknya. Dan perilaku self-harm sering kali dijadikan pelarian yang dilakukan untuk mengatasi tekanan emosional atau rasa sakit secara emosional. Perilaku self-harm rentan terjadi di semua kalangan, seperti yang terjadi pada siswa SMPN 17 Pekanbaru. Penelitian yang berjudul Analisis Perilaku Self-harm Pada Siswa SMPN 17 Pekanbaru Dan Implementasinya Dalam Bimbingan Konseling ini, bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk self-harm pada siswa, apa yang menyebabkan siswa tersebut melakukan self-harm dan bagaimana implentasi bimbingan konseling dalam mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah berjumlah 5 orang siswa SMPN 17 Pekanbaru yang pernah melakukan perilaku self-harm dalam 3 bulan terakhir dengan rentang usia 13-15 tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik keabsahan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima subjek penelitian melakukan perilaku self-harm yaitu menyayat, mengukir bentuk di pergelangan tangan. Tindakan ini dilakukan dengan intensitas rendah dan tidak berulang dalam satu waktu. Faktor yang menyebabkan perilaku Self-harm yaitu media sosial, lingkungan sosial, dan keluarga. Dampak yang ditimbulkan dari perilaku self-harm yaitu dampak fisik yang menyebabkan luka dan cedera, dampak psikologis yaitu perasaan malu dan bersalah, dampak akademis dan sosial. Latar belakang keluarga dan lingkungan Informan umumnya mengalami kurangnya perhatian dan dukungan emosional dari orangtua, perasaan tidak dihargai, serta isolasi sosial. Ini mendorong mereka mencari mekanisme koping melalui self-harm.
Survey Masalah Pribadi, Belajar dan Sosial Siswa yang Melaksanakan Sistem Full Day School Serta Implikasi Dalam Layanan BK di Sekolah Rihadatul Nadhifa; Tri Umari; Elni Yakub
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 1, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v1i2.3634

Abstract

Permasalahan yang diteliti didalam penelitian ini terbagi menjadi 3 masalah, diantaranya masalah pribadi, belajar dan sosial. Masalah pribadi yang terjadi pada siswa ialah suatu permasalahan yang dialami individu yang muncul dari dirinya akibat individu tersebut tidak mampu memahami dirinya, tidak bisa menerima dirinya, dan tidak bisa mengeksperikan dirinya dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif. Masalah belajar merupakan masalah yang sebagian besar dialami oleh peserta didik yang dapat diartikan masalah belajar yaitu suatu keadaan dalam proses pembelajaran yang jelas-jelas terdapat hambatan untuk mencapai hasil belajar yang baik. Sedangkan masalah sosial adalah situasi yang dinyatakan sebagai sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai oleh warga masyarakat yang cukup signifikan, dimana mereka sepakat dibutuhkannya suatu tindakan untuk mengubah situasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mensurvey dan mengetahui apa saja permasalahan yang dialami oleh siswa kelas XI. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan jenis penelitian Deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas 11 dengan jumlah responden 171 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket permasalahan pribadi, belajar dan sosial siswa yang selanjutnya dianalisis menggunakan bantuan Microsoft Excel dan Computer Program SPSS Version 24 For Windows. Hasil dari analisis yang telah dilakukan pada masalah pribadi terdapat 7 permasalahan yang dialami dan yang paling dominan muncul pada siswa terletak pada permasalahan keras kepala. Didalam masalah belajar terdapat 11 permasalahan dan yang paling dominan muncul pada siswa terletak pada permasalahan kemandirian dan strategi belajar kurang baik. Didalam masalah sosial terdapat 8 permasalahan dan yang paling dominan muncul pada siswa terletak pada permasalahan perasaan tidak dihargai dan diremehkan.
Pengembangan Modul Pengelolaan Emosi Siswa SMP Kelas 9 Melalui Layanan Bimbingan Klasikal Soraya Khomsah; Tri Umari; Donal Donal
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3671

Abstract

Pengelolaan emosi merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki oleh siswa, terutama di usia remaja yang rentan terhadap perubahan psikologis. Masa remaja disebut sebagai periode badai dan tekanan, yaitu ketika ketegangan emosi meninggi karena akibat dari perubahan fisik dan lingkungan yang tidak mendukung perkembangan emosionalnya. Siswa SMP khususnya kelas 9, mengalami berbagai perubahan fisik, emosional dan sosial yang signifikan. Perubahan ini seringkali menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam mengelola emosi mereka yang dapat berdampak pada prestasi akademik, hubungan sosial dan kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pengelolaan emosi untuk siswa kelas 9 melalui layanan bimbingan klasikal. Modul ini dikembangkan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Pada penelitian ini, model pengembangan dibatasi hanya sampai tahap development atau tahap pengembangan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian research and development atau R & D. Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya masalah yang ditemukan yaitu tingginya frekuensi siswa kelas 9 yang mengalami kesulitan mengelola emosi, khususnya emosi negatif seperti mudah marah. Oleh karena itu, topik yang dipilih berdasarkan dengan permasalahan siswa yang mengalami kesulitan mengelola emosi, terkhusus emosi negatif yaitu mudah marah. Modul yang dikembangkan telah divalidasi oleh ahli materi, desain, dan bahasa. Uji validitas menunjukkan bahwa tingkat validitas modul berada pada kategori sangat tinggi atau sangat layak digunakan dengan hasil skor rata-rata yaitu 3.57 dan hasil rata-rata persentase yaitu 89.29%. Hal ini menunjukkan bahwa modul dapat digunakan dalam pelaksanaan layanan bimbingan klasikal dengan syarat diperbaiki sesuai saran dan masukan oleh para validator ahli. Modul ini diharapkan menjadi alat bantu efektif bagi guru BK dalam melaksanakan layanan bimbingan klasikal serta membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan pengelolaan emosi.