Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

EVALUASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN SAMPAH DALAM PROGRAM BANYUWANGI HIJAU DESA KARANGSARI Hadayanti, Anista Wahyu; Emy Kholifah R
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 10 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i10.12160

Abstract

Kabupaten Banyuwangi setiap tahunnya menghasilkan sampah yang signifikan. Upaya yang dilakukan pemeritan dalam melaksanakan Program Banyuwangi Hijau (BWH) sebagai strategi pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular melalui pemfaatan TPS3R. penelitian ini bertujuan untuk menilai kebijkan pengelolaan sampah dalam merealisasik program Banyuwangi Hijau di Desa Karangsari Kecamatan Sempu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ini cukup efektif dalam mengurangi sampah liar, namun masih menghadapi kendala dalam kepatuhan masyarakat dan pemerataan layanan. Efisiensi meningkat dengan sistem retribusi berbasis BUMDesa, tetapi keterbatasan armada pengangkutan dan fasilitas TPS masih menjadi kendala. Pemerintah desa cukup responsif terhadap keluhan, namun sosialisasi masih perlu ditingkatkan.Kesimpulan penelitian ini menekankan perlunya optimalisasi layanan, penyesuaian tarif agar lebih terjangkau, serta penerapan sanksi lebih tegas bagi pembuang sampah sembarangan. Rekomendasi utama adalah peningkatan sosialisasi, penyediaan TPS, dan pengembangan program daur ulang berbasis komunitas agar pengelolaan sampah lebih berkelanjutan.
SINCAN Assessment and Best Innovation Assistance as a Form of Public Service Innovation in Bondowoso District, East Java Muhammady, Iffan G.E.; Rizkika, Haressa Lintang; wicaksono, itok; kholifah, emy; maulana, akbar; Hamdi, HS; Kudus, Muhammad Zefri
Journal Of Humanities Community Empowerment Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Humanities Community Empowerment
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jhce.v3i1.3008

Abstract

This community service program aims to strengthen the capacity of 23 sub-districts in Bondosowo Regency to meet the SINCAN (Sistem Informasi Kecamatan) standards set by the East Java Provincial Government. The main challenges include uneven technological infrastructure, low human resource capacity, and limited innovation documentation. Through a mixed-method approach involving training, integrated data hub development, and 360-degree assessments, the program successfully improved the average SINCAN score from 68 (2023) to 78 (2024). The innovation "SEKOCI-KECE ABIS 2.0" in Curahdami Sub-District reduced service time from 10 days to 2 days, with 95% complaint resolution. The results demonstrate that structured mentoring and digital integration can enhance public service quality in rural areas
Inovasi Pembuatan Es Krim Kelor sebagai Penegahan Stunting di Dusun Ranupakis Desa Kaliboto Kidul, Lumajang R, Emy Kholifah; Prajamukti, Dimas Wahyu; Saputra, Redy; Pratami, Lutfian Wahyu; Endah, Jheny
JIWAKERTA: Jurnal Ilmiah Wawasan Kuliah Kerja Nyata Vol 5, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jiwakerta.v5i2.23775

Abstract

Stunting merupakan permasalahan yang sering di jumpai di seluruh wilayah Indonesia, baik di wilayah perkampungan atau pedesaan, salah satunya adalah desa kaliboto kidul,kecamatan jatiroto,Kabupaten lumajang,Jawa Timur. Stunting sendiri memiliki dampak yang sangat buruk bagi kesehatan dan tumbuh kembang masyarakat terutama  anak-anak dan balita,sebab mereka membutuhkan asupan gizi yang cukup dan sehat, jika asupan gizi tersebut tidak dapat terpenuhi maka anak akan mengalam gizi buruk yang pastinya akan menghambat pertumbuhan fisik terhadap anak dan balita. Faktor dari terjadinya Stunting di desa adalah permasalahan finansial,lingkungan yang kurang bersih,serta pengetahuan dan kesadaran akan dampak bahaya dari Stunting tersebut. Berbagai instansi telah berupaya untuk mengurangi angka penderita stunting tersebut melalui program-program yang dilakukan seperti contoh sosialisasi,pemberian bantuan berupa dana dan pendidikan,serta makanan tambahan bagi masyarakat yang menderita stunting. Dalam partisipasi terkait makanan tambahan terciptalah sebuah inovasi kudapan sehat yang bisa memberikan gizi yang seimbang berbahan daun kelor, yaitu es krim daun kelor.
ANALISIS DAMPAK PROSES PEMBANGUNAN JALAN TOL PROBOLINGGO – BANYUWANGI TERHADAP KEBERLANGSUNGAN UMKM DI KRAKSAAN tyas, putri dwi cahya ning; Kholifah, Emy
Jurnal Wahana Bina Pemerintahan Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pengembangan Studi Pemerintahan Program Pascasarjana Magister(S2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55745/jwbp.v7i2.350

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan pembangunan Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi terhadap keberlangsungan UMKM di Kraksaan. Pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan distribusi barang, namun juga membawa tantangan bagi UMKM yang bergantung pada akses jalan konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pelaku UMKM terdampak, pemerintah daerah, serta pihak pengelola jalan tol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pembangunan jalan tol memiliki dampak yang beragam terhadap UMKM. Beberapa pelaku usaha mengalami penurunan jumlah pelanggan dan omzet akibat perubahan aksesibilitas dan pengalihan arus lalu lintas. Di sisi lain, terdapat UMKM yang memperoleh manfaat sementara dari meningkatnya permintaan selama masa konstruksi. Tingkat partisipasi masyarakat dalam kebijakan ini cenderung terbatas, dengan fokus utama pada aspek pembebasan lahan tanpa keterlibatan aktif dalam perencanaan dan sosialisasi. Meskipun pihak pengelola tol menyediakan mekanisme kompensasi, bantuan yang diberikan masih belum mencakup seluruh UMKM yang terdampak secara tidak langsung. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa kebijakan pembangunan jalan tol belum sepenuhnya mempertimbangkan keberlanjutan UMKM dalam jangka panjang. Untuk mengurangi dampak negatif dan memastikan manfaat yang lebih merata, diperlukan kebijakan yang lebih inklusif, seperti program pendampingan, fasilitasi pemasaran, serta kompensasi yang lebih komprehensif bagi UMKM terdampak. Dengan adanya kebijakan yang lebih adaptif dan partisipatif, diharapkan pembangunan infrastruktur dapat berjalan selaras dengan pertumbuhan ekonomi lokal tanpa mengorbankan pelaku usaha kecil dan menengah..
Empowerment of Fishermen Communities Amidst Elite Interest Conflicts: A Study on the Implementation of Integrated Cold Storage Policy in Jember, Indonesia R., Emy Kholifah; Widagdo, Suwignyo; Nusanto, Baktiawan
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 6 No. 2 (2023): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the complexities surrounding the Empowerment of coastal communities amidst conflicting elite interests, mainly focusing on the political-economic dynamics of cold storage management in Puger Kulon, Jember Regency. Utilizing descriptive qualitative research methods, data were gathered from coastal community leaders, local government officials, and fishermen. The findings reveal significant challenges stemming from cultural and economic factors in empowering coastal communities. The presence of interest groups seeking to maintain influence exacerbates these challenges. The power struggle between politically influential figures and external investors leaves the community disadvantaged. While the government aims to maintain regional stability, its limited authority impedes effective action. The inability to implement large-scale empowerment initiatives or delegate responsibilities due to a high conflict of interest among entrepreneurs hampers efforts to enhance fishermen's welfare.
Tourism Website as a Market Expansion Strategy in Sumberwringin Village, Bondowoso Widagdo, Suwignyo; Handayani, Yuniorita Indah; Sulistyan, Riza Bahtiar; Kholifah, Emy
TGO Journal of Community Development Vol. 3 No. 2 (2025): July - December
Publisher : Trescode Green Organization

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56070/jcd.2025.009

Abstract

The purpose of this activity is to develop the website of the Sumberwringin Bondowoso tourist village as a strategy to expand the market and strengthen local identity. The website is designed to be a digital promotional medium that displays the potential of nature, culture, and creative products of the community in a structured and easily accessible manner. The method used includes three stages, namely planning in August 2025 with the identification of village potential and the preparation of content concepts, implementation from September to October 2025 in the form of website structure construction, content filling, and manager training, and evaluation in October 2025 to assess the effectiveness and response of the community and tourists. The results of the activity show that the website has succeeded in expanding the reach of promotion, increasing public involvement in digital content management, and opening up opportunities for cooperation with external parties. The website also strengthens the image of the village as a cultural and nature-based tourist destination. The discussion emphasized that digitalization through websites is an important factor in the development of sustainable tourism. This is in line with previous research which states that the use of information technology is able to increase the competitiveness of tourist destinations and expand the market. Thus, the development of the Sumberwringin tourism village website makes a real contribution to the growth of the creative economy and the sustainability of the village.
Gender Analysis of Prostitution Localization Closure Policy in Jember Regency Anggraeni, Friscilia Vita; Rachmaningsih, Emy Kholifah
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 6 No. 2 (2026): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v6i2.52484

Abstract

This study critically explores the policy on the closure of prostitution areas in Jember Regency through a gender equity lens. The policy, established under Regional Regulation No. 14 of 2001 and Regent's Decree No. 188.45/39/012/2007, was grounded in moral considerations and supported by public demand. Nevertheless, its implementation has produced unintended consequences, particularly for former female sex workers who have lost their primary source of income, experienced persistent social stigma, and encountered limited access to empowerment programs designed to support their transition into alternative livelihoods. Using a qualitative descriptive approach, this research draws on interviews, observations, and document analysis. The data were examined through Miles and Huberman's interactive analysis model. The study adopts Caroline Moser's (1993) Gender Analysis Pathway to assess four key dimensions: access, participation, control, and benefits, while William N. Dunn's (2015) policy analysis framework is applied to evaluate the rationality and substance of the policy. The findings suggest that the closure policy has yet to embody the principles of gender equity. Former sex workers face reduced access to economic opportunities and information, are not meaningfully involved in policy processes, have limited control over their economic choices, and receive insufficient benefits due to weak program implementation. These conditions indicate a gap between policy intentions and practical outcomes. Therefore, this study advocates for a more inclusive and gender-responsive policy reformulation, emphasizing integrated rehabilitation efforts, vocational skill development, and sustained economic support to ensure long-term social and economic reintegration for affected women.