Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Transmisi

Analisa Pengaruh Variasi Kecepatan Potong (Vc) Dan Gerak Pemakanan (F) Terhadap Rasio Pemampatan Tebal Geram (λh) Tembaga Pada Proses Sekrap (Shaper Machine) Sudjatmiko Sudjatmiko; Aladin Eko Purkuncoro
TRANSMISI Vol 17, No 2 (2021): September 2021
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v17i2.6706

Abstract

Rasio pemampatan tebal geram (lh) dapat dipergunakan sebagai salah satu tolok ukur pada proses pemesinan,khususnya pada tembaga yang dapat menghasilkan permukaan benda kerja.Kondisi pemotongan pada material benda kerja tergantung dari  jenis mesin perkakas dan parameter pemesinan kecepatan potong (Vc)  dan gerak pemakanan (f) berpengaruh terhadap nilai rasio pemampatan tebal geram (lh), hal ini ditentukan dari perbandingan tebal geram setelah proses pemotongan (hc) secara empirik dengan tebal geram sebelum pemotongan (h) secara teoritis. Permasalahan bagaimana pengaruh dari kecepatan pemotongan (Vc) dan gerak pemakanan (f) terhadap rasio pemampatan tebal geram pada material tembaga dengan proses sekrap konvensional.Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh kecepatan potong (Vc), gerak pemakanan (f)  terhadap rasio pemampatan tebal geram (lh), sehingga akan berpegaruh terhadap koefisien gesek (μ) antara geram dengan pahat potong. Pengambilan data penelitian dilakukan pada kondisi pemotongan dengan variasi kecepatan potong (Vc); gerak pemakanan (f) ; kedalaman potong (a); geometri pahat sekrap (konstan) dengan sudut potong utama (Kro ): 60o ,sudut bebas (αo) = 8o, sudut penampang (βo) = 72o  sudut geram (go) = 10 o.  Hasil yang dicapai dengan naiknya kecepatan makan (vf) dipengaruhi oleh besarnya gerak pemakanan (f), dapat menurunkan koefisien gesek (μ) sebagai akibat naiknya sudut geser (Φ) yang besar (260o)’akan menghasilkan nilai rasio pemampatan tebal geram (lh),(2.12). Proses pemesinan sekrap nilai rasio pemampatan tebal geram (lh), yang berbanding terbalik dengan sudut geser (φ), memberikan indikasi efisiensi proses pemesinan itu sendiri dapat menghasilkan permukaan yang bagus (halus) serta gaya dan daya pemotongan yang relatif kecil. Semakin tinggi kecepatan potong dan tinggi gerak pemakanan akan diperoleh  nilai rasio pemampatan tebal geram semakin kecil.
PENGARUH PERLAKUAN ALKALI (NaOH) SERAT IJUK (ARENGA PINATA) TERHADAP KEKUATAN TARIK Aladin Eko Purkuncoro
TRANSMISI Vol 13, No 2 (2017): Edisi September 2017
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.593 KB) | DOI: 10.26905/jtmt.v13i2.2006

Abstract

Pohon Aren (Arenga Pinata) tumbuh hampir disetiap daerah pesisir di Indonesia. Jumlahnya yang melimpah dan tidak mengenal musim serta memiliki beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan tanaman lain. Serat ijuk yang dihasilkan pohon Aren merupakan salah satu serat alam yang potensial untuk dikembangkan menjadi bahan komposit. Serat ijuk memiliki kekuatan tarik dan bending yang tinggi serta ketersediaannya cukup melimpah. Kondisi serat ijuk diambil dari pangkal pelepah pohon Aren yang sudah teranyam dan diambil seratnya yang banyak kotoran serta debu, hal ini dapat mempengaruhi sifat mekanis serat dan belum dapat digunakan sebagai serat pada pembuatan komposit serat. Dalam penelitian ini bertujan untuk meningkatkan sifat mekanik dari serat ijuk sebagai penguat komposit dengan melakukan perlakuan permukaan serat dengan perendaman menggunakan larutan NaOH, serat larutan NaOH Arenga Pinata diberikan oleh variasi 0%, 2%, 5%, dan 10%. Hasil larutan NaOH 5% untuk meningkatkan pengaruh dari uji tarik di 138,71 Mpa dan Arenga Pinata permukaan serat terlihat jauh lebih bersih, sehingga siap untuk digunakan dalam pembuatan komposit serat.
ANALISIS PENGARUH VARIASI ELEKTRODA TERHADAP SIFAT MEKANIK PADA HASIL PENGELASAN BESI TUANG KELABU FC-15 Aladin Eko Purkuncoro; Erni Junita
TRANSMISI Vol 11, No 2 (2015): Edisi September 2015
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jtmt.v11i2.4556

Abstract

Pada proses pengelasan plat Besi Tuang Kelabu FC-15, bagian yang dilas menerima panas pengelasan setempat dan selama proses pengelasan, suhu pada bagian yang dilas mengalami perubahan akibat distribusi panas yang tidak merata sehingga terjadi pengembangan thermal dan pada bagian yang dingin mengalami peregangan. Hasil pengujian kekerasan pengelasan besi tuang kelabu FC-15 menggunakan variasi elektroda yaitu E 7016, G 4107 dan E 7018, diperoleh rata-rata dari tiga spesimen yang diuji bahwa penyambungan besi tuang kelabu dengan elektroda E 7018 lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena panas yang dihasilkan pada saat pengelasan merubah struktur besi tuang kelabu ini, yaitu kandungan silicon yang rendah dan laju pendinginan yang sangat cepat tidak akan muncul grafit pada struktur dan sebagai gantinya akan terbentu sementit, maka dari itu spesimen ini bersifat keras dan sangat getas. Sedangkan pada pengujian tarik menunjukkan spesimen yang menggunakan elektroda G 4107 membutuhkan tegangan yang tinggi untuk kekuatan tariknya yaitu 11.78 kgf/mm2 karena pada saat pengelasan terjadi panas dan mengakibatkan sebagian karbonnya akan menjadi grafit, sehingga menghasilkan sifat yang lebih kuat dan ulet. Pada pengujian struktur mikro terdapat perbedaan grafit, pearlit dan ferit antara spesimen yang menggunakan elektroda las E 7106, G 4107 dan E 4108 baik dari daerah Las, HAZ dan logam induknya.