Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

SINCAN Assessment and Best Innovation Assistance as a Form of Public Service Innovation in Bondowoso District, East Java Muhammady, Iffan G.E.; Rizkika, Haressa Lintang; wicaksono, itok; kholifah, emy; maulana, akbar; Hamdi, HS; Kudus, Muhammad Zefri
Journal Of Humanities Community Empowerment Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Humanities Community Empowerment
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jhce.v3i1.3008

Abstract

This community service program aims to strengthen the capacity of 23 sub-districts in Bondosowo Regency to meet the SINCAN (Sistem Informasi Kecamatan) standards set by the East Java Provincial Government. The main challenges include uneven technological infrastructure, low human resource capacity, and limited innovation documentation. Through a mixed-method approach involving training, integrated data hub development, and 360-degree assessments, the program successfully improved the average SINCAN score from 68 (2023) to 78 (2024). The innovation "SEKOCI-KECE ABIS 2.0" in Curahdami Sub-District reduced service time from 10 days to 2 days, with 95% complaint resolution. The results demonstrate that structured mentoring and digital integration can enhance public service quality in rural areas
Inovasi Pembuatan Es Krim Kelor sebagai Penegahan Stunting di Dusun Ranupakis Desa Kaliboto Kidul, Lumajang R, Emy Kholifah; Prajamukti, Dimas Wahyu; Saputra, Redy; Pratami, Lutfian Wahyu; Endah, Jheny
JIWAKERTA: Jurnal Ilmiah Wawasan Kuliah Kerja Nyata Vol 5, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jiwakerta.v5i2.23775

Abstract

Stunting merupakan permasalahan yang sering di jumpai di seluruh wilayah Indonesia, baik di wilayah perkampungan atau pedesaan, salah satunya adalah desa kaliboto kidul,kecamatan jatiroto,Kabupaten lumajang,Jawa Timur. Stunting sendiri memiliki dampak yang sangat buruk bagi kesehatan dan tumbuh kembang masyarakat terutama  anak-anak dan balita,sebab mereka membutuhkan asupan gizi yang cukup dan sehat, jika asupan gizi tersebut tidak dapat terpenuhi maka anak akan mengalam gizi buruk yang pastinya akan menghambat pertumbuhan fisik terhadap anak dan balita. Faktor dari terjadinya Stunting di desa adalah permasalahan finansial,lingkungan yang kurang bersih,serta pengetahuan dan kesadaran akan dampak bahaya dari Stunting tersebut. Berbagai instansi telah berupaya untuk mengurangi angka penderita stunting tersebut melalui program-program yang dilakukan seperti contoh sosialisasi,pemberian bantuan berupa dana dan pendidikan,serta makanan tambahan bagi masyarakat yang menderita stunting. Dalam partisipasi terkait makanan tambahan terciptalah sebuah inovasi kudapan sehat yang bisa memberikan gizi yang seimbang berbahan daun kelor, yaitu es krim daun kelor.
ANALISIS DAMPAK PROSES PEMBANGUNAN JALAN TOL PROBOLINGGO – BANYUWANGI TERHADAP KEBERLANGSUNGAN UMKM DI KRAKSAAN tyas, putri dwi cahya ning; Kholifah, Emy
Jurnal Wahana Bina Pemerintahan Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pengembangan Studi Pemerintahan Program Pascasarjana Magister(S2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55745/jwbp.v7i2.350

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan pembangunan Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi terhadap keberlangsungan UMKM di Kraksaan. Pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan distribusi barang, namun juga membawa tantangan bagi UMKM yang bergantung pada akses jalan konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pelaku UMKM terdampak, pemerintah daerah, serta pihak pengelola jalan tol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pembangunan jalan tol memiliki dampak yang beragam terhadap UMKM. Beberapa pelaku usaha mengalami penurunan jumlah pelanggan dan omzet akibat perubahan aksesibilitas dan pengalihan arus lalu lintas. Di sisi lain, terdapat UMKM yang memperoleh manfaat sementara dari meningkatnya permintaan selama masa konstruksi. Tingkat partisipasi masyarakat dalam kebijakan ini cenderung terbatas, dengan fokus utama pada aspek pembebasan lahan tanpa keterlibatan aktif dalam perencanaan dan sosialisasi. Meskipun pihak pengelola tol menyediakan mekanisme kompensasi, bantuan yang diberikan masih belum mencakup seluruh UMKM yang terdampak secara tidak langsung. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa kebijakan pembangunan jalan tol belum sepenuhnya mempertimbangkan keberlanjutan UMKM dalam jangka panjang. Untuk mengurangi dampak negatif dan memastikan manfaat yang lebih merata, diperlukan kebijakan yang lebih inklusif, seperti program pendampingan, fasilitasi pemasaran, serta kompensasi yang lebih komprehensif bagi UMKM terdampak. Dengan adanya kebijakan yang lebih adaptif dan partisipatif, diharapkan pembangunan infrastruktur dapat berjalan selaras dengan pertumbuhan ekonomi lokal tanpa mengorbankan pelaku usaha kecil dan menengah..
Empowerment of Fishermen Communities Amidst Elite Interest Conflicts: A Study on the Implementation of Integrated Cold Storage Policy in Jember, Indonesia R., Emy Kholifah; Widagdo, Suwignyo; Nusanto, Baktiawan
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 6 No. 2 (2023): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the complexities surrounding the Empowerment of coastal communities amidst conflicting elite interests, mainly focusing on the political-economic dynamics of cold storage management in Puger Kulon, Jember Regency. Utilizing descriptive qualitative research methods, data were gathered from coastal community leaders, local government officials, and fishermen. The findings reveal significant challenges stemming from cultural and economic factors in empowering coastal communities. The presence of interest groups seeking to maintain influence exacerbates these challenges. The power struggle between politically influential figures and external investors leaves the community disadvantaged. While the government aims to maintain regional stability, its limited authority impedes effective action. The inability to implement large-scale empowerment initiatives or delegate responsibilities due to a high conflict of interest among entrepreneurs hampers efforts to enhance fishermen's welfare.
Pelatihan Pembuatan Peraturan Desa Wisata di Desa Kemiri Kabupaten Jember Emy Kholifah R; Baktiawan Nusanto
Journal of Community Development Vol. 3 No. 2 (2022): December
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v3i2.101

Abstract

This service aims to conduct training for stakeholders in Kemiri village, Jember Regency. These stakeholders are the village head, and the ranks of the village apparatus, the head of the BPD and members of the BPD. The background of this community service is the high need from stakeholders for insight and skills in the village policy-making process. Kemiri Village, which was inaugurated by the Regent of Jember as a tourism village, demands the ability of stakeholders to develop candlenut tourism villages. The development of tourist villages can be achieved starting from the political commitment of these stakeholders. This political commitment is a political policy as outlined in the village government regulation (PERDES). Thus the solution to this need is training and assistance in making village regulations in an effort to develop Kemiri tourism villages. The framework of thinking/content in the training of making village regulations refers to a rural based development approach, where village development includes the idea that village development is carried out to increase the benefits of natural potential, community potential, social institutional potential and local economic potential and local culture, as well as potential government apparatus to support the development of tourist villages. Kemiri Village, which has the characteristics of a mountainside village (Gunung Argopuro), the direction of its development has the potential for natural beauty, the potential of agriculture-plantation through processing agricultural products, and the unique culture of the community community and various other local wisdoms that can become social capital for the development of tourist villages. However, this great potential should continue to be explored so that it can become a real asset, for that, the involvement of various parties who have empathy and a vision of village development should synergize the roles of one another. The partnership between village stakeholder groups and higher levels of government, DUDI (industrial world business), private groups, and groups of scholars from universities (students and lecturers who carry out BKP-MBKM Village Development) is the key phrase for accelerating tourism village development. . This line of thought was built so that training and mentoring can be right on target and in accordance with the potential of the village area on the slopes of Mount Argopuro (especially Kemiri Village). This community service will involve students who are doing BKP-MBKM in Kemiri village.
Tourism Website as a Market Expansion Strategy in Sumberwringin Village, Bondowoso Suwignyo Widagdo; Yuniorita Indah Handayani; Riza Bahtiar Sulistyan; Emy Kholifah
TGO Journal of Community Development Vol. 3 No. 2 (2025): July - December
Publisher : Trescode Green Organization

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56070/jcd.2025.009

Abstract

The purpose of this activity is to develop the website of the Sumberwringin Bondowoso tourist village as a strategy to expand the market and strengthen local identity. The website is designed to be a digital promotional medium that displays the potential of nature, culture, and creative products of the community in a structured and easily accessible manner. The method used includes three stages, namely planning in August 2025 with the identification of village potential and the preparation of content concepts, implementation from September to October 2025 in the form of website structure construction, content filling, and manager training, and evaluation in October 2025 to assess the effectiveness and response of the community and tourists. The results of the activity show that the website has succeeded in expanding the reach of promotion, increasing public involvement in digital content management, and opening up opportunities for cooperation with external parties. The website also strengthens the image of the village as a cultural and nature-based tourist destination. The discussion emphasized that digitalization through websites is an important factor in the development of sustainable tourism. This is in line with previous research which states that the use of information technology is able to increase the competitiveness of tourist destinations and expand the market. Thus, the development of the Sumberwringin tourism village website makes a real contribution to the growth of the creative economy and the sustainability of the village.
Modal Sosial dan Keterlibatan Pemerintah Dalam Penyediaan Barang Publik : Studi Penarikan Amal Untuk Masjid di Desa Prajekan Kidul Kabupaten Bondowoso Andika Dwi Nurliansyah; Emy Kholifah
Indonesian Journal of Public Administration Review Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/par.v3i3.6080

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis modal sosial dan keterlibatan pemerintah dalam penyediaan barang publik melalui praktik penarikan amal untuk pembangunan Masjid Al-Arief di Desa Prajekan Kidul, Kabupaten Bondowoso. Penelitian dilatarbelakangi oleh kuatnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan fasilitas keagamaan yang menunjukkan adanya kepercayaan, jaringan sosial, dan nilai gotong royong di masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi terhadap pengurus masjid, perangkat desa, dan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan penarikan amal periode 2006–2013. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan, norma sosial, dan jaringan sosial menjadi faktor utama yang mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan masjid. Selain itu, pemerintah desa berperan melalui fungsi koordinasi, pengawasan, dan dukungan terhadap kegiatan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah mampu mendukung penyediaan barang publik berbasis partisipasi masyarakat secara efektif.
Proses Rekrutmen Kepanitiaan Pemilu Tingkat Kecamatan dan Desa Studi pada Problematika Pemilu di Kabupaten Jember Roni Aprilianto; Emy Kholifah R
Pubmedia Social Sciences and Humanities Vol. 1 No. 4 (2024): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pssh.v1i4.131

Abstract

Salah satu kunci keberhasilan pemiliham umum adalah penyelenggara. KPU diberi wewenang untuk membangun badan adhoc, yang masing-masing terdiri dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS). Tujuan dilakukannya penelitian ini yakni untuk mengetahui proses perekrtutan keanggotaan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jember apakah sudah sesuai dengan system demokrasi dan untuk mengetahui kendala selama pendaftaran berlangsung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Terdapat beberapa responden serta informan dalam penelitian ini menjabarkan permasalahan apa saja yang banyak terjadi selama proses rekrutmen PPK dan PPS berlangsung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses rekrutmen keanggotaan PPK dan PPS sudah sesuai dengan system demokrasi dan permasalahan yang paling banyak terjadi selama proses rekrutmen berlangsung yaitu pada sistem online. Dapat disimpulkan bahwa perekrutan PPK dan PPS di Kantor Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jember masih banyak terjadi beberapa permasalahan.
Strategi Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (Studi di Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember) Iftita Naura Imaulidya; Emy Kholifah R
Pubmedia Social Sciences and Humanities Vol. 1 No. 4 (2024): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pssh.v1i4.132

Abstract

Salah satu tujuan pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai lembaga usaha desa yang dikelola baik dari masyarakat dan pemerintah desa yaitu untuk mendorong, meningkatkan, mengembangkan pertumbuhan ekonomi desa, serta meningkatkan pemberdayaan pada masyarakat. Pelaksanaan dari tujuan tersebut dilakukan melalui pengelolaan usaha dari BUMDes dengan memanfaatkan sember daya yang ada. Berkaitan dengan hal tersebut tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan menggambarkan pengembangan BUMDes di Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif dan deskriptif, dengan informasi dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu BUMDes periode sebelumnya mengalami penurunan dalam usahanya serta habisnya modal untuk pengelolaan usaha yang dilakukan yaitu penjualan AMDK (Air Minum Dalam Kemasan) yang bekerja sama dengan pondok air minum Al-Qodiri. Kepala Desa akhirnya melakukan pergantian kepengurusan dalam BUMDes melalui SK (Surat Keputusan) resmi yang sudah diturunkan namun terhambat anggaran yang belum turun yang menjadikan BUMDes belum memiliki usaha sampai sekarang serta belum adanya musyawarah dari pengelola BUMDes bersama dengan Kepala Desa terkait pengembangan badan usaha. BUMDes terus berusaha untuk menghidupkan badan usahanya dengan cara merancang strategi terlebih dahulu seperti mening-katkan sumber daya manusia yang berkompeten, inovasi usaha bersama UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang ada di desa serta membuat unit usaha yang dapat dikembangkan dalam jangka panjang. Adapun beberapa usaha yang akan BUMDes lakukan dalam menerapkan strateginya yaitu membuka usaha foto copy, toko pusat oleh-oleh dan menjual ATK. Usaha ini dibuat karena peluangnya besar untuk kemudahan masyarakat dan kesejahteraan masyarakat Desa Kertonegoro.