Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Foot Hydrotheraphy Menggunakan Jahe Merah (Zingiber Officanale Var Rubrum) Untuk Penurunan Hipertensi Lansia Luthfina Dewi Silfiyani; Nikmatul Khayati
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit silent killer yang sering terjadi pada lansia. Hipertensi yang tidakterkontrol akan menimbulkan komplikasi secara makrovasekuler berupa kerusakan pada otak, sistemcardiovasekuler dan renal; sedangkan secara miroskopis menimbulkan kerusakan pembuluh darahretina yang menyebabkan kebutaan. Pengendalian hipertensi dengan terapi non farmakologi berupahydrotherapy kaki menggunakan rebusan jahe merah hangat. Tujuannya untuk mengetahui pengaruhpemberian hydrotherapy kaki menggunakan rebusan jahe merah hangat terhadap tekanan darah.Metodenya menggunakan deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan, melibatkan 2subjek yaitu klien lansia yang mengalami hipertensi primer. Jahe merah berupa rimpang utuh (50gram) digeprek, direbus sampai mendidih dengan perbandingan jahe : air yaitu 1 : 30. Rendaman kakidiberikan pada suhu 39º - 40º C melewati mata kaki selama 15 menit sebanyak 6 kali dalam 2 minggu.Terdapat penurunan tekanan darah setelah dilakukan hydrotherapy kaki. Hasil menunjukkanperubahan terjadi pada seluruh subyek dengan rata-rata penurunan systole 17,66 mmHg dan diastole5,06 mmHg. Masalah keperawatan risiko perfusi serebral tidak efektif teratasi sebagian ditandaipenurunan nilai tekanan darah dan ketegangan otot leher. Suhu air hangat dan kandungan minyakatsiri jahe (2,58-3,90%) yang mengenai kulit menimbulkan sensasi hangat sehingga dapat melebarkanpembuluh darah (vasodilatasi) dan merelaksasi otot. Vasodilatasi dan relaksasi pembuluh darah akanmenstimulus baroreseptor untuk menurunkan ketegangan otot dan dinding vasekular, mengaktifkansaraf parasimpatik sehingga melancarkan aliran darah serta menurunkan tekanan darah. Pentingdilakukan edukasi, pelatihan foot hydrotherapy meningkatkan partisipasi keluarga untuk pengendaliantekanan darah pasien lansia yang mengalami hipertensi. Kata Kunci : hydrotherapy kaki, jahe merah hangat, hipertensi
Therapeutic effect of Al-Quran murattal (surah yusuf) on blood pressure level in pregnant women with preeclampsia Rejeki, Sri; Trimuliani, Sumastia; Machmudah, Machmudah; Khayati, Nikmatul
South East Asia Nursing Research Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/seanr.2.1.2020.27-32

Abstract

Pre-Eclampsia was recorded as a cause of maternal death in Indonesia in 2017, which was 28.8%. Hypertension is a sign of pre-eclampsia. Murattal Therapy Letter Yusuf is a non-pharmacological therapy that can be used to reduce blood pressure. The purpose of this study is to determine the effect of Murattal Therapy in reducing blood pressure in pregnant women with pre-eclampsia. The design of this study used the Quasy Experiment design with One Group Pretest and Posttest Design. As the population are pregnant women who are diagnosed with pre-eclampsia. 15 respondents were selected using purposive sampling. Data collection tool with an observation sheet and tensimeter. The data collection technique was carried out using the respondent placed in a conditioned room, then listening to the letter of Joseph for 15 minutes using a tape recorder and then his blood pressure was measured. From the 15 respondents after Murotal therapy, the result of a decrease in blood pressure with a statistical test using a paired t-test obtained a p-value of systolic blood pressure of 0,000 and diastolic blood pressure of 0,000. Murattal therapy can stimulate a controlled autonomic nerve and cause secretion of epinephrine and norepinephrine by the controlled adrenal medulla. Control hormones epinephrine and norepinephrine will inhibit the formation of angiotensin which can reduce blood pressure. Surah Yusuf's Murattal Therapy can reduce the blood pressure of pregnant women with pre-eclampsia.
Nursing Approaches to Pain Management in Labor for Mothers in Hospitals Across Asia Rejeki, Sri; Khayati, Nikmatul
South East Asia Nursing Research Vol 5, No 3 (2023)
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Effective pain management during childbirth is crucial for ensuring the well-being of both mother and child. In Asia, diverse approaches to managing labor pain are applied in hospital settings, combining both pharmacological and non-pharmacological strategies. Cultural values, resource availability, and healthcare systems significantly influence the approaches used. This review explores nursing approaches to labor pain management across different countries in Asia, highlighting common methods, their effectiveness, and the challenges encountered.
Pijat Oksitosin Untuk Meningkatkan Kelancaran Produksi ASI pada Ibu Nifas puspita Sari, Ratna Aprilia; khayati, Nikmatul
Holistic Nursing Care Approach Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v4i2.13101

Abstract

Kejadian yang timbul pada ibu yang kesulitan menyusui karena ASInya tidak lancar, terutama melahirkan anak pertama. Selain itu ibu sering mengeluh bayinya menangis, menolak menyusu, atau tidak menyusu karena putingnya sakit. Ini sering diartikan sebagai ASI yang tidak mencukupi atau buruk, dan karena itu memilih untuk tidak menyusui. Terapi non farmakologis yang dapat memperlancar ASI salah satunya dengan Pijat Oksitosin. Studi kasus ini bertujuan untuk menerapkan pijat Oksitosin untuk meningkatkan kelancaran ASI pada ibu nifas di klinik bidan Delima Bangetayu Kulon. Studi kasus ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan menggambarkan pengelolaan kasus dalam mengaplikasikan pijat oksitosin untuk meningkatkan kelancaran ASI pada ibu nifas yang berjumlah 3 orang subjek studi yang diperoleh dari pre-test yang sesuai kriteria inklusi. kriteria inklusi : ibu nifas hari ke tujuh, ibu melahirkan normal,ibu tidak sedang menjalani pengobatan. Hasil studi kasus pada ketiga responden dengan pengeluaran ASI yang tidak lancar setelah dilakukan pijatan oksitosin selama 3 hari dengan 3x pertemuan dan lama waktu yang digunakan 15 menit terjadi peningkatan jumlah ASI, frekuensi menyusui, frekuensi BAK/BAB bayi. Pijat oksitosin menjadi salah satu terapi non farmakologis yang efektif untuk meningkatkan kelancaran produksi ASI pada ibu nifas.
INISIASI MENYUSU DINI (IMD) MENINGKATKAN SUHU TUBUH BAYI SECTIO CAESAREA DI RSUP DR. KARIADI SEMARANG Sa’adah, Umi; Khayati, Nikmatul; ., Machmudah
Jurnal Kebidanan VOLUME 10. No. 01, JUNI 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v10i01.300

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Salah satu adaptasi pada bayi baru lahir adalah adaptasi terhadap pengaturan suhu tubuhnya, pada bayi yang dilahirkan secara sectio caesarea (SC) berisiko lebih besar mengalami hipotermi karena suhu ruang operasi yang dingin, salah satu cara untuk meningkatkan suhu tubuh bayi dan mencegah terjadinya hipotermi adalah melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Tujuan penelitian: untuk mengetahui pengaruh Inisiasi Menyusu Dini terhadap perubahan suhu tubuh bayi sectio caesarea. Metode penelitian: Jenis penelitian quasi eksperiment dengan desain non equivalent control grup,. Sampel penelitian sebanyak 40 bayi SC, membandingkan 20 bayi SC kelompok intervensi (yang dilakukan IMD) dengan 20 bayi SC kelompok kontrol bayi yang berada di infant warmer (penghangat). Analisa data menggunakan uji Independent T-test. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 20 bayi SC yang dilakukan IMD suhu tubuh bayi rata-rata meningkat sebesar 0,65°C dan 20 bayi SC yang ditempatkan di infant warmer suhu tubuh bayi rata-rata meningkat sebesar 0,79°C. Simpulan : tidak ada perbedaan perubahan suhu tubuh antara bayi yang dilakukan inisiasi menyusu dini dengan bayi yang ditempatkan di infant warmer, sehingga dapat disimpulkan bahwa Inisiasi Menyusu Dini (IMD) mempunyai pengaruh yang sama dengan infant warmer pada suhu tubuh bayi SC di Instalasi Bedah Sentral RSUP Dr.Kariadi Semarang dengan p value sebesar 0,066 (a<0,05).Kata kunci : Insiasi menyusu dini, suhu tubuh bayi SC.EARLY BREASTFEEDING INITIATION TOWARD BODY TEMPERATURE CHANGE OF SECTION CAESAREA INFANT IN RSUP DR. KARIADI SEMARANGABSTRACTBackground :One of the adaptations carried by infant right after the delivery process is the adaptation toward the body temperature. And the infant from caesarean section have the higher risk of hypothermia since the operation room is commonly settled in low temperature. One of the solutions to improve infants’ body temperature and prevent hypothermia is by early breastfeeding initiation. Research target: conducted to find out the influence of early breastfeeding initiation toward body temperature change in Caesarea section infant.  Research method: Research kind quasi experimental method with non-equivalent control group design which compared 20 C-section infants from experimental group with 20 C-section infants from control group in the infant warmer machine. Data analysis used Independent T-test.  Result of research:.The results of the study showed that as many as 20 babies of SC who performed IMD the average baby's body temperature increased until 0.65° C and 20 infants SC placed in infant warmer the average baby's body temperature increased until  0.79°C .Conclude:There was no difference on body temperature changing between infant with early initiation of breastfeeding toward infant which was placed in the infant warmer. So, it got concluded that early initiation of breastfeeding has the same influence with infant warmer toward body temperature of sectio caesarea infant in installation of central surgery RSUP Dr. Kariadi Semarang with P value is 0,067 (a<0,05). Key words : early breastfeeding initiation, body temperature of section Caesarea infant
Penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi menggunakan rebusan daun sirsak Ningrum, Putri Cahya; Rachmawati, Anita; Rejeki, Sri; Khayati, Nikmatul
Ners Muda Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i1.13620

Abstract

Prevalensi hipertensi terutama pada kelompok lansia di Indonesia semakin meningkat mencapai 63,2%. Hipertensi yang tidak terkontrol bisa mengakibatkan komplikasi seperti gagal jantung, stroke, ginjal, dan sindrom metabolik hingga kematian. Penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan dengan memberikan terapi non farmakologi berupa penerapan rebusan daun sirsak. Studi ini bertujuan untuk menerapkan rebusan daun sirsak agar menurunkan tekanan darah pada lansia. Metode penelitian yang digunakan adalah case report dengan multicase study melalui pendekatan asuhan keperawatan yang melibatkan 2 lansia yang mengalami hipertensi primer, berusia >45 tahun dan tidak sedang mengkonsumsi obat hipertensi. Daun sirsak direbus dengan 300ml air dan 10 gram daun sirsak selama 15 menit menggunakan api kecil hingga tersisa 150 ml. Kemudian air disaring dan disajikan selagi hangat. Intervensi diberikan dua kali sehari pagi dan sore selama tujuh hari. Pengukuran tekanan darah dilakukan menggunakan tensimeter digital dengan jeda waktu 5 menit sebelum dan 30 menit setelah intervensi. Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat penurunan tekanan darah pada kedua subjek dengan nilai rata-rata penurunan tekanan darah sistolik sebesar 9,92 mmHg sedangkan diastolik sebesar 3,55 mmHg. Berdasarkan kesimpulan tersebut saran yang dapat diberikan yaitu meningkatkan partisipasi keluarga dalam penerapan rebusan daun sirsak untuk menurunkan tekanan darah lansia yang mengalami hipertensi.
Penerapan pijat marmet untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu post sectio caesarea Nikmah, Nikmah; Khayati, Nikmatul
Ners Muda Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v5i2.14610

Abstract

Cakupan pemberian ASI di Indonesia sebesar 56 %. Data tersebut masih dibawah target nasional ASI ekslusif yaitu 80%. Hal ini dapat mengakibatkan gizi buruk dan stunting. Rendahnya pemberian ASI ekslusif salah satunya akibat ketidaklancaran produksi ASI. Upaya untuk meningkatkan produksi ASI adalah dengan pijat Marmet. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk menerapkan perawatan payudara dengan pijat Marmet untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu post sectio caessaria. Metode yang digunakan adalah desain deskriptif melalui pendekatan proses keperawatan. Subyek studi kasus yaitu ibu post partum dengan sectio caesarea sejumlah 3 orang . Penerapan perawatan payudara dengan pijat Marmet dilakukan sehari dua kali selama tiga hari.Pijat Marmet dilakukan dengan tiga langkah yaitu pemijatan ,mengusap dan mengguncang payudara untuk mengeluarkan ASI. Evaluasi keberhasilan dengan menggunakan lembar observasi yang  menunjukkan kualitas menyusui, peningkatan produksi ASI kumulatif dan produksi urin bayi. Hasil studi kasus menunjukkkan Terjadi peningkatan produksi ASI rata rata 42 ml perhari. Pijat Marmet menstimulasi hormon prolaktin dan oksitosin sehingga meningkatkan produksi ASI dan refleks pengeluaran ASI menjadi optimal. Simpulan studi kasus didapatkan bahwa perawatan payudara dengan pijat Marmet berpengaruh untuk meningkatkan produksi ASI. Berdasar studi kasus aplikasi perawatan payudara dengan pijat Marmet direkomendasikan untuk perawatan payudara ibu dengan post partum
Pemberian Kompres Hangat Basah Dapat Mengurangi Pembengkakan Payudara Pada Masa Laktasi Lestari, Dyah Ayu; Khayati, Nikmatul
Ners Muda Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v4i3.13341

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) yang tidak dikeluarkan sampai tuntas dari duktus laktiferus dapat menyebabkan bendungan sehingga terjadi pembengkakan payudara. Akibat bendungan ASI menimbulkan nyeri payudara, puting tenggelam sehingga menyebabkan bayi sulit menyusu, mastitis sehingga pemberian ASI tidak adekuat. Nyeri akibat pembengkakan payudara dapat dikurangi dengan kompres hangat. Studi ini bertujuan untuk menerapan kompres hangat pada ibu post partum untuk menurunkan pembengkakan payudara. Studi ini menggunakan metode desktiptif dengan pendekatan studi kasus dilaksanakan pada Juli 2023, di Rumah Sakit pada 3 subyek studi yang memenuhi kriteria inklusi yaitu ibu post sectio caesarea yang mengalami pembengkakan payudara pada hari ketiga. Kompres hangat jenis basah diberikan selama 20 menit menggunakan stopwatch dilakukan 1 kali sehari dalam waktu 3 hari berturut-turut. Suhu air 40,5  ͦC – 43,0  ͦC. Pengukuan bendungan ASI menggunakan Scalla Engorgement Six Point (SPES). Pengukuran dilakukan sebelum dan setelah tindakan. Penerapan kompres hangat mampu menurunkan pembengakakan payudara pada pasien post partum SC. Kompres hangat akan memberi efek vasodilatasi otot polos pada pembuluh darah. Efek vasodilatasi pembuluh darah akan meningkatkan suplai hormon oksitosin pada payudara, nyeri payudara menurun, kenyamanan dalam menyusui meningkat, sehingga menyusui lebih sering dan bendungan ASI menurun.  Terdapat perubahan rata-rata skala antara 2-3 dari hari pertama hingga hari terahir, subjek I sebelum diberikan skala 6 menjadi 3, pada subjek II sebelum diberikan skala nyeri 6 menjadi 5, sedangkan pada subjek III sebelum diberikan skala nyeri 6 menjadi 3.
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI PROFESIONALITAS PENDIDIK DALAM PENNDIDIKAN AGAMA ISLAM Ismail , Moh; Jannah , Uzlifatul; Khayati, Nikmatul; Athiyah, Ummi
Tadris : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islam Vol 17 No 2 (2023): Tadris: Jurnal penelitian dan pemikiran pendidikan islam
Publisher : Program Studi PAI, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivasi pembalajaran merupakan bagian dari pentingkatan kaulitas pendidikan, dengan adanya motivasi belajar siswa tentu saja akan memudahkan proses belajar mengajar, untuk itu peningkatan motivasi belajar pada siswa perlu dilakukan. Peningkatan motivasi belajar dama pendidikan agama islam bisa dilakukan dengan cara meningkatkan profesionalitas tenaga pendidik (Guru), kerana guru sebagai pengajar dalam membentuk kepribadian dan pengetahuan siswa saat proses belajar. Penelitian ini . Penelitian ini menggunakan metode Library Reseach dengan menggunakan anilis destriptif disetiap kajian. Hasil dari penelitian ini adalah analisis peningkatan motivasi belajar melalui profesinalitas pendidikan dalam pendidikan agama islam, yang hasilnya peningkatan profesionalitas tenaga pendidik dalam membentuk motivasi belajar siswa dapat dilakukan dengan cara optimalisasi penerapan prinsip belajar, optimalisasi unsur dinamis belajar dan pembelajaran guru dan sekaligus pembimbing belajar, dan otimalisasi pemanfaatan pengalaman dan kemampuan siswa, pengembangan cita-cita dan aspirasi belajar.
Aplikasi rolling massage punggung terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas Fatimah, Anis Nur; Rejeki, Sri; Khayati, Nikmatul
Holistic Nursing Care Approach Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v5i1.13155

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi alami terbaik untuk bayi karena memiliki kandungan zat dan energi yang dibutuhkan oleh bayi selama 6 bulan pertama kehidupan bayi. ASI yang tidak lancar diakibatkan karena terhambatnya hormon prolaktin membuat ASI terhambat karena tingginya kadar estrogen saat melahirkan. Terapi non farmakologi yang dapat mempercepat produksi ASI Rolling Massage punggung. Studi kasus ini bertujuan untuk mengidentifikasikan pijat Rolling Massage punggung untuk meningkatkan suplai ASI. Metode yang diterapkan dalam  studi kasus ini adalah penelitian deskriptif studi dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subyek studi adalah 3 orang ibu nifas yang  memenuhi kriteria inklusi antara lain ibu nifas yang dengan ASI tidak lancar, ibu nifas dengan usia 20-35 tahun, ibu nifas hari ke 2-4 hari. Pemberian Rolling Massage dilakukan 2 kali sehari pada pagi dan sore selama 3 hari berturut-turut selama dengan gerakan empat gerakan secara berulang selama 10-15 menit,menggunakan alat ukur lembar obervasi BAB dan BAK selama 24 jam. Hasil dari pemijatan Rolling Massage punggung selama 3 hari pada pagi dan sore hari selama 10-15 menit adalah  peningkatan produksi ASI disertai dengan BAB dan BAK bayi yang lebih banyak selama tiga hari dengan rata-rata peningkatan BAK 7 kali dalam 24 jam pada hari ke 3 setelah dilakukan intervensi. Pemijatan Rolling Massage punggung dapat melancarkan dan meningkatkan suplai ASI pada ibu nifas dengan cara memberikan rangsangan pemijatan pada tulang belakang dengan meletakan costae 5-6  tulang rusuk pada scapula dengan gerakan pemijatan memutar. Rangsangan pada Rolling Massage dapat membantu ibu merasa lebih nyaman dan membantu meningkatkan kelancaran suplai ASI. Hasil yang diperoleh dari ketiga respoden setelah dilakukan intervensi berupa terapi Rolling Massage punggung selama 3 hari adalah produksi ASI yang meningkat dapat dilihat dari lembar observasi peningkatan produksi ASI.