Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PERSEPSI DAN UPAYA PENCEGAHAN KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI DI SMA MUHAMMADIYAH 1 SEMARANG Wiwin Embo Johar; Sri Rejeki; Nikmatul Khayati
Jurnal Keperawatan Maternitas Vol 1, No 1 (1): Jurnal Keperawatan Maternitas
Publisher : Jurnal Keperawatan Maternitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.178 KB)

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja merupakan masa transisi dari kanak-kanak menuju dewasa. Pada masa ini terjadi berbagai perubahan, yang meliputi perubahan fisik, mental, emosional dan sosial. Perubahan ini dpat terjadi pada remaja putri maupun laki-laki. Adanya perubahan ini dapat menimbulkan masalah. Perubahan yang dapat dijumpai pada masa remaja khususnya remaja putri adalah perubahan bentuk tubuh, adanya jerawat atau acne, gangguan emosional, gangguan miopi, adanya kelainan kifosis, penyakit infeksi, dan keputihan. Keputihan ada yang bersifat normal dan ada yang abnormal sehingga dapat berdampak pada gambaran dan harga diri remaja putri tersebut. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan upaya pencegahan keputihan pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 1 Semarang. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi penelitian ini adalah remaja putri / siswi SMA kelas X dan XI seluruhnya berjumlah 141. Sampel sebanyak 73 responden dengan teknik stratified proportionate random sampling. Hasil Penelitian: Persepsi remaja putri terhadap keputihan sebagian besar negatif sebanyak 40 responden (54,8%) dan persepsi positif sebanyak 33 responden (45,2%). Upaya pencegahan keputihan pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 1 Semarang sebagian besar cukup sebanyak 31 responden (42,5%). Upaya pencegahan baik sebanyak 29 responden (39,7%) dan kurang sebanyak 13 (17,8%). Simpulan: Remaja putri perlu dilakukan pemberian informasi bagaimana cara membersihkan organ reproduksiyang baik dan benar. Selain itu juga perlu diberikan dorongan untuk secara aktif mencari tahu informasi mengenai kesehatan reproduksi terutama memberikan pelajaran tentang perawatan organ genetalia seperti teknik cebok, menggunakan celana dalam yang tidak ketat, mengganti celana dalam, dan menggunakan sabun non parfum.Kata kunci: Persepsi, upaya pencegahan keputihan
PELAKSANAAN MANAJEMEN LAKTASI OLEH PERAWAT DI RUMAH SAKIT DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA Nikmatul Khayati; Imami Nur Rachmawati; Yusron Nasution
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2013: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.475 KB)

Abstract

Perawatan ibu pada masa post partum di titik beratkan pada manajemen laktasi. Berbagai faktor dapat mempengaruhi perawat dalam pelaksanaan manajemen laktasi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis berbagai faktor yang dapat mempengaruhi perawat dalam pelaksanaan manajemen laktasi di ruang post partum di beberapa Rumah Sakit wilayah Jawa Tengah. Desain yang digunakan cross sectional study. Data di analisis dengan Chi Square dan regresi logistik. Hasil analisis faktor ditemukan hubungan signifikan antara  motivasi kerja perawat (p=0,00) dan dukungan RS terhadap pelaksanaan manajemen laktasi yang dirasakan perawat (p=0,00) dengan pelaksanaan manajemen laktasi. Dukungan RS merupakan faktor yang paling berpengaruh (OR=11,11). Dukungan RS antara lain mengupayakan adanya standard prosedur operasional terkait diskripsi pelaksanaannya, pengawasan dan evaluasi, penyediaan fasilitas berupa ruangan yang nyaman, media untuk pendidikan kesehatan ibu menyusui, pemberian kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan dan pendidikan berkelanjutan baik formal maupun informal agar pelaksanaan manajemen laktasi dapat dijalankan secara  maksimal. Kata Kunci: Manajemen laktasi – perawat post partum
KARAKTERISTIK, STATUS GIZI DAN PRAKTIK MENYUSUI DENGAN POLA MENSTRUASI AKSEPTOR KONTRASEPSI SUNTIK DI DESA 1 DOMBO KECAMATAN SAYUNG DEMAK Sri Rejeki; Nikmatul Khayati; Rohmatun Novianti Solekah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2012: PROCEEDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN : Penggunaan Herbal Dalam Kesehatan Perempuan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.495 KB)

Abstract

Latar Belakang: Jumlah penduduk Indonesia tahun 2010 tercatat 237,6 juta jiwa dengan laju pertumbuhan 1,49 persen pertahun. Salah satu upaya untuk mengatasi pertumbuhan tersebut adalah melalui program KB termasuk jenis kontrasepsi suntik yang mencapai 58,7%. Penggunaan kontrasepsi suntik dapat mempengaruhi gangguan haid. Kontrasepsi suntik sebagai kontrasepsi hormonal dapat merangsang ovarium untuk membuat estrogen dan progesteron, yang keduanya dapat mencegah terjadinya ovulasi sehingga dapat mempengaruhi siklus menstruasi. Faktor yang diduga dapat mempengaruhi pola menstruasi meliputikarakteristik, status gizi dan praktik menyusui.Tujuan: Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan karakteristik, status gizi dan praktik menyusui dengan pola menstruasi akseptor kontrasepsi suntik 3 bulan di Desa Dombo Kecamatan Sayung Demak. Metode: Rancangan penelitian ini adalah deskriptif korelasional denganpendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu pengguna kontrasepsi suntik 3 bulanan di Desa Dombo Kecamatan Sayung Kabupaten Demak dengan jumlah 76 orang. Teknik samling yang digunakan adalah total pupulasi yaitu 76 orang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara umur (p=1,000), pekerjaan (p=1,000), dan pendapatan (p=0,643) dengan pola menstruasi. Terdapat hubungan yang bermakna antara praktik menyusui (p=0,020)dan status gizi (p=0,018) dengan pola menstruasi pada Ibu akseptor kontrasepsi suntik 3 bulan  di Desa Dombo Kecamatan Sayung Demak. Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang bermakna antara karakteristik dengan pola menstruasi dan ada hubungan yang bermakna antara status gizi dan praktik menyusui degan pola menstruasi oada ibu akseptor kontrasepsi suntuk 3 bulanan di Desa Dombo Kecamatan Sayung Demak. Bagi ibu pengguna kontrasepsi suntik 3 bulan jika merasakan keluhan dengan pola menstruasi selama menyusui, maka dapat melakukan pemeriksaan atau konsultasi ke tenaga kesehatan agar dapat menggunakan alat kontrasepsi yang lebih tepat selama menyusui.
PERILAKU CUCI TANGAN IBU DALAM PENCEGAHAN DIARE PADA BAYI DI DESA KARANGAYU KECAMATAN CEPIRING KABUPATEN KENDAL Nur Khasanah; Sri Rejeki; Nikmatul Khayati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.085 KB)

Abstract

Latar Belakang: Bayi (usia 0 bulan–12 bulan) merupakan kelompok umur yang rawan gizi dan rawan penyakit, terutama penyakit infeksi. Pada tubuh bayi komposisi badannya sebagian besar (60 %) terdiri dari cairan. Salah satu penyakit infeksi pada bayi adalah diare dan ISPA. Diare lebih dominan menyerang bayi karena daya tahan tubuh bayi masih lemah sehingga bayi rentan terhadap penyebaran virus penyebab diare. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku cuci tangan ibu dalam pencegahan diare pada bayi.Metode Penelitian: Jenis penelitian deskriptif, dengan metode survey dan pendekatan cross sectional. Proses penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2013- April2014 di Desa Karangayu dengan metode total sampling dengan jumlah sampel 50 ibu yang memiliki bayi dengan usia 0–12 bulan. Hasil Penelitian: Di Desa Karangayu Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal tahun 2014 sebagian besar memiliki perilaku cuci tangan yang baik. Bayi yang berusia 0–12 bulan di Desa Karangayu Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal tahun 2014 sebagian besar tidak mengalami diare. Ibu–ibu yang memiliki bayi berusia 0–12 bulan di Desa Karangayu Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal tahun 2014 sebagian besar melakukan cuci tangan sebelum maupun sesudah melakukan sesuatu dalam pencegahan diare pada bayi.Saran: Diharapkan kepada petugas kesehatan dan Puskesmas untuk menggalakan budaya cuci tangan di lingkungan Puskesmas, sekolah melalui UKS dan masyarakat dengan pemberdayaan masyarakat sehingga angka kejadian diare dapat diturunkan bahkan dihilangkan.
PENGARUH IMD DENGAN PERDARAHAN IBU 2 JAM POST PARTUM DI KOTA SEMARANG Pawestri -; Nikmatul Khayati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.925 KB)

Abstract

The problem of postpartum hemorrhage needs to be a serious handling one of them with the increase of hormone oxytocin which has an important role in stimulating uterine smooth muscle contraction so that bleeding can be handled. Oxytocin hormone can be stimulated through Early Breastfeeding Iniaiation (IMD) because early initiation of breastfeeding is one of the factors affecting uterine involution where breastfeedingoccurs stimulation and release of hormones such as oxytocin hormone which causes contraction and retraction of uterine muscle. This will suppress the blood vessels resulting in decreased blood supply to the uterus. This process helps to reduce the site or place of placental implantation and reduce bleeding. The purpose of this study was to determine the effect of IMD on the number of maternal bleeding 2 hours postpartum DiKota Semarang. This type of research is and observational study using a prospective cohort design where this study compares the effects of exposed groups and the effects of unexposed groups. The sample in this study were 90 post partum mothers. Data processing is done by computerization. The data are presented in the form of frequency distribution and then tested by independent t-test, correlation and regression test to determine the effect of the relationship between the two variables. Result of research Amount of mother bleeding 2 hour post partum done initiation feeding Early average 87,20 ml with standarddevias 17,617. Number of 2-postpartum maternal bleeding not initiated 143 ml early initiation with standard deviation of 33.86. The statistical test results showed that there was an effect of IMD with 2 hours post partum bleeding with (p <0,00). There was a significant difference between the number of maternal bleeding 2 hours posr partum performed IMD action with the amount of mother's mother 2 hours post partum that is not done IMD. Efforts to reduce maternal mortality due to post partum hemorrhage by doing IMD ditatanan health services that help childbirth.Keywords: Early Breastfeeding Initiation, Labor, Bleeding
Terapi Murottal Al-Qur’an Menurunkan Intensitas Nyeri Post Sectio Caesarea di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang Eny Purwati; Machmudah Machmudah; Nikmatul Khayati
Jurnal Ilmu Keperawatan Maternitas Vol. 2 No. 1 (2019): May 2019
Publisher : Indonesian National Nurses Association (INNA) of Central Java

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.385 KB) | DOI: 10.32584/jikm.v2i1.298

Abstract

Nyeri dapat diatasi dengan penatalaksanaan non farmakologis. yaitu terapi musik, teknik pernafasan, aromaterapi, audionalgesia, akupuntur, transcutaneus electric nerve stimulations (TENS),  kompres dengan suhu dingin panas, sentuhan  pijatan, murrotal dan  hipnotis. Penelitian ini untuk mengetahui perbedaan terapi musik mozart dan murottal Al-Qur’an terhadap intensitas nyeri post sectio caesarea. Jenis penelitian quasi experiment. Desain penelitian pre and post test design. Populasi penelitian ibu sectio caesariea sebanyak 135 kasus. Sampel dibagi menjadi kelompok Terapi Musik Mozart sebanyak 15 orang dan kelompok Murottal Al-Qur’an sebanyak 15 orang. Teknik pengambilan adalah purposive sampling. Uji statistik yang digunakan uji wilcoxon dan mann whitney. Hasil penelitian didapatkan nyeri post sectio caesarea sebelum terapi musik mozart rata-rata  7,47. Nyeri post sectio caesarea sesudah terapi musik mozart adalah 5,13. Nyeri post sectio caesarea sebelum terapi murottal Al-Qur’an rata-rata 6,60. Nyeri post sectio caesarea sesudah terapi murottal Al-Qur’an rata-rata 3,27. Ada perbedaan nyeri post sectio caesarea sebelum dan sesudah terapi musik Mozart (P-value=0,000). Ada perbedaan nyeri post sectio caesarea sebelum dan sesudah terapi murottal Al-Qur’an (P-value=0,000). Ada perbedaan terapi musik mozart dan murottal Al-Qur’an terhadap intensitas nyeri post sectio caesarea (P-value=0,000). Terapi murotal Al Quran lebih efektif mengurangi nyeri karena Murottal Al-Qur’an dapat menurunkan hormon-hormon stres, mengaktifkan hormon endorfin alami, meningkatkan perasaan rileks, dan mengalihkan perhatian dari rasa takut, cemas dan tegang, memperbaiki sistem kimia tubuh sehingga menurunkan tekanan darah serta memperlambat pernafasan, detak jantung, denyut nadi, dan aktivitas gelombang otak. Murottal Al-Qur’an dapat dijadikan SPO di RS Roemani Muhammadiyah Semarang sebagai alternatif untuk mengurangi intensitas nyeri post sectio caesarea. 
Rendam Kaki Dengan Rebusan Jahe Merah Dapat Mencegah Terjadinya Eklamsia Nimas Arinda; Nikmatul Khayati
Jurnal Ilmu Keperawatan Maternitas Vol. 2 No. 2 (2019): October 2019
Publisher : Indonesian National Nurses Association (INNA) of Central Java

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.16 KB) | DOI: 10.32584/jikm.v2i2.389

Abstract

Latar Belakang : Pre Eklamsia merupakan komplikasi pada kehamilan yang mendominasi (21 %) Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia. Pre eklamsia ditandai dengan peningkatan tekanan darah (hipertensi) di usia >20 minggu disertai gangguan salah satu organ. Peningkatan tekanan darah yang terjadi secara terus menerus akan menimbulkan komplikasi pada ibu dan janin bahkan kematian pada salah satu atau keduanya. Kondisi ini perlu dilakukan upaya pencegahan dan pengobatan, baik secara farmakologi maupun non farmakologi. Salah satu upaya penurunan tekanan darah secara non farmakologi adalah rendam kaki menggunakan rebusan jahe merah. Tujuan penelitian : Mengetahui pengaruh rendam kaki dengan rebusan jahe merah terhadap tekanan darah pada ibu hamil dengan preeklamsi. Metode penelitian : Rancangan penelitian quasi experiment Pre-Posttest one group design. Penelitian ini dilakukan pada 15 Februari- 15 Maret 2019 di wilayah kerja puskesmas Mranggen dan Karangawen dengan menggunakan sampel 15 orang. Hasil penelitian : Didapatkan nilai P untuk tekanan sistolik sebesar 0.000 dengan uji statistik Paired t-test dan hasil uji Wilcoxon untuk tekanan diastolik didapatkan nilai P sebesar 0.001 Simpulan : Ada pengaruh rendam kaki dengan jahe merah terhadap tekanan darah pada ibu hamil dengan preeklamsi. Kandungan gingerol membuat sensasi hangat pada kulit yang merangsang pembukaan pori-pori sehingga zat gingerol dapat meresap dan masuk ke pembuluh darah sehingga membuat pembuluh darah melebar (vasodilatasi). Pelebaran pembuluh darah membuat tekanan perifer menurun sehingga dapat menurunkan tekanan perifer pembuluh darah dan memperlancar sirkulasi darah keseluruh tubuh akibatnya terjadi penurunan tekanan darah. Saran : Rendam kaki dengan rebusan jahe merah dapat diterapkan pada ibu hamil yang mengalami preeklamsi sehingga mencegah terjadinya eklamsia dan Intra Uterine Fetal Death (IUFD).
Acupressure on the xuehai point (SP10) reduces menstrual pain in students Khayati, Nikmatul; Febrianti, Rizka; Machmudah, Machmudah; Rejeki, Sri
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No S2 (2022): Suplement 2
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.265 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7iS2.1424

Abstract

Background: Dysmenorrhea is a pain in the abdomen that is felt before the onset of menstruation until the initial period of the menstrual process. Pain occurs due to uterine ischemia. Pain during menstruation (dysmenorrhea) varies in level so that different manifestations are felt. Pain may radiate from the abdomen to the waist. Dysmenorrhea can disrupt daily activities, sleep disturbances, learning and concentration disorders, and decrease appetite. Acupressure is a non-pharmacological therapy to treat dysmenorrhea. This study aims to determine the effectiveness of acupressure on the level of menstrual pain in college students. Method: The type of research is quasi-experimental with a one-group pre-post test design. The number of samples is 18 respondents. The sampling technique is non-probability sampling with a purposive sampling approach. Each respondent measured the level of pain before and after therapy to determine the effectiveness of acupressure therapy. Result: The results showed that the level of menstrual pain after acupressure decreased by 1.444 points. With a p-value (0.000) with a significance p-value of less than 0.05, it can be concluded that the acupressure action is effective. Acupressure on the Xuehai point (SP10) is effective against the level of menstrual pain (dysmenorrhea) significantly. Analysis: The acupressure mechanism at the Xuehai (sp10) point causes a deqi reaction (numbness, heaviness, tension) so that it stimulates the release of neurotransmitters that will enter the blood circulation which circulates throughout the body towards sensory nerves and stalked cells which can inhibit nerve impulses to the hypothalamus-pituitary. Discussion: Researchers suggest that students can apply acupressure therapy when experiencing dysmenorrhea as an alternative option to overcome the pain they feel. Abstrak: Latar belakang:Dismenore adalah nyeri pada perut yang dirasakan sebelum dimulainya menstruasi sampai dengan awal periode proses menstruasi. Nyeri terjadi karena iskemia uterus. Nyeri saat menstruasi (dismenore) berbeda-beda tingkatannya sehingga dirasakan manifestasi yang berbeda. Nyeri dapat menyebar dari perut ke pinggang. Dismenore dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, gangguan tidur, gangguan belajar dan konsentrasi, serta penurunan nafsu makan. Akupresur merupakan terapi nonfarmakologis untuk mengatasi dismenore. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas akupresur terhadap tingkat nyeri haid pada mahasiswa. Metode:Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain one group pre-post test design. Jumlah sampel adalah 18 responden. Teknik pengambilan sampel adalah non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Setiap responden mengukur tingkat nyeri sebelum dan sesudah terapi untuk mengetahui efektivitas terapi akupresur. Hasil:Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat nyeri haid setelah akupresur mengalami penurunan sebesar 1,444 poin. Dengan p-value (0,000) dengan signifikansi p-value kurang dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tindakan akupresur efektif. Akupresur pada titik Xuehai (SP10) efektif terhadap tingkat nyeri haid (dismenore) secara signifikan. Analisis:Mekanisme akupresur pada titik Xuehai (sp10) menyebabkan reaksi deqi (mati rasa, berat, tegang) sehingga merangsang pelepasan neurotransmiter yang akan masuk ke peredaran darah yang beredar ke seluruh tubuh menuju saraf sensorik dan sel-sel penguntit yang dapat menghambat saraf impuls ke hipotalamus-hipofisis. Diskusi:Peneliti menyarankan agar mahasiswa dapat menerapkan terapi akupresur saat mengalami dismenore sebagai alternatif pilihan untuk mengatasi nyeri yang dirasakan.
Penerapan Senam Dismenorea Pada Remaja Yang Mengalami Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Rasa Aman Dan Nyaman Widya Fitri Amaliyah; Nikmatul Khayati; Machmudah Machmudah; Pawestri Pawestri
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 5 (2022): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Guna Menunjang Pencapaian Sustainable Developm
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenorea adalah salah satu keluhan kram perut yang terjadi pada saat menstruasi. Dampak yang terjadi apabila dismenorea tidak segera di tangani yaitu dapat meningkatkan kecemasan sehingga menyebabkan penurunan kecakapan serta keterampilan yang beresiko pada gangguan aktivitas, konsentrasi dan prestasi. Penatalaksanaan dismenorea derajat sedang dapat dilakukan secara non farmakologi salah satunya dengan senam dismenorea. Tujuan studi ini untuk mengetahui adanyapenurunan skala nyeri dismenorea pada remaja putri setelah diberikan senam dismenorea. Studi kasus ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan, subjek studi ini adalah remaja putri dengan skala nyeri dismenore sedang (4-6), tidak mengkonsumsi obat pereda nyeri maupun jamu-jamuan dan tidak melakukan aktivitas fisik serta remaja putri dengan siklus menstruasi teratur. Hasil studi ini menunjukkan bahwa senam dismenorea mampu menurunkanskala nyeri sebanyak 3 pada masing-masing subjek studi kasus, sehingga pada subjek studi kasus 1 dari 6 menjadi 3 dan pada subjek studi kasus 2 dari skala nyeri 5 menjadi 2. Hal itu dikarenakan pada saat melakukan senam jumlah dan ukuran pembuluh darah akan meningkat sehingga mampu mengurangi efek vasokontriksi yang disebabkan kontraksi otot dinding uterus yang menjadi penyebab dismenorea, selain itu saat seseorang melakukan senam hormon endorfin yang merupakan penghilang nyeri alami juga akan meningkat dan memberikan efek relaksasi.. Senam dismenorea hendaknya dapat menjadi terapi komplementer dalam memanajemen nyeri karena selain mampu menurunkan nyeri juga dapat dilakukan dengan mudah dan tanpa biaya yang mahal. Kata Kunci : Dismenore, Senam Dismenore, Nyeri.
Status Gravida dan Kadar Keasaman (pH) Mukosa Vagina pada Kejadian Ketuban Pecah Dini Nikmatul Khayati; Rizqi Auwaluwiyanti
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 2 (2019): Tantangan Implementasi Hasil Riset Perguruan Tinggi untuk Industrialisasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan salah satu penyulit persalinan. KPD berkontribusi meningkatkan morbiditas dan mortalitas Maternal di Indonesia. Kejadian KPD di dunia mencapai 12,3% dari total persalinan,10% pada kehamilan aterm dan 4% kehamilan preterm. Data dari RSUD Kabupaten Pekalongan ditemukan kasus KPD pada tahun 2016 sebanyak 483 kasus dan pada tahun 2017 sebanyak 395 kasus. Penelitian bertujuan untuk mendeskripisikan status gravida dan kadar keasaman mukosa vagina (pH) pada kejadian Ketuban Pecah Dini. Desain penelitian ini deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Ruang Bersalin RSUD Kabupaten Pekalongan pada bulan Mei-Juni 2018, pengambilan sampel menggunakan metode total sampling diperoleh 37 sampel. Hasil penelitian menunjukkan dari 37 sampel ibu hamil yang mengalami KPD mayoritas berusia 20-35 tahun berjumlah 29 orang (78,4%) dengan rerata usia 28 tahun. Responden dengan kehamilan pertama (primipara) berjumlah 21 responden (56,8%), pekerjaan ibu rumah tangga berjumlah 27 ibu (73,0%), pendidikan terakhir SD berjumlah 14 ibu (37,8%), tidak memiliki riwayat KPD berjumlah 34ibu (91,9%), ibu hamil dengan KPD memiliki pH mukosa vagina 8 sejumlah 16 orang (43,2%). Derajat keasaman (pH) Vagina 3,5-4,5 bersifat asam sedangkan pH >7 adalah basa. pH yang berubah akan memicu pertumbuhan bakteri, jamur, parasit yang mudah menimbulkan infeksi vagina. Kadar pH bersifat normal sampai dengan basa dapat meminimalkan pertumbuhan bakteri, jamur dan parasit sehingga mampu mempertahankan status kesehatan daerah genetalia dan mencegah kejadian infeksi dan KPD. Rekomendasi dari penelitian ini bagipemberi pelayanan kesehatan agar meningkatkan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan daerah vagina dan ibu hamil senantiasa merawat daerah genetalia dengan rutin mengganti celana dalam berbahan cotton, tidak ketat dan membersihkan dengan cara yang benar.Kata kunci: Status gravida, derajat keasaman (pH), Ketuban Pecah Dini (KPD)