Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PENYELESAIAN PERSELISIHAN MELALUI BADAN ARBITRASE NASIONAL INDONESIA Study kasus "A Yani Mega Mall Project" Kalih Trumansyahjaya
Jurnal Inovasi VOL. 07, NO. 01, THN. 2010
Publisher : Jurnal Inovasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.31 KB)

Abstract

Dokumen kontrak yang tidak baik, pelaksanaan dan penanganan administrasi kontrak yang tidak benar, akan menjadi pemicu timbulnya berbagai konflik dan bukan tidak mungkin menjadi perselisihan yang tidak terselesaikan melalui asas musyawarah untuk mencapai mufakat. Menghindari hal ini, maka dokumentasi dan penulisan kontrak sebagai penyebab awal, seharusnya disusun dengan seksama dan didokumentasikan dengan baik. Dokumentasi kontrak harus dikembangkan sesuai pengembangan proyek itu sendiri sejak awal, hingga proses tender diselesaikan dengan penunjukkan kontraktornya, dan selanjutnya menandatangani kontrak. Tidak berhenti disini saja, perjalanan pelaksanaan sejak kick-off, sampai dengan serah terima untuk yang kedua kalinya harus diawasi dan diadministrasikan dengan baik. Kenyataan menunjukkan, berbagai masalah yang timbul sudah jauh melampaui toleransi musyawarah yang lazim hingga menuntun proyek ini harus melalui pengadilan Badan Abitrase Nasional Indonesia (BANI). Bagaimana BANI menyimak dan menyelesaikan masalah ini ? proses yang tidak mudah, memakan waktu dan belum tentu memuaskan kedua belah pihak yang bertikai.
Penyuluhan Rumah Sederhana Sehat Bagi Masyarakat Pedesaan di Desa Huntu Kabupaten Gorontalo Kalih Trumansyahjaya
Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat) Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Sibermas (Sinergi Bersama Masyarakat)
Publisher : Univeristas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sibermas.v11i1.11977

Abstract

Rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia dan sebagai faktor penting dalam peningkatan harkat dan martabat manusia. Kepemilikkan rumah sendiri bagi masyarakat baik di kota maupun pedesaan merupakan suatu kebanggaan yang tiada taranya karena rumah tersebut memiliki nilai yang tinggi. Rumah bagi masyarakat di pedesaan dibangun dengan sederhana tetapi kurang memiliki tingkat kesehatan sehingga unsur kenyamanan hampir terabaikan. Rumah yang sehat dan nyaman dipengaruhi oleh 3 (tiga) aspek yaitu, aspek pencahayaan, aspek penghawaan dan aspek kelembaban di dalam rumah tersebut, sehingga kurangnya salah satu aspek tersebut maka rumah tersebut menjadi tidak sehat dan kurang nyaman untuk dihuni. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan penyuluhan mengenai pengetahuan terhadap rumah sehat bagi masyarakat pedesaan di Desa Huntu Kecamatan Batudaa Kabupaten Gorontalo dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap rumah sehat dalam lingkungan yang sehat. Penyuluhan ini akan memberikan pemahaman dan pengetahuan bagi masyarakat pedesaan di Desa Huntu bahwa betapa penting memiliki rumah sehat sederhana dalam kehidupannya, sehingga masyarakat dapat menerapkan pada lingkungannya dalam menciptakan kenyamanan, keamanan dan kesehatan dalam rumah.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program SDGS Kalih Trumansyahjaya; Agung P. Tangia; Tiska Rasyid
Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat) Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Sibermas (Sinergi Bersama Masyarakat)
Publisher : Univeristas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sibermas.v11i1.12008

Abstract

Desa Dulangeya merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo. Desa Dulangeya terbagi dalam tiga dusun, yakni dusun  Dulangeya, Talumopatu serta dusun Huwata. Desa Dulangeya memiliki potensi alam yang dapat dijadikan kawasan wisata seperti pantai pasir putih, hutan mangrove dan sumber mata air panas  yang dapat dikelola oleh masyarakat setempat. Tujuan dari pelaksanaan KKN-T 2021 yaitu membangun kerjasama atau MOU antar mahasiswa dan masyarakat.metode yang di lakukan dalam pelaksanaan progam KKN-T 2021. Metode yang dilakukan dalam pelaksanaan program KKN-T 2021 yaitu observasi. Hasil dari program yang kita dapat dari permasalahan yang ada di Desa Dulangeya yaitu yang pertama Berdasarkan Pemantauan mahasiswa terkait permasalahan yang ada di Desa Dulangeya maka mahasiswa KKNT melaksanakan program kerja  inti sebagai berikut: Sosialisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dimana Keanggotaan Bumdes yang selalu berganti-ganti menyebabkan tidak berjalannya program-program yang akan dilaksnakan oleh Bumdes sehingga Desa tidak mampu menciptakan Desa yang mandiri, hal ini juga dikarenakan karena kepengurusan Bumdes belum memahami terkait hal apa yang harus dilakukan untuk menciptakan desa yang mandiri, yang kedua Sosialisasi Narkoba , Sosialisasi  Stunting, dan Sosialisasi Vaksinasi. Program tambahan yang diadakan yaitu pembangunan tapal batal Desa, kegiatan Dulangeya Cup, Piket kebersihan kantor desa,  dan Piket satgas covid-19. Kesimpulan dari setiap program yang dilaksanakan adalah kegiatan-kegiatan yang di lakukan oleh KKN tematik di Desa Dulangeya Kecamatan Botumoito Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo yang berlangsung sejak September sampai November 2021 : Program kerja KKN tematik sosialisasi Stunting memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, umunya masyarakat menganggap pertumbuhan fisik sepenuhnya di pengaruhi oleh faktor keturunan, Terlaksananya Program KKN tematik sosialisasi Narkoba banyak memberikan pengetahuan dan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya sosialisasi narkoba untuk mngetahui apa saja kandungan- kandungan yang terdapat dan tergolong mengandung narkoba dan Terlaksana program Pelatihan BUMDES memberikan banyak pengetahuan bagi pengelola BUMDES, dengan adanya pelatihan BUMDES dapat memberikan petunjuk bagi pengelola dalam meningkatkan perekonomian Desa dan Terlaksananya program tambahan KKN tematik dengan pembuatan Tapal Desa, pelaksaan kegiatan Dulangeya CUP, Piket Keberisihan, Jumad Bersih, Sosialisasi vaksinasi, serta penjagaan posko satgas covid-19,  memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Dulangeya dengan adanya kegiatan tersebut dapat memperat silaturahmi serta menjunjung tinggi solidaritas.
Pemberdayaan Potensi Alam Pesisir Pantai Melalui Pelatihan Penataan Wisata Alam Di Desa Molosipat Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo Kalih Trumansyahjaya; Abdi Gunawan Djafar; Niniek Pratiwi
Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat) Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Sbermas (Sinergi Bersama Masyarakat)
Publisher : Univeristas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sibermas.v8i2.7740

Abstract

Indonesia is a maritime country with great potential, in various aspects of living natural resources and human resources. Not many people know that Gorontalo is a province that has amazing coastal tourism objects. Since becoming a province, Gorontalo has explored a lot of potential so that it can compete ahead with other provinces, especially in the field of natural tourism. Talking about the potential for natural tourism, in Gorontalo Province, especially Molosipat Village, Pohuwato Regency has several coastal areas with beautiful natural potential so that it is very suitable to be used as a beach tourism spot. The large number of natural potentials in Molosipat village is not followed by a good arrangement of the tourist area so that the natural potential is simply lost to tourists. In connection with these conditions, the focus in the implementation of this service is to provide socialization and training to the community of Molosipat village related to how to organize natural tourism in empowering the natural potential of the coast which is owned by the Molosipat coastal area. This activity is carried out by providing socialization and training which includes: discourse, discussions and structuring the Molosipat beach tourism area. The targets that will be involved in this activity are the Molosipat community, especially those in the Molosipat beach hamlet, youth organizations and Molosipat village officials. The implementation of the "Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik" service activity held in Molosipat Village, Popayato Barat Subdistrict, Pohuwato Regency has been running according to the initial plan, but in the process of implementing it still needs to be done regularly in training and mentoring because this will be useful in developing structuring beach tourism area in the village of Molosipat. Therefore, the form of community service activities in terms of socialization and training on structuring coastal tourism areas to empower the natural potential of the coast should be continued continuously.
KONSEP “MO MAYANGO” SEBAGAI TRADISI PEMBELAJARAN PEMBANGUNAN RUMAH TINGGAL DI GORONTALO Kalih Trumansyahjaya
Jurnal Vokasi Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL VOKASI SAINS DAN TEKNOLOGI (MEI)
Publisher : Program Vokasi UNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.298 KB) | DOI: 10.56190/jvst.v1i2.7

Abstract

Arsitektur merupakan suatu kegiatan kebudayaan secara komplit jika dilihat dari sudut pandang Antropologi. Karya arsitektur yang diperoleh dari suatu proses dan bentuk dari sebuah kebudayaan merupakan pertanda bahwa arsitektur hasil dari proses terbentuknya suatu kebudayaan. Wujud fisik dari suatu peninggalan adalah karya arsitektur yang terbentuk akibat adanya pemikiran dan kegiatan dalam suatu kebudayaan. Rakyat tradisional Gorontalo sebagian besar dalam melakukan pembangunan rumah tinggal masih memegang teguh tradisi adat-istiadat yang disebut dengan Mo Mayango sebagai suatu pemikiran dan kegiatan dalam suatu kebudayaan yang dapat menggambarkan pengaruh suatu adat dan budaya rakyat Gorontalo sehingga terbentuk sebagai jejak antopologis arsitektur Gorontalo. Materi artikel ini mengangkat prosesi tradisi yang berhubungan dengan penentuan hari baik (panggoba), pengukuran bahan bangunan (payango), dan menolak bala atau malapetaka yang ada kaitannya dengan proses pembangunan tempat tinggal di Gorontalo. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri sejarah dan detail pelaksanaan kebudayaan Mo Mayango pada proses pembuatan rumah tinggal sebagai hasil dari suatu pemikiran dan kegiatan masyarakat tradisional sehingga memperoleh makna di balik prosesi tersebut. Penelitian ini dilakukan tanpa melakukan pengamatan lapangan sehinga bersifat penjelajahan terhadap pustaka. Produk dari penelitian ini merupakan bentuk edukasi yang lengkap tentang sistem kerangka kebudayaan Mo Mayango pada arsitektur Gorontalo.
DESAIN PERKEBUNAN BUAH NAGA MENJADI KAWASAN AGROWISATA DI KABUPATEN GORONTALO Junita BR Panjaitan; Lydia Surijani Tatura; Kalih Trumansyahjaya
JAMBURA Journal of Architecture Vol 5, No 1 (2023): JJoA : Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v5i1.18010

Abstract

Perkembangan kawasan Agrowisata yang tersebar di setiap Provinsi di Indonesia dengan berbagai keunikannya yang menjadi ciri khas bagi setiap destinasi wisata. Potensi Agrowisata pada saat ini mengalami peningkatan yang cukup pesat dari waktu ke waktu, peningkatan ini dapat dilihat dari peningkatan jumlah kedatangan wisatawan internasional dari tahun 1950-2010, yang mencatat 25 juta sampai 490 juta orang dengan pertumbuhan setiap tahunnya rata-rata 6,2%, bahkan diperkirakan pada tahun 2020 akan meningkat hingga mencapai 1,6 miliyar kunjungan wisatawan dunia, dengan sebagian besar yaitu 1,2 milyar, merupakan wisatawan regional dan hanya 378 juta orang yang merupakan wisatawan jarak jauh. Menurut data artikel Furisuka Distributor Sembako, Hasil perkebunan dan lahan perkebunan yang cocok untuk dijadikan sebagai Kawasan Agrowisata salah satunya adalah Tanaman Buah Naga yang mempunyai banyak kegunaan dan banyak peminatnya di Indonesia. Hasil produksi Buah Naga pun sangat banyak dibuatkan dengan berbagai jenis makanan, Furisuka Distributor Sembako juga menuliskan bahwa agen penanaman Buah Naga terbanyak terdapat di berbagai wilayah Indonesia salah satunya yaitu di Wilayah Provinsi Gorontalo, hal ini ditandai dengan banyaknya hasil perkebunan Buah Naga yang terdapat di berbagai Kabupaten. Tema Arsitektur Ekologi yang menjadi dasar perancangan ini didasari oleh kesatuan hubungan antara pemakai dan lingkungan di sekitar, karena perancangan ini lebih banyak memakai area alam dan juga perkebunan maka sangatlah cocok untuk membangunan keselarasan alam dan pengunjung.
EDUKASI DALAM MEWUJUDKAN KESADARAN HIDUP BERSIH DAN SEHAT MELALUI SOSIALISASI LINGKUNGAN DAN RUMAH SEDERHANA SEHAT DI KELURAHAN TENILO KOTA GORONTALO Heryati Heryati; Kalih Trumansyahjaya
Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat) Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Sibermas (Sinergi Bersama Masyarakat)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sibermas.v12i2.16973

Abstract

Edukasi mengenai pentingnya budaya bersih kepada masyarakat sudah menjadi kebutuhan mengingat semakin padatnya penduduk terkhusus di wilayah kampung kota. Sangat penting untuk melakukan upaya preventif terhadap dampak sanitasi yang tidak sehat. Oleh karena itu kami melakukan kegiatan edukasi sebagai upaya mewujudkan kesadaran masyarakat hidup bersih melalui sosialisasi lingkungan dan rumah sehat sederhana di Kelurahan Tenilo Kota Gorontalo. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 04 Juli 2022. Kegiatan sosialisasi ini memberikan manfaat bagi masyarakat di Kelurahan Tenilo yaitu mengedukasi masyarakat memahami jenis limbah, sistem pembuangan, perletakan septicktank, persyaratan air bersih, dan bagaimana desain rumah yang sederhana tetapi tetap sehat. Edukasi juga dilakukan dengan memberikan pemahaman bagaimana menata ruang atau perabot rumah pada luasan ruang yang terbatas, serta tata letak bukaan untuk mendapatkan pencahayaan dan pengudaraan yang sehat. Motivasi preventif dilakukan mulai di lingkungan terkecil yaitu rumah sendiri, kemudian lingkungan yang lebih luas yakni lingkungan perumahan. Adanya sinergitas yang terbentuk antara Dinas Perkim Kota dan Kelurahan Tenilo dengan menggandeng pihak akademisi dalam hal ini jurusan arsitektur pada kegiatan sosialisasi memberi harapan untuk secara perlahan memberikan impact yang lebih baik dan membuka peluang untuk keberlanjutan kegiatan-kegiatan serupa kedepannya.
PERANCANGAN GELANGGANG OLAHRAGA DI KOTA GORONTALO DENGAN PENDEKATAN GREEN ARSITEKTUR iskandar n id; Kalih Trumansyahjaya; Zuhriati A Djailani
JAMBURA Journal of Architecture Vol 5, No 1 (2023): JJoA : Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v5i1.20512

Abstract

ABSTRAK. Olahraga adalah aktivitas fisik yang teratur, terencana, dan diatur oleh seperangkat peraturan dan kebiasaan yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Peningkatan minat masyarakat terhadap olahraga tidak di imbangi peningkatan kualitas maupun kuantitas fasilitas olahraga di Kota Gorontalo. Gelanggang Olahraga merupakan sebuah kawasan olahraga terpadu untuk berbagai macam aktivitas olahraga di dalamnya, yang meliputi lapangan bola voli, lapangan bulu tangkis, lapangan futsal, lapangan basket, kolam renang. Penelitian ini ditujukan pada perancanagan Gelanggang Olahraga yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Gorontalo akan fasilitas olahraga secara terpadu yang dilengkapi dengan fasilitas penunjang lainnya, selain itu juga dapat meningkatkan kebugaran fisik sekaligus tempat berekreasi dan menambah pengetahuan di bidang olahraga. Proses mendesain dan merencanakan bangunan olahraga memiliki syarat dan ketentuan khusus, Instansi keolahragaan menetapkan ukuran atau dimensi untuk standar keolahragaan internasional maupun nasional, serta yang bersifat hiburan atau rekreasi. Metode pembahasan dilakukan dengan metode kuantitatif dan kualitatif. Perancangan gedung olahraga lebih ditekankan pada konsep Green Arsitektur menciptakan arsitektur ramah lingkungan, arsitektur alami dengan meningkatkan efisiensi pemakaian energi, air dan pemakaian bahan-bahan yang mereduksi dampak bangunan terhadap kesehatan. Perancanagn Gelanggang Olahraga kota Gorontalo mengutamakan kenyamanan pengguna sesuai dengan konsep Green Arsitektur. Data yang dipeoleh dianalisis hasil analisis akan diterapkan dalam konsep fungsi, sirkulasi, aktifitas, konsep ruang, konsep bentuk, konsep struktur kemudian ditransformasikan ke dalam bentuk perancangan. Hasil perancangan Gelanggang Olahraga diharapkan dapat membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar terutama pada bidang olahraga dan kesehata. Kata kunci: Perancangan, Gelanggang Olahraga, Kota Gorontalo, Green Arsitektur.
PENERAPAN HEALING ENVIRONMENT PADA RUMAH SAKIT KHUSUS PARU-PARU DI PROVINSI GORONTALO Dandi Dandi; Niniek Pratiwi; Kalih Trumansyahjaya
JAMBURA Journal of Architecture Vol 5, No 2 (2023): JJoA : Desember 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v5i2.21530

Abstract

 ABSTRACT. Diseases related to lung organs are among the diseases that cause the most deaths in Indonesia. The lungs are vital organs of human breathing that are very important and vulnerable to diseases such as tuberculosis, ARI, bronchitis, asthma, even cancer and tumors. In addition, the lungs are also prone to complications of the disease, because the lungs function as a place for oxygen processing. At the end of 2019, a new disease emerged, namely Covid 19, which included diseases that attack the respiratory system which is now spreading in Indonesia and the world which has an impact on the development of health crises. One of the diseases related to the lungs in Gorontalo Province is TB / TB and Covid-19. In Gorontalo Province itself there is no special hospital that handles lung-related diseases, so it is necessary to design a special lung hospital in Gorontalo Province as a place for treatment, treatment, and recovery of patient health. The concept used in this design is using the concept of Healing Environment. The application of the concept of Healing Environment is based on three approaches, namely nature, senses and psychological. Some of the design elements used are nature, lighting, air, color, life energizing surrounding, aroma, and Healing Garden. The Healing Environment approach aims to make the environment green and also adjust the patient's psychology so as to speed up the recovery process. The results of this design are in the form of site processing concepts, spatial zoning concepts and circulation concepts, as well as producing design drawings of lung special hospitals in Gorontalo Province. Keywords: Concept, Healing Environment, Hospital, Lung ABSTRAK. Penyakit yang berhubungan dengan organ paru-paru termasuk penyakit yang menyebabkan kematian terbanyak di Indonesia. Paru-paru merupakan organ vital pernapasan manusia yang sangat penting dan rentan terhadap serangan penyakit seperti TBC, ISPA, bronkitis, asma, bahkan kanker dan tumor. Selain itu paru-paru juga rawan terhadap komplikasi penyakit, karena paru-paru berfungsi sebagai tempat proses oksigen. Pada akhir tahun 2019 muncul penyakit baru yaitu Covid 19 yang termasuk penyakit yang menyerang sistem pernapasan yang sekarang menyebar di indonesia maupun dunia yang berdampak pada perkembangan krisis kesehatan. Salah satu penyakit yang berhubungan dengan paru-paru di Provinsi Gorontalo yaitu penyakit TB/TBC dan Covid-19. Di Provinsi Gorontalo sendiri belum tersedia rumah sakit khusus yang menangani penyakit yang berhubungan dengan paru-paru, sehingga perlu adanya perancangan rumah sakit khusus paru-paru di Provinsi Gorontalo sebagai tempat pengobatan, perawatan, dan pemulihan kesehatan pasien. Konsep yang digunakan dalam perancangan ini yaitu menggunakan konsep Healing Environment. Penerapan konsep Healing Environment didasarkan pada tiga pendekatan yaitu alam, indra dan psikologis. Beberapa elemen desain yang digunakan adalah alam (nature), pencahayaan, penghawaan, warna, life energizing surrounding, aroma, dan Healing Garden. Pendekatan Healing Environment bertujuan untuk membuat lingkungan menjadi hijau dan juga menyesuaikan psikologis pasien sehingga mempercepat proses pemulihan. Hasil dari perancangan ini berupa konsep pengolahan tapak, konsep zonasi ruang dan konsep sirkulasi, serta menghasilkan gambar-gambar desain rumah sakit khusus paru-paru di Provinsi Gorontalo. Kata kunci: Konsep, Healing Environment, Rumah Sakit, Paru-paru,  
PERANCANGAN SEKOLAH TINGGI ILMU PELAYARAN MARITIM DI PROVINSI GORONTALO DENGAN TEMA ARSITEKTUR EKOLOGI Afdhalash Badrid Soman; Kalih Trumansyahjaya; Heryati Heryati
JAMBURA Journal of Architecture Vol 5, No 2 (2023): JJoA : Desember 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v5i2.20755

Abstract

ABSTRACT.Indonesia is an archipelagic country with a greater ocean area than land area. Its strategic geographical location also supports shipping in Indonesia. It has an area of water reaching 3,257,357 km² with a coastline stretching to 99,803 km², making Indonesia the country with the second longest coastline in the world. As of 2020, the Gazette of the Republic of Indonesia recorded a total of 16,771 islands. Ironically, despite being an archipelagic and maritime country, Indonesia experiences an annual shortage of sailors. The Human Resource Development Agency reported in 2015 that the national maritime industry still requires 83,000 sailors. The province of Gorontalo, in particular, contributes very few marine experts, primarily due to the absence of maritime high schools offering advanced education. The theme of Ecological Architecture was chosen to address the lack of public awareness regarding the preservation of the coastal environment. This issue has resulted in damage to the 40-hectare mangrove forests along the coast of Kwandang district and Anggrek district in North Gorontalo regency, caused by the surrounding community actions.The method of data collection used was the descriptive method, which involved gathering primary and secondary data sources. These sources were then explained and analyzed through descriptions. Additionally, the data was collected through literature studies, object observations, surveys, data studies or comparative studies, and interviews with relevant parties.The hope or purpose of this design is to address the shortage of sea officers, which poses a significant challenge for our country, known as a maritime country. ABSTRAK.Indonesia adalah negara kepulauan dengan luas lautan melebihi luas daratan. Letak geografis negara Indonesia yang sangat strategis juga mendukung dalam segi pelayaran di Indonesia. Memiliki luas wilayah perairan mencapai 3.257.357 km2 dengan panjang garis pantai mencapai 99.803 km yang ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia serta jumlah pulau yang tercatat di Grezette Republik Indonesia di tahun 2020 sebanyak 16.771 pulau.Ironisnya, Indonesia sebagai negara kepulauan dan negara maritim justru mengalami kekurangan pelaut setiap tahunya. Menurut Badan Pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) pada tahun 2015, industri maritim nasional masih membutuhkan 83.000 pelaut. Provinsi Gorontalo sendiri masih sangat sedikit menyumbang tenaga ahli kelautan, hal ini dikarenakan tidak terdapatnya sekolah tinggi pelayaran yang dapat melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Tema Arsitektur Ekologi di ambil karena belum ada kesadaran masyarakat dalam memelihara lingkungan dekat pantai hal ini mengakibatkan 40 hektar hutan mangrove di pesisir kecamatan Kwandang dan kecamatan Anggrek kabupaten Gorontalo Utara rusak akibat masyarakat sekitar.Adapun metode pengumpulan data yang dilakukan adalah metode deskriptif yaitu dengan pengumpulan sumber data primer dan sekunder kemudian dijelaskan dan dianalisa dalam bentuk uraian, serta data-data yang di kumpulkan degan cara Studi literature, observasi objek dan survey, melakukan studi data atau studi perbandingan, dan melakukan wawancara kepada pihak-pihak terkait.Harapan atau tujuan dari desain ini adalah untuk dapat membantu menambah kekurangan akan tenaga perwira laut yang menjadi masalah bagi negara kita yang di juluki sebagai negara maritim.