Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JURNAL FLYWHEEL

PENGGUNAAN ELEKTRODE E 7016 PADA BAJA AISI 1050 TERHADAP SIFAT MEKANIK DENGAN VARIASI POSISI PENGELASAN SMAW Widodo, Basuki; Eko Purkuncoro, Aladin
JURNAL FLYWHEEL Vol 8 No 1 (2017): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v8i1.674

Abstract

Objek penelitian ini adalah baja AISI 1050 silindris yang memiliki sifat mekanis kekerasan 92 HRB, kekuatan tarik (Kgf/mm2) 600 – 800, penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pengelasan kampuh V dengan tiga posisi pengelasan yaitu posisi 1G, 2G dan 3G. Untuk mengetahui sifat mekanik maka dilakukan pengujian berupa uji kekerasan uji tarik dan struktur mikro. Pada posisi 3G memiliki nilai kekerasan tertinggi dengan rata-rata daerah las sebesar 87.38 HRB, daerah HAZ nilai kekerasan rata-rata 90.16 HRB dan logam induk nilai kekerasan rata-rata sebesar 84.53 HRB. Sedangkan kekuatan tarik posisi 3G memiliki nilai tarik tertinggi dengan rata-rata yaitu 3G (A) sebesar 54.31 Kgf/mm2, 3G (B) sebesar 42.56 Kgf/mm2 dan 3G (C) sebesar 56.07 Kgf/mm2. Dari hasil kekuatan tarik ini dapat diambil rata-rata kekuatan tariknya adalah 50.98 Kgf/mm2. Struktur mikro posisi 3G terdapat perlit lebih banyak pada posisi 1G karena tingkat kekerasan lebih tinggi dan kekuatan tarik tinggi. Disimpulkan kekerasan yang tertinggi dan mendekati nilai mekanis baja AISI 1050 adalah posisi pengelasan 3G yaitu dengan nilai rata-rata daerah las 87.38 HRB, daerah HAZ 90.16 HRB sedangkan logam induk sebesar 84.53 HRB, dan memiliki nilai Tensile strength tertinggi 50.98 Kgf/mm².
Analisa Pengaruh Variasi Pressing Welding Time Terhadap Karakteristik Sifat Mekanik Dan Sifat Fisis Pada Proses Resistance Spot Welding (Rsw) Material Plat Galvanis Purkuncoro, Aladin Eko; Taufik, Achmad
JURNAL FLYWHEEL Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v11i1.2510

Abstract

Las Titik merupakan salah satu cara pengelasan resisitansi listrik, dimana dua atau lebih lembaran logam dijepit diantara dua logam, kemudian arus yang kuat dialirkan melalui elektroda tembaga sehingga timbul titik diantara plat logam. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari penelitian sebelumnya dimana pada penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa dengan memvariasikan arus pengelasan akan semakin meningkatkan kualitas sambungan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui sifat mekanik yaitu kekuatan tarik dan kekerasan, sifat fisik yaitu struktur mikro sambungan sambungan hasil pengelasan titik. Parameter yang digunakan dalam pengelasan ini adalah waktu penekanan yaitu, waktu tekan 10 detik, waktu tekan 15 detik, dan waktu tekan 20 detik. Dari hasil pengujian tarik/geser yang telah dilakukan, kekuatan tarik/geser terbesar terjadi pada waktu penekanan 20 detik yaitu 45,073 Kgf/mm2. Dari uji kekerasan yang telah dilakukan , kekerasan tertinggi terjadi pada pengelasan dengan waktu penekanan 20 detik yaitu 356,8 HV. Dari hasil pengujian uji struktur mikro menunjukkan bahwa variasi waktu penekanan pengelasan menyebabkan terjadinya rekristalisasi pada daerah las dan daerah pengaruh panas.
Pengaruh Variasi Electric Current Pada Proses Die Sinking Edm Terhadap Nilai Kekasaran Permukaan, Kekerasan Dan Struktur Mikro Pada Baja Aisi 1050 Taufik, Achmad; Pohan, Gerald Adityo; Purkuncoro, Aladin Eko
JURNAL FLYWHEEL Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v11i1.2511

Abstract

Dewasa ini proses pembuatan dies/cetakan mampu diselesaikan dengan teknologi pemesinan non-konvensional layaknya pada mesin sinking EDM. Mesin ini mampu menghasilkan sebuah dies dengan berbagai bentuk dan kepresisian yang tinggi. Dalam proses permesinan sinking EDM, parameter yang sangat berpengaruh terhadap dies yang dihasilkan adalah parameter arus. Besarnya nilai variasi arus akan berpengaruh terhadap temperatur lokal yang dihasilkan dari percikan bunga api saat proses discharger. Pada penelitian Skripsi ini parameter yang divarasikan adalah arus. arus yang digunakan yaitu 3A, 6A, 9A dan 12A. Untuk mengetahui perubahan yang terjadi setelah dilakukan proses pengerjaan sinking EDM, dilakukan pengujian kekasaran permukaan, kekerasan dan pengujian struktur mikro. Pada arus 3A memiliki nilai kekasaran rata-rata 2,01 µm. Pada arus 6A memiliki nilai kekasaran rata-rata 4,39 µm. Pada arus 9A memiliki nilai kekasaran rata-rata 6,46 µm. Dan Pada arus 12A memiliki nilai kekasaran rata-rata 8,04 µm. Pada arus 3A memiliki nilai kekerasan rata- rata daerah Panas 244,67 HV, daerah HAZ nilai kekerasan rata-rata 217,7 HV. Pada arus 6A memiliki nilai kekerasan rata-rata daerah panas 295,85 HV, daerah HAZ nilai kekerasan rata-rata 241,87 HV. Pada arus 9A memiliki nilai kekerasan rata-rata daerah Panas 332,87 HV, daerah HAZ nilai kekerasan rata-rata 261,55 HV. Pada arus 12A memiliki nilai kekerasan rata-rata daerah Panas 408,3 HV, daerah HAZ nilai kekerasan rata-rata 300,12 HV. dan Kekerasan rata-rata dari logam Induk sendiri 199,95 HV. struktur mikro menunjukkan bahwa susunan struktur mikro daerah white layer memiliki tingkat kerapatan struktur yang lebih rapat dari pada struktur mikro daerah HAZ. Hal tersebut diakibatkan karena daerah pemanasan atau white layer terkena panas secara langsung pada saat proses discharge sehingga struktur mikro mengalami perubahan, sedangkan daerah Haz hanya terkena radiasi aliran dari proses discharge sehingga struktur mikro daerah Haz tidak mengalami perubahan yang signifikan bila dibandingkan dengan struktur Logam Induk.
Pengaruh Variasi Arus Listrik Wire Straighness Terhadap Penyimpangan Ukuran Dan Kekasaran Alur Pemotongan Profil Roda Gigi Baja Karbon Sedang Dari Hasil Wire (EDM) Subardi, Anang; Purkuncoro, Aladin Eko
JURNAL FLYWHEEL Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v11i1.2512

Abstract

Wire Electrik Discharge Machine (EDM) adalah salah satu mesin pemotongan logam non convensional. Mesin ini biasa digunakan untuk membentuk komponen mesin yang memiliki bentuk komplek dan membutuhkan kepresisian tinggi. Tidak banyak mesin konvensional maupun non konvensional yang mampu memproduksi roda gigi modul kecil. Alur pemotongan terjadi dari hasil erosi percikan listrik oleh kawat elektroda yang bergerak dari gulungan kawat dan membentuk atau memotong benda kerja. Salah satu parameter pemesinan yang menentukan kualitas hasil produk pada wire EDM adalah Arus Listrik (Current). Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyimpangan alur pemotongan profile roda gigi dan kekasaran yang terjadi pada alur pemotongan profil roda gigi lurus dari hasil proses Wire EDM. Pada penelitian skripsi ini parameter yang divariasikan adalah arus listrik. Arus yang digunakan yaitu 6 A, 7 A, 8 A, 9 A 10 A. Hasil dari peneitian ini didapat bahwa pada arus 6 A memiliki nilai penyimpangan rata – rata 0,0228 mm. Pada arus 7 A memiliki nilai penyimpangan rata – rata 0,0255 mm. Pada arus 8 A memiliki nilai penyimpangan rata – rata 0,0275 mm. Pada arus 9 A memiliki nilai penyimpangan rata – rata 0,0313 mm. Dan pada arus 10 A memiliki nilai penyimpangan rata – rata 0,0362 mm. Pada arus 6 A memiliki nilai kekasaran rata – rata . Pada arus 7 A memiliki nilai kekasaran rata – rata . Pada arus 8 A memiliki nilai kekasaran rata – rata . Pada arus 9 A memiliki nilai kekasaran rata – rata . D an pada arus 10 A memiliki nilai kekasaran rata – rata . Hal tersebut diakibatkan karena penggunaan arus listrik yang semakin besar pada tegangan listrik akan menyebabkan percikan bunga api (Sparking) semakin besar pula, hal ini menyebabkan pergerakan aliran electron untuk menumbuk bagian permukaan benda kerja semakin cepat, sehingga terjadi peningkatan temperature yang mengakibatkan pengerosian permukaan benda kerja, hal ini akan merubah hasil pemotongan yang berdampak kepada kepresisian ukuran dan kekasaran dari hasil Wire EDM.
Penggunaan Fraksi Volume Komposit Serat Batang Pisang Kepok (Musa Paradisiaca) Orientasi Sudut Acak Dengan Matrik Polyester Terhadap Sifat Mekanik Purkuncoro, Aladin Eko; Widodo, Basuki; Subardi, Anang
JURNAL FLYWHEEL Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v9i1.2554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fraksi volume (10%, 20%, 30%, 40%, 50%) komposit serat batang pisang kepok dengan matrik polyester terhadap kekuatan tarik serta kekuatan impak.Dari hasil penelitian diperoleh nilai rata – rata kekuatan tarik paling optimal terdapat pada fraksi volume serat 10% dan matrik 90% yaitu 51.863 N/mm2 dan nilai regangan 5.754 N/mm2. Sedangkan untuk kekuatan tarik paling rendah pada fraksi volume serat 20% dan matriks 80% yaitu 36.356 N/mm2 dan nilai regangan 7.796%. Komposit yang memiliki energy dan harga impak rata-rata yang tertinggi adalah fraksi volume 50% matrik 50% memiliki tingkat penyerapan dengan nilai rata–rata energi yang diserap 0.8093 Joule dan Harga Impak rata–rata sebesar 0,0101 Joule/mm2, sedangkan yang terendah adalah fraksi volume 20% matrik 80% dengan nilai energi rata–rata 0.4129 Joule dan Harga Impact rata–rata 0,0052 joule/mm2. Hal ini dapat disimpulkan bahwa penambahan fraksi volume serat berpengaruh pada kekuatan tarik dan kekuatan impak.