Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENINGKATAN GAJI DAN TUNJANGAN GURU: KEBUTUHAN ATAU BEBAN ANGGARAN Wardani, Elen Pramudita Rahma; Andini, Amelia Fitri; Budiarti, Sangdwika; Saputri, Kamelia Nanda; Tazkiya, Sabbihisma Okta; Kharismaputra, Aulia Prima
Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol. 3 No. 4 (2025): Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan gaji dan tunjangan guru merupakan isu krusial dalam sistem pendidikan Indonesia yang memengaruhi kesejahteraan guru dan kualitas pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan peningkatan gaji dan tunjangan guru terhadap anggaran pendidikan nasional serta efektivitasnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur, penelitian ini menyoroti kesenjangan pendapatan antara guru PNS dan non-PNS, disparitas regional, serta dampaknya terhadap motivasi dan kinerja guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan gaji dan tunjangan guru bukanlah beban anggaran mendasar untuk meningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme guru, Namun, kebijakan ini menimbulkan tantangan signifikan terhadap keberlanjutan anggaran pendidikan dan membutuhkan perencanaan anggaran yang cermat, distribusi yang adil, serta evaluasi kinerja yang efektif untuk mencapai hasil yang optimal.
Development of Teaching Modules for Strategic Management Courses Based on Problem-Based Learning to Increase Students' Cognitive Flexibility Saeroji, Ahmad; Muhsin; Kharismaputra, Aulia Prima
Dinamika Pendidikan Vol. 19 No. 1 (2024)
Publisher : Economics Education Department Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/dp.v19i1.8010

Abstract

This research aims to develop and test whether the problem-based learning (PBL) teaching module that the author created in the strategic management course can increase students' cognitive flexibility. The research method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE model, which includes the Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation stages. The sample in this study was students of the Office Administration Education Study Program, Semarang State University, class of 2021, with 109 students divided into three classes.  Furthermore, the results of the module that has been developed are tested regarding the increase in the average cognitive flexibility score after carrying out the pre-test and post-test. Based on research results, the experimental class that used the PBL module showed an average increase in cognitive flexibility score of 17.3 points, while the control class only increased by 4.4 points. Statistical tests showed a significant increase in the experimental class (p < 0.001), while the control class did not show a significant increase (p = 0.065). Meanwhile, student activities in the experimental class showed active participation in the learning process, problem-solving involvement, and better teamwork than in the control class. Student feedback indicates that PBL makes learning more enjoyable, helps students think critically, and is relevant to the real world.
INOVASI PRODUK OLAHAN MAKANAN BERBAHAN BAWANG MERAH DALAM MENDUKUNG EKONOMI KREATIF DI KECAMATAN TOROH GROBOGAN Astuti, Dwi Puji Astuti; Kardiyem, Kardiyem; Setiyani , Rediana; Aulia Prima Kharismaputra; Astuti, Abdul Khafidz
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i3.1918

Abstract

Shallots are a manipulation of local wisdom found in Grobogan Regency. One of the largest shallot planting centers in Grobogan Regency is Genangadal Village. The weak low bargaining position due to oversupply during the big harvest caused a drop in prices received by farmers. As an effort to provide solutions to these challenges, it is necessary to empower people to create a creative economy through processed product innovation. This activity aims to conduct training and assistance related to innovation in processing shallot-based products. In addition, it conducts training and assists in developing good product marketing strategies. The stages carried out in this service are Focus Group Discussion (FGD) with farmer groups, demonstrations and practices in making various preparations from shallots, tutorials and assistance on good marketing strategies, and monitoring and evaluation. Based on the training results, the potential of shallots, which was initially not optimally utilized by farmers, has now been optimized for use in products with high economic value. The shallots that have been processed are onion crackers and onion paste. In addition, farmers have also learned good product marketing strategies. This activity improves farmers' skills in producing various processed products with high economic value. In addition, the farmers also gained knowledge about the product's marketing strategy. This is undoubtedly a new market opportunity for farmers; when the price of shallots plummets, they don't have to worry anymore because they can take advantage of the harvest by making processed products with economic value.
Utilization Of Mindmeister For The Creation Of Learning Objective Pathways In The Implementation Of The Merdeka Curriculum Kuswantoro, Agung; Kharismaputra, Aulia Prima; Rahim, Laila; Susanti, Anis
Indonesian Journal of Devotion and Empowerment Vol. 6 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/gvkx5r43

Abstract

Merdeka curriculum has been implemented in schools for a few years, but there are still some obstacles to its implementation. Teachers find it difficult to design learning tools, starting from reducing learning outcomes to learning objectives and the flow of learning objectives. One of the solutions is the use of concept maps, which are assisted by the MindMeister application. The goal is for teachers to implement it into a flow of learning objectives. The method of implementing this service is in the form of training teachers with a practical approach. The result of this service is that teachers better understand how to create effective and visually interactive concept maps of learning objectives to plan, organize, and understand learning objectives. This helps teachers and students in carrying out the learning process in a more structured and focused manner. The use of information technology-based applications is very helpful for teachers in learning activities. Teachers must always adapt to any changes and improve their competence with consistent and continuous training, especially related to the use of information technology in learning.
Evaluasi Pengaruh Persepsi Kegunaan dan Kemudahan terhadap Penggunaan PILAM dan E-Jurnal Menggunakan Technology Acceptance Model Hidayat, Fajar; Kharismaputra, Aulia Prima
Adopsi Teknologi dan Sistem Informasi (ATASI) Vol. 4 No. 2 (2025): Adopsi Teknologi dan Sistem Informasi (ATASI)
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/atasi.v4i2.3576

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak dari persepsi terhadap kegunaan (Perceived Usefulness/PU) dan persepsi terhadap kemudahan penggunaan (Perceived Ease of Use/PEOU) terhadap tingkat penggunaan aktual (Actual Use/AU) dalam pemanfaatan aplikasi PILAM dan E-Jurnal oleh para guru serta staf pendidikan di MTsN 1 Jepara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear berganda. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 60 responden dan dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi yang dibangun signifikan secara simultan, dengan nilai R Square sebesar 0,835 dan tingkat signifikansi p < 0,001, yang mengindikasikan bahwa PU dan PEOU secara kolektif berpengaruh terhadap AU. Namun, secara parsial hanya PEOU yang menunjukkan pengaruh signifikan terhadap AU (p < 0,001), sedangkan PU tidak memberikan pengaruh yang berarti (p = 0,100). Temuan ini mendukung kerangka kerja Technology Acceptance Model (TAM) yang diperkenalkan oleh Davis (1986), serta konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menyoroti pentingnya kemudahan penggunaan dalam memfasilitasi penerimaan teknologi. Di lingkungan MTsN 1 Jepara, guru dan staf cenderung lebih termotivasi untuk menggunakan aplikasi digital apabila sistem tersebut dirancang agar mudah dioperasikan dan tidak memerlukan upaya yang rumit. Hasil ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembang sistem informasi pendidikan untuk mengutamakan desain antarmuka yang intuitif dan mudah diakses oleh pengguna.  
Analisis Pengelolaan Penyimpanan Arsip untuk Menunjang Tertib Administrasi Suwanto; Kharismaputra, Aulia Prima
Business and Accounting Education Journal Vol. 6 No. 3 (2025): Business and Accounting Education Journal
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/baej.v6i3.30492

Abstract

Pengelolaan arsip yang efisien sangat penting untuk mendukung kelancaran administrasi pemerintahan desa, termasuk di Desa Gagakan, Kecamatan Sambong, Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prosedur pengelolaan arsip di Balai Desa Gagakan dan mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam upaya meningkatkan efisiensi dan ketertiban administrasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen terkait pengelolaan arsip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan arsip di Desa Gagakan masih mengandalkan sistem manual, dengan arsip yang sebagian besar disimpan dalam bentuk fisik tanpa pengkodean atau pengelompokan yang memadai. Selain itu, keterbatasan fasilitas penyimpanan, rendahnya penggunaan teknologi, serta kurangnya pelatihan mengenai pengelolaan arsip digital menjadi hambatan utama. Penelitian ini juga menemukan bahwa prosedur pemeliharaan dan penyusutan arsip tidak terorganisir dengan baik, mengakibatkan pemborosan ruang penyimpanan dan memperlambat pelayanan administrasi. Berdasarkan temuan ini, disarankan untuk meningkatkan penggunaan teknologi dengan pelatihan yang memadai, memperbaiki fasilitas penyimpanan arsip, serta mengembangkan sistem pengkodean yang jelas. Implementasi prosedur pemeliharaan dan penyusutan arsip yang rutin juga perlu diperhatikan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan arsip di Desa Gagakan.   Efficient archive management is crucial to support the smooth administration of village government, including in Gagakan Village, Sambong District, Central Java. This study aims to analyze the archive management procedures at the Gagakan Village Office and identify the challenges faced in improving efficiency and administrative order. The research uses a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through interviews, observations, and document analysis related to archive management. The findings indicate that archive management at the Gagakan Village Office still relies on a manual system, with most of the archives stored in physical form without proper coding or categorization. Additionally, the limited storage facilities, low use of technology, and lack of training in digital archive management are major obstacles. The study also found that the procedures for archiving maintenance and disposal are not well-organized, leading to inefficient use of storage space and delayed administrative services. Based on these findings, it is recommended to enhance the use of technology with adequate training, improve archive storage facilities, and develop a clear coding system. Furthermore, the implementation of routine archive maintenance and disposal procedures should be prioritized to improve the efficiency of archive management in Gagakan Village.
Literasi Digital, Soft Skill, dan Kesiapan Kerja: Studi pada Siswa Kelas XII MPLB SMK Teuku Umar Semarang Pangesty, Weny Yunita; Kharismaputra, Aulia Prima
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4751

Abstract

Tingkat pengangguran terbuka (TPT) Nasional menunjukkan bahwa lulusan SMK masih menempati posisi tertinggi dibandingkan dengan jenjang pendidikan lainnya, yang menunjukkan rendahnya kesiapan kerja siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi digital dan soft skill terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII jurusan MPLB di SMK Teuku Umar Semarang. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan kausalitas. Populasi penelitian 59 responden. Teknik yang digunakan menggunakan sampling jenuh, sehingga seluruh populasi dijadikan responden.Hasil menunjukkan literasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja dengan p < 0,05. Soft skill berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja dengan p < 0,05. Adapun secara simultan literasi digital dan soft skill berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja siswa dengan Adjusted R Square 0,887 atau 88,7%. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa literasi digital dan soft skill merupakan faktor penting dalam meningkatkan kesiapan kerja siswa.
Peningkatan Kapasitas Guru MGMP melalui Desain Pembelajaran Deep Learning berbasis Website Interaktif Ikhsananto, Aan; Pramusinto, Hengky; Saeroji, Ahmad; Kharismaputra, Aulia Prima; Khasanah, Eli Fitriyani
Community Education Engagement Journal Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ceej.v7i2.27628

Abstract

Latar Belakang: Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk memudahkan integrasi deep learning dalam pembelajaran adalah melalui pemanfaatan website interaktif. Website interaktif dapat digunakan sebagai media pembelajaran berbasis teknologi yang menarik dan membantu siswa memahami konsep-konsep yang kompleks. Tujuan: Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan dasar deep learning, merancang pembelajaran yang menarik dan interaktif, serta memanfaatkan website sebagai platform pembelajaran bagi guru. Metode: Metode yang digunakan yaitu pendampingan desain pembelajaran, meliputi tahapan analisis kebutuhan, perencanaan program kegiatan, pelaksanaan kegiatan, evaluasi dan monitoring menggunakan pre-test dan post-test, dan tindak lanjut. Mitra kegiatan pengabdian yaitu MGMP Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) dengan peserta yang terdiri dari 29 orang guru dari Kabupaten dan Kota Magelang. Hasil: Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan ini berhasil meningkatkan pengetahuan teoritis maupun keterampilan praktis guru dalam mendesain pembelajaran deep learning berbasis website interaktif. Secara umum, program ini berdampak positif terhadap peningkatan kapasitas dan kualitas guru, sejalan dengan fungsi MGMP sebagai wadah pengembangan profesional guru. Kesimpulan: Penguatan infrastruktur dan dukungan teknologi perlu ditindaklanjuti serta didukung dengan adanya pendampingan lanjutan dan intensif untuk memastikan guru mampu mengimplementasikan pembelajaran deep learning secara mandiri dan berkelanjutan.
Analisis Pengelolaan Arsip Dinamis di Pengadilan Agama Wonosobo Kelas 1A Lailia, Izzatul; Kharismaputra, Aulia Prima
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/2102xq19

Abstract

Pengelolaan arsip dinamis pada lembaga peradilan memiliki posisi strategis karena arsip tidak hanya berfungsi sebagai memori administrasi, tetapi juga sebagai bukti autentik dalam pelayanan hukum. Namun, transformasi digital kearsipan pada lembaga pengadilan tingkat pertama masih menghadapi beberapa persoalan mendasar: ketergantungan simultan pada arsip fisik dan digital, lemahnya pengendalian peminjaman, keterbatasan preservasi preventif, serta belum optimalnya penyusutan berbasis Jadwal Retensi Arsip (JRA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan arsip dinamis di Pengadilan Agama Wonosobo Kelas 1A berdasarkan siklus hidup arsip, mengidentifikasi faktor penghambatnya, serta merumuskan strategi perbaikan yang sesuai dengan karakter dokumen peradilan bernilai guna hukum tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap tiga informan yang terlibat langsung dalam pengelolaan arsip seperti sekretaris, staf arsip, dan operator layanan arsip, serta melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan arsip telah mencakup tahap penciptaan, penggunaan, pemeliharaan, dan penyusutan, tetapi belum membentuk sistem yang terintegrasi. Sistem hybrid mempercepat temu kembali arsip digital, namun sekaligus menimbulkan redundansi kerja karena dokumen masih harus dicetak, disahkan, dan dipindai ulang. Ketiadaan SOP peminjaman dan JRA memperlemah kontrol akuntabilitas serta meningkatkan risiko penumpukan arsip. Kebaruan penelitian ini terletak pada penjelasan mengenai kerentanan sistem hybrid dalam konteks lembaga peradilan tingkat pertama yang memiliki beban perkara tinggi, nilai bukti hukum kuat, dan keterbatasan arsiparis yang belum banyak dikaji dalam literatur kearsipan sebelumnya. Penelitian merekomendasikan integrasi alur digital, penyusunan SOP peminjaman, penerapan JRA, penguatan kompetensi SDM, dan pemenuhan standar preservasi preventif. Dynamic records management in judicial institutions plays a strategic role because records serve not only as an administrative memory but also as authentic evidence in the administration of justice. However, the digital transformation of records management in first-instance courts still faces fundamental challenges such as simultaneous reliance on both physical and digital records, weak control over record borrowing, limitations in preventive preservation, and the absence of retention-based disposal. This study aims to analyze the management of dynamic records at the Wonosobo Class 1A Religious Court based on the records lifecycle, identify its inhibiting factors, and formulate improvement strategies appropriate for judicial documents of high legal value. The study employs a descriptive qualitative approach. Data were collected through in-depth interviews with three informants directly involved in records management: the secretary, records staff, and records service operators—as well as through observation and documentation, and were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model. The research results indicate that records management has covered the stages of creation, use, maintenance, and disposal, but has not yet formed an integrated system. The hybrid system accelerates the retrieval of digital records yet simultaneously creates work redundancy because documents still need to be printed, authenticated, and rescanned. The absence of borrowing SOPs and a Record Retention Schedules weakens accountability controls and increases the risk of records accumulation. The novelty of this study lies in its explanation of the vulnerabilities of the hybrid system within the context of a first-instance judicial institution characterized by a high caseload, strong legal evidentiary value, and limited archival staff. The study recommends digital workflows integration, borrowing SOP development, Record Retention Schedule implementation, human resource capacity building, and preventive preservation improvement.
Analisis Tantangan Implementasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) di Kecamatan Gunungpati Putri, Cindy Eka; Kharismaputra, Aulia Prima
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/qc3wne87

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan implementasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) di Kecamatan Gunungpati dalam mendukung transformasi digital pengelolaan kearsipan. Permasalahan utama yang dikaji adalah belum optimalnya pemanfaatan sistem dalam praktik administrasi, meskipun telah diterapkan sebagai bagian dari kebijakan pemerintahan berbasis elektronik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan kerangka Technology–Organization–Environment (TOE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SRIKANDI masih menghadapi kendala pada aspek teknologi, organisasi, dan lingkungan, yang tercermin dari ketidakstabilan sistem, keterbatasan fitur, ketimpangan kompetensi sumber daya manusia, serta belum optimalnya dukungan eksternal. Kondisi tersebut menyebabkan sistem belum berfungsi secara efektif dan cenderung digunakan sebagai formalitas administratif. Dengan demikian, implementasi SRIKANDI belum mampu mendorong transformasi digital yang substantif dalam pengelolaan kearsipan. Temuan penelitian ini menunjukkan perlunya penguatan sistem melalui pengembangan fitur yang sesuai dengan kebutuhan pengguna, peningkatan kompetensi sumber daya manusia secara terstruktur, serta penyediaan dukungan teknis eksternal yang responsif guna mengoptimalkan implementasi SRIKANDI di tingkat kecamatan. Abstract This study aims to analyze the challenges of implementing the Integrated Dynamic Archival Information System (SRIKANDI) in Gunungpati Subdistrict in support of the digital transformation of records management. The main issue examined is the suboptimal utilization of the system in administrative practice, despite its implementation as part of an e-government policy. This study employs a descriptive qualitative approach, utilizing data collection techniques such as interviews, observations, and documentation, and analyzes the findings using the Technology–Organization–Environment (TOE) framework. The results indicate that SRIKANDI’s implementation still faces challenges in the technological, organizational, and environmental domains, reflected in system instability, limited functionality, disparities in human resource competencies, and suboptimal external support. These conditions prevent the system from functioning effectively and lead to its use primarily as an administrative formality. Consequently, SRIKANDI’s implementation has not yet driven substantive digital transformation in records management. These research findings indicate the need to strengthen the system by developing features tailored to user needs, structured improvement of human resource competencies, and provision of responsive external technical support to optimize the implementation of SRIKANDI at the sub-district level.